Pesona Alam dan Budaya

26 September 2018

Tradisi Budaya Memetri Tuk Ngancar Puncak Kleco - Desa Wisata Tinalah

Wisata Alam Puncak Kleco Desa Wisata Tinalah pada bulan September ini kembali menggelar tradisi budaya di kawasan Tuk Ngancar. Di dalam kalender masehi, 27 September ditetapkan sebagai Hari Pariwisata Sedunia, seiring berdirinya World Tourism Organization (UNWTO). Pariwisata dianggap sebagai elemen yang bisa beri dampak pada nilai ekonomi, seni, budaya, dan politik dunia. Pembangunan pariwisata tentu tak hanya bagaimana mengelola dan menjual aset wisata sebagai pintu masuk devisa. Pariwisata harus menjadi bagian penting bagi pemberdayaan masyarakat agar paham akan aset, potensi, dan lingkungan sehingga bisa "melu handarbeni". Masyarakat bukan hanya penonton di tepi jalan peradaban tetapi pelaku aktif yang ikut menentukan arah pembangunan wisata melalui beragam gerakan dan organisasi.

tradisi budaya tuk ngancar desa wisata tinalah

Berkaitan dengan hal tersebut, 27 September 2018 akan digelar Memetri Tuk Ngancar#2 di kawasan Puncak Kleco Desa Wisata Tinalah di Dusun Duwet Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo. Tradisi ritual ini sejatinya telah berlangsung turun-temurun tetapi mulai 2017 dikelola secara lebih baik demi beragam tujuan antara lain: penyadaran pentingnya mata air bagi kehidupan, perlunya merawat hutan di sisi puncak, menjaga tata guna tanah dari laku sesat, mengemas seni tradisi budaya sebagai salah satu pintu penting pembangunan mental bangsa, menumbuhkan rasa cinta lingkungan, menjaga sekuat mungkin alih guna lahan, dan mengembalikan marwah air tanah.

Dusun Duwet sebagai bagian dari Desa Wisata Tinalah dimana Wisata Alam Puncak Kleco berada memiliki panorama alam yang indah dengan beragam potensi serta kearifan. Pegunungan Menoreh memiliki jejak juang Pangeran Diponegoro. Selokan Kalibawang yang merupakan karya Bung Karno merupakan sabuk sejarah yang sulit dicari padanannya. Beragam flora yang tumbuh endemik (anggrek dan kemuning) menjadikan kawasan Kleco sebagai destinasi yang fenomenal dan monumental.

tradisi budaya tuk ngancar desa wisata tinalah kulon progo yogyakarta

Potensi dan kawasan yang lengkap itu menjadi inspirasi pemuda pemudi Duwet Desa Wisata Tinalah untuk berbakti menatap masa depan. Prinsipnya, desa kuat negara bermartabat. Untuk acara Memetri Tuk Ngancar yang digelar pada 27 September 2018 mulai 09.00 antara lain diawali dengan prosesi kirab Air Menoreh yang dipimpin R Bambang Nursinggih dengan bergodo Sekar Pangawikan diiringi warga dengan pakaian adat. Prosesi ini membahasakan peran fungsi sakralnya air bagi kehidupan dan cara penghormatannya agar bermanfaat dan berkah. Air Menoreh akan ditempatkan di Puncak Kleco setelah diambil dari belik Ngancar. Dilanjut dengan pergelaran seni tradisi dari warga, seniman, sastrawan dan musisi. Digelar juga pameran lukis di sayap selatan Puncak Kleco Desa Wisata Tinalah karya Iskandar Harrdjodimuljo, Sang Pelukis Wayang, dengan tema "Goro Goro Kleco" 27-30 September 2018. Beliau bersama Nanang Garuda, Valentinus Rommy Iskandar, dan Agus Nuryanto pernah menggelar pameran di persawahan Kleco pada momen Angler Wiwitan Tandur Kleco#1 pada 26 Agustus 2018. Pada malam harinya digelar tirakatan khusus warga Duwet di Tuk Ngancar dan Pendopo Kleco Desa Wisata Tinalah.

Besar harapan kami agar upacara ini tidak saja berdampak bagi meningkatnya wisatawan tapi juga menambah kecintaan warga akan alam dan lingkungannya. Mengembalikan hidup yang penuh kewajaran, keaslian, dan keasrian adalah orientasi kami. Kulon Progo sedang menatap masa depan yang terlihat membuka beragam peluang, dan kami ingin mempersembahkan sesuatu yang layak dikenang.

Ini merupakan bentuk lain dari "national and character building". Upacara ini merupakan kelanjutan dari gelar seni tradisi Angler Wiwitan Tandur yang telah sukses diadakan 26 Agustus 2018 di area persawahan Kleco, dan nanti akan ditutup dengan upacara Wiwitan Panen Kleco Desa Wisata Tinalah pada 22-23 Desember 2018. Semoga bermakna bagi warga dan semesta, berkah beri faedah. Salam budaya!