Bagaimana jika proses belajar tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung di tengah kehidupan masyarakat desa? Siswa dapat menjelajahi alam, mengenal sejarah perjuangan bangsa, mempelajari budaya lokal, memahami teknologi, hingga melihat bagaimana masyarakat mengembangkan usaha ekonomi kreatif.
Pengalaman tersebut dapat diperoleh melalui Program Live In Sekolah di Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, Yogyakarta.
Program Live In Sekolah merupakan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mengajak peserta didik tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat desa. Melalui berbagai aktivitas edukatif, siswa mendapatkan kesempatan untuk memahami kehidupan sosial, lingkungan, budaya, sejarah, serta potensi ekonomi masyarakat secara nyata.
Desa Wisata Tinalah mengembangkan program Live In dengan pendekatan tematik yang mengintegrasikan enam bidang pembelajaran, yaitu alam, budaya, sejarah, teknologi, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Integrasi tersebut menjadikan desa sebagai ruang belajar terbuka yang memberikan pengalaman berbeda dari pembelajaran konvensional.
Mengenal Program Live In Sekolah Desa Wisata Tinalah
Desa Wisata Tinalah atau Dewi Tinalah merupakan destinasi wisata berbasis masyarakat yang berada di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Berada di kawasan Pegunungan Menoreh dan lingkungan Sungai Tinalah, desa ini memiliki potensi alam, budaya, sejarah, serta kehidupan masyarakat yang dapat dikembangkan sebagai sumber pembelajaran.
Program Live In Sekolah dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Siswa tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengamati, mencoba, berdiskusi, berinteraksi, dan merefleksikan pengalaman selama mengikuti kegiatan.
Melalui pendekatan ini, berbagai potensi desa dapat menjadi media pembelajaran lintas mata pelajaran. Mulai dari ilmu pengetahuan alam, ilmu sosial, sejarah, seni budaya, teknologi, kewirausahaan, hingga pendidikan karakter.
Enam Tema Pembelajaran dalam Program Live In Sekolah
Program Live In Sekolah di Desa Wisata Tinalah dapat dikembangkan melalui enam tema utama yang saling terhubung.
1. Pembelajaran Alam dan Lingkungan
Alam merupakan salah satu sumber pembelajaran utama di Desa Wisata Tinalah. Lanskap Pegunungan Menoreh, Sungai Tinalah, kawasan pertanian, dan lingkungan pedesaan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal ekosistem secara langsung.
Beberapa aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan meliputi:
Jelajah alam dan pengenalan lingkungan pedesaan.
Observasi ekosistem sungai dan keanekaragaman hayati.
Edukasi pertanian dan perkebunan masyarakat.
Mengenal sumber daya alam dan pemanfaatannya.
Pembelajaran konservasi serta pelestarian lingkungan.
Melalui aktivitas tersebut, siswa dapat memahami hubungan antara manusia dan alam, pentingnya menjaga lingkungan, serta bagaimana masyarakat memanfaatkan sumber daya secara bijaksana.
2. Pembelajaran Budaya dan Kearifan Lokal
Budaya merupakan identitas masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dalam program Live In, siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal kebudayaan lokal melalui praktik dan interaksi langsung.
Beberapa kegiatan yang dapat menjadi bagian pembelajaran antara lain:
Mengenal seni musik tradisional seperti gamelan.
Belajar Jemparingan atau panahan tradisional gaya Mataram.
Mengenal permainan tradisional masyarakat.
Belajar kerajinan berbahan alam seperti anyaman daun kelapa dan piring lidi.
Mengenal tradisi, kebiasaan, serta kehidupan masyarakat desa.
Pembelajaran budaya tidak hanya bertujuan memperkenalkan kesenian, tetapi juga menanamkan nilai gotong royong, kebersamaan, kedisiplinan, kesabaran, dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
3. Pembelajaran Sejarah dan Perjuangan Bangsa
Desa Wisata Tinalah memiliki potensi wisata sejarah yang dapat menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk memahami perjalanan bangsa Indonesia.
Salah satu destinasi penting adalah Rumah Sandi di Dukuh, Purwoharjo. Tempat ini memiliki keterkaitan dengan sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya peran persandian pada masa Agresi Militer Belanda II.
