Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Pelatih Desa Wisata dari Dewi Tinalah tergabung dalam Kampanye Sadar Wisata 5.0 Kemenparekraf

Desa wisata saat ini menjadi program unggulan dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Tahun 2022 ini terdapat program Kampanye Sadar Wisata untuk desa wisata di daerah super prioritas.

Tim Trainer Kampanye Sadar Wisata Kemenparekraf RI Galuh Alif Fahmi Rizki Dewi Tinalah
Galuh Alif Fahmi Rizki menjadi Tim Pelatih Kampanye Sadar Wisata 5.0 Kemenparekraf

Pengelola Dewi Tinalah yaitu Galuh Alif Fahmi Rizki tergabung dalam kegiatan Kampanye sadar wisata 5.0 yang diselenggarakan oleh Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

KampanyeSadar Wisata 5.0 adalah sebuah program berkelanjutan yang terdiri dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan dan penghargaan dalam upayamengembangkan wisata di desa dengan menerapkanperan kemajuan teknologi.

Info: Undang Galuh Alif Fahmi Rizki untuk Pelatihan Desa Wisata (085729546678)

Program ini merupakan program pelatihan desa wisata yang terintegrasi dalam mendorong desa wisata mengelola potensi desa secara kelembagaan. Kampanye Sadar Wisata 5.0 sebagai pelatihan pengembangan inovasi dan kapasitas bidang parekraf.

Dalam kesempatan ini, Pengelola Dewi Tinalah terpilih menjadi tim trainer  / pelatih dalam program Kampanye Sadar Wisata 5.0. Tahun ini menjadi pelatih dalam packaging dan presentation produk pariw

Pengembangan Kerjasama UNY Bidang Pendidikan, Seni Dan Budaya Dengan Kabupaten Kulon Progo DIY

Salah satu Tridarma perguruan tinggi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) yaitu menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat atau yang saat ini lebih dikenal dengan kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus. UNY memiliki program tentang menjalin kerjasama dengan lembaga mitra baik dalam dan luar negeri. 

Pengembangan Kerjasama Uny Bidang Pendidikan, Seni Dan Budaya Dengan Kabupaten Kulonprogo DIY

Bentuk kerjasama Dosen Berkegiatan di Luar Kampus yang ditawarkan meliputi: peningkatan potensi daerah, pengadaan pelatihan, peningkatan sumber daya manusia. Diharapkan dengan adanya Dosen Berkegiatan di Luar Kampus, akan meningkatkan kualitas daerah yang disasar dalam PPM sesuai dengan pengajuan rencana kegiatan, sehingga dapat menimbulkan pengaruh yang positif dan dapat menjalin kerjasama yang lebih baik bagi daerah ke depannya.

Kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus juga bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para dosen di UNY untuk melakukan kegiatan Kerjasama dalam rangka peningkatan produktifitas kineerja serta mewujudkan Tri Darma Perguruan Tinggi terutama di bidang pengabdian, serta mempercepat pembangunan baik sektor pendidikan, non pendidikan dan sumber daya manusia diseluruh wilayah di Indonesia. 

Kabupaten Kulonprogo merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang menyimpan segudang potensi seni dan budaya baik budaya-budaya peninggalan nenek moyang yang sampai saat ini masih di lestarikan oleh masyarakat kulon Progo, maupun budaya baru yang dikembangkan masyarakat. Meskipun potensi bidang pendidikan, seni dan budaya di Kabupaten Kulonprogo banyak, namun hingga saat ini potensi tersebut kurang di garap dengan maksimal. 

Pengembangan Kerjasama Uny Bidang Pendidikan, Seni Dan Budaya Dengan Kabupaten Kulonprogo DIY (2)

Sebagai salah satu institusi bidang pendidikan UNY merasa terpanggil untuk dapat terus membina dan mengembangkan potensi pendidikan, seni dan budaya di Kabupaten Kulonprogo dengan menjalin kerjasama melalui kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu Pemda Kulonprogo untuk terus menggali potensi pendidikan, seni dan budaya di Kabupaten Kulonprogo sehingga kedepannya Kulonprogo menjadi lebih maju. Hingga saat ini kerjasama antara UNY dan Kabupaten Kulonprogo memang telah terlaksana, namun kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini diharapkan dapat lebih mempererat dan meningkatkan intensitas dan kualitas kerjasama anatara UNY dan Kabupaten Kulonprogo.

Identifikasi dan Perumusan Masalah

Potensi bidang pendidikan, seni dan budaya di Kabupaten Kulonprogo yang belum di garap dengan maksimal memerlukan pendampingan dari ahli di bidang pendidikan, seni dan budaya. Pendampingan yang dimaksud dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan seperti workshop maupun lokakarya dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan yang dilaksanakan antara Kabupaten Kulonprogo dengan UNY.

Intensitas dan kualitas kerjasama antara UNY dan Kulonprogo masih memiliki potensi untuk dapat ditingkatkan kedepannya mengingat masih cukup banyak potensi bidang pendidikan, seni dan budaya di Kabupaten Kulonprogo yang masih bisa di maksimalkan.

Tujuan Kegiatan

Melalui proses pendampingan intensif dalam bentuk workshop bersama dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo. kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini diharapkan mampu meningkatkan potensi bidang pendidikan, seni dan budaya di Kabupaten Kulonprogo. 

Kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini juga diharapkan mampu mempererat kerjasama dalam bidang Pendidikan, Seni dan Budaya antara UNY dan Kabupaten Kulonprogo, khususnya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Manfaat Kegiatan

Kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini diharapkan mampu meningkatkan potensi bidang pendidikan, seni dan budaya di Kabupaten Kulonprogo serta mempererat kerjasama anatara UNY dengan Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo.

Kerangka Pemecahan Masalah

Masih cukup banyak potensi bidang pendidikan, seni dan budaya di Kabupaten Kulonprogo yang belum di garap dengan maksimal. Kegiatan Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini direncanakan untuk dapat dilaksanakan dalam bentuk workshop atau lokakarya dengan personel dari Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo sehingga adanya potensi bidang pendidikan, seni dan budaya bisa lebih digali dan di kembangkan lagi.

