Desa Wisata Tinalah -->
Mlaku Bareng Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Desa Wisata Digital Strategi Sukses Desa Wisata Tinalah Tingkatkan Kunjungan & Ekonomi Lokal

Transformasi Desa Wisata di Era Digital. Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara industri pariwisata bekerja, termasuk pada sektor desa wisata. Saat ini, wisatawan tidak hanya mencari destinasi, tetapi juga pengalaman yang mudah diakses secara digital. Hal ini membuat konsep desa wisata digital menjadi sangat penting untuk diterapkan. Desa Wisata Tinalah menjadi salah satu contoh desa yang berhasil melakukan transformasi tersebut secara bertahap dan terstruktur.

Desa Wisata Digital Strategi Sukses Desa Wisata Tinalah

Desa wisata kini tidak hanya menjadi tempat kunjungan, tetapi juga pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan memanfaatkan teknologi digital, desa wisata dapat menjangkau pasar yang lebih luas tanpa batasan geografis. Selain itu, digitalisasi juga membantu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan operasional. Inilah yang menjadi alasan utama mengapa Desa Wisata Tinalah terus mengembangkan sistem berbasis digital.

Digitalisasi Pendataan sebagai Fondasi Utama

Salah satu langkah awal dalam membangun desa wisata digital adalah melakukan digitalisasi data. Desa Wisata Tinalah mulai mencatat data pengunjung, paket wisata, dan aktivitas operasional secara sistematis. Data ini menjadi aset penting dalam memahami perilaku wisatawan dan tren kunjungan. Dengan data yang akurat, pengambilan keputusan menjadi lebih tepat dan terarah.

Pendataan digital juga membantu dalam meningkatkan pelayanan kepada wisatawan. Informasi yang tersimpan dapat digunakan untuk kebutuhan follow-up dan pemasaran ulang. Selain itu, sistem ini memudahkan tim pengelola dalam melakukan evaluasi program wisata. Fondasi data yang kuat menjadi kunci keberhasilan digitalisasi desa wisata.

Sistem Keuangan Digital dengan Excel Custom

Dalam aspek pengelolaan keuangan, Desa Wisata Tinalah menggunakan sistem sederhana namun efektif. Pencatatan dilakukan menggunakan Microsoft Excel yang telah diformulasikan secara khusus sesuai kebutuhan operasional desa wisata. Sistem ini memungkinkan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara otomatis dan terstruktur. Dengan begitu, laporan keuangan dapat dibuat dengan lebih cepat dan akurat.

Keunggulan dari sistem ini adalah kemudahannya dalam digunakan oleh tim pengelola. Tidak diperlukan software mahal atau sistem kompleks untuk memulai digitalisasi keuangan. Transparansi keuangan juga meningkat karena semua data tercatat dengan jelas. Hal ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat dan mitra.

Strategi Pemasaran Digital Desa Wisata

Pemasaran menjadi elemen penting dalam pengembangan desa wisata digital. Desa Wisata Tinalah memanfaatkan berbagai platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk menjangkau audiens yang lebih luas. Konten yang dibuat berfokus pada storytelling pengalaman wisata, bukan sekadar promosi biasa. Hal ini membuat konten lebih menarik dan mudah diterima oleh calon wisatawan.

Strategi pemasaran digital ini membantu meningkatkan awareness terhadap desa wisata. Selain itu, konten yang konsisten juga membangun branding yang kuat. Dengan pendekatan ini, desa wisata dapat bersaing dengan destinasi lain yang lebih besar. Digital marketing menjadi jembatan utama antara desa dan wisatawan modern.

Optimasi Meta Ads untuk Target Pasar

Selain konten organik, Desa Wisata Tinalah juga menggunakan Meta Ads sebagai strategi pemasaran berbayar. Platform ini memungkinkan penargetan audiens secara spesifik berdasarkan lokasi, usia, dan minat. Dengan demikian, promosi menjadi lebih efektif dan efisien. Anggaran yang dikeluarkan dapat memberikan hasil yang lebih maksimal.

Meta Ads juga menyediakan data analitik yang membantu dalam evaluasi kampanye. Dari data tersebut, pengelola dapat mengetahui strategi mana yang paling efektif. Hal ini membuat pemasaran menjadi lebih terukur dan profesional. Desa wisata kini tidak lagi bergantung pada promosi konvensional.