Melalui kunjungan edukatif ke Rumah Sandi, siswa dapat mengenal bagaimana komunikasi rahasia digunakan untuk mendukung perjuangan bangsa. Mereka juga dapat belajar mengenai pentingnya informasi, strategi, keberanian, dan pengorbanan para pejuang.
Selain itu, kawasan Tinalah juga memiliki Goa Sriti yang berkaitan dengan sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro. Destinasi ini dapat menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan lokal sekaligus menghubungkannya dengan sejarah nasional.
Dengan belajar langsung di lokasi bersejarah, siswa diharapkan lebih mudah memahami peristiwa masa lalu dan mengambil nilai-nilai positif untuk kehidupan sekarang.
4. Pembelajaran Teknologi dan Inovasi Desa
Desa juga dapat menjadi ruang untuk mengenal perkembangan teknologi dan inovasi. Dalam program Live In Sekolah, siswa dapat mempelajari bagaimana teknologi dimanfaatkan untuk mendukung kehidupan masyarakat dan pengembangan potensi desa.
Tema pembelajaran teknologi dapat dikembangkan melalui beberapa kegiatan, seperti:
Mengenal pemanfaatan energi terbarukan, termasuk panel surya.
Mengenal teknologi informasi dan komunikasi.
Belajar pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Mengenal teknologi digital untuk pemasaran produk desa.
Mengamati inovasi teknologi dalam pengelolaan potensi lokal.
Siswa dapat diajak memahami bahwa teknologi bukan hanya sesuatu yang ditemukan di perkotaan. Teknologi juga dapat diterapkan di pedesaan untuk membantu aktivitas masyarakat, meningkatkan produktivitas, dan mengembangkan ekonomi lokal.
Pembelajaran ini sekaligus membuka wawasan mengenai pentingnya literasi digital dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
5. Pembelajaran Pariwisata dan Pengelolaan Desa Wisata
Desa Wisata Tinalah merupakan contoh bagaimana potensi alam, budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat dapat dikembangkan menjadi produk pariwisata.
Melalui tema ini, siswa dapat mengenal konsep desa wisata, pengelolaan destinasi, pelayanan wisatawan, serta keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pariwisata.
Aktivitas pembelajaran dapat mencakup:
Mengenal konsep dan potensi desa wisata.
Belajar menjadi pemandu wisata sederhana.
Mengenal penyusunan paket perjalanan wisata.
Mengamati pelayanan homestay dan kegiatan wisata.
Memahami promosi dan pemasaran destinasi melalui media digital.
Dari pembelajaran ini, siswa dapat memahami bahwa pariwisata bukan sekadar kegiatan berkunjung ke suatu tempat. Di dalamnya terdapat proses pengelolaan, pelayanan, kolaborasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat.
6. Pembelajaran Ekonomi Kreatif dan Kewirausahaan
Kehidupan ekonomi masyarakat desa juga menjadi sumber pembelajaran yang menarik. Melalui aktivitas ekonomi kreatif, siswa dapat mengenal bagaimana sumber daya lokal diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Beberapa aktivitas yang dapat diperkenalkan meliputi:
Mengenal produk UMKM dan makanan khas desa.
Belajar membuat kerajinan lokal.
Mengenal proses pengolahan bahan pangan.
Belajar pengemasan dan identitas produk.
Memahami pemasaran produk melalui media digital.
Contohnya, siswa dapat mengenal berbagai produk lokal seperti geblek, klanting, aneka keripik, serta kerajinan berbahan alam.
Melalui kegiatan tersebut, siswa belajar bahwa kreativitas, keterampilan, dan kemampuan melihat peluang dapat menjadi modal dalam membangun usaha. Mereka juga dapat memahami pentingnya mendukung produk lokal dan menghargai pekerjaan masyarakat desa.
Tinggal Bersama Masyarakat Melalui Pengalaman Live In
Salah satu bagian penting dari program Live In Sekolah adalah pengalaman tinggal bersama masyarakat melalui fasilitas homestay warga.
Selama kegiatan berlangsung, siswa dapat berinteraksi dengan keluarga penerima atau induk semang. Mereka belajar mengenal kebiasaan masyarakat, kehidupan sehari-hari, pola komunikasi, serta nilai-nilai sosial yang berkembang di lingkungan pedesaan.
Aktivitas sederhana seperti membantu pekerjaan rumah, mengenal pertanian, memasak bersama, dan menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi pengalaman pembelajaran yang bermakna.