Khalayak Sasaran

Khalayak sasaran kegiatan ini adalah petugas atau personel Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo yang menangani bidang pendidikan, seni dan budaya di Kulonprogo.

Metode Kegiatan

Metode kegiatan yang akan digunakan dalam program Dosen Berkegiatan di Luar Kampus ini adalah pendampingan selama satu semester dengan struktur program seperti yang diuraikan pada tabel berikut.

Rancangan Evaluasi

Evaluasi dilaksanakan sejak tahap persiapan yaitu pemilihan khalayak sasaran serta materi workshop sampai dengan pelaksanaan kegiatan dan presenitasi.

Built-in evaluation

Built-in evaluation adalah proses evaluasi yang terkait dengan proses dan materi workshop. Rancangan evaluasi ini mencakup presentasi materi, praktek, dan evaluasi unjuk kerja berupa identifikasi serta penyusunan tata kelola potensi pendidikan, seni serta budaya di Kabupaten Kulonprogo

On-progress evaluation

Selama metode praktik berlangsung, program ini menerapkan on-progress evaluation yakni evaluasi yang dimaksudkan untuk menilai kemajuan peningkatan kemampuan personel Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulonprogo dalam identifikasi serta penyusunan tata kelola potensi pendidikan, seni serta budaya di Kabupaten Kulonprogo

Integrated evaluation

Integrated evaluation atau evaluasi terintegrasi merupakan bentuk evaluasi akhir pelatihan. Evaluasi ini mengulas secara keseluruhan hasil unjuk kerja peserta dalam mengimplementasikan apa yang sudah di identifikasi serta disusun terkait tata kelola potensi pendidikan, seni serta budaya di Kabupaten Kulon Progo.

Webinar Pemanfaatan Digital Marketing untuk Promosi dan Branding Desa Wisata

Pandemi covid 19 yang melanda dunia selama 2 tahun lebih membuat pariwisata terpuruk dan ekonomi masyarakat menurun drastis. Tahun 2022, seiring menghilangnya covid 19 membuat pariwisatamemiliki peluang untuk bangkit kembali. Pengelola destinasi terutama pengelola desa wisata menata kembali desa wisatanya dan membuat paket-paket wisata yang dapat menarik perhatian wisatawan.

Pemanfaatan Digital Marketing untuk Promosi dan Branding Desa Wisata

Hal penting lain yang harus diperhatikan setelah desa wisatanya siap menerima kunjungan adalah berpikir bagaimana cara agar wisatawan lokal maupun mancanegara mau mengunjungi dan menginap di desa wisata. wisatawan lokal maupun mancanegara mau mengunjungi dan menginap di desa wisata dapat terwujud jika mereka mengetahui keberadaan desa wisata tersebut sertaa wisatawan harus tahu nama desa wisata tersebut, lokasi, daya tarik dan paket wisata yang ditawarkan. Oleh karena itu desa wisata harus dikenal wisatawan sehingga desa wisata membutuhkan branding.

 

Baca Juga: Jadwal Webinar Desa Wisata Lainnya

Branding dapat dilakukan melalui promosi untuk target pasar yang dituju. Wisatawan sebagian besar yang menjadi target pasar adalah generasi milenial yang dalam kegiatannya sehari-hati menggunakan teknologi informasi (internet). Promosi dan branding dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi informasi (internet) atau lebih tepatnya menggunakan digital marketing.

Oleh karena itu, dalam kegiatan praktisi mengajar dalam bentuk pelatihan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa maupun pengelola desa wisata dalam penggunaan digitak marketing. Dengan pelatihan ini diharapkan mahasiswa maupun pengelola desa wisata dapat mempraktekkan dalam kegiatan sehari-hari didesa wisata utnuk promosi. Pada akhirnya nanti dengan promosi yang bagus maka branding desa wisata menjadi lebih kuat.


Tujian Webinar Pemanfaatan Digital Marketing untuk Promosi dan Branding Desa Wisata

1. Memanfaatkan digital marketing untuk promosi dan branding desa wisata
2. Menambah pengetahuan dan ketrampilan mahasiswa dan pengelola desa wisata dalam penggunaan digital marketing
3. Menjadi forum ilmiah yang berguna dalam pengembangan ilmu pengetahuan, baik yang bersifat praktis maupun akademis
4. Menjadi langkah awal untuk mengembangkan kerjasama antara pelaku bisnis pariwisata dan perguruan tinggi di masa yang akan datang.

Topik Webinar Pemanfaatan Digital Marketing untuk Promosi dan Branding Desa Wisata

Topik yang diangkat dalam kuliah tamu 2022 yaitu “PEMANFAATAN DIGITAL MARKETING UNTUK PROMOSI DAN BRANDING DESA WISATA”. materi yang disampaikan meliputi :
1. Jenis jenis media dalam digital marketing
2. Cara membuat promosi dengan menggunakan digital marketing (pemaparan cara membuatnya seperti pelatihan singkat)

Pelaksanaan Webinar Pemanfaatan Digital Marketing untuk Promosi dan Branding Desa Wisata

Kegiatan Kuliah Prakttisi Mengajar (pelatihan) akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Sabtu, 19 November 2022
Pukul : 14.00 -15.00 WIB
Tempat : daring melalui zoom meeting
Pembiacara : Galuh Alif Fahmi Rizki M.Pd (Pengelola Desa Wisata Dewi Tinalah, Kulon Progo, DIY)
Moderator : Dr. Eny Endah Pujiastuti, MSi (Dosen UPN “Veteran” Yogyakarta)

Daftar Webinar

Sinergi Dewi Tinalah Bersama Researcher Dalam Pelatihan Dan Focus Group Discussion

