Desa Wisata Tinalah -->

Memahami Kembali Konsep Desa Wisata – Jangan Salah Kaprah

Saat ini desa wisata menjadi salah satu penggerak ekonomi desa. Banyak desa berusaha untuk mengembangakan desa wisata sedemikian rupa berdasarkan potensi desa masing—masing. Sudahkan setiap pengelola dan masyarakat ini benar-benar memahami konsep desa wisata? Pertanyaan mendasar ini menjadi penting, jangan sampai pengelola dan masyarakat salah konsep mengembangkan desa wisata.

 

pengertian-desa-wisata


Memang banyak pengertian tentang konsep desa wisata menurut para pakar ataupun menurut buku pedoman pengembangan desa wisata. Pengertian dan konsep desa wisata ini penting terlebih dahulu dipahami jangan sampai di tengah perjalanan dalam pengembangan desa wisata ternyata salah dari kosep desa wisata seharusnya. Kali ini Dewi Tinalah akan berbagi tentang konsep desa wisata.


Pengertian Desa Wisata

Memahami pengertian tersebut, desa wisata merupakan susunan dari kata desa dan wisata. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa). 

 
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

 

Baca Juga: Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)


Pengertian desa wisata dalam Buku Pedoman Desa Wisata adalah wilayah administratif desa yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya.


Pengertian desa wisata dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2020 tentang Kelompok Sadar Wisata dan Desa / Kampung Wisata, Desa Wisata adalah kelompok masyarakat yang berusaha di bidang pariwisata yang mencakup atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung di dalam wilayah Desa/Kelurahan dengan prinsip pariwisata berbasis masyarakat.


Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata atau disebut pula destinasi pariwisata, yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.


Perbedaan Desa Wisata dengan Wisata Desa

Pengertian wisata desa dalam Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau, wisata desa merupakan kegiatan wisata yang berlangsung di desa. Tujuan perjalanan tidak selalu berbasis pada sumber daya wisata bersifat perdesaan sepanjang berlokasi di desa. Pelaku perjalanan wisata dapat menginap (wisatawan) atau tidak menginap (pelancong).


Pengertian desa wisata berbeda dengan wisata desa. Desa Wisata adalah desa yang menunjukkan tema produk pariwisata yang diutamakannya. Tema ini serupa dengan pilihant tema lain seperti desa industri, desa kerajinan, desa kreatif, desa budaya. Sedangkan wisata desa adalah kegiatan wisata yang mengambil pilihan lokasi desa, dan jenis kegiatannya tidak harus berbasis pada sumber daya perdesaan (keaslian benteng alam, serta budaya dan kearifan lokal).

 

Baca Juga: Strategi Pemasaran Desa Wisata


Desa wisata menyangkut semua komponen yang ada maupun dimiliki suatu desa yang bisa dikemas, disajikan, dan dijual untuk menjadi satu paket wisata. Desa wisata yang dieksplorasi adalah kultur budaya yang ada di masyarakat seperti objek wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, maupun wisata buatan. Adapun keterlibatan dalam suatu desa wisata adalah semua unsur desa dari kepala desa, perangkat desa, struktural RT dan warga masyarakat setempat yang memiliki andil di dalamnya.


Sementara itu, wisata desa merupakan objek wisata yang kebetulan telah ada di suatu desa. Bisa wisata alam, wisata buatan, wisata sejarah, wisata rohani, dll. Tetapi keterlibatan masyarakat terbatas dan dibatasi, hanya beberapa orang tertentu saja yang terlibat.


Sebuah desa wisata, lembaga harus mendapat support penuh dari pemerintah desa (pemdes). Bukan hanya soal pendanaan dan pembiayaan penuh saja, namun juga harus bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan desa wisata.  Masyarakat dilibatkan secara komprehensif, diberi kewenangan dan tugas sesuai dengan potensi yang ada di desanya.


Dari pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa desa wisata bermakna sebagai kegiatan wisata yang dilakukan pada obyek wisata desa. Maka, desa wisata adalah obyek dan wisata desa adalah kegiatannya. Keduanya adalah potensi besar yang dimiliki berbagai desa di Indonesia yang saat ini sedang semarak berkembang menjadi potensi peningkatan ekonomi pedesaan.

