Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

GKR Bendara Berwisata di Dewi Tinalah dalam Gelar Pesona Desa Wisata Kulon Progo

Dewi Tinalah – Wisata Kulon Progo semakin meriah dan lengkap dengan adanya desa wisata. Melalui program Dinas Pariwisata Kulon Progo, Dewi Tinalah menggelar potensi desa wisata dengan tema Desa Wisata Menebar Pesona. Dalam kesempatan ini dihadiri GKR Bendara yang sebelumnya bergelar Gusti Raden Ajeng Nurastuti Wijareni.


GKR Bendara Berwisata di Dewi Tinalah dalam Gelar Pesona Desa Wisata Kulon Progo


Dewi Tinalah sebagai desa wisata di kawasan Menoreh Kulon Progo berada di kawasan landscape di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan Gelar Potensi Desa Wisata Tinalah digelar pada Jumat-Sabtu 22-23 Juli 2022.


Ragam kegiatan di Dewi Tinalah ditampilkan dalam kesempatan ini, mulai dari atraksi budaya dan kegiatan di alam. Dewi Tinalah menampilkan seni budaya Jatilan Lancur Among Budaya dari Pedukuhan Duwet dan Kesenian Wayan Kulit dan Wayang Wong di malam harinya.


Selain GKR Bendara sebagai Ketua Badan Promosi yang menjadi juri dalam Gelar Potensi Desa Wisata Kulon Progo Desa Wisata Menebar Pesona, juri yang lain adalah Octo Lampito sebagai Pimpinan Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat (Media), Bobby Ardyanto Setyo Ajie sebagai Ketua GIPI Daerah Istimewa Yogyakarta (Lembaga Industri Pariwisata), Ani Wijayanti dari Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (Akademisi) dan Martha Sasongko Presenter Jogja TV (Influencer).


Dewi Tinalah menampilkan beragam pesona alam dan budaya. Dalam kesempatan ini terdapat kerajinan piring, topi dari daun kelapa, rock painting dari bebatuan Sungai Tinalah. Terdapat juga sajian kuliner berupa Cassabi (Cassava Binangun) yang terbuat dari singkong. Ada juga beragam kripik seperti pegagan, pisang, singkong. Tak lupa Wingko Tinalah yang menjadi bagian dari pengembangan olahan pangan lokal di Desa Purowharjo.


Desa Wisata Tinalah yang unggul dalam pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan data, pengembangan produk wisata, paket wisata, pemasaran dan teknologi digital marketing. Pemanfaatan teknologi digital desa wisata memberikan banyak manfaat bagi Dewi Tinalah yang lebih banyak dikenal dan memperluas kesempatan Dewi Tinalah untuk mengembangkan desa wisata berkelanjutan dengan pemanfaatan adopsi teknologi.


Dengan adanya Gelar Potensi Desa Wisata di Kulon Progo memberikan kesempatan Dewi Tinalah untuk memberikan layanan terbaik dan tata kelola desa wisata yang lebih optimal. Selain itu memberikan kesemaptan kepada masyarakat untuk makin banyak berpartisipasi dalam kegiatan kepariwisataan desa berbasis masyarakat.


Dapatkan kesempatan berbagai kegiatan wisata Jogja dan paket wisata Kulon Progo di Dewi Tinalah seperti camping, jelajah alam, kuliner dan bisa bermalam di desa dengan Homestay di warga, menambah kehangatan dan keakraban di desa. 

Logo Desa Wisata Dewi Tinalah Pertama Dipatenkan

Dewi Tinalah - Sebagai desa wisata, Desa Wisata Tinalah konsen dengan pentingnya perlindungan karya dan hak cipta desain logo desa wisata. Hal ini sebagai perlindungan tentang HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Logo desa wisata Dewi Tinalah kini telah didaftar di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual (PDKI).

Logo Desa Wisata Dewi Tinalah Pertama Dipatenkan

Logo Desa Wisata Dewi Tinalah dimulai perlindungan 20-12-02. Logo Dewi Tinalah berdasarkan PDKI diumumkan tanggal 2022-12-21 dan diterima pada 2020-12-02. Tanggal berakhir pelindungan Logo Desa Wisata Dewi Tinalah pada 2030-12-02.


Kode Kelas Logo Desa Wisata Dewi Tinalah masuk dalam kode kelas 41 dengan keterangan barang / jasa Layanan pendidikan yang berkaitan dengan perjalanan dan pariwisata, media dan telekomunikasi, keuangan dan uang, kesehatan dan kesejahteraan, masalah lingkungan.

Nama pemilik Logo desa wisata Dewi Tinalah adalah Desa Wisata Tinalah. Alamat pemilik logo desa wisata di Jalan Persandian Km 5 Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Logo Dewi Tinalah menjadi logo desa wisata pertama yang dipatenkan untuk desa wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Galuh Fahmi Anak Desa Tampil di Jakarta Marketing Week 2022 Bawa Pulang Gold Champion

Galuh Fahmi Anak Desa Tampil di Jakarta Marketing Week 2022 Bawa Pulang Gold Champion. Siapa sangka usaha digitalisasi desa wisata membawa kesempatan di acara bergengsi Jakarta Marketing Week 2022 dari Mark Plus. 

jakarta-marketing-week-2022-galuh-fahmi-desa-wisata-tinalah

Kesempatan menjadi speaker di Jakarta Marketing Week 2022 merupakan kesempatan dalam rangkaian penerimaan Creative Tourism Destination Award 2022 program Planet Tourism Indonesia dari Mark Plus Tourism.

Upaya digitalisasi Desa Wisata Tinalah dari tahun 2013 melalui media sosial berkembang saat ini menjadi omni chanel marketing. Proses pangjan pemasaran Dewi Tinalah saat ini telah memberikan pertumbuhan dan kebermanfaatan sosial untuk masyarakat di Desa Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Upaya digitalisasi Dewi Tinalah pun tidak mudah, penuh tantangan. Tantangan utama digitalisasi desa wisata adalah kemauan SDM desa memanfaatkan teknologi digital. Minimnya pengetahuan pada waktu itu membuat rasa ingin tahu mengenani digitalisasi khususnya untuk digital marketing.

Uji coba demi ujicoba pun dilakukan. Berbagai tutorial pemanfaatan media digital untuk pemasaran pun dilakukan sampai dengan mengikuti berbagai training dari harga ratusan ribu hingaa jutaan rupiah.

Baca juga

Strategi digitalisasi desa wisata Tinalah memberikan dampak untuk pertumbuhan dan profit sosial. Secara bertahap dari tahun 2015, Dewi Tinalah makin dikenal dengan bertambanya trafik yang mengenal.

Strategi Funneling menjadi strategi yang ampuh. Awarness Dewi Tinalah pun meningkat 3x lipat pada tahun 2017. Proses peningkatan awarness pun memberikan dampak pada peningkatan omset Dewi Tinalah.

Program digitalisasi Dewi Tinalah dengan digital marketing merupakan proses yang panjang dalam proses pemasaran di media digital dan online. Digital marketing memanfaatkan saluran digital seperti mesin pencari, media sosial, email, dan situs web lain untuk terhubung dengan pelanggan saat ini dan calon pelanggan. Ini juga termasuk komunikasi melalui pesan teks atau multimedia.

Pemasaran digital juga didefinisikan sebagai taktik dan saluran digital untuk terhubung dengan pelanggan di mana mereka menghabiskan sebagian besar wisatawan menghabiskan waktu: online. 

Pemasar digital terbaik memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana setiap kampanye pemasaran digital mendukung tujuan menyeluruh mengenai pengembangan desa wisata. Dan tergantung pada tujuan strategi pemasaran desa wisata, pemasar dapat mendukung kampanye yang lebih besar melalui saluran gratis dan berbayar yang dimiliki desa wisata.

Dewi Tinalah membuat serangkaian posting blog yang menghasilkan prospek dari ebook baru atau poster digital. Pemasar media sosial Dewi Tinalah kemudian mempromosikan postingan blog melalui postingan berbayar dan organik di akun media sosial bisnis.

peningkatan-awarness-dewi-tinalah-di-media-web

Proses Pemasaran digital Dewi Tinalah terus menjangkau audiens yang lebih besar daripada melalui metode tradisional, dan menargetkan prospek yang kemungkinan besar akan membeli produk atau layanan Dewi Tinalah. Proses Digital marketing Dewi Tinalah lebih hemat biaya daripada iklan tradisional, dan memungkinkan untuk mengukur kesuksesan setiap hari dan melakukan pivot.

Manfaat utama Digital Marketing Desa Wisata Tinalah 

  • Dewi Tinalah dalam hal ini memfokuskan upaya pada prospek yang kemungkinan besar akan membeli produk atau layanan / paket wisata Jogja Dewi Tinalah.
  • Lebih hemat biaya daripada metode pemasaran keluar .
  • Pemasaran digital meratakan lapangan permainan dalam industri wisata dan memungkinkan Dewi Tinalah bersaing dengan merek yang lebih besar.
  • Pemasaran digital dapat diukur.
  • Lebih mudah untuk beradaptasi dan mengubah strategi pemasaran digital.
  • Pemasaran digital meningkatkan tingkat konversi dan kualitas prospek Dewi Tinalah.
  • Dewi Tinalah melibatkan audiens di setiap tahap dengan pemasaran digital.

Jenis Digital Marketing yang dimanfaatkan oleh Dewi Tinalah diantaranya Pengoptimalan Mesin Pencari (SEO), Pemasaran Konten, Pemasaran media sosial, Pemasaran Afiliasi, Iklan Asli
Otomasi Pemasaran, Email Pemasaran, PR online, Pemasaran Masuk, Konten Bersponsor, Pemasaran Mesin Pencari (SEM), Pemasaran Pesan Instan.

peningkatan-awarness-dewi-tinalah-di-media-web-google-bisnis-analitik

Proses digitalisasi Desa Wisata Tinalah akan selalu berkembang dan dinamis sesuai dengan perkembagnan teknologi terbaru. Hal penting dari digital marketing adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mau untuk selalu belajar hal baru. Selanjutnya praktik menjadi hal yang tidak dapat ditinggalkan, karena tanpa praktik langsung untuk menerapkan digital marketing tidak ada hasil yang didapatkan.