Dewi Tinalah merupakan desa wisata berjiwa edukasi yang kental dengan pesona alam dan budayanya. Dewi Tinalah membuka kesempatan belajar yang lebar bagi akademisi dan peneliti yang ingin melakukan observasi maupun riset. Dewasa ini, telah dilaksanakan pelatihan dari peneliti Universitas Atma Jaya Yogyakarta dibersamai oleh ahli drone dari USA dengan judul “Menggabungkan Drone, Pemetaan Partisipatif dan GIS untuk Meningkatkan Ketahanan Destinasi”


Sinergi Dewi Tinalah Bersama Researcher Dalam Pelatihan Dan Focus Group Discussion


Kegiatan ini dilaksanakan pada 13-14 Juli 2022 di Sekretariat Desa Wisata Tinalah. Diselenggarakan oleh tim peneliti dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Pada hari pertama, dilakukan pelatihan drone yang diikuti oleh 10 peserta dari pengelola desa wisata. Sedangkan untuk penyampaian materi dihadirkan ahli drone Dr. Aaron Kingsbury dari Maine Maritime Academy USA, Dr. Desideria Cempaka Wijaya Murti dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta serta Dr. Ignatius Cahyanto dari University of Louisiana at Lafayette. Tak hanya itu, kegiatan juga dibersamai oleh mahasiswa magang Travelxism Yogyakarta.


Pelatihan dilakukan dari pagi hingga siang diawali dengan pemaparan materi pengantar mengenai pengenalan, fungsi, manfaat, jenis, prosedur penggunaan serta pengaplikasian fungsi drone untuk kebutuhan pariwisata. Hasil awal yang ingin dicapai pada pelatihan ini ialah keterampilan dasar dalam mengoperasikan drone. Setelah mendapatkan materi pengantar, peserta pelatihan diajak untuk mengidentifikasikan objek-objek potensial di kawasan Dewi Tinalah yang kemudian akan dilakukan pengambilan gambarnya.


Proses identifikasi tersebut dilakukan dengan memberikan daftar pertanyaan pemantik meliputi area mana saja kah yang menunjukan lokasi terpencil, lanskap alami dan buatan, cagar budaya, area bernilai sejarah, area dengan potensi ekonomi, area berkegiatan lokalitas setempat, dll. Selanjutnya peserta diajak berpartisipasi langsung dalam mengoperasikan dan menggunakan fitur-fitur drone di areal lapangan Dewi Tinalah. Setelah mencoba mengambil foto, peserta pelatihan berpencar untuk mendapatkan foto area potensial di berbagai tempat berbeda yang telah diidentifikasi sebelumnya.


Setelah mendapatkan hasil yang cukup, kegiatan selanjutnya kembali ke Griya Wiguna untuk mendiskusikan hasil yang diperoleh serta kesan pesan setelah mencoba drone untuk pertama kalinya. Pada hari kedua, dilakukan FGD dengan masih bertemakan drone. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pemetaan lanjutan potensi di kawasan Dewi Tinalah. Pemetaan dilakukan dengan menempelkan tanda jenis potensi dalam peta raster area Dewi Tinalah. Dilanjutkan dengan diskusi mengenai potensi-potensi yang ditemukan selama pelatihan.


Diskusi dilakukan secara dua arah dengan melibatkan seluruh peserta untuk berpendapat seputar kegiatan yang telah dilakukan. FGD ini juga membahas potensi-potensi yang ada, potensi baru yang belum diolah, peluang wisata baru serta kelebihan dan kekurangan pengelolaan dan pengolahan potensi saat ini. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan menambah keterampilan pelaku wisata di Dewi Tinalah dalam pemanfaatan teknologi drone.


Temukan aktivitas wisata favoritmu di Dewi Tinalah seperti camping, fun tubing, outbond, rock painting, jelajah alam, workshop kerajinan, tangkap ikan dan studi banding. Lakukan reservasi untuk pengalaman wisata terbaikmu! (Astr)

Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta di Dewi Tinalah

Dewi Tinalah – Adopsi teknologi saat ini masiv diterapkan di desa wisata. Adanya desa wisata ini menjadi salah satu ruang penting bagi masyarakat desa untuk berkreasi dan meningkatkan nilai tambah, baik untuk lingkungan, sosial dan ekonomi. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta laksanakan Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta di Dewi Tinalah dengan tema Digitalisasi, Branding, Pemasaran, dan Penjualan di desa wisata pada tanggal 16 Oktober 2021.


Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata Se-Yogyakarta Dewi Tinalah
Pelatihan Digitalisasi Desa Wisata di Dewi Tinalah


Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta yang beralamat di Jl. Raya Janti No.4, Wonocatur, Banguntapan, Kec. Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan ini dengan tujuan untuk pengembangan komptensi SDM Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pengelola desa wisata, pelaku kuliner, homestay, kuliner dan fotografi.


Dalam sesi pembukaan ini, Bu Lita dari Dinpar DIY menyampaikan tentang pentingnya digitalisasi untuk desa wisata di Yogyakarta. Dewi Tinalah nantinya dapat memberikan tips dan trik untuk pengelolaan digitalisasi desa wisata karena telah meraih Anugerah Desa Wisata Indonesia dan menjadi Desa Wisata Digital.


Galuh Alif Fahmi Rizki selaku pengelola Desa Wisata Tinalah dan pegiat digitalisasi desa wisata menyampaikan tentang paradigma pariwisata 4.0 tentang adopsi tekonologi tepat guna, mulai dari internet of things, big data, dan cloud computing untuk pengelolaan desa wisata. Hal terpenting dalam digitalisasi dalah mindset dan paradigma untuk berkembang, SDM juga harus trampil.



Kegiatan ini tidak hanya sekedar membahas secara teoritis tentang digitalisasi desa wisata. Peserta kegiatan juga melakukan praktik tentang pembuatan video sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan yang ada di kegiatan desa wisata.