 

Baca Juga: Pemuda Desa Wajib Kuasai TIK untuk Pengembangan Desa Wisata


Menjadi suatu desa wisata berarti haruslah sebuah desa yang memiliki berbagai aspek yang mendukung desa itu menjadi tujuan wisata yang menarik dengan segala daya dukungnya. Sangat tidak cukup sebuah desa yang hanya memiliki satu dua obyek wisata dengan fasilitas seadanya lalu menyebut dirinya sebagai desa wisata.


Desa wisata yaitu terpenuhinya semua unsur wisata yang memiliki potensi daya tarik. Di antaranya wisata alam, wisata budaya, dan wisata hasil buatan manusia dalam satu kawasan tertentu dengan didukung oleh atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya. Hal ini sesuai dengan kearifan lokal masyarakat. Desa wisata itu, seluruhnya terintegrasi, semua unsur di dalam desa untuk mengangkat keunikan dan kearifan lokal sebagai pariwisata. 


Desa wisata tidak berlaku adanya tiket, namun wisatawan ditawarkan paket wisata untuk melihat isi di dalam desa tersebut. Hal yang perlu dipenuhi dalam desa wisata yaitu fasilitas pariwisata, yang artinya fasilitas pariwisata di sini yaitu desa wisata tidak membebani tiket, namun membeli paket untuk tour di desa tersebut.


Kriteria Desa Wisata

Pengembangan desa menjadi desa wisata dapat memberikan banyak perubahan kepada desa tersebut dan menjadikan pembeda antara desa wisata dengan desa lainnya. Terdapat kriteria desa wisata sebagai berikut:

  • Memiliki potensi daya tarik wisata (daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan/karya kreatif).
  • Memiliki komunitas masyarakat.
  • Memiliki potensi sumber daya manusia lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata.
  • Memiliki kelembangaan pengelolaan.
  • Memiliki peluang dan dukungan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar untuk mendukung kegiatan wisata.
  • Memiliki potensi dan peluang pengembangan pasar wisata.


Prinsip Pengembangan Desa Wisata

Pengembangan desa wisata tidak terlepas dari suatu prinsip pengembangan produk desa wisata. Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Prinsip pengembangan desa wisata sebagai berikut:

  • Keaslian: atraksi yang ditawarkan adalah aktivitas asli yang terjadi pada masyakarat di desa tersebut.
  • Masyarakat setempat: merupakan tradisi yagn dilakukan oleh masyarkat dan menjadi keseharian yang dilakukan oleh masyarakat.
  • Keterlibatan masyarkat: masyarakat terlibat secara aktif dalam aktivitas di desa wisata.
  • Sikap dan nilai: tetap menjaga nilai-nilai yang dianut masyarakat dan sesuai dengan nilai dan norma sehari-hari yang ada.
  • Konservasi dan daya dukung: tidak bersifat merusak baik dari segi fisik maupun  sosial masyarakat dans sesuai dengan daya dukung desa dalam menampung masyakarat.

 

Jenis Jenis Desa Wisata

Dalam pengembangannya, desa wisata mampu mengurangi urbanisasi masyarakat dari desa ke kota karena banyak aktivitas ekonomi di desa yang dapat diciptakan. Selain itu juga, desa wisata dapat menjadi upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi budaya lokal dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat. Terdapat jenis-jenis desa wisata yang dapat menjadi acuan, diantaranya:

  • Desa wisata berbasis keunikan sumber daya alam yaitu desa wisata yang menjadikan kondisi alam sebagai daya tarik utama seperti pegunungan, lembah, pantai, sungai, danau berbagai bentuk benteng alam yang unik.
  • Desa wisata berbasis keunikan sumber daya budaya lokal yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan adat tradisi dan kehidupan keseharian masyarakat menjadi daya tarik utama seperti aktivitas mata pencaharian, religi maupun bentuk aktivitas lainnya.
  • Desa wisata kreatif yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan aktivitas ekonomi kreatif dan kegiatan industri rumah tangga masyarakat lokal, baik berupa kerajinan, maupun aktivitas kesenian yang khas menjadi daya tarik utama.
  • Desa wisata berbasis kombinasi merupakan desa wisata yang mengkombinasikan antara satu atau lebih daya tarik wisata yang dimiliki seperti alam, budaya, dan kreatif.

