Pesona Alam dan Budaya

Selamat Datang di Desa Wisata Tinalah

Pengunjung dapat menikmati pemandangan alam dengan dikelilingi Pegunungan Menoreh dan Sungai Tinalah yang indah. Alamat Jl Persandian Km.5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta.

Outbound Dewi Tinalah

Wisatawan dapat melakukan kegiatan out bond di jalur buaya, Sungai Tinalah, Bukit Talun Miri, dan jalur lapangan.

Camping Ground Jogja

Rasakan paket camping 3 hari 2 malam dengan harga yang terjangkau.

Keramahan Pemandu Dewi Tinalah

Pemandu kami akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada wisatawan dan siap memberikan segala informasi yang Anda butuhkan.

Tinalah Tubing

Anda dapat merasakan sensasi tubing di Tinalah melalui jalur embung dan kedungrong.

Puncak Kleco

Rasakan indahnya sunrise dan sunset dari Puncak Kleco.

Pesona Alam dan Budaya

Desa Wisata Tinalah dengan pesona alam dan hamparan Pegunungan Menoreh, Sungai Tinalah, Puncak Kleco, dan Goa Sriti. Kearifan budaya lokal yang selalu terjaga dan lestari.

Showing posts with label Pengembangan Wisata. Show all posts
Showing posts with label Pengembangan Wisata. Show all posts

31 January 2019

Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata - Desa Wisata Tinalah

Sadar wisata merupakan kunci utama pengembangan desa wisata dalam mendukung kegiatan kepariwisataan Indonesia. Sebagai desa wisata di Jogja, Desa Wisata Tinalah terus berupaya mengembangkan kawasan desa wisata yang berkelanjutan dengan cara mengedukasi kepada masyarakat sekita dengan Sadar Wisata. Sadar wisata merupakan suatu konsep yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya desa wisata di suatu wilayah dan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata - Desa Wisata Tinalah


Dalam konteks Sadar Wisata, maka Gerakan SADAR WISATA dapat dijabarkan sebagai suatu gerakan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar siap untuk berperan sebagai tuan rumah (Host) dan memahami, mampu serta bersedia mewujudkan SAPTA PESONA di lingkungannya yang meliputi unsur-unsur Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan (ATBSIRK).

Dengan adanya gerakan Sadar Wisata, masyarakat di kawasan Desa Wisata TInalah pun sadar akan pentingnya lingkungan dalam mendukung pengembangan desa wisata. Lingkungan menjadi bagian terpenting, kebersihan lingkungan misalnya harus bersih dari sampah-sampah serta menata kawasan lingkungan menjadi pemandangan yang indah. Dengan semakin sinerginya pengelola dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan indah, ini menjadi upanya untuk mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.


SAPTA PESONA

AMAN

Sadar wisata yang terealisasi ini akan membuat suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata atau daerah tujuan wisata dapat memberikan rasa tenang, bebas dari rasa takut dan kecemasan bagi wisatawan dalam melakukan kunjungan di Desa Wisata Tinalah. Bentuk aksi ini seperti sikap tidak mengganggu kenyamanan wisatawan dalam kunjungannya. Menolong dan melindungi wisatawan. Menunjukkan rasa bersahabat terhadap wisatawan. Memelihara keamanan lingkungan. Membantu memberi informasi kepada wisatawan. Menjaga lingkungan yang bebas dari bahaya penyakit menular. Meminimalkan resiko kecelakaan dalam penggunaan fasilitas publik. Aman menjadi kunci utama dalam membangun desa wisata.

TERTIB

Konsep tertib di Desa Wisata Tinalah dengan mewujudkan suatu kondisi lingkungan dan pelayanan di desa wisata yang mencerminkan sikap disiplin yang tinggi serta kualitas fisik dan layanan yang konsisten dan teratur serta efisien sehingga memberikan rasa nyaman dan kepastian bagi wisatawan dalam melakukan kunjungan di desa wisata. Bentuk aksi yang diwujudkan diantaranya adalah mewujudkan budaya antri.Memelihara lingkungan dengan mentaati peraturan yang berlaku. Disiplin waktu/ tepat waktu. Serba jelas, teratur, rapi, dan lancar.