Pada akhirnya digital marketing merupakan bagian kecil dari pengembangan desa wiata. Strategi digital merketing menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan dampak sosial, lingkungan dan ekonomi untuk desa. Subjek utama dari semua proses ini adalah manusia, maka SDM desa wisata harus selalu mau untuk belajar dan memiliki mindset berkembang.

Dewi Tinalah Raih Penghargaan Digital, SDGs, dan Youth Creative Tourism Destination Award 2022

Jakarta - Dalam rangkaian Jakarta Marketing Week 2022, Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) menerima penghargaan Creative Tourism Destination Award 2022 yang berlangsung di Atrium Mall Kota Kasablanka Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2022). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bapak Hermawan Kertajaya sebagai Chairman and Executive of Mark Plus Corp.

Dewi Tinalah - Creative Tourism Destination Award 2022

Award ini merupakan kegiatan Planet Tourism Indonesia 2022 yang ke empat dan bertepatan dengan Jakarta Marketing Week yang ke sepuluh. Creative Tourism Destination Award 2022 merupakan bentuk apresiasi dari MarkPlus Tourism bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI terhadap pengelola destinasi yang mampu berinovasi dengan berbagai aktivitas kreatif untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia. Ada tiga kategori yang diberikan, yaitu youth, digital, dan SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan).

Dewi Tinalah mendapatkan tiga penghargaan di Creative Tourism Destination Award 2022. Penghargaan pertama sebagai Gold Champion kategori digital. Penghargaan ke dua dan tiga sebagai Silver Champion untuk kategori Youth dan SDGs. Penjurian melibatkan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, Indonesia Marketing Association dan MarkPlus Tourism.

Hermawan Kartajaya sebagai Founder & Executive Chairman of MarkPlus, Inc. Chairman of MarkPlus Tourism memberikan penghargaan untuk Dewi Tinalah yang diterima oleh Galuh Alif Fahmi Rizki sebagai Ketua Desa Wisata. Hermawan juga menyampaikan, dengan penghargaan ini nantinya dapat memperluas penerapan creative tourism untuk menciptakan nilai tamba yang lebih besar dan memperkuat diferensiasi dari setiap destinasi.

Desa Wisata Tinalah Raih Gold Champion Kategori Digital
Penyerahan Penghargaan  Gold Champion Kategori Digital Creative Tourism Destination Award 2022

Dewi Tinalah merupakan desa wisata di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata yang mengusung tagline Pesona Alam dan Budaya ini menjadi salah satu desa wisata penyanggan Destinasi Super Prioritas Borobudur di Kabupaten Kulon Progo. Dewi Tinalah juga menjadi 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dan menjadi desa wisata kategori digital dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2021.

Galuh Alif Fahmi Rizki sebagai ketua Dewi Tinalah juga menjadi salah satu pembicara dalam acara pembuka sesi satu Exploring Indonesia Creative Destination. Pembicara lain yaitu Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. Bupati Kutai Timur, Murlan Damerian Pane Kepala Nasional Tanjung Puting, Sigit Tri Wibowo Pengelola Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, Wayan Winawan Founder & Chairman Blosson Eco Luxe Billas by Ekosistem.

Galuh Alif Fahmi Rizki - Ketua Desa Wisata Tinalah speaker Exploring Indonesia Creative Destination
Ketua Dewi Tinalah Menjadi Speaker Sesi Exploring Indonesia Creative Destination

"Dewi Tinalah memiliki pesona alam dan budaya yang berada di kawasan Pegunungan Menoreh. Mempunyai goewisata Goa Sriti dan Situs Rumah Sandi Negara yang penuh nilai sejarah. Komunitas masyarakat menjadi penggerak desa wisata dengan segala potensinya. Dewi Tinalah manfaatkan jaringan komunitas untuk melakukan strategi pemasaran. Dalam prosesnya, kami memanfaatkan digitalisasi dengan pengembangan onmichanel seperti di media sosial dan web. Cerita autentik dari desa menjadi hal yang penting kami sampaikan di berbagai media sehingga orang tertarik dengan cerita tersebut, ungkap Galuh Alif Fahmi Rizki dalam sesi Exploring Indonesia Creative Destination.

Penghargaan ini juga diharapkan menjadi penyemangat untuk seluruh steakholder dan masyarakat di Desa Wisata Tinalah untuk berkomitmen terus menjaga lingkungan, berkreasi dan berinovasi. Selain itu nantinya dapat semakin menghidupkan sektor ekonomi kreatif masyarakat dan meningkatkan nilai tambah untuk lingkungan, sosial masyarakat dan ekonomi.

Dewi Tinalah telah berinovasi dan memanfaatkan media digital untuk pengelolaan dan promosi desa wisata. Media digital digunakan Dewi Tinalah untuk pengelolaan data base, reservasi, dan promosi. Banyak program/atraksi/daya tarik kreatif yang diromosikan secara digital sehingga mampu memberikan pengalaman berwisata yang unik dan berkesan bagi wisatawan seperti live in, camping, jelajah alam, outbound, napak tilas, wisata alam Puncak Kleco, homestay, eduwisata, dan berbagai atraksi kerajinan masyarakat.


Meski banyak memanfaatkan media digital untuk promosi, Dewi Tinalah juga melakukan promosi secara offline, seperti membangun jejaring komunitas dan aksi gerakan Sambanggo (Sambang Gunung, Sambang Gawe atau ekonomi kreatif, Sambang Gisik atau pantai) dari Program Dinas Parwisata Kulon Progo yang berarti mengunjungi tempat wisata.  

Reno Yusuf sebagai tim kreatif digital Dewi Tinalah turut hadir dalam acara ini menyampaikan pentingnya generasi muda berani beraksi dan kreatif memanfaatkan media digital untuk pengembangan desa wisata. Digital menjadi salah satu percepatan Dewi Tinalah dan memberikan kesempatan masyarakat desa untuk mengembangkan pariwisata yang kreatif dan inovatif.

"Tema wisata outdoor ini sangat cocok untuk giatan pasca pandemi karena orang-orang sangat mencari ruang terbuka. Destinasi wisata perlu melakukan Strategy Thinking dan trasformasi untuk membuat aktivitas yang berkelanjutan dan berkualitas. Modal alam dan budaya ini perlu diperluas kebermanfaatanya untuk pariwisata", jelas Hermawan Kertajaya sebagai Chairman of MarkPlus Tourism saat berikan penghargaan ini.

Daftar lengkap penerima penghargaan Creative Tourism Destination Award 2022

Creative Tourism Destination Award 2022 Kategori Digital

Kategori Digital, penghargaan diberikan kepada destinasi yang berhasil memanfaatkan media digital dalam berinovasi menciptakan dan mengembangkan berbagai program/atraksi/daya tarik kreatif sehingga mampu memberikan pengalaman berwisata yang unik dan berkesan bagi wisatawan.

Gold champion:
  • Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, DI Yogyakarta.
  • Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Silver champion:
  • Ulun Danu Beratan, Bali.
  • Desa Wisata Pela, Kutai, Kalimantan Timur.

Bronze champion:
  • Wisata Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan.
  • Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi.

Creative Tourism Destination Award 2022 Kategori Youth

Kategori Youth, penghargaan diberikan kepada destinasi yang berhasil menyediakan wadah bagi anak muda untuk berkontribusi nyata dalam penciptaan dan pengembangan destinasi pariwisata kreatif, baik melalui pemberian ide, kerangka kerja strategis, hingga implementasi.

Silver champion:
  • Desa wisata Hanjeli, Sukabumi. 
  • Desa wisata Tinalah, Yogyakarta.

Bronze champion:
  • Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah.
  • Wisata Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan.
  • Bukit Porong, Labuan Bajo, NTT.

Creative Tourism Destination Award 2022 Kategori SDGs

Kategori SDGs, penghargaan diberikan kepada destinasi yang berhasil menciptakan dan mengembangkan destinasi pariwisata kreatif berbasiskan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), dengan kontribusi nyata terhadap aspek kesejahteraan, pendidikan, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Silver champion:
  • Desa wisata Hanjeli, Sukabumi.
  • Desa wisata Penglipuran, Bali.
  • Desa wisata Tinalah, Yogyakarta.
  • The Lodge Maribaya, Lembang.
  • Blossom Eco Luxe Villas by Ekosistem, Bali.

Bronze champion:
  • Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah.
  • Gunung Tombuok, Sumatra Barat.
  • Kampung adat Wae Rebo, NTT.
  • Poerworedjo Heritage on Wheels.
  • Prevab, Taman Nasional Kutai.

Di sesi kegiatan ini ini juga dilakukan Deklarasi Percepatan Kebangkitan Parwisata Inonesia yang Berkelanjutan kolaborasi dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam deklarasi ini bertujuan untuk melakukan percepatan tahapan Relief-Ercovery-Reform untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Dengan semangat Gercep, Geber dan Gaspol, kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan siap untuk menjadi tuan rumah World Tourism Day 2022 dan Presidensi G-20.

Program Mentoring dan Pendampingan Desa Wisata / Usaha Desa

Dewi Tinalah saat ini membuka kesempatan dengan berbagai pihak untuk melakukan pendampingan dan mentoring pengembangan desa wisata / usaha desa. Program digitalisasi desa wisata / usaha desa merupakan program utama. Anda dapat menghubungi kontak WA 085729546678 untuk layanan pendampingan dan mentoring desa wisata / usaha desa.

digital-creative-tourims-mentoring-program-desa-wisata-tinalah-galuh-alif-fahmi-rizki



Cassabi Sajian Terbaik Dewi Tinalah dan Jatimulyo Bimtek Olahan Pangan Lokal Kemenparekraf

Dewi Tinalah – Kemenparekraf fasilitasi kegiatan bimbingan teknis untuk desa wisata mengenai olahan pangan lokal. Kegiatan ini mendorong desa wisata untuk dapat memanfaatkan pangan lokal menjadi hidangan kuliner yang berkelas. Kegiatan dilaksanakan hari Kamis 14 April 2022 di The Alana Hotel & Convention Center Malioboro Yogyakarta.

