Pesona Alam dan Budaya

Selamat Datang di Desa Wisata Tinalah

Pengunjung dapat menikmati pemandangan alam dengan dikelilingi Pegunungan Menoreh dan Sungai Tinalah yang indah. Alamat Jl Persandian Km.5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta.

Outbound Dewi Tinalah

Wisatawan dapat melakukan kegiatan out bond di jalur buaya, Sungai Tinalah, Bukit Talun Miri, dan jalur lapangan.

Camping Ground Jogja

Rasakan paket camping 3 hari 2 malam dengan harga yang terjangkau.

Keramahan Pemandu Dewi Tinalah

Pemandu kami akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan dan siap memberikan segala informasi yang Anda butuhkan.

Tinalah Tubing

Anda dapat merasakan sensasi tubing di Tinalah melalui jalur embung dan kedungrong.

Puncak Kleco

Rasakan indahnya sunrise dan sunset dari Puncak Kleco.

Pesona Alam dan Budaya

Desa Wisata Tinalah dengan pesona alam dan hamparan Pegunungan Menoreh, Sungai Tinalah, Puncak Kleco, dan Goa Sriti. Kearifan budaya lokal yang selalu terjaga dan lestari.

13 September 2019

Desa Wisata Tinalah Mengikuti Workshop Pariwisata Tingkat ASEAN Plus Three




Desa Wisata Tinalah mengikuti kegiatan workshop pengembangan desa wisata di tingkat negara ASEAN Plus Three yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dengan tema ASEAN Plus Three Workshop on Tourism Village Community Service and Product Enhancement to Attract Youth Travellers. Kegiatan dilaksanakan pada 10 s.d. 12 September di Daerah Istimewa Yogyakarta. 


workshop-pariwisata-asean-three-plus-v1

ASEAN Three Plus merupakan hubungan kerja sama ASEAN Plus Three (APT) yang terbentuk sejak tahun 1997 yang melibatkan tiga negara Asia Timur yakni Cina, Jepang, dan Korea. Kerja sama APT berdasar Joint Statement on East Asia Cooperation (1997) mencakup perdagangan, investasi, keuangan dan perbankan, transfer teknologi, teknologi telematika, e-commerce, industri, pertanian, usaha kecil dan menengah, pariwisata, pengembangan wilayah pertumbuhan, jejaring dunia usaha, dan iptek. 

ASEAN Three Plus yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia  merupakan forum diskusi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan desa wisata di negara Asia Tenggara, Korea, Jepang dan Tiongkok agar dapat menarik bagi para wisatawan muda (youth travellers).

Dalam diskusi ini membahas tiga hal pokok, pertama mengenai Developing The Product Of Tourism Village Based On Community Based Tourism yang membahas tentang Community empowerment to create creative product and develop tourism package in tourism village dengan narasumber Mr. Benito C. Bengzon (Jr, Undersecretary for Tourism Development and Head of NTO, the Phillipines), Destha Titi Raharjana (Dosen Universitas Gadjah Mada), Ir. Doto Yogantoro (Praktisi Desa Wisata).

Kedua, RURAL TOURISM DESIGN FOR MILLENIAL TOURISM EXPERIENCE membahas tentang Strategy and policy to implement rural tourism as a new alternative to attract youth travellers in millennial era dengan narasumber Madam Khaing Mee Mee Htun (Head of Culture and Tourism Unit, ASEAN Korea Centre), Dr. Vitria Ariani (Chair of the Acceleration of Rural and Urban Tourism Team, Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia), Mujimin (Head of Tebing Breksi Tourism Awareness Group).

Ketiga, SHARING EXPERIENCE BY COUNTRY membahas tentang Sustainable Rural Tourism Bussiness and Best Practices dengan narasumber Ms. Praphatsorn Vardhanabhuti (Head of Creative Tourism Division, Designated Areas for Sustainable Tourism Administration, the Kingdom of Thailand), Mangku Kandia (Executive Director Awitour and Travel), dan Sugeng Handoko (Sekretaris Desa Wisata Ngglanggeran).


workshop-pariwisata-asean-three-plus

Kegiatan ASEAN Plus Three  dibuka di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Yogyakarta. Di Desa Wisata Pentingsari, peserta workshop menginap di homestay dan mengikuti paket wisata kegiatan seperti membatik, membuat wayang, dan gamelan. Peserta merasakan kehidupan tinggal di desa yang lestari dengan kelestarian budaya dan kearifan lokalnya.

