Desa Wisata Tinalah -->
Mlaku Bareng Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Program Live In Desa Wisata Tinalah Belajar SDGs On Land Melalui Pengalaman Nyata

Isu pelestarian lingkungan menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi dunia saat ini. Kerusakan hutan, berkurangnya keanekaragaman hayati, degradasi lahan, hingga perubahan iklim mendorong berbagai pihak untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ekosistem daratan. 

Program Live In Desa Wisata Tinalah Belajar SDGs On Land Melalui Pengalaman Nyata


Salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang sangat relevan adalah SDGs Goal 15: Life on Land (Ekosistem Daratan). Melalui pendekatan pendidikan berbasis pengalaman, Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land menjadi media pembelajaran yang menghubungkan teori dengan praktik secara langsung di lingkungan pedesaan.


Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang autentik kepada peserta melalui kehidupan masyarakat desa. Peserta tidak hanya memahami konsep pelestarian lingkungan di dalam kelas, tetapi juga merasakan secara langsung bagaimana masyarakat menjaga alam, memanfaatkan sumber daya secara bijaksana, serta membangun kehidupan yang harmonis dengan lingkungan. 


Pendekatan ini menjadikan proses belajar lebih bermakna sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan sejak dini.


Apa Itu SDGs On Land?

SDGs Goal 15 Life on Land merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang berfokus pada perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan ekosistem daratan secara berkelanjutan. Tujuan ini mencakup pelestarian hutan, perlindungan keanekaragaman hayati, rehabilitasi lahan kritis, hingga pencegahan degradasi lingkungan.


Dalam konteks pendidikan, SDGs On Land tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi juga sebagai nilai yang perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kegiatan pembelajaran di luar kelas seperti program live in sekolah menjadi salah satu metode efektif untuk mengenalkan konsep keberlanjutan kepada peserta didik.


Mengapa Memilih Desa Wisata Tinalah?

Desa Wisata Tinalah yang berada di kawasan Menoreh, Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menawarkan bentang alam yang masih alami. Kawasan ini memiliki hamparan persawahan, Sungai Tinalah, perbukitan, kawasan hutan desa, serta berbagai potensi geowisata yang mendukung pembelajaran berbasis lingkungan.


Keasrian alam tersebut menjadikan Desa Wisata Tinalah sebagai laboratorium hidup bagi siswa, mahasiswa, maupun komunitas yang ingin belajar mengenai konservasi lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat lokal, peserta memperoleh pengalaman nyata tentang bagaimana keseimbangan antara manusia dan alam dapat terus dijaga.


Konsep Program Live In Berbasis SDGs

Berbeda dengan kegiatan wisata biasa, Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land mengutamakan pengalaman belajar secara langsung melalui aktivitas masyarakat. Peserta tinggal di homestay milik warga sehingga dapat merasakan kehidupan pedesaan yang sederhana namun penuh nilai kebersamaan.


Selama mengikuti program, peserta diajak memahami keterkaitan antara aktivitas ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga lingkungan. Mulai dari praktik pertanian, pengelolaan limbah organik, konservasi sumber air, hingga pemanfaatan hasil alam secara berkelanjutan menjadi bagian dari proses pembelajaran yang menyenangkan.


Aktivitas Edukasi SDGs On Land

1. Edukasi Pertanian Berkelanjutan

Peserta belajar mengenai sistem pertanian yang ramah lingkungan bersama kelompok tani setempat. Mereka diperkenalkan pada teknik budidaya tanaman, pemanfaatan pupuk organik, serta pentingnya menjaga kesuburan tanah sebagai sumber kehidupan masyarakat desa.


Melalui kegiatan ini, peserta memahami bahwa keberhasilan pertanian tidak hanya ditentukan oleh hasil panen, tetapi juga oleh kemampuan menjaga kualitas tanah dan ekosistem di sekitarnya.


2. Praktik Pembuatan Pupuk

Salah satu aktivitas favorit adalah membuat pupuk dari limbah pertanian dan peternakan. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai konsep ekonomi sirkular, yaitu mengubah limbah menjadi sumber daya yang bermanfaat.


Peserta belajar bahwa pengelolaan sampah organik yang baik mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.


3. Jelajah Sungai Tinalah

Sungai Tinalah menjadi ruang belajar terbuka mengenai pentingnya menjaga kualitas air dan ekosistem sungai. Selama kegiatan jelajah, peserta mengamati vegetasi riparian, kondisi aliran sungai, hingga keanekaragaman hayati yang hidup di sekitarnya.


Pemandu lokal juga menjelaskan bagaimana masyarakat menjaga kelestarian sungai agar tetap menjadi sumber air bagi pertanian dan kehidupan sehari-hari.


4. Eksplorasi Kawasan Perbukitan Menoreh

Peserta diajak melakukan trekking menuju kawasan desa dan perbukitan Menoreh. Aktivitas ini memberikan pengalaman memahami fungsi hutan sebagai penyimpan air, penyerap karbon, serta habitat berbagai jenis flora dan fauna.


