Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Pesona Desa Wisata Potrobayan, Wisata Alam Yang Memukau Mata

Salam Pesona Indonesi Sobat Desa Wisata, banyak tempat wisata Jogja yang dapat dikunjungi, salah satunya kawasan desa wisata. Banyak tersebat destinasi desa wisata di Jogja. Hampir di setiap kabupaten yang ada di Jogja terdapat desa wisata. Kali ini Dewi Tinalah akan menyampaikan info tentang Desa Wisata Potrobayan. Baca lengkap mengenai info Desa Wisata Potrobayan di ulasan artikel ini yang Sahabat Desa Wisata.


Pesona Desa Wisata Potrobayan, Wisata Alam Yang Memukau Mata
Pemandangan Alam Desa Wisata Potrobayan - Sumber Foto republika.co.id


Sahabat Desa Wisata akan disajikan pemandangan jernihnya air sungai berhiaskan batu-batuan dengan background bukit menghijau. Pengunjung benar-benar tidak diambil dana sepeserpun saat lama-lama nikmati alam ciptaan Tuhan yang menarik.


Lokasi Desa Wisata Potrobayan

Lokasi Desa Wisata ini berada di Potrobayan Srihardono, Pundong, Bantul, Yogyakarta, Indonesia. Sangat terjangkau dengan kawasan wisata di Bantul dan wisata Jogja. Sobat Desa Wisata dapat dengan mudah berkunjung di desa wisata Potrobayan menggunakan kendaraan pribadi atau juga menggunakan jasa tour travel Jogja.


Awalnya Mula Desa Wisata Potrobayan

Pemuda desa di tempat, Rohmat ataupun lebih dekat dipanggil Tomeet menjelaskan, awalannya pinggiran Sungai Opak itu cuman dikunjungi beberapa rekan memancing dan kemah yang dari masyarakat sekitaran. Mulai Idul Adha, ada yang upoad di IG dan youtube hingga semakin beberapa pengunjung yang tiba.


Baca Juga: Desa Wisata Sawarna di Banten


Bersama rekanan pemuda yang punyai kepedulian menjaga lingkungan pinggir Sungai Opak itu, Tomeet layani beberapa pengunjung secara ramah.


Tidak lupa ia mengingati supaya pengunjung yang sekedar hanya bermain atau kemping untuk ikut menjaga sekitar lingkungan dengan tidak buang sampah asal-asalan dan patuhi anjuran dan ketentuan yang ada.


Untuk saat ini pengunjung yang tiba sekadar berpose riang atau selfi, memancing, bercengkerama sekalian naik sepeda tak perlu mengambil kantong. Khusus untuk kemping bayar sesukarelanya saja untuk sekedar ongkos perawatan. Supaya tempat masih tetap pada kondisi bersih disiapkan juga tempat sampah.


Waktu Lawatan di Desa Wisata Potrobayan

Khususnya pada hari Sabtu, Minggu beberapa pengunjung tiba dan kerasan lama-lama sekalian mendokumentasikan rentang alam yang cantik.


Pengunjung bisa juga melihat beberapa pencarian pasir di tengah-tengah sungai yang bekerja dengan perlengkapan simpel memakai perahu bambu untuk mengusung pasir yang ditambang ke pinggir sungai.


Sebetulnya Potrobayan telah lama didatangi orang, karena tempat itu dibangun Circuit offroad yang disahkan semenjak Maret 2017, terutamanya untuk keperluan lomba. Tempat yang ada di tepi saluran Sungai Opak luasnya capai 8 Ha. Circuit ini dapat dipakai untuk dua tipe balapan, yakni balap mpotor trail dan mobil offroad.


Monumen Gempa di Bantul

Tiada kelirunya berkunjung ke Monumen Gempa Jogja 2006 di Padukuhan Potrobayan, Kalurahan Srihardono, Kapanewon Pundong. Bertempat lebih kurang 20 km (km) dari pusat Kota Yogyakarta, monumen ini dapat bikin pengunjung mengenal pusat gempa yang sebabkan beberapa ribu orang wafat. Kalau pergi dari Kota Yogyakarta, pengunjung dapat lewat Jalan Parangtritis. Sesampai di perempatan Bakulan, belok arah ke kiri atau mengarah timur telusuri jalan Bakulan-Imogiri.