BERSIH

Kesadaran lingkungan akan kebersihan menjadi kunci penting di suatu desa wisata. Pengertian bersih dalam Sapta Pesona adalah suatu kondisi lingkungan serta kualitas produk dan pelayanan di desa wisata yang mencerminkan keadaan yang sehat / hygienic sehingga memberikan rasa nyaman dan senang bagi wisatawan. Bentuk aksi nyata ini seperti tidak membuang sampah / limbah sembarangan. Menjaga kebersihan lingkungan objek dan daya tarik wisata serta sarana dan prasarana pendukungnya. Menjaga lingkungan yang bebas dari polusi udara (akibat asap kendaraan atau rokok, bau lainnya). Menyiapkan sajian makanan dan minuman yang higienis. Menyiapkan perlengkapan penyajian makanan dan minuman yang bersih. Pakaian dan penampilan petugas bersih dan rapi.

SEJUK

Kawasan desa wisata Tinalah berada di Pegunungan Menoreh Kulon Progo. Di sini tempatnya sejuk dan asri. Suatu kondisi lingkungan di destinasi pariwisata / daerah tujuan wisata yang mencerminkan keadaan yang sejuk dan teduh yang akan memberikan perasaan nyaman dan ”betah” bagi wisatawan di desa wisata. Kegiatan yang dapat dilakukan antaranya adalah melaksanakan penghijauan dengan menanam pohon. Memelihara penghijauan di lingkungan objek dan daya tarik wisata serta jalur wisata. Menjaga kondisi sejuk dalam area publik / fasilitas umum, hotel, penginapan, restoran dan sarana prasarana dan komponen / fasilitas kepariwisataan lainnya.

INDAH

Alam menjadi kunci utama pengembangan Desa WIsata Tinalah. Keindahan alam desa wisata sangat mendukung untuk berbagai kegiatan wisata seru. Suatu kondisi lingkungan di desa wisata yang mencerminkan keadaan yang indah dan menarik yang akan memberikan rasa kagum dan kesan yang mendalam begi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan ke daerah tersebut, sehingga mewujudkan potensi kunjungan ulang serta mendorong promosi ke pasar wisatawan yang lebih luas. Keindahan alam ini dikembangkan menjadi paket Camping Jogja di Kulon Progo. Aksi yang diwujudkan, antara lain menjaga obyek dan daya tarik wisata dalam tatanan yang estetik, alami, dan harmoni. Menata lingkugan dan tempat tinggal secara teratur dan serasi serta menjaga karakter kelokalan. Menjaga keindahan vegetasi, tanaman hias dan peneduh sebagai elemen estetika lingkungan yang bersifat alami.

RAMAH

Masyarakat desa memang berbeda dengan perkotaan, yaitu tentang keramahannya. Keramahan di desa wisata yaitu suatu kondisi lingkungan yang bersumber dari sikap masyarakat yang mencerminkan suasana yang akrab, terbuka dan pnerimaan yang tinggi yang akan memberikan perasaan nyaman, perasaan diterima dan ”betah” (seperti di rumah sendiri) bagi wisatawan dalam melakukan perjalanan atau kunjungan. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain bersikap sebagai tuan rumah yang baik dan rela serta selalu siap membantu wisatawan. Memberi informasi tentang adat istiadat secara sopan. Menunjukkan sikap menghargai dan toleransi terhadap wisatawan. Menampilkan senyum yang tulus.

KENANGAN

Yang tidak bisa tertinggal dari kegiatan di desa wisata yaitu tentang kenangan, baik kenangan kegiatan maupun berupa oleh-oleh. Kenangan merupakan suatu bentuk pengalaman yang berkesan di desa wisata yang akan memberikan rasa senang dan kenangan yang indah yang membekas bagi wisatawan. Bentuk aksi yang diwujudkan, antara lain adalah menggali dan mengangkat keunikan budaya lokal. Menyajikan makanan minuman khas lokal yang bersih, sehat dan menarik. Menyediakan cinderamata yang menarik, unik/ khas serta mudah dibawa. Desa Wisata Tinalah mempunyai sajian minuman berupa Jahe Merah MURESKO, bis untuk oleh-oleh keluarga dari Dewi Tinalah.

Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata - Desa Wisata Tinalah 1

Sadar wisata dengan penerapan Sapta Pesona yang tepat, Desa Wisata Tinalah semakin berbenah dari segala penjuru lini untuk benar-benar bisa mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan dengan Sapta Pesona. SADAR WISATA adalah dukungan dan pertisipasi seluruh komponen masyarakat dalam mewujudkan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya Desa Wisata Tinalah. Konsep tersebut telah menempatkan posisi dan peran penting masyarakat dalam pengembangan kepariwisataan baik sebagai tuan rumah (untuk menciptakan lingkungan dan suasana yang mendukung di wilayahnya) maupun sebagai wisatawan.

Desa Wisata Tinalah memahami perkembangan paradigma pembangunan yang menekankan pemberdayaan masyarakat serta orientasi pembangunan yang mengarah pada 3 (tiga) pilar yaitu : pro job (menciptakan lapangan kerja ), pro poor (menanggulangi dan mengurangi kemiskinan), pro growth (mendorong pertumbuhan), maka makna Sadar Wisata perlu diperdalam agar meningkatkan posisi masyarakat sebagai penerima manfaat yang sebesar-besarnya dari pengembangan kegiatan kepariwisataan.


Atas dasar itulah maka Desa Wisata Tinalah memiliki tujuan yang tajam dan fokus dalam gerakan untuk menghidupkan dan memajukan aktifitas kepariwisataan yang dapat memberikan nilai manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
 

Itu tadi pentingnya Sadar Wisata Kunci Utama Pengembangan Desa Wisata - Desa Wisata Tinalah. Desa wisata di Jogja dan seluruh Indonesia perlu memahami akan Sadar Wisata dan penerapan Sapta Pesona untu mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.




23 November 2018

Dinas Pariwisata DIY Kampanyekan Sadar Wisata di Desa Wisata Tinalah

Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta terus mendorong pentingnya sadar wisata bagi masyarakat, khususnya bagi desa wisata dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Kesempatan ini didapatkan oleh Desa Wisata Tinalah yang sudah mendapatkan SK dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo sebagai bentuk optimalisasi pengembangan desa wisata. Kampanye sadar wisata ini disampaikan oleh Dra. Titik Sulistyani Kasi Kelembagaan Bidang Pengembangan Kapasitas Dinpar DIY dan Drs. Sudarto dari DPR Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola desa wisataTinalah (Dewi Tinalah), pokdarwis dan masyarakat desa Purwoharjo pada hari Kamis 22 Oktober 2018.

dinas-pariwisata-diy-kampaye-sadar-wisata-di-desa-wisata-tinalah-kulon-progo

“Kesadaran wisata sangat penting bagi masyarakat dalam mengembangkan desa wisata yang nantinya menjadi suatu sarana untuk meningkatkan perekonomian warga dan memberikan dampak positif lainnya bagi lingkungan,” jelas Drs. Sudarto selaku DPR Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pembuka kampanye sadar wisata di desa wisata Tinalah.

Baca Juga: Kulon Progo Siapkan Pemandu Lokal yang Handal untuk Menyambut Bandara NYIA


Sadar wisata yang dilakukan oleh masyarakat akan menjadi hal positif ketika nantinya mengembangkan suatu desa wisata. Hal ini sebagai upaya untuk mengembangkan wisata secara berkelanjutan yang didasari oleh kesadaran akan wisata. Harapan dari sadar wisata, masyarakat dapat melayani secara optimal dalam kegiatan di desa wisata Tinalah. Potensi wisata di desa wisata Tinalah yang sangat banyak perlu dijaga dan dikembangkan secara baik agar pengembangan desa wisata berjalan efektif. Nilai-nilai tradisional harus dijaga untuk mendukung atraksi desa wisata. Maka, penting sekali untuk menjaga lingkungan tetap asri, bersih, aman dan sejuk.

Hal-hal yang bersifat tradisional harus selalu dilestarikan. Wisatawan saat ini senang berwisata mengenai nilai-nilai dan tradisi yang ada di suatu tempat. Rumah-rumah tradisional harus dijaga dan dirawat dengan baik. Jangan sampai membuat wisata yang mengada-ada dan menjadi suatu keharusan bagi desa wisata merawat nilai dan hal yang menjadi tradisi di masyarakat.


