Program Live In Desa Wisata Tinalah Belajar SDGs On Land Melalui Pengalaman Nyata -->
Mlaku Bareng Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Program Live In Desa Wisata Tinalah Belajar SDGs On Land Melalui Pengalaman Nyata

Isu pelestarian lingkungan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Kerusakan hutan, berkurangnya keanekaragaman hayati, degradasi lahan, hingga perubahan iklim mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem daratan. 

Program Live In Desa Wisata Tinalah Belajar SDGs On Land Melalui Pengalaman Nyata


Salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang sangat relevan adalah SDGs Goal 15: Life on Land (Ekosistem Daratan). Melalui pendekatan pendidikan berbasis pengalaman, Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land menjadi media pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik secara langsung di lingkungan pedesaan.


Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang autentik kepada peserta melalui kehidupan masyarakat desa. Peserta tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan di dalam kelas, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana masyarakat menjaga alam, memanfaatkan sumber daya secara bijaksana, serta membangun kehidupan yang harmonis dengan lingkungan. 


Pendekatan ini menjadikan proses belajar lebih bermakna sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini.


Apa Itu SDGs On Land?

SDGs Goal 15 Life on Land merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan ekosistem daratan secara berkelanjutan. Tujuan ini mencakup pelestarian hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, rehabilitasi lahan kritis, hingga pencegahan degradasi lingkungan.


Dalam konteks pendidikan, SDGs On Land tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran di luar kelas seperti program live in sekolah menjadi salah satu metode efektif untuk mengenalkan konsep keberlanjutan kepada peserta didik.


Mengapa Memilih Desa Wisata Tinalah?

Desa Wisata Tinalah yang berada di kawasan Menoreh, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menawarkan bentang alam yang masih alami. Kawasan ini memiliki hamparan persawahan, Sungai Tinalah, perbukitan, kawasan hutan desa, serta berbagai potensi geowisata yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan.


Keasrian alam tersebut menjadikan Desa Wisata Tinalah sebagai laboratorium hidup bagi siswa, mahasiswa, maupun komunitas yang ingin belajar mengenai konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat lokal, peserta memperoleh pengalaman nyata tentang bagaimana keseimbangan antara manusia dan alam dapat terus dijaga.


Konsep Program Live In Berbasis SDGs

Berbeda dengan kegiatan wisata biasa, Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land mengutamakan pengalaman belajar secara langsung melalui aktivitas masyarakat. Peserta tinggal di homestay milik warga sehingga dapat merasakan kehidupan pedesaan yang sederhana namun penuh nilai kebersamaan.


Selama mengikuti program, peserta diajak memahami keterkaitan antara aktivitas ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga lingkungan. Mulai dari praktik pertanian, pengelolaan limbah organik, konservasi sumber air, hingga pemanfaatan hasil alam secara berkelanjutan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menyenangkan.


Aktivitas Edukasi SDGs On Land

1. Edukasi Pertanian Berkelanjutan

Peserta belajar mengenai sistem pertanian yang ramah lingkungan bersama kelompok tani setempat. Mereka diperkenalkan pada teknik budidaya tanaman, pemanfaatan pupuk organik, serta pentingnya menjaga kesuburan tanah sebagai sumber kehidupan masyarakat desa.


Melalui kegiatan ini, peserta memahami bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kualitas tanah dan ekosistem di sekitarnya.


2. Praktik Pembuatan Pupuk

Salah satu aktivitas favorit adalah membuat pupuk dari limbah pertanian dan peternakan. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat.


Peserta belajar bahwa pengelolaan sampah organik yang baik mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.


3. Jelajah Sungai Tinalah

Sungai Tinalah menjadi ruang belajar terbuka mengenai pentingnya menjaga kualitas air dan ekosistem sungai. Selama kegiatan jelajah, peserta mengamati vegetasi riparian, kondisi aliran sungai, hingga keanekaragaman hayati yang hidup di sekitarnya.


Pemandu lokal juga menjelaskan bagaimana masyarakat menjaga kelestarian sungai agar tetap menjadi sumber air bagi pertanian dan kehidupan sehari-hari.


4. Eksplorasi Kawasan Perbukitan Menoreh

Peserta diajak melakukan trekking menuju kawasan desa dan perbukitan Menoreh. Aktivitas ini memberikan pengalaman memahami fungsi hutan sebagai penyimpan air, penyerap karbon, serta habitat berbagai jenis flora dan fauna.


Selain menikmati panorama alam, peserta juga belajar mengenai pentingnya menjaga tutupan vegetasi untuk mencegah longsor dan erosi.


5. Mengenal Geodiversity Gua Sriti

Pembelajaran juga dilakukan melalui kunjungan ke kawasan Geodiversity Gua Sriti. Lokasi ini menjadi media edukasi mengenai sejarah geologi, bentang alam karst, serta hubungan antara proses alam dengan kehidupan masyarakat sekitar.


Peserta memperoleh wawasan bahwa kekayaan geologi merupakan bagian penting dari konservasi ekosistem daratan yang perlu dijaga bersama.


Belajar Budaya sebagai Bagian dari SDGs

Pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan dari pelestarian budaya. Di Desa Wisata Tinalah, peserta mengikuti berbagai aktivitas budaya seperti karawitan, jemparingan, permainan tradisional, hingga kegiatan memasak makanan khas desa.


Melalui pengalaman tersebut, peserta memahami bahwa budaya lokal mengandung banyak nilai yang mendukung kehidupan berkelanjutan, seperti gotong royong, hidup sederhana, serta penghormatan terhadap alam.


Tinggal Bersama Masyarakat di Homestay

Salah satu kekuatan utama program ini adalah pengalaman tinggal di homestay warga. Peserta berinteraksi langsung dengan keluarga angkat dan mengikuti aktivitas sehari-hari seperti berkebun, beternak, memasak, maupun membersihkan lingkungan.


Interaksi ini menumbuhkan empati, kemandirian, kemampuan komunikasi, serta penghargaan terhadap kehidupan masyarakat pedesaan.


Manfaat Program Live In bagi Peserta

Program ini tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga membangun kompetensi abad ke-21. Beberapa manfaat yang diperoleh peserta antara lain:


  • Memahami implementasi SDGs Goal 15 secara nyata.
  • Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui observasi lapangan.
  • Melatih kerja sama dan komunikasi.
  • Menumbuhkan karakter peduli sosial.
  • Mengenal budaya lokal secara langsung.
  • Mengembangkan kepemimpinan dan kemandirian.
  • Memahami konsep pembangunan berkelanjutan.
  • Cocok untuk Berbagai Jenjang Pendidikan


Program Live In SDGs On Land dirancang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.


Program ini sangat sesuai untuk:


  • Sekolah Dasar (SD)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK)
  • Perguruan Tinggi
  • Komunitas lingkungan
  • Organisasi kepemudaan
  • Instansi pemerintah
  • Perusahaan melalui program CSR


Setiap jenjang mendapatkan pendekatan pembelajaran yang berbeda sesuai usia dan tujuan pembelajaran.


Desa Wisata sebagai Laboratorium Pendidikan Berkelanjutan

Desa Wisata Tinalah membuktikan bahwa desa bukan hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi ruang belajar yang hidup. Berbagai potensi alam, budaya, serta kehidupan masyarakat menjadi sumber belajar yang mampu membentuk karakter peserta secara holistik.


Konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan menjadikan peserta lebih mudah memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan masa kini yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap dan keterampilan.


Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land

Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land merupakan pilihan tepat bagi sekolah, perguruan tinggi, komunitas, maupun lembaga yang ingin menghadirkan pembelajaran bermakna mengenai pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. 


Melalui pengalaman tinggal bersama masyarakat, menjelajahi alam, belajar pertanian, mengenal budaya, hingga memahami konservasi ekosistem daratan, peserta memperoleh pengalaman yang tidak bisa didapatkan hanya dari ruang kelas.


Dengan mengintegrasikan nilai-nilai SDGs Goal 15: Life on Land, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta tentang lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian, karakter, dan keterampilan hidup yang akan menjadi bekal penting di masa depan.


Ayo Hadirkan Pembelajaran SDGs yang Lebih Bermakna

Jika sekolah, kampus, komunitas, atau instansi Anda sedang mencari program edukasi berbasis pengalaman yang menggabungkan lingkungan, budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan, Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land adalah pilihan yang tepat.


Selain tema SDGs On Land, Desa Wisata Tinalah juga menyediakan berbagai paket edukasi lainnya seperti Live In Sekolah, Field Trip, Eduwisata, Camping Edukasi, Outbound, Jelajah Alam, Geowisata, Pembelajaran Budaya, serta Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum dan tujuan pembelajaran. 


Mari wujudkan pengalaman belajar yang inspiratif, kontekstual, dan berdampak langsung bagi peserta didik sekaligus masyarakat desa.