Sistem Booking dan Reservasi Digital

Kemudahan dalam melakukan reservasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kepuasan wisatawan. Desa Wisata Tinalah telah menyediakan sistem booking digital untuk berbagai paket wisata. Mulai dari open trip, camping, hingga paket edukasi dapat dipesan secara online. Bahkan, reservasi juga terintegrasi dengan platform seperti SIPLAH.

Dengan sistem ini, proses pemesanan menjadi lebih cepat dan praktis. Wisatawan tidak perlu lagi melakukan pemesanan secara manual. Selain itu, risiko kesalahan data juga dapat diminimalisir. Sistem reservasi digital meningkatkan profesionalitas layanan desa wisata.

WhatsApp Broadcast untuk Engagement

Dalam menjaga hubungan dengan pelanggan, Desa Wisata Tinalah memanfaatkan WhatsApp Business. Fitur broadcast digunakan untuk menyampaikan informasi promo, event, dan update terbaru. Komunikasi ini terasa lebih personal karena langsung menjangkau pelanggan. Hal ini membuat tingkat engagement menjadi lebih tinggi.

WhatsApp juga memudahkan dalam melakukan follow-up pelanggan. Interaksi yang cepat dan responsif meningkatkan kepercayaan wisatawan. Strategi ini sangat efektif untuk mempertahankan pelanggan lama. Selain itu, komunikasi yang baik juga membuka peluang repeat order.

Pemanfaatan AI untuk Efisiensi dan Analisis

Desa Wisata Tinalah juga mulai memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence untuk mendukung operasional. Tools seperti ChatGPT dan Gemini digunakan untuk analisis data dan pembuatan konten. AI membantu mempercepat proses kerja dan memberikan insight yang lebih mendalam. Dengan teknologi ini, pengelolaan menjadi lebih modern dan adaptif.

Pemanfaatan AI juga membuka peluang inovasi dalam pemasaran digital. Ide konten dapat dikembangkan dengan lebih kreatif dan relevan. Selain itu, analisis tren wisata menjadi lebih mudah dilakukan. Teknologi ini menjadi salah satu keunggulan dalam pengembangan desa wisata digital.

Konten Kreatif sebagai Kunci Branding

Konten menjadi ujung tombak dalam strategi digitalisasi desa wisata. Desa Wisata Tinalah secara konsisten memproduksi konten visual yang menarik dan informatif. Konten ini menampilkan keindahan alam, budaya, dan aktivitas masyarakat. Dengan pendekatan storytelling, audiens dapat merasakan pengalaman sebelum berkunjung.

Branding yang kuat terbentuk dari konsistensi konten yang berkualitas. Desa wisata tidak hanya dikenal sebagai tempat, tetapi juga sebagai pengalaman. Hal ini menjadi nilai tambah dalam menarik wisatawan. Konten kreatif menjadi investasi jangka panjang dalam pemasaran digital.

Dampak Digitalisasi bagi Desa Wisata

Transformasi digital yang dilakukan memberikan dampak yang signifikan bagi Desa Wisata Tinalah. Jumlah kunjungan wisatawan meningkat seiring dengan luasnya jangkauan promosi digital. Sistem pengelolaan menjadi lebih rapi dan profesional. Selain itu, masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih merata.

Digitalisasi juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Desa wisata menjadi lebih dikenal di tingkat nasional. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi dapat menjadi alat untuk mempercepat pertumbuhan desa wisata. Dampaknya tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat.

Desa Wisata Digital adalah Masa Depan

Desa wisata digital bukan lagi sekadar konsep, tetapi kebutuhan di era modern. Desa Wisata Tinalah telah membuktikan bahwa digitalisasi dapat meningkatkan kualitas pengelolaan dan daya saing. Kunci utamanya adalah kemauan untuk belajar dan beradaptasi. Tidak harus langsung sempurna, tetapi dimulai dari langkah kecil yang konsisten.

Jika desa wisata ingin berkembang, maka digitalisasi adalah langkah yang tidak bisa dihindari. Dengan strategi yang tepat, teknologi dapat menjadi alat untuk memperkuat potensi lokal. Desa wisata tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu berkembang secara berkelanjutan di era digital. 