Kegiatan dilanjutkan di Tebing Breksi dan Candi Ijo, yang merupakant empat wisata hits dan instagramable untuk kaum milenials. Peserta menikmati tour dengan jeep melintasi kawasan Tebing breksi dan melihat sunset di Candi Ijo.

Penutupan workshop dilaksanakan di Hotel Phoenik (berdiri tahun 1918), merupakan bangunan yang sudah dimasukkan dalam Daftar Entitas Kebudayaan sebagai cagar budaya berdasarkan Data Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada saat bernama Hotel Merdeka pada 1951, Presiden pertama RI, Soekarno bahkan sempat berkantor sementara di hotel ini ketika ibu kota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta.

Tantangan pariwisata berkelanjutan di era milenial perlunya kemampuan kewirausahaan, digital marketing, distribusi pendapatan yang berkeadilan, dan harus mampu think out of the box. Konsep pariwisata di era milenial adalah pemasaran, kearifan lokal, dan story telling. Forum diskusi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan desa wisata di negara Asia Tenggara, Korea, Jepang dan Tiongkok diharapkan dapat  menarik wisatawan muda (youth travellers) untuk berkunjung ke destinasi wisata ASEAN Plus Three. 





03 September 2019

Desa Wisata berbasis Ekowisata - Dewi Tinalah


Ekosistem sungai merupakan sumber daya alam potensial yang dapat dikembangkan sebagai objek dan daya tarik ekowisata untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan mendorong program konservasi sungai. Kawasan sungai Tinalah dikembangkan lebih lanjut dengan prinsip-prinsip pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. 


ekowisata-desa-wisata-yogyakarta

Pengembangan pariwisata berkelanjutan yaitu pariwisata yang aktivitasnya tetap memperhatikan keseimbangan alam, lingkungan, budaya dan ekonomi agar pariwisata tersebut terus berlanjut. Dengan kata lain, pengelolaannya haruslah dapat memberikan keuntungan secara ekonomi bagi seluruh pihak terkait baik itu pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat setempat. 

Baca Juga: Camping di Desa Wisata Tinalah

Pengembangan kawasan sungai sebagai ekowisata terdapat beberapa prinsip yang harus dimengerti, yaitu pelestarian, pendidikan, pariwisata, perekonomian, dan partisipsi masyarakat setempat. Dengan mengedepankan pariwisata yang bertanggung jawab, serta memberi kontribusi terhadap kelestarian alam, InsyaAllah akan ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.




10 August 2019

Tempat Makrab Jogja - 0852-0055-2054




Tempat Makrab Jogja di Desa Wisata Tinalah (0852-0055-2054) tempat Wisata Jogja untuk menyelenggarakan kegiatan mahasiswa di tahun ajaran baru berupa makrab (malam keakraban). Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) memberikan solusi bagi penyelenggaran makrab dengan memberikan paket kegiatan Makrab dengan konsep Camping Activity, Outbound, dan Jelajah Alam

tempat-makrab-jogja
Tempat Makrab Jogja - 0852-0055-2054

Kebanyakan mahasiswa Jogja bingung menentukan Tempat Makrab di Jogja karena berbagai hal. Mulai dari jarak, fasilitas, kemanan, dan pelayanan dari penyedia jasa Tempat Makrab Jogja. 

Jarak dan Fasilitas Tempat makrab Jogja

Kini Dewi Tinalah memberikan jawaban atas kebingungan tersebut. Mahasiswa Jogja mudah untuk menjangkau Tempat Makrab di Dewi Tinalah. Jarak dari Kota Jogja sekitar 20Km. Fasilitas Tempat Makrab lengkap (Joglo pertemuan, Omah Inap di Omahku, Tempat Ibadah, Tempat Parkir, Gazebo, Kamar mandi dan atau Toilet, camping ground, area outbound, jalur trekking alam, tempat wisata, layanan penerangan, layanan keamanan, layanan konsultasi kegiatan makrab).