 

Itu tadi pembahasan lengkap mengenai konsep dan pengertian desa wisata. Penting bagi perangkat desa, pengelola, pokdarwis, dan masyarakat di desa memahami desa wisata dengan semestinya sehingga nantinya pengembangan desa menjadi desa wisata akan benar benar bermanfaat bagi seluruh komponen di desa.

Desa Wisata Tinalah Kembangkan Program Digital Tourism Berbasis Aplikasi – Pertama di Indonesia

Desa Wisata Tinalah Kembangkan Program Digital Tourism Berbasis Aplikasi – Pertama di Indonesia

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) – Kini semakin mengedepankan efek dari perkembangan teknologi dan informasi. Sebagai salah satu tempat Wisata Jogja, Dewi Tinalah terus berupaya untuk mudah dijangkau oleh para wisatawan. Hal ini dilakukan dengan pengembangan aplikasi android, jadi wisatawan dapat melakukan digital tourism melalui Aplikasi Desa Wisata Tinalah.

 

desa-wisata-jogja-tepat-wisata-kulon-progo

Download Aplikasi Desa Wisata


Pengembangan aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan para wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat Wisata Jogja di Kawasan Wisata Kulon Progo di Dewi Tinalah, sehingga mendapatkan informasi lengkap tentang Paket Wisata Jogja di Dewi Tinalah tanpa harus datang terlebih dahulu ke Dewi Tinalah untuk melakukan berbagai kegiatan, semisal kegiatan wisata jogja berupa kegiatan paket camping jogja, kegiatan Outbound Jogja, atau kegiatan paket wisata Jogja 2 hari 1 malam, maupun berbagai kegiatan lainnya yang dapat diakomodasi oleh Dewi Tinalah.



Konsep Pengembangan Aplikasi Desa Wisata Tinalah

Aplikasi Dewi Tinalah mempunyai konsep digital tourism dan personality, jadi aplikasi desa wisata ini sangat mengedepankan pengalaman personal berkunjung di Kawasan Desa Wisata Tinalah. Setiap wisatawan dapat menggunakan aplikasi Desa Wisata Tinalah Visiting Jogja, setelah download dan akses aplikasi, wisatawan dapat menjelajahi Kawasan Dewi Tinalah melalui aplikasi tersebut. Wisatawan dapat mengunjungi Situs Rumah Sandi Negara yang menjadi salah satu tempat bersejarah di Jogja yaitu di masa Agresi Militer Belanda II.
 

Download: Panduan Desa Wisata

 

Wisatawan juga dapat mendapatkan program Digital Tourism dengan menyelesaikan penjelajahan Tempat Wisata Jogja di Dewi Tinalah, program ini geratis dan nantinya wisatwan akan mendapatkan E-Sertifikat secara otomoatis setelah mengisi data dari misi Jelajah Desa Wisata Tinalah. Ini sebagai bentuk reward bagi para wisatawan yang telah mengikuti kegiatan Kulon Progo Digital Tourism di Kawasan Wisata Desa Wisata Tinalah.

Tujuan Pengembangan Aplikasi Visiting Jogja di Desa Wisata Tinalah

Dengan pengembangan Aplikasi Desa Wisata Tinalah harapannya juga menjadikan Kawasan wisata Jogja di Dewi Tinalah semakin berkembang dan dikenal secara luas oleh wisatawan domestik di Indonesia maupun para wisatawan mancanegara, sehingga nanti akan banyak yang mengenal Tempat Wisata Kulon Progo di Kawasan Pegunungan Menoreh di Desa Wisata Tinalah Samigaluh Kulon Progo. Pengembangan ini juga merupakan strategi pemasaran produk desa wisata.