Terkait sadar wisata, Dra. Titik selaku Kabid Pengembangan Kapasitas Dinpar DIY mengatakan, desa wisata yang telah memiliki SK dan kepengurusan yang baik harus selalu mengembangkan sektor pariwisata berlandaskan SAPTA PESONA. Unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan harus dimengerti oleh setiap yang terlibat di desa wisata. Unsur terpenting dalam upaya pengembangan desa wisata adalah semangat dan gotoroyang dari masyarakat. 

Baca Juga: Desa Wisata Kulon Progo Siapkan Homestay dengan Standar Internasional

Pengembangan sektor pariwisata nantinya akan memberikan dampak posotif bagi warga. Pariwisata yang dikembangkan dengan baik nantinya dapat memberikan lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian, melestarikan tradisi dan lingkungan, dan membuat masyarakat sadar wisata.

<!-- Go to www.addthis.com/dashboard to customize your tools --> <div class="addthis_inline_share_toolbox"></div>  <!-- Go to www.addthis.com/dashboard to customize your tools --> <div class="addthis_relatedposts_inline"></div>

Desa wisata Tinalah kedepannya diharapkan dapat menjadi desa wisata yang didesain dengan optimal dan menjadi kawasan wisata berstandar ASEAN. Sehingga bidikan pangsa pasar desa wisata tidak sebatas dalam negeri, tetapi merambah ke pasar ASEAN dan bahkan dunia. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menerapkan sadar wisata dan selalu belajar serta mengembangkan desa wisata dengan seoptimal mungkin.

Diharapkan desa wisata Tinalah dapat memenuhi kriteria kawasan wisata berstandar ASEAN. Hal ini nanti juga mendukung DIY sebagai daerah wisata terkemuka di ASEAN dan dunia. Maka diri itu, Dinpar DIY akan selalu mendampingi desa wisata Tinalah untuk nantinya bisa dikenal luas secara internasional. Penting untuk mengembangkan wisata kehidupan sehari-hari masyarakat di desa wisata Tinalah.

Baca Juga: Desa Wisata Tinalah Pilihan Lokasi Makrab Mahasiswa Jogja


Daya tarik menjadi kunci utama dalam mengembangkan desa wisata karena ini akan menjadi identitas suatu desa wisata. Perlu dilakukan identifikasi potensi wisata, seperti kuliner tradisional, tempat tinggal (homestay), lingkungan, bangunan tradisional dan kamar mandi.

Kampanye sadar wisata ini sangat bermanfaat untuk desa wisata Tinalah. Harapan besar untuk dewi Tinalah harus menjadi desa wisata yang dikenal secara internasional. Potensi wisata yang ada merupakan karunia Tuhan YME, maka harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Jangan salah melakukan identifikasi dalam pengembangan desa wisata. Penting bagi pengelola desa wisata selalu bersinergi dengan pokdarwis dan masyarakat untuk mengembangkan desa wisata Tinalah sebagai desa wisata yang unggul. (GF)


Baca Juga: Membangun Desa dengan Desa Wisata



09 November 2018

Kulon Progo Siapkan Pemandu Lokal Yang Handal dalam Menyambut Bandara NYIA

Kabupaten Kulon Progo merupakan salah satu kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang saat ini sedang dibangun bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Hal ini dibarengi dengan pertumbuhan sektor pariwisata yang berkembang pesat di kabupaten Kulon Progo. Pembangunan jalur bedah menorah pun telah dilaksanakan. Ini perlu didukung dengan penyiapan SDM dalam sektor pariwisata yang berkwalitas, yaitu pemandu lokal di Kulon Progo. Hingga nanti saat bandara NYIA beroperasi, Kulon Progo mempunyai pemandu wisata lokal yang berkompeten untuk memandu wisatawan, baik asing maupun dalam negeri.

pelatihan pemandu lokal kulon progo daerah istimewa yogyakarta - desa wisata tinalah
 
Persiapan dilakukan dengan mengadakan pelatihan pemandu lokal Kabupaten Kulon Progo yang diadakan oleh Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta dengan LPS Pramindo yang diikuti oleh perwakilan desa wisata, pokdarwis, dan HPI Cabang Kulon Progo sebanyak 40 peserta. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 22 s.d. 29 Oktober 2018 di Hotel Tara Yogyakarta. Dalam pelatihan dan sertifikasi pemandu lokal, para peserta diberikan wawasan dasar mengenai cara-cara memandu sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) sebanyak 16 kompetensi. Seluruh kompetensi tersebut harus dikuasai oleh peserta pelatihan untuk nantinya bisa mendapatkan lisensi pemandu lokal.