Galuh Alif Fahmi Rizki Penggerak dan Pelatih Digital Marketing Desa Wisata

Desa Wisata Tinalah telah berhasil mengembangkan potensinya melalui adopsi teknologi digital berkat peran dari Galuh Alif Fahmi Rizki, Penggerak dan Pelatih Digital Marketing Desa Wisata. Galuh Alif Fahmi Rizki tidak hanya berperan dalam pengelolaan operasional desa wisata, tetapi juga menjadi motor utama dalam implementasi berbagai strategi digital marketing desa wisata.


Galuh Alif Fahmi Rizki Penggerak dan Pelatih Digital Marketing Desa Wisata


Dengan pengalaman luasnya, Galuh telah menjadi pelatih dan narasumber pada berbagai tingkat, baik daerah maupun nasional, membahas transformasi pemasaran digital untuk mendukung pertumbuhan desa wisata.


Peran Besar Galuh Alif Fahmi Rizki dalam Digital Marketing Desa Wisata

Galuh telah memberikan kontribusi signifikan melalui pelatihan literasi digital untuk masyarakat desa. Ia memimpin pengembangan berbagai tools pemasaran seperti pembuatan website desa wisata, landing page, dan strategi konten marketing. Selain itu, optimalisasi whatsapp marketing, email marketing, hingga pengelolaan database serta lead magnet menjadi bagian dari pendekatan inovatifnya untuk memperluas jangkauan pemasaran Desa Wisata Tinalah.


Berbagai implementasi ini telah membuktikan efektivitas strategi digital marketing dalam memperkenalkan Desa Wisata Tinalah ke audiens yang lebih luas. Dengan pendekatan berbasis data, desa wisata kini mampu menarik lebih banyak wisatawan dan meningkatkan pendapatan bagi masyarakat lokal.


Manfaat Optimalisasi Digital Marketing di Desa Wisata

Optimalisasi digital marketing desa wisata membawa dampak besar bagi Desa Wisata Tinalah, antara lain:


  • Meningkatkan Pengenalan Desa Wisata: Dengan strategi digital marketing yang terarah, Desa Wisata Tinalah menjadi lebih dikenal di tingkat nasional.
  • Meningkatkan Kunjungan Wisatawan: Peningkatan jangkauan pemasaran membantu mendatangkan lebih banyak wisatawan, baik lokal maupun internasional.
  • Memberdayakan Masyarakat Desa: Literasi digital untuk masyarakat desa membuka peluang baru dalam dunia kerja dan meningkatkan ekonomi lokal.
  • Efisiensi Pemasaran: Dengan penggunaan platform seperti media sosial dan email marketing, Desa Wisata Tinalah dapat memasarkan layanan dan programnya dengan lebih hemat biaya.


Hal yang Harus Dipersiapkan dalam Pengelolaan Digital Marketing Desa Wisata

Untuk memaksimalkan keberhasilan digital marketing desa wisata, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan, seperti:


  • Tim yang Terlatih: Melibatkan masyarakat desa yang telah dibekali pelatihan literasi digital untuk membantu pengelolaan konten dan strategi pemasaran.
  • Infrastruktur Teknologi: Akses internet yang memadai dan perangkat pendukung seperti komputer atau smartphone sangat penting.
  • Strategi Konten yang Menarik: Membuat konten yang relevan, menarik, dan informatif untuk website, media sosial, dan kampanye marketing lainnya.
  • Pengelolaan Data yang Baik: Mengelola database pelanggan dan lead magnet secara profesional untuk meningkatkan efektivitas pemasaran.


Belajar dari Desa Wisata Tinalah: Digital Marketing yang Menginspirasi

Perjalanan sukses Desa Wisata Tinalah di bawah bimbingan Galuh Alif Fahmi Rizki menjadi inspirasi bagi banyak pihak. Bagi Anda yang ingin mengembangkan desa wisata melalui digital marketing, belajar dari pengalaman Desa Wisata Tinalah adalah langkah tepat.