Layanan Paket Wisata Jogja yang Terdapat di Aplikasi Desa Wisata Tinalah

Di dalam aplikasi Desa Wisata Tinalah memuat Paket Wisata Jogja secara lengkap di Kawasan Dewi Tinalah, paket wisata ini juga masuk dalam program Paket Wisata Kulon Progo, diantaranya paket wisata tersebut adalah paket wisata Jogja jelajah alam di Kawasan Dewi Tinalah, Paket Camping Jogja, Paket Outbound Jogja, Paket Homestay Jogja, Paket Kuliner, Tempat Sunrise Jogja, kunjungan tempat bersejarah di Jogja yang ada di Situs Rumah Sandi Negara dan Kawasan Goa Sriti.

 

Baca Juga: Kewirausahaan Desa Wisata

Itu tadi ulasan mengenai program pengembangan Aplikasi Desa Wisata Tinalah – Visiting Jogja untuk semakin mengenalkan Kawasan Tempat Wisata Jogja dan Kawasan Wisata Kulon Progo, ini juga bermanfaat bagi para wisatawan yang transit di bandara baru Yogyakarta atau Yogyakarta International Airtport (YIA) untuk mendapatkan info tempat wisata di Jogja maupun tempat wisata di Kulon Progo dengan menggunakan Aplikasi Desa Wisata Tinalah berbasis Android. Akses aplikasi ini di Google Play Store.

Info dan Reservasi

Bagi Anda yang ingin berkunjung di Tempat Wisata Jogja di Kawasan Desa Wisata Tinalah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan atraksi wisata di desa dapat menghubungi kontak Dewi Tinalah di bagian WEB Dewi Tinalah. Kami tunggu kedatangan Anda di Dewi Tinalah. Salam hangat dari desa!



Kondisi Pariwisata di Indonesia

Dewi Tinalah - Industri pariwisata merupakan industri yang dikembangkan dan diandalkan sebagai salah satu sektor pendorong pertumbuhan ekonomi, karena sektor pariwisata berpengaruh signifikan terhadap perekonomian masyarakat.

pariwisata-indonesia-dewi-tinalah
Kearifan lokal pariwisata Indonesia di Desa Wisata Tinalah


Industri Pariwisata merupakan kegiatan yang tidak mengenal batas ruang dan wilayah (borderless).Pengaruh globalisasi akibat perkembangan teknologi informasi yang diikuti dengan kemudahan akses membuat pergerakan manusia menjadi lebih cepat, lebih bervariasi, lebih nyaman, lebih ekonomis, lebih mudah.

Berwisata merupakan salah satu kebutuhan manusia. Rekreasi, relaksasi, mencari pengalaman,kekaguman, nostalgia, keindahan dan beberapa alasan lain,membuat orang untuk melakukan perjalanan ke berbagai destinasi untuk menikmati berbagai produk pariwisata dan fasilitas yang tersedia.


Baca Juga: Panduan Pokdarwis
 

Beberapa negara bahkan mengandalkan industri pariwisata sebagai pandapatan utamanya (sektor yang diandalkan untuk perkembangan ekonomi). Agar mampu bersaing dengan Destinasi lain, mereka mengemas potensi obyek dan tujuan wisatanya secara sistematis,terprogram, terencana, konsisten, integrated dan holistik.

Berbagai kemudahan, fasilitas, pelayanan prima, kemudahan iklim dan regulasi dijadikan sebagai alat promosi. Komitmen yang tinggi dengan perencanaan yang berkelanjutan (sustainable) serta penjagaan (pelestarian) yang benar menjadi ciri beberapa destinasi yang mampu bertahan. Mereka sadar akan konsekuensi yang akan diterimanya, apabila tidak menjaga potensi dan produk wisatanya secara komprehensif.

Industri Pariwisata memiliki konsumen (pasar)yang tak dapat diatur atau dipaksa agar pergi kesuatu destinasi tertentu. Kebebasan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi tertentu bersifat absolut.