Bagi Anda yang ingin belajar tentang digitalisasi desa seperti digitalisasi desa wisata, penerapan digitalisasi di Bumdesa dan pemasaran produk desa dengan internet dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah sebagai narasumber desa digital. Kontak person 085729546678.

Pembangunan Pariwisata Melalui Desa Wisata Bukti Nyata Dewi Tinalah

Salah satu upaya untuk mewujudkan pembangunan ekonomi adalah melalui pariwisata. Desa saat ini memiliki kesempatan yang luarbiasa dengan adanya dana desa dan program desa wisata. Upaya ini untuk pembangunan pariwisata melalui desa wisata. Ini yang menjadi fokus dalam rangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia.


Pembangunan Pariwisata Melalui Desa Wisata Bukti Nyata Dewi Tinalah
Dewi Tinalah Wujud Nyata Pembangunan Pariwisata di Desa

Searah dengan maksud pembangunan kepariwisataan, Pemerintahan meningkatkan desa wisata yang memiliki tujuan buat mempertingkat perkembangan ekonomi, kesejahteraan rakyat, meniadakan kemiskinan, menanggulangi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan serta sumber daya, dan lebih memajukan kebudayaan.


Baca Juga: Pengertian parwisata Pedesaan


Peningkatan desa wisata pun adalah satu diantara wujud kecepatan pembangunan desa secara terintegrasi buat memajukan perubahan sosial, budaya, serta ekonomi desa. Sebab itu, tiap-tiap wilayah serta desa penting mengamati kemampuan yang dipunyainya buat diangkat serta ditingkatkan biar memberinya nilai makin kegunaan dan menciptakan daya produksi yang tinggi buat mempertingkat kesejahteraan penduduk di tempat.


"Atas nama Bapak Presiden, saya menilai penyelenggaraan Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 selaku kesempatan baik memajukan geliat peningkatan desa wisata terutama dalam rencana Rekondisi Ekonomi Nasional," kata Menteri Koordinator Bagian Ekonomi Airlangga Hartarto dalam sambutannya jadi wakil Presiden RI di acara "Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021" yang digelar oleh Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Inovatif/Tubuh Pariwisata serta Ekonomi Inovatif, di Selasa (7/12).


Acara ADWI diinginkan bisa jadi fasilitas promo kemampuan desa wisata di Indonesia buat turis dalam negeri serta mancangera, dan bisa beri motivasi Pemerintahan Desa serta Pemerintahan Wilayah di semuanya Indonesia agar dapat meningkatkan desa-desa wisata anyar selaku pengungkit ekonomi desa serta wilayah, yang selanjutnya bakal memajukan perkembangan ekonomi nasional.


Sejumlah 1.831 desa wisata dari 34 propinsi di semuanya Indonesia yang udah ikut serta mendaftarkan serta jadi peserta di tempat ADWI 2021. Dari jumlahnya itu, tersaring 50 besar desa wisata terhebat yang mendapat penghargaan waktu malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dalam mengaktualkan desa wisata berkwalitas dunia, mempunyai daya saing, serta berkesinambungan.


Bagian pariwisata selaku satu diantara pendorong perkembangan ekonomi Indonesia diinginkan bisa mempertingkat jumlah perjalanan turis luar negeri, perjalanan turis nusantara, penambahan pendapatan devisa dari bagian pariwisata, peresapan tenaga kerja pariwisata, serta peningkatan index daya saing pariwisata indonesia di ranah global.


"Saya pun memajukan biar peningkatan desa wisata untuk tetap digabungkan dengan usaha peningkatan 10 Tempat Pariwisata Fokus tergolong 5 Tempat Pariwisata Super Prioritas (DPSP) maka bisa bertambah memperlebar kegunaan ekonomi peningkatan tempat pariwisata buat penduduk lokal," tandas Menko Airlangga.


Baca Juga: Konsep Desa Wisata


Ikut ada dalam hajatan Malam ADWI 2021 antara lain Menteri Pariwisata Ekonomi Inovatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Wilayah Ketinggal serta Transmigrasi RI Budie Arie Setiadi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, banyak Bupati serta Wakil Bupati, dan banyak Kepala Desa serta Petinggi Di tempat dari 50 Desa Wisata. (ag/fsr)


Dalam kesempatan ini, Dewi Tinalah menjadi 50 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia (ADWI) dan mendapatkan juara sebagai penerima augerah desa wisata digital. Upaya ini untuk mewujudkan paradigma pariwisata dengan adopsi teknologi dengan sehingga SDM, Produk Wisata dan Promosi akan optimal. 

Studi Desa Wisata IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah

Desa wisata saat ini menjadi program yang banyak menarik perhatian dari berbagai pihak, tak terkecuali dari pihak akademisi kampus. 12 Oktober 2021 Studi Desa Wisata IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah tentang proses merintis desa wisata, tata kelola dan pemanfaatan digital di desa wisata.


studi banding desa wisata - IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Dewi Tinalah


Pada kesempatan studi wisata ini, IAIN Syekh Nurjati Cirebon banyak menggali bagaimana perjalanan Dewi Tinalah dari awal hingga saat ini. Apa yang telah dilakukan oleh Dewi Tinalah nanti dapat menjadi referensi yang dapat di terapkan di daerah lain atau melalui kajian pariwisata di akademisi.

Komitmen menjadi penting bagi seluruh pemangku kepentingkan di desa. Seluruh warga dapat menjadi pemangku kepentingan dalam tata Kelola desa wisata berbasis masyarakat.

Dalam perkembangan desa wisata, SDM menjadi sangat penting bagaimana dapat memberikan banyak kontribusi untuk pengembangan desa wisata berkelanjutan. Dalam hal ini kegiatan sosialisasi, pelatihan, bimtek tentang desa wisata harus secara konsisten dilaksanakan.

Apa yang telah diraih Dewi Tinalah menjadi salah satu desa wisata terbaik Indonesia dalam ajang Anugerah Desa Wisata Tinalah diharapkan dapat memberikan motivasi bagi desa-desa wisata lain di Indonesia untuk dapat memanfaatkan segenap potensi yang ada di desa.