Pengunjung bisa memandang sebuah prasasti yang menjadi pertanda di mana pusat gempa terjadi. Tempat pembangunannya punya jarak lebih kurang 400 mtr. dari pusat gempa sebagai tempuran Sungai Opak serta Oya.


Akan halnya, prasasti dibikin dari batu andesit dengan tinggi 1,5 mtr.. Di sisi kiri, kanan, serta depan, ada batu yang berisi prasasti yang diberi tanda tangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rektor UPN Veteran, serta Bupati Bantul fase 2015-2020 Suharsono.


Wilayah ini terbuka buat umum serta pengunjung tidak digunakan ongkos. Tempatnya cukup sejuk lantaran ada benar dipinggir sungai, serta masih ditemui pohon lebat disekelilingnya.


Itu tadi info lengkap mengenai Desa Wisata Potrobayan yang ada di kawasan wisata Bantul. Sobat Desa Wisata bisa mengunjungi lokasi ini untuk salah satu tempat wisata Jogja.  Salam Pesona Indonesia, salam Desa Wisata.

Desa Wisata Penglipuran, Wisata Tradisi Adat Bali Nusatara Yang Wajib Di Kunjungi

Hay Sobat Desa Wisata, kali ini Dewi Tinalah akan menyampaikan informasi tetang Desa Wisata Penglipuran yang sangat terkenal di Bali, dan sudah menjadi destinasi Internasional untuk paket desa wisata di Bali. Desa Wisata Panglipuran menjadi banyak percontohan juga untuk desa wisata di Indonesia. Lalu seperti apa Desa Wisata Penglipuran ini? Yuk baca lengkap artikel ini.


Desa Wisata Penglipuran, Wisata Tradisi Adat Bali Nusatara Yang Wajib Di Kunjungi
Desa Wisasta Penglipuran - Sumber Foto VoA

Selalu ada sesuatu hal memikat buat dikisahkan berkenaan pulau Dewata Bali, satu diantaranya ialah Desa tradisi Penglipuran, berada di Kelurahan Tim, Kecamatan/ Kabupaten Bangli - Bali. Desa Penglipuran sebuah desa tradisionil yang menggenggam tegar aturan budaya yang diturunkan oleh beberapa nenek moyang mereka.


Desa Wisata Penglipuran

Desa Penglipuran mempunyai keunikan tertentu denganbentuk arsitektur bangunan tempat tinggal tradisionil yang sama dan tersusun rapimulai dari ujung khusus desa sampai sisi hulu desa. Status wilayah khusus terletak semakin tinggi dan makin turun sampai kedaerah hulu. Pintu gerbang ciri khas Bali (angkul-angkul) yang disebut akses ke arah rumah warga yang ada tiap pelataran kelihatan seragam, sama-sama bertemu dan dipisah pada jalan khusus desa menambahkan kedisiplinan letak bangunan Desa Penglipuran. 


Pengaturan fisik dan susunan desa ini tidak lepas dari budaya penduduknya yang telah diturunkan secara turun-temurun dan masih tetap berpedoman falsafah Tri Hita Karana. Sebuah falsafah dalam agama Hindu yang selalu jaga keserasian jalinan di antara manusia dengan manusia, manusia dengan lingkungan dan manusia dengan Tuhan.


Keindahan Desa Wisata Penglipuran - Sumber Foto Jadesta


Jumlah warga Desa Wisata Penglipuran per Januari 2021 ialah 1.111 orang dalam jumlah KK 277, dengan mata pencarian : pengrajin ,pedagang souvenir, kulineran, pertanian , pengurus home stay , kariawan, PNS , pemandu wisata dan aktor pariwisata yang lain. Warga Desa Wisata Penglipuran beragama Hindu, junjung tinggi adat istiadat, nilai bergotong-royong ,kekerabatan, kearifan lokal yang berdasarkan ide Tri Hitha Karana.


Desa adat Penglipuran sebuah komplek permukiman warga yang ramah lingkungan, bangunan-bangunan teratur rapi dibuat di atas luas tempat yang serupa, pintu khusus (angku-angkul) berupa sama dan simetris, situasi perkampungan yang unik dan cantik.