Selain menikmati panorama alam, peserta juga belajar mengenai pentingnya menjaga tutupan vegetasi untuk mencegah longsor dan erosi.


5. Mengenal Geodiversity Gua Sriti

Pembelajaran juga dilakukan melalui kunjungan ke kawasan Geodiversity Gua Sriti. Lokasi ini menjadi media edukasi mengenai sejarah geologi, bentang alam karst, serta hubungan antara proses alam dengan kehidupan masyarakat sekitar.


Peserta memperoleh wawasan bahwa kekayaan geologi merupakan bagian penting dari konservasi ekosistem daratan yang perlu dijaga bersama.


Belajar Budaya sebagai Bagian dari SDGs

Pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan dari pelestarian budaya. Di Desa Wisata Tinalah, peserta mengikuti berbagai aktivitas budaya seperti karawitan, jemparingan, permainan tradisional, hingga kegiatan memasak makanan khas desa.


Melalui pengalaman tersebut, peserta memahami bahwa budaya lokal mengandung banyak nilai yang mendukung kehidupan berkelanjutan, seperti gotong royong, hidup sederhana, serta penghormatan terhadap alam.


Tinggal Bersama Masyarakat di Homestay

Salah satu kekuatan utama program ini adalah pengalaman tinggal di homestay warga. Peserta berinteraksi langsung dengan keluarga angkat dan mengikuti aktivitas sehari-hari seperti berkebun, beternak, memasak, maupun membersihkan lingkungan.


Interaksi ini menumbuhkan empati, kemandirian, kemampuan komunikasi, serta penghargaan terhadap kehidupan masyarakat pedesaan.


Manfaat Program Live In bagi Peserta

Program ini tidak hanya memberikan pengalaman wisata, tetapi juga membangun kompetensi abad ke-21. Beberapa manfaat yang diperoleh peserta antara lain:


  • Memahami implementasi SDGs Goal 15 secara nyata.
  • Meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui observasi lapangan.
  • Melatih kerja sama dan komunikasi.
  • Menumbuhkan karakter peduli sosial.
  • Mengenal budaya lokal secara langsung.
  • Mengembangkan kepemimpinan dan kemandirian.
  • Memahami konsep pembangunan berkelanjutan.
  • Cocok untuk Berbagai Jenjang Pendidikan


Program Live In SDGs On Land dirancang fleksibel sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan peserta.


Program ini sangat sesuai untuk:


  • Sekolah Dasar (SD)
  • Sekolah Menengah Pertama (SMP)
  • Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK)
  • Perguruan Tinggi
  • Komunitas lingkungan
  • Organisasi kepemudaan
  • Instansi pemerintah
  • Perusahaan melalui program CSR


Setiap jenjang mendapatkan pendekatan pembelajaran yang berbeda sesuai usia dan tujuan pembelajaran.


Desa Wisata sebagai Laboratorium Pendidikan Berkelanjutan

Desa Wisata Tinalah membuktikan bahwa desa bukan hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi ruang belajar yang hidup. Berbagai potensi alam, budaya, serta kehidupan masyarakat menjadi sumber belajar yang mampu membentuk karakter peserta secara holistik.


Konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang diterapkan menjadikan peserta lebih mudah memahami hubungan antara manusia, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan masa kini yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap dan keterampilan.


Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land

Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land merupakan pilihan tepat bagi sekolah, perguruan tinggi, komunitas, maupun lembaga yang ingin menghadirkan pembelajaran bermakna mengenai pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. 


Melalui pengalaman tinggal bersama masyarakat, menjelajahi alam, belajar pertanian, mengenal budaya, hingga memahami konservasi ekosistem daratan, peserta memperoleh pengalaman yang tidak bisa didapatkan hanya dari ruang kelas.


Dengan mengintegrasikan nilai-nilai SDGs Goal 15: Life on Land, program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan peserta tentang lingkungan, tetapi juga membangun kepedulian, karakter, dan keterampilan hidup yang akan menjadi bekal penting di masa depan.


Ayo Hadirkan Pembelajaran SDGs yang Lebih Bermakna

Jika sekolah, kampus, komunitas, atau instansi Anda sedang mencari program edukasi berbasis pengalaman yang menggabungkan lingkungan, budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan, Program Live In Desa Wisata Tinalah Tema SDGs On Land adalah pilihan yang tepat.


Selain tema SDGs On Land, Desa Wisata Tinalah juga menyediakan berbagai paket edukasi lainnya seperti Live In Sekolah, Field Trip, Eduwisata, Camping Edukasi, Outbound, Jelajah Alam, Geowisata, Pembelajaran Budaya, serta Program Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kurikulum dan tujuan pembelajaran. 


Mari wujudkan pengalaman belajar yang inspiratif, kontekstual, dan berdampak langsung bagi peserta didik sekaligus masyarakat desa.