Studi desa wisata menjadi penting untuk melengkapi kawasan teori dan praktik, apa saja yang telah dilakukan di desa wisata serta praktik apa saja yang menjadikan desa wisata dapat terus bergerak dan memberikan dampak untuk masyarakat.

Bagi Anda yang ingin studi wisata atau studi tentang desa wisata dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Kegiatan ini dapat dilakukan di Dewi Tinalah atau mengundang Dewi Tinalah dalam suatu acara tertentu.

Monitoring dan Evaluasi Desa Wisata Wajib Dilakukan

Dewi Tinalah – Keberadaan desa wisata setelah melalui tahapan merintis dan pengembangan tentu perlu adanya suatu pemantauan. Pengelola Desa Wisata perlu melakukan monitoring dan evaluasi desa wisata, baik secara internal maupun eksternal. Hal ini untuk mengetahui apa saja capaian dan hal apa saja yang belum dapat direalisasikan.

monitoring-dan-evaluasi-desa-wisata-dewi-tinalah


Tujuan monitoring dan evaluasi desa wisata adalah untuk mengetahui kesesuaian rencana program kerja yang dibuat berdasarkan kebutuhan dan karakter suatu desa wisata. Lebih lanjut, kegiatan ini juga untuk mengetahui proses pelaksanaan pengelolaan dan pengembangan desa wisata sesuai dengan rencana yang telah dibuat. Dengan adanya monitoring dan evaluasi, desa wisata juga dapat mengetahui keberhasilan dalam pencapaian target yang telah ditentukan.

Baca Juga

Dalam kegiatan ini perlu juga sasaran monitoring dan evaluasi desa wisata agar tercapainya kesesuaian rencana program kerja serta proses pelaksanaan dan pengembangan desa wisata sehingga tercapai tingkat keberhasilan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

Kegiatan monitoring dan evaluasi desa wisata tentu diperlukan suatu instrument evaluasi atau penilaian sebagai alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi program pengembangan suatu desa wisata. Dalam instrumen evaluasi desa wisata dapat dilakukan dengan cara mengidentifikasi karakterisitik desa wisata dan dijabarkan dalam indikator dari setiap penilaian desa wisata.

Lalu apa saja intrumen evaluasi desa wisata yang harus ada? Terdapat karakteristik instrument penilaian dasar yang harus ada ketika akan melakukan monitoring dan evaluasi. Instrumen tersebut perlu memuat tentang atraksi, amenitas, aksesbilitas, sumber daya manusia, mayarakat, industri, serta promosi dan pemasaran.

Di bawah ini Dewi Tinalah akan sampaikan penjelasan lengkap sesuai dengan setiap kriteria tersebut. Kriteria ini telah baku sesuai dengan Buku Panduan Desa Wisata. Berikut karakteristik monitoring dan evaluasi desa wisata beserta indikator dan penjelasan singkat dari praktik terbaik Dewi Tinalah.

Karakteristik Atraksi Desa Wisata

Untuk melakukan monitoring dan evaluasi desa wisata, indikator atraksi ini meliputi, 1. Terdapat pengingkatan inovasi / penciptaan dan pengelolaan produk wisata berbasis potensi sumber daya lokal di desa wisata, 2. Terdapat peningkatan diversivikasi produk wisata, 3. Terdapat peningkatan modifikasi / daur ulang produk wisata sesuai dengan kebutuhan pasar, 4. Terdapat peningkatan kunjungan dan kualitas wisatawan di desa wisata, 5. Terdapat peningkatan lama tinggal wisatawan di desa wisata, 6. Terdapat peningkatan pengeluaran wisatawan di desa wisata, 7 terdapat keberlanjutan even dan paket wisata.


Contoh di Desa Wisata Tinalah dari awal berdiri baru terdapat paket atraksi kegiatan camping dan kuliner. Seiring bertumbuhnya desa wisata terdapat peningkatan kegiatan atraksi susur sungai, susur gua, jelajah alam dan namap tilas sejarah, eduwisata, workshop kerajinan dan kuliner desa, atraksi seni budaya, upacara adat (Merti Bumi Tinalah, Saparan, Wiwitan, baritan) serta berbagai kegiatan adventure seperti outbound, jeep adventure, campervan dan outing untuk keluarga, komunitas, sekolah, kampus, maupun berbagai perusahaan.

Karakteristik Amenitas Desa Wisata

Pada karakteristik penilaian desa wisata di bagian amenitas ini terdapat indikator sebagai berikuti: 1. Terdapat kualitas lingkungan desa wisata (termasuk sarana prasarana lingkungan untuk mendukung kegiatan kepariwisataan), 2. Terdapat rumah penduduk yang dipakai sebagai homestay, 3. Terdapat bangunan yang dimanfaatkan sebagai sarana pariwisata yang berdasarkan tata ruang yang sudah ditetapkan, 4. Terdapat kuantitas dan kualitas toilet, 5. Terdapat pasar tradisional yang nyaman, 6. Terdapat lahan parkir yang memadahi, 7. Terdapat penanda dan petunjuk arah.

Contoh Karekteristik amenitas di Dewi Tinalah dari awal berdiri di tahun 2013 terdapat peningkatan pada sarana prasarana bangunan, rumah penduduk untuk homestay, penambahan  jumlah toilet, pengembangan lahan parkir, dan penanda petunjuk arah di lokasi dan spot kegiatan.

Karakterisitik Aksesbilitas

Desa wisata sangat perlu memperhatikan indikator aksesibilitas berupa: 1. Terdapat akses jalan yang aman dan memadai, 2. Terdapat jalan penghubung ke wilayah luar desa dalam kondisi baik, 3. Terdapat moda transportasi lokal, 4. Terdapat peningkatan kondisi jalan desa aman bagi pejalan kaki, 5. Terdapat kemudahan akses bagi penyandang disabilitas / difabel, 6. Terdapat kemudahan layanan dan sumber informasi, 7. Terdapat keterbukaan masyarakat terhadap tamu wisata.