Desa Penglipuran Bangli memang mempunyai tata ruangan yang konseptual, membuat tampil unik, perumahan teratur benar-benar rapi, jalanan bersih dan tenang tanpa kendaraan motor, jangankan mobil sepeda motorpun dilarang masuk ke komplek perumahan tradisionil itu. Sebuah tempat parkir disiapkan untuk kendaraan anda baik itu mobil atau bis pariwisata.


Sebuah permukiman tradisionil yang kental dengan kearifan lokal, membuat desa adat Penglipuran cukup populer di kelompok pelancong lokal atau asing. Sering juga anak-anak sekolah jadikan desa Penglipuran sebagai tujuan wisata harus saat berlibur sekolah saat aktivitas studi tur mereka.


Sejak desa Penglipuran kelihatan di salah satunya stasiun TV Indonesia, yang dipakai sebagai tempat tembakan FTV (film tv). Ketertarikan pelancong lokal untuk berkunjung desa Penglipuran Bali makin tinggi.


Info tentang jumlah pemesanan paket tur murah ke Bali yang agendanya di ubah seperti keinginan konsumen setia, memberikan jalur wisata ke desa tradisi Penglipuran. Meskipun banyaknya belum berarti seperti wisata ke Tanah Lot, tetapi keinginan paket tur dengan itinerary Desa Penglipuran bertambah setiap tahunnya.


Jalur wisata desa Penglipuran umumnya pelancong tentukan saat berkunjung tempat wisata Kintamani dan object wisata Ubud karena lokasinya sama arah. Lantas di mana alamat desa Penglipuran Bali?


Lokasi Desa Wisata / Desa Adat Penglipuran Bali

Desa Wisata Penglipuran berada di Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali dengan luas daerah 112 Ha dengan pemakaian daerah berbentuk pertanian 50 Ha untuk tempat pertanian, rimba bambu 45 Ha, rimba kayu 4 Ha, permukiman 9 Ha, tempat suci 4 Ha dan sarana umum.


Posisi desa kebiasaan Penglipuran, ada dalam desa Team, kabupaten Bangli, propinsi Bali. Barangkali sebagian dari anda tidak mengerti, kabupaten Bangli di Bali sisi mana. Apabila anda pernah wisata ke arah tempat wisata Kintamani atau Gunung Batur, berikut ini lokasi kabupaten Bangli.


Posisi desa penglipuran Bangli ada berada di daratan tinggi pada ketinggian seputar 600 - 700 mtr. dari permukaan laut. Gara-gara ada dalam status ketinggian ini, membikin udara sejuk bakal teringat oleh anda. Pengin lihat peta posisi desa Penglipuran Bangli? Meminta pakai Google Map untuk melihat lokasi Desa Wisata Pengelipuran.


Jarak Tempuh Desa Wisata Penglipuran

Desa Wisata Penglipuran berada lumayan strategis memiliki jarak 60 km dalam jarak menempuh 1 jam 30 menit dari Lapangan terbang Internasional Ngurah Rai. Secara georafis berada di ketinggian 600- 650 m dari permukaan air laut, hingga mempunyai temperatur yang cukup sejuk.


Kebanyakan dari anda waktu berlibur ke pulau Bali dapat menunjuk bermalam di ruangan tempat wisata sisi selatan Bali. Seperti, Kuta, Seminyak, Legian, Jimbaran, Nusa Dua, Sanur. Biar anda lebih simpel mem buat itinerary Desa Penglipuran, alangkah lebih baik anda ketahui kemungkinan jarak dan waktu yang dipakai ke Penglipuran village dari tempat anda bermalam.


Kalau anda pergi dari tempat wisata Kuta Bali, seperti pantai Kuta. Karenanya jarak dari pantai Kuta ke desa Penglipuran Bangli, kira-kira 55 km. Dengan kemungkinan waktu yang dipakai, 1 jam 30 menit dengan jalan raya lancar.


Jika anda pergi dari tempat tempat wisata Seminyak, sebagi contoh dari pantai Petitenget Seminyak. Karena itu ke arah Penglipuran village akan tempuh jarak 59 km, sama waktu menempuh 1 jam 40 menit.


Seandainya kamu pergi dari tempat wisata Sanur Bali ke Penglipuran village, karena itu waktu pintas dan jarak jadi lebih pendek. Prediksi jarak menempuh 43 km sama waktu menempuh 1 jam 15 menit.