Paket Tempat Makrab Jogja 

Di Dewi Tinalah, mahasiswa dapat memilih pilihan Paket Makrab, terdapat Paket Makrab 2 Hari 1 Malam, Paket 3 Hari 2 Malam. Paket kegiatan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dari penyelenggara makrab. Dapat juga menyelenggarakan kegiatan makrab 4 Hari 3 Malam. Semua dapat disesuaikan dengan rencana kegiatan dari panitia makrab.

Harga Paket Tempat Makrab Jogja 

Bagaimana dengan haraga paket Makrab Jogja? Apakah mahal? Paket makrab di Dewi Tinalah terjangkau untuk siapa saja, harga Paket 3 Hari 2 Malam untuk tahun 2019 adalah Rp40.000 dengan minimal peserta 50 orang. Harga Paket 3 Hari 2 Malam Rp35,000 untuk minimal peserta 50 orang. 

Apakah ada Paket Menu Makan di Tempat Makrab Jogja? 

Tidak usah bingung dengan kebutuhan konsumsi ketika kegiatan Makrab di Dewi Tinalah. Jika tidak mau repot menyiapkan kebutuhan konsumsi, panitia makrab dapat memesan menu kuliner yang disediakan di Dewi Tinalah. Harga bervariasi, mulai dari Rp10,000 s.d. Rp20,000. Semua dapat menyesuaikan kebutuhan anggaran kegiatan makrab. 

Segera Reservasi Tempat Makrab Jogja Sekarang!

Sekarang Makrab merupakan agenda tahunan untuk setiap jurusan di perguruan tinggi. Segera tentukan tanggal kegiatan makrab di tempat makrab Jogja di Dewi Tinalah. Hubungi  narahubung Dewi Tinalah untuk reservasi kegiatan di Tempat Makrab Jogja Dewi Tinalah.






11 July 2019

Desa Wisata Sebagai Pusat Sumber Belajar (Bagian 2) - Dewi Tinalah

Artikel Sebelumnya: Desa Wisata Sebagai Pusat Sumber Belajar (Bagian 1) - Dewi Tinalah

Alam di Dewi Tinalah sangat mendukung dijadikan sebagai pengembangan pusat sumber belajar. Disini terdapat potensi sumber belajar berupa alam yang terdiri dari sungai, persawahan, embung, goa, pegunungan, kebun, dan sumber belajar buatan berupa museum. Potensi sumber belajar tersebut merupakan kategori sumber belajar yang by utilization dan dapat dikembangkan sebagai by design. Semua orang dapat memperoleh berbagai informasi berdasarkan sumber belajar by utlitization, tetapi ketika akan disampaikan secara khusus untuk keperluan belajar dan membelajarkan di dalam dan di luar lembaga pendidikan perlu didesain secara khusus pada suatu pokok bahasan yang berdasarkan landasan teoritis pada masing-masing sumber belajar tersebut. 

Dari berbagai sumber belajar di Dewi Tinalah, baik yang tinggal digunakan atau didesain terlebih dahulu berdasarkan sumber yang ada dapat mengakomodasi belajar seseorang sesuai dengan kecakapan belajarnya masing-masing, baik secara visual, auditori, kinestetik maupun dari kombinasi dari kecakapan belajar tersebut.

Sumber belajar berupa alam yang ada di Dewi Tinalah adalah sungai, persawahan, dan goa yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sains baik biologi, fisika maupun kimia. Hal ini dapat dikembangkan untuk jenjang sekolah dasar, menengah, atas bahkan perguruan tinggi. Sungai di Dewi Tinalah dapat dijadikan sebagai sumber belajar biologi, fisika, dan kimia. 

Sebagai contoh, sungai dapat dijadikan sumber belajar dalam bidang biologi untuk materi pelajaran ekosistem sungai, indikator biologi, dan keanekaragaman biota sungai. Bidang fisika diantaranya untuk materi pelajaran mengenai gerak dengan melakukan praktikum di arus sungai. Materi pelajaran kimia diantaranya untuk mengetahui asam basa air, BO dan DO. Potensi alam tersebut dapat dikembangkan secara lebih luas dengan berbagai identifikasi dan pengembangan sesuai kebutuhan dan perkembangan keilmuan.

