Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Langkah Pemasaran Desa Wisata, Pengelola Wajib Tau!

Pemasaran desa wisata saat ini sangat penting dipelajari karena desa wisata sudah menjadi bagian penting dalam industri pariwisata berbasis masyarakat (CBT). Sebagai bentuk usaha diperlukan pemasaran desa wisata yang optimal agar dapat memberikan informasi yang tepat sasaran. Lalu apa saja langkap pemasaran desa wisata? Di artikel ini akan dibahas secara lengkap langkah-langkap pesaran desa wisata dan berbagai media yang dapat digunakan untuk promosi desa wisata.


langkah-pemasaran-desa-wisata


Apa itu Pemasaran Desa Wisata?

Bersamaan dengan bertambahnya keperluan wisatawan akan produk wisata desa, yang dituruti oleh perkembangan desa wisata di Indonesia yang semakin tumbuh subur, karena itu beberapa pengurus desa wisata wajib melakukan peranan pemasaran yang lebih bagus kembali supaya lebih populer dan banyak didatangi, hingga arah menyejahterakan warga lewat kepariwisataan bisa terwujud. 


Dalam masalah ini Dewi Tinalah ingin share berkenaan beberapa langkah yang bisa dilaksanakan oleh pengurus desa wisata dalam pasarkan desa wisatanya pada zaman ekonomi share (share economy) dan zaman digital di saat ini. Berikut beberapa langkah dari pemasaran desa wisata:


1. Analisis Produk Desa Wisata

Produk desa wisata sebagai pengalaman keseluruhan pengunjung sepanjang beraktivitas di desa wisata. Pengalaman keseluruhan itu terdiri atas sesuatu yang mereka saksikan (something to see), apa yang mereka kerjakan (something to do) dan apa yang mereka membeli (something to buy). Oleh karenanya, langkah awal dalam pemasaran desa wisata ialah menemukenali atau mengenali apa yang dapat disaksikan, dilaksanakan dan dibeli oleh pengunjung di desa wisata yang kita punyai.

Langkah mengenali produk ialah pertama dengan mencatat sebanyaknya kekuatan yang dipunyai, dan ingat suatu hal yang umum dan dilaksanakan setiap hari oleh masyarakat di desa kita, belum pasti biasa dimata pengunjung kita, seperti menyaksikan orang latihan seni tari kemungkinan biasa dimata kita sebagai masyarakat desa, tapi menjadi suatu hal yang mengagumkan dimata pengunjung, atau menanam padi kemungkinan hal yang umum untuk kita, tapi menjadi mengagumkan untuk pengunjung dari kota.


Langkah ke-2  yakni dengan berpikir inovatif, yakni membuat suatu hal yang tidak berada di desa kita jadi ada, seperti membuat gardu pandang dari bambu untuk swafoto (selfie), membuat sarana istirahat dengan hammock, membuat pentas atraksi dan lain-lain.

2. Definisikan USPs Desa Wisata

Tahapan ke-2  dalam pemasaran desa wisata ialah merangkum USPs (Unique Selling Proposition) atau umum disebutkan dengan Unique Selling Poin. USPs sebagai kekhasan yang hendak kita jual ke pasar yang disebut argumen kenapa pengunjung akan tiba ke desa wisata kita, tidak ke desa wisata lainnya, karena umumnya yang banyak dicari itu yang unik-unik. Disamping itu, USPs bisa menjadi senjata untuk keluar kompetisi harga, yang bisa berpengaruh jelek untuk keberlangsungan desa wisata.

USPs dirumuskan berdasar analisis produk yang sudah kita kerjakan dan USPs harus betul-betul unik dan berharga dimata pengunjung, dan tidak gampang diimitasi oleh desa wisata lainnya. Contoh Desa Wisata Ngelanggeran di Gunung Kidul memutuskan USPs-nya: Gunung Api Purba dan kolam besar seperti telaga yang umum disebutkan dengan Embung. Desa Wisata Panglipuran di Bali tinggalakan USPs-nya: rumah tradisi Bali yang paling asli Bali dan masih seragam tidak tercampur dengan kebudayaan kekinian sekarang ini.

Contoh lain USPs di Desa Wisata Tinalah dengan Pesona Alam dan Budaya. Kegiatan desa wisata berbasis masyarakat di Dewi Tinalah kental dengan kegiatan di alam dan budaya masyarakat setempat.

3. Tentukan Target Pasar Desa Wisata

Tahapan ke-3  dalam pemasaran desa wisata ialah cari fragmen pasar yang sesuai karakter produk dan USPs yang telah diputuskan. Dalam cari fragmen pasar target, pengurus desa wisata bisa memakai beragam tehnik segmentasi seperti segmentasi berdasar arah wisata, geografis, demografis, psikografis, sikap atau berbasiskan produk.


Anjuran saya untuk beberapa pengurus desa wisata, tehnik segmentasi yang pas ialah kombinasi di antara geografis, demografis, psikografis dan berbasiskan produk, mirip contoh berikut ini:

  • USPs : Dewi Tinalah untuk kegiatan live in dan outdoor kegiatan petualangan.
  • Fragmen : Geografis (Beberapa kota besar di Indonesia, beberapa negara sekitaran dengan capaian penerbangan kurang dari 8 jam), demografis (sebagian besar lelaki berumur 18-40 th, siswa, mahasiswa, periset, karyawan swasta/pemerintah), psikografis (ketertarikan yang tinggi pada aktivitas penjelajahan, integratif sosial, riset), pangkalan produk (hiker, trackker, explorer).

Adapun fragmen yang diincar itu, awalnya harus melalui proses penyeleksian, dengan persyaratan:

  • Fragmen yang diputuskan harus yang sanggup dilayani oleh pengurus desa wisata (product-market matching);
  • Fragmen yang diputuskan harus menunjukkan perkembangan yang menjanjikan;
  • Fragmen yang diputuskan agar lebih efektif dalam mencapainya dibandingkan dengan fragmen lainnya.

4. Definisikan Positioning Desa Wisata

Sesudah pasar diputuskan, karena itu tahapan seterusnya dalam pemasaran desa wisata ialah merangkum Positioning. Adapun Positioning ialah taktik dalam memberikan citra desa wisata dipikiran pasar supaya dipersepsikan unik dibandingkan dengan desa wisata lainnya. Pangkalan penentuan positioning ialah USPs yang telah dirumuskan awalnya. Contoh USPs-nya ialah sebagian besar warga peternak sapi dan perajin olahan dari susu sapi, karena itu bisa dirumuskan positioning sebagai sentral/pusat olahan susu sapi terkomplet di Indonesia.

5. Bangun Identitas (brand)

tahap selanjutnya dalam pemasaran desa wisata ialah membuat identitas, atau yang umumnya disebutkan dengan branding. Identitas umumnya berbentuk simbol, nama, ikon, jargon atau tagline. Desa wisata harus mempunyai identitas, agar diperbedakan dengan lainnya dan bisa gampang dikenang oleh pasar.

Dalam membuat identitas, yang pertama harus dilaksanakan ialah memutuskan satu merk (brand), seterusnya dikampanyekan lewat komunikasi pemasaran. Menurut Keller (2013), dalam memutuskan merk, ada banyak hal yang penting jadi perhatian misalnya:

  • Memorability; merk harus gampang dikenang, gampang dikenali/sederhana, gampang bisa dibaca, gampang jadi perhatian dan jadi fokus perhatian.
  • Meaningfullness; merk harus mempunyai makna dan akar yang terasosiasi dengan produk.
  • Likability; merk harus terkesan secara seni (eye-catching).
  • Transferability; merk harus bisa disamakan dalam bahasa atau rutinitas fragmen pasar.
  • Adaptability; merk harus fleksibel atau pas ditaruh pada semua media, keadaan atau keadaan.
  • Protectability; merk janganlah sampai diimitasi atau diduplikasi, oleh karenanya harus didaftarkan secara legal.

6. Bangun Produk Desa Wisata 

Tahapan keenam dalam pemasaran desa wisata ialah membuat dan meningkatkan produk. Sama seperti yang sudah saya terangkan awalnya, produk desa wisata pada intinya ialah pengalaman keseluruhan atas sesuatu yang disaksikan, dilaksanakan dan dibeli oleh pengunjung. Oleh karenanya, pengurus desa wisata bersama penopang kebutuhan lainnya harus bisa sediakan fasilitas dan prasarana supaya pengalaman keseluruhan dari pengunjung itu terlayani.


Produk harus bisa memberi jalan keluar atau faedah ke pasar yang sudah diincar, oleh karenanya, pengurus desa wisata harus cari tahu faedah apa yang diperlukan, yang diharapkan dan yang diharap oleh target pasar. Jika sudah dijumpai, bangunlah produk sesuai keperluan, kemauan dan keinginan target pasar itu, tapi dengan memerhatikan daya bantu lingkungan dan sosial supaya desa wisata bisa dipiara kebersinambungannya.

Formasi produk atau umum disebutkan dengan bauran produk yang bisa dibungkus oleh pengurus desa wisata ialah:

  • Produk fisik: terbagi dalam (1) pertunjukan seperti pertunjukan dari alam (pegunungan, persawahan, danau, bukit, sunset/sunrise, dll), bikinan (taman bermain, jembatan, air mancur, dan lain-lain.), budaya (tari-tarian, kehidupan warga, warisan riwayat dan lain-lain.); (2) sarana pendukung wisata (fasilitas, tempat minum dan makan, pusat info, toilet, dan lain-lain.); (3) fasilitas perolehan (jalan, model transportasi, petunjuk arah, dan lain-lain.)
  • Paket wisata: yakni produk bundel yang terbagi dalam kombinasi dari beberapa arah lawatan dengan 1 harga tertentu, seperti paket bertani yang terbagi dalam beraktivitas pertanian, makan/minum, melihat atraksi dan berkunjung sentral oleh-olehan.
  • Program: yakni beberapa acara (moment) yang bisa dibikin oleh pengurus desa wisata, baik secara reguler atau terencana, atau spontan, seperti acara perlombaan mengolah, acara keagamaan, hajatan 17 agustusan, dan lain-lain.

7. Tentukan Harga Paket Desa Wisata

Sesudah produk dibungkus, pengurus harus bisa membuat hitung-hitungan berapakah ongkos keseluruhan (harga dasar) yang perlu dikeluarkan dalam menyiapkan produk, baik berbentuk produk unit, paket atau moment. Kemudian, pengurus desa wisata bisa memutuskan nilai jual dengan beberapa tehnik penentuan harga seperti berikut:

  • Penetratif: yakni penentuan harga rendah diawalnya untuk menggairahkan lawatan, dan seterusnya menaikan harga sampai pada status harga biasa yang hendak dijajakan secara reguler.
  • Psikologikal: yakni penentuan harga untuk mendapat kesan-kesan emosional, seperti berkesan murah. Contoh supaya berkesan murah tidak memutuskan harga Rp. 200.000,-, tapi Rp. 199.000,-.
  • Macam: yakni memutuskan harga berdasarkan type-tipe pengunjung tertentu, seperti harga orang dewasa berlainan dengan anak kecil, harga untuk pengunjung luar negeri berlainan dengan dalam negeri, dan lain-lain. Atau memutuskan harga berdasar saat-saat tertentu seperti akhir minggu berlainan dengan beberapa hari biasa, musim berlibur berlainan dengan musim biasa.

8. Bangun Aliran Pemasaran Desa Wisata

Tahapan seterusnya dalam pemasaran desa wisata ialah membuat aliran pemasaran (kanal). Aliran pemasaran sebagai mediator desa wisata dalam meraih pengunjungnya. Ada banyak aliran yang bisa dipakai oleh pengurus desa wisata seperti berikut:

  • Tanpa aliran pemasaran: yakni pengurus desa wisata langsung datangkan pengunjung tanpa mediator, dapat dengan berkunjung komunitas-komunitas, mengundang warga, mengundang perusahaan, dan lain-lain.
  • Dengan memakai mediator: yakni pengurus dalam datangkan pengunjung melalui mediator seperti biro perjalanan, agen perjalanan wisata, pramuwisata (guide) dan lain-lain.

9. Kerjakan Komunikasi Pemasaran Desa Wisata

Langkah selanjutnya dalam pemasaran desa wisata ialah berkomunikasi pemasaran atau umum disebutkan dengan promo. Beberapa langkah saat lakukan komunikasi pemasaran ialah memutuskan arah komunikasi, merangkum pesan dan pilih alat yang pas.