Galuh Alif Fahmi Rizki juga siap menjadi narasumber dan pelatih untuk membahas lebih dalam mengenai digital marketing desa wisata. Jangan lewatkan kesempatan untuk belajar dari ahlinya dan terapkan strategi digital marketing yang telah terbukti efektif. Hubungi Desa Wisata Tinalah sekarang juga untuk informasi lebih lanjut dan jadikan digital marketing sebagai kekuatan baru desa wisata Anda!

Pemuda Desa Dewi Tinalah jadi Narasumber Sharing Session Kawasan Digital Bank Indonesia Gorontalo

Dalam rangka mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, Bank Indonesia tahun 2015 telah melakukan peningkatan awarness, implementasi, dan interconnectedness bersama stakeholder di daerah.

Dalam rangka mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, Bank Indonesia tahun 2015 telahcmelakukan peningkatan awarness, implementasi, dan interconnectedness bersama stakeholder di daerah.  Dalam kesempatan ini, Galuh Alif Fahmi Rizki selaku ketua Desa Wisata Tinalah menyampaikan mengenai awal mula merintis desa wisata digital, tantangan yang dihadapi, strategi yang diterapkan, dan layanan digital yang dapat digunakan oleh pengunjung atau wisatawan.  Kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan motivasi kepada aparat pemerintah, pelaku usaha dan penggerak wisatak untuk merintis dan mengembangkan kawasan berbasis digital di Gorontalo.  Pengembangan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) diperkuat dengan telah terbitnya Kepres No.3 Tahun 2021 tanggal 4 Maret 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) di 542 Pemda, termasuk se-Provinsi Gorontalo.  Dalam mendukung hal ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo berkolaborasi dengan TP2DD Kota Gorontalo menyelenggarakan Sharing Session Kawasan Digital (SESI WITA).  Tujuan Kegiatan  Memberikan motivasi kepada apara pemerintah, pelaku usaha dan penggerak wisata untuk dapat merintis dan mengembangkan kawasan berbasis digital di Provinsi Gorontalo.  Memberikan insight bahwa dalam merintis dan mengembangkan kawasan berbasis digital tidak serumit yang dibayangkan.  Menambah referensi ide dan inovasi dalam mengembangkan kawasan berbasis digital baik dari segi layanan maupun hingga sistem penerimaan atau pendapatan pengelolaan dan atau UMKM di kawasan digital.

Dalam kesempatan ini, Galuh Alif Fahmi Rizki selaku ketua Desa Wisata Tinalah menyampaikan mengenai awal mula merintis desa wisata digital, tantangan yang dihadapi, strategi yang diterapkan, dan layanan digital yang dapat digunakan oleh pengunjung atau wisatawan.

Kegiatan ini sebagai upaya untuk memberikan motivasi kepada aparat pemerintah, pelaku usaha dan penggerak wisatak untuk merintis dan mengembangkan kawasan berbasis digital di Gorontalo.

Pengembangan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) diperkuat dengan telah terbitnya Kepres No.3 Tahun 2021 tanggal 4 Maret 2021 tentang Satuan Tugas Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (Satgas P2DD) di 542 Pemda, termasuk se-Provinsi Gorontalo.

Dalam mendukung hal ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo berkolaborasi dengan TP2DD Kota Gorontalo menyelenggarakan Sharing Session Kawasan Digital (SESI WITA).

Tujuan Kegiatan 

Memberikan motivasi kepada apara pemerintah, pelaku usaha dan penggerak wisata untuk dapat merintis dan mengembangkan kawasan berbasis digital di Provinsi Gorontalo.

Memberikan insight bahwa dalam merintis dan mengembangkan kawasan berbasis digital tidak serumit yang dibayangkan.

Menambah referensi ide dan inovasi dalam mengembangkan kawasan berbasis digital baik dari segi layanan maupun hingga sistem penerimaan atau pendapatan pengelolaan dan atau UMKM di kawasan digital.

Desa Wisata Tinalah menjadi sumber belajar bagi berbagai kalangan dan instansi untuk pengembangan desa wisata dan pemanfaatan teknologi Digital. Untuk terhubung dengan Galuh Fahmi *Narasumber Tersertifikasi BNSP* bisa melalui kontak WA 085729546678.