Kompetensi Pemandu Lokal

Adapun 16 kompetensi pemandu lokal, yaitu menyusun rencana perjalanan, menyiapkan perangkat perjalanan, menyiapkan informasi wisata, mengkomunikasikan informasi, melakukan pemanduan di objek wisata, mempimpin perjalanan wisata, melakukan interprestasi dalam pemanduan wisata, menangani situasi konflik, mengikuti prosedur K3LH, melakukan pertolongan pertama, bekerjasama dengan kolega dan wisatawan, bekerjasama dalam lingkungan sosial yang berbeda, berkomunikasi melalui telepon, melakukan prosedur administrasi, mencari dan medapatkan data di komputer, mengembangkan dan memutahirkan pengetahuan pariwisata.

pelatihan pemandu lokal kulon progo daerah istimewa yogyakarta - desa wisata tinalah - wisata samigaluh


Dalam pelatihan ini, setiap hari selama pelatihan, peserta diwajibkan untuk membuat konten wisata Sejarah Yogyakarta, Sejarah Kulon Progo, dan desa wisata ataupun tempat wisata di Kulon Progo. Setiap peserta melakukan praktek menjadi pemandu wisata secara bergantian dalam  kelompoknya.

Baca: Dewi Tinalah desa wisata di pegunungan Menoreh sebuah eksotisme Jogja

Materi pelatihan untuk pemandu lokal sangat membekali para peserta. Materi dan narasumber sangat relevan dengan kegiatan pelatihan dan sertifikasi pemandu lokal. Materi tersebut diantaranya, yaitu pengenalan organisasi pariwisata dan HPI, teknik kepemanduan, SOP kepemanduan, teknik dan etika komunikasi, Kraton dan sumbu imaginer, kebijakan pariwisata Kulon Progo, heritage dan arsitektur jawa, dokumentasi dalam media sosial, potensi seni dan budaya Kulon Progo, lintas budaya antar daerah,  batik dan folosofinya, flora fauna di DIY, inventarisasi dan penyusunan materi, praktek lapangan. Nantinya, peserta dapat mengembangkan materi tersebut untuk bekal dalam kepemanduan wisata.


Peserta pelatihan dan sertifikasi juga melakukan kunjungan langsung ke Museum Dirgantara Yogyakarta. Di sini, peserta mendapatkan contoh pemanduan wisata di dalam museum. Materi-materi yang telah disampaikan langsung dapat dilihat langusung ketika kunjungan di Museum Dirgantara.

Baca: Pelatihan Housekeeping untuk homestay desa wisata di Kulon Progo

Setelah itu, para peserta diajak ke Desa Wisata Pulesari, di Turi Kabupaten Sleman. Di sini peserta melihat bagaimana awal mula berdirinya desa wisata Pulesari, sampai saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Hal ini juga untuk membekali peserta yang dari desa wisata maupun pokdarwis, agar nantinya ketika pulang dapat menerapkan dan mengembangakan desa wisatanya secara optimal.   

pelatihan pemandu lokal kulon progo daerah istimewa yogyakarta - desa wisata tinalah - wisata samigaluh - wisata jogja - jogja istimewa

Kegiatan pelatihan dan sertifikasi ini penting sekali untuk dapat dikembangkan oleh masing-masing peserta ketika nantinya memandu wisatawan di daerahnya masing-masing. Dan harapnnya para peserta dapat saling bertukar informasi mengenai info-info di daerah Kulon Progo agar konten yang disampikan semakin lengkap.

Para peserta pelatihan dan sertifikasi pemandu lokal juga akan mengadakan tour secara bergantiaan disetiap daerah di Kulon Progo. Rencana ini telah disepakati oleh para peserta, dan akan segera diagendakan untuk melakukan tour di Kabupaten Kulon Progo secara bergantian.