Keuinikan Desa Wisata Penglipuran

Tentu saja saat sebelum berkunjung sebuah object wisata di Bali, tentu anda ingin ketahui hal apa yang memikat buat disaksikan. Bila anda tertarik untuk menyaksikan kekhasan sebuah desa yang menunjukkan situasi Bali asli. Karena itu kabupaten Bangli dan object wisata di Bali timur yang harus anda datangi.


Karena daerah kabupaten Bangli dan object wisata di Bali timur satu diantaranya desa Tenganan masih kental nuasa Bali asli dan sedikit memperoleh dampak kekinian. Tahukah anda, desa tradisi Penglipuran Bangli dipakai sebagai contoh pertama sebagai desa wisata di Indonesia oleh pemda di tahun 1995.


Untuk yang pertama kalinya liburan ke desa Penglipuran Bangli, tentunya akan kaget menyaksikan wujud dari setiap rumah warga hampir serupa. Keserupaan dari setiap rumah kelihatan pada pintu gerbang rumah, atap rumah dan dinding rumah memakai bambu, lebar pintu gerbang yang cuman muat untuk seseorang dewasa. Dalam masyarakat Bali pintu tipe ini disebut angkul-angkul.


Bukan hanya model rumah yang serupa, pembagian dari tiap-tiap tata ruangan rumah sama, seperti ruang tidur dan dapur. Cat tembok pintu gerbang yang dipakai bukan cat tembok yang umumnya kita mengenal, tetapi memakai cat dengan bahan dasar dari tanah liat.


Arah dari setiap rumah warga mempunyai keserupaan. Kelihatannya mereka ingin membuat kebersama-samaan dan menjaga kosep bersatu dengan alam. Liburan ke desa Penglipuran Bangli dan menyaksikan ada banyak dinding kamar yang sudah berbeda memakai batu bata. Walau sebenarnya dahulunya  di tahun 1998, semua dinding kamar memakai bambu.


Meskipun peralihan dari dinding bambu ke batu bata, ide bersatu ke alam masih kuat di budaya desa Tradisi Penglipuran.


Selainnya wujud bangunan traditional yang hampir serupa, ada banyak hal lain yang memikat pada desa Penglipuran Bangli seperti, kesejukan udara, kebersihan dan tata ruangan yang teratur rapi.


Budaya Penduduk Desa Penglipuran Bangli

Budaya pengelompokan dari tata ruangan desa benar-benar kelihatan di sini. Pada bagian utara dan terletak semakin tinggi dari rumah warga ada pura Desa yang disebut pura Penataran.


Pada sisi tengah desa yang terletak di bawah pura, ialah zone tempat warga. Sekarang ini desa di huni oleh 226 kepala keluarga dan untuk nafkah setiap hari warga desa profesinya sebagai petani, pengerajin anyaman bambu dan berternak.


Luas dari tempat desa sekitaran 112 hektar dan tidak seluruhnya tempat desa dipakai sebagai rumah warga. Sekitaran 40 % dari tempat desa ialah rimba bambu. Menebang pohon bambu di desa ini jangan asal-asalan tanpa izin dari figur warga di tempat.


Selainnya mempunyai budaya menghargai alam, warga desa Penglipuran Bangli mempunyai budaya dan adat untuk menghargai wanita. Karena ada ketentuan desa yang larang pria untuk lakukan poligami, bila kedapatan lakukan poligami maka memperoleh hukuman diasingkan dari desa.


Desa ini mempunyai budaya hukuman untuk perampokan. Untuk yang kedapatan mengambil, akan di hukum untuk memberi sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu-bulu ayam yang lain di 4 pura nenek moyang mereka. Dengan langkah ini, semua warga desa akan ketahui siapakah yang mengambil, tentu saja akan membuat dampak malu.


Zone yang paling akhir atau yang ke-3  disebut setra atau makam. Meskipun warga desa Penglipuran Bali beragama Hindu tetapi warga desa Penglipuran Bangli tidak mengenali upacara pembakaran mayat, jadi mayat langsung dikubur.


Warga desa Penglipuran Bali mempunyai minuman ciri khas yang disebut loloh cemceman. Minuman ini mempunyai seperti rasa air tape dan mempunyai warna hijau karena material dasarnya ialah perasan dari daun cemceman.