Dewi Tinalah Masuk 30 Besar Pencarian Kata Kunci Terbanyak di Internet

Desa Wisata di Indonesia terus tumbuh dan berkembang dengan berbagai potensinya. Dari tahun 2021 tercatat 1831 desa wisata, 2022 tercatat 3419 desa wisata. Ragam informasi tersaji di internet mengenai kata kunci "desa wisata". Tercatat per November 2022 melalui penelitian kata kunci Ubersuggest.

Dewi Tinalah Masuk 30 Besar Pencarian Kata Kunci Terbanyak di Internet

Ubersuggest adalah salah satu alat SEO dan Pemasaran Konten paling populer di kalangan pemasar dan profesional SEO. Menurut https://seosandwitch.com/, Ubersuggest merupakan SEO tool yang digunakan sebagian besar pemasar digital.

Ubersuggest adalah alat SEO all-in-one yang memungkinkan pengelola web menemukan kata kunci terbaik untuk situs web, melakukan audit situs, melakukan analisis backlink, dan mempelajari web pesaing.

Baca Juga: Dewi Tinalah Masuk 50 Besar Website Wisata di Indonesia

Ubersuggest memiliki analisis lalu lintas lengkap (dalam 12 bulan terakhir) hingga penelitian kata kunci dan mengidentifikasi halaman teratas web, Ubersuggest memungkinkan pengelola web untuk memantau dan meningkatkan kinerja SEO. Dalam pencarian per November ditemukan kata kunci “desa wisata”sebanyak 1458.

Dalam pendataan ini dikorelasikan juga dengan daftar desa wisata yang telah masuk dalam Jaringan Desa Wisata Indonesia (JADESTA) Kemenparekraf RI.

Berikut Daftar 30 Desa Wisata dengan Pencarian Kata Kunci Terbanyak di Internet

 

  1. Desa Wisata Penglipuran
  2. Desa Wisata Pujon Kidul
  3. Desa Wisata Pentingsari
  4. Desa Wisata Gamplong
  5. Desa Wisata Pulesari
  6. Desa Wisata Nglanggeran
  7. Desa Wisata Edelweis
  8. Desa Wisata Tempur
  9. Desa Wisata Lerep
  10. Desa Wisata Kelor
  11. Desa Wisata Cibuntu
  12. Desa Wisata Kandri
  13. Desa Wisata Suku Baduy
  14. Desa Wisata Grogol
  15. Desa Wisata Sawarna
  16. Desa Wisata osing
  17. Desa Wisata Tembi
  18. Desa Wisata Tinalah
  19. Desa Wisata Pandansari
  20. Desa Wisata Bonjeruk
  21. Desa Wisata Ekang
  22. Desa Wisata Nglinggo
  23. Desa Wisata Pinge
  24. Desa Wisata Candirejo
  25. Desa Wisata Jambu Kediri
  26. Desa Wisata Cikakak
  27. Desa Wisata Sriharjo
  28. Desa Wisata Sindangkasih
  29. Desa Wisata Dieng Kulon
  30. Desa Wisata kampoeng Lama


Era digital saat ini penting bagi desa wisata untuk dapat mengoptimalkan segala informasi yang disajikan sesuai dengan potensi yang ada serta tatap menjunjung norma dan etika sehingga informasi yang disajikan menjunjung tanggung jawab dan kegiatan desa wisata dapat berkelanjutan dengan adopsi teknologi digital / internet.

Desa Wisata Tinalah Juara 4 Desa Wisata Digital Raih 50 Besar ADWI 2021

Desa Wisata Tinalah meraih prestasi gemilang dalam ajang Anugerah Desa Wisata dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI tahun 2021. Desa Wisata Tinalah berhasil memenangkan juara 4 kategori desa wisata digital, menjadi desa wisata pertama di Yogyakarta yang berhasil meraih prestasi tersebut.


Ajang Anugerah Desa Wisata 2021 merupakan ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI untuk memberikan penghargaan kepada desa wisata yang berhasil meraih prestasi dan inovasi dalam pengembangan desa wisata. Tahap awal ajang ini sudah melewati kurasi dari 300 besar dan 100 besar desa wisata dari seluruh pendaftar sebanyak 1831 desa wisata di Indonesia dari 34 provinsi yang diumumkan melalui Jadesta.com. Desa Wisata Tinalah berhasil masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik di Indonesia dan memperoleh juara 4 pada kategori desa wisata digital.


