Sungai Tinalah Terindah di Pegunungan Menoreh -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Sungai Tinalah Terindah di Pegunungan Menoreh


Dewi Tinalah - Sungai Tinalah merupakan icon Desa Wisata Tinalah yang berada di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sungai Tinalah (Tanella, Sanala, dan Tinalah) secara historis merupakan sungai terpenting sebagai anak Sungai dari Kali Progo di Samigaluh dan Kalibawang selatan. Sungai Tinalah berasal dari kumpulan anak sungai (kalen) yang berasal dari Alas Sidokampir, Gunung Widosari, dan Gunung Gelangbiru. 

 

Sungai Tinalah Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta

Panjang mencapai sekitar 15 kilometer. Sungai (Kali) Tinalah berhulu di Pegunungan Menoreh, Desa Ngargosari dan berhilir ke Kali Progo di Dusun Semaken, Desa Banjararum. Kali Tinalah melintasi 4 desa (Ngargosari, Gerbosari, Puroharjo, Sidoharjo) di Kecamatan Samigaluh dan 1 desa di Kecamatan Kalibawang (Desa Banjararum). 


Sungai ini mengalir dari utara ke selatan dari banyak sumber di Pegunungan Samigaluh. Di peta KF. Wilsen (1892) menunjukkan dalam peta topografi Residentie Djokjakarta bahwa banyak nama dari deskripsi akhir abad ke-19 dan akhir abad ke-19 telah dilestarikan. Perlu disebutkan bahwa sungai ini dulunya bernama “Kali Kedung Salam”, masyarakat Purwoharjo tidak lagi mengenal sungai ini, dan lebih sering disebut “Kali Tinalah” atau “Kali Nala”.


Dalam catatan Pangeran Babad Dipanegara, nama “Sungai Tinalah” tidak disebutkan, hanya nama Kedung Rong. Nama "Kedung Rong" disebut sebagai nama desa saat ini, menurut peta Wilsen adalah Kedungrong, atau "Kedung Rong". Lainnya, seperti Gunung So, Duwet (Gunung Butak), Suwelo, Balong, Krengseng, Blumbang, Dongdong, dll, masih utuh. Daerah ini telah menjadi desa lokal sejak abad ke-19. Menurut Praja pangreh, ketika Kabupaten Kelurahan yang lama dilebur pada tahun 1927 pada tahun 1947, nama-nama baru seperti Tukharjo dan Purwoharjo memang baru muncul.

 

Daerah Aliran Sungai (DAS) Tinalah

DAS Tinalah dipengaruhi oleh gunungapi tua Menoreh yang merupakan gunung api  termuda yang membentuk pegunungan Progo Barat. Inti pegunungan Progo Barat tersusun oleh tiga gunungapi tua yang tidak aktif yaitu Gunungapi Gadjah, Gunungapi Idjo, dan Gunungapi Menoreh.


Proses yang terjadi di Pegunungan Progo Barat setelah keluarnya magma secara berurutan adalah terjadinya updoming, subsidence, pengangkatan, terdenudasi, dan terakhir mengalami updoming kembali pada masa Pleistosen. Hasil dari  proses tersebut menghasilkan beberapa batuan yang menyusun geologi DAS Tinalah.

 

Sungai Tinalah Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo Yogyakarta

DAS Tinalah terdiri atas beberapa tipe batuan yaitu Formasi van Bemmelen  (breksi andesit), Formasi Jonggrangan (batu gamping  berlapis, marls, tuffs),  Formasi Nanggulan (sandstones, marls, limestone, tuffs, sisipan lignit, konglomerat), alluvium, dan kolluvium.


Kondisi geomorfologi di DAS Tinalah sebagian besar merupakan perbukitan yang  membentang dari utara hingga selatan dengan tingkat pengikisan bervariasi.  Bentuk lahan pada DAS Tinalah berupa bentukan asal proses fluvial, struktural, dan denudasional.


Geologi Daerah Sungai Tinalah

Pemetaan geologi daerah Kali Tinalah dan sekitarnya Kabupaten Kulon Progo Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta secara startigrafis termasuk dalam unit startigarfis Pegunungan Kulon Progo yang terdiri dari 5 formasi, diantaranya Formasi Nanggulan, Formasi Kebo Butak (OAF), Batuan intrusi, Formasi Jonggrangan, serta Kuarter Koluvium. 


Secara geomorfologi terbagai menjadi 4 satuan yang terdiri dari Satuan Pegunungan Struktural Denudasional, Satuan Perbukitan Struktural Denudasional, Satuan Dataran Denudasional, dan Satuan Dataran Fuvial. 


Stratigarafis terdiri dari 9 satuan dengan urutan dari yang tua ke muda adalah Satuan Batupasir, Satuan Batulanau Lempungan, Satuan Batupasir Karbonatan, Satuan Breksi Andesit, Satuan Batupasir Tuffan, Satuan Intrusi Andesit, Satuan Batugamping Koral, Satuan Batugamping Kalkarenit, serta Satuan Endapan Koluvium. 


Struktur geologi yang berkembang pada daerah pemetaan adalah sesar naik, sesar geser sinistral, sesar turun, kekar gerus, kekar lembaran serta lipatan berjenis antiklin. Sejarah geologi dimulai dengan pembentukan Satuan Batupasir Formasi Nanggulan kemudian Batulanau Lempungan dan di atasnya diendapkan Batupasir Karbonatan yang semuanya berumur Eosen. Akibat adanya proses tektonisme ketiga satuan tersebut terlipat dan membentuk struktur antiklin. 


Secara tidak selaras pada Oligosen Tengah diendapkan Satuan Breksi Andesit dan disusul oleh Satuan Batupasir Tuffan Formasi KeboButak. Oligosen Akhir, kelima satuan tersebut diterobos oleh Intrusi Andesit. Pada kala Miosen Tengah diendapakan Satuan batuan Formasi Jonggrangan yang terdiri dari Satuan Batugamping Koral dan Satuan Batugamping Kalkarenit yang bersifat tidak selaras di atas Formasi Kebo Butak. 


Proses uplift yang terjadi menyebabkan proses lingkungan pengendapan berupa laut tersingkap di darat. Selanjutnya di atas Satuan Batu Gamping diendapkan secara tidak selaras Satuan Endapan Koluvium yang berupa material lepas berukuran kerikil – berangkal pada Kuarter. Akibat proses pengangakatan tersebut mengakibatkan patahan-patahan yang terjadi pada daerah kawasan Kali Tinalah. 


Potensi Geologi adalah adanya breksi andesit yang cukup melimpah sehingga dapat dijadikan sebagai batuan urug, dan batugamping untuk bahan bangunan, mangaan yang memiliki nilai ekonomis, serta terdapat beberapa mata air yang sangat dibutuhkan masyarakat sekitar untuk keperluan kehidupan sehari-hari.

 

Biodiversitas di Sungai Tinalah dan sekitarnya

Tinalah sebagai sungai mempunyai daya ekosistem bagi kehidupan. Terdapat beberapa tumbuhan di Sungai Tinalah yang tumbuh diantaranya keanekaragaman tumbuhan paku. Banyak tumbuhan paku yang berhasi diidentifikasi di Sungai Tinalah, diantaranya Azolla microphylla, Azolla pinnata, Cibotium barometz L., Devallia solida, Nephrolepis sp., Polystichum munitum, Lygodium circinnatum, Lygodium flexuosum, Lygodium sp., Marsilea sp., Nephlrolepis cordifolia, Athyrium appediculiferum, Davallia denticulata, Drymoglossum piloselloides, Drynaria quersifolia J. Sm., Dynaria sparsisora Moore., Pityrogramma austroamericanus, Pityroramma calomelanos L., Adicantum cunatum, Adicantum philippense L., Adicantum sp., Ceratopteris thalictroides, Pteris ensiformis Burm., Pteris vittata, Salvinia natans, Christella dentata, Cyclosorus parasiticus, Macrothekypteris torresiana.

 

Pemanfaatan Sungai Tinalah

Sungai Tinalah menjadi salah satu sumber kehidupan di Kalurahan Purwoharjo. Warga desa memanfaatkan air di Sungai Tinalah untuk pengairan area persawahan. Selain itu kawasan di Sungai Tinalah juga digunakan warga untuk menangkap ikan dengan cara tradisional (memancing, menjaring, dan menggunakan lam). Untuk kegiatan adat budaya, Sungai Tinalah digunakan untuk prosesi wiwitan dan Merti Bumi Tinalah. Tahun 2013 Sungai Tinalah dikembangkan menjadi kawasan desa wisata yang menjadi icon pengembangan potensi desa di Desa Purwoharjo.

 

Desa Wisata Tinalah merupakan salah satu desa wisata yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Pemanfaatan kawasan Sungai Tinalah di Desa Purwoharjo digunakan untuk kegiatan camping, pramuka, outbound, trekking Sungai Tinalah, penelitian, observasi atau pengamatan. Selain paket kegiatan yang dilakukan oleh para wisatawan, di Desa Wisata Tinalah terdapat oleh-oleh wingko Tinalah, dan jahe merah yang ditanam di pinggir Kali Tinalah.

Kelas Digital Marketing >