Suatu Destinasi harus mengubah sikap dari eksklusif kedaerahan(spasial) ke sikap yang saling bekerja sama, menjalin kemitraan dan mengembangkan jejaring (networking) dengan program-program yang integrated dan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme).Namun, sesuai hukum pasar, suatu destinasi harus mengerti benar kaidah dan permasalahan pasar. Kepercayaan, adalah kata kuncibila akan bergerak dibidang jasa. 



Baca Juga: Sejarah Rumah Sandi Negara di Desa Wisata Tinalah


Berbagai bidang jasa salingberhubungan erat dalam Industri Pariwisata seperti perbankan,money changer, jasa tranportasi, pertanian dan perkebunan (agrowisata), dan masih banyak lagi. Persaingan, perjanjian,penghindaran klaim, proteksi, inteljen bisnis dilakukan oleh parapelaku dan pengelola pariwisata.

Dia harus mengenal siapakonsumennya, kompetitornya dan potensinya sehingga destinasi tersebut dapat mengerti posisi dan kemampuannya dalam mempengaruhi pasar. Analisa komprehensif terhadap keinginankonsumen diperlukan untuk mengetahui varian dan kualitas produkyang diinginkan atau laku Dijual.

Kualitas dan bauran(keanekaragaman) produk yang dihasilkan, merupakan cermin kemampuan produsen. Kemampuan produsen merupakan output dari proses pembinaan dan pembelajaran. 


Baca Juga: Konsep Desa Wisata


Pemberdayaan masyarakat dengan model atur diri sendiri dibarengi dengan kualitas dan bauran produksi signifikan serta ketergantungan penghidupan pada kelestrian destinasi, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi rakyat, utamanya disekitar destinasi.

Kualitas, validitas, ketersediaan dan menejemen data merupakanhal terpenting dalam upaya untuk mengerti terhadap kemampuan diri sendiri dan kemampuan pesaing. Output Perencanaan (solusi)yang tepat hanya akan diperoleh apabila masukan (data) tentang permasalahan dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

Sumber Tulisan: Kajian Pengembangan Desa Wisata

Indonesia Bisa Berdikari dengan Pengembangan Desa Wisata

Desa Wisata mempunyai harapan besar bagi Indonesia untuk masa depan negeri ini. Indonesia merupakan kumpulan desa-desa yang begitu luas. Jika desa-desa ini bisa berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) diprediksi Indonesia akan bisa berkembang dan maju.



Harapan bisa terwujud dengan memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelengkapan fasilitas di desa. Hal ini nantinya bisa memberikan dampak pada sektor pembangunan produk lokal desa, akses dan konektivitas, tata ruang dengan promosi yang terintegrasi.

Desa memiliki potensi besar dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif dengan pengembangan desa wisata.  Terdapat 13 bidang industri pariwisata dan 16 bidang ekonomi kreatif. Integrasi industri pariwisata dengan daya tariknya dapat bersinergi dengan berbagai bidang ekonomi kreatif seperti seni pertunjukan, kriya, seni rupa, fotografi, fashion, desain produk, dan kuliner.

 

Baca: Strategi Pemasaran Desa Wisata di Era Digital

Tujuan berdikari Indonesia dari desa-desa dengan pengembangan desa wisata tentu harus memperhatikan prinsip penting, yaitu prinsip pengembangan dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Dengan prinsip pendekatan tersebut nantinya akan terarah dalam pengembangan produk, sumber daya manusia, manajemen, kelembagaan, promosi dan pemasaran serta investasi.

Dengan kondisi seperti ini, jika diterapkan dengan maksimal dari seluruh aspek masyarakat di desa, Inodesia ini akan cepat dan mampu bedikari dari kekuatan desa-desa di Indonesia. Ini harapan bersama melalui pengembangan desa wisata.

Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata - Desa Wisata Tinalah

Sadar wisata merupakan kunci utama pengembangan desa wisata dalam mendukung kegiatan kepariwisataan Indonesia. Sebagai desa wisata di Jogja, Desa Wisata Tinalah terus berupaya mengembangkan kawasan desa wisata yang berkelanjutan dengan cara mengedukasi kepada masyarakat sekita dengan Sadar Wisata. Sadar wisata merupakan suatu konsep yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya desa wisata di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata - Desa Wisata Tinalah


Dalam konteks Sadar Wisata, maka Gerakan SADAR WISATA dapat dijabarkan sebagai suatu gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar siap untuk berperan sebagai tuan rumah (Host) dan memahami, mampu serta bersedia mewujudkan SAPTA PESONA di lingkungannya yang meliputi unsur-unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan (ATBSIRK).