  • Memutuskan arah komunikasi: pengurus desa wisata bisa memutuskan arah dari komunikasi pemasaran, apa untuk memberitahukan, untuk memengaruhi/persuasi, dan apa untuk mengingati. Dalam memutuskan arah komunikasi pemasaran, pengurus desa wisata bisa memutuskan satu arah saja atau gabungan dari 2 arah atau ketiganya. Yang perlu jadi perhatian dalam penentuan arah komunikasi pemasaran itu ialah harus dihubungkan dengan situasi dan kondisi yang terjadi. Misalnya jika kondisinya desa wisata baru ada ke pasar, karena itu yang lebih pas dari arah komunikasi marketingnya untuk memberitahukan, bila desa wisata telah populer dan banyak dikunjungai, karena itu bisa memutuskan arah komunikasi cuman untuk mengingati saja.
  • Merangkum pesan: pesan harus dirumuskan sesuai arah dari komunikasi pemasaran yang sudah diputuskan. Contoh: jika maksudnya untuk merangsan dan memengaruhi pasar untuk tiba, karena itu beberapa pesan persuatif yang bisa dirumuskan, seperti berpesan diskon atau harga khusus pada periode berlibur dan lain-lain.
  • Pilih alat (tools) komunikasi pemasaran: sesudah arah dan pesan dirumuskan, karena itu setelah itu pilih alat berkomunikasi yang bisa dipakai untuk menyampaikan pesan. Dalam masalah ini, ada banyak alat yang bisa diputuskan oleh pengurus desa wisata dalam menyampaikan pesan ke audiens-nya sebagai berikut:
Pemasaran desa wisata juga harus memperhatikan beberapa media pemasaran yang mudah digunakan dan mudah didistribusikan. Banyak strategi pemasaran yang dapat digunakan sebperti berikut.

  • Digital pemasaran: membuat web atau website, aktif dalam media sosial, (tergabung dengan ITX (Indonesia Tourism Exchange) dan desawisataindonesia.com), bekerja bersama dengan online travel agent (Trip Advisor, Airy Rooms, Traveloka, PegiPegi, dll), bekerja bersama dengan aggregator (Air Bnb, Home Away, dan lain-lain.).
  • Advertensi: menebarkan edaran, mengundang produser film atau film sinetron supaya jadi lokasi shooting, membuat buku petunjuk untuk pengunjung, dan lain-lain.
  • Pemasaran individual: sebagai wujud penawaran pemasaran dengan berhubungan secara individu baik dengan bertemu muka langsung atau lewat media (telephone, e-mail, media sosial, chat) dengan audience.
  • Jalinan warga: membuat dan menebarkan press release, ikuti seminar atau pameran dagang, mengadakan acara (moment), servis warga (layanan konsumen) dan lain-lain.
  • Promo pemasaran: memberi potongan harga, coupon berhadiah (bermalam gratis, ticket gratis, dll), hadiah langsung (farm-trip, souvenir, dan lain-lain.), hadiah pembelian (membeli paket A bisa kalender, dan lain-lain.), melangsungkan kontes berhadiah, dan lain-lain.


Cara pemasaran desa wisata tertera di atas tidak berjalan baik bila tidak ada kerjasama antara penopang kebutuhan, dimulai dari tingkat lokal sampai tingkat nasional. Karena itu, untuk beberapa pengurus desa wisata, dalam tiap lakukan keputusan marketingnya, harus didiskusikan dan dirumuskan bersama dengan beberapa penopang kebutuhan, supaya sama-sama berasa mempunyai.

Itu tadi langkah pemasaran desa wisata yang dapat dijadikan sebagai referensi untuk pengelolaan desa wisata khususnya dalam promosi desa wisata. Semoga bermanfaat.

Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta di Dewi Tinalah

Dewi Tinalah – Adopsi teknologi saat ini masiv diterapkan di desa wisata. Adanya desa wisata ini menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat desa untuk berkreasi dan meningkatkan nilai tambah, baik untuk lingkungan, sosial dan ekonomi. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta laksanakan Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta di Dewi Tinalah dengan tema Digitalisasi, Branding, Pemasaran, dan Penjualan di desa wisata pada tanggal 16 Oktober 2021.


Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta Dewi Tinalah
Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata di Dewi Tinalah


Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamat di Jl. Raya Janti No.4, Wonocatur, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan ini dengan tujuan untuk pengembangan komptensi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pengelola desa wisata, pelaku kuliner, homestay, kuliner dan fotografi.


Dalam sesi pembukaan ini, Bu Lita dari Dinpar DIY menyampaikan tentang pentingnya digitalisasi untuk desa wisata di Yogyakarta. Dewi Tinalah nantinya dapat memberikan tips dan trik untuk pengelolaan digitalisasi desa wisata karena telah meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia dan menjadi Desa Wisata Digital.


Galuh Alif Fahmi Rizki selaku pengelola Desa Wisata Tinalah dan pegiat digitalisasi desa wisata menyampaikan tentang paradigma pariwisata 4.0 tentang adopsi tekonologi tepat guna, mulai dari internet of things, big data, dan cloud computing untuk pengelolaan desa wisata. Hal terpenting dalam digitalisasi dalah mindset dan paradigma untuk berkembang, SDM juga harus trampil.



Kegiatan ini tidak hanya sekedar membahas secara teoritis tentang digitalisasi desa wisata. Peserta kegiatan juga melakukan praktik tentang pembuatan video sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan yang ada di kegiatan desa wisata.


Bagi Anda yang ingin belajar tentang digitalisasi desa seperti digitalisasi desa wisata, penerapan digitalisasi di Bumdesa dan pemasaran produk desa dengan internet dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah sebagai narasumber desa digital. Kontak person 085729546678.

Pembangunan Pariwisata Melalui Desa Wisata Bukti Nyata Dewi Tinalah

Salah satu upaya untuk mewujudkan pembangunan ekonomi adalah melalui pariwisata. Desa saat ini memiliki kesempatan yang luarbiasa dengan adanya dana desa dan program desa wisata. Upaya ini untuk pembangunan pariwisata melalui desa wisata. Ini yang menjadi fokus dalam rangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia.


Pembangunan Pariwisata Melalui Desa Wisata Bukti Nyata Dewi Tinalah
Dewi Tinalah Wujud Nyata Pembangunan Pariwisata di Desa

Searah dengan maksud pembangunan kepariwisataan, Pemerintahan meningkatkan desa wisata yang memiliki tujuan buat mempertingkat perkembangan ekonomi, kesejahteraan rakyat, meniadakan kemiskinan, menanggulangi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan serta sumber daya, dan lebih memajukan kebudayaan.


Baca Juga: Pengertian parwisata Pedesaan


Peningkatan desa wisata pun adalah satu diantara wujud kecepatan pembangunan desa secara terintegrasi buat memajukan perubahan sosial, budaya, serta ekonomi desa. Sebab itu, tiap-tiap wilayah serta desa penting mengamati kemampuan yang dipunyainya buat diangkat serta ditingkatkan biar memberinya nilai makin kegunaan dan menciptakan daya produksi yang tinggi buat mempertingkat kesejahteraan penduduk di tempat.


"Atas nama Bapak Presiden, saya menilai penyelenggaraan Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 selaku kesempatan baik memajukan geliat peningkatan desa wisata terutama dalam rencana Rekondisi Ekonomi Nasional," kata Menteri Koordinator Bagian Ekonomi Airlangga Hartarto dalam sambutannya jadi wakil Presiden RI di acara "Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021" yang digelar oleh Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Inovatif/Tubuh Pariwisata serta Ekonomi Inovatif, di Selasa (7/12).


Acara ADWI diinginkan bisa jadi fasilitas promo kemampuan desa wisata di Indonesia buat turis dalam negeri serta mancangera, dan bisa beri motivasi Pemerintahan Desa serta Pemerintahan Wilayah di semuanya Indonesia agar dapat meningkatkan desa-desa wisata anyar selaku pengungkit ekonomi desa serta wilayah, yang selanjutnya bakal memajukan perkembangan ekonomi nasional.


Sejumlah 1.831 desa wisata dari 34 propinsi di semuanya Indonesia yang udah ikut serta mendaftarkan serta jadi peserta di tempat ADWI 2021. Dari jumlahnya itu, tersaring 50 besar desa wisata terhebat yang mendapat penghargaan waktu malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dalam mengaktualkan desa wisata berkwalitas dunia, mempunyai daya saing, serta berkesinambungan.


Bagian pariwisata selaku satu diantara pendorong perkembangan ekonomi Indonesia diinginkan bisa mempertingkat jumlah perjalanan turis luar negeri, perjalanan turis nusantara, penambahan pendapatan devisa dari bagian pariwisata, peresapan tenaga kerja pariwisata, serta peningkatan index daya saing pariwisata indonesia di ranah global.


"Saya pun memajukan biar peningkatan desa wisata untuk tetap digabungkan dengan usaha peningkatan 10 Tempat Pariwisata Fokus tergolong 5 Tempat Pariwisata Super Prioritas (DPSP) maka bisa bertambah memperlebar kegunaan ekonomi peningkatan tempat pariwisata buat penduduk lokal," tandas Menko Airlangga.


Baca Juga: Konsep Desa Wisata


Ikut ada dalam hajatan Malam ADWI 2021 antara lain Menteri Pariwisata Ekonomi Inovatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Wilayah Ketinggal serta Transmigrasi RI Budie Arie Setiadi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, banyak Bupati serta Wakil Bupati, dan banyak Kepala Desa serta Petinggi Di tempat dari 50 Desa Wisata. (ag/fsr)


Dalam kesempatan ini, Dewi Tinalah menjadi 50 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia (ADWI) dan mendapatkan juara sebagai penerima augerah desa wisata digital. Upaya ini untuk mewujudkan paradigma pariwisata dengan adopsi teknologi dengan sehingga SDM, Produk Wisata dan Promosi akan optimal. 

Studi Desa Wisata IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah

Desa wisata saat ini menjadi program yang banyak menarik perhatian dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pihak akademisi kampus. 12 Oktober 2021 Studi Desa Wisata IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah tentang proses merintis desa wisata, tata kelola dan pemanfaatan digital di desa wisata.


studi banding desa wisata - IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah


Pada kesempatan studi wisata ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon banyak menggali bagaimana perjalanan Dewi Tinalah dari awal hingga saat ini. Apa yang telah dilakukan oleh Dewi Tinalah nanti dapat menjadi referensi yang dapat di terapkan di daerah lain atau melalui kajian pariwisata di akademisi.

Komitmen menjadi penting bagi seluruh pemangku kepentingkan di desa. Seluruh warga dapat menjadi pemangku kepentingan dalam tata Kelola desa wisata berbasis masyarakat.

Dalam perkembangan desa wisata, SDM menjadi sangat penting bagaimana dapat memberikan banyak kontribusi untuk pengembangan desa wisata berkelanjutan. Dalam hal ini kegiatan sosialisasi, pelatihan, bimtek tentang desa wisata harus secara konsisten dilaksanakan.

Apa yang telah diraih Dewi Tinalah menjadi salah satu desa wisata terbaik Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Tinalah diharapkan dapat memberikan motivasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia untuk dapat memanfaatkan segenap potensi yang ada di desa.

Studi desa wisata menjadi penting untuk melengkapi kawasan teori dan praktik, apa saja yang telah dilakukan di desa wisata serta praktik apa saja yang menjadikan desa wisata dapat terus bergerak dan memberikan dampak untuk masyarakat.

Bagi Anda yang ingin studi wisata atau studi tentang desa wisata dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Kegiatan ini dapat dilakukan di Dewi Tinalah atau mengundang Dewi Tinalah dalam suatu acara tertentu.

Daftar Juara Desa Wisata di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, Dewi Tinalah Juara 4

Dewi Tinalah - Daftar Juara Desa Wisata di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021. Lomba ini ditujukan untuk semua warga desa, dan diharap bisa menggerakkan beberapa aktor wisata dan ekonomi kreatif untuk jadikan desa wisata sanggup berkembang dalam menyokong ekonomi bangsa. Dalam anugerah ini Dewi Tinalah (Desa Wisata Tinalah) meraih juara 4 kategori desa digital.

desa wisata tinalah - anugerah desa wisata indonesia kategori desa wisata digital


Pada 7 Desember 2021, gelaran persaingan antardesa wisata di Indonesia ini sah usai. Daftar informasi dan hadiah yang didapatkan juga telah dipublikasikan.

Masing-masing desa wisata di tiga kategori itu mendapatkan hadiah uang tunai yang beragam mulai dari Rp 10 juta. Untuk desa wisata pada peringkat pertama di setiap kategori hadiahnya adalah Rp 40 juta.