Prestasi ini merupakan bukti nyata dari konsistensi Desa Wisata Tinalah dalam memanfaatkan media digital, mulai dari website, media sosial, hingga layanan digital lainnya, untuk mengembangkan desa wisata. Desa Wisata Tinalah telah berhasil memanfaatkan media digital dengan baik untuk mempromosikan potensi wisata dan budaya yang dimilikinya. Sehingga, desa wisata Tinalah mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung dan menikmati pesona alam yang dimilikinya.


desa-wsiata-tinalah-juara-4-desa-wisata-digital-anugerah-desa-wisata-indonesia-2021-kemenparekraf

Pemanfaatan media digital memiliki peran penting dalam pengembangan desa wisata. Melalui media digital, desa wisata dapat menjangkau calon wisatawan dari berbagai daerah atau bahkan negara. Selain itu, media digital juga dapat digunakan sebagai sarana promosi yang efektif dan efisien untuk menarik minat wisatawan. Dengan memanfaatkan media digital, desa wisata dapat memperluas jangkauan promosinya dan meningkatkan popularitasnya di kalangan wisatawan.


Tidak hanya itu, pemanfaatan media digital juga dapat mempermudah akses informasi bagi wisatawan, seperti informasi tempat wisata, penginapan, kuliner, dan kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan di desa wisata. Hal ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kepuasan wisatawan selama berkunjung di desa wisata.


Desa Wisata Tinalah telah membuktikan bahwa pemanfaatan media digital dapat menjadi strategi yang efektif dalam pengembangan desa wisata. Desa wisata yang mampu memanfaatkan media digital dengan baik dapat memperoleh berbagai keuntungan, seperti peningkatan jumlah wisatawan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan meningkatkan kualitas infrastruktur dan pelayanan di desa wisata tersebut.



desa-wsiata-tinalah-juara-4-desa-wisata-digital-anugerah-desa-wisata-indonesia-2021

Dalam rangka memperoleh penghargaan Anugerah Desa Wisata, Desa Wisata Tinalah telah melakukan berbagai upaya dan inovasi dalam pengembangan desa wisata, termasuk pemanfaatan media digital. Keberhasilan digitalisasi pada Desa Wisata Tinalah juga terlihat dari adanya pemanfaatan aplikasi android bernama Tinalah Guide. Aplikasi ini memberikan informasi lengkap tentang layanan dan kegiatan yang ada di Desa Wisata Tinalah. Pengunjung dapat mengakses informasi tentang lokasi homestay, tempat outbound, lokasi camping, rute jeep adventure, dan masih banyak lagi. 


Keberhasilan digitalisasi di Desa Wisata Tinalah juga memberikan dampak positif pada perekonomian masyarakat lokal. Dengan adanya pemanfaatan teknologi, masyarakat lokal memiliki akses untuk mempromosikan layanan dan produk mereka secara lebih luas, sehingga dapat meningkatkan daya tarik Desa Wisata Tinalah sebagai tujuan wisata yang menarik. Selain itu, digitalisasi juga membuka peluang bisnis baru seperti jasa pembuatan video promosi dan fotografi untuk Desa Wisata Tinalah yang membutuhkan keterampilan khusus.


Desa Wisata Tinalah menjadi desa wisata pertama di Yogyakarta yang berhasil meraih juara 4 dalam kategori desa wisata digital pada Anugerah Desa Wisata Kemenparekraf RI tahun 2021. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa Desa Wisata Tinalah telah mampu mengoptimalkan pemanfaatan media digital dalam pengembangan desa wisata. Tidak hanya itu, Desa Wisata Tinalah juga terus berupaya untuk terus meningkatkan layanan dan pengalaman wisata bagi pengunjung, dengan menggabungkan budaya lokal, alam, dan teknologi digital.


Ingin belajar Digitalisasi Desa Wisata untuk tingkatkan pengelolaan desa wisata? Cek jadwal pelatihan / workshop yang dikembangkan oleh Dewi Tinalah. Cek Jadwal Acara.