Alam di Dewi Tinalah dapat juga digunakan untuk sumber belajar tematik. Semisal di sungai, dapat digunakan untuk pelajaran matematika, agama, sejarah,  bahasa Indonesia, kesenian, geografi, sains, serta teknologi dan informasi. Semua tentang sungai dapat dijadikan materi secara tematik yang mengintegrasikan berbagai materi pelajaran dalam suatu kegiatan. 

Sumber Balajar ini menarik bagi seseorang sehingga termotivasi untuk belajar karena beragam informasi yang didapatkan dari satu sumber belajar tersebut. Belum lagi sumber-sumber belajar yang lain, seperti persawahan, goa, embung, dan museum yang dapat saling dikaitkan dalam berbagai materi pembelajaran.  Potensi sumber belajar berupa alam di Dewi Tinalah penting untuk dikembangkan sebagai pusat sumber belajar yang terdiri dari berbagai sumber belajar yang menjamin tersedianya lingkungan belajar.

10 July 2019

Desa Wisata Sebagai Pusat Sumber Belajar (Bagian 1) - Dewi Tinalah

Desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata dan aksesbilitas yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat. Kesatuan komponen desa wisata merupakan salah satu yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.  Setiap orang membutuhkan sumber belajar untuk dapat mengetahui, memahami dan menginterprestasikan sesuatu dari suatu sumber belajar. 

Segala potensi yang ada di desa wisata dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi masyarakat pada umumnya. Hal ini yang perlu digali lebih lanjut untuk mengetahui sumber belajar apa saja yang terdapat di suatu desa wisata dan dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang kaya akan nilai-nilai edukasi. Sumber belajar yang ada di desa wisata dapat dijadikan untuk pengembangan pendidikan di Indonesia. Sumber belajar sebagai sarana utama memperoleh, menerapkan, dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Komunikasi (IPTEKS) sehingga kegiatan belajar akan terakomodasi dengan baik.

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) merupakan salah satu desa wisata yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, berada di Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Dewi Tinalah merupakan desa wisata yang berada di kawasan pegunungan Menoreh dan sungai Tinalah. Terdapat persawahan, embung, bukit,dan area lahan yang luas untuk mendukung berbagai kegiatan di Dewi Tinalah. 

Kegiatan wisata di Dewi Tinalah diantaranya adalah camping atau kemah, jelajah alam, kunjungan ke museum Rumah Sandi Negara, wisata alam Puncak Kleco, wisata Goa Sriti, outbound (mancakraida), dan river tubing. Kegiatan tersebut merupakan potensi sumber belajar yang dapat digunakan untuk pengembangan kegiatan pembelajaran, baik di dalam sekolah maupun luar sekolah. Di dalam sekolah, artinya kegiatan wisata tersebut dihadirkan dalam ruang kelas yang telah disiapkan dengan dokumentasi dan dipresentasikan. Di luar sekolah, artinya seseorang dapat terlibat langsung di kegiatan wisata dan dapat mengetahui secara langsung informasi-informasi dari sumber primernya.

Lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat beragam. Berdasarkan penelitian, seseorang lebih aktif, berpikir kritis, dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu serta dapat menumbuhkan kesadaran seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Seperti lingkungan di Desa Wisata, dari penelitian yang dilakukan, pemanfaatan desa wisata sebagai sumber belajar berbasis ekowisata menghasilkan hasil belajar afektif peserta didik yang lebih antusias dalam mempelajari lingkungan hidup. Lingkungan sekitar merupakan sumber belajar yang mudah dijangkau dan bermanfaat.

Ditulis oleh Galuh Alif Fahmi Rizki, M.Pd
(Penggiat Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Biologi)

Referensi Bacaan:
  1. Sudiasih, Kusnindyah (2017) Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar pada Mata Pelajaran Ipa Kelas III-b SD Negeri Panggang, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Yogyakarta: UNY.
  2. Sari, Indah Puspita. (2015). Pengaruh Pemanfaatan Desa Wisata Keseneng sebagai Sumber Belajar Geografi Berbasis Ekowisata terhadap Hasil Belajar Afektif Siswa SMA Muhammadiyah Sumowono Kabupaten Semarang Tahun 2015. Semarang: UNES.

Desa Wisata Sebagai Pusat Sumber Belajar (Bagian 2) - Dewi Tinalah