Desa Wisata Terbaik Kategori Konten Kreatif


- Desa Wisata Carangsari di Kabupaten Badung, Bali
- Desa Wisata Gegesik Kulon di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat
- Desa Wisata Lembang Nonongan di Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan
- Desa Wisata Kampung Yoboi di Kabupaten Jayapura, Papua
- Desa Wisata Huta Tinggi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara


 Desa Wisata Terbaik Kategori Desa Digital 


- Desa Wisata Tamansari di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur
- Desa Wisata Alamendah di Kabupaten Bandung, Jawa Barat
- Desa Wisata Apar di Kota Pariaman, Sumatera Barat
- Desa Wisata Tinalah di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta
- Desa Wisata Sukarame di Kabupaten Pandeglang, Banten


 Desa Wisata Terbaik Kategori Homestay 


- Desa Wisata Nusa di Kabupaten Aceh Besar, Aceh
- Desa Wisata Ranu Pani di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur
- Desa Wisata Untung Jawa di Kabupaten Kepulauan Seribu, DKI Jakarta
- Desa Wisata Saribu Gonjong di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat
- Desa Wisata Sangiran di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah


 Desa Wisata Terbaik Kategori Toilet Umum 


- Desa Wisata Serang di Kabupaten Blitar, Jawa Timur
- Desa Wisata Liya Togo di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara
- Desa Wisata Saung Ciburial di Kabupaten Garut, Jawa Barat
- Desa Wisata Bonjeruk di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB)
- Desa Wisata Cisande Kampung Raden di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat


Desa Wisata Terbaik Kategori Souvenir (Fesyen, Kriya, Kuliner) 


- Desa Wisata Sumerbulu di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
- Desa Wisata Koto Mesjid di Kabupaten Kampar, Riau
- Desa Wisata Cikakak di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah
- Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat
- Desa Wisata Kole Sawangan di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan


 Desa Wisata Terbaik Kategori CHSE 


- Desa Wisata Kampung Betawi di Kota Jakarta Selatan, DKI Jakarta
- Desa Wisata Rejowinangun di Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta
- Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
- Desa Wisata Sesaot di Kabupaten Lombok Barat, NTB
- Desa Wisata Ekowisata Burai di Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan


 Desa Wisata Terbaik Kategori Daya Tarik Wisata 


- Desa Wisata Wae Rebo di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT)
- Desa Wisata Arborek di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat
- Desa Wisata Boon Pring Sanankerto di Kabupaten Malang, Jawa Timur
- Desa Wisata Senaru di Kabupaten Lombok Utara, NTB
- Desa Wisata Sungai Batang di Kabupaten Agam, Sumatera Barat

 Desa Wisata Terbaik Kategori Desa Wisata Rintisan 


- Desa Wisata Kampung Blekok di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur
- Desa Wisata Pandanrejo di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah
- Desa Wisata Rigis Jaya di Kabupaten Lampung Barat, Lampung
- Desa Wisata Tipang di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara
- Desa Wisata Cikolelet di Kabupaten Serang, Banten


 Desa Wisata Terbaik Kategori Desa Wisata Berkembang 


- Desa Wisata Tenganan Pegringsingan di Kabupaten Karangasem, Bali
- Desa Wisata Bubohu Tongo di Kabupaten Gorontalo, Gorontalo
- Desa Wisata Karanganyar di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
- Desa Wisata Detusoko Barat di Kabupaten Ende, NTT
- Desa Wisata Ara di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan


 Desa Wisata Terbaik Kategori Desa Wisata Maju 


- Desa Wisata Ngilngof di Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku
- Desa Wisata Dieng Kulon di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah
- Desa Wisata Kaki Langit Mangunan di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta
- Desa Wisata Selasari di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
- Desa Wisata Dewi Sambi di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta


 Desa Wisata Mandiri Inspiratif 


- Desa Wisata Candirejo di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah
- Desa Wisata Cibuntu di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat
- Desa Wisata Nglanggeran di Kabupaten Gunungkidul, DI Yogyakarta
- Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali
- Desa Wisata Pemuteran di Kabupaten Buleleng, Bali
- Desa Wisata Pentingsari di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta
- Desa Wisata Pujon Kidul di Kabupaten Malang, Jawa Timur

Itu tadi Daftar Juara Desa Wisata di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021, Dewi Tinalah meraih juara 4 desa wisata digital. Bagi Anda yang ingin berlajar desa wisata dan promosi digital desa wisata dapat menghubungi kontak Dewi Tinalah melalui Chat WhatsApp.

Daftar Desa Wisata Terbaik di Dunia 2021 Versi UNWTO

Pariwisata Desa (Desa Wisata) oleh UNWTO (World Tourism Organization) inisiatif diluncurkan untuk memajukan peran pariwisata dalam menjaga desa-desa, bersama dengan lanskap mereka, keanekaragaman alam dan budaya, dan nilai-nilai lokal dan kegiatan, termasuk keahlian memasak lokal.


Daftar Desa Wisata Terbaik di Dunia 2021 Versi UNWTO


Sebanyak 44 desa dari 32 negara di lima wilayah dunia diberikan pengakuan pada tahun 2021. Semuanya menonjol karena sumber daya alam dan budayanya serta tindakan dan komitmen inovatif dan transformatifnya terhadap pengembangan pariwisata sejalan dengan yang Berkelanjutan Development Goals (SDGs).


Desa-desa dievaluasi oleh Dewan Penasihat independen berdasarkan seperangkat kriteria yang mencakup sembilan bidang:

  • Budaya dan Sumber Daya Alam
  • Promosi dan Konservasi Sumber Daya Budaya
  • Keberlanjutan Ekonomi
  • Keberlanjutan Sosial
  • Ketahanan lingkungan
  • Potensi dan Pengembangan Pariwisata dan Integrasi Rantai Nilai
  • Tata Kelola dan Prioritas Pariwisata
  • Infrastruktur dan Konektivitas
  • Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan


Semua 44 desa yang dipilih mencetak total 80 poin atau lebih atau lebih dari kemungkinan 100.


Pariwisata sebagai penggerak pembangunan dan inklusi pedesaan

“Pariwisata dapat menjadi pendorong kohesi dan inklusi sosial dengan mempromosikan distribusi manfaat yang lebih adil di seluruh wilayah dan memberdayakan masyarakat lokal,” kata Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili. “Inisiatif ini mengakui desa-desa yang berkomitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai pendorong yang kuat bagi pembangunan dan kesejahteraan mereka”.


Desa Wisata Terbaik oleh inisiatif UNWTO mencakup tiga pilar:  


  • Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO' : Mengakui desa yang merupakan contoh luar biasa dari tujuan wisata pedesaan dengan aset budaya dan alam yang diakui, yang melestarikan dan mempromosikan nilai, produk, dan gaya hidup berbasis masyarakat dan pedesaan dan memiliki komitmen yang jelas terhadap inovasi dan keberlanjutan dalam segala aspeknya – ekonomi, sosial dan lingkungan.
  • Program Peningkatan 'Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO' : Program Peningkatan akan menguntungkan sejumlah desa yang tidak sepenuhnya memenuhi kriteria untuk menerima pengakuan. Desa-desa ini akan menerima dukungan dari UNWTO dan Mitranya dalam meningkatkan elemen area yang diidentifikasi sebagai celah dalam proses evaluasi.
  • Jaringan 'Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO': Jaringan ini akan menyediakan ruang untuk bertukar pengalaman dan praktik yang baik, pembelajaran, dan peluang. Ini akan mencakup perwakilan dari desa-desa yang diakui sebagai 'Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO' , desa-desa yang berpartisipasi dalam Program Peningkatan, serta para ahli, mitra sektor publik dan swasta yang terlibat dalam promosi pariwisata untuk pembangunan pedesaan.


Sebanyak 174 desa diusulkan oleh 75 Negara Anggota UNWTO (setiap Negara Anggota dapat menghadirkan maksimal tiga desa) untuk inisiatif percontohan 2021. Di antaranya 44 Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO. 


20 desa lainnya akan mengikuti Program Peningkatan Inisiatif. Semua 64 desa masuk untuk menjadi bagian dari Jaringan Desa Wisata Terbaik UNWTO. Edisi berikutnya akan dibuka pada Februari 2022.


Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021:

  • Bekhovo, Russian Federation
  • Bkassine, Lebanon
  • Bojo, Philippineshe
  • Caspalá, Argentina
  • Castelo Rodrigo, Portugal
  • Cuetzalan del Progreso, Mexico
  • Cumeada, Portugal
  • Gruyères, Switzerland
  • Batu Puteh , Malaysia
  • Kaunertal, Austria
  • Le Morne, Mauritius
  • Lekunberri, Spain
  • Maní, Mexico
  • Misfat Al Abriyeen, Oman
  • Miyama, Japan
  • Mokra Gora, Serbia
  • Morella, Spain
  • Mustafapaşa, Turkey
  • Nglanggeran, Indonesia
  • Niseko, Japan
  • Nkotsi Village, Rwanda
  • Old Grand Port, Mauritius
  • Olergesailie, Kenya
  • Ollantaytambo, Peru
  • Pano Lefkara, Cyprus
  • Pica, Chile
  • Pochampally, India
  • Puerto Williams, Chile
  • Radovljica, Slovenia
  • Rijal Alma'a, Kingdom of Saudi Arabia
  • Testo Alto, Brazil
  • Saas Fee, Switzerland
  • San Cosme y Damián, Paraguay
  • San Ginesio, Italy
  • Sidi Kaouki, Morocco
  • Solčava, Slovenia
  • Soufli, Greece
  • Taraklı, Turkey
  • The Purple Island, Republic of Korea
  • Ungok Village, Republic of Korea
  • Valposchiavo, Switzerland
  • Wonchi, Ethiopia
  • Xidi, China
  • Yucun, China


Selain itu, UNWTO akan bekerja dengan desa-desa berikut yang berpartisipasi dalam Program Peningkatan:

  • Ordino, Andorra
  • Khinalig, Azerbaijan
  • Koprivshtitsa, Bulgaria
  • Kaštelir Labinci, Croatia
  • Agros, Cyprus
  • Fuwah, Egypt
  • Western Samos, Greece
  • Hollókő, Hungary
  • Biei, Japan
  • Capulálpam de Méndez, Mexico
  • Godinje, Montenegro
  • Gornja Lastva, Montenegro
  • Oukaimeden, Morocco
  • Barangay Tenani, Philippines
  • Gasura, Rwanda
  • Gostilje, Serbia
  • Gorenja Vas, Slovenia
  • Cantavieja, Spain
  • Bo Suak, Thailand
  • Ruboni, Uganda


Itu tadi Daftar Desa Wisata Terbaik di Dunia 2021 Versi UNWTO. Perwakilan Indonesia di Desa Wisata Terbaik di Dunia adalah Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta. Dari Desa Wisata Tinalah sekitar 1,5 jam, bisa ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan.

Pengertian Camping Tujuan dan Manfaat, Wajib Tau!

Pengertian Camping Tujuan dan Manfaat, Wajib Tau - Kemping atau camping ialah satu aktivitas yang sudah dilakukan di alam terbuka, pegunungan atau rimba dengan tenda sebagai rumah sebentar. Aktivitas kemping mempunyai keterikatan yang kuat dengan kepramukaan, kepencinta alaman dan buat pemenuhan akan ruangan tinggal sementara untuk beberapa atau barisan orang yang lakukan perjalanan kewilayah tertentu yang tidak ditempati oleh komune manusia dan dengan arah khusus seperti riset di pedalaman rimba, ekspedisi pucuk-puncak gunung, dls.


Pengertian Camping Tujuan dan Manfaat
Kegiatan Camping di Desa Wisata Tinalah


Sekarang ini, kemping sebagai salah satunya wujud rekreasi ketertarikan khusus pro-lingkungan yang disukai oleh warga lintasi sosial, pengajaran dan instansi, dan banyak difasilitaskan oleh organisasi atau perusahaan penyelengara aktivitas kemping dalam jenis usaha jasa penyelengara aktivitas luar ruangan. Yuk bahas Pengertian Camping Tujuan dan Manfaatnya.


Baca Juga: Paket Camping 2 Hari 1 Malam


Pengertian Camping Ground - Camping / Camping Ground / Kemping adalah sebuah aktivitas wisata di luar ruang yang sudah dilakukan pada malam hari. Aktivitas camping biasanya dikerjakan untuk wisata atau refreshing untuk melepas dari stress dan capek yang beberapa hari bersusun. agar bisa nikmati keelokan alam langsung. Kegiatan camping ini, umumnya dilaksanakan dengan bergerombol, baik dari sebuah instansi, komune, sekolah, atau rekan kerja.


Pengertian Camping 

Aktivitas camping, umumnya dilaksanakan dengan bermalam pada tempat perkemahan atau Bumi Perkemahan (BUPER) atau dapat dilaksanakan di wilayah outdoor yang lain dengan menggunakan tenda dan barak. Lokasi perkemahan yang terbanyak dipakai memerlukan beberapa persyaratan khusus seperti tanah yang rata, dekat sama sumber air, aman, dan lain-lain. Salah satunya tempat di Jogja yang pas untuk dipakai kemping adalah Desa Wisata Tinalah. Untuk Anda yang tertarik lakukan Camping di situ ada Paket Family Gathering Jogja Camping Ground 2D1N yang tawarkan dengan harga terjangkau. Bisa juga kegiatan outbound, outing, maupun jeep adventure


Aktivitas Kemping

Kemping atau camping ialah opsi hebat dalam isi berlibur dengan keluarga, rekan, mitra atau komune, dengan alam untuk tempat lakukan gesturnya. Kemping sekalian lakukan beberapa hal akan banyak memberi pengalaman bernilai yang didapat baik secara enriching atau encriching.


Di bumi perkemahan Jogja Dewi Tinalah, anda dapat berenang di air terjun saat musi hujan, menelusuri sungai Tinalah, tracking rimba, telusuri sungai memandang bintang-bintang sekalian berhammock, bermain gitar dalam kehangatan api unggun dan kebersama-samaan, berbeque atau cuman hanya habiskan hari dengan membaca buku dalam kesunyian rimba, kesenangan itu akan diketemukan di saat anda kemping.


Baca Juga: Paket Wisata Desa Wisata Jogja


Pada aktivitas camping berbasiskan pembelajaran (educamp), peserta kemping bisa melakukakan penilaian pada kekayaan hayati (biodiversitas) teritori rimba, permainan-permainan mendidik dan rekreatif, dan lakukan beragam kegiatan penjelajahan untuk meningkatkan dan atau membuat watak pribadi, kepimpinan, kerja sama team dan kemandirian..


Kegiatan rekreasi ketertarikan khusus pro-edukasi dengan bermacam aktivitas bertema alam dan penjelajahan dengan tenda sebagai rumah sementara yang sekarang ini telah disukai oleh warga lintasi kelompok, sosial dan lintasi instansi.


Arah Tujuan Camping Ground adalah untuk:

  • Membangun kerja sama dan persatuan persaudaraan.
  • Memberi pengalaman ada sama-sama keterikatan di antara beberapa unsur alam dan keperluan untuk melestarikann.
  • Jaga lingkungan dan meningkatkan sikap bertanggungjawab akan masa datang yang menghargai kesetimbangan alam.
  • Meningkatkan kekuatan diri menangani rintangan yang ditemui.
  • Mengetahui tidak ada suatu hal yang berlebihan dalam dianya.
  • Mendapati kembali langkah hidup yang membahagiakan dalam kesederhanaan.


Kemping mempunyai arah tujuan untuk mengenali lingkungan dan alam secara dekat dan lebih bagus kembali, karena alam akan memberi materi pelajaran dan sebagai media evaluasi yang bagus. Selainnya untuk maksud pengajaran yang bisa memberi pengetahuan, kemping bisa mendatangkan situasi kekerabatan, keakraban, persaudaraan dan rileksasi antara sama-sama peserta kemping.


Baca Juga: Tips Camping Aman 


Tidak cuma arah tujuan dari Outbound kemping tersebut, ada beberapa faedah dan pengalaman yang dapat kita mengambil dari kegiatan itu yang bisa kita aplikasikan dalam kehidupan setiap hari. Seperti memperkuat bersilahturahmi, me-refresh pemikiran, tingkatkan kesolidan, sama-sama mengenali keduanya, belajar mengenali dan melestarikan alam, dan nikmati cantiknya alam.


Manfaat Camping

Biasanya, banyak corporate atau instansi pemerintah yang beraktivitas kemping dengan dibarengi kegiatan outbound tim building atau beberapa kegiatan outbound yang lain seperti fun game, mendaki gunung, dan sebagainya. Tapi di peradaban sosial kita sekarang ini, instansi yang tersering melakukan kegiatan ini adalah instansi pramuka dan perusahaan yang mempunyai tujuan biasanya adalah memperkuat bersilahturahmi dan persaudaraan antara sama-sama.


Nah itu tadi pembahasan mengenai Pengertian Camping Tujuan dan Manfaat kegiatan camping. 


Jika tertarik atau ingin ketahui semakin banyak berkenaan kegiatan Camping Ground ini, langsung bisa datangi Desa Wisata Tinalah yang hendak memberi paket Camping Ground Murah Camping Murah di Jogja. Yuk Ke Dewi Tinalah:D

Rekomendasi Tempat Glamping Jogja, Bikin Seru Liburanmu!

Wisata Jogja - Yogyakarta memang menjadi salah satunya tujuan rekreasi favorit di Indonesia. Rekreasi alam sampai rekreasi budaya, semuanya ada di Yogyakarta. Saat ini banyak dicari tempat glamping Jogja.


Rekomendasi Tempat Glamping Jogja, Bikin Seru Liburanmu!
Glamping Jogja di Desa Wisata Tinalah


Supaya berlibur ke Yogyakarta semakin terkesan, karena itu pilih glamour camping atau glamping dapat dilaksanakan. Rasakan sendiri enaknya bermalam di tengah-tengah alam dengan kenyamanan sekelas hotel.


Referensi Tempat Glamping Jogja

Ada beberapa tempat glamping di Yogyakarta karena kegiatan ini semakin disukai. Berikut ialah lima tempat glamping di Yogyakarta untuk kesan berlibur Anda yang lain. Berikut ini Dewi Tinalah sampaikan beberapa referensi tempat glamping jogja.


1. Tempat Glamping Jogja di Dewi Tinalah with Nuvantara

Tempat glamping ini cocok untuk pasangan, keluarga, maupun komunitas kecil yang mencari suasana alam pedesaan. Di Dewi Tinalah bisa kegiatan Jogja Glamping yang asik bersama Nuvantara. Berbagai kegiatan adventure dan masyarakat hadir disini. Bisa membuat berbagai kerajinan dan aneka kuliner.


2. Pallatina by Glamping Indekosour

Pallatina by Glamping Indekosour tawarkan kemewahan sekelas resort dengan tenda yang luas dan sarana komplet.


Dalam tenda, ada pendingin ruang, tv, tempat tidur, dan toilet. Lokasinya ada di Kepuharjo, Cangkringan dan dikitari tempat hijau.


Di sini, Anda dapat nikmati situasi malam yang damai sekalian bergabung di sekitar api unggun.


3. D'Kaliurang Resor dan Convention

Di Kaliurang, Kabupaten Sleman, Yogyakarta ada sebuah tempat glamping yang memiliki bentuk unik. Tenda di sini bangunannya tetap dan berupa limas seperti atap rumah.


Lokasinya ada dalam suatu resort, hingga sarananya komplet. Tempat ini pas untuk Anda yang baru ingin coba glamping.


4. Jogja Camper Van

Kemping dengan mobil juga dapat Anda kerjakan untuk isi berlibur. Jogja Camper Van sebagai persewaan mobil van, komplet dengan perlengkapan kemping yang lengkap.


Anda dapat bermalam di sejumlah lokasi, seperti Waduk Sermo, Watu Mabur, atau Bukit Klangon. Anda juga dapat pilih ingin sewa mobil van tanpa atau dengan supir.


5. Nira Camper Village

Tempat glamping di Yogyakarta yang ini ditanggung akan membuat Anda terkesima karena keunikannya.


Tenda yang dipakai untuk bermalam berupa gelembung terbuka, serupa hotel bubble di Bali. Lokasinya ada di Wukirsari, Cangkringan, Sleman.


Bentangan sawah jadi panorama di situ. Walau unitnya terbatas, sarana pada tempat glamping ini lumayan komplet, dimulai dari air panas, kolam renang, sampai barbekyu untuk makan malam.


6. Glamping De'Loano


Berubah sedikit ke Kabupaten Purworejo, Jawa tengah, persisnya di Dusun Pangkuan Sedayu. Di situ ada sebuah tempat glamping di tengah-tengah rimba pinus.


Selainnya dikitari alam yang asri, tenda glamping di sini juga nyaman dan luas . Sarananya juga lumayan komplet, dimulai dari air panas, mushala, sampai jaringan WiFi.


Itu tadi tempat glamping Jogja yang dapat dipilih sebagai salah satu tempat penginapan jogja yang nomadic berbasis alam dan panorama keindahan. Anda bisa juga berkunjung dan memilih tempat penginapan Jogja di Desa Wisata Tinalah dengan camping atau juga homestay.

Ini Bedanya Outing Outbound dan Gathering, Wajib Tau!

Beda Outing Outbound dan Gathering, Wajib Tau! Banyak sekali aktivitas luar ruangan / outdoor yang bisa dilakukan seperti outing, outbound, dan gathering. Yang menjadi pertanyaan mendasar adalah apat perbedaan dari outing, outbound, dan gathering. Perlu banget tau dari masing-masing konsepnya, nanti akan tau bedanya seperti apa.


Ini Bedanya Outing Outbound dan Gathering, Wajib Tau!
Kegiatan Outing Outbound dan Gathering di Desa Wisata Tinalah


Ide ‘Back to Nature' atau kembali lagi ke alam sekarang telah makin sering dipakai untuk beragam hal. Dimulai dari macam kulineran, mode, property, interior, sampai pada langkah pengajaran dan edukasi. Maksudnya untuk jaga kesetimbangan di kehidupan di tengah-tengah perkembangan tehnologi yang makin kemungkinan merealisasikan semuanya jadi serba instant.


Dalam artikel ini Dewi Tinalah akan bahas mengenai bagaimanakah cara pengajaran dan edukasi yang memakai ide itu. Implementasi back to nature pada langkah pengajaran dan edukasi direalisasikan dalam kegiatan atau aktivitas yang sudah dilakukan di alam terbuka. Sekarang ini, melangsungkan aktivitas di alam terbuka telah makin disukai warga dari beragam kelompok dan umur. Baik anak-anak, remaja, atau dewasa telah mengenali semua tipe aktivitas yang sudah dilakukan di alam terbuka.


Di lingkungan sekolah, aktivitas seperti outing class, field trip, studi tur, science camp, dan LDKS banyak diadakan di alam terbuka. Bahkan juga acara perpisahan sekolah yang umumnya berjalan dalam gedung tatap muka, telah berpindah ke luar ruang dengan beragam kegiatan seperti outbound.


Aktivitas di alam terbuka yang banyak diadakan oleh warga umum dan lingkungan perusahaan bisa berbentuk outing, gathering dan outbond. Walau telah semakin disukai, sedikit yang ketahui apa kesamaan dan ketidaksamaan dari aktivitas outing, gathering dan outbound. Lewat tulisan ini kemungkinan memberi pengetahuan berkenaan pengertian dan beberapa jenis dari ke-3 nya hingga bisa bermanfaat untuk anda yang ingin mengadakan aktivitas itu. Berikut ini beda outing, outbound, dan gathering.


Kegiatan Outing 

Program Outing sebagai aktivitas yang diadakan oleh umum, perusahaan atau sekolah yang memiliki sifat membahagiakan atau wisata di alam terbuka sebagai fasilitas selingan untuk tingkatkan keakraban. Umumnya outing berisi acara bebas atau permainan enteng yang tidak begitu berat secara fisik, pemikiran dan emosional.


Seperti karaoke, bakar jagung, dan lain-lain. Bila bermalam, umumnya memakai hotel atau villa. Lokasi yang dituju seperti wilayah pegunungan, pantai, atau beberapa tempat wisata.


Contoh kegiatan di Dewi Tinalah bisa melakukan kegiatan bakar singkong, bermalam dengan camping, jelajah pegunungan, dan kegiatan susur sungai Tinalah.


Outbount adalah

Outbound sebagai aktivitas yang diadakan satu komune atau perusahaan yang memiliki sifat mendidik. Beberapa macam permainan atau game dalam outbound seperti permainan taktik, brain game, fun game, ice breaking, tim building, dan lain-lain. Sekarang ini, outbound banyak juga diadakan beberapa sekolah dengan tipe permainan yang disamakan dengan umur beberapa pelajar sebagai pesertanya. Dalam outbound, peserta dilatih agar bisa tingkatkan kemandirian, empati, timwork, komunikasi, kepimpinan, dan kesabaran. Diharap sesudah ikuti aktivitas itu, peserta bisa mempunyai sikap dan watak yang lebih bagus misalkan jadi lebih inovatif, disiplin dan bertanggungjawab.


