Pesona Alam dan Budaya

23 August 2018

Gelar Tradisi Jogja - Angler Wiwitan Tandur di Puncak Kleco – Desa Wisata Tinalah

Gelar Tradisi Jogja - Angler Wiwitan Tandur di Puncak Kleco – Desa Wisata Tinalah. Banyaknya tradisi di Yogyakarta tentu harus dilestarikan oleh para penerusnya. Salah satu tradisi yang begitu penting adalah “Angler Wiwitan Tandur” yang dilaksanakan pada setiap musim tanam tiba. Di Desa Wisata Tinalah dengan slogan “Pesona Alam dan Budaya” terus berupaya merawat tradisi-tradisi leluhur yang ada. Setelah acara Merti Bumi Tinalah yang dilaksanakan pada Minggu 19 Agustus 2018, berlanjut acara Angler Wiwitan Tandur. Aktivitas ini yaitu bentuk nyata atas pemaknaan simbol syukur atas datangnya musim tanam dengan merasakan kemerdekaan, aktualisasi jiwa pahlawan, pelajaran alam dan sejarah, pelestarian lingkungan, serta liburan berbasis alam dan adat istiadat.

gelar tradisi anglerwiwitan tandur desa wisata tinalah di puncak kleco

Menurut Agus Bakti Sedjatiwan, Angler merupakan sebuah kebiasaan yang sudah lama dilakukan para leluhur dengan guyub-rukun, gotong-royong. Tentu, bukan sekedar copy paste, 'angler' kali ini. Tapi, tanpa mengurangi esensi dan makna dari kebiasaan, akan digelar dengan penuh kreatifitas yang dilakukan para warga, serasi dengan jamannya, tidak meninggalkan akar kebiasaan. Angler Wiwitan Tandur di Puncak Kleco Desa Wisata Tinalah dikemas dengan pameran lukisan, pembacaan puisi dan kegiatan lainnya. Segala uba rampe bahkan sudah disiapkan. Bahkan, untuk kesinambungan dan mengenalkan sejak dini tentang arti pentingnya sebuah kebudayaan, anak-anak PAUD-TK pun akan dilibat pada acara Angler Wiwitan Tandur.

Angler Wiwitan Tandur, sebagai sebuah momen kebudayaan yang yakni perpaduan antara seni, kebiasaan dan masyarakat menjadi bukti lain dari apa yang pernah ditulis Umar Kayam dalam bukunya Seni Adat Masyarakat yang pernah aku baca saat kelas akhir SMA, ulas Mbah Noto dalam kesempatan lain.  

Tentu adanya acara ini diharapkan menggugah kesadaran kita semua akan pentingnya sebuah budaya yang telah dimiliki. Tidak hanya bagi warga yang tinggal di wilayah Puncak Kleco Duwet Purwoharjo di Desa Wisata Tinalah. Juga, bagi para warga yang telah ngumbara, ke luar desa, ke kota lainnya, pun yang tinggal di luar negeri atau bagi siapa saja yang leluhur-leluhurnya berasal dari Kulon Progo. Mari, bersama-sama merasakan Angler Wiwitan Tandur. Guyub-rukun, gotong-royong ambangun Kulon Progo, ambangun nagari di kawasan Pegunungan Menoreh.

Menoreh yaitu tanah sejarah, bertuah, penuh kisah. Berlipat-lipat gunung bukit seolah buku yg dirakit, dibaca penuh makna jadi kekuatan hidup yg tiada pernah sirna. Gua Kiskendo yaitu ruang maya dimana Ramayana menorehkan cerita. Jejak Diponegoro merajut kenang ketika jiwa raga berjuang. Gua Sriti dan Gua Upas yaitu singgasana ketika mula pertama naik ke panggung. Omah Sandi menyambung sejarah ketika TB Simatupang memegang prajurit sandi menggelorakan eksistensi NKRI pada masa revolusi. Berpadu alam yang indah, penduduk yang ramah, dengan estetika jurang dan sawah menjadi anugerah.


Wahyudi memaparkan bahwa itu sebagian spot kisar terpenting yang menjadi keunggulan Puncak Kleco Duwet Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo. Modernisasi bergerak seiring derap pembangunan. Ada kemauan tapi juga menyembulkan kegelisahan. Hidup tak boleh mundur, kita harus berjuang demi masa depan yang makmur. Teringatlah kita pada tradisi tandur. Menebar bibit kebaikan penuh rasa keikhlasan dengan kemauan bisa menemu kebahagiaan.


Puncak Kleco itu begitu menarik, hamparan alam yang indah dan penuh sejarah. Masa revolusi wilayah Kleco menjadi kunci tegak berdirinya NKRI. TB Simatupang dan para pejuang persandian pegang kunci negosiasi internasional yang tidak henti menggugurkan klaim Belanda bahwa NKRI sudah habis. Jejak-jejak pejuang sandi ada di setiap sudut desa dengan sentra Omah Sandi di wilayah Dukuh Purwoharjo Samigaluh. Dari sinilah kabar tentang pengorbanan dan negosiasi kita dipancarkan ke luar negeri hingga bisa ditangkap diplomat di Singapura, India, dan Burma. NKRI masih berdiri.



Rangkaian Acara Angler Wiwitan Tandur Puncak Kleceo – Desa Wisata Tinalah


  • 1. Pidato Kebudayaan Bupati Kulon Progo Dr. Hasto Wardoyo, SP.OG (K) yang sekaligus menginisiasi terbentuknya cluster wisata DEWI NAWANGSARI (Desa Wisata Nanggulan-Kalibawang-Samigaluh-Girimulyo) sebagai benteng perjuangan budaya berbasis wisata alam, seni budaya, dan sejarah.
  • 2. Pembukaan pameran lukis wayang bertema "Wahyu Catur Menoreh" oleh Dr. Nasir Tamara, DEA, DEES (Ketua Umum Persatuan Penulis Indonesia, pendiri Global TV). Pameran ini melibatkan empat perupa andal berdaya jelajah internasional Iskandar Harrdjodimuljo, Nanang Garuda, Valentinus Rommy Iskandar, dan Agus Nuryanto. Mereka membahasakan denyut nadi Menoreh sebagai jantung budaya wayang.
  • 3. Grebeg Angler dipimpin R Bambang Nursinggih dari Lembaga Kebudayaan Jawa Sekar Pangawikan. Mereka akan memimpin prosesi angler dengan baca mantra gurit dan doa diiringi penduduk laki-perempuan dengan belutan busana Jawa.
  • 4. Lomba mewarnai tingkat PAUD/TK Tropi GKR. Hemas melibatkan 200 anak (kuota sudah terpenuhi) dengan juri Totok Buchori (Ketua Sanggarbambu), Joseph Wiyono (dosen ISI) dan Ansori Mozaik (Pasren).
  • 5. Tarian musim tanam oleh Shella Anggraini dari Sanggar Archaiva SV UGM.
  • 6. Pembacaan puisi oleh Dr. Novi Indrastuti (FIB UGM) dan Indah Hijriana (alumni SV UGM) dilanjut musikalisasi puisi oleh Ugenk Iway.
  • 7. Musik Kleconan menampilkan duet Gati Andoko - Dian Nirmalasari.
  • 8. Seni jathilan Among Budhoyo yang tampil gelar pertama memvisualisasikan prajurit Diponegoro saat perang menghadapi tentara Belanda.
  • 9. Kagama Virtual Writing yang sejak awal terlibat prosesi menuju Omah Sandi untuk mengikuti worshop penulisan. Bukunya kelak akan menjadi kado HUT ke-67 Kab. Kulon Progo tgl 15 Oktober 2018.
  • 10. Melukis on the spot bersama pelukis para pelukis Yogyakarta
  • 11. Seni jathilan Among Budhoyo gelar kedua memainkan lanjutan mulai 12.30 sampai 18.00.
Puncak Kleco Duwet Purwoharjo Samigaluh Kulon Progo ada benteng pertahanan Pangeran Diponegoro saat gerilya menghadang arogansi Belanda. Jejak Sunan Kalijaga ada di kawasan ini. Soedirman, Nasution, TB Simatupang, dan Suharto bahkan bermarkas di kawasan ini. Jejak mereka ada di Semaken. Beriring momentum kemerdekaan dari Tamasya Alam Puncak Kleco sejarah diawali, dari sini semangat perjuangan digerakkan. Mari bersaksi bahwa kita adalah sepantas-pantas generasi yang tahu diri untuk berbakti.

Sebuah kerja iklas, keras dan cerdas dari warga Puncak Kleco di Desa Wisata Tinalah untuk menghadirkan kembali guyub rukun warga melalui peristiwa Angler Wiwitan Tandur yang akan digelar pada Minggu Pon, 26 Agustus 2018, mulai jam 07.00. menjadi layak dihadiri dan perlu.

Artikel Terkait: Pengertian Angler Wiwitan Tandur