Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kulon Progo Tahap III tahun 2022- tahun 2025 -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kulon Progo Tahap III tahun 2022- tahun 2025

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kulon Progo Tahap III tahun 2022- tahun 2025 Kulon Progo sebagai salah satu Kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kulon Progo 2015-2025 yang tertuang dalam Perda Kabupaten Kulon Progo No 9 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah.

 

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Kulon Progo Tahap III tahun 2022- tahun 2025

 

Download Perda Kepariwisataan Kulon Progo

 

Pemerintah Daerah Kulon Progo sangat memperhatikan sektor pariwisata, sehingga nantinya kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dapat dioptimalkan secara terprogram.

Kepariwisataan adalah keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan pengusaha.

 

Baca juga: Wisata Kulon Progo Kawasan Desa Wisata Tinalah

Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah yang selanjutnya disebut dengan Ripparda adalah dokumen perencanaan pembangunan Kepariwisataan Daerah untuk periode 10 (sepuluh) tahun terhitung sejak tahun 2015 sampai dengan tahun 2025.

Daerah tujuan pariwisata yang selanjutnya disebut destinasi pariwisata adalah kawasan geografis yang berada dalam satu atau lebih wilayah administratif yang di dalamnya terdapat daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.

Kawasan Pembangunan Pariwisata Daerah yang selanjutnya disingkat KPPD adalah kawasan geografis di dalam destinasi pariwisata yang memiliki tema tertentu, dengan komponen daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, serta masyarakat yang saling terkait dan melengkapi terwujudnya kepariwisataan.

Daya tarik wisata adalah segala sesuatu yang memiliki keunikan, keindahan, dan nilai yang berupa keanekaragaman kekayaan alam, budaya, dan hasil buatan manusia yang menjadi sasaran atau tujuan kunjungan wisatawan.

 

Baca juga: Paket Wisata Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah - Visiting Jogja

Standarisasi kepariwisataan adalah proses merumuskan, menetapkan, menerapkan dan merevisi standar, yang dilaksanakan secara tertib dan bekerjasama dengan semua pihak guna menjamin kualitas dan kredibilitas usaha dibidang kepariwisataan.

Tujuan disusunnya Peraturan Daerah ini yaitu menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan pembangunan kepariwisataan Kulon Progo; dan memberikan arah dalam pengambilan kebijakan dalam penyelenggaraan pembangunan kepariwisataan Kulon Progo.

Sasaran pembangunan kepariwisataan Daerah Wisata Kulon Progo

Sasaran pembangunan kepariwisataan Daerah Wisata Kulon Progo meliputi meningkatnya daya saing destinasi pariwisata; berkembangnya daya tarik wisata melalui perintisan, pembangunan, pemeliharaan, dan revitalisasi daya tarik wisata meningkatnya konektivitas, kemudahan dan kenyamanan berwisata melalui pengembangan akses, sarana prasarana dan fasilitas pariwisata; meningkatnya keberdayaan masyarakat setempat melalui berbagai program pemberdayaan dan kemitraan usaha pariwisata; meningkatnya minat investasi pariwisata; meningkatnya daya saing pariwisata regional, nasional dan internasional melalui strategi komunikasi pemasaran yang efektif; meningkatnya kesadaran dan ketertarikan wisatawan pada destinasi pariwisata, dengan tolok ukur meningkatnya kunjungan (arrival) dan pembelanjaan (expenditure); meningkatnya daya saing mutu pelayanan melalui pengembangan standar usaha pariwisata dan sertifikasi usaha; meningkatnya kapasitas industri pariwisata melalui peningkatan investasi dan pertumbuhan kapasitas usaha kepariwisataan; meningkatnya daya saing mutu pelayanan melalui pengembangan standar kompetensi Sumber Daya Manusia di bidang pariwisata; dan meningkatnya dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas teknis lainnya bagi pengembangan destinasi pariwisata.

Arah kebijakan pembangunan daya tarik wisata Kulon Progo 

Arah kebijakan pembangunan daya tarik wisata Kulon Progo sebagai berikut:
a. pengembangan KSPD Suroloyo–Sendangsono dan sekitarnya sebagai kawasan wisata alam Pegunungan Menoreh dan desa wisata berbasis alam, agro, dan kearifan lokal, dengan segmen wisatawan minat khusus;
b. pengembangan KSPD Sermo–Clereng–Wates dan sekitarnya bertema alam tirta, perkotaan, dan desa wisata, dengan segmen wisatawan minat khusus;
c. pengembangan KSPD Pantai Selatan dan sekitarnya bertema wisata alam, pantai, dan konservasi, dengan segmen wisatawan massal;
d. pengembangan KSPD Kiskendo–Gunung Kelir dan sekitarnya bertema alam, budaya, agro, dan desa wisata, dengan segmen wisatawan minat khusus; dan
e. pengembangan KPPD Sentolo–Sidorejo dan sekitarnya bertema desa wisata dan industri kreatif, dengan segmen wisatawan minat khusus.