Cassabi-Sajian-Terbaik-Dewi-Tinalah-dan-Jatimulyo-Bimtek-Olahan-Pangan-Lokal-Kemenparekraf

Dewi Tinalah dan Jatimulyo dapatkan nilai tertinggi dalam pembuatan olahan pangan lokal. Kegiaatan ini diikuti oleh 300 peserta. Bimbingan Teknis Gerakan Usaha Kreatif (GUK) Subsektor Kuliner "Kreatif Mengolah pangan Lokal" ini merupakan fasilitasi untuk desa wisata yang masuk dalam nominasi 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021 Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Cassabi merupakan singkatan Cassava Binangun. Cassava atau yang dikenal dengan nama singkong atau jendal di desa wisata menjadi bahan pangan yang melimpah di desa. Dengan semangat Binangun yang menjadi slogan Kulon Progo, kelompok Desa Wisata Tinalah Samigaluh dan Jatimulyo Girimulyo menamai produk olahan pangan dari singkong dengan sajian “CASSABI”.

 
Dengan kegiatan ini juga diharapkan masyarakat di desa wisata dapat mengetahui berbagai potensi hasil bumi di desa sehingga dapat memanfaatkan dan secara kreatif dapat membuat berbagai sajian menu yang unik dengan berbahan pangan lokal.

Cassabi-Sajian-Terbaik-Dewi-Tinalah-dan-Jatimulyo-Bimtek-Olahan-Pangan-Lokal-Kemenparekraf-ri

Pemahaman pangan lokal dalam kerangka nasional merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 mengenai Pangan (UU Pangan). Berdasar UU Pangan, pemahaman pangan lokal ialah makanan yang dimakan oleh warga di tempat sama sesuai kekuatan dan kearifan lokal. Interpretasi dari pemahaman ini menempel pada istilah "lokal", yakni sumber daya pangan dan budaya makan di tempat. 

Maka dari itu satu tipe pangan disebutkan pangan lokal jika dibuat dengan memaksimalkan sumber daya di tempat dan dimakan secara temurun oleh warga di tempat, baik berbentuk pangan fresh atau yang sudah diproses sama sesuai budaya dan kearifan lokal, jadi makanan ciri khas wilayah di tempat.

Banyak bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan sekaligus dapat meningkatkan nilai jual dari pada dijual secara langsung tanpa dibuat sajian kuliner. Upaya ini juga untuk menaikkan nilai juga, masyarakat juga dapat naik kelas dengan upaya pengolahan makanan yang unik dan punya nilai jual tinggi.


Masih banyak varian hasil dari pangan lokal di Desa Wisata Tinalah yang dapat dibuat dari singkong. Di Dewi Tinalah terdapat olahan kuliner dari singkong berupa kletik, geblek, kripik kulit singkong (jambal), singkong goreng, singkong rebus, gethuk, dan aneka sajian dari bahan lokal singkong.

Selain itu masih banyak pangan lokal yang dapat diolah di Desa Wisata Tinalah seperti pisang, pegagan, kelapa, jehe, dan aneka pangan (holtikultura) yang dapat dikembangkan menjadi sajian kuliner di desa wisata yang unik dan bernilai jual.

Dengan Bimtek Gerakan Usaha Kreatif (GUK) Subsektor Kuliner "Kreatif Mengolah pangan Lokal" harapnnya dapat memberikan semangat bagi warga di desa wisata untuk terus kreatif mengolah potensi yang ada. Selain itu juga bagian dari pelestarian lingkungan dan konservasi untuk mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan sehingga memberikan dampak yang positif untuk lingkungan, masyarakat, dan nilai tambah ekonomi.


Dapatkan kesempatan berwisata di Desa Wisata Tinalah. Nikmati pengalaman seru dengan berbagai atraksi kegiatan tinggal di Desa Wisata. Wisatawan dapat memperoleh pengalaman membuat sajian kuliner Cassabi, kripik pegagan, wingko, kripik gedebog pisang, dan berbagai pengalaman seru membuat kerajinan dari potensi pohon kelapa (piring lidi dan berbagai anyaman seni). Hubungi kontak Dewi Tinalah untuk dapatkan info reservasi lebih lanjut. Salam dari Dewi Tinalah, Sambanggo! Monggo.

Dewi Tinalah Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2022

Halo Sahabat Desa Wisata – Tahun 2022 Dewi Tinalah mengikuti gelar ekonomi kreatif desa wisata se-Kulon Progo. Tahun ini peserta desa wisata meningkat dari tahun sebelumnya, tahun ini terdapat 20 desa wisata yang mengikuti gelar pameran ekonomi kreatif desa wisata menebar pesona.


dewi-tinalah- juara-2-ekonomi-kreatif-kulon-progo

Bertempat di Yogyakarta International Airport, Dewi Tinalah menyajikan beragam produk ekonomi kreatif. Terdapat beberapa produk dari Desa Wisata Tinalah seperti  kuliner, fashion, kriya aplikasi developer, periklanan, fotografi,, video, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, desain interior, dan desain komunikasi visual.


Baca Juga


Galuh selaku ketua Desa Wisata Tinalah menyampaikan bahwa produk ekonomi kreatif di Dewi Tinalah saat ini berusaha untuk adaptif mengikuti perkembangkan TIK dan digitalisasi. Terdapat produk ekonomi kreatif seperti pengembangan aplikasi, web, dan periklanan digital. Selain itu pemuda desa saat ini benyak memanfaatkan media digital untuk pengembangan desain komunikasi visual untuk memasarkan produk-produ desa wisata.


Desa saat ini harus mampu untuk beradaptasi dan berakselerasi dengan adanya internet. Dengan pemanfaatan internet yang tepat ini dapat menjangkau secara global, personal dan sesuai dengan preferensi seseorang sehingga produk yang dikembangkan pun akan sesuai dengan minat seseorang, bisa dicustom sehingga menambah nilai ekonominya.


Baca Juga: Pemasaran Desa Wisata Melalui WhatsApp


Sektor ekonomi kreatif ini tentu masih banyak yang dapat dikembangkan di Dewi Tinalah. Produk yang kreatif akan selalu dikembangkan oleh Desa Wisata Tinalah untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif di desa yang makin baik dan berkembang sehingga memberikan kebermanfaatan untuk pertumbuhan ekonomi di desa.


Dewi Tinalah saat ini telah membuktikan pentingnya menggarap ekonomi kreatif di sektor digital. Banyak kesempatan untuk desa wisata bisa berkembang melalui sektor digital. Selain menjual produk secara langsung di media digital, desa wisata juga dapat mengembangkan asset digital di berbagai media.


Bagi Anda yang ingin belajar pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif desa dapat berkunjung ke Desa Wisata Tinalah. Anda dapat belajar pengembangan ekonomi kreatif di desa di sektor kuloner, kriya, maupun pemanfaatan media digital. Dewi Tinalah tahun 2021 dinobatkan sebagai desa digital oleh Kemenparekraf. Semangat bergerak dari desa.

Pariwisata Minat Khusus Desa Wisata Sebagai Wisata Alternatif

Banyak pengembangan parwisata di Indonesia yang memberikan dampak kebermanfaatan. Kali ini Dewi Tinalah akan membahas mengenai pariwisata minat khusus. Apa itu pariwisata minat khusus? Lalu apa hubungannya dengan desa wisata dan apakah desa wisata termasuk dalam ketegori pariwisata minat khusus? Tentu ini membutuhkan penjelasan secara lengkap. Dalam artikel ini Dewi Tinalah akan membahas secara lengkap mengenai pariwisata minta khusus.

pariwisata-minat-khusus-desa-wisata

Pariwisata minat khusus menjadi salah satu pariwisata alternatif yang dapat dipilih oleh wisatawan. Pariwisata alternative sekarang ini jadi trend untuk beberapa pelancong. Pariwisata alternative sebagai ide wisata yang lebih berteman dengan alam dan warga lokal, yang tidak dapat diperoleh saat bertandang ke tujuan wisata biasa.

Karenanya, beberapa paket wisata yang memprioritaskan budaya, alam, dan suatu hal yang unik dari wilayah tertentu sedang benar-benar disukai. Satu diantaranya dengan berkunjung desa wisata.

Pengertian Wisata Minat Khusus

Wisata minat khusus (Special Interest Tourism) Menurut Fandeli, (2002:107) adalah wujud pekerjaan dengan turis personal, kumpulan atau kelompok kecil yang memiliki tujuan buat belajar serta mengusahakan mendapat pengalaman terkait satu perihal di wilayah yang disinggahi.

Baca juga:

menurut Ismayanti (2010:155), pariwisata minat khusus adalah pariwisata yang menjajakan pekerjaan yang tak biasa dikerjakan oleh turis pada biasanya atau wisata yang butuh keterampilan khusus atau interes khusus buat mengerjakannya, serta tiap-tiap orang miliki keterampilan semasing. Menurut Read Hall serta Weiler (1992) …is travel for people who are going somewhere because they have a particular interest that can be pursued in a particular region or at a particular destination.

Special Interest Tourism atau ke bahasa Indonesia umum diketahui dengan istilah pariwisata minat khusus adalah macam pariwisata di mana turis mengerjakan perjalanan buat belajar serta mengusahakan memperoleh pengalaman anyar terkait sebuah hal di wilayah yang disinggahi. 

Sampai juga ada yang mengucapkan kalau tipologi dari wisata macam ini tak biasa, antimainstream, atau sampai aneh. Kenapa? Sebab kebanyakan wisata minat khusus begitu terjalin dengan kegemaran satu orang, populasi, atau didasarkan rasa mau tahu yang begitu tinggi.