Bank Indonesia Dukung Penguatan Pengelolaan Desa Wisata Tinalah melalui Program PI-KEKDA

Kulon Progo, Yogyakarta — Bank Indonesia melakukan asesmen terhadap pengelola Desa Wisata Tinalah sebagai bagian dari implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah. Hasil asesmen tersebut menunjukkan bahwa pengelola Desa Wisata Tinalah dapat menjadi penerima Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA) berupa dukungan sarana dan/atau prasarana.

Dukungan sarana dan prasarana Bank Indonesia untuk Desa Wisata Tinalah melalui program PI-KEKDA.
Dukungan sarana dan prasarana melalui Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA) Bank Indonesia untuk mendukung penguatan pengelolaan Desa Wisata Tinalah.


Dukungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelolaan Desa Wisata Tinalah sehingga dapat mendukung pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat secara lebih profesional, adaptif, dan berkelanjutan.

Hasil Asesmen Bank Indonesia

Pelaksanaan asesmen merupakan bagian dari proses Bank Indonesia dalam mengimplementasikan kebijakan ekonomi dan keuangan daerah melalui dukungan kepada berbagai sektor yang memiliki peran dalam penguatan perekonomian daerah.

Berdasarkan hasil asesmen, pengelola Desa Wisata Tinalah dinilai dapat menerima dukungan sarana dan/atau prasarana melalui program PI-KEKDA Bank Indonesia.

Sarana dan prasarana yang diberikan diarahkan untuk mendukung kebutuhan pengelolaan Desa Wisata Tinalah, khususnya dalam menunjang aktivitas administrasi, dokumentasi, promosi, pelayanan informasi, serta kegiatan pengembangan kapasitas dan pemasaran destinasi.

Dukungan Sarana untuk Penguatan Desa Wisata

Adapun sarana dan prasarana yang menjadi bagian dari dukungan program tersebut meliputi berbagai perangkat teknologi informasi, dokumentasi, percetakan, presentasi, dan pendukung kegiatan pengelolaan.

Perangkat yang didukung antara lain:

  • Samsung S25 12/256GB
  • Samsung 55" Crystal UHD 4K
  • Oxitnus TC1700 32"-70" Standing Bracket
  • Sony Alpha a6400 Mirrorless Digital Camera dengan lensa 16-50mm
  • Lexar Professional Silver Plus SDXC UHS-I 128GB
  • Brother DCP-T830DW Print, Scan, Copy, WiFi, Duplex, ADF
  • Lenovo LOQ 15 dengan prosesor AMD Ryzen 7 7735HS dan GPU RTX 4050 6GB
  • Epson EB-X600 XGA Projector
  • Layar Tripod TRI 2121 ukuran 84"

Beragam perangkat tersebut memiliki fungsi yang saling mendukung dalam operasional Desa Wisata Tinalah.

Perangkat komputer dapat digunakan untuk mendukung pengelolaan administrasi dan pekerjaan digital, sementara perangkat kamera dan penyimpanan data dapat memperkuat dokumentasi aktivitas serta pengembangan konten promosi destinasi.

Dukungan perangkat presentasi juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan edukasi, pelatihan, pertemuan, maupun penerimaan kunjungan dari berbagai pihak yang ingin belajar mengenai pengelolaan desa wisata.

Memperkuat Transformasi Digital Desa Wisata

Bagi Desa Wisata Tinalah, dukungan sarana tersebut memiliki arti penting dalam pengembangan pengelolaan destinasi di era digital.

Pengelolaan desa wisata saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyediaan atraksi dan pelayanan kepada wisatawan. Pengelola juga membutuhkan kemampuan dalam melakukan dokumentasi, pengelolaan data, komunikasi, pemasaran digital, pembuatan konten, administrasi, hingga penyelenggaraan kegiatan edukasi dan pengembangan kapasitas masyarakat.

Ketersediaan sarana teknologi yang memadai diharapkan dapat membantu pengelola Desa Wisata Tinalah meningkatkan efektivitas pekerjaan sekaligus menghasilkan materi komunikasi dan promosi yang lebih berkualitas.

Hal tersebut sejalan dengan pengembangan Desa Wisata Tinalah yang selama ini mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari pengelolaan dan pemasaran destinasi.


Mendukung Pengelolaan Berbasis Masyarakat

Pengembangan Desa Wisata Tinalah tidak terlepas dari keterlibatan masyarakat lokal. Sarana yang diberikan melalui program PI-KEKDA diharapkan dapat memberikan manfaat tidak hanya bagi aktivitas internal pengelola, tetapi juga mendukung berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan desa.

Perangkat presentasi, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk pelatihan dan pertemuan. Sementara perangkat dokumentasi dapat mendukung publikasi potensi wisata, aktivitas masyarakat, produk UMKM, atraksi budaya, serta berbagai pengalaman wisata yang tersedia di Desa Wisata Tinalah.

Dengan demikian, dukungan sarana tersebut diharapkan dapat menjadi investasi untuk memperkuat ekosistem pengelolaan desa wisata dan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal.