 

Baca Juga: Pengembangan Aplikasi Desa Wisata

 

Pembangunan Kawasan Suroloyo - Sendangsono Wisata Kulon Progo

Strategi pengembangan KSPD Suroloyo–Sendangsono dan sekitarnya  meliputi :
a. mengembangkan Petilasan Suroloyo sebagai kawasan wisata spiritual dan alam (spiritual and nature tourism);
b. mengembangkan kawasan tracking Samigaluh–Suroloyo berbasis potensi pemandangan alam;
c. mengembangkan wisata minat khusus (down hill) pada jalur Suroloyo, Samigaluh, dan Klangon;
d. mengembangkan desa wisata Nglinggo dan desa wisata Ngargosari berbasis alam pegunungan dan potensi air terjun;
e. mengembangkan desa wisata Banjarasri;
f. mengembangkan potensi perbukitan Gunung Kucir berbasis alam pegunungan;
g. mengembangkan desa wisata Purwoharjo dan Sidoharjo berbasis alam pegunungan;
h. mengembangkan Sendangsono sebagai kawasan ziarah;
i. mengembangkan kawasan makam Nyi Ageng Serang sebagai kawasan wisata sejarah dan wisata ziarah;
mengembangkan kawasan Ancol sebagai kawasan wisata keluarga (family tourism);
k. mengembangkan sentra bunga chrisant, di Gerbosari, Sidoharjo, Ngargosari dan Pagerharjo sebagai kawasan agrowisata bunga dan sentra bunga chrisant Yogyakarta;
l. mengembangkan perkebunan teh Pagerharjo, Ngargosari dan Gerbosari sebagai kawasan agrowisata teh;
m. mengembangkan perkebunan kopi di Sidoharjo;
n. mengembangkan wisata olahraga dan petualangan arung jeram (rafting) Sungai Progo;
o. mengembangkan Jembatan Duwet sebagai wisata buatan segmen minat khusus fotografi dan cagar budaya; dan
p. mengembangkan agrowisata durian di kawasan Banjaroya, Banjarharjo, dan Banjararum. 

 

Baca Juga: Strategi Pemasaran Digital Desa Wisata

 

Wisata Kulon Progo di Kawasan Sermo - Clereng 

Strategi pengembangan Wisata Kulon Progo di Sermo–Clereng–Wates dan sekitarnya sebagaimana meliputi :
a. mengembangkan Waduk Sermo sebagai area wisata air dan olahraga (watersport tourism);
b. mengembangkan kawasan Pemandian Clereng;
c. mengembangkan desa wisata Kali Biru;
d. mengembangkan Pusat Penyelamatan Satwa Jogjakarta;
e. mengembangkan agrowisata durian di Desa Hargotirto Kokap;
f. mengembangkan wisata alam pegunungan Gunung Gajah, Gunung Ijo, Gunung Agung dan Gunung Kukusan di Kecamatan Kokap;
g. mengembangkan Desa Wisata Sermo Hargowilis sebagai desa wisata berbasis keindahan alam pegunungan dan view Waduk Sermo;
h. mengembangkan kawasan Talun Ombo sebagai daya tarik wisata buatan segmen minat khusus olahraga dan komunitas; dan
i. mengembangkan daya tarik wisata buatan kuliner gula semut dan mengembangkan gula semut sebagai komoditas cinderamata unggulan Daerah.

 

Pengembangan Wisata Kulon Progo di Kawasan Selatan

Strategi pengembangan wisata Kulon Progo di Pantai Selatan dan sekitarnya  meliputi :
a. mengembangkan kawasan Pantai Glagah sebagai kawasan kuliner tepi laut dan surga makanan hasil laut (seafood paradise);
b. mengembangkan wisata petualangan berbasis susur sungai di Sungai Bogowonto;
c. mengembangkan kawasan Pantai Pasir Mendit sebagai kawasan ekowisata mangrove dan budidaya udang;
d. mengembangkan kawasan Desa Wisata Glagah sebagai desa wisata agro buah naga dan sebagai kawasan wisata alam pantai;
e. mengembangkan kawasan Pantai Bugel sebagai kawasan wisata alam pantai;
f. mengembangkan kawasan Pantai Congot sebagai kawasan wisata alam pantai;
g. mengembangkan Gunung Lanang di Kecamatan Temon; dan
h. mengembangkan kawasan Pantai Trisik sebagai kawasan wisata pedesaan, alam pantai, dan konservasi penyu.


Baca Juga: Pemuda Desa Wisata Tinalah Ikuti Pelatihan Wirausaha Muda Desa dari Kemenparekraf

 

Rencana Pengembangan Kawasan Kiskendo - Gunung Kelir dan sekitranya

Strategi pengembangan wisata Kulon Progo di Kiskendo-Gunung Kelir dan sekitarnya meliputi :
a. mengembangkan wisata petualangan di kawasan Gunung Kelir;
b. revitalisasi Goa Kiskendo sebagai kawasan Wisata tamasya alam (sightseeing nature tourism);
c. mengembangkan wisata jelajah Goa Sumitro;
d. mengembangkan Desa Wisata Jatimulyo berbasis alam;
e. mengembangkan Desa Wisata Pendoworejo berbasis budaya dan kearifan lokal;
f. mengembangkan agrowisata durian dan Embung Kleco di Desa Giripurwo;
g. mengembangkan desa wisata Purwosari berbasis alam dan ziarah; dan
h. mengembangkan event budaya Rebo Pungkasan- Kembul Sewu Sedulur sebagai daya tarik wisata.


Rencana Pengembangan Wisata Kulon Progo di Sentolo - Sidorejo

Strategi pengembangan KPPD Sentolo-Sidorejo dan sekitarnya  meliputi :
a. mengembangkan Jembatan Bantar sebagai daya tarik wisata buatan dengan segmen wisatawan minat khusus cagar budaya dan fotografi;
b. mengembangkan Desa Sidorejo sebagai desa wisata berbasis seni dan budaya lokal serta industri kreatif;
c. mengembangkan Sentra Industri Sentolo sebagai kawasan wisata berbasis industri kreatif lokal;
d. mengembangkan sentra industri batik Ngentakrejo, Gulurejo dan Sidorejo sebagai kawasan pusat cinderamata dan kerajinan batik Daerah;
e. mengembangkan kawasan Bendung Sapon sebagai kawasan rekreasi keluarga dan kuliner keluarga; dan
f. mengembangkan taman bertema di kawasan wisata Sentolo.

Kelas Digital Marketing >