Pariwisata minat khusus punya relevansi dengan perjalanan. Pelancong secara fisik bisa meletihkan, dan ada bagian halangan yang penting dijalankan, lantaran wujud pariwisata ini lebih banyak ada di wilayah terisolasi, antara lain : kesibukan treking, hiking, pendakian gunung, rafting di sungai, dan yang lain (Fandeli 2000). 

Ada sekian banyak syarat-syarat menurut Fandeli dalam Sudana (2013), yang bisa digunakan jadi petunjuk dalam menentukan satu wujud wisata minat khusus ialah : 1) Learning, pariwisata yang fundamental pada bagian belajar; 2) Rewarding, pariwisata yang masukkan bagian pemberian penghargaan; 3) Enriching, pariwisata yang masukkan kesempatan berlangsungnya pengkayaan pengetahuan di antara pelancong dengan orang; 4) Adventuring, pariwisata yang didesain dan dibuntel maka dari itu terjadi wisata perjalanan.

Kegiatan wisata minat khusus mencakup kegiatan kemping (famili camp, Educamp, dls), penjelajahan (adventure), Journey, penelusuran (seperti jelajahi air terjun, tracking rimba, susur sungai, dan lainnya), ekowisata, wisata desa, dan yang lain. Wisata minat khusus dilaksanakan pada tujuan alam yang asri, di mana mayoritas objeknya ada dikawasan pegunungan, pantai, perdesaan dengan pendekatan servis yang khusus (privacy).

Kemajuan pariwisata minat khusus sesungguhnya pun searah dengan kemajuan lifestyle manusia maka tampil beberapa istilah anyar seperti culinary tourism, halal tourism, dark tourism, Tolkien tourism (mendatangi posisi film Lord of The Rings), drug tourism, getto tourism, serta masihlah banyak kembali. 

Wisata minat khusus sampai diindikasikan berlangsung pergesekan arah pariwisata di 2017, dari wisata massal tuju wisata opsi atau wisata minat khusus dengan skema wisata yang mengedepankan pada hal penghayatan serta penghargaan lebih kepada hal kelestarian alam, lingkungan, serta budaya (enviromentally and cultural sensitives).


Pada biasanya turis minat khusus punya motivasi serta keinginantahuan yang tinggi kepada sebuah hal buat didalami serta dituruti / dilalui maka mendatangkan pengalaman anyar dalam pekerjaannya berpariwisata.

Ada dua kumpulan turis dalam kegiatan wisata minat khusus, ialah kumpulan yang berkehendak sekedar coba kegiatan anyar. Di kumpulan ini, kendala keikutsertaan bakal condong pada tingkat mudah hingga di menengah. Serta yang ke-2 , yaitu kumpulan yang menyaksikan keterlibatannya dalam wisata minat khusus selaku maksud atau motivasi sangat dalam untuk pemenuhan atas kepentingan kesan seseorang turis dalam pekerjaan berpariwisata, maka keikutsertaan turis dalam kumpulan ini bakal condong lebih aktif dan menuju di tingkat kendala yang makin tinggi.

Munculnya Parwisiata Minat Khusus

Imbas dari pembangunan pariwisata massal dan kegiatannya pada sumber daya manusia bisa menyebabkan kemunduran nilai-nilai sosial budaya, nilai-nilai kepribadian, atau komersilisasi adat. Begitu juga dampaknya pada sumber daya alam, pembangunan wisata massal akan berpengaruh pada pindah peranan tempat dari bidang pertanian ke bidang pariwisata, berlangsungnya pencemaran lingkungan, dan berlangsungnya kerusakan lingkungan dan ekosistem.

Imbas negatif itu dikarenakan oleh peningkatan pariwisata massal yang hanya dilaksanakan dengan pendekatan ekonomi, dan pariwisata disiapkan sebagai instrument untuk tingkatkan penghasilan keuangan sebuah instansi semata-mata.

Berlainan dengan itu, dalam wisata minat khusus pembangunan pariwisata harus berdasar pada persyaratan kebersinambungan, bisa disokong secara ekologis dalam waktu lama, pantas secara ekonomi, dan adil secara norma dan sosial untuk warga di tempat.

Pembangunan terus-menerus dalam wisata khusus diintegrasikan dengan lingkungan alam, budaya dan manusia, dengan arah supaya bidang pariwisata sanggup memberi keberkahannya pada alam, peradaban sosial, dan aktor wisata tersebut. 

Salah satunya program wisata garapan pemerintahan yang ke arah pada peningkatan wisata minat khusus dan ramah yakni dengan ditenarkannya ide desa wisata dan wisata di pedesaan. Ide desa wisata memprioritaskan autentisitas sehari-harinya desa yang dibungkus jadi tujuan-destinasi unik dengan pemberian fokus pada penyuguhan pengalaman yang lain dengan kehidupan riil beberapa pelancong.

Mengapa Wisata Minat Khusus?

Ditandai berlangsungnya pergesekan fokus pariwisata di tahun 2017, dari wisata massal ketujuan wisata preferensi atau wisata minat khusus dengan skema wisata yang tekankan terhadap unsur penghayatan dan penghargaan lebih kepada unsur kelestarian alam, lingkungan dan budaya (enviromentally and cultural sensitives). 

Kesadaran kepada daya pikat Indonesia oleh komunitas-komunitas orang di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata (ODTW) berbentuk kemegahan lanscape alam, keanekaan seni, budaya dan rutinitas istiadat orang yang diurus secara ramah dan dipertunjukkan geliat kepariwisataannya dengan menjajakan perjalanan-perjalanan wisata minat khusus kepada pasar pariwisata sebagai satu diantaranya bagian yang mempunyai pengaruh berlangsungnya pergesekan fokus pariwisata, kecuali kejenuhan pelancong tersebut kepada wisata produksi yang bercirikan wisata massal.

Oleh beberapa grup, pariwisata massal diliat berkesempatan mengakibatkan kemerosotan juga distraksi atas lingkungan, baik lingkungan alam atau lingkungan budaya dan sosial. Tidak serupa dengan rencana wisata minat khusus yang bisa lebih banyak menitik beratkan di wisata yang ramah kepada alam, komunitas sosial dan budaya di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata, dan rata-rata "wisata massal lebih bertujuan mendapati keuntungan secara ekonomi semata-mata dengan mengutamakan metode ekonomi kapitalistik".

Wilayah wisata massal yang dibangun atau pelayannya bisa lebih banyak menyediakan selingan yang bisa menyimpan kemampuan pengunjung bisa lebih banyak tiada perhitungkan efek negatif kepada lingkungan atau sosial. Menurut Kodhyat (1997:75) dalam buku Tourism Technology and Competitive Siasates sebutkan jika "pariwisata massal jadi pariwisata kekinian atau formal, di mana type pariwisata ini punyai tanda-tanda ialah kesibukan wisata sejumlah besar (Mass Tourism), beberapa dibuntel dalam unit paket wisata, pembangunan tempat dan layanan kepariwisataan bertaraf besar dan lux membutuhkan sejumlah tempat yang dirasa penting dan membutuhkan tanah yang lumayan luas.

Oleh beberapa grup, pariwisata massal diliat berkesempatan mengakibatkan kemerosotan juga distraksi atas lingkungan, baik lingkungan alam atau lingkungan budaya dan sosial. Tidak serupa dengan rencana wisata minat khusus yang bisa lebih banyak menitik beratkan di wisata yang ramah kepada alam, komunitas sosial dan budaya di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata, dan rata-rata "wisata massal lebih bertujuan mendapati keuntungan secara ekonomi semata-mata dengan mengutamakan metode ekonomi kapitalistik".

Dalam wisata minat khusus dan atau wisata ramah, pembangunan pariwisata mesti menurut persyaratan kesinambungan, bisa ditopang secara ekologis dalam waktu lama, wajar secara ekonomi, adil secara formalitas dan sosial untuk orang di tempat. Pembangunan berkepanjangan dalam wisata khusus diintegrasikan dengan lingkungan alam, budaya dan manusia mesti bisa berikan keberkahannya kepada alam, komunitas sosial dan pelaksana wisata tersebut.

Liburan dengan jenre wisata minat khusus ialah sebuah jalan keluar buat lupakan kekhawatiran dan ketakutan dan mendatangkan rasa berbahagia dan senang. Wisata minat khusus sebagai salah satunya wisata yang bisa memberi rasa nyaman dan aman baik pada objek tujuan atau dalam kegiatan wisatanya pada periode new normal, ini karena :

Hubungan dalam wisata minat khusus memiliki sifat privacy, yakni tidak mengikutsertakan beberapa orang baik pada objek tujuan wisata atau di saat aktivitas wisata. Seumpama pada aktivitas kemping keluarga (dengan ambil contoh kasus di teritori pariwisata curug panjang), di mana tiap keluarga mempunyai zone camping tertentu yang tidak bersatu dengan keluarga yang lain, dan sepanjang camping cuman diatasi cuman oleh 2 orang untuk optimal 15 orang pada sebuah barisan keluarga, satu untuk menfasilitasi fasilitas dan satunya kembali untuk.

Mayoritas objek untuk aktivitas wisata minat khusus ada di lingkungan pegunungan dan rimba yang jarang-jarang tersentuh oleh kegiatan manusia. Dengan ambil contoh di teritori Taman Nasional Gunung Halimun dan teritori pariwisata Curug Panjang, di mana pada kegiatan jelajahi air terjun dan penilaian burung (birdwatching), air terjun dan beberapa spot burung untuk dilihat terletak ada di dalam rimba. begitu juga dengan kegiatan raffeling, tracking rimba, susur sungai, dls.

Tujuan untuk kegiatan wisata minat khusus mempunyai lingkup teritori yang luas dengan sedikit orang yang berhubungan di dalamnya.

Desa Wisata Sebagai Pariwisata Minat Khusus

Desa wisata sebagai sisi dari peningkatan pariwisata terus-menerus dan menjadi satu diantara program Pemerintahan Republik Indonesia yang diharap bisa percepat kebangunan pariwisata dan memacu kemajuan ekonomi.

Wisata minat khusus dan ramah yakni dengan di terkenalkan nya ide desa wisata dan wisata di perdesaan. Desa wisata ialah satu wujud integratif di antara pertunjukan, fasilitas dan sarana simpatisan yang dihidangkan pada suatu susunan kehidupan warga yang bersatu dengan tata langkah dan adat yang berjalan. 

Ide Desa Wisata mempunyai 2 elemen khusus yaitu elemen pertunjukan, di mana semua kehidupan sehari-harinya warga di tempat dan seting fisik lokasi desa yang berpeluang terjadi nya hubungan aktif di antara pelancong dengan warga di tempat, dan elemen ke-2  ialah fasilitas, yakni beberapa dari rumah beberapa warga di tempat dan atau unit-unit yang berkembang atas ide rumah warga bisa dipakai oleh pelancong yang lakukan berliburnya di Desa Wisata.

Tetapi tidak tiap desa bisa menjadi desa wisata, karena sedikitnya dibutuhkan 3 elemen untuk membuatnya. Elemen pertama dengan menyaksikan kekuatan wisata yang ada. Di sini piranti desa harus mempunyai pangkalan data yang terang berkenaan tempat, lokasi, wilayah dan bagaimana ekosistem yang bisa menolong peningkatan tujuan wisata nanti.

Elemen selanjutnya dengan menyaksikan minat dan persiapan warga pada peningkatan tujuan wisata di tempat. Desa wisata akan berkembang bila diatur oleh desa tersebut, keperluan akan organisasi yang khusus mengurus desa wisata diperlukan supaya terus-menerus dan mengikutsertakan faksi yang tentukan arah desa wisata.

Pada intinya, desa wisata tawarkan pengalaman mengenai bagaimana hidup di desa bersama warga di tempat, turut turut serta dalam beragam tipe kegiatan warga pedesaan, yang esensial atau teknikal pastilah berlainan dengan kehidupan sehari-hari beberapa pelancong. Turunan tehnis dari ide wisata pedesaan ialah kehadiran usaha homestay, beberapa acara pedesaan, dan kesempatan beberapa produk pedesaan untuk berkembang, seperti kerajinan desa dan kulineran desa.

Sampai di sini, dapat kita mengambil ringkasan jika wisata desa pada terutamanya, dan wisata minat khusus secara umum, dapat menjadi satu diantara ide yang hendak bawa pemerataan di bidang pariwisata di mana warga desa dan aktor UMKM desa dapat turut nikmati kue ekonomi pariwisata yang mekar seperti kita tonton ini hari. Karena itu, pemerintahan sebenarnya perlu selekasnya lakukan pengidentifikasian perubahan pariwisata minat khusus ini, lalu memetakkan keunggulan dan imbas positif peningkatan tujuan wisata khusus yang ada.

Seterusnya, pemerintahan dapat memperoleh info mendalam mengenai praktik-praktik terbaik dalam pengendalian tujuan wisata khusus untuk selanjutnya jadi guidelines dan patokan untuk calon-calon tujuan wisata khusus pada tempat lain. Dan, yang lebih bernilai, dengan hasil analisis itu pemerintahan juga dapat mengenali kesempatan-peluang interferensi peraturan untuk peningkatan selanjutnya dari wisata minat khusus secara masif (nasional).

Searah dengan Aturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015, peningkatan wisata berbasiskan perdesaan (desa wisata) dapat gerakkan rutinitas ekonomi pariwisata di perdesaan yang bisa menghalang urbanisasi orang desa ke kota.

Peningkatan wisata perdesaan dapat menggerakkan konservasi alam (rentang alam, persawahan, sungai, danau) yang pada gilirannya dapat beresiko mereduksi pemanasan global. Program desa wisata lagi tumbuh jadi pariwisata preferensi dikehendaki bisa berikan peran yang positif buat peningkatan orang.

Panduan Lengkap Desa Kreatif Kemenparekraf RI

Halo Sobat Penggerak Desa, saat ini desa punya tantangan besar untuk membangun Indonesia dengan segala potensinya, desa mempunyai potensi untuk membangun desa kreatif dengan sektor ekonomi kreatif. Lalu seperti apa panduan desa kreatif agar desa dapat mengembangkan kawasannya sebagai desa kreatif?

panduan-desa-kreatif-kemenparekraf-ri-dewi-tinalah

Setelah Kemenparekraf RI bersama beberapa kementrian lain meluncurkan panduan desa wisata, tahun 2021 mengeluarkan panduan desa kreatif dalam bentuk Keputusan Menteri, yaitu Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kepmen) Nomor KM/107/KD.03/2021 Tahun 2021 tentang Panduan Pengembangan Desa Kreatif.

Ketugasan Kementrian ini mencakup sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan panduan desa kreatif ini sebaga bentuk usaha buat meningkatkan serta mendapatkan kemampuan kreativitas penduduk desa di Tanah Air maka jadi kapabilitas dalam perbaikan ekonomi dengan terbukanya lowongan kerja.

Jumlah desa di Indonesia pada 2019 sudah capai 83.820 yang banyak didominasi desa berkembang. Kemenparekraf memiliki komitmen penuh mengolah Program Desa Kreatif lewat peningkatan produk favorit dan ekosistem ekonomi kreatif desa.

Apa itu Desa Kreatif?

Tentu banyak yang bertanya ap aitu desa kreatif? Apa definisi bakunya? Desa kreatif adalah sebuah kawasan yang terletak di wilayah administratif desa / kelurahan yang masyarakatnya telah mengembangkan produk unggulan di satu atau lebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi desa.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memetakan 17 subsektor yang termasuk dalam lingkup ekonomi kreatif yaitu; 1) Arsitektur, 2) Desain Interior, 3) Pengembang Permainan, 4) Musik, 5) Seni Rupa, 6) Desain Produk, 7) Fashion, 8) Kuliner, 9) Film, Animasi dan Video, 10) Fotografi, 11) Desain Komunikasi Visual, 12) Televisi dan Radio, 13) Kriya, 14) Periklanan, 15) Seni Pertunjukan, 16) Penerbitan, 17) Aplikasi.

Sektor ekonomi kreatif yang mengutamakan kreativitas dan orisinalitas ide dapat berkembang apabila didukung dengan ekosistem yang baik. Pada konteks ini, wilayah pedesaan memiliki sumber daya yang juga mumpuni seperti halnya di perkotaan. Pelestarian budaya, adat istiadat dan bahasa adalah aktivitas yang kerap ditemukan di pedesaan dan merupakan potensi yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan Pengembangan Desa Kreatif

Tujuan dari adanya Program Pengembangan Desa Kreatif adalah meningkatkan ragam kawasan dan klaster kreatif sesuai dengan RPJMN 2020 – 2024 yang diharapkan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini dapat tercapai apabila usaha kreatif desa mengalami pertumbuhan sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja di sektor kreatif.

Syarat Menjadi Desa Kreatif

Dalam pengetian desa kreatif tersebut, sebuah desa dapat tergolong Desa Kreatif dengan adanya komponen utama sebagai berikut:
  • 1. Produk Kreatif Unggulan berupa barang atau jasa yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi desa;
  • 2. Telah terlaksananya pengembangan produk ekonomi kreatif lokal yang termasuk dari 17 subsektor ekonomi kreatif; dan
  • 3. Adanya peran serta aktif dari masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif setempat.

Kategori Desa Kreatif

Desa Kreatif dikategorikan dalam beberapa lavel pengembangan, yaitu  inisiatif, produktif, inovatif, dan berkelanjutan yang  berdasarkan beberapa indikator yaitu produk, pemasaran, sumber daya manusia, pendampingan dan kolaborasi, kelembagaan, infrastruktur, serta teknologi digital dan finansial.

Penjelasan kriteria desa keatif secara lebih detail berdasarkan Indikator dan Tipologi Desa Kreatif Berdasarkan Level Pengembangannya sebagai berikut


Desa Kreatif Inisiatif

Sebagai kriteria desa kreatif  terdapat beberpa indikator
  • Indikator Produk Kreatif Memiliki potensi ekonomi kreatif namun belum dikembangkan; Bimbingan Teknis terkait pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
  • Indikator Pemasaran, pemasaran dengan target masyarakat lokal desa.
  • Indikator SDM, Kesadaran masyarakat akan potensi ekonomi kreatif belum tumbuh, terlaksana pelatihan pengembangan kapasitas SDM.
  • Indikator Pendampingan dan Kolaborasi, Belum ada pendampingan dan kolaborasi baik dari pemerintah maupun swasta.
  • Inikator Kelembagaan, Belum memiliki kelembagaan secara formal (masih berupa komunitas/ perorangan).
  • Indikator Infrastruktur, Belum terdapat sarana prasarana penjamin keamanan dan kenyamanan (amenitas) dan aksesibilitas (jalan), Desa belum memiliki fasilitas internet.
  • Indikator Teknologi Digital, Belum memanfaatkan Platform Digital.
  • Inikator Finasial, Memperoleh pendanaan pengembangan Desa Kreatif dari pihak ketiga, Kondisi keuangan usaha kreatif belum menghasilkan keuntungan.

Desa Kreatif Produktif

Suatu desa dikatakan sebagai Desa Keratif Produktif jika terdapat indikator berikut:
  • Indikator Produk Kreatif, Potensi telah dikembangkan menjadi produk kreatif; Adanya fasilitasi pendaftaran/ pencatatan HKI atas produk kreatif.
  • Indikator Pemasaran, Pemasaran dengan target hingga pasar regional.
  • Indikator SDM, Telah terdapat pembagian peran pemangku kepentingan dan penggerak lokal (local champion), SDM mampu menjalankan operasional usaha meski perlu pendampingan.
  • Indikator Pendampingan dan Kolaborasi, Telah terdapat pendampingan dan kolaborasi pemerintah dan atau swasta
  • Indikator Kelembagaan, Pembentukan badan usaha masih dalam proses legalisasi.
  • Indikator Infrastruktur, Sudah mulai terdapat sarana prasarana amenitas dan aksesibilitas, Telah memiliki fasilitas internet dan wifi dengan kapasitas terbatas.
  • Indikator Teknologi Digital, Desa kreatif memiliki website sebagai platform digital.
  • Indikator Finasial, Memperoleh pendanaan pengembangan Desa Kreatif dari pihak ketiga tahap lanjut, Kondisi keuangan usaha kreatif sudah menghasilkan keuntungan.

Desa Kreatif Inovatif

Untuk menjadi desa kreatif inovatif tentu perlu berjenjang, terdapat indikator desa kreatif inovatif sebagai berikut:
  • Indikator Produk Kreatif, produk kreatif telah memiliki kualitas, unggul, dan berdaya saing serta memiliki HKI atas produk kreatif yang dikembangkan.
  • Indikator Pemasaran, pemasaran dengan target hingga nasional.
  • Indikator SDM, penyerapan tenaga kerja masyarakat desa dari kegiatan ekonomi kreatif sudah masif, SDM mampu menjalankan operasional tanpa perlu pendampingan.
  • Indikator Pendampingan dan Kolaborasi, pendampingan dan kolaborasi dari pemerintah dan atau swasta sudah mulai konsisten dilakukan.
  • Indikator Kelembagaan, memiliki badan usaha setingkat desa (BUMDes/Koperasi).
  • Indikator Infrastruktur, dilakukan pengembangan sarana prasarana amenitas dan aksesibilitas dan memiliki fasilitas internet dan wifi yang memadai.
  • Indikator Teknologi Digital, mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk ekonomi kreatif desa.
  • Indikator Finansial / Keuangan, pembiayaan pengembangan Desa Kreatif secara bersama antara pihak ketiga dan internal Desa Kreatif (cost sharing) dan kondisi keuangan usaha kreatif cukup untuk membiayai operasional.

Desa Kreatif Berkelanjutan

Kriteris desa kreatif tentu sangat ditentukand dari perjalanan desa tersebut dalam pengelolaan desa kreatif. Untuk menjadi desa kreatif berkelanjutan terdapat indikator berikut:
  • Indikator Produk Kreatif, kualitas produk kreatif skala global dan ekspor dan
  • memiliki HKI atas produk kreatif yang dikembangkan.
  • Indikator Pemasaran, pemasaran dengan target hingga global (ekspor).
  • Indikator SDM, sebagian besar masyarakat memiliki kontribusi dalam pengembangan Desa Kreatif dan SDM mampu mengembangkan kapasitas kelompok secara mandiri (self-learning).
  • Indikator Pendampingan dan Kolaborasi, pelaku kreatif desa telah melakukan pendampingan/pelatihan pengembangan di desa binaan lain.
  • Indikator Kelembagaan, telah memiliki badan usaha berbentuk PT dan kelengkapannya.
  • Indikator Infrastruktur, terdapat sarana prasarana amenitas dan aksesibilitas yang memadai, dan pemanfaatan internet telah menjadi budaya Desa Kreatif.
  • Indikator Teknologi DIgital, platform Digital untuk pengelolaan ekonomi kreatif yang mandiri dan terintegrasi.
  • Indikator Finansial, pendanaan pengembangan Desa Kreatif secara mandiri tanpa harus ada bantuan dari pihak ketiga dan kondisi keuangan usaha kreatif dapat membeli aset baru.

Manfaat Pengembangan Desa Kreatif

Mengapa Kemenparekraf RI membuat panduan desa kreatif? Berikui ini beberapa manfaat pengembangan Desa Kreatif lainnya yaitu:
  • 1. melestarikan dan memajukan adat istiadat, tradisi dan budaya;
  • 2. mendorong partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa;
  • 3. meningkatkan ketahanan sosial budaya masyarakat desa guna mewujudkan masyarakat desa yang mampu memelihara kesatuan sosial sebagai bagian dari ketahanan nasional;
  • 4. memajukan perekonomian masyarakat desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan nasional;
  • 5. meningkatkan kompetensi pelaku kreatif; dan
  • 6. memberikan nilai tambah terhadap produk kreatif desa.

Pihak yang terlibat dalam Pengembangan Desa Kreatif

Konsep Pentahelix merupakan kerjasama lima unsur pemangku kepentingan yaitu; pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media dalam sebuah agenda pembangunan. Secara spesifik, Kementerian Pariwisata menggunakan konsep ini sebagai upaya untuk memastikan kualitas aktivitas, fasilitas dan seluruh pelayanan efektif mendukung pembangunan sektor pariwisata Indonesia.

Pada konteks pengembangan Desa Kreatif, pihak akademisi memiliki peran dalam memberikan konsep dan teori yang relevan dalam pengembangan Desa Kreatif berdasarkan studi yang telah dilakukan. Pelaku usaha memberikan masukan mengenai tren dan kebutuhan pasar agar produk yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah dan dibutuhkan konsumen. Masyarakat lokal atau dalam hal ini Kelompok Kreatif merupakan eksekutor dan inisiator di tingkat lokal dimana konsep Desa Kreatif diimplementasikan.

Pihak pemerintah sebagai regulator memberikan kebijakan dan peraturan yang mengakselerasi dan mendorong penciptaan Desa Kreatif di berbagai wilayah di Indonesia. Terakhir, pihak media membantu mempromosikan dan mempublikasikan kegiatan dan destinasi wisata kreatif agar menarik wisatawan untuk berkunjung.

Implementasi Desa Kreatif di Dewi Tinalah

Sebagai desa wisata, Dewi Tinalah berupaya untuk mengintegrasikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di desa Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Dewi Tinalah telah mengembangkan subsektor desa kreatif di berbagai kategori kreatif.

Subsektor Kuliner Dewi Tinalah

Di kawasan Dewi Tinalah, kuliner menjadi andalan. Kuliner di Dewi Tinalah sangat beragam, dari menu makan, hingga makanan ringan. Untuk kuliner banyak didominasi menu makanan desa seperti Nasi Tumpeng dan Ingkung, sayur gudangan, menu wiwitan. Ragam kripik seperti kripik pegagan, gedebog pisang, jambal (kulit singkong), aneka kripik singkon, cassabi, geblek kering dan basah.


Demikian pembahasan mengenai Panduan Desa Kreatif. Tentu pengembangan dan pengelolaan desa kreatif membutuhkan proses secara bertahap. Pentahelik menjadi kunci dalam pengembangan des kreatif. Selain itu desa kreatif juga dapat bersinergi dengan desa wisata yang ada di suatu desa. Semoga pembahasan desa kreatif ini bermanfaat. Salam dari Desa Wisata Tinalah.

Dewi Tinalah Masuk 50 Besar Website Wisata di Indonesia

Halo Sobat Dewi Tinalah, sahabat Desa Wisata Indonesia. Dewi Tinalah sebagai penyedia layanan informasi dan paket wisata di Indonesia dengan info desa wisata melalui web Dewi Tinalah, di awal tahun 2022 masuk dalam 50 Besar Website di Indonesia Kategori Wisata (data update 20 Januari 2022) versi  Similar Sites Search.


Dewi Tinalah Masuk 50 Besar Website Wisata di Indonesia

Pemeringkatan situs Similar Sites Search dari Similars.NET adalah platform untuk menemukan situs web yang serupa, terkait, atau alternatif. Saat ini terdaftar 10.982.089 situs web dan web Desa Wisata Tinalah masuk dalam Top 50 Website kategori wisata di Indonesia.


Baca Juga: Inovasi Desa Wisata Tinalah sebagai Desa Wisata Digital


Similar Sites Search adalah penyedia intelijen digital untuk perusahaan dan bisnis kecil hingga menengah (UKM). Platform ini menyediakan layanan analisis web dan menawarkan informasi kepada penggunanya tentang lalu lintas dan kinerja web.


Dalam laporan Similar Sites Search, dewitinalah.com adalah situs web ch. Popularitas dewitinalah.com sangat tinggi. Pengunjung Similar Sites Search membuat 44 saran URL ke situs ini.


Similar Sites Search memberi peringkat situs web dan aplikasi berdasarkan metrik lalu lintas dan keterlibatan. Peringkatnya dihitung menurut kumpulan data yang dikumpulkan dan diperbarui setiap bulan dengan data baru. Sistem peringkat mencakup 210 kategori situs web dan aplikasi di 190 negara dan dirancang untuk menjadi perkiraan popularitas & potensi pertumbuhan situs web.


Dewi Tinalah sebagai desa wisata digital di Indonesia (Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021) telah mengelola informasi secara online melalui web Dewi Tinalah sejak tahun 2013. Berbagai informasi paket desa wisata, edukasi pariwisata dan desa wisata serta informasi terkait perkembangan desa wisata menjadi fokus utama dalam penyejian informasi di web Dewi Tinalah.


Dewi Tinalah menjadi bagian penting dalam pengembangan Desa Wisata di Jogja dan pengembangan Desa Wisata Kulon Progo. Desa Wisata Tinalah melalui adopsi teknologi digital telah memanfaatkan media online untuk mempromosikan paket Desa Wisata Tinalah.


Web Dewi Tinalah bersaing dengan ribuan web penyedia info wisata di Indoneisa yang merupakan web dari perusahaan wisata, tour travel, maupun travel blogger. Berikuti ini daftar 50 besar website kategori wisata di Indonesia versi Similar Sites Search.