Sebagai contoh di Dewi Tinalah, monitoring dan evaluasi aksesbilitas terdapat moda trasportasi lokal seperti ojek dan mobil untuk kegiatan berkeliling di desa wisata, dan keterbukaan masyarakat di Desa Wisata Tinalah terhadap wisatawan yang datang di Dewi Tinalah.

Karakteristik Monitoring dan Evalusi Desa Wisata - Sumber Daya Manusia di Desa Wisata

Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan komponen penting dari adanya desa wisata. SDM merupakan pemangku kepentingan dan penggerak desa wisata. Dalam indikator ini perlu diperhatikan: 1. Terdapat warga masyarakat usia produktif yang cukup besar dan bermukim di desa, 2. Terdapat lulusan sekolah pariwisata, 3. Terdapat warga yang menguasai Bahasa asing, 4. Peningkatan kompetensi dan keterampilan mayarakat di desa wisata dalam bidang kepariwisataan, 5. Peningkatan kapasitas dan peran masyarakat / SDM setempat dalam inisiasi dan pelaksanaan program desa wisata, 6. Peningkatan swadaya masyarakat di desa wisata, 7. Pengingkatan penciptaan lapangan kerja di desa wisata.

Studi kasus desa wisata di Dewi Tinalah, monitoring dan evaluasi desa wisata terdapat warga masyrakat yang produktif bermukim di desa, terdapat warga yang menguasai Bahasa asing berupa Bahasa inggris, peningkatan kompetensi dan keterampilan warga setelah mengikuti berbagai sosialiasi, bimtek serta Pendidikan dan pelatihan tata Kelola desa wisata, inisiasi inovasi kegiatan di Dewi Tinalah seperti pengembangan homestay, atraksi wisata pembuatan kuliner Wingko, kripik pegagan, kreasi anyaman janur, pengembangan pemasaran desa wisata secara digital, dan semakin bertambah warga yang terlibat di desa wisata sebagai bentuk peningkatan penciptaan lapangan kerja di desa.


Karakteristik Masyarakat Desa Wisata

Desa wisata tentu tidak terlepas dari masyarakat desa itu sendiri. Dalam monitoring dan evaluasi desa wisata perlu memperhatikan indikator ini, yaitu: 1. Mempunyai atau memiliki prinsip parsitifatif dengan pelibatan aktif masyarakat lokal, 2. Terdapat mayoritas masyarakat yang memiliki presepsi positif terhadap pariwisata desa, 3. Secara dominan warga memiliki pola pikir yang terbuka dan bersahabat dengan orang luar atau wisatawan, 4. Menjadikan masyarakat menjadi akselerator bersama pemangku kepentingan mengembangkan desa wisata, 5. Masyarakat harus menjadi pusat pembangunan pariwisata desa, 6. Masyarakat menjaga dan melestarikan warisan budaya lokal, dan 7. Masyarakat mendukung nilai-nilai Pancasila.

Hasil praktik di Dewi Tinalah dalam monitoring dan evaluasi desa wisata di karekterisitik mayarakat desa, dalam perjalanan desa wisata mayarakat memiliki parsitifatif yang tinggi, masyarakat desa terlibat secara aktif dalam pengelolaan desa wisata Tinalah, kegiatan kepemanduan, penyediaan kuliner dan homestay serta berbagai kegiatan atraksi desa wisata. Masyarakat Dewi Tinalah memiliki pola pikir terbuka untuk berinteraksi dengan wisatawan. Dengan adanya desa wisata, masyarakat menjadi subjek pembanguan pariwisata desa dan semakin memberikan peran untuk menjaga dan melestarikan budaya (merti bumi tinalah, wiwitan, baritan, saparan, seni budaya dan kuliner) dengan tetap menjaga nilai-nilai Pancasila yang menjadi landasan dan falsafah berbangsa dan bernegara.

Karakteristik Sektor Industri Pariwisata

Keberadaan desa wisata tidak terlepas dari konsep usaha, dalam hal ini adalah usaha pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) yang juga masuk dalam industri pariwisata, terdapat indikator desa wisata sebagai industri, 1. Peningkatan sejumlah warga yang bergelut di sektor usaha pariwisata, 2. Peningkatan pendapatan masyarakat dari kegiatan kepariwisataan di desa wisata, 3. Peningkatan modal dalam bentuk daya tarik, produk wisata, dan fasilitas pendukung di desa wisata, 4. Terdapat pertumbuhan  (jumlah dan kualitas) usaha pariwisata yang dikelola oleh masyarakat setempat di desa wisata, 5. Terdapat pelibatan industri pariwisata dalam mendorong UMKM, CSR, dan Bapak Asuh, 6. Terdapat industri kreatif desa, 7. Terdapat kemampuan mengundang investor PMA atau PMDN.

Dari perjalanan Dewi Tinalah, dalam sektor industri pariwisata terdapat peningkatan keterlibatan warga yang bergelur di sektor pariwisata seperti menjadi pemandu wisata, penyedia homestay, kuliner dan souvenir. Masyarakat juga terlibat secara swadaya untuk melakukan pengembangan Kedai Tinalah dengan urun dana (community crowdfunding). Sektor UMKM semakin tumbuh seperti Wingko Tinalah, Ingkung Tinalah, Kripik Pegagan, Kripik Gedebog Pisang, Souvenir, dan Merchandise yang sebagai bentuk industri kreatif desa.

Karakteristik Promosi dan Pemasaran Desa Wisata

Tidak kalah penting dalam menjalankan usaha perlu adanya promosi dan pemasaran. Desa wisata tidak terlepas dari hal tersebut, dalam promosi dan pemasaran desa wisata perlu indikator, 1. Peningkatan kunjungan wisatawan di desa wisata, 2. Peningkatan lama tinggal wisatawan di desa wisata, 3. Peningkatan pangsa pasar / market share, 4. Peningkatan minat / permintaan pasar terhadap desa wisata, 5. Peningkatan pengeluaran wisatawan, 6. Peningkatan kunjungan ulang, 7. Peningkatan publikasi desa wisata.