Info Berita Desa Wisata Penglipuran

Desa Adat Penglipuran adalah objek wisata favorit di Bali yang disukai beberapa pelancong. Desa Wisata Penglipuran diputuskan, karena masih menjaga kelestarian budaya dan adat, dan jadi contoh desa berpikiran lingkungan.


BALI — Bersih, rapi, dan etnik, itu kesan-kesan yang ada saat berkunjung Desa Wisata Penglipuran yang berada di daerah Kelurahan Tim, Kecamatan Bangli, Kabupaten Bangli, Propinsi Bali. Desa adat selebar 112 hektar ini jadi tujuan favorite pariwisata di Bali. Desa wisata itu mengangkat konservasi budaya dan adat, dan memprioritaskan pelestarian lingkungan.


Ketua Pengurus Desa Wisata Penglipuran, I Nengah Moneng menjelaskan, sebagai desa adat yang mempunyai hak otonom dalam soal penerapan adat, warga Penglipuran sudah memiliki komitmen untuk jaga dan menjaga kelestarian budaya dan adat, yang dibawa nenek moyang semenjak sekitaran era ke 13 masehi.


Bangunan rumah dan mekanisme pengaturan desa jadi hal fundamental yang masih tetap dipertahankan sampai sekarang. Hal tersebut sebagai penghormatan pada beberapa nenek moyang sekalian daya magnet untuk pelancong yang tiba bertandang.


Sisi dari rumah adat masyarakat Desa Penglipuran, masih menjaga rumah bambu sebagai rumah sekalian tempat mengolah (Photo: VOA/Petrus Riski). "Tiap pelataran itu penting ada tiga bangunan adat yang perlu selalu dijaga kelestariannya. Ada pintu gerbang masuk ke pelataran, yang seragam itu namanya angkul-angkul, ada dapur tradisionil, ada bale sakenem, yang perlu saat ini diharuskan beratap bambu dan berbahan itu lokal, batu padas dan kayu," terang I Nengah Moneng.


Menurut Ketua Adat Penglipuran, I Wayan Supat, walau masih tetap melestarikan adat budaya, warga di desa itu terima budaya di luar, asal tidak bikin rugi atau berlawanan dengan budaya asli. Warga masih tetap jalankan kegiatan adat dan budaya di kehidupan setiap hari dan sering jadi tontonan menarik untuk beberapa pelancong yang bertandang ke Penglipuran. Misalkan, upacara kenduri atau pernyataan sukur ke Tuhan Yang Maha Esa.


Masyarakat Desa Adat Penglipuran sedang menyiapkan sajian untuk kenduri selesai mengeruk sumur. "Kenduri untuk semua hal yang tersangkut kesejahteraan kita. Seperti kenduri beberapa tumbuhan, kemudan hewan, terhitung jika di Bali kan mobil (tumpek landep). Itu kan ada . Maka sebetulnya memohonkan ke Beliau, Tuhan Yang Maha Esa, mudah-mudahan apa yang telah ada di jagad raya ini dapat menolong manusia, memakmurkan," tutur I Wayan Supat.


Di Desa Penglipuran, ada 77 pelataran sebagai tempat tinggal untuk sekitaran 1.038 orang atau 240 keluarga. Pemukiman itu diatur seragam dengan memprioritaskan konservasi lingkungan hidup supaya warga bisa hidup secara nyaman.


I Nengah Moneng menerangkan, Desa Wisata Penglipuran sudah lama mengaplikasikan pengendalian sampah secara berdikari, lewat pemisahan dan pendayagunaan sampah. Usaha itu jadi kewajiban dan kesadaran dari tiap rumah tangga yang berada di Penglipuran. Karena aktivitas pengendalian sampah berdikari itu, Penglipuran pernah dikukuhkan jadi desa terbersih ke-2  di dunia, oleh sebuah majalah wisata internasional.


Keadaan jalan khusus Desa Wisata Penglipuran yang bersih dan bebas sampah. Masyarakat desa, papar I Nengah Moneng, setuju jika tiap rumah tangga membagikan sampahnya jadi tiga tipe, yakni sampah organik, sampah plastik dan sampah endapan. Sampah Organik dibuat jadi kompos, baik dengan buang langsung ke kebun atau ke arah tempat pengendalian sampah punya desa.