Pengalaman tinggal bersama masyarakat juga membantu siswa mengembangkan kemandirian, kemampuan berkomunikasi, empati, tanggung jawab, dan sikap menghargai perbedaan.
Dengan demikian, Live In bukan hanya program wisata edukasi, tetapi juga sarana pembentukan karakter melalui kehidupan nyata.
Manfaat Program Live In bagi Siswa dan Sekolah
Program Live In Sekolah di Desa Wisata Tinalah dapat memberikan manfaat dari berbagai aspek perkembangan peserta didik.
- Aspek pengetahuan: Siswa mendapatkan wawasan baru tentang alam, budaya, sejarah, teknologi, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
- Aspek keterampilan: Siswa belajar melalui praktik, observasi, komunikasi, kerja kelompok, pemecahan masalah, dan kreativitas.
- Aspek karakter: Siswa mengembangkan kemandirian, kedisiplinan, tanggung jawab, empati, gotong royong, serta kepedulian terhadap lingkungan.
- Aspek sosial: Siswa belajar berinteraksi dengan masyarakat, menghargai perbedaan, dan memahami kehidupan sosial di luar lingkungan sekolah.
Bagi sekolah, program ini dapat menjadi alternatif kegiatan pembelajaran luar kelas, kunjungan edukatif, penguatan karakter, projek pembelajaran, maupun kegiatan pengenalan potensi daerah.
Mengembangkan Pembelajaran Kontekstual melalui Program Live In Tinalah
Pembelajaran yang bermakna tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Lingkungan sekitar dapat menjadi sumber pengetahuan yang membantu peserta didik memahami berbagai konsep secara lebih nyata.
Melalui Program Live In Sekolah Tematik di Desa Wisata Tinalah, siswa dapat mempelajari hubungan antara alam, manusia, budaya, sejarah, teknologi, dan aktivitas ekonomi dalam satu ekosistem kehidupan masyarakat desa.
Kegiatan dapat disesuaikan dengan jenjang pendidikan, jumlah peserta, tujuan pembelajaran, serta durasi pelaksanaan. Sekolah dapat mengembangkan program selama dua hari satu malam, tiga hari dua malam, atau menyesuaikannya dengan kebutuhan kegiatan.
Desa Wisata Tinalah juga memiliki fasilitas homestay, pendamping lokal, serta berbagai aktivitas edukasi dan wisata yang dapat dikombinasikan menjadi pengalaman pembelajaran terpadu.
Ayo Ikuti Program Live In Sekolah di Desa Wisata Tinalah!
Jika sekolah Anda sedang mencari program Live In Sekolah di Yogyakarta yang menawarkan pengalaman belajar lebih luas, Desa Wisata Tinalah dapat menjadi salah satu pilihan destinasi.
Ajak siswa mengenal alam, mempraktikkan budaya, menelusuri sejarah perjuangan bangsa, memahami teknologi, belajar pengelolaan pariwisata, serta mengenal kreativitas ekonomi masyarakat desa.
Jadikan kegiatan Live In sebagai pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, keterampilan, dan kepedulian sosial peserta didik.
Saatnya belajar langsung dari kehidupan desa. Datang, belajar, berinteraksi, dan mendapatkan pengalaman berharga bersama masyarakat Desa Wisata Tinalah!
Tanya Jawab (FAQ)
Program Live In Sekolah - Desa Wisata Tinalah
Program Live In Sekolah adalah kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman dengan tinggal dan berinteraksi bersama masyarakat desa, disertai aktivitas edukasi alam, budaya, sejarah, teknologi, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Program ini dilaksanakan di Desa Wisata Tinalah, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kegiatannya dapat mencakup jelajah alam, edukasi pertanian, gamelan, Jemparingan, kunjungan Rumah Sandi, workshop kerajinan, pengenalan teknologi, dan pembelajaran UMKM.
Program dapat ditujukan untuk siswa SD, SMP, SMA/SMK, perguruan tinggi, serta kelompok pendidikan lainnya dengan penyesuaian materi dan aktivitas.
Durasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah, misalnya 2 hari 1 malam atau 3 hari 2 malam.
Siap mengajak siswa belajar langsung di Desa Wisata Tinalah?
Hubungi Kami





