Apresiasi atas Dukungan Bank Indonesia

Pengelola Desa Wisata Tinalah menyampaikan apresiasi atas dukungan Bank Indonesia melalui Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah.

Dukungan tersebut menjadi tambahan energi bagi pengelola untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi, pelayanan wisatawan, dokumentasi, pemasaran, serta kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Ke depan, sarana dan prasarana tersebut akan dioptimalkan untuk mendukung aktivitas pengelolaan Desa Wisata Tinalah serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan pariwisata berbasis masyarakat.

Dukungan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi pengelola, masyarakat, pelaku usaha lokal, dan wisatawan yang berkunjung ke Desa Wisata Tinalah.

Tentang Desa Wisata Tinalah

Desa Wisata Tinalah merupakan desa wisata yang berada di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa Wisata Tinalah mengembangkan potensi wisata berbasis alam, budaya, edukasi, dan kehidupan masyarakat dengan melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya.

Berbagai aktivitas wisata yang dikembangkan antara lain camping, outbound, jelajah alam, edukasi budaya, kegiatan masyarakat, wisata edukasi, serta berbagai program kunjungan dan pembelajaran desa wisata.

AI Desa Wisata Analyzer, Solusi Analisis Potensi Desa Wisata Berbasis Data di Era Digital

Pengelola Dewi Tinalah Kembangkan AI Desa Wisata Analyzer, Solusi Analisis Potensi Desa Wisata Berbasis Data.Pengembangan desa wisata di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang positif. Banyak desa mulai menyadari bahwa potensi alam, budaya, kuliner, hingga kehidupan masyarakat dapat menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan ekonomi lokal. 



Namun, tidak sedikit pengelola desa yang masih mengalami kesulitan ketika harus menyusun analisis potensi, menentukan strategi pengembangan, hingga membuat proposal kepada pemerintah maupun mitra pendanaan.  


Baca Juga: Desa Wisata Digital Strategi Sukses Desa Wisata Tinalah Tingkatkan Kunjungan & Ekonomi Lokal

Menjawab tantangan tersebut, Pengelola Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) mengembangkan AI Desa Wisata Analyzer, sebuah tools berbasis kecerdasan buatan yang membantu melakukan analisis desa wisata secara cepat, sistematis, dan berbasis data.


Melalui AI Desa Wisata Analyzer, proses yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari bahkan berminggu-minggu kini dapat dilakukan hanya dalam hitungan menit. Pengguna cukup memasukkan informasi dasar mengenai desa serta mengunggah beberapa foto lokasi. 


Selanjutnya, sistem AI akan mengolah data tersebut menjadi laporan analisis yang komprehensif sebagai dasar pengambilan keputusan. Inovasi ini diharapkan menjadi salah satu solusi digital bagi pemerintah desa, Pokdarwis, BUMDes, akademisi, hingga konsultan pariwisata dalam merancang pengembangan desa wisata secara lebih efektif.

Mengapa Desa Wisata Membutuhkan Analisis Berbasis Data?

Banyak desa memiliki potensi wisata yang luar biasa, tetapi belum mampu berkembang secara optimal karena perencanaannya masih berdasarkan asumsi atau pengalaman semata. Padahal, setiap keputusan pengembangan destinasi seharusnya didasarkan pada kondisi nyata di lapangan agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran.


Pendekatan berbasis data memungkinkan pengelola memahami kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan yang dimiliki desa. Dengan demikian, investasi, pembangunan fasilitas, promosi, hingga pengembangan produk wisata dapat dilakukan secara lebih terarah. Inilah yang menjadi dasar pengembangan AI Desa Wisata Analyzer, yaitu membantu desa membangun strategi berdasarkan hasil analisis, bukan sekadar dugaan.


Apa Itu AI Desa Wisata Analyzer?

AI Desa Wisata Analyzer merupakan tools berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dirancang khusus untuk menganalisis potensi desa wisata secara otomatis. Sistem ini menggabungkan analisis data tekstual dan analisis visual dari foto lokasi sehingga menghasilkan rekomendasi yang lebih komprehensif.


Pengguna tidak perlu memiliki latar belakang sebagai konsultan pariwisata ataupun analis destinasi. Seluruh proses dirancang sederhana sehingga mudah digunakan oleh siapa saja. Hasil analisis dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam penyusunan proposal pengembangan desa wisata, penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes), pengembangan paket wisata, hingga strategi promosi digital.


Data yang Perlu Diisi Sangat Sederhana

Salah satu keunggulan AI Desa Wisata Analyzer adalah kemudahan penggunaannya. Pengguna hanya perlu mengisi beberapa informasi dasar mengenai desa, antara lain:


  • Nama desa.
  • Potensi wisata alam.
  • Potensi budaya.
  • Potensi kuliner dan kriya.
  • Kondisi infrastruktur.
  • Mengunggah foto lokasi wisata.


Informasi tersebut kemudian diproses oleh sistem AI untuk menghasilkan analisis yang lebih mendalam. Semakin lengkap informasi yang diberikan, semakin akurat pula rekomendasi yang dihasilkan.