Baca: Tempat outbound di Jogja di kawasan pegunungan Menoreh Kulon Progo

Hal penting dalam pelatihan ini adalah setiap peserta harus percaya diri ketika memandu wisatwan di Kulon Progo. Peserta pelatihan harus selalu belajar dan mengembangkan diri agar kompetensi-kompetensi yang telah dicapai semakin berkualitas. Tidak kalah penting, peserta pelatihan nantinya harus dapat mendokumentasikan ketika melakukan pemanduan, harapnnya ini akan mempermudah pelengkapan persyaratan ketika nanti akan mengajukan lisensi pemandu dalam kota maupun lintas daerah.


Informasi desa wisata Yogyakarta, outbound, camping, gathering, rivertubing, homestay, makrab Jogja, kuliner desa, hanya di www.dewitinalah.com atau hubungi narahubung di WA  +6285200552054 BBM: 59D4CD01 (Mas Bams)




16 October 2018

Membangun Desa dengan Desa Wisata



Desa wisata merupakan salah satu bentuk usaha yang saat ini menjadi primadona warga desa. Faktanya, hanya dalam beberapa tahun saja perkembangan wisata desa dan desa wisata, sungguh luar biasa. Siapakah sebenarnya yang beraksi hingga menciptakan lompatan besar ini, salah satunya warga pelaku desa wisata. Apa itu desa wisata?

desa maju dengan desa wisata - desa wisata tinalah - wisata jogja
 
Desa wisata adalah suatu bentuk integrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.
Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi serta Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk mengembangkan desa yang memiliki potensi pariwisata.

Setiap desa tentu memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan dan dibangun. Pariwisata jadi potensi desa, selain pertanian atau perikanan dan lainnya. Terdapat beberapa hal pendekatan yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan desa wisata.

Pada pendekatan ini diperlukan beberapa kriteria yaitu :

  1. Atraksi wisata; yaitu semua yang mencakup alam, budaya dan hasil ciptaan manusia. Atraksi yang dipilih adalah yang paling menarik dan atraktif di desa.
  2. Jarak Tempuh; adalah jarak tempuh dari kawasan wisata terutama tempat tinggal wisatawan dan juga jarak tempuh dari ibukota provinsi dan jarak dari ibukota kabupaten.
  3. Besaran Desa; menyangkut masalah-masalah jumlah rumah, jumlah penduduk, karakteristik dan luas wilayah desa. Kriteria ini berkaitan dengan daya dukung kepariwisataan pada suatu desa.
  4. Sistem Kepercayaan dan kemasyarakatan; merupakan aspek penting mengingat adanya aturan-aturan yang khusus pada komunitas sebuah desa. Perlu dipertimbangkan adalah agama yang menjadi mayoritas dan sistem kemasyarakatan yang ada.
  5. Ketersediaan infrastruktur; meliputi fasilitas dan pelayanan transportasi, fasilitas listrik, air bersih, drainase, telepon dan sebagainya.
Desa Wisata terbukti berperan dalam mengembangkan potensi kepariwisataan di desa sekaligus menjadi alat pemberdaya penguasaan kemampuan kepariwisataan desa. Fakta di lapangan, pariwisata merupakan bentuk usaha yang memiliki kemampuan meningkatkan potensi ekonomi desa dengan lingkup yang sangat luas. Desa wisata membuka banyak peluang kerja, peluang ekonomi dan akhirnya menjadi sebuah pilihan yang menarik mengentaskan kemiskinan di desa-desa yang memiliki potensi mengembangkan wisatanya.

Baca Juga: Desa Wisata Untuk Makrab

Hal ini terlihat berdasarkan dari adanya pengembangan desa wisata di desa Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Yogyakarta, yaitu desa wisata Tinalah atau sering disebut Dewi Tinalah. Awal mula berdiri dari dana pengembangan PNPM Pariwisata. Berdiri pada tahun 2013.  Konsep Dewi Tinalah adalam desa wisata dengan berbasis pada alam dan budaya. Pengembangan ini berdapak pada keterlibatan langsung masyarakat desa sekitar. Keterlibatan ini berupa menjadi pengurus dan partisipasi masyarakat dalam mendukung desa wisata. Dengan adanya paket wisata di Dewi Tinalah memberikan dapak positif dari segi ekonomi, masyarakat ikut terlibat dalam pelaksanaan paket tersebut seperti menjadi pemandu wisata, dan tim kuliner. Hal ini tentu menuntut masyarakat untuk belajar terkait dengan pelayanan wisata, sehingga dari sini masyarakat juga banyak belajar dan mengidentifikasi untuk mengembangkan Dewi Tinalah.