"Yang ke-2 , sampah plastik dan semacamnya yang kami jual ke bank sampah. Baru residunya ini yang paling akhir, itu apa sampah battery, sampah electronic, pampers dan lain-lain, ini ditempatkan dalam suatu box yang dipersiapkan oleh Dinas Lingkungan Hidup, untuk dibuang ke arah tempat pembuangan akhir," kata I Nengah Moneng.


Nai itu tadi Sobat Desa Wisata, info lengkap mengenai Desa Wisata Penglipuran yang ada di Pula Dewata Bali. Bagi Sobat Desa Wisata bisa langsung ke lokasi untuk menikmati berbagai pengalaman seru tinggal di desa wisata atau desa adat Penglipuran, beriteraksi dengan warga lokal dan merasakan bagaimana kehidupan masyarakat di Desa Wisata Penglipuran.

Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah Lokasi Pilihan Artis, Keluarga dan Komunitas

Hay Camping Vibes, kali ini Dewi Tinalah sebagai tempat camping yang berada di kawasan wisata Jogja dan Kulon Progo mempunyai paket Glamour Camping Jogja. Lokasi ini masih sama dengan camping ground di kawasan Desa Wisata Tinalah.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-0


Lalu seperti apa kegiatan Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah? Tentu Camping Vibes penasaran dengan kegiatan camping ini. Camping adalah kegiatan yang sangat menarik dan penuh keseruan, apa lagi jika dirangkai dengan kegiatan camping glamour, atau sering juga disebut dengan glam camping atau glamorous camping.


Glamping sudah menjadi satu diantara wujud fasilitas yang makin terkenal sepanjang tahun-tahun ini. Ini ditunjukkan dari jumlahnya pemondokan yang tawarkan bermalam ala-ala glamping yang beridiri tiap tahunnya di penjuru dunia.


Tetapi apakah itu glamping? Dan kenapa glamping jadi benar-benar terkenal saat ini? Agar tidak kebingungan dan menjawab rasa ingin tahu, berikut beberapa bukti berkenaan glamping yang kemungkinan membuat Camping Vibes ingin cepat-cepat berlibur dan coba fasilitas yang ini.


Pengertian Glamour Camping

Glamour Camping atau glam camping adalah gabungan dari "glamor" dan "camping atau berkemah", dan menggambarkan gaya berkemah dengan fasilitas lengkap dan tidak dikaitkan dengan berkemah "tradisional". Perihal ini bermakna glamping menunjuk dalam satu wujud perkemahan kekinian dengan memadukan dasar alam serta adanya layanan yang layak. Glamping telah menjadi sangat populer dengan turis abad ke-21 mencari kemewahan akomodasi hotel bersama "yang pelarian dan petualangan rekreasi berkemah.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-7

Beberapa sarana yang umumnya telah ada di glamping ialah tempat tidur, listrik, air, bak air panas dan teras individu, tetapi service ini mungkin berlainan pada setiap situs glamping . Maka, camping vibes tidak perlu membangun tenda, cari sumber air, cari sumber makanan atau yang lain saat karena umumnya keperluan pokok telah ada saat glamping. Mantap ya!


Jika Camping Vibes membicarakan tentang glamping dan aktivitas outdoor di Desa Wisata Tinalah, mulai dari udara alam yang segar, hutan hijau, puncak gunung, sungai yang gemercik, hingga alam yang menenangkan, Dewi Tinalah memiliki semuanya. Panorama alamnya yang indah bisa memberikan pengalaman paling mewah yang bisa dirasakan oleh seorang glamper di tempat Glamour Camping Jogja Dewi Tinalah.


Lokasi Glamour Camping Jogja Dewi Tinalah

Camping Vibes tentu bertanya-tanya dimana lokasi ini? Tempat Camping ini berada di kawasan Pegunungan Menoreh Samigaluh, Kulon Progo berada di kawasan wisata Jogja. Alamat camping glamour Dewi Tinalah berada di Jl. Persandian Km 5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.


Jarak lokasi glamorous camping ini sekitar satu jam dari Kota Jogja dan Yogyakarta International Airport (YIA). Jarak dari Wisata Borobudur sekitar empat puluh menit. Sangat mudah dijangkau tempat camping glamour di Desa Wisata Tinalah. Cek Map Dewi Tinalah untuk melihat jