Desa Wisata Tinalah -->

Pemuda Desa Wisata Tinalah Kembangkan Aplikasi Reservasi Desa Wisata

 Perkembangan TIK saat ini memberikan dampak yang luar biasa diberbagai sektor. Dunia saat ini masuk dalam era digital dan internet, dimana setiap kegiatan mayoritas dilakukan dengan online dan berbagai distribusi pesan dilakukan dengan bentuk digital. Tidak terkecuali, program digitalisasi dan layanan internet juga masuk di dalam program pengembangan desa wisata.

 


 Download Aplikasi Dewi Tinalah

 

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) dari 2013 sampai saat ini telah konsisten memanfaatkan TIK sebagai salah satu bentuk pengelolaan promosi atraksi paket wisata desa wisata, diantaranya menggunakan media sosial (facebook, instagram, twitter, pinterest, dan linkedin), dan memanfaatkan web blog untuk penyampaian informasi Dewi Tinalah.

Selain itu, berdasarkan data penggunaan internet, akses internet dan informasi saat ini juga banyak menggunakan Mobile Phone dengan dikeluarkannya berbagai bentuk aplikasi baik di Android maupun di IOS. Berbagai instansi, lembaga, ataupun perusahaan membuat akses layanan menggunakan Aplikasi yang memudahkan para penggunanya untuk melakukan berbagai akses informasi.

Kondisi ini menjadi latar belakang Dewi Tinalah untuk mengembangkan Aplikasi Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) yang memberikan kemudahan para wisatawan untuk mengakses informasi lengkap Dewi Tinalah dan memudahkan wisatawan untuk melakukan reservasi kegiatan di desa wisata.

Di Bulan Oktober 2020, Dewi Tinalah telah berhasil membuat dan merelease Aplikasi Layanan Desa Wisata Tinalah di Google Play Store (Google Play) khusus untuk pengguna Android. Wisatawan yang mempunyai Smartphone dengan sistem operasi Android dapat mengakses aplikasi tersebut di Google Play dengan menuliskan kata kunci Desa Wisata Tinalah.

Layanan yang ada di Aplikasi Desa Wisata Tinalah meliputi informasi Dewi Tinalah dari profil desa wisata, paket atraksi desa wisata, lokasi map desa wisata, informasi web Dewi Tinalah, reservasi paket atraksi desa wisata secara online. Layanan di aplikasi Desa Wisata Tinalah ini akan terus dikembangkan dan diperbaharui secara bertahap untuk melengkapi berbagai informasi dan layanan di aplikasi tersebut.

Keberhasilan Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) dalam pengelolaan pemasaran secara online dan pengembangan aplikasi desa wisata tidak terlepas dari peran pemuda desa. Salah satu majunya desa wisata adalah peran dan keterlibatan pemuda desa dalam mengelola desa wisata dengan berbagai energi serta daya ide kreatif yang selalu berkembang.

Harapannya, apa yang telah dilakukan oleh Dewi Tinalah ini dapat menjadi inspirasi desa wisata di Kulon Progo, desa wisata di Yogyakarta, dan seluruh desa wisata di Indonesia untuk dapat memanfaatkan TIK sebagai salah satu alat untuk mengelola desa wisata sehingga nantinya dapat memudahkan untuk mengelola data, dan menyampaikan informasi desa wisata dengan cepat, massif, dan tertarget sesuai dengan rencana pengembangan desa wisata.

Bagi Anda yang berperan sebagai pengelola desa wisata juga dapat belajar langsung dari apa yang telah dilakukan oleh desa wisata dalam mengelola desa wisata menggunakan TIK dari pengelolaan keuangan, pengelolaan pemasaran menggunakan media sosial, nomor 1 di halaman Google, optimasi Youtube untuk pemasaran desa wisata, dan pengembangan aplikasi desa wisata (narahubung Galuh 085729546678).

Dengan ini, nantinya setiap desa wisata di seluruh Indoesia dapat lebih mandiri dan cepat dalam menyampaikan berbagai informasi pemasaran untuk para wisatawan sehingga mempunyai kesempatkan untuk memajukan desa wisata yang dikembangkan.



Pemuda Desa Wajib Kuasai TIK untuk Mengembangkan Desa

Dewi Tinalah – Desa saat ini merupakan tonggak untuk Indonesia bisa berkembang. Dengan berbagai potensi yang ada di desa dapat dikembangkan untuk berbagai hal dan menambah nilai perekonomian desa, sehingga akan mengurangi masyarakat desa untuk keluar dari desanya. Hal ini tentu menjadi tantangan dan tanggung jawab semua komponen masyarakat desa untuk memikirkan masa depan desa.

 

pemuda-desa-kuasai-tik
Pemuda desa berperan aktif mengembangkan desa dengan memanfaatkan TIK

Banyak potensi yang dapat dikembangkan di desa, dari potensi wisata dan produk UMKM. Potensi ini akan semakin cepat berkembang jika pemuda yang ada di desa turut aktif terlibat dalam pengembangan desa. Kekuatan pemuda desa nantinya sangat memberikan peran untuk pengembangan desa yang semakin optimal. Kekuatan ini diantaranya adalah kemampuan daya kreasi, inovasi, dan melek TIK.

 

Penguasaan TIK Dasar

Saat ini sebagai pemuda desa wajib menguasai TIK, yaitu pamah tentang perkembangan dan pemanfaatan TIK untuk pengembangan desa. Jika pemuda desa telah mampu menguasai TIK dapat mengembangkan potensi desa lebih optimal.

Pemuda desa yang mampu menguasai TIK akan mempu melihat perkembangan yang ada di sekitar, apa yang menjadi trend dan kebutuhan saat ini. Dengan mempu memanfaatkan data, pemuda desa dapat berinovsi dan menyediakan kebutuhan yang sedang menjadi trend atau memberikan kebutuhan yang banyak dicari.

Dengan kemampuan analisa data TIK, pemuda desa nantinya bisa memetakkan kebutuhan apa saja yang harus disiapkan dan didistribusikan. Kemampuan dasar TIK ini harus selalu dipelajari dan diterapkan untuk pengembangan desa secara bertahap.

Buku Panduan Kegiatan Wisata Era Normal Baru di Wisata Jogja

Buku Panduan Kegiatan Wisata Era Normal Baru di Wisata Jogja - Pedoman ini merupakan salah satu bentuk respon cepat Dinas Pariwisata DIY mengupayakan agar roda perekonomian di DIY tetap berjalan dengan menerapkan protokol CHS di masa New Normal yang selaras dengan Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.

Panduan Baru Wisata Jogja Desa Wisata Tinalah

Buku pedoman ini juga merupakan tindak lanjut Pergub Nomor 48 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Panduan Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Publik dan Perekonomian Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.


Adapun buku pedoman ini disusun berdasarkan dari hasil indentifikasi, simulasi di beberapa titik destinasi wisata yang ada di DIY yang kemudian didiskusikan oleh Tim Gugus Covid-19 DIY bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY dan juga Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY yang mendukung terbitnya buku pedoman ini dan juga kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi atas buku ini. Semoga pedoman ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta menjadi acuan dalam semua di masa New Normal.


Dapatken Ebook Panduan Desa Wisata lainnya di koleksi Ebook berikut yang telah disediakan oleh Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Cek Ebook Panduan lainnya.

Strategi Pemasaran Efektif untuk Desa Wisata

Strategi Pemasaran Efektif untuk Desa Wisata - Metode Whatsapp Marketing

Setiap usaha tentu perlu strategi pemasaran yang efektif, begitu juga dengan desa wisata, pengelola desa wisata perlu memahami pentingnya strategi pemasaran untuk menarik wisatawan berkunjung di desa wisata. Dengan ini desa wisata mempunyai harapan untuk  tumbuh dan berkembang dalam menjalankan bisnis di sektor pariwisata. Untuk bisa mendatangkan wisatawan ke desa wisata perlu strategi pemasaran yang tepat.

strategi-pemasaran-desa-wisata-whatsapp=marketing
Menjangkau Wisatawan dengan Whastapp Marketing


Pada artikel ini  Dewi Tinalah akan membahas apa itu strategi pemasaran desa wisata, mengapa desa wisata membutuhkannya, dan tentu saja strategi-strategi apa saja yang harus diterapkan di desa wisata.

Apa Itu Strategi Pemasaran Desa Wisata?

Strategi pemasaran desa wisata merupakan perencanaan untuk menjangkau target pasar pariwisata dan mengubah orang-orang menjadi wisatawan yang menikmati paket atraksi yang dihasilkan oleh desa wisata.

Baca Juga: 3 Hal Penting Pengembangan Desa Wisata

Jadi pengelola desa wisata tidak bisa serta merta memasarkan jasa atau produk desa wisata kepada semua orang. Pengelola desa wisata memerlukan strategi pemasaran yang tepat untuk bisa mengubah target pasar wisata menjadi wisatawan yang berkunjung di desa wisata.

Selain berfungi untuk mengantarkan desa wisata kepada calon wisatawan yang tepat, strategi pemasaran juga bermanfaat untuk membangun jaringan komunikasi dan branding desa wisata.

Banyak yang strategi pemasaran yang dapat diterpakan oleh desa wisata, salah satunya dengan pemasaran online. Pada artikel ini Dewi Tinalah akan membahas tentang strategi pemasaran online desa wisata.

Mengapa Desa Wisata Memerlukan Strategi Pemasaran Online

Perkembangan internet dan digital mau tidak mau harus diikuti oleh setiap pelaku usaha tidak terkecuali oleh desa wisata yang bergerak di sektor industri pariwisata berbasis komunitas. Desa wisata saat ini harus melek teknologi untuk bisa memanfaatkan perkembangan TIK melalui pemasaran online menggunakan internet.

Hal yang paling mudah diterapkan oleh desa wisata yaitu menggunakan media online promosi gratis, murah, dan mudah digunakan. Banyak media online yang dapat digunakan semisal facebook, instagram, blog, dan media chat whatsapp.

Dari beberapa media yang mudah digunakan oleh pengelola desa wisata yaitu media online chat whatsapp. Selain digunakan untuk sehari-hari, whatsapp bisa digunakan untuk media promosi menggunakan fitur story, pesan grub, maupun pesan siaran (Broadcast).

Whasapp Media Promosi Yang Efektif

Penggunaan Whatsapp saat ini telah masiv digunakan, bahkan satu orang bisa menggunakan dua atau tiga nomor whatsapp yang berbeda. Hal ini menjadi salah satu kesempatan untuk memasarkan produk desa wisata.

Hal yang paling mendasar untuk mempromosikan produk desa wisata dengan memposting konten promosi ke fitur story atau chat dengan pengguna whatsapp lainnya. Selain itu bisa menerapkan promosi di grup yang diikuti. Atau jika ingin lebih personal bisa menggunakan fitur pesan siaran (Broadcast).

Menjangkau Ribuan Calon Wisatawan dengan Fitur Broadcast

Adanya fitur pesan siaran (broadcast), pengelola dapat membuat grup siaran dengan jumlah 256 peserta siaran. Artinya jika pengelola desa wisata mempunyai 1000 pelanggan atau lebih dapat menggunakan empat grup siaran ini untuk menyampaikan informasi atau promosi tentang desa wisata.

Jika pesan yang disampaikan ke 1000 orang pelangan dengan suka rela dishare ke grup masing masing peserta siaran artinya pesan yang dibuat oleh pengelala desa wisata dapat menjangkau 1000 peserta x 256 peserta grup, yaitu 256.000 orang yang dijangkau dengan sekali melakukan pesan siaran.

Belum lagi jika penerima pesan dari grup tersebut juga suka rela melakukan share konten ke setiap grubnya, berarti pesan tersebut akan didistribusikan sebanyak 256.000 x 256, yaitu 65.536.000 pesan tersampaikan. Apalagi jika mempunyai kontak database pelanggan lebih dari seribu, misal 5000 atau 10.000 kontak.

Desa Wisata Wajib Memanfaatkan Fitur Whatsapp Bisnis

Aplikasi Whatsapp terdapat tiga jenis, yaitu whatsapp personal, bisnis, dan perusahaan. Whatsapp bisnis merupakan kebanyak whatsapp yang digunakan oleh orang banyak.

Whatsapp bisnis digunakan untuk mengakomodasi penggunanya yang mempunyai usaha, dan whatsapp perusahaan untuk sektor perusahaan besar dengan tanda verifikasi hijau.

Whatsapp bisnis (WAB) merupakan aplikasi ideal saat ini yang dapat digunakan oleh desa wisata dalam membangun profil usahanya.  Di WAB terdapat profil usaha dari jenis usaha, nama usaha, alamat usaha, map usaha, waktu buka, link (email, mediasosial, web), dan katalog produk.

Selain itu terdapat fitur balas cepat untuk chat yang baru pertama kali masuk, balas chat diluar jam kerja, balas cepat menggunak kode template, dan fitur labeling untuk membuat kategorisasi kontak.

Kategorisasi ini dapat untuk memberikan label bagi chat yang telah masuk, bisa label tahap tanya-tanya, memilih paket, tahap uang muka, pelunasan, telah melakukan kegiatan, pelanggan loyal, dan berbagai  label lain.

Dengan label tersebut pengelola desa wisata dapat memberikan pesan berbeda sesuai dengan kategori masing-masing. Pesan untuk semua pelanggan dan label pembayaran bisa dibedakan, sehingga mudah untuk mengelola konten informasi yang akan disampaikan.

https://dewitinalah.wbspro.me/
Dapatkan diskon menggunakan kupon DEWITINALAH


Inilah pentingnya pengelola memahami pentingnya strategi pemasaran khususnya pemasaran online yang saat ini mudah digunakan dan diterapkan. Tanpa biaya iklan, pengelola dapat memanfaatkan fitur Whatsapp secara powerfull dengan membuat profil usaha desa wisata dan dapat menjangkau ribuan calon wisatawan yang akan datang ke desa wisata.

Kesiapan Wisata Kulon Progo di Era New Normal dengan Uji Coba Operasional Terbatas

Memasuki awal era new normal tempat wisata baik desa wisata maupun destinasi wisata di Kulon Progo yang akan melakukan operasional wajib melakukan simulasi terlebih dahulu melalui koordinasi dengan dinas pariwisata, dinas kesehatan, dan tim satgas pencegahan dan pengendalian Covid-19.


Masa era new normal bulan Juli 2020 ini tidak merupakan bentuk buka tempat wisata di Kulon Progo tetapi merupakan masa uji coba operasional secara terbatas. Hal ini yang perlu dimengerti oleh masyarakat terkait kondisi new normal di sektor wisata di Kulon Progo. Terkait perpanjangan status tanggap darurat sampai dengan 31 Juli 2020, yang mengamanatkan diberlakukannya uji coba operasionalisasi secara terbatas sektor pariwisata.

Tempat wisata di Kulon Progo yang akan melakukan masa uji coba operasional terbatas ini harus melakukan simulasi terlebih dahulu terkait kesiapan protokol covid-19. Komponen simulasi ini diantaranya adalah sarana prasarana yang harus disiapkan di tempat wisata, seperti tempat cuci tangan, pengaturan jumlah wisatawan dan kesiapan SDM tempat wisata.

Penerapan SOP New Normal dalam masa uji coba terbatas meliputi sarana prasarana, sumber daya manusia, prosedur operasional (tahap persiapan, selama operasional, dan setelah operasional), petugas pendataan yang berlaku di tempat wisata secara umum baik di zona parkir wisata, tempat masuk, tempat tiket retribusi, zona kuliner, tempat ibadah, toilet, spot / wahana wisata, tempat belanja / souvenir, panggung / atraksi, dan jeep wisata.

Dalam masa uji coba operasional terbatas di tempat wisata dalam era normal baru bukan berarti bebas begitu saja. Semua lapisan komponen masyarakat harus selalu mematuhi protokol pencegahan dan pengendalian covid19. Artinya semua harus disiplin dan sadar akan kondisi era normal baru ini.

Kelengkapan tentang protokol covid19 yang harus diterapkan di tempat wisata dapat unduh di SOP berikut ini. Mari kita dukung kondusifitas di Daerah Istimewa Yogyakarta meski saat ini pemda DIY belum mencabut tanggap darurat dan masih berlaku sampai 31 Juli 2020. Mari kita bersama-sama memutus mata rantai covid19 demi kebaikan bersama.

Destinasi Wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah - Paket Wisata Jogja di Desa Wisata

Destinasi Wisata Jogja di Desa Wisata Kulon Progo - Desa Wisata Tinalah

Destinasi wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah. Paket Wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah beragam, paket wisata yang ada yaitu Paket Outbound Jogja, Camping Jogja, Makrab Jogja.

paket-wisata-jogja-di-desa-wisata-tinalah-tempat-wisata-kulon-progo
Destinasi Tempat Wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah - Tempat Wisata Kulon Progo

Banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik berwisata di kawasan Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Banyak hal yang bisa dinikmati oleh para wisatawan ketika berkunjung di Dewi Tinalah.

Wisatawan bisa menikmati berbagai atraksi wisata di Dewi Tinalah. Terdapat paket atraksi jelajah alam, workshop kegiatan desa, live in dengan cara mengikuti berbagai kegiatan warga, bisa berupa mencari rumput, memberi makan ternak, mencari kayu bakar, membuat berbagai olahan kuliner desa wisata.

Paket wisata Jogja di Dewi Tinalah merupakan paket wisata khusus untuk destinasi desa. Wisatawan bisa mendapatkan pengalaman berbeda ketika berwisata di desa wisata. Paket wisata di desa wisata berbeda dengan paket wisata city tour Jogja yang berkonsep pada paket perjalanan wisata di Kota Jogja.

Paket Wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah

Terdapat berbagai pilihan paket wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah. Paket ini mungkin sama dan berbeda di tempat wisata Jogja lainnya. Hal yang menjadi pembeda dari paket wisata Jogja di desa wisata adalah lokasi dan kearifan lokal suatu desa wisata.

Baca Juga: Atraksi Wisata dengan Kegiatan Camping

Wisatawan bisa menikmati paket atraksi wisata bercocok tanam, jelajah alam, berkunjung ke Rumah Sandi Negara, kegiatan camping dan outbound, river tubing, workshop membuat kuliner desa.

Atraksi Wisata Bercocok Tanam

Wisatawan bisa menikmati paket wisata Jogja di Dewi Tinalah dengan kegiatan bercocok tanam di sawah. Paket ini bersifat tentatif yang terikat waktu saat musim tanam di desa.

paket-wisata-jogja-di-desa-wisata-tinalah-tempat-wisata-kulon-progo-paket-wisatawan-mancanegara
Atraksi Desa Wisata - Paket Wisaja Jogja Desa Wisata Tinalah

Kegiatan yang dilakukan oleh wisatawan di atraksi bercocok tanam, wisatawan akan memperoleh informasi tentang konsep bertanam di desa, waktu bertanam, jenis-jenis tanaman yang akan ditanam, informasi masa tanam dan masa panen tanaman.

Jelajah Alam Desa Wisata Tinalah

Wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik bisa memilih Paket Wisata Jogja dengan kegiatan jelajah alam di Dewi Tinalah. Wisatawan akan dipandu berkeliling di kawasan desa wisata dengan panorama alam yang indah, terdapat pegunungan, sungai, area persawahan, kebun, wisata alam di Goa Sriti maupun di Puncak Kleco

paket-wisata-jogja-desa-wisata-tinalah-jelajah-alam
Jelajah Alam Desa Wisata Tinalah - Paket Wisata Jogja

Kegiatan ini berdurasi satu hari dengan rute perjalanan jelajah alam melalui Rumah Sandi Negara, wisata alam Goa Sriti, kawasan bumi perkemahan Dewi Tinalah, area persawahan, kawasan sungai Tinalah, dan berakhir di wisata alam Puncak Kleco

Di kegiatan jelajah alam, wisatawan juga akan menikmati sajian kuliner di Dewi Tinalah. Sajian kuliner Jogja ala desa wisata ini berbeda dengan sajian kuliner di desa wisata lainnya. Wisatawan akan menikmati kuliner desa di wisata alam Puncak Kleco. Sambil menikmati hidangan kuliner bisa, wisatawan akan disuguhkan panorama alam Pegunungan Menoreh, Gunung Merbabu, Gunung Merapi, dan landscape wilayah Yogyakarta.

Seru bukan? Kegiatan paket wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah. Tentu kesempatan berwisata di Dewi Tinalah ini bisa didapatkan oleh siapa saja baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

Sekarang Anda sudah memperoleh gambaran tentang Paket Wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah. Anda bisa memilih paket wisata ini untuk kegiatan wisata Jogja dengan berbagai pengalaman di Dewi Tinalah.

Ucapan Ramadhan Desa Wisata Tinalah

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) mengucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan 1441 H. Semoga Ibadah Puasa ini dapat lancar dan penuh keberkahan.

Puasa adalah ibadah yang tidak biasa, berbeda dengan ibadah-ibadah lannya. Ini karena puasa hanya ada dalam satu tahun sekali, tepatnya di bulan ramadhan tahun Hijriyah yang dilakukan selama satu bulan.

Banyak pahala yang akan didapatkan bagi umat yang melaksanakan kesempurnaan ibadah bulan ramadhan, dari puasa itu sendiri, ibadah sunah lain, berinfak shodaqoh dan kewajiban berzakat.

Semoga ibadah puasa tahun 2020 M atau 1441 H ini bisa kita laksanakan dengan optimal. Dapat merenungi segala hal tentang kehidupan ini di bulan ramadhan ini.



EBOOK - PANDUAN DESA WISATA 2020

Buku Panduan Desa Wisata 2020 ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing pihak terkait secara sinergis. Panduan ini semoga dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan pengembangan desa wisata. Buku ini merupakan buku yang disusun oleh empat kementrian RI (Kementrian Pariwisata, Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementrian Dalam Negeri).

Buku-Pedoman-Desa-Wisata-2020


Isi buku meliputi latar belakang desa wisata, pengembangan desa wisata (atraksi, aksesbilitas, amenitas, SDM, Masyarakat, Industri, Branding, Advertising, Selling), implementasi program, penyelenggara desa wisata, monitoring dan evaluasi.

Download Ebook Panduan Desa Wisata 2020
bit.ly/ebook_panduan_desawisata 

Dapatken Ebook Panduan Desa Wisata lainnya di koleksi Ebook berikuti yang telah disediakan oleh Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Cek Ebook Panduan lainnya.

Wisatawan Mancanegara Minati Jelajah Alam di Desa Wisata Tinalah

Wisatawan Mancanegara Minati Jelajah Alam di Desa Wisata Tinalah - Jelajah alam Jogja di Desa Wisata Tinalah. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan paket wisata Jogja Adventure yang banyak diminati oleh wisatawan mancanegara ketika berwisata di Jogja.

Wisatawan Mancanegara Minati Jelajah Alam di Desa Wisata Tinalah
Kegiatan Jelajah Alam Wisatawan Mancanegara di Dewi Tinalah bersama Via-Via

Wisatawan mancanegara yang berwisata di Indonesia sekarang tidak hanya sekedar melirik Bali dan Borobudur, tetapi kini para wisatawan mancanegara melirik kegiatan wisata di Desa Wisata Jogja (Dewi Tinalah).

Mengapa hal ini terjadi? Wisatawan mancanegara ingin merasakan sesuatu hal yang berbeda. Mereka ingin merasakan tinggal di desa, menikmati suasana desa, berinteraksi dengan masyarakat di desa. Hal inilah yang menjadi alasan wisatawan mancanegara berwisata ke desa wisata di Yogyakarta (Dewi Tinalah).


Baca Juga: Kunjungan Dewi Tinalah Tahun 2019 Meningkat 19.3%

Ketika tinggal di desa wisata (Dewi Tinalah), wisatawan mancanegara menginap di rumah penduduk setempat (homestay). Mereka berinteraksi dengan pemilik rumah, merasakan apa yang dilakukan sehari-hari oleh masyarakat di desa.

Kegiatan ini seperti membersihkan halaman rumah, mencari pakan ternak, memberikan makan ternak, menyiram tanaman di sawah. Jika pas musim tanam atau panen padi, wisatawan juga bisa ikut dalam kesempatan ini, mendapatkan pengalaman menanam atau memanen padi.


Kegiatan jelajah alam di Desa Wisata Tinalah mengitari kawasan Pegunungan Menoreh. Wisatawan bisa melihat sunset maupun sunrise di Wisata Alam Puncak Kleco. Kemudian jelajah alam melewati persawahan dan Sungai Tinalah. Wisatawan mancanegara bisa berkunjung ke situs Rumah Sandi tempat bersejarah perjuangan rakya Indonesia di kawasan Desa Wisata Tinalah.

Wisatawan mancanegara yang kegiatan di Dewi Tinalah juga akan dipandu menuju kawasan Goa Sriti untuk melihat keindahan goa tersebut, terdapat stalagmit dan stalagtit yang indah. Di Goa Sriti ini juga merupakan jejak perjuangan Pangeran Diponegoro dalam melakukan pergerakan perlawanan kepada Belanda kala itu.

Baca Juga: Desa Wisata untuk Camping di Jogja

Tidak hanya itu, wisatawan mancanegara juga bisa belajar gamelan di Desa Wisata Tinalah. Mersakan menjadi wiyaga (pemain gamelan). Dengan pengalaman ini, wisatawan mancanegara merasakan betapa kayanya ragam budaya di Indonesia, khususnya di tempat wisata Yogyakarta dengan desa wisata Tinalah. 



https://api.whatsapp.com/send?phone=6285200552054&text=Hallo,%20Mas%20Bams,%20Saya%20mau%20tanya%20paket%20dan%20fasilitas%20di%20Dewi%20Tinalah.....



Tahun 2019 Dewi Tinalah Capai 14,9 Ribu Kunjungan Meningkat 19.3%

Tahun 2019 Dewi Tinalah Capai 14,9 Ribu Kunjungan Meningkat 19.3%  - Peningkatan jumlah kunjungan  merupakan salah satu indikator berkembangnya suatu desa wisata. Tahun 2019, jumlah kunjungan Desa Wisata Tinalah mencapai 14,904 kunjungan. Capaian ini meningkat 19,3% dari tahun 2018, yaitu  12,025 kunjungan. Dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan ini juga berkorelasi dengan bertambahnya kegiatan di desa wisata Tinalah (Dewi Tinalah).

Desa Wisata Tinalah - Dewi Tinalah - wisata jogja

Capaian ini merupakan jumlah kunjungan berdasarkan kunjungan web Dewi Tinalah melalui data rekam Statcounter.  Tool rekam data kunjungan web ini merupakan layanan pelacak aktivitas pengunjung situs, terdapat laporan statistik dan analisanya, juga dapat melihatnya secara realtime.

Baca Juga: Paket Outbound Jogja di Desa Wisata

Berdasakan data kunjungan tersebut, Dewi Tinalah dapat melihat aktivitas apa saja yang terjadi di web Dewi Tinalah. Artikel apa saja yang menjadi pilihan atau penelusuran yang sering ditemukan oleh pengunjung. Tingkat kunjungan ini dapat dijadikan dasar pengembangan layanan di Dewi Tinalah. Tingkat kunjungan tertinggi berdasarkan urutan yaitu paket camping jogja, paket makrab jogja, dan outbound jogja.