Dengan adanya gerakan Sadar Wisata, masyarakat di kawasan Desa Wisata TInalah pun sadar akan pentingnya lingkungan dalam mendukung pengembangan desa wisata. Lingkungan menjadi bagian terpenting, kebersihan lingkungan misalnya harus bersih dari sampah-sampah serta menata kawasan lingkungan menjadi pemandangan yang indah. Dengan semakin sinerginya pengelola dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan indah, ini menjadi upanya untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.


SAPTA PESONA

AMAN

Sadar wisata yang terealisasi ini akan membuat suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata dapat memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan kunjungan di Desa Wisata Tinalah. Bentuk aksi ini seperti sikap tidak mengganggu kenyamanan wisatawan dalam kunjungannya. Menolong dan melindungi wisatawan. Menunjukkan rasa bersahabat terhadap wisatawan. Memelihara keamanan lingkungan. Membantu memberi informasi kepada wisatawan. Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya penyakit menular. Meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik. Aman menjadi kunci utama dalam membangun desa wisata.

TERTIB

Konsep tertib di Desa Wisata Tinalah dengan mewujudkan suatu kondisi lingkungan dan pelayanan di desa wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi serta kualitas fisik dan layanan yang konsisten dan teratur serta efisien sehingga memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi wisatawan dalam melakukan kunjungan di desa wisata. Bentuk aksi yang diwujudkan diantaranya adalah mewujudkan budaya antri.Memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang berlaku. Disiplin waktu/ tepat waktu. Serba jelas, teratur, rapi, dan lancar.

BERSIH

Kesadaran lingkungan akan kebersihan menjadi kunci penting di suatu desa wisata. Pengertian bersih dalam Sapta Pesona adalah suatu kondisi lingkungan serta kualitas produk dan pelayanan di desa wisata yang mencerminkan keadaan yang sehat / hygienic sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan. Bentuk aksi nyata ini seperti tidak membuang sampah / limbah sembarangan. Menjaga kebersihan lingkungan objek dan daya tarik wisata serta sarana dan prasarana pendukungnya. Menjaga lingkungan yang bebas dari polusi udara (akibat asap kendaraan atau rokok, bau lainnya). Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang higienis. Menyiapkan perlengkapan penyajian makanan dan minuman yang bersih. Pakaian dan penampilan petugas bersih dan rapi.

SEJUK

Kawasan desa wisata Tinalah berada di Pegunungan Menoreh Kulon Progo. Di sini tempatnya sejuk dan asri. Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyaman dan ”betah” bagi wisatawan di desa wisata. Kegiatan yang dapat dilakukan antaranya adalah melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon. Memelihara penghijauan di lingkungan objek dan daya tarik wisata serta jalur wisata. Menjaga kondisi sejuk dalam area publik / fasilitas umum, hotel, penginapan, restoran dan sarana prasarana dan komponen / fasilitas kepariwisataan lainnya.

INDAH

Alam menjadi kunci utama pengembangan Desa WIsata Tinalah. Keindahan alam desa wisata sangat mendukung untuk berbagai kegiatan wisata seru. Suatu kondisi lingkungan di desa wisata yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam begi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mewujudkan potensi kunjungan ulang serta mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas. Keindahan alam ini dikembangkan menjadi paket Camping Jogja di Kulon Progo. Aksi yang diwujudkan, antara lain menjaga obyek dan daya tarik wisata dalam tatanan yang estetik, alami, dan harmoni. Menata lingkugan dan tempat tinggal secara teratur dan serasi serta menjaga karakter kelokalan. Menjaga keindahan vegetasi, tanaman hias dan peneduh sebagai elemen estetika lingkungan yang bersifat alami.

RAMAH

Masyarakat desa memang berbeda dengan perkotaan, yaitu tentang keramahannya. Keramahan di desa wisata yaitu suatu kondisi lingkungan yang bersumber dari sikap masyarakat yang mencerminkan suasana yang akrab, terbuka dan pnerimaan yang tinggi yang akan memberikan perasaan nyaman, perasaan diterima dan ”betah” (seperti di rumah sendiri) bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain bersikap sebagai tuan rumah yang baik dan rela serta selalu siap membantu wisatawan. Memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan. Menunjukkan sikap menghargai dan toleransi terhadap wisatawan. Menampilkan senyum yang tulus.

KENANGAN

Yang tidak bisa tertinggal dari kegiatan di desa wisata yaitu tentang kenangan, baik kenangan kegiatan maupun berupa oleh-oleh. Kenangan merupakan suatu bentuk pengalaman yang berkesan di desa wisata yang akan memberikan rasa senang dan kenangan yang indah yang membekas bagi wisatawan. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain adalah menggali dan mengangkat keunikan budaya lokal. Menyajikan makanan minuman khas lokal yang bersih, sehat dan menarik. Menyediakan cinderamata yang menarik, unik/ khas serta mudah dibawa. Desa Wisata Tinalah mempunyai sajian minuman berupa Jahe Merah MURESKO, bis untuk oleh-oleh keluarga dari Dewi Tinalah.

Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata - Desa Wisata Tinalah 1

Sadar wisata dengan penerapan Sapta Pesona yang tepat, Desa Wisata Tinalah semakin berbenah dari segala penjuru lini untuk benar-benar bisa mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dengan Sapta Pesona. SADAR WISATA adalah dukungan dan pertisipasi seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya Desa Wisata Tinalah. Konsep tersebut telah menempatkan posisi dan peran penting masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan baik sebagai tuan rumah (untuk menciptakan lingkungan dan suasana yang mendukung di wilayahnya) maupun sebagai wisatawan.

Desa Wisata Tinalah memahami perkembangan paradigma pembangunan yang menekankan pemberdayaan masyarakat serta orientasi pembangunan yang mengarah pada 3 (tiga) pilar yaitu : pro job (menciptakan lapangan kerja ), pro poor (menanggulangi dan mengurangi kemiskinan), pro growth (mendorong pertumbuhan), maka makna Sadar Wisata perlu diperdalam agar meningkatkan posisi masyarakat sebagai penerima manfaat yang sebesar-besarnya dari pengembangan kegiatan kepariwisataan.


Atas dasar itulah maka Desa Wisata Tinalah memiliki tujuan yang tajam dan fokus dalam gerakan untuk menghidupkan dan memajukan aktifitas kepariwisataan yang dapat memberikan nilai manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
 

Itu tadi pentingnya Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata - Desa Wisata Tinalah. Desa wisata di Jogja dan seluruh Indonesia perlu memahami akan Sadar Wisata dan penerapan Sapta Pesona untu mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.




Membangun Desa dengan Desa Wisata

Inovasi Pengambangan Desa Dengan Desa Wisata

Desa wisata merupakan salah satu bentuk usaha yang saat ini menjadi primadona warga desa. Faktanya, hanya dalam beberapa tahun saja perkembangan wisata desa dan desa wisata, sungguh luar biasa. Siapakah sebenarnya yang beraksi hingga menciptakan lompatan besar ini, salah satunya warga pelaku desa wisata. Apa itu desa wisata?

desa maju dengan desa wisata - desa wisata tinalah - wisata jogja
Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Tinalah - Program Inovasi Desa

 

Pengertian Desa Wisata

Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.

Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk mengembangkan desa yang memiliki potensi pariwisata.

Setiap desa tentu memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dan dibangun. Pariwisata jadi potensi desa, selain pertanian atau perikanan dan lainnya. Terdapat beberapa hal pendekatan yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan desa wisata.



Pada pendekatan ini diperlukan beberapa kriteria yaitu:


  1. Atraksi wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di desa.
  2. Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan dan juga jarak tempuh dari ibukota provinsi dan jarak dari ibukota kabupaten.
  3. Besaran Desa; menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa.
  4. Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan; merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa. Perlu dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada.
  5. Ketersediaan infrastruktur; meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, telepon dan sebagainya.

