Pesona Alam dan Budaya

11 August 2018

Wisata Alam Puncak Kleco akan Gelar Tradisi Angler Wiwitan Tandur 2018 - Desa Wisata Tinalah Yogyakarta

Wisata Alam Puncak Kleco akan Gelar Tradisi Angler Wiwitan Tandur 2018 - Desa Wisata Tinalah Yogyakarta. Acara Gelar Tradisi dengan kegiatan Angler Wiwitan Tandur akan dilaksanakan hari Minggu 26 Agustus 2018. Kegiatan telah disiapkan oleh Sahabat Dewi Tinalah Wisata Alam Puncak Kleco yang dimotori oleh Bapak Wahjudi. Kegiatan ini akan dihadiri oleh Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo. Beliau akan hadir dan sangat apreasi terhadap kegiatan ini yang akan diselenggarakan di Persawahan Wisata Alam Puncak Kleco - Desa Wisata Tinalah. Harapannya kegiatan ini menjadikan semangat untuk membangun negeri dari desa untuk Indonesia dan momentum kebangkitan wisata di kawasan Pegunungan Menoreh.

Lihat: Susunan acara Angler Wiwitan Tandur


Dalam acara ini akan diselenggarakan Grebeg Angler dipimpin oleh R. Bambang Nursinggih dengan Bergodo Sekar Pangawikan, pameran lukisan wayang, tarian, geguritan, puisi, lomba mewarnai piala GKR Hemas, melukis on the spot, acara dari Kagama Virtual Writting oleh Mbak Dian Nirmalasari, dan pentas jatilan Among Budhoyo. Pagelaran wayang akan dilaksanakan di area persawahan Wisata Alam Puncak Kleco - Desa Wisata Tinalah. Tema pameran wayang "Wahyu Catur Menoreh", sebuah tafsir atas gumam Menoreh. Pameran wayang oleh empat perupa, Iskandar Harrdjodimuljo, Valentinus Rommy Iskandar, Agus Nuryoto dan Nanang Garuda.

Wahyudi memaparkan bahwa Pegunungan Menoreh merupakan kunci penting dalam jagad wayang budaya Jawa. Pegunungan Menoreh menyerupai sosok Gunadharma yang sedang tidur.

Kegiatan ini dipersiapkan dengan semangat gotongroyong, dengan harapan akan menghadirkan suatu kehidupan yang lebih baik. Selaras dengan keadaan alam. Dalam rangkaian persiapan ini juga dihadiri oleh seniman dari Klaten, Mas Ansori Mozaik. Beliau menceritakan tentang pesan Bung Karno, sehabis negeri ini mengalami masa Perang Kemerdekaan (1950-an). Kawasan Selokan Kalibawang merupakan hasil kerja semangat warga Kulon Progo dengan sepuluh jarinya, sehingga selokan ini dapat diwujudkan.

Acara ini akan digelar dengan latar belakang Gunung So (tempat Goa Sriti dan Goa Upas jejak Pangeran Diponegoro serta Museum Rumah Sandi), latar depan area sawah teras sering dan Sungai Tinalah. Kegiatan ini merupakan wujud nyata atas pemaknaan simbol syukur atas datangnya musim tanam dengan menikmati kemerdekaan, aktualisasi jiwa pahlawan, pembelajaran alam dan sejarah, pelestarian lingkungan, serta wisata berbasis alam dan budaya.