Dewi Tinalah telah menerapkan strategi promosi dan pemasaran gerilya (Guerrilla Marketing) baik secara offline maupun online. Dari kegiatan tersebut terbukti meningkatkan kunjungan wisatawan 3x lipat di tahun 2016, dan ditahun 2017-2019 semakin bertambah (5x lipat). Dengan promosi dan pemasaran ini meningkatkan lama tinggal wisatawan di desa wisata dengan rata-rata menginap 2-3 hari. Selain itu peningkatan pangsa pasar suga semakin meningkat. Dan terdapat kunjungan ulang oleh wisatawan yang pernah datang di Dewi Tinalah. Setiap tahun pubikasi Dewi Tinalah semakin meningkat.


Strategi utama Dewi Tinalah dalam menjalankan promos dan pemasaran adalah dengan Pemasaran Online (Digital Marketing). Dewi Tinalah memanfaatkan Big Data dan Internet of Things untuk menganalisa pasar, target market, jumlah market, dan preferesni wisatawan terhadap kegiatan wisata. Dewi Tinalah memanfaatkan media sosial (Instagram, Youtube, Facebook, Pinterest, LinkedIn, WhatsApp), Web dan Landing Page, Aplikasi Mobile, Layanan Fitur Google Workspace.

Itu tadi langkah dan kriteria monitoring dan evaluasi desa wisata. Dengan kegiatan ini desa wisata akan tahu sudah sampai mana tahapan yang dicapai dan hal apa saja yang belum dilakukan. Monitoring dan evaluasi dapat juga dijadikan sebagai strategi atau rencana lanjutan pengembangan suatu desa wisata. 

Bagi Anda yang ingin belajar terkait dengan proses merintis dan mengembangkan desa wisata dapat menghubungi Dewi Tinalah sebagai salah satu desa wisata terbaik Indonesia yang menerima Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Selain itu Dewi Tinalah juga terdapat program penelitian, magang dan pemberdayaan masyarakat, maupun Tri Darma Univeristas.  Hubungi Dewi Tinalah melalui tombol chat Whatsapp atau di 085729546678.

Studi Banding Desa Wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah Jadi Ruang Berbagi

Dewi Tinalah – Desa Wisata saat ini menjadi salah satu upaya program penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan pariwisata pedesaan. Desa Wisata Gunungkidul Bersama Dinas Pariwisata Gunungkidul yang terdiri dari Desa Wisata Ngawen, Nglipar, dan Kedungpoh lakukan studi banding pengembangan dan pengelolaan desa wisata di Dewi Tinalah (Desa Wisata Tinalah) pada hari Kamis 18 November 2021. Kegiatan Studi Banding Desa Wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah Jadi Ruang Berbagi bersama.


studi-banding-desa-wisata-gunungkidul-di-desa-wisata-tinalah

Kegiatan ini menjadi sesi berbagi antara desa wisata Kulon Progo – Dewi Tinalah dengan Desa Wisata Gunungkidul. Kegiatan studi banding desa wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah berfokus pada kebijakan peraturan desa / kalurahan, peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan Tata Kelola Desa Wisata.


Dalam pembahasan desa wisata dari segi kebijakan peraturan desa, penting Pemerintah Desa setempat untuk mengetahui berbagai kebijakan baik dari pusat sampai daerah. Kemudian dari kebijakan atau peraturan tersebut diturunkan dalam peraturan desa / kalurahan setempat sesuai dengan potensinya.


Pemerintah Desa memberikan arahan dan fasilitasi kepada masyarakat dengan memberikan arahan kebijakan dan sosialisasi kepada masyarakat, legalitas, serta alokasi pendanaan terkait dengan pengembangan desa wisata. Hal mendasar ini yang sangat diperlukan sebelum desa wisata nantinya jauh akan dikembangkan menjadi inovasi desa wisata berkelanjutan.


Studi banding desa wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah juga membahas tentang peran POKDARWIS untuk desa wisata. Pokdarwis adalah kelembagaan ditingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku pariwisata yang memiliki kepedulian dan tanggungjawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan dan memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.


Awal mula berdiri,  beberapa tokoh masyarakat berkumpul dengan berbagi ide untuk merintis dan mengembangkan Potensi SDA di kawasan Kalurahan Purwoharjo sejak  tahun 2012. Modal Awal rintisan Desa Wisata Tinalah adalah semangat untuk maju “ SEMANGAT TANPO SAMBAT” yang dimulai dari beberapa perwakilan  Tokoh Masyarakat, peran pemuda beberapa dusun di Kalurahan Purwoharjo melalui wadah Komunitas penggiat pariwisata. Tokoh – tokoh Pokdarwis Tinalah  bergerak dari tahun 2013, terdiri dari beberapa unsur pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, aktifis pemuda sebagai motor penggeraknya.


Peran POKDARWIS

  • Membutuhkan komitmen dari semua pihak 
  • Membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
  • Memerlukan usaha yang banyak untuk melatih dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
  • Perlunya pendampingan pengembangan komponen produk dan kerajinan.
  • Membutuhkan swadaya baik berupa tenaga maupun material.


Dukungan Sumber Daya Manusia dari tokoh pemuda yang sholid untuk memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam berupa Goa, Jalur Trakking Bukit, Area Camping Ground, Sungai dan pesona alam sebagai daya tarik wisata yang akan dikelola untuk menghasilkan karya.


Semangat Swadaya yang sangat luar biasa berupa ide, tenaga dan material Bersama Pengelola Desa Wisata Tinalah dan dengan tekad keras untuk mengawali sebuah karya dengan membeli Joglo dan Rumah Kampung oleh beberapa tokoh pendiri dan konsep Paket Wisata yang telah dikemas.