Desa Wisata terbukti berperan dalam mengembangkan potensi kepariwisataan di desa sekaligus menjadi alat pemberdaya penguasaan kemampuan kepariwisataan desa. Fakta di lapangan, pariwisata merupakan bentuk usaha yang memiliki kemampuan meningkatkan potensi ekonomi desa dengan lingkup yang sangat luas. 

Desa wisata membuka banyak peluang kerja, peluang ekonomi dan akhirnya menjadi sebuah pilihan yang menarik mengentaskan kemiskinan di desa-desa yang memiliki potensi mengembangkan wisatanya.


    Baca Juga: Desa Wisata Untuk Makrab

    Hal ini terlihat berdasarkan dari adanya pengembangan desa wisata di desa Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, yaitu desa wisata Tinalah atau sering disebut Dewi Tinalah. 

    Awal mula berdiri dari dana pengembangan PNPM Pariwisata. Berdiri pada tahun 2013.  Konsep Dewi Tinalah adalah desa wisata dengan berbasis pada alam dan budaya. Pengembangan ini berdapak pada keterlibatan langsung masyarakat desa sekitar. Keterlibatan ini berupa menjadi pengurus dan partisipasi masyarakat dalam mendukung desa wisata. 

    Dengan adanya paket wisata di Dewi Tinalah memberikan dapak positif dari segi ekonomi, masyarakat ikut terlibat dalam pelaksanaan paket tersebut seperti menjadi pemandu wisata, dan tim kuliner. Hal ini tentu menuntut masyarakat untuk belajar terkait dengan pelayanan wisata, sehingga dari sini masyarakat juga banyak belajar dan mengidentifikasi untuk mengembangkan Dewi Tinalah.

    Paket wisata yang ada di desa wisata Tinalah yaitu paket camping Jogja seru, paket outbound Jogja Istimewa, paket makrab Jogja, paket gathering Jogja, paket kuliner kas desa, paket river tubing Tinalah, penginapan, dll. 


    desa maju dengan desa wisata - desa wisata tinalah yogyakarta - pesona indonesia
    Atraksi Desa Wisata - Paket Atraksi Membatik di Desa Wisata Tinalah

    Dari segi lingkungan, dengan adanya desa wisata, masyarakat juga mulai menerapkan sadar lingkungan dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. Masyarakat juga banyak belajar mengenai konsep Sapta Pesona


    Selain memastikan kondisi lingkungan bersih, masyarakat juga memastikan bahwa lingkungan wisata tersebut aman dan sejuk. Hal ini diterapkan dengan mengadakan pemantauan setiap ada kegiatan di Dewi Tinalah.

    Baca Juga: Serunya Outbound di Desa Wisata

    Selain itu, peran desa wisata juga membantu para ibu-ibu di desa mengembangkan keterampilan dalam membuat kemasan oleh-oleh untuk mendukung kegiatan di desa wisata. Hal ini dilakukan dengan membuat beberapa pelatihan mengenai produk-produk olahan yang bahan-bahannya berasal dari desa wisata Tinalah. 

    Prakteknya, ibu-ibu membuat produk olahan seperti Jahe Merah Muresko, kripik pegagan, slondok, wingko Tinalah, dan beberapa olehan lainnya yang terbuat dari singkong.

    Hal ini tentu mendorong masyarakat untuk terus kreatif dalam mengembangkan sektor pariwisata dengan desa wisata. Harapannya dengan pengembangan desa wisata ini menjadikan perekonomian yang lebih mandiri. 


    Masyarakat setempat bisa memperoleh manfaat dari pengembangan desa wisata Tinalah. Masyarakat nantinya dapat mendapatkan pekerjaan dari desa wisata tanpa harus keluar daerah atau ke kota-kota. Ini mendorong pengembangan sektor perekonomian secara nyata, dari desa untuk Indonesia. (GF)

    Baca Juga: Potensi Desa Wisata untuk Lokasi Camping