Dewi Tinalah di Tahun 2019 telah dijadikan sebagai tempat pilihan wisatawan jogja, wisatawan magelang, mahasiswa jogja untuk berbagai kegiatan. Kegiatan camping dan makrab menjadi pilihan paket yang sering dipilih oleh wisatawan. Tidak hanya dengan kegiatan camping dan makrab, wisatawan jogja juga memilih paket outbound jogja untuk berbagai kegiatan seperti gathering dan pengingkatan kapasitas organisasi.

desa wisata jogja - paket wisata jogja

Berbagai kegiatan di Dewi Tinalah ini tidak lepas dengan adanya promosi dan informasi yang disajikan di web Dewi Tinalah. Dengan informasi tersebut, wisatawan dapat memperoleh informasi seputar wisata Jogja, desa wisata Jogja,  dan info wisata Kulon Progo. Tidak hanya sekedar menyajikan informasi, tetapi apa yang disajikan oleh Dewi Tinalah adalah layanan paket wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan. Dengan informasi paket wisata Jogja yang menarik, wisatawan dapat memilih paket wisata di Dewi Tinalah.

Baca Juga: Desa Wisata Jogja Permudah Layanan Akses Informasi

Kegiatan wisata yang dapat dilakukan oleh wisatawan banyak pilihannya. Beberapa paket di Dewi Tinalah diminati oleh wisatawan mancanegara. Kegiatan yang dilakukan berupa live in, yaitu tinggal di kawasan desa wisata Tinalah, tinggal di rumah penduduk setempat, ikut merasakan kehidupan yang ada di masyarakat setempet. Wisatawan mancanegara bisa ikut kegiatan yang dilakukan oleh penduduk di Dewi Tinalah, seperti mencari rumput untuk pakan ternak, mencarai kayu bakar, ikut kegiatan di sawah untuk menyemai tanaman, merawat dan menyiraminya. Kegiatan tersebut sangat menarik bagi wisatwawan mancanegara. Telah banyak wisatawan yang berkunjung ke Dewi Tinalah.

Jika Anda ingin melaksanakan kegiatan di Desa Wisata Tinalah dapat menghubungi narahubung Dewi Tinalah. Anda bisa memilih layanan paket camping Jogja, Outbound Jogja, Makrab Jogja, Penginapan Jogja, Live in Jogja, Kuliner Jogja dan berbagai kegiatan lainnya.



 


Desa Wisata Kulon Progo Permudah Wisatawan Akses Informasi Digital

Desa Wisata Kulon Progo Permudah Wisatawan Akses Informasi Digital. Perkembangaan Teknologi Informasi digital saat ini dimanfaatkan oleh desa wisata di Kulon Progo untuk mempermudah wisatawan memperoleh informasi tentang desa wisata di Kulon Progo. Dengan informasi yang membahas tentang desa wisata di Kulon Progo, Wisatawan dapat memperoleh informasi lengkap tentang profil desa wisata, kontak pengelola desa wisata, alamat dan map yang mempermudah menuju lokasi desa wisata, dan berbagai paket kegiatan di desa wisata, baik atraksi, maupun kulinernya.

Desa Wisata Kulon Progo Permudah Wisatawan Akses Informasi Digital

Salah satu desa wisata Kulon Progo yang mengembangkan konten digital secara lengkap yaitu Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Beralamat di Jl. Persandian Km 5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Konten digital yang dikembangkan memanfaatkan semua portal yang dapat diakses menggunakan internet, yaitu Google, Gmail, Youtube, Tacebook, Instagram, Twitter, Tumblr, Pinrest, Blog, Web, Google Bisnisku, Google Map, portal Scribd, dan portal Academia.

Bagaimana cara menemukan informasi Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah)

Wisatawan bisa memperoleh informasi lengkap tentang Dewi Tinalah dengan cara menuliskan kata kunci Desa Wisata Tinalah atau Dewi Tinalah di halaman penelusuran, bisa menggunakan Goolge, Mozzila, Opera dan mesin pencari lainnya. Dengan menuliskan kata kunci tersebut, wisatawan akan mendapatkan informasi dari portal resmi web Desa Wisata Tinalah, portal Google Bisnisku, Google Map, ulasan berbagai portal berita, informasi dari TripAdvisor, maupun berbagai portal blogger yang membahas tentang Desa Wisata Tinalah.

Informasi yang disajikan di web resmi Desa Wisata Tinalah sangat lengkap. Dengan mengakses web resmi Dewi Tinalah di alamat www.dewitinalah.com, wisatawan akan memperoleh informasi profil Desa Wisata Tinalah, kegiatan terbaru Dewi Tinalah, kontak dan map, informasi paket beserta harganya, maupun informasi terkait dengan desa wisata. Selain itu, wisatawan dipermudah untuk menghubungi admin / cs Dewi Tinalah tanpa menuliskan nomor kontak, wisatawan tinggal klik tombol Whatsapp yang ada di portal web Dewi Tinalah.

Informasi Poin Penilaian Desa Wisata di Google sangat Penting

Selain informasi dari web resmi Dewi Tinalah, wisatawan juga akan memperoleh informasi dari portal Google Bisnisku. Di portal ini berisi tentang link tautan menuju portal Dewi Tinalah, petunjuk menuju Desa Wisata Tinalah, dan tombol telpon. Di portal ini juga terdapat ulasan yang menjadi bahan pertimbangan wisatawan berdasarkan ulasan tersebut. Wisatawan bisa memperoleh informasi paket kegiatan desa wisata Tinalah dengan mengakses menu produk Dewi Tinalah. Di menu ini akan tersaji nama paket, deskripsi, dan harga, sehingga wisatawan mudah menentukan paket yang akan dipilih. Wisatawan dipermudah untuk reservasi dengan tobol reservasi atau beli online.

Hal penting yang perlu diketahui oleh wisatawan tentang desa wisata adalah penilaian atau rating yang telah diberikan oleh orang-orang dalam mengulas desa wisata. Semakin tinggi rating menunjukkan kualitas pelayanan yang semakin baik juga dari desa wisata tersebut. Dalam hal ini, Desa Wisata Tinalah telah memperoleh rating poin di atas 4 (empat) dengan rentang poin yang diterapkan adalah 1 (satu) sampai dengan 5 (lima).

Desa Wisata Kulon Progo Permudah Wisatawan Akses Informasi Digital Wisata Jogja

Selain dari portal resmi Desa Wisata Tinalah, wisatawan bisa memperoleh informasi lain di portal berita maupun blog yang ditemukan di halaman pencarian ketika menuliskan kata kunci Desa Wisata Tinalah, Dewi Tinalah, maupun Tinalah. Dengan adanya informasi dari portal berita terkemuka, menunjukkan bahwa desa wisata Tinalah telah memperoleh tempat di hati masyarakat. Ulasan-ulasan dari blogger juga menunjukkan bahwa telah banyak orang atau wisatawan yang telah berkunjung ke Dewi Tinalah, dan memang pantas tempat wisata Jogja ini diulas atau diberitakan.


Semoga semakin banyak desa wisata di Yogyakarta dan Kulon Progo yang menerapkan optimasi digital untuk memberikan kemudahan wisatawan mengakses informasi desa wisata, melakukan pemesanan / reservasi dan pembayaran secara digital.
 


Gerakan Tree Planting Pendidikan Biologi FKIP UAD di Desa Wisata Tinalah

Gerakan Tree Planting Pendidikan Biologi FKIP UAD di Desa Wisata Tinalah - Pendidikan Biologi Fakultas Keguruan dan Pendidikan Biologi (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan lakukan gerakan tree planting (tanam pohon) di kawasan Desa Wisata Tinalah, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DIY yang dilaksanakan hari Minggu (15 Desember 2019). Kegiatan ini merupakan bentuk program sosial dan pengabdian Program studi - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Biologi.

tanam pohon pendidikan biologi uad di desa wisata tinalah kulon progo

Kegiatan ini bertujuan untuk penghijauan kawasan Desa Wisata Tinalah di setiap dusun. Di desa wisata Tinalah (Dewi Tinalah) terdapat 14 dusun. Panitia membagikan 345 bibit pohon untuk 14 dusun dan kawasan pengembangan Dewi Tinalah.

Kepala desa Purwoharjo, Ari Wibowo, A.Md., program ini sangat bagus dan sangat membantu program penghijauan di kawasan Dewi Tinalah, diharapkan nantinya bibit yang sudah tumbuh besar dapat menjadi penjaga erosi, bibit buah yang ditanam di kawasan Dewi Tinalah dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung. Kegiatan ini juga menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kulon Progo.


Bibit tanaman yang ditanam di kawasan Dewi Tinalah meliputi bibit kayu putih (Melaleuca leucadendra syn. M. leucadendron), jati, sengon, mahoni, munggur, ketapang, jambon, pule, gmelina, nangka, sirsak, jeruk, dan kalpataru.


tanam pohon pendidikan biologi uad di desa wisata tinalah kulon progo

Dengan terlaksananya kegiatan ini, harapannya bukan hanya menjadi program sesaat, tetapi masyarakat yang telah menerima bibit tersebut dapat merawat bibit dengan baik, memberi pupuk dan menyiran bibit sehingga tumbuh dengan optimal.
 


3 Hal Penting dalam Pengembangan Desa Wisata

Desa wisata saat ini banyak dikembangkan hampir disetiap desa. Pengembangan desa wisata sangat bermanfaat untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa. Tentu hal ini membutuhkan banyak pengetahuan dan pemahaman awal tentang desa wisata. Jangan sampai pengembangan desa wisata menjadi salah kaprah.


Pengertian desa wisata yaitu suatu daerah tujuan wisata atau disebut pula destinasi pariwisata, yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku (UU. No. 10 Th. 2009; Nuryanti, 1993). 

Berikut Video penjelasan tentang pengambangan desa wisata.

Baca Juga: Pengembangan Camping Ground di Desa Wisata




Jejak Perjuangan Pangeran Diponegoro di kawasan Desa Wisata Tinalah

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) merupakan kawasan pegunungan Menoreh di Kecamatan Samigaluh Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Kawasan Dewi Tinalah ini mempunyai nilai historis perjuangan Pangeran Diponegoro di seputaran Menoreh. 

napak tilas sejarah perjuangan pangerah diponegoro di kulon progo - desa wisata tinalah
Kegiatan Wisata Jogja - Napak Tilas Perjuangan Pangeran Diponegoro di Dewi Tinalah

Beberapa kegiatan napak tilas sejarah perjuangan Pangeran Diponegoro telah dilaksanakan oleh berbagai komunitas. Diantaranya Ki Roni Sodewo, Ahmad Athoillah dan  Komunitas Penggiat Sejarah Kulon Progo (KPSKP). Berikut rekam jejak napak tilas sejarah Pangeran Diponegoro di kawasan Desa Wisata Tinalah.

#1 Jejak Sejarah Pangeran Diponegoro di Talun Miri, Kedung Jaran dan Sendang Selilin




#2 Jejak Sejarah Pangeran Diponegoro di Goa Pertapaan Prajurit Puncak Kleco


 
#3 Jejak Sejarah Pangeran Diponegoro di Puncak Gunung So Perbukitan Menoreh


 
#4 Jejak Sejarah Pangeran Diponegoro di Puncak Kleco dan Kedung Rong


 
Berbagai napak tilas jajak perjuangan Pangeran Diponegoro di kawasan Dewi Tinalah semoga memberikan manfaat bagi lliterasi sejarah di Indonesia. Harapannya akan semakin banyak insan yang suka akan sejarah. Penting bagi kita untuk mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan.

FREE EBOOK - PANDUAN PENGEMBANGAN DESA WISATA

Buku Panduan Pengembangan Desa Wisata ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing pihak terkait secara sinergis. Panduan ini semoga dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan pengembangan desa wisata.


PANDUAN PENGEMBANGAN DESA WISATA


Isi buku ini meliputi pengantar tentang desa wisata, konsep desa wisata yang berkelanjutan, kebijakan dan dukungan pengembangan desa wisata, tahap pengembangan desa wisata, dan pemantauan dan evaluasi desa wisata. 

Dapatkan Ebook Panduan Pengembangan Desa Wisata
bit.ly/buku_panduan_desawisata

Dapatkan Ebook panduan desa wisata lainnya di Koleksi Ebook Desa Wisata. Mari berkembang bersama memajukan potensi desa untuk Indonesia.

8 Kebijakan Pengembangan Kawasan Pariwisata Kulon Progo



Kabupaten Kulon Progo saat ini mendapatkan tantangan dengan adanya pembangunan bandara baru di Yogyakarta. Berbagai sektor yang ada di kabupaten harus bisa beradaptasi dan memanfaatkan kesempatan ini untuk mengembangkan perekonomian daerah.

8 Kebijakan Pengembangan Kawasan Pariwisata Kulon Progo
 
Dampak yang nantinya banyak dirasakan dari pembangunan bandara adalah sektor pariwisata, mulai dari tempat wisata, penginapan, kuliner, aneka oleh-oleh, pertunjukan budaya dan kesenian. Sektor pariwisata harus mempunyai strategi matang agar siap dengan segala efek pembangunan bandara.

Baca Juga: Tempat Camping dan Outbound Kulon Progo

Dengan ini, Pemda Kabupaten Kulon Progo mengeluarkan kebijakan untuk mewujudkan kawasan pariwisata yang maju. Kebijakan ini dituangkan dalam RTRW Kabupaten Kulon Progo tahun 2012 – 2032 (Pasal 66 Ayat &).

Kebijakan pengembangan kawasan pariwisata Kulon Progo sebagai berikut:

  1. Mengembangkan jaringan promosi pariwisata dengan daerah lain.
  2. Menetapkan kawasan unggulan, andalan dan potensial pengembangan pariwisata.
  3. Mengembangkan brand daerah.
  4. Meningkatkan akses menuju objek wisata.
  5. Meningkatkan fasilitas pendukung objek wisata.
  6. Diverivikasi produk pendukung pariwisata.
  7. Melindungi situs budaya masa lampau.
  8. Meningkatkan peran serta masyarakat pelaku pariwisata.
Dengan kebijakan tersebut merupakan langkah tepat bagi Kabupaten Kulon Progo siap menghadapi gelobang besar setelah selesainya pembangunan bandara baru. Peluang pariwisata harus ditangkap dari sekarang agar kita bisa menjadi pemain langsung sebagai penggerak perekonomian Kulon Progo.

Info Grafik 8 Kebijakan Pengembangan Kawasan Pariwisata Kulon Progo

8 Kebijakan Pengembangan Kawasan Pariwisata Kulon Progo
 
 


Desa Wisata Tinalah Mengikuti Workshop Pariwisata Tingkat ASEAN Plus Three




Desa Wisata Tinalah mengikuti kegiatan workshop pengembangan desa wisata di tingkat negara ASEAN Plus Three yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dengan tema ASEAN Plus Three Workshop on Tourism Village Community Service and Product Enhancement to Attract Youth Travellers. Kegiatan dilaksanakan pada 10 s.d. 12 September di Daerah Istimewa Yogyakarta. 

workshop-pariwisata-asean-three-plus-v1
Pengelola Desa Wisata Tinalah Mengikuti Worksop Pariwisata Tingkat ASEAN

ASEAN Three Plus merupakan hubungan kerja sama ASEAN Plus Three (APT) yang terbentuk sejak tahun 1997 yang melibatkan tiga negara Asia Timur yakni Cina, Jepang, dan Korea. Kerja sama APT berdasar Joint Statement on East Asia Cooperation (1997) mencakup perdagangan, investasi, keuangan dan perbankan, transfer teknologi, teknologi telematika, e-commerce, industri, pertanian, usaha kecil dan menengah, pariwisata, pengembangan wilayah pertumbuhan, jejaring dunia usaha, dan iptek. 

ASEAN Three Plus yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia  merupakan forum diskusi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan desa wisata di negara Asia Tenggara, Korea, Jepang dan Tiongkok agar dapat menarik bagi para wisatawan muda (youth travellers).

Baca Juga: Kegiatan Atraksi Wisata di Dewi Tinalah

Dalam diskusi ini membahas tiga hal pokok, pertama mengenai Developing The Product Of Tourism Village Based On Community Based Tourism yang membahas tentang Community empowerment to create creative product and develop tourism package in tourism village dengan narasumber Mr. Benito C. Bengzon (Jr, Undersecretary for Tourism Development and Head of NTO, the Phillipines), Destha Titi Raharjana (Dosen Universitas Gadjah Mada), Ir. Doto Yogantoro (Praktisi Desa Wisata).

Kedua, RURAL TOURISM DESIGN FOR MILLENIAL TOURISM EXPERIENCE membahas tentang Strategy and policy to implement rural tourism as a new alternative to attract youth travellers in millennial era dengan narasumber Madam Khaing Mee Mee Htun (Head of Culture and Tourism Unit, ASEAN Korea Centre), Dr. Vitria Ariani (Chair of the Acceleration of Rural and Urban Tourism Team, Ministry of Tourism of the Republic of Indonesia), Mujimin (Head of Tebing Breksi Tourism Awareness Group).

Ketiga, SHARING EXPERIENCE BY COUNTRY membahas tentang Sustainable Rural Tourism Bussiness and Best Practices dengan narasumber Ms. Praphatsorn Vardhanabhuti (Head of Creative Tourism Division, Designated Areas for Sustainable Tourism Administration, the Kingdom of Thailand), Mangku Kandia (Executive Director Awitour and Travel), dan Sugeng Handoko (Sekretaris Desa Wisata Ngglanggeran).


workshop-pariwisata-asean-three-plus
Peserta Worksop Mengikuti Atraksi Wisata Gamelan di Desa Wisata Pentingsari

Kegiatan ASEAN Plus Three  dibuka di Desa Wisata Pentingsari, Sleman, Yogyakarta. Di Desa Wisata Pentingsari, peserta workshop menginap di homestay dan mengikuti paket wisata kegiatan seperti membatik, membuat wayang, dan gamelan. Peserta merasakan kehidupan tinggal di desa yang lestari dengan kelestarian budaya dan kearifan lokalnya.

Kegiatan dilanjutkan di Tebing Breksi dan Candi Ijo, yang merupakant empat wisata hits dan instagramable untuk kaum milenials. Peserta menikmati tour dengan jeep melintasi kawasan Tebing breksi dan melihat sunset di Candi Ijo.

Baca Juga: Kegiatan Wisatawan Mancanegara di Dewi Tinalah

Penutupan workshop dilaksanakan di Hotel Phoenik (berdiri tahun 1918), merupakan bangunan yang sudah dimasukkan dalam Daftar Entitas Kebudayaan sebagai cagar budaya berdasarkan Data Referensi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pada saat bernama Hotel Merdeka pada 1951, Presiden pertama RI, Soekarno bahkan sempat berkantor sementara di hotel ini ketika ibu kota Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta.

Tantangan pariwisata berkelanjutan di era milenial perlunya kemampuan kewirausahaan, digital marketing, distribusi pendapatan yang berkeadilan, dan harus mampu think out of the box. Konsep pariwisata di era milenial adalah pemasaran, kearifan lokal, dan story telling. Forum diskusi dan berbagi pengalaman dalam pengembangan desa wisata di negara Asia Tenggara, Korea, Jepang dan Tiongkok diharapkan dapat  menarik wisatawan muda (youth travellers) untuk berkunjung ke destinasi wisata ASEAN Plus Three. 





Desa Wisata berbasis Ekowisata - Dewi Tinalah



Ekosistem sungai merupakan sumber daya alam potensial yang dapat dikembangkan sebagai objek dan daya tarik ekowisata untuk menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar dan mendorong program konservasi sungai. Kawasan sungai Tinalah dikembangkan lebih lanjut dengan prinsip-prinsip pemanfaatan sumber daya alam berkelanjutan. 


ekowisata-desa-wisata-yogyakarta
Kawasan Ekowisata Desa Wisata Tinalah - Wisata Kulon Progo

Pengembangan pariwisata berkelanjutan yaitu pariwisata yang aktivitasnya tetap memperhatikan keseimbangan alam, lingkungan, budaya dan ekonomi agar pariwisata tersebut terus berlanjut. Dengan kata lain, pengelolaannya haruslah dapat memberikan keuntungan secara ekonomi bagi seluruh pihak terkait baik itu pemerintah, sektor swasta, serta masyarakat setempat. 

Baca Juga: Camping di Desa Wisata Tinalah

Pengembangan kawasan sungai sebagai ekowisata terdapat beberapa prinsip yang harus dimengerti, yaitu pelestarian, pendidikan, pariwisata, perekonomian, dan partisipsi masyarakat setempat. Dengan mengedepankan pariwisata yang bertanggung jawab, serta memberi kontribusi terhadap kelestarian alam, InsyaAllah akan ada peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat setempat.