Dan akhirnya Semangat kami dapat perhatian dari pemerintah sehingga ada pendampingan peningkatan SDM dari dinas terkait (Dinas paiwisata Kabupaten Kulon progo) berupa pelatihan – pelatihan, dan mendapat dana PNPM Pariwisata Tahun 2013 berupa fasilitasi : Camping Ground, Goa Sriti, dan mendirikan Joglo serta Rumah Kampung yang sudah di beli, tetapi karena keterbatasan biaya sehingga di fasilitasi dana PNPM tersebut.


Pokdarwis merupakan penggerak pariwisata dan sebagai bentuk kelembagaan informal yang dibentuk oleh masyarakat yang merupakan salah satu unsur mengembangkan dan mewujudkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di daerahnya.


Pentingnya Tata Kelola Desa Wisata

Pembahasan Studi Banding Desa Wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah membahas terkait dengan tata Kelola desa wisata Tinalah. Desa wisata sebagai kepariwisataan berbasis masyarakat menempatkan masyarakat  sebagai pelaku utama. Melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan, manfaat diprioritaskan sebesar-besarnya bagi masyarakat sehingga kesejahteraan meningkat.


Desa Wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara Atraksi – Akomodasi – Fasilitas  (Amenitas) pendukung yang di sajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku di dalam desa.


Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) merupakan kawasan di Pegunungan Menoreh di Kulon Progo yang mempunyai kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tinalah mempunyai unsur penting berupa air, tanah, udara, energi, dan berbagai mineral yang menjadi penopang kehidupan baik untuk manusia, flora, dan fauna.


Melestarikan lingkungan secara turun – temurun (teologi, falsafah dan budaya) menjadi bagian penting yang dapat dirasakan oleh generasi saat ini di Dewi Tinalah. Lingkungan dapat digunakan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui desa wisata berbasis masyarakat dengan pesona alam dan budaya.


Desa Wisata Tinalah merupakan landscape yang didalamnya terdapat berbagai sumber kehidupan dan kehidupan itu sendiri. Menjaga alam Dewi Tinalah merupakan peran masyarakat agar lingkungan tetap lestari.

Tata Kelola desa wisata secara bertahap akan memberikan dampak manfaat bagi lingkup sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Pembangunan Sosial

Pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.


Pembangunan Lingkungan

Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai penyangga seluruh kehidupan.


Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui keberlanjutan peluang kerja dan usaha, inovasi, infrastruktur memadai, energi bersih yang terjangkau dan didukung kemitraan.


Pembangunan Hukum dan Tata kelola

Kepastian hukum dan tata kelola yang efektif, transparan, akuntabel dan partisipatif untuk menciptakan tata kelola desa wisata.


Pentingnya Rasa Memiliki Desa

Desa wisata yang diwakili oleh orang-orang yang  rasa memilikinya tinggi dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik karena mereka secara sukarela melakukan tugas-tugas yang diemban tanpa rasa terbebani. 


Mereka dengan sepenuh hati mendedikasikan diri pada desa wisata. Masyarakat desa harus mempunyai budaya kreatif untuk memunculkan gagasan baru, ide-ide baru, dan inovasi baru. Inovasi tidak melulu berbentuk produk baru, bisa juga berupa metode, cara, pengetahuan, teknologi, dan objek baru.


Hal ini yang mendorong Desa Wisata Tinalah berpartisipasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia, menjadi salah satu 50 terbaik desa wisata dengan tata Kelola pengembangan konten kreatif dan digitalisasi. 


Bagi Anda yang ingin belajar mengenai Pokdarwis, Desa Wisata dan cara pengelolaanya dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah. Selain itu Dewi Tinalah juga dapat menjadi narasumber berbagai kegiatan workshop, bimtek, sosialisasi, ataupun pelatihan. 

Mindset Bertumbuh Infinite Game untuk Kembangkan Desa Wisata Berkelanjutan

Dewi Tinalah - Masyarakat dan desa merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan sejak jaman lampau. Masyarakat pun sudah pandai dan lihai akan potensi desa dan dirinya. Terbukti kini pun hadir ruang baru dengan desa wisata.


mindset-bertumbuh-infintife-game-untuk-kembangkan-desa-wisata-berkelanjutan-


Melihat potensi yang ada, masyarakat di kawasan Sungai Tinalah di Kalurahan Purwoharjo pun pandai melihat peluang akan potensi desa. Alam, Budaya dan segala seluk beluk kehidupan di desa menjadikan tantangan bagi masyarakat untuk terus menjadi kontributor, baik secara jangka pendek dan jangka panjang.


Pola pikir masyarakat di Desa Wisata Tinalah www.dewitinalah.com pun kini bertumbuh, pemikiran bahwa "Make money to do good," sudah tidak relevan lagi. "Do good making money"-lah yang menjadi prinsip kontribusi masyarakat bahkan sampai budaya kegiatan di desa wisata.


Do Good making money ini yang terwujud dalam setiap kontribusi desa wisata. Masyarakat dengan kemampuan diri masing-masing berkontribusi secara baik melalui pemikiran dan skillnya. Misal dengan menjadi pemandu terbaik dalam setiap sesi Kegiatan Wisata.


Desa Wisata berkelanjutan ibarat pola The Infinite Game, Menjadi masyarakat kontributor yang memunculkan keberanian tak terbatas, untuk menemukan keberanian mengoptimalkan kemampuan di desa wisata.


Desa Wisata bukanlah permainan terbatas seperti sepak bola ataupun catur. Mengadopsi pola pikir tak terbatas membangun tim, organisasi, karier, dan kehidupan yang lebih kuat, lebih inovatif, dan menginspirasi. Pada akhirnya, masyarakat di Desa Wisata yang hidup dengan pola pikir tak terbatas adalah orang-orang yang memimpin generasi semua menuju masa depan.

Kelas Digital Marketing >