Paket wisata yang ada di desa wisata Tinalah yaitu paket camping Jogja seru, paket outbound Jogja Istimewa, paket makrab Jogja, paket gathering Jogja, paket kuliner kas desa, paket river tubing Tinalah, penginapan, dll. 

desa maju dengan desa wisata - desa wisata tinalah yogyakarta - pesona indonesia

Dari segi lingkungan, dengan adanya desa wisata, masyarakat juga melai menerapkan sadar lingkungan dengan menjaga lingkungan tetap bersih dan nyaman. Masyarakat juga banyak belajar mengenai konsep Sapta Pesona. Selain memastikan kondisi lingkungan bersih, masyarakat jug memastikan bahwa lingkungan wisata tersebut aman dan sejuk. Hal ini diterapkan dengan mengadakan pemantauan setiap ada kegiatan di Dewi Tinalah.

Baca Juga: Serunya Outbound di Desa Wisata

Selain itu, peran desa wisata juga membantu para ibu-ibu didesa mengembangkan keterampilan dalam membuat kemasan oleh-oleh untuk mendukung kegiatan di desa wisata. Hal ini dilakukan dengan membuat beberapa pelatihan mengenai produk-produk olahan yang bahan-bahannya berasal dari desa wisata Tinalah. Prakteknya, ibu-ibu membuat produk olahan seperti Jahe Merah Muresko, kripik pegagan, slondok, wingko Tinalah, dan beberapa olehan lainnya yang terbuat dari singkong.

Hal ini tentu mendorong masyarakat untuk terus kreatif dalam mengembangkan sektor pariwisata dengan desa wisata. Harapannya dengan pengembangan desa wisata ini menjadikan perekonomian yang lebih mandiri. Masyarakat setempat bisa memperoleh manfaat dari pengembangan desa wisata Tinalah. Masyarakat nantinya dapat mendapatkan pekerjaan dari desa wisata tanpa harus keluar daerah atau ke kota-kota. Ini mendorong pengembangan sektor perekonomian secara nyata, dari desa untuk Indonesia. (GF)

Baca Juga: Potensi Desa Wisata untuk Lokasi Camping 





18 September 2018

Desa Wisata Kulon Progo Siapkan Homestay untuk Menyambut Bandara NYIA

Desa Wisata Kulon Progo siapkan homestay untuk menyambut Bandara NYIA. Hal ini dilakukan dengan mengirim beberapa perwakilan pengelola desa wisata dan Hotel di Kulon Progo untuk mengikuti Pelatihan dan Sertifikasi Karyawan Homestay dan Hotel. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Cavinton pada tanggal 13-15 September 2018. Diikuti oleh 13 peserta yang mengelola homestay di desa wisata Kulon Progo dan beberapa hotel.


pelatihan pengelolaan dan pelayanan homestay di desa wisata kulon progo


Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Ir. Aris Riyanto, M.Si. menyampaikan, pelatihan dan sertifikasi ini penting untuk pelaku sektor pariwisata yang menyediakan homestay dan hotel. Dengan pelatihan ini harapanya dapat meningkatkan mutu pelayanan yang diberikan.

Baca: Kulon Progo Siapkan Pemandu Lokal Handal dan Kompeten dalam Menyambut Bandara NYIA

Kegiatan pelatihan ini teridi dari Pelayanan standar pada industri parwisata dan bekerjasama dengan rekan kerja dan lapangan; membersihkan lokasi atau area dan peralatan di homestay; menyiapkan kamar tamu di homestay; dan menyediakan jasa Housekeeping untuk tamu yang tinggal di homestay.

Pelatihan dan sertifikasi ini sangat penting untuk pelaku usaha homestay khususnya bagi yang menerapkan kegiatan pariwisata dengan konsep desa wisata. Harapannya dengan pelatihan ini, desa wisata di Kulon Progo dapat segera menyiapkan homestay yang sesuai standar nasional pengelolaan homestay. Wisatawan yang berwisata di desa wisata nantinya dapat tinggal lebih lama dan nyaman dengan menikmati atraksi wisata yang menjadi icon di setiap desa wisata Kulon Progo.