Daftar Top 50 Website Kategori Wisata di Indonesia versi Similar Sites Search

  1. Greatindonesia.com
  2. Ckmandiritravel.com
  3. Lombokisland.co.id
  4. Unhascores.blogspot.com
  5. Unhascores.blogspot.com.br
  6. Tourbanyuwangi.com
  7. Lintangwisata.com
  8. Topwisata.info
  9. Objektempatwisata.blogspot.com
  10. Scrapbookcorazonyo.blogspot.com
  11. Newsweekturkiye.com
  12. Kelloggsnyc.com
  13. Tourwisatabromo.com
  14. Wisatasumbawa.co.id
  15. Tourbandung.com
  16. Wisatasumba.id
  17. Qinanatour.com
  18. Zulfikaralex.com
  19. Alamwisata.com
  20. Travpackerindonesia.com
  21. Indoribu.com
  22. Bandungyuk.com
  23. Dewitinalah.com
  24. Thekarimunjawa.com
  25. Wisataindonesia77.blogspot.com
  26. Wisatapangandaran.co.id
  27. Narayatrip.com
  28. Jejakwisata.com
  29. Pulaupadar.co.id
  30. Eloratour.blogspot.com
  31. Wisatadiengtour.net
  32. Lovelyflores.com
  33. Cakrawalatour.com
  34. Travelbromomalang.com
  35. Indokuliners.com
  36. Koswisata.blogspot.com
  37. Wiratransports.com
  38. Wisatamurahmeriah.com
  39. Erawisata.com
  40. Maritimtravel.com
  41. Terraxatitlan.com
  42. Lomboksociety.web.id
  43. Galeriwisata.com
  44. Idtempatwisata.com
  45. Ejawantahtour.blogspot.com
  46. Asliindonesia.net
  47. Lovelyjakarta.com
  48. Medanwisata.com
  49. Mediawisata.id
  50. Bromotravelmurah.com

Capaian ini tentu menjadi kebanggan bagi pengelola Desa Wisata Tinalah. Website Dewi Tinalah menjadi bagian penting dalam penyajian informasi wisata di Indonesia. Tentu capaian ini akan selalu ditingkatkan untuk menyejikan informasi wisata berkualitas, khusunya tentang desa wisata di Indonesia.

Prioritas Pemanfaatan Dana Desa Untuk Desa Wisata, Pengelola dan Pemdes Wajib Tau

Apakah dana desa dapat digunakan untuk pengembangan desa wisata? Hal ini yang perlu diketahui oleh pengelola desa dan perangkat desa terkait penggunaan dana desa untuk desa wisata. Dengan mengetahui alokasi dana desa untuk apa saja ini diharapkan pembangunan desa lebih optimal.


Prioritas Pemanfaatan Dana Desa untuk Desa Wisata - Dewi Tinalah

Bagi masyarakat di desa yang terlibat di pemberdayaan masyarakat desa wajib mengetahui pengelolaan dana desa dengan melakukan cek dana desa.  Banyak Lembaga di desa yang dapat mengakses anggaran dana desa sehingga alokasi dana desa untuk apa saja salah satunya dapat untuk pemanfaatan dana desa untuk desa wisata.


Tentu sebelum menggunakan dana desa untuk desa wisata, pemerintah desa maupun pengelola dan masyarakat perlu mengetahui konsep dan pengertian desa wisata. Hal ini menjadi acuan untuk pemerintah desa dan pengelola desa wisata dalam merencanakan pemanfaatan dana desa secara tepat guna.


Dana Desa

Pemakaian Dana Desa diutamakan untuk mengongkosi pembangunan dan pendayagunaan warga yang diperuntukkan untuk tingkatkan kesejahteraan warga desa, kenaikan kualitas hidup manusia dan pengendalian kemiskinan dan dituangkan dalam Gagasan Kerja Pemerintah Desa.


Penerapan aktivitas yang diongkosi dari Dana Desa berdasar pada dasar tehnis yang diputuskan oleh bupati/walikota berkenaan aktivitas yang diongkosi dari Dana Desa.


Baca Juga: Desa Wisata Tinalah Top 50 Website Wisata Indonesia


Penerapan aktivitas yang diongkosi dari Dana Desa diprioritaskan dilaksanakan secara swakelola dengan memakai sumber daya/bahan baku lokal, dan diusahakan dengan semakin banyak mempernyerap tenaga kerja dari warga Desa di tempat.


Dana Desa bisa dipakai untuk mengongkosi aktivitas yang tidak terhitung dalam fokus pemakaian Dana Desa sesudah mendapatkan kesepakatan bupati/walikota dengan pastikan pendistribusian Dana Desa untuk aktivitas yang jadi fokus utama sudah tercukupi dan/atau aktivitas pembangunan dan pendayagunaan warga sudah tercukupi.


Prioritas dan Tujuan Dana Desa

Dana Desa diutamakan untuk pendanaan penerapan program dan aktivitas bertaraf lokal desa dengan arah untuk tingkatkan kesejahteraan warga desa dan kualitas hidup warga dan pengendalian kemiskinan. Fokus Dana Desa didistribusikan untuk mengongkosi sektor pendayagunaan warga didasari atas keadaan dan kekuatan desa, searah dengan perolehan sasaran RPJMDes dan RKPDes tiap tahunnya.


Dana Desa diutamakan untuk peningkatan kekuatan ekonomi lokal buat tingkatkan kemampuan warga desa dalam peningkatan wiraswasta, kenaikan penghasilan, dan peluasan rasio ekonomi warga desa.


Berdasar konsep pengendalian Dana Desa sisi yang tidak dipisahkan dari pengendalian keuangan Desa dalam APBD, semua aktivitas yang diongkosi Dana Desa diperkirakan, dikerjakan dan dipelajari secara terbuka dengan mengikutsertakan semua kalangan masyarakat desa, semua aktivitas harus dipertanggung jawabkan secara admistratif, secara, tehnis, dan secara hukum. Dana Desa dipakai secara terukur, ekonomis, efesien, efisien, berkeadilan, dan teratasi.


Dana Desa Untuk Desa Wisata

Desa Wisata merupakan salah satu ruang peningkatan kekuatan ekonomi lokal buat tingkatkan kemampuan warga desa dalam peningkatan wiraswasta, kenaikan penghasilan, dan peluasan rasio ekonomi warga desa. Desa wisata merupakan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan pariwisata di desa berbasis masyarakat dengan segala potensinya (alam, budaya, buatan) dan pengembangan ekonomi kreatif.


Desa di Indonesia memiliki potensi alamiah, potensi budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat, yakni kehidupan sosial budaya, kesenian, adat istiadat, mata pencaharian dan lainnya yang bisa dikembangkan untuk menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara datang dan berlibur ke Desa.


Pemerintah harus menolong tingkatkan kemampuan dan kualitas SDM pengurusnya. Menteri Desa, Pembangunan Wilayah Ketinggalan dan Transmigrasi Republik Indonesia sudah keluarkan Permendes Nomor 14 Tahun 2020 mengenai Dana Desa. Dalam Permendes tercantum dana desa bisa dipakai untuk aktivitas peningkatan desa wisata.


Tindak lanjuti Permendes Nomor 14 Tahun 2020, desa bisa meningkatkan kekuatan wisata memakai dana desa. Desa dapat membudgetkan.membujetkan aktivitas peningkatan desa wisata itu dalam APBDes.


Iklim pariwisata yang kondusif dapat tercipta dengan membangun dan menyediakan kebutuhan sarana prasarana Desa sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan potensi Desa, sekaligus sebagai aset Desa dalam rangka mempercepat pengembangan destinasi wisata di Desa. 


Konsep dasar homestay adalah Atraksi Wisata (mengangkat Arsitektur Tradisional Nusantara dan interaksi dengan masyarakat lokal) dan Amenitas (tempat tinggal aman, nyaman dan berstandar internasional).


Penggunaan Dana Desa untuk program prioritas nasional sesuai kewenangan Desadiprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa dengan pengembangan Desa wisata untuk pertumbuhan ekonomi Desa merata.


Alokasi Dana Desa untuk Desa Wisata Tahun 2022

PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 2021 TENTANG PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2022

Dana desa untuk pengembangan Desa wisata
a. pengadaan, pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana Desa wisata;
b. promosi Desa wisata diutamakan melalui gelar budaya dan berbasis digital;
c. pelatihan pengelolaan Desa wisata;
d. pengelolaan Desa wisata;
e. kerjasama dengan pihak ketiga untuk investasi Desa wisata; dan
f. pengembangan Desa wisata lainnya yang sesuai dengan kewenangan Desa yang diputuskan dalam Musyawarah Desa.


Tujuan Dana Desa dan Bantuan Dana Desa untuk Desa Wisata Tahun 2020

PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2020 TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN MENTERI DESA, PEMBANGUNAN DAERAH TERTINGGAL, DAN TRANSMIGRASI NOMOR 11 TAHUN 2019 TENTANG PRIORITAS PENGGUNAAN DANA DESA TAHUN 2020


Tujuan penggunaan Dana Desa untuk membiayai pembangunan Desa Wisata adalah:
1. meningkatkan perekonomian Desa;
2. menciptakan lapangan pekerjaan di Desa;
3. mengangkat budaya, keunikan, keaslian dan sifat khas Desa setempat;
4. mendorong perkembangan kewirausahaan lokal; dan
5. mendorong peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD) melalui BUMDES.


dapat dikelola oleh BUMDesa antara lain:
1. pondok wisata (homestay) yang berstandar nasional/internasional;
2. toilet/MCK yang berstandar nasional/internasional;
3. kios cenderamata;
4. Ruang ganti dan/atau toilet;
5. Pergola;
6. Gazebo;
7. Lampu Taman;
8. Pagar Pembatas;
9. panggung kesenian/pertunjukan;
10. Pusat jajanan kuliner;
11. Tempat Ibadah;
12. Menara Pandang (viewing deck);
13. Gapura identitas;
14. wahana permainan anak;
15. wahana permainan outbound;
16. taman rekreasi;
17. tempat penjualan tiket;
18. angkutan wisata;
19. tracking wisata mangrove;
20. peralatan wisata snorkeling dan diving;
21. papan interpretasi;
22. sarana dan prasarana kebersihan;
23. pembuatan media promosi (brosur, leaflet, audio visual);
24. internet corner;
25. pelatihan pemandu Wisata;
26. interpretasi wisata;
27. pelatihan pengelolaan Desa Wisata;
28. pelatihan sadar wisata dan pembentukan kelompok sadar wisata/Pokdarwis; dan
29. pengembangan skema konversi dan renovasi rumah-tumah adat, dll.