Analisis 6A Pariwisata Secara Otomatis

Salah satu fitur utama dari AI Desa Wisata Analyzer adalah analisis berdasarkan konsep 6A Pariwisata, yang selama ini menjadi salah satu pendekatan dalam pengembangan destinasi wisata.


AI akan mengevaluasi enam aspek utama, yaitu:

Salah satu fitur utama dari AI Desa Wisata Analyzer adalah analisis berdasarkan konsep 6A Pariwisata, yang selama ini menjadi salah satu pendekatan dalam pengembangan destinasi wisata. AI akan mengevaluasi enam aspek utama, yaitu:

  • Attraction (Daya Tarik Wisata) untuk mengidentifikasi keunikan destinasi.
  • Accessibility (Aksesibilitas) untuk melihat kemudahan wisatawan mencapai lokasi.
  • Amenities (Amenitas) untuk mengevaluasi fasilitas pendukung seperti toilet, homestay, parkir, dan restoran.
  • Available Packages untuk menilai kesiapan paket wisata yang dapat dipasarkan.
  • Activities untuk melihat keberagaman aktivitas wisata yang tersedia.
  • Ancillary Services untuk mengevaluasi kelembagaan seperti Pokdarwis, BUMDes, kelompok masyarakat, maupun dukungan pemerintah.


Baca Juga: Magic Voice Solusi Voice Over untuk Desa Wisata, UMKM, dan Pelaku Ekonomi Kreatif Bikin Konten Makin Hidup


Hasil analisis ini membantu pengelola mengetahui aspek mana yang sudah kuat dan bagian mana yang masih perlu ditingkatkan.


Analisis SWOT Menjadi Lebih Mudah

Selain analisis 6A, tools ini juga menghasilkan analisis SWOT secara otomatis. AI akan mengidentifikasi:


  • Strength (Kekuatan)
  • Weakness (Kelemahan)
  • Opportunity (Peluang)
  • Threat (Ancaman)


Melalui analisis SWOT, desa dapat menentukan strategi pengembangan yang lebih realistis sesuai kondisi yang dimiliki. Misalnya, ketika desa memiliki kekuatan pada wisata alam namun masih lemah dalam promosi digital, maka prioritas pengembangan dapat difokuskan pada pemasaran digital.


AI Mampu Menganalisis Foto Lokasi Wisata

Keunggulan lain yang membedakan AI Desa Wisata Analyzer dengan tools lainnya adalah kemampuan melakukan analisis visual berdasarkan foto. AI akan mengevaluasi berbagai aspek seperti:


  • Keindahan lanskap.
  • Kebersihan kawasan.
  • Kondisi fasilitas.
  • Potensi spot foto.
  • Kesiapan kawasan menerima wisatawan.


Fitur ini membantu pengguna memperoleh sudut pandang yang lebih objektif terhadap kondisi destinasi tanpa harus melakukan observasi lapangan yang panjang.


Mendapatkan Rekomendasi Strategis Pengembangan

Tidak berhenti pada proses analisis, sistem juga memberikan rekomendasi strategis yang dapat langsung diterapkan. Rekomendasi tersebut meliputi:


  • Prioritas pembangunan.
  • Program jangka pendek.
  • Program jangka menengah.
  • Program jangka panjang.


Dengan adanya roadmap ini, pengelola desa memiliki panduan yang lebih jelas dalam menyusun tahapan pengembangan destinasi secara berkelanjutan.


Bonus Insight untuk Membantu Perencanaan

Selain laporan utama, AI Desa Wisata Analyzer juga menghasilkan berbagai insight tambahan yang sangat bermanfaat. Beberapa di antaranya meliputi:


  • Skor kesiapan desa wisata.
  • Ide branding desa wisata.
  • Potensi wisata unggulan.
  • Target pasar wisatawan.
  • Ide paket wisata.
  • Simulasi potensi ekonomi.
  • Roadmap pengembangan.


Informasi tersebut dapat menjadi referensi dalam penyusunan proposal pendanaan, presentasi kepada investor, maupun pengembangan strategi pemasaran digital.


Siapa yang Cocok Menggunakan AI Desa Wisata Analyzer?

Tools ini dirancang agar dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan yang terlibat dalam pembangunan desa wisata, antara lain:


  • Pemerintah Desa.
  • BUMDes.
  • Pokdarwis.
  • Dinas Pariwisata.
  • Pendamping Desa.
  • Konsultan Pariwisata.
  • Akademisi dan mahasiswa.
  • Komunitas wisata.
  • Pelaku UMKM desa.


Karena berbasis AI, pengguna tidak perlu memiliki kemampuan teknis yang tinggi untuk memperoleh hasil analisis yang komprehensif.


Mendukung Transformasi Desa Wisata Digital

Digitalisasi kini menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan destinasi wisata yang berdaya saing. Kehadiran AI Desa Wisata Analyzer merupakan bagian dari transformasi menuju desa wisata digital, yaitu desa yang memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, pelayanan, pemasaran, hingga pengambilan keputusan.


