Sungai Tinalah -->
Kelas Digital Marketing

Sungai Tinalah


Dewi Tinalah - Sungai Tinalah merupakan icon Desa Wisata Tinalah yang berada di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai Tinalah (Tanella, Sanala, dan Tinalah) secara historis merupakan sungai terpenting sebagai anak Sungai dari Kali Progo di Samigaluh dan Kalibawang selatan. Sungai Tinalah berasal dari kumpulan anak sungai (kalen) yang berasal dari Alas Sidokampir, Gunung Widosari, dan Gunung Gelangbiru. 

 

Sungai Tinalah Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta

Panjang mencapai sekitar 15 kilometer. Sungai (Kali) Tinalah berhulu di Pegunungan Menoreh, Desa Ngargosari dan berhilir ke Kali Progo di Dusun Semaken, Desa Banjararum. Kali Tinalah melintasi 4 desa (Ngargosari, Gerbosari, Puroharjo, Sidoharjo) di Kecamatan Samigaluh dan 1 desa di Kecamatan Kalibawang (Desa Banjararum).

 

Daerah Aliran Sungai (DAS) Tinalah

DAS Tinalah dipengaruhi oleh gunungapi tua Menoreh yang merupakan gunung api  termuda yang membentuk pegunungan Progo Barat. Inti pegunungan Progo Barat tersusun oleh tiga gunungapi tua yang tidak aktif yaitu Gunungapi Gadjah, Gunungapi Idjo, dan Gunungapi Menoreh.


Proses yang terjadi di Pegunungan Progo Barat setelah keluarnya magma secara berurutan adalah terjadinya updoming, subsidence, pengangkatan, terdenudasi, dan terakhir mengalami updoming kembali pada masa Pleistosen. Hasil dari  proses tersebut menghasilkan beberapa batuan yang menyusun geologi DAS Tinalah.

 

Sungai Tinalah Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta

DAS Tinalah terdiri atas beberapa tipe batuan yaitu Formasi van Bemmelen  (breksi andesit), Formasi Jonggrangan (batu gamping  berlapis, marls, tuffs),  Formasi Nanggulan (sandstones, marls, limestone, tuffs, sisipan lignit, konglomerat), alluvium, dan kolluvium.


Kondisi geomorfologi di DAS Tinalah sebagian besar merupakan perbukitan yang  membentang dari utara hingga selatan dengan tingkat pengikisan bervariasi.  Bentuk lahan pada DAS Tinalah berupa bentukan asal proses fluvial, struktural, dan denudasional.

 

Biodiversitas di Sungai Tinalah dan sekitarnya

Tinalah sebagai sungai mempunyai daya ekosistem bagi kehidupan. Terdapat beberapa tumbuhan di Sungai Tinalah yang tumbuh diantaranya keanekaragaman tumbuhan paku. Banyak tumbuhan paku yang berhasi diidentifikasi di Sungai Tinalah, diantaranya Azolla microphylla, Azolla pinnata, Cibotium barometz L., Devallia solida, Nephrolepis sp., Polystichum munitum, Lygodium circinnatum, Lygodium flexuosum, Lygodium sp., Marsilea sp., Nephlrolepis cordifolia, Athyrium appediculiferum, Davallia denticulata, Drymoglossum piloselloides, Drynaria quersifolia J. Sm., Dynaria sparsisora Moore., Pityrogramma austroamericanus, Pityroramma calomelanos L., Adicantum cunatum, Adicantum philippense L., Adicantum sp., Ceratopteris thalictroides, Pteris ensiformis Burm., Pteris vittata, Salvinia natans, Christella dentata, Cyclosorus parasiticus, Macrothekypteris torresiana.

 

Pemanfaatan Sungai Tinalah

Sungai Tinalah menjadi salah satu sumber kehidupan di Kalurahan Purwoharjo. Warga desa memanfaatkan air di Sungai Tinalah untuk pengairan area persawahan. Selain itu kawasan di Sungai Tinalah juga digunakan warga untuk menangkap ikan dengan cara tradisional (memancing, menjaring, dan menggunakan lam). Untuk kegiatan adat budaya, Sungai Tinalah digunakan untuk prosesi wiwitan dan Merti Bumi Tinalah. Tahun 2013 Sungai Tinalah dikembangkan menjadi kawasan desa wisata yang menjadi icon pengembangan potensi desa di Desa Purwoharjo.

 

Desa Wisata Tinalah merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Pemanfaatan kawasan Sungai Tinalah di Desa Purwoharjo digunakan untuk kegiatan camping, pramuka, outbound, trekking Sungai Tinalah, penelitian, observasi atau pengamatan. Selain paket kegiatan yang dilakukan oleh para wisatawan, di Desa Wisata Tinalah terdapat oleh-oleh wingko Tinalah, dan jahe merah yang ditanam di pinggir Kali Tinalah.

Kelas Digital Marketing