Bisa juga kegiatan outbound ini biasa di lakukan di Desa Wisata Tinalah untuk kegiatan sekolah, kampus, organisasi, komunitas, maupun berbagai perusahaan.


Pengertian Gathering

Gathering ialah aktivitas untuk keluarga besar, komune atau perusahaan yang diadakan di satu lokasi baik dalam atau luar ruang dengan topik yang sudah disetujui. Acaranya umumnya dibungkus cuman untuk wisata atau selingan yang mempunyai tujuan untuk merajut tali bersilahturahmi, membuat keakraban dan rasa kekerabatan. Dalam aktivitas gathering dapat disisipkan beberapa wujud permainan outbound yang digabungkan dengan aktivitas program rekreasi.


Bisa banget kegiatan gathering ini dilakukan di Dewi Tinalah. Banyak kegiatan seru yang bisa dilakukan di tempat wisata Jogja ini kawasan Pegunungan Menoreh yang indah. Ya tentu lokasinya di tempat wisata Kulon Progo. Dekat dengan Bandara Baru Internasional Yogyakarta.


Jenis-jenis kegiatan Gathering


Kathering Karyawan (Employee Tahering)

diadakan untuk menambahkan keakraban antara pegawai atau pegawai dengan atasan. Umumnya perusahaan yang mengadakan employee gathering ialah perusahaan besar yang banyak memiliki seksi. Beberapa permainan outbound kerap dipakai untuk isi aktivitas gathering ini.


Gathering Keluarga (Family Gathering)

diadakan untuk membuat jalinan kekerabatan di antara management perusahaan dengan keluarga pegawai. Karena itu famili gathering umumnya dituruti oleh peserta dalam jumlah besar dari beragam kelompok dan umur.


Gathering Pelanggan (CUstomer Gathering)

diadakan supaya konsumen setia bisa mengenali faksi penyuplai jasa atau produk tertentu. Beberapa kelompok kerap menyebutkan konsumen gathering sebagai kopdar (kopi darat). Konsumen Gathering umumnya banyak diselenggarakan oleh perusahaan perbankan, telekomunikasi, dan media. Aktivitas ini kerap diisikan oleh acara pengundian, doorprize, dan rilis produk terkini.


Karena aktivitas gathering sering mengikutsertakan peserta dengan jumlah besar dan dari beragam kelompok dan umur, karena itu penyelenggarannya masih tetap memerlukan penyiapan khusus.


Bila disaksikan dari tempat diadakannya aktivitas, di antara aktivitas outing, outbound atau gathering mempunyai kesamaan yaitu semakin banyak berjalan di luar ruang / alam terbuka (outdoor activity). Sementara bedanya bisa disaksikan dari kegiatannya. Untuk aktivitas gathering dan outing tidak begitu berat secara fisik, pemikiran dan emosional karena semua kegiatannya ke arah pada faktor membahagiakan (fun). Oleh karenanya tidak dibutuhkan penyiapan khusus untuk realisasinya.


Dan dalam aktivitas outbound, dibutuhkan training yang memerlukan semakin banyak kegiatan fisik, emosional dan pemikiran. Hingga outbound memerlukan penyiapan masak untuk melangsungkannya dan sepanjang penerapan juga memerlukan pelatih / pendidik yang memang sungguh kuasai materi.


Apa saja kesamaan dan bedanya, baik aktivitas outing, outbound atau gathering mempunyai peranan sebagai refreshing atau penyegaran dari padatnya kegiatan rutin setiap hari. Faedahnya untuk menyamakan hidup supaya jadi lebih baik.


Dan tentu saja, supaya aktivitas itu bisa jalan secara lancar dan terkonsep secara baik, alangkah baiknya kalau menggunakan penyuplai Jasa/ Provider/ Moment Organizer aktivitas Outbound yang beroperasi di sektor training sumber daya manusia/ Tim Buiding dan Famili Gathering di alam terbuka seperti Dewi Tinalah Outbound Jogja.


Demikin pembahasan mengenai beda outing, outbound, dan gathering. Semoga Anda mendapatkan wawasan yang baik terkait dengan penjelasan berikut. Dan semoga nanti bisa berjumpa di Desa Wisata Tinalah, Desa Wisata Terbaik di Kulon Progo dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia. 


Pariwisata adalah: Pengertian, Karakteristik, Manfaat, dan Promosi

Pariwisata adalah: Pengertian, Karakteristik, Manfaat, dan Promosi akan dibahas lengkap di artikel ini. Pariwisata adalah fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang melibatkan perpindahan orang ke negara atau tempat di luar lingkungan biasanya untuk tujuan pribadi atau bisnis/profesional. 


Pariwisata adalah: Pengertian, Karakteristik, Manfaat, dan Promosi
Pariwisata Pedesaan - Desa Wisata Tinalah Yogyakarta

Pariwisata adalah salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan merupakan penghasil devisa dan lapangan kerja utama bagi banyak negara. Ini adalah salah satu fenomena ekonomi dan sosial yang paling luar biasa.


Dunia 'tur' berasal dari kata Latin tornus, yang berarti 'alat untuk membuat lingkaran'. Pariwisata dapat didefinisikan sebagai perpindahan orang dari tempat tinggal normal mereka ke tempat lain (dengan maksud untuk kembali) untuk jangka waktu minimal dua puluh empat jam sampai maksimal enam bulan untuk tujuan rekreasi dan kesenangan semata.


Menurut WTO (1993) “Pariwisata meliputi kegiatan orang yang bepergian dan tinggal di tempat-tempat di luar lingkungan mereka yang biasa selama tidak lebih dari satu tahun berturut-turut untuk liburan, bisnis, dan tujuan lain.”


Konferensi Roma tentang pariwisata pada tahun 1963 mendefinisikan pariwisata sebagai 'kunjungan ke negara selain negaranya sendiri atau di mana seseorang biasanya tinggal dan bekerja'. Definisi ini, bagaimanapun, tidak memperhitungkan pariwisata domestik, yang telah menjadi penghasil uang dan pekerjaan penting bagi industri perhotelan.


UNWTO mendefinisikan wisatawan sebagai 'orang yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di tempat di luar lingkungan biasa mereka selama tidak lebih dari satu tahun berturut-turut untuk liburan, bisnis, dan tujuan lain yang tidak terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang dibayar dari dalam tempat yang dikunjungi'.


Menurut Tourism Society of Britain , “pariwisata adalah perpindahan orang-orang sementara dalam waktu singkat ke tempat tujuan di luar tempat di mana mereka biasanya tinggal, bekerja; dan aktivitas selama mereka tinggal di destinasi tersebut.” Definisi ini mencakup pergerakan orang untuk semua tujuan.


Orang-orang ini disebut pengunjung (yang dapat berupa turis atau ekskursi; penduduk atau bukan penduduk) dan pariwisata berkaitan dengan kegiatan mereka, beberapa di antaranya melibatkan pengeluaran pariwisata.


Berbagai jenis pariwisata dapat dikenali tergantung pada lama tinggal, moda transportasi yang digunakan, jarak tempuh, tujuan perjalanan dan harga yang dibayarkan oleh wisatawan. Secara garis besar, ada empat jenis pariwisata utama yaitu: (i) pariwisata internasional, (ii) pariwisata domestik, (iii) pariwisata jarak jauh, dan (v) pariwisata jarak pendek.


Pariwisata Domestik: Pariwisata domestik terdiri dari kegiatan-kegiatan pengunjung yang menetap di negara acuan, baik sebagai bagian dari perjalanan pariwisata domestik atau bagian dari perjalanan pariwisata keluar.


Pariwisata Domestik - Kegiatan pariwisata masyarakat di dalam negeri sendiri dikenal dengan pariwisata domestik . Bepergian dalam negara yang sama lebih mudah karena tidak memerlukan dokumen perjalanan formal dan formalitas yang membosankan seperti pemeriksaan kesehatan wajib dan penukaran valuta asing. Dalam pariwisata domestik, seorang pelancong umumnya tidak menghadapi banyak masalah bahasa atau masalah pertukaran mata uang.


Ini berkaitan dengan perjalanan di dalam negeri. Itu tidak memerlukan paspor dan visa atau konversi satu mata uang ke mata uang lain. Pariwisata domestik memiliki cakupan yang lebih besar di negara-negara berdimensi besar seperti India dibandingkan dengan negara-negara kecil. Dari sudut pandang geografis, pariwisata domestik dapat berkisar dari perjalanan lokal, perjalanan regional hingga perjalanan tingkat nasional.


Berdasarkan tujuan wisata atau motif wisatawan, pariwisata dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu (a) wisata minat bersama, (b) wisata liburan, dan (c) wisata bisnis. Dalam hal pariwisata kepentingan bersama, tujuan berkunjung dan orang yang dikunjungi sama.


Pariwisata internasional: Pariwisata internasional terdiri dari pariwisata masuk dan pariwisata keluar, yaitu, kegiatan pengunjung residen di luar negara referensi, baik sebagai bagian dari perjalanan pariwisata domestik atau outbound dan kegiatan pengunjung non-residen di dalam negara referensi. pada perjalanan wisata inbound.


Pariwisata Internasional - Ketika orang mengunjungi negara asing, itu disebut sebagai Pariwisata Internasional . Untuk bepergian ke luar negeri, seseorang memerlukan paspor, visa, dokumen kesehatan, valuta asing, dll yang masih berlaku.


Pariwisata Internasional: Seorang turis internasional melintasi batas-batas banyak negara, menggunakan mata uang yang berbeda, menghadapi bahasa yang berbeda dan bertemu dengan berbagai jenis orang. Biasanya pariwisata internasional melibatkan jarak yang lebih jauh meskipun melintasi negara-negara kecil atau bepergian di lingkungan perbatasan internasional mungkin melibatkan jarak yang pendek.


Asal Usul Kegiatan Pariwisata

Perjalanan sama tuanya dengan usia manusia di bumi. Manusia pada awal keberadaannya berkeliaran di permukaan bumi untuk mencari makanan, tempat tinggal, keamanan, dan habitat yang lebih baik. Namun, seiring berjalannya waktu, gerakan tersebut berubah menjadi nafsu berkelana.

Sekitar lima ribu tahun yang lalu, perubahan iklim, berkurangnya makanan dan kondisi tempat tinggal para penjajah yang bermusuhan membuat orang-orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di tempat lain seperti bangsa Arya meninggalkan rumah mereka di Asia Tengah karena perubahan iklim. Mungkin, ini mengarah pada perkembangan perdagangan, perdagangan, dan industri.

Asal Usul Pariwisata merupakan tindakan dan proses menghabiskan waktu jauh dari rumah dalam mengejar rekreasi, relaksasi, dan kesenangan, sambil memanfaatkan penyediaan layanan komersial. Dengan demikian, pariwisata adalah produk pengaturan sosial modern, dimulai di Eropa barat pada abad ke-17, meskipun memiliki pendahuluan di zaman Klasik.


Pada awal abad ke-21, pariwisata internasional telah menjadi salah satu kegiatan ekonomi terpenting di dunia, dan dampaknya semakin terlihat dari Kutub Utara hingga Antartika . The sejarah karena itu sangat menarik dan pentingnya pariwisata. Sejarah itu dimulai jauh sebelum terciptanya kata turis pada akhir abad ke-18. 


Dalam tradisi Barat, perjalanan terorganisir dengan infrastruktur pendukung , tamasya, dan penekanan pada tujuan dan pengalaman penting dapat ditemukan di Yunani dan Roma kuno., yang dapat mengklaim asal-usul “wisata warisan” (bertujuan untuk merayakan dan menghargai situs bersejarah yang memiliki nilai budaya yang diakui) dan resor pantai. The Tujuh Keajaiban Dunia menjadi lokasi wisata untuk Yunani dan Romawi.


Ziarah menawarkan anteseden serupa, membawa peradaban Timur ke dalam bermain. Tujuan keagamaannya hidup berdampingan dengan rute yang ditentukan, keramahtamahan komersial, dan campuran rasa ingin tahu, petualangan, dan kesenangan di antara motif para peserta. Ziarah ke situs - situs Buddhis paling awal dimulai lebih dari 2.000 tahun yang lalu, meskipun sulit untuk mendefinisikan transisi dari pembatasan sementara kelompok-kelompok kecil biksu ke praktik wisata yang dapat dikenali. 