Baca Juga: Perubahan UU Kepariwisataan 2025 Peluang Besar untuk Desa Wisata, Masyarakat Lokal, dan Kolaborasi Pentahelix

Pendekatan ini sejalan dengan arah pembangunan pariwisata Indonesia yang semakin menekankan pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan destinasi. Dengan analisis berbasis AI, desa memiliki kesempatan untuk menyusun program yang lebih efektif, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat maupun wisatawan.


Inovasi dari Pengalaman Nyata Desa Wisata Tinalah

Pengembangan AI Desa Wisata Analyzer berangkat dari pengalaman panjang Desa Wisata Tinalah dalam mengelola dan mengembangkan destinasi berbasis masyarakat. Berbekal pengalaman lebih dari satu dekade dalam pengembangan desa wisata, berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan menjadi inspirasi lahirnya tools ini.


Selama mendampingi pengembangan desa, sering ditemukan bahwa banyak pengelola kesulitan menyusun analisis, proposal, maupun roadmap pengembangan karena keterbatasan waktu dan sumber daya. AI Desa Wisata Analyzer hadir untuk menjembatani kebutuhan tersebut dengan menghadirkan teknologi yang mudah digunakan namun tetap menghasilkan analisis yang sistematis dan relevan.


Saatnya Membangun Desa Wisata Berbasis Data

Keberhasilan sebuah desa wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam atau kekayaan budaya, tetapi juga oleh kualitas perencanaan dan pengambilan keputusan. Dengan memanfaatkan AI Desa Wisata Analyzer, proses analisis yang sebelumnya rumit kini menjadi jauh lebih cepat, praktis, dan terstruktur.


Akses Sekarang: AI Desa Wisata Analyzer

Apabila Anda merupakan pengelola desa, Pokdarwis, BUMDes, akademisi, atau pendamping desa yang ingin mengembangkan destinasi secara lebih profesional, kini saatnya memanfaatkan teknologi AI sebagai mitra dalam proses perencanaan. Bangun desa wisata berbasis data, bukan sekadar dugaan, sehingga setiap langkah pengembangan memiliki arah yang jelas, terukur, dan mampu m

Sekolah Tunas Mekar Indonesia Selenggarakan Program Live In di Desa Wisata Tinalah - Belajar Langsung dari Kehidupan Desa

Program Sekolah Tunas Mekar Indonesia selenggarakan Program Live In di Desa Wisata Tinalah menjadi salah satu kegiatan edukatif yang memberikan pengalaman belajar berbeda bagi siswa. Tidak hanya sekadar wisata biasa, kegiatan ini menggabungkan konsep live in sekolah, wisata desa, dan fieldtrip sekolah dalam satu paket pembelajaran yang utuh. 

Sekolah Tunas Mekar Indonesia Selenggarakan Program Live In di Desa Wisata Tinalah

Berlokasi di Desa Wisata Tinalah, program ini menghadirkan suasana belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Para siswa diajak untuk merasakan langsung kehidupan masyarakat desa yang penuh nilai budaya dan kearifan lokal. Dengan pendekatan ini, pembelajaran tidak lagi terbatas di dalam kelas, tetapi menyatu dengan kehidupan nyata.

Kegiatan live in ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar berbasis praktik yang tidak bisa didapatkan di sekolah formal. Siswa tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga terlibat aktif dalam berbagai aktivitas masyarakat. Mulai dari kegiatan budaya hingga aktivitas keseharian warga, semuanya menjadi bagian dari proses belajar. 

Program ini juga menjadi solusi bagi sekolah yang ingin menghadirkan wisata sekolah yang edukatif dan bermakna. Tidak heran jika konsep paket wisata live in desa wisata semakin diminati oleh berbagai institusi pendidikan.

Pengalaman Menginap di Homestay Warga

Salah satu pengalaman utama dalam program ini adalah menginap di rumah warga atau homestay. Siswa tinggal bersama keluarga lokal dan mengikuti aktivitas sehari-hari mereka. Interaksi ini memberikan pembelajaran sosial yang sangat kuat, terutama dalam hal komunikasi, empati, dan adaptasi. Siswa belajar menghargai perbedaan serta memahami kehidupan masyarakat desa secara langsung. Pengalaman ini menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter dan sikap siswa.

Dengan tinggal di homestay, siswa juga belajar tentang kemandirian. Mereka harus mengatur waktu, menjaga kebersihan, dan beradaptasi dengan lingkungan baru. Aktivitas sederhana seperti membantu memasak atau membersihkan rumah menjadi pengalaman berharga. Hal ini memberikan pembelajaran yang tidak hanya bersifat kognitif, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Inilah keunggulan utama dari konsep live in sekolah dibandingkan kegiatan wisata biasa.