Pengadaan, pembangunan, pemanfaatan dan pemeliharaan sarana dan prasarana Desa Wisata, antara lain:
1) ruang ganti dan/atau toilet;
2) pergola;
3) gazebo;
4) lampu taman;
5) pagar pembatas;
6) pondok wisata (homestay);
7) panggung kesenian/pertunjukan;
8) kios cenderamata;
9) pusat jajanan kuliner;
10) tempat ibadah;
11) menara pandang (viewing deck);
12) gapura identitas;
13) wahana permainan anak;
14) wahana permainan outbound;
15) taman rekreasi;
16) tempat penjualan tiket;
17) angkutan wisata;
18) tracking wisata mangrove;
19) peralatan wisata snorkeling dan diving;
20) papan interpretasi;
21) sarana dan prasarana kebersihan;
22) pembuatan media promosi (brosur, leaflet, audio visual);
23) internet corner; dan
24) sarana dan prasarana Desa Wisata lainnya yang sesuai dengan kewenangan Desa dan diputuskan dalam musyawarah Desa.


Itu tadi alokasi dana desa untuk desa wisata. Semoga anggaran desa dapat terserap dengan baik, salah satunya untuk pengembangan dan pengelolaan desa wisata. Selalu cek peraturan dana desa terbaru untuk mendapatkan info prioritas penggunaan dana desa disetiap tahunnya.

Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah Lokasi Pilihan Artis, Keluarga dan Komunitas

Hay Camping Vibes, kali ini Dewi Tinalah sebagai tempat camping yang berada di kawasan wisata Jogja dan Kulon Progo mempunyai paket Glamour Camping Jogja. Lokasi ini masih sama dengan camping ground di kawasan Desa Wisata Tinalah.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-0


Lalu seperti apa kegiatan Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah? Tentu Camping Vibes penasaran dengan kegiatan camping ini. Camping adalah kegiatan yang sangat menarik dan penuh keseruan, apa lagi jika dirangkai dengan kegiatan camping glamour, atau sering juga disebut dengan glam camping atau glamorous camping.


Glamping sudah menjadi satu diantara wujud fasilitas yang makin terkenal sepanjang tahun-tahun ini. Ini ditunjukkan dari jumlahnya pemondokan yang tawarkan bermalam ala-ala glamping yang beridiri tiap tahunnya di penjuru dunia.


Tetapi apakah itu glamping? Dan kenapa glamping jadi benar-benar terkenal saat ini? Agar tidak kebingungan dan menjawab rasa ingin tahu, berikut beberapa bukti berkenaan glamping yang kemungkinan membuat Camping Vibes ingin cepat-cepat berlibur dan coba fasilitas yang ini.


Pengertian Glamour Camping

Glamour Camping atau glam camping adalah gabungan dari "glamor" dan "camping atau berkemah", dan menggambarkan gaya berkemah dengan fasilitas lengkap dan tidak dikaitkan dengan berkemah "tradisional". Perihal ini bermakna glamping menunjuk dalam satu wujud perkemahan kekinian dengan memadukan dasar alam serta adanya layanan yang layak. Glamping telah menjadi sangat populer dengan turis abad ke-21 mencari kemewahan akomodasi hotel bersama "yang pelarian dan petualangan rekreasi berkemah.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-7

Beberapa sarana yang umumnya telah ada di glamping ialah tempat tidur, listrik, air, bak air panas dan teras individu, tetapi service ini mungkin berlainan pada setiap situs glamping . Maka, camping vibes tidak perlu membangun tenda, cari sumber air, cari sumber makanan atau yang lain saat karena umumnya keperluan pokok telah ada saat glamping. Mantap ya!


Jika Camping Vibes membicarakan tentang glamping dan aktivitas outdoor di Desa Wisata Tinalah, mulai dari udara alam yang segar, hutan hijau, puncak gunung, sungai yang gemercik, hingga alam yang menenangkan, Dewi Tinalah memiliki semuanya. Panorama alamnya yang indah bisa memberikan pengalaman paling mewah yang bisa dirasakan oleh seorang glamper di tempat Glamour Camping Jogja Dewi Tinalah.


Lokasi Glamour Camping Jogja Dewi Tinalah

Camping Vibes tentu bertanya-tanya dimana lokasi ini? Tempat Camping ini berada di kawasan Pegunungan Menoreh Samigaluh, Kulon Progo berada di kawasan wisata Jogja. Alamat camping glamour Dewi Tinalah berada di Jl. Persandian Km 5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Jarak lokasi glamorous camping ini sekitar satu jam dari Kota Jogja dan Yogyakarta International Airport (YIA). Jarak dari Wisata Borobudur sekitar empat puluh menit. Sangat mudah dijangkau tempat camping glamour di Desa Wisata Tinalah. Cek Map Dewi Tinalah untuk melihat jarak lokasi secara realtime.


Harga Paket Glam Camping Dewi Tinalah

Untuk paket Glam Camping sangat terjangkau untuk setiap kalangan, karena kegiatan ini memberikan pengalaman berharga untuk setiap individu. Info harga terbaru paket Glamour Camping Jogja Dewi Tinalah dapat dicek di Harga Terbaru Glamorous Camping.


Persiapan Kegiatan Glamour Camping di Desa Wisata Tinalah

Seperti sudah dijelaskan di atas, dengan kegiatan ini Camping Vibes tidak perlu repot membawa perlengkapan camping sedirian karena semua fasilitas sudah disiapkan oleh Dewi Tinalah. Tenda glamour camping sudah disiapkan dan tinggal ditempati dengan tenda camping mewah lengkap dengan selimut camping. Di paket ini juga sudah dilengkap dengan karpet camping yang ada di dalam tenda maupun di luar tenda. Ini juga dilengkapi dengan tikar camping untuk duduk bersantai di dekat persawahan.


Perlengkapan camping di Dewi Tinalah dengan paket glam camping sudah disiapkan dalam paket ini, seperti matras camping untuk tidur, kompor camping untuk kegiatan cooking, kursi camping untuk bersantai di kawasan camping sites Desa Wista Tinalah, nesting camping pun juga sudah disiapkan secara langkap. Untuk penerangan juga terdapat lampu camping yang ada di dalam tenda. Camping vibes tidak perlu repot sewa alat camping terdekat di Dewi Tinalah. Untuk sepatu camping tentunya Camping vibes harus membawa sendiri ya :D


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-1

Camping Vibes tinggal membawa peralatan kebutuhan diri yang mudah dibawa dengan tas camping tentunya. Perjalanan ke Dewi Tinalah nantinya akan menggunakan mobil camping yang telah disiapkan oleh tim Dewi Tinalah


Cocok untuk OOTD Camping

Lokasi di Dewi Tinalah sangat cocok untuk OOTD Camping Hijab, bagi Camping Vibes yang suka berfoto atau sebagai selebgram dapat mengabadikan berbagai momen kegiatan camping ini. OOTD camping di Desa Wisata Tinalah sudah menjadi pilihan banyak artis Indonesia saat ini. Yang paling sering memanfaatkan adalah ootd camping wanita untuk berbagai keperluan konten saat ini.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-4

Bagi kaum wanita, lokasi ini sangat cocok untuk style camping wanita, banyak gaya yang nanti bisa diabadikan di aktivitas camping ini. Tentu perlu diperhatikan outfit camping wanita yang cocok dengan tema outdoor.


Style Camping Wanita Hijab

Bagi pecinta wisata halal (halal tourism) khususnya bagi wanita, lokasi camping Dewi Tinalah juga cocok untuk Style Camping Wanita Hijab. Pastikan pakaian yang digunakan cocok untuk tempat kegiatan camping ya, pilih pakaian yang nyaman dan mudah untuk pergerakan.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-5

Background camping di Dewi Tinalah semuanya adalah alam, jadi sangat perlu teknik foto agar nantinya mendapatkan hasil dokumentasi yang bagus. Gambar camping yang dihasilkan tentu juga dipengaruhi oleh outfit camping yang digunakan, pastikan membawa outfit yang sesuai ya :D.


Aktivitas Seru Membuat Topi Camping

Paket kegiatan Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah juga terdapat berbagai atraksi kegiatan berbasis masyarakat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di kawasan Desa Wisata Tinalah seperti membuat topi camping keren dari bahan daun kelapa.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-3

Nantinya Camping Vibes akan dipandu oleh pemandu lokal Dewi Tinalah dengan penuh keramahan dan keceriaan. Topi camping yang sudah jadi nantinya dapat digunakan untuk ootd camping atau style camping. Tentunya topi camping ini bisa dibawa pulang lho, sebagai kenang-kenangan kegiatan glam camping di Dewi Tinalah.


Penuh Keseruan dengan Kegiatan Camping Keluarga

Tempat Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah juga menawarkan kegiatan untuk camping keluarga. Berbagai game camping nantinya akan dinikmati oleh setiap keluarga yang memesan paket glam camping di Dewi Tinalah.


Nantinya Camping Vibes akan disediakan tempat camping keluarga dengan konsep glamorous camping tanpa perlu menyiapkan perlengkapan camping keluarga sendiri, karena semua telah disiapkan oleh tim dari Dewi Tinalah.


Untuk menginap dengan paket ini, nantinya sudah disiapkan tenda camping keluarga dengan konsep tenda glamour camping sesuai dengan jumlah anggota keluarga. Perlengkapan tidur sudah disesuaikan dengan jumlah nantinya.


Itu tadi info lengkap tentang Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah, kegiatan ini mengandung arti camping yang sangat glamour berbasis alam dan aktivitas masyarakat. Dapatkan kesempatan seru kegiatan glam camping di Dewi Tinalah yang Camping Vibes.


Kelas Digital Marketing >