Ziarah ke Mekah adalah zaman kuno yang sama. Status turis haji bermasalah mengingat jumlah korban yang—bahkan di abad ke-21—terus diderita dalam perjalanan melintasi padang pasir. termalspa sebagai tujuan wisata — terlepas dari asosiasi ziarah dengan situs sebagai sumur suci atau mata air suci — belum tentu merupakan penemuan Eropa, meskipun berasal dari label bahasa Inggris dari Spa , sebuah resor awal di tempat yang sekarang disebut Belgia. Onsen ( pemandian air panas ) Jepang tertua melayani para perenang setidaknya dari abad ke-6. Pariwisata telah menjadi fenomena global dari asal-usulnya.


Pariwisata modern adalah serangkaian kegiatan yang semakin intensif, terorganisir secara komersial, berorientasi bisnis yang akarnya dapat ditemukan di Barat industri dan pasca-industri. Tur akbar aristokrat ke situs budaya di Prancis , Jerman , dan terutama Italia—termasuk yang terkait dengan pariwisata Romawi Klasik—berakar pada abad ke-16. Namun berkembang pesat, memperluas jangkauan geografisnya untuk merangkul pemandangan Alpine selama paruh kedua abad ke-18, dalam interval antara perang Eropa. (Jika kebenaran secara historis adalah korban pertama perang, pariwisata adalah yang kedua, meskipun kemudian dapat menggabungkan ziarah ke kuburan dan situs medan perang dan bahkan, pada akhir abad ke-20, ke kamp konsentrasi.) 


Selama abad ke-16, perjalanan dianggap sebagai bagian penting dari pendidikan setiap anak muda Inggris. Perjalanan dengan demikian menjadi sarana pengembangan diri, dan pendidikan dalam arti luas. Wisata edukasi tersebut dikenal dengan ' Grand Tour '.


Revolusi industri membawa perubahan signifikan dalam pola dan struktur masyarakat Inggris. Dengan demikian, ekonomi Inggris sangat bertanggung jawab atas awal pariwisata modern. Ini juga menciptakan kelas menengah yang besar dan makmur dan karena perbaikan besar dalam sistem transportasi di paruh kedua abad ke-18 dan kuartal pertama abad ke-19, semakin banyak orang mulai bepergian untuk kesenangan.


Perjalanan awalnya diilhami oleh kebutuhan untuk bertahan hidup (makanan, tempat tinggal, dan keamanan), keinginan untuk memperluas perdagangan dan pencarian untuk menaklukkan. Sebagai sistem transportasi meningkatkan rasa ingin tahu untuk mengubah dunia yang luas dan perawan menjadi lingkungan yang dekat menciptakan industri baru yaitu Perjalanan dan Pariwisata .


Namun, perkembangan rel, jalan, kapal uap, mobil, dan pesawat terbang membantu menyebarkan teknologi ke seluruh dunia. Perjalanan sebelumnya adalah hak istimewa hanya untuk orang kaya tetapi dengan revolusi industri, skenario berubah sama sekali. Transportasi, serta akomodasi, menjadi terjangkau bagi warga kelas menengah dan pekerja.


Pada dasarnya, dengan perkembangan perjalanan jet, komunikasi, teknologi baru, pariwisata, dan perjalanan menjadi industri terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.


Perjalanan dan pariwisata, baru-baru ini telah muncul sebagai kekuatan ekonomi yang dominan di kancah global yang menyumbang lebih dari 12% dari total perdagangan dunia dan tumbuh pada tingkat 8 persen per tahun.

Sebagai bagian dari perluasan tur akbar, eksklusivitasnya dirusak ketika jajaran menengah komersial, profesional, dan industri yang berkembang bergabung dengan kelas pemilik tanah dan politik dalam bercita-cita untuk mendapatkan akses ke ritus peralihan ini untuk putra-putra mereka. Pada awal abad ke-19, perjalanan Eropa untuk kesehatan, rekreasi , dan budaya menjadi praktik umum di kalangan kelas menengah, dan jalan menuju perolehan modal budaya (serangkaian pengetahuan, pengalaman, dan polesan yang diperlukan untuk bercampur dalam masyarakat yang sopan) dihaluskan oleh buku panduan, primer, pengembangan pasar seni dan suvenir, dan sistem transportasi dan akomodasi yang dikalibrasi dengan cermat .


Pariwisata Saat Ini - Pariwisata Cerdas (Smart Tourism)

Pariwisata merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang paling makmur di dunia. Pengalaman wisata merupakan produk inti dalam industri pariwisata yang berdampak langsung pada kepuasan wisatawan. Baru-baru ini, telah terjadi pergeseran paradigma dalam pariwisata ke arah sistem cerdas yang lebih ramah pengguna berbasis teknologi informasi yang disebut “pariwisata pintar”. 


Destinasi wisata yang cerdas dicirikan oleh inovasi dan fasilitasi tingkat tinggi menggunakan teknologi dan antarmuka tingkat tinggi. Smart Tourism bergantung pada empat teknologi informasi dan komunikasi inti: IoT, komunikasi seluler, komputasi awan, dan teknologi kecerdasan buatan. Masa depan pariwisata didasarkan pada perkembangan teknologi dan implementasinya yang cepat dan luas di semua sektor pariwisata. 


6 Destinasi pariwisata seperti (Attractions, Accessibility, Amenities, Available Packages, Activities and Ancillary) Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Paket yang Tersedia, Aktivitas dan Layanan Pendukung yang akan memfasilitasi proses penciptaan yang dinamis untuk meningkatkan daya saing destinasi. 


6 A ini bersama dengan aplikasi pintar akan menambah nilai pengalaman wisata. Ketika pariwisata mengalami kemajuan menjadi cerdas, akan ada peluang besar untuk pengembangan bisnis baru yang dapat menunjukkan eksplorasi baru ke Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.


Pariwisata Berkelanjutan mengacu pada praktik berkelanjutan di dalam dan oleh industri pariwisata. Ini adalah aspirasi untuk mengakui semua dampak pariwisata, baik positif maupun negatif. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif.


  • Dampak negatif terhadap destinasi termasuk kebocoran ekonomi, kerusakan lingkungan alam dan kepadatan penduduk untuk beberapa nama.
  • Dampak positif terhadap suatu destinasi termasuk penciptaan lapangan kerja, pelestarian dan interpretasi warisan budaya, restorasi lanskap pelestarian satwa liar, dan banyak lagi.


Pariwisata berkelanjutan didefinisikan oleh Program Lingkungan PBB dan PBB Organisasi Pariwisata Dunia sebagai “pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak saat ini dan masa depan ekonomi, sosial dan lingkungan, menyikapi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat tuan rumah.”


Selain itu, mereka mengatakan bahwa pariwisata berkelanjutan “mengacu pada aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya dari pengembangan pariwisata, dan keseimbangan yang sesuai harus ditetapkan antara ketiga dimensi ini untuk menjamin keberlanjutan jangka panjangnya” ( UNEP & UNWTO , 2005: 11-12 Membuat Pariwisata Lebih Berkelanjutan – Panduan bagi Pembuat Kebijakan ).


Ekowisata adalah segmen ceruk pariwisata berkelanjutan di kawasan alam. Istilah ini muncul pada akhir 1980-an. Fennell menggambarkannya sebagai berikut: “Ekowisata adalah bentuk berkelanjutan dari pariwisata berbasis sumber daya alam yang berfokus terutama pada pengalaman dan pembelajaran tentang alam, dan yang dikelola secara etis untuk berdampak rendah, tidak konsumtif, dan berorientasi lokal. Ini biasanya terjadi di daerah alami, dan harus berkontribusi pada konservasi atau pelestarian daerah tersebut” (Fennell, 1999: 43. Ekowisata: Sebuah Pengantar ).


Perjalanan yang Bertanggung Jawab mengacu pada perilaku pelancong individu yang bercita-cita untuk membuat pilihan sesuai dengan praktik pariwisata berkelanjutan. Perilaku tersebut biasanya sejalan dengan meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif ketika seseorang mengunjungi suatu destinasi pariwisata.


Perilaku Konsumen Pariwisata

Analisis perilaku konsumen memerlukan pertimbangan berbagai proses internal dan eksternal individu. Untuk memahami perilaku, perlu untuk menguji interaksi kompleks dari banyak elemen yang mempengaruhi. Faktor penentu perilaku, budaya dan pengaruh kelompok referensi, hubungan antara individu dan lingkungan mereka, risiko yang dirasakan, dan proses keputusan keluarga. 


Manfaat Pariwisata

Ada sejumlah manfaat pariwisata bagi wisatawan dan tujuan tuan rumah. Dalam skala besar ia menawarkan alternatif yang baik untuk beberapa industri yang lebih merusak untuk menghasilkan pendapatan baik secara nasional maupun swasta.


Industri pariwisata mencakup banyak bidang yang berbeda, sehingga juga menciptakan lapangan kerja di banyak bidang yang berbeda. Dengan pariwisata datang hotel, restoran, agen persewaan mobil, perusahaan tur, bengkel, toko suvenir, persewaan peralatan olahraga, dan banyak lagi. Semua ini menciptakan berbagai tingkat pekerjaan bagi orang-orang dalam komunitas tertentu.


Di banyak tempat, pengenalan dan pengembangan pariwisata memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk pertumbuhan ekonomi dan pendidikan yang tidak akan tersedia jika tidak demikian. Selain itu, memungkinkan wisatawan dan masyarakat lokal kesempatan untuk mengalami budaya lain, yang memperluas pemahaman.


Jika digunakan dengan benar, pendapatan yang dihasilkan pariwisata dapat sangat bermanfaat bagi negara tuan rumah dan komunitas lokalnya. Pendapatan yang dihasilkan dari pariwisata dapat digunakan di tingkat nasional dan lokal untuk pendidikan yang lebih baik, meningkatkan infrastruktur, mendanai upaya konservasi, dan untuk mempromosikan pariwisata yang lebih bertanggung jawab.


Pariwisata dan perhotelan , yang terkait erat satu sama lain, adalah salah satu perusahaan penghasil pendapatan utama di dunia. Mereka kebetulan berada di antara majikan atas juga. Telah ada tren kelas atas dalam pariwisata selama beberapa dekade terakhir karena perjalanan telah menjadi sangat umum. Orang-orang bepergian untuk bisnis, liburan, kesenangan, petualangan, atau bahkan perawatan medis.


Dengan beberapa kegiatan bisnis yang terkait dengan pariwisata, industri ini memiliki potensi yang luar biasa dalam menciptakan lapangan kerja serta menghasilkan devisa. Ada banyak negara di dunia, seperti Mauritius, Malaysia, Singapura, Fiji, dan Karibia, yang ekonominya terutama didorong oleh pariwisata. Pariwisata dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan cara-cara berikut:


Penciptaan Lapangan Kerja

Ini menciptakan banyak pekerjaan di antara penyedia layanan langsung (seperti hotel , restoran, agen perjalanan , operator tur , pemandu wisata dan pendamping tur, dll.) dan di antara penyedia layanan tidak langsung (seperti pemasok ke hotel dan restoran, akomodasi tambahan, dll.)


Pembangunan infrastruktur

Pariwisata memacu pembangunan infrastruktur. Untuk menjadi tujuan komersial atau kesenangan yang penting, setiap lokasi akan memerlukan semua infrastruktur yang diperlukan, seperti konektivitas yang baik melalui transportasi kereta api, jalan raya, dan udara, akomodasi yang memadai, restoran, jaringan telekomunikasi yang berkembang dengan baik, dan, fasilitas medis, antara lain. yang lain.


Pertukaran asing

Orang-orang yang bepergian ke negara lain menghabiskan banyak uang untuk akomodasi, transportasi, jalan-jalan, belanja, dll. Dengan demikian, turis inbound merupakan sumber devisa yang penting bagi negara mana pun.


World Travel and Tourism Council (WTTC) memperkirakan pada tahun 1997 bahwa ekonomi abad kedua puluh satu akan didominasi oleh tiga industri: telekomunikasi, teknologi informasi, dan pariwisata. Industri perjalanan dan pariwisata tumbuh 500 persen dalam 25 tahun terakhir.


Sekarang, dengan pandangan dan prospek yang cerah ini, industri pariwisata dan perhotelan sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi nasional dan kejadian di dunia, terutama serangan teroris yang kadang-kadang memberikan pukulan telak bagi bisnis.