Edukasi Budaya: Kenduri, Gamelan, dan Jemparingan

Dalam program Sekolah Tunas Mekar Indonesia Selenggarakan Program Live In di Desa Wisata Tinalah, siswa juga diperkenalkan pada kekayaan budaya lokal. Kegiatan seperti kenduri memberikan pemahaman tentang nilai kebersamaan dan tradisi masyarakat. Siswa belajar bahwa budaya bukan hanya warisan, tetapi juga identitas yang harus dijaga. Proses ini membantu menanamkan rasa cinta terhadap budaya Indonesia sejak dini.

Selain itu, siswa juga mengikuti pelatihan gamelan dan jemparingan (panahan tradisional khas Yogyakarta). Aktivitas ini melatih fokus, kesabaran, dan koordinasi tubuh. Tidak hanya itu, siswa juga belajar menari sebagai bagian dari ekspresi seni budaya. Melalui kegiatan ini, aspek keterampilan dan kreativitas siswa berkembang secara alami. Pembelajaran menjadi lebih hidup karena dilakukan melalui praktik langsung.

Belajar dari Aktivitas Sehari-hari Warga

Program ini juga mengajak siswa untuk terlibat dalam aktivitas keseharian masyarakat desa. Mulai dari berkebun, beternak, hingga mengolah makanan tradisional seperti lemet, wingko, dan ketupat. Aktivitas ini memberikan pemahaman tentang proses produksi pangan dan kehidupan agraris. Siswa belajar menghargai kerja keras petani dan pentingnya ketahanan pangan.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga membangun keterampilan praktis. Mereka belajar bekerja sama, menyelesaikan tugas, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai seperti gotong royong dan kebersamaan menjadi pengalaman nyata. Inilah yang membuat wisata desa menjadi sarana pembelajaran yang sangat efektif.

Jelajah Alam dan Edukasi Lingkungan

Selain kegiatan budaya dan sosial, siswa juga diajak untuk menjelajahi alam di Desa Wisata Tinalah. Mereka dapat bermain di Sungai Tinalah yang jernih dan menyegarkan. Aktivitas ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan. Siswa belajar memahami ekosistem alam secara langsung.

Program ini juga dilengkapi dengan edukasi pembuatan pupuk organik. Siswa diajarkan bagaimana mengelola limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Hal ini menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini. Pembelajaran ini sangat relevan dengan isu keberlanjutan yang semakin penting saat ini.

Pentas Seni dan Interaksi Sosial

Sebagai penutup kegiatan, siswa menampilkan pentas seni yang disaksikan oleh warga desa. Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus ekspresi dari pengalaman yang telah mereka jalani. Siswa belajar tampil percaya diri di depan publik. Mereka juga belajar menghargai apresiasi dari masyarakat.

Interaksi ini memperkuat hubungan antara siswa dan warga desa. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengalaman bagi siswa, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi masyarakat. Inilah bentuk nyata dari pariwisata berbasis masyarakat. Semua pihak mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

Rekomendasi Paket Live In Desa Wisata Tinalah

Bagi sekolah yang ingin mengikuti program serupa, Desa Wisata Tinalah menyediakan berbagai pilihan paket. Paket live in desa wisata dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Mulai dari durasi 2 hari 1 malam hingga 4 hari 3 malam. Setiap paket sudah mencakup homestay, konsumsi, kegiatan edukasi, dan pendampingan.

Selain paket live in, tersedia juga paket lain seperti:

  • Paket outbound dan team building
  • Paket camping edukatif
  • Paket wisata budaya dan edukasi
  • Paket jelajah alam

Dengan variasi paket ini, sekolah dapat memilih program yang paling sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Manfaat Live In: Membangun Pengetahuan, Sikap, dan Keterampilan

Program Sekolah Tunas Mekar Indonesia Selenggarakan Program Live In di Desa Wisata Tinalah memberikan manfaat yang sangat lengkap bagi siswa. Dari sisi pengetahuan, siswa mendapatkan wawasan tentang budaya, lingkungan, dan kehidupan sosial. Dari sisi sikap, siswa belajar empati, kemandirian, dan tanggung jawab. Sedangkan dari sisi keterampilan, siswa mengembangkan kemampuan praktis dan sosial.

Kombinasi ini menjadikan program live in sebagai metode pembelajaran yang sangat efektif. Siswa tidak hanya belajar, tetapi juga merasakan dan mengalami. Inilah yang membuat pembelajaran menjadi lebih bermakna dan membekas.

Kegiatan Sekolah Tunas Mekar Indonesia Selenggarakan Program Live In di Desa Wisata Tinalah menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan dapat dikemas secara menarik dan kontekstual. Program ini menggabungkan unsur budaya, alam, dan kehidupan sosial dalam satu pengalaman belajar yang utuh. Dengan konsep wisata sekolah yang edukatif, siswa mendapatkan pengalaman yang tidak terlupakan.

Jika sekolah Anda ingin menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda dan berdampak. Saatnya memilih paket wisata live in Desa Wisata Tinalah sebagai destinasi edukasi terbaik. Nikmati pembelajaran berbasis pengalaman, bangun karakter siswa, dan ciptakan momen tak terlupakan bersama Desa Wisata Tinalah!