Desa Wisata Sebagai Pusat Sumber Belajar (Bagian 2) - Dewi Tinalah

Artikel Sebelumnya: Desa Wisata Sebagai Pusat Sumber Belajar (Bagian 1) - Dewi Tinalah

Alam di Dewi Tinalah sangat mendukung dijadikan sebagai pengembangan pusat sumber belajar. Disini terdapat potensi sumber belajar berupa alam yang terdiri dari sungai, persawahan, embung, goa, pegunungan, kebun, dan sumber belajar buatan berupa museum. 

pusat-sumber-belajar-desa-wisata-tinalah


Potensi sumber belajar tersebut merupakan kategori sumber belajar yang by utilization dan dapat dikembangkan sebagai by design. Semua orang dapat memperoleh berbagai informasi berdasarkan sumber belajar by utlitization, tetapi ketika akan disampaikan secara khusus untuk keperluan belajar dan membelajarkan di dalam dan di luar lembaga pendidikan perlu didesain secara khusus pada suatu pokok bahasan yang berdasarkan landasan teoritis pada masing-masing sumber belajar tersebut. 

Dari berbagai sumber belajar di Dewi Tinalah, baik yang tinggal digunakan atau didesain terlebih dahulu berdasarkan sumber yang ada dapat mengakomodasi belajar seseorang sesuai dengan kecakapan belajarnya masing-masing, baik secara visual, auditori, kinestetik maupun dari kombinasi dari kecakapan belajar tersebut.

Baca juga: Belajar di Desa Wisata dengan Kegiatan Outbound

Sumber belajar berupa alam yang ada di Dewi Tinalah adalah sungai, persawahan, dan goa yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar sains baik biologi, fisika maupun kimia. Hal ini dapat dikembangkan untuk jenjang sekolah dasar, menengah, atas bahkan perguruan tinggi. Sungai di Dewi Tinalah dapat dijadikan sebagai sumber belajar biologi, fisika, dan kimia. 

Sebagai contoh, sungai dapat dijadikan sumber belajar dalam bidang biologi untuk materi pelajaran ekosistem sungai, indikator biologi, dan keanekaragaman biota sungai. Bidang fisika diantaranya untuk materi pelajaran mengenai gerak dengan melakukan praktikum di arus sungai. Materi pelajaran kimia diantaranya untuk mengetahui asam basa air, BO dan DO. Potensi alam tersebut dapat dikembangkan secara lebih luas dengan berbagai identifikasi dan pengembangan sesuai kebutuhan dan perkembangan keilmuan.

Alam di Dewi Tinalah dapat juga digunakan untuk sumber belajar tematik. Semisal di sungai, dapat digunakan untuk pelajaran matematika, agama, sejarah,  bahasa Indonesia, kesenian, geografi, sains, serta teknologi dan informasi. Semua tentang sungai dapat dijadikan materi secara tematik yang mengintegrasikan berbagai materi pelajaran dalam suatu kegiatan. 

Sumber Balajar ini menarik bagi seseorang sehingga termotivasi untuk belajar karena beragam informasi yang didapatkan dari satu sumber belajar tersebut. Belum lagi sumber-sumber belajar yang lain, seperti persawahan, goa, embung, dan museum yang dapat saling dikaitkan dalam berbagai materi pembelajaran.  Potensi sumber belajar berupa alam di Dewi Tinalah penting untuk dikembangkan sebagai pusat sumber belajar yang terdiri dari berbagai sumber belajar yang menjamin tersedianya lingkungan belajar.

Desa Wisata Sebagai Pusat Sumber Belajar (Bagian 1) - Dewi Tinalah

Desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata dan aksesbilitas yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat. Kesatuan komponen desa wisata merupakan salah satu yang dapat dijadikan sebagai sumber belajar.  Setiap orang membutuhkan sumber belajar untuk dapat mengetahui, memahami dan menginterprestasikan sesuatu dari suatu sumber belajar. 

sumber-belajar-desa-wisata-tinalah
Desa Wisata sebagai Sumber Belajar yang Beragam

Segala potensi yang ada di desa wisata dapat dijadikan sebagai sumber belajar bagi masyarakat pada umumnya. Hal ini yang perlu digali lebih lanjut untuk mengetahui sumber belajar apa saja yang terdapat di suatu desa wisata dan dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang kaya akan nilai-nilai edukasi. Sumber belajar yang ada di desa wisata dapat dijadikan untuk pengembangan pendidikan di Indonesia. Sumber belajar sebagai sarana utama memperoleh, menerapkan, dan mengembangkan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Komunikasi (IPTEKS) sehingga kegiatan belajar akan terakomodasi dengan baik.

Baca juga: 3 Hal Pengembangan Desa Wisata

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) merupakan salah satu desa wisata yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, berada di Desa Purwoharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo. Dewi Tinalah merupakan desa wisata yang berada di kawasan pegunungan Menoreh dan sungai Tinalah. Terdapat persawahan, embung, bukit,dan area lahan yang luas untuk mendukung berbagai kegiatan di Dewi Tinalah. 

Kegiatan wisata di Dewi Tinalah diantaranya adalah camping atau kemah, jelajah alam, kunjungan ke museum Rumah Sandi Negara, wisata alam Puncak Kleco, wisata Goa Sriti, outbound (mancakraida), dan river tubing. Kegiatan tersebut merupakan potensi sumber belajar yang dapat digunakan untuk pengembangan kegiatan pembelajaran, baik di dalam sekolah maupun luar sekolah. Di dalam sekolah, artinya kegiatan wisata tersebut dihadirkan dalam ruang kelas yang telah disiapkan dengan dokumentasi dan dipresentasikan. Di luar sekolah, artinya seseorang dapat terlibat langsung di kegiatan wisata dan dapat mengetahui secara langsung informasi-informasi dari sumber primernya.

Baca juga: Desa Wisata Sumber Belajar dengan Kegiatan Camping

Lingkungan merupakan sumber belajar yang sangat beragam. Berdasarkan penelitian, seseorang lebih aktif, berpikir kritis, dan mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi terhadap sesuatu serta dapat menumbuhkan kesadaran seseorang terhadap lingkungan di sekitarnya. Seperti lingkungan di Desa Wisata, dari penelitian yang dilakukan, pemanfaatan desa wisata sebagai sumber belajar berbasis ekowisata menghasilkan hasil belajar afektif peserta didik yang lebih antusias dalam mempelajari lingkungan hidup. Lingkungan sekitar merupakan sumber belajar yang mudah dijangkau dan bermanfaat.

Ditulis oleh Galuh Alif Fahmi Rizki, M.Pd
(Penggiat Teknologi Pembelajaran dan Pendidikan Biologi)

Referensi Bacaan:
  1. Sudiasih, Kusnindyah (2017) Pemanfaatan Lingkungan sebagai Sumber Belajar pada Mata Pelajaran Ipa Kelas III-b SD Negeri Panggang, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Yogyakarta: UNY.
  2. Sari, Indah Puspita. (2015). Pengaruh Pemanfaatan Desa Wisata Keseneng sebagai Sumber Belajar Geografi Berbasis Ekowisata terhadap Hasil Belajar Afektif Siswa SMA Muhammadiyah Sumowono Kabupaten Semarang Tahun 2015. Semarang: UNES.

Desa Wisata Sebagai Pusat Sumber Belajar (Bagian 2) - Dewi Tinalah