Bentuk-Bentuk Pariwisata

Pariwisata memiliki berbagai bentuk atas dasar tujuan kunjungan dan bentuk alternatifnya. Ini lebih lanjut dibagi menjadi banyak jenis sesuai dengan sifatnya. Bentuk-bentuk pariwisata adalah sebagai berikut:


Beberapa bentuk pariwisata yang paling penting adalah sebagai berikut:


  • Wisata Petualangan
  • Wisata Atom
  • Tur Sepeda
  • Wisata Pantai
  • Wisata Budaya
  • Ekowisata
  • Geowisata
  • Wisata Industri
  • Wisata Medis
  • Wisata Religi
  • Wisata Pedesaan
  • Wisata Seks
  • Wisata Luar Angkasa
  • Wisata Olahraga
  • Pariwisata Berkelanjutan
  • Pariwisata Virtual
  • Wisata Perang
  • Wisata Satwa Liar


Klasifikasi Pariwisata

Pariwisata dapat diklasifikasikan ke dalam enam kategori berbeda sesuai dengan tujuan perjalanan. Ini adalah sebagai berikut:


1) Rekreasi : Wisata rekreasi atau rekreasi membawa seseorang jauh dari kehidupan sehari-hari yang membosankan. Dalam hal ini, orang menghabiskan waktu luang mereka di bukit, pantai laut, dll.


2) Budaya : Wisata budaya memuaskan keingintahuan budaya dan intelektual dan melibatkan kunjungan ke monumen kuno, tempat-tempat penting sejarah atau agama, dll.


3) Olahraga/Petualangan : Perjalanan yang dilakukan oleh orang-orang dengan tujuan untuk bermain golf, ski, dan hiking, termasuk dalam kategori ini.


4) Kesehatan : Di bawah kategori ini, orang-orang melakukan perjalanan untuk pengobatan, perawatan atau mengunjungi tempat-tempat di mana ada kemungkinan penyembuhan, misalnya, pemandian air panas, yoga spa, dll.


5) Pariwisata Konvensi : Ini menjadi komponen perjalanan yang semakin penting. Orang-orang bepergian dalam suatu negara atau luar negeri untuk menghadiri konvensi yang berkaitan dengan bisnis, profesi, atau minat mereka.


6) Pariwisata Insentif : Perjalanan liburan ditawarkan sebagai insentif oleh perusahaan besar kepada dealer dan salesman yang mencapai target penjualan yang tinggi. Ini adalah fenomena baru dan berkembang dalam pariwisata, Ini sebagai pengganti insentif atau hadiah uang tunai, Saat ini pariwisata insentif adalah bisnis 3 miliar dolar di AS saja.


Wisata Alam

Pariwisata sebagai fenomena sosial ekonomi terdiri dari kegiatan dan pengalaman wisatawan dan pengunjung jauh dari lingkungan rumah mereka dan dilayani oleh industri perjalanan dan pariwisata dan tujuan tuan rumah. Jumlah total dari pengalaman dan layanan kegiatan ini dapat dilihat sebagai produk pariwisata.


Sistem pariwisata dapat digambarkan dalam hal penawaran dan permintaan. Perencanaan pariwisata harus berusaha untuk keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Hal ini membutuhkan pemahaman tidak hanya tentang karakteristik dan tren pasar tetapi juga proses perencanaan untuk memenuhi kebutuhan pasar.


Seringkali turis dari pasar pembangkit inti diidentifikasi sebagai sisi permintaan; sisi penawaran mencakup semua fasilitas, program, atraksi, dan penggunaan lahan yang dirancang dan dikelola untuk pengunjung. Faktor-faktor sisi penawaran ini mungkin berada di bawah kendali perusahaan swasta, organisasi nirlaba, dan pemerintah. Bentuk kemitraan baru dan inovatif juga berkembang untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya terkait pariwisata.


Sisi penawaran dan permintaan dapat dilihat terkait dengan arus sumber daya seperti modal, tenaga kerja, barang dan pengeluaran wisatawan ke destinasi, dan arus pemasaran, promosi, artefak wisata dan pengalaman dari destinasi kembali ke daerah penghasil wisata.


Selain itu, beberapa pengeluaran wisatawan dapat bocor kembali ke daerah penghasil pengunjung melalui repatriasi keuntungan investor pariwisata asing dan pembayaran untuk peningkatan barang dan jasa yang diberikan kepada wisatawan di tempat tujuan. Transportasi menyediakan hubungan penting baik ke dan dari tujuan.


Untuk tujuan perencanaan, komponen utama yang terdiri dari sisi penawaran adalah:


  • Berbagai moda transportasi dan infrastruktur terkait pariwisata lainnya.
  • Informasi turis.
  • Pemasaran dan promosi.
  • Komunitas komunitas di dalam kawasan tujuan pengunjung.
  • Kerangka politik dan kelembagaan untuk memungkinkan pariwisata.


Sistem pariwisata bersifat dinamis dan kompleks karena banyak faktor yang terkait dengannya dan karena adanya banyak sektor yang berkontribusi terhadap keberhasilannya. Faktor-faktor dan sektor-sektor ini terkait dengan penyediaan pengalaman wisata dan pendapatan dan pasar pariwisata.


Sifat dinamis dari sistem pariwisata membuat penting untuk memindai lingkungan eksternal dan internal destinasi secara teratur untuk membuat perubahan bila diperlukan untuk memastikan industri pariwisata yang sehat dan layak.


Dengan demikian, sekarang menjadi fakta yang diterima bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat lagi bekerja dalam isolasi lingkungan dan masyarakat lokal, juga tidak dapat mengabaikan konsekuensi sosial dan budaya dari pariwisata.


Karakteristik Produk Pariwisata

Sekarang, Anda pasti sudah paham apa itu produk pariwisata. Sekarang mari kita lihat beberapa karakteristiknya: -


1) Intangible : Pariwisata adalah produk yang tidak berwujud artinya pariwisata adalah suatu jenis produk yang tidak dapat disentuh atau dilihat dan tidak ada perpindahan kepemilikan, tetapi fasilitasnya tersedia untuk waktu tertentu dan untuk penggunaan tertentu. Misalnya kamar di hotel tersedia untuk waktu tertentu.


2) Psikologis : Motif utama pembelian produk pariwisata adalah untuk memenuhi kebutuhan psikologis setelah menggunakan produk, dengan cara mendapatkan pengalaman saat berinteraksi dengan lingkungan baru. Dan pengalaman juga memotivasi orang lain untuk membeli produk itu.


3) Sangat Mudah Rusak : Produk wisata bersifat sangat mudah rusak artinya seseorang tidak dapat menyimpan produk dalam waktu yang lama. Produksi dan konsumsi berlangsung saat turis tersedia. Jika produk tetap tidak terpakai, kemungkinan hilang yaitu jika wisatawan tidak membelinya.


Agen perjalanan atau operator pariwisata yang menjual produk pariwisata tidak dapat menyimpannya. Produksi hanya dapat terjadi jika pelanggan benar-benar hadir. Dan begitu konsumsi dimulai, konsumsi tidak dapat dihentikan, diinterupsi, atau dimodifikasi. Jika produk tetap tidak terpakai, peluangnya hilang yaitu jika wisatawan tidak mengunjungi tempat tertentu, peluang pada saat itu hilang. Karena alasan pariwisata, diskon besar-besaran ditawarkan oleh hotel dan organisasi penghasil transportasi selama offseason.


4) Produk Komposit : Produk wisata merupakan kombinasi dari produk yang berbeda. Ia tidak memiliki satu entitas dalam dirinya sendiri. Dalam pengalaman berkunjung ke suatu tempat tertentu, berbagai penyedia jasa memberikan kontribusi seperti transportasi. Produk wisata tidak dapat disediakan oleh satu perusahaan, tidak seperti produk manufaktur.


Produk wisata mencakup keseluruhan pengalaman kunjungan ke tempat tertentu. Dan banyak penyedia berkontribusi pada pengalaman pariwisata. Misalnya, maskapai menyediakan kursi, hotel menyediakan kamar dan restoran, agen perjalanan membuat pemesanan untuk menginap dan jalan-jalan, dll.


5) Permintaan Tidak Stabil : Permintaan pariwisata dipengaruhi oleh faktor musiman, ekonomi politik, dan faktor lainnya. Ada waktu-waktu tertentu dalam setahun yang melihat permintaan lebih besar daripada yang lain. Pada saat ini ada tekanan yang lebih besar pada layanan seperti pemesanan hotel, pekerjaan, dan sistem transportasi, dll.


Dampak Pariwisata

Mendirikan atau mengembangkan industri pariwisata melibatkan pengeluaran serta keuntungan, biaya, dan manfaat. Jika dampak tersebut dipertimbangkan sejak awal perencanaan, kekuatan dan peluang dapat dimaksimalkan sedangkan kelemahan dan ancaman dapat diminimalkan.


Setiap destinasi akan berbeda dalam hal karakteristik pariwisata. Biaya dan manfaat pariwisata akan bervariasi di setiap destinasi dan dapat berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada pariwisata dan aktivitas lainnya dalam konteks lokal dan regional destinasi.


Dampak Ekonomi

Kegiatan pariwisata berdampak pada perekonomian negara serta perekonomian lokal destinasi.


Manfaat Ekonomi

  • Pariwisata menghasilkan lapangan kerja lokal, langsung di sektor pariwisata dan di sektor pendukung dan pengelolaan sumber daya.
  • Pariwisata merangsang industri dalam negeri yang menguntungkan, hotel dan fasilitas penginapan lainnya, restoran dan layanan makanan, sistem transportasi, kerajinan tangan, dan layanan pemandu.
  • Pariwisata menghasilkan devisa bagi negara dan menyuntikkan modal dan uang baru ke dalam ekonomi lokal.
  • Pariwisata membantu mendiversifikasi ekonomi lokal.
  • Infrastruktur pariwisata yang lebih baik.
  • Meningkatkan penerimaan pajak dari pariwisata.


Biaya Ekonomi

  • Permintaan yang lebih tinggi yang diciptakan oleh kegiatan pariwisata dapat meningkatkan harga tanah, perumahan dan berbagai komoditas yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
  • Tuntutan pada penyediaan layanan kesehatan dan layanan polisi meningkat selama musim turis dengan mengorbankan basis pajak lokal.


Dampak Sosial

Pariwisata juga mempengaruhi masyarakat tujuan dengan cara yang baik maupun buruk. Ini menguntungkan dan merugikan masyarakat lokal.


Manfaat Sosial

  • Kualitas suatu masyarakat dapat ditingkatkan dengan diversifikasi ekonomi melalui pariwisata.
  • Sarana rekreasi dan budaya yang diciptakan untuk pariwisata dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lokal maupun pengunjung domestik/internasional.
  • Ruang publik dapat dikembangkan dan ditingkatkan melalui kegiatan pariwisata.
  • Pariwisata Meningkatkan harga diri masyarakat lokal dan memberikan kesempatan untuk pemahaman dan komunikasi yang lebih besar di antara orang-orang dari berbagai latar belakang.


Biaya Sosial

  • Pertumbuhan pariwisata yang cepat dapat mengakibatkan ketidakmampuan fasilitas dan institusi lokal untuk memenuhi tuntutan layanan.
  • Tanpa perencanaan dan pengelolaan yang baik, sampah, vandalisme, dan kriminalitas sering menyertai pembangunan pariwisata.
  • Pariwisata dapat membawa kepadatan dan kemacetan lalu lintas.
  • Pengunjung membawa serta kekayaan materi dan kebebasan yang nyata. Para pemuda dari masyarakat tuan rumah sangat rentan terhadap ekspektasi ekonomi yang dibawa oleh para wisatawan ini dan dapat mengakibatkan gangguan total terhadap cara hidup masyarakat tradisional.
  • Struktur komunitas dapat berubah, misalnya ikatan komunitas, demografi, dan institusi.
  • Keaslian lingkungan sosial budaya dapat diubah untuk memenuhi tuntutan pariwisata.


Dampak Budaya

Kegiatan pariwisata juga mempengaruhi budaya negara tuan rumah. Ada banyak dampak budaya positif dan negatif dari pariwisata.


Manfaat Budaya

  • Pariwisata dapat meningkatkan kesadaran budaya lokal.
  • Pariwisata dapat menghasilkan pendapatan untuk membantu membayar pelestarian situs arkeologi, bangunan bersejarah, dan distrik.
  • Terlepas dari kritik tentang perubahan budaya ke tingkat yang tidak dapat diterima, berbagi pengetahuan dan pengalaman budaya dapat bermanfaat bagi tuan rumah dan tamu tujuan wisata dan dapat menghasilkan kebangkitan tradisi dan kerajinan lokal.


Biaya Budaya

  • Pemuda di masyarakat mulai meniru ucapan dan pakaian wisatawan.
  • Situs bersejarah dapat dirusak melalui pengembangan dan tekanan pariwisata.
  • Mungkin ada kerusakan jangka panjang pada tradisi budaya dan erosi nilai-nilai budaya, yang mengakibatkan perubahan budaya melampaui tingkat yang dapat diterima oleh tujuan tuan rumah.