Pengelola Dewi Tinalah Jadi Narasumber Penguatan Manajemen Pokdarwis dan Branding Kawasan Wisata Geosite Kedung Lantung Bojonegoro

Bojonegoro, 11 Juni 2026 – Upaya meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata berbasis masyarakat terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Penguatan Manajemen Pokdarwis dan Branding Kawasan Wisata Geosite Kedung Lantung yang diselenggarakan di Balai Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro, pada Kamis (11/6/2026) melalui program kerjasama antara EMCL dengan mitra pendamping Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bojonegoro.


Pelatihan Pengelolaan Pokdarwis dan Branding Kawasan Wisata Geosite Kedung Lantung Bojonegoro


Dalam kegiatan tersebut, pengelola Desa Wisata Tinalah sekaligus praktisi pengembangan desa wisata dan digitalisasi pariwisata, Galuh Alif Fahmi Rizki, hadir sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat serta penguatan identitas destinasi wisata.

Kegiatan ini diikuti oleh anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pengelola wisata, perangkat desa, serta berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan Kawasan Wisata Geosite Kedung Lantung. Pelatihan bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pariwisata agar mampu mengelola destinasi secara profesional, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan industri pariwisata saat ini.

Geosite Kedung Lantung merupakan salah satu kawasan yang memiliki potensi besar di sektor wisata alam dan wisata edukasi di Kabupaten Bojonegoro. Kawasan ini menawarkan keindahan lingkungan alami yang berpotensi menjadi ruang pembelajaran tentang geologi, lingkungan, konservasi, serta kearifan lokal masyarakat sekitar. Potensi tersebut perlu didukung dengan tata kelola yang baik agar mampu memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Galuh Alif Fahmi Rizki menjelaskan bahwa keberhasilan sebuah destinasi wisata tidak hanya ditentukan oleh keindahan alam yang dimiliki, tetapi juga oleh kualitas pengelolaan organisasi dan kemampuan masyarakat dalam membangun pengalaman wisata yang berkesan.

“Pokdarwis memiliki peran strategis sebagai penggerak utama pengembangan destinasi wisata berbasis masyarakat. Ketika organisasi berjalan dengan baik, memiliki visi yang jelas, pembagian tugas yang terstruktur, dan semangat kolaborasi yang kuat, maka potensi wisata akan lebih mudah berkembang dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas tata kelola organisasi, materi pelatihan juga menyoroti pentingnya pengembangan wisata edukasi yang mampu memberikan nilai tambah kepada wisatawan. Menurutnya, wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat untuk berfoto atau berlibur, tetapi juga mencari pengalaman belajar yang autentik dan bermakna.

Oleh karena itu, pengelola destinasi perlu mengemas potensi lokal menjadi aktivitas wisata edukatif yang menarik, mulai dari interpretasi lingkungan, pengenalan sejarah kawasan, konservasi alam, hingga berbagai aktivitas berbasis budaya dan masyarakat.

Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah penguatan branding kawasan wisata. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya membangun identitas destinasi yang kuat sebagai pembeda dengan destinasi wisata lainnya.

Branding tidak hanya berkaitan dengan logo atau slogan, tetapi mencakup bagaimana sebuah kawasan wisata dikenal, diingat, dan memberikan kesan tertentu kepada wisatawan. Identitas yang kuat akan membantu meningkatkan daya saing destinasi sekaligus memperluas jangkauan promosi.

Melalui sesi diskusi dan berbagi pengalaman, peserta juga diajak memahami pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan destinasi. Penggunaan media sosial, pembuatan konten kreatif, pengelolaan informasi digital, hingga strategi pemasaran digital menjadi bagian penting dalam pengelolaan wisata modern.

Kegiatan ini memberikan berbagai manfaat strategis bagi pengembangan Geosite Kedung Lantung. Pertama, meningkatkan kapasitas anggota Pokdarwis dalam memahami fungsi organisasi dan tata kelola destinasi yang efektif. Kedua, memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengembangkan produk dan aktivitas wisata yang edukatif serta berbasis potensi lokal. Ketiga, meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya branding destinasi untuk memperkuat citra dan daya tarik kawasan wisata.

Selain itu, pelatihan ini juga menjadi ruang kolaborasi dan pertukaran pengalaman antara praktisi desa wisata dengan pengelola destinasi lokal. Melalui proses belajar bersama tersebut, diharapkan lahir berbagai inovasi yang mampu mendorong Geosite Kedung Lantung menjadi destinasi wisata yang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Dengan semakin meningkatnya kapasitas sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan Pokdarwis, Geosite Kedung Lantung memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan Kabupaten Bojonegoro yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman edukasi yang berkualitas serta mendukung pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah penting dalam membangun pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan, di mana masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam mengelola, menjaga, dan mengembangkan potensi wisata yang dimiliki daerahnya.