Dampak lingkungan

Pariwisata berdampak pada lingkungan baik secara positif maupun negatif. Dampak-dampak tersebut berikut ini.


Manfaat Lingkungan

  • Taman dan cagar alam dapat diciptakan dan pelestarian ekologi didukung sebagai kebutuhan untuk pariwisata berbasis alam.
  • Pengelolaan sampah yang lebih baik dapat dicapai.
  • Peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dihasilkan dari kegiatan dan pengembangan pariwisata berbasis alam.


Biaya Lingkungan

  • Perubahan negatif dalam integritas fisik area.
  • Pembangunan yang cepat, pembangunan yang berlebihan, dan kepadatan penduduk dapat selamanya mengubah lingkungan fisik dan ekosistem suatu daerah.
  • Degradasi taman dan cagar alam.

Pentingnya Pariwisata bagi Perekonomian dan Bisnis

Pariwisata sangat penting bagi keberhasilan banyak ekonomi di seluruh dunia. Pentingnya Pariwisata bagi Perekonomian dan Bisnis Ada beberapa manfaat pariwisata di destinasi tuan rumah. Pariwisata meningkatkan pendapatan ekonomi, menciptakan ribuan lapangan kerja, mengembangkan infrastruktur suatu negara, dan menanamkan rasa pertukaran budaya antara orang asing dan warga negara.

Jumlah lapangan kerja yang diciptakan oleh pariwisata di berbagai daerah adalah signifikan. Pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak hanya merupakan bagian dari sektor pariwisata tetapi juga dapat mencakup sektor pertanian, sektor komunikasi, sektor kesehatan, dan sektor pendidikan. Banyak wisatawan melakukan perjalanan untuk merasakan budaya tujuan tuan rumah, tradisi yang berbeda, dan keahlian memasak. Ini sangat menguntungkan bagi restoran lokal, pusat perbelanjaan, dan toko. 

Pemerintah yang mengandalkan pariwisata untuk sebagian besar pendapatan mereka berinvestasi banyak dalam infrastruktur negara . Mereka ingin semakin banyak turis mengunjungi negara mereka yang berarti bahwa fasilitas yang aman dan canggih diperlukan. Ini mengarah ke jalan dan jalan raya baru, taman yang dikembangkan, ruang publik yang lebih baik, bandara baru, dan kemungkinan sekolah dan rumah sakit yang lebih baik. Infrastruktur yang aman dan inovatif memungkinkan kelancaran arus barang dan jasa. Selain itu, masyarakat lokal memiliki peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan pendidikan.

Pariwisata menciptakan pertukaran budaya antara wisatawan dan warga lokal. Pameran, konferensi, dan acara biasanya menarik orang asing. Otoritas penyelenggara biasanya memperoleh keuntungan dari biaya pendaftaran, penjualan hadiah, ruang pameran, dan penjualan hak cipta media. Selanjutnya, wisatawan asing membawa keragaman dan pengayaan budaya ke negara tuan rumah.

Pariwisata adalah peluang besar bagi orang asing untuk belajar tentang budaya baru, tetapi juga menciptakan banyak peluang bagi warga lokal . Hal ini memungkinkan pengusaha muda untuk membangun produk dan layanan baru yang tidak akan berkelanjutan pada penduduk lokal saja. Selain itu, penduduk merasakan manfaat yang datang dengan pariwisata yang terjadi di negara mereka sendiri.

Industri Terkait Pariwisata

Selama bertahun-tahun, pariwisata telah menjadi aktivitas global yang populer. Tergantung pada sifat dan tujuan perjalanan mereka, wisatawan membutuhkan dan menuntut fasilitas dan layanan tertentu. Hal ini telah memunculkan berbagai kegiatan komersial yang telah memperoleh proporsi industri. Jadi perjalanan dan pariwisata sekarang hari mewakili berbagai industri terkait.

Hotel

Hotel adalah perusahaan komersial yang menyediakan akomodasi, makan, dan layanan tamu lainnya. Dalam industri perjalanan dan pariwisata, industri perhotelan memainkan peran yang sangat penting, karena semua wisatawan membutuhkan tempat tinggal di tempat tujuan mereka, dan membutuhkan lebih banyak layanan dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan dan selera khusus mereka.

Restoran

Restoran adalah perusahaan ritel yang menyajikan makanan dan minuman siap saji kepada pelanggan. Dalam industri perjalanan dan pariwisata, restoran dan gerai makanan dan minuman lainnya sangat penting karena wisatawan suka bereksperimen dengan masakan lokal dari tempat yang mereka kunjungi.

Ritel dan Belanja

Industri ritel sangat penting karena wisatawan berbelanja kebutuhan sehari-hari serta mencari kenang-kenangan dan suvenir. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kota di dunia dipromosikan sebagai tujuan belanja untuk menarik minat masyarakat yang gemar berbelanja dengan menawarkan berbagai produk, seperti pakaian, barang elektronik, perhiasan, dan barang antik. New York, Paris, London, dan Milan di Italia terkenal sebagai surga mode dunia.

Angkutan

Adalah perpindahan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Industri transportasi yang berkembang dengan baik, serta infrastruktur, merupakan bagian integral dari keberhasilan setiap perusahaan perjalanan dan pariwisata.

Agen Perjalanan

Sebuah agen perjalanan adalah bisnis ritel yang menjual produk terkait perjalanan dan layanan, khususnya paket tur, kepada pelanggan atas nama pemasok seperti maskapai penerbangan, penyewaan mobil, kapal pesiar, hotel, kereta api, dan jalan-jalan.

Agen perjalanan memainkan peran yang sangat penting karena mereka merencanakan rencana perjalanan klien mereka dan membuat pengaturan yang diperlukan untuk perjalanan, tinggal, dan tamasya mereka, selain memfasilitasi paspor, visa, dll.

Operator Tur

Sebuah operator tur merakit berbagai elemen dari tur. Ini biasanya menggabungkan komponen tur dan perjalanan untuk menciptakan liburan. Operator tur memainkan peran penting dalam industri perjalanan dan pariwisata.

Destinasi Wisata

Daya tarik wisata adalah tempat yang menarik bagi wisatawan, biasanya karena nilai budaya yang melekat atau dipamerkan, signifikansi sejarah, alam atau membangun keindahan atau peluang hiburan. Ini adalah dasar dasar dari industri pariwisata.

Industri Budaya

Industri budaya atau kreatif bertanggung jawab atas penciptaan, produksi, dan distribusi barang dan jasa yang bersifat budaya dan biasanya dilindungi oleh hak kekayaan intelektual. Karena wisatawan suka mengunjungi tempat-tempat penting budaya dan meresapi budaya daerah tersebut, industri budaya sangat penting untuk perjalanan dan pariwisata.

Kenyamanan, Rekreasi, dan Olahraga

Waktu luang atau waktu luang adalah periode waktu yang dihabiskan di luar pekerjaan dan aktivitas rumah tangga yang penting. Rekreasi atau kesenangan adalah menghabiskan waktu dengan cara yang dirancang untuk terapi penyegaran tubuh atau pikiran. Sementara rekreasi lebih seperti bentuk hiburan atau istirahat, rekreasi membutuhkan partisipasi aktif dalam cara yang menyegarkan dan mengalihkan.

Pemasaran Pariwisata


Seperti halnya industri perjalanan dan perilaku wisatawan yang telah berubah, demikian pula cara kami memasarkan produk dan layanan pariwisata. Dan di sinilah pemasaran pariwisata berperan. Singkatnya, Pemasaran Pariwisata adalah strategi pemasaran yang menggunakan rencana dan teknik pemasaran khusus untuk mempromosikan produk dan layanan wisata seperti tujuan, hotel dan layanan transportasi, dll. 

Ketika kita berbicara tentang pemasaran Pariwisata, masuk akal untuk fokus pada pemasaran digital, seperti halnya industri pariwisata, lebih dari sektor lainnya, komunikasi online menjadi lebih penting karena kekhususan proses konsumsi: pelanggan merencanakan perjalanan mereka dengan jarak yang jauh jauh dari penyedia layanan. 

Pemasaran pariwisata memang mencakup banyak teknik yang mirip dengan pemasaran digital tradisional, tetapi memiliki kekhususannya. Salah satu perbedaan terbesar adalah perjalanan pembeli , atau, dalam hal Pemasaran Pariwisata, perjalanan  pelancong. 

Wisatawan menggunakan Internet sebagai alat utama sebelum, selama dan setelah perjalanan. Ini adalah tahapan yang dilalui traveler selama proses pembelian. Bermimpi, perencanaan dan pemesanan milik ke "sebelum" perjalanan, mengalami ke "selama" dan berbagi sebagian besar milik para "setelah" perjalanan. Dengan memahami perilaku konsumen, Anda kemudian dapat membuat konten berkualitas untuk setiap tahap perjalanan pelancong dan menarik klien masa depan Anda.

Sebelum perjalanan

Angka terbaru menunjukkan bahwa dua dari tiga pengguna membeli produk dan layanan perjalanan secara eksklusif secara online . Ada kepercayaan luas bahwa melalui pembelian di Internet Anda mendapatkan harga terbaik untuk pesawat dan hotel. Tapi itu tidak semua. Pengguna juga mencari informasi tentang tujuan, gastronomi, tamasya, tempat yang wajib dikunjungi... Blog dan media sosial sering kali menjadi sekutu yang hebat dalam mempersiapkan perjalanan.

Selama perjalanan

Kita tidak bisa melupakan bahwa jumlah koneksi internet melalui ponsel meningkat setiap hari. Pandangan ke depan menunjukkan bahwa tahun ini 75 persen orang yang akan terhubung ke Internet akan melakukannya melalui Smartphone. Artinya, pengguna akan mengkonsumsi dan menghasilkan informasi selama perjalanannya, di mana saja dan kapan saja.

Sementara seseorang menikmati perjalanannya, ia mengkonsumsi konten dari situs web dengan informasi tujuan seperti jadwal museum, harga kunjungan, pasar, geolokasi, transportasi ... Dan, pada saat yang sama, ia menghasilkan konten. Pengguna mengambil foto, video, dan podcast dan mengunggahnya ke jaringan untuk dibagikan di jejaring sosial. Mereka berkomentar dan berbagi pengalaman mereka dengan dunia di tempat.

Setelah perjalanan

Setelah perjalanan selesai, turis 2.0 melakukan tiga tindakan terpenting bagi Anda sebagai pelaku bisnis perhotelan. Mengapa, Anda mungkin bertanya? Karena sudah waktunya untuk berbagi pengalaman, perasaan, kesan, suasana hati meskipun beberapa sudah melakukannya di tahap sebelumnya... Ini juga saatnya untuk menilai dan merekomendasikan tujuan, layanan, dan tentu saja, hotel di jejaring sosial, blog, forum... Tidak diragukan lagi, ini adalah tahap kunci karena traveller menjadi promotor .

Media Pemasaran Pariwisata


#1 Pemasaran Media Sosial - jurusan Pemasaran Pariwisata

Di mana pengguna mencari inspirasi saat memikirkan liburan? Di mana mereka meminta rekomendasi dan mencari ulasan sebelum menentukan pilihan hotel, restoran, atau tur? Di mana mereka berbagi pengalaman? Media Sosial adalah jawabannya.

Di era sosial kita, memiliki strategi media sosial adalah suatu keharusan bagi merek perjalanan, dan pelanggan berharap menemukan konten yang mewakili produk dan layanan. Semakin banyak kehadiran di Media Sosial merek Anda semakin baik, jadi manfaatkan konten yang dibuat pengguna dan kembangkan strategi Anda sendiri.

#2 Pemasaran Email untuk Pariwisata

Pemasaran email terus menjadi alat yang valid untuk praktisi pemasaran di sektor pariwisata. Ini dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda, seperti program pembinaan dan loyalitas . Pemasaran email membantu merek untuk tetap berhubungan terus-menerus dengan prospek dan klien mereka dan membantu hubungan berkembang. 

#3 Pemasaran Pariwisata Alat CRM untuk Pariwisata

Alat CRM sangat diminati dalam hal pemasaran pariwisata. Pakar pemasaran industri menghargai alat yang memungkinkan tidak hanya untuk menjaga basis data klien tetap rapi dan teratur, tetapi juga membuat kampanye berdasarkan segmentasi kontak dan untuk tetap mengikuti perkembangan setiap kontak. Otomatisasi yang ditawarkan banyak alat CRM, memungkinkan peningkatan efisiensi upaya pemasaran sambil mengurangi waktu dan sumber daya yang dihabiskan. 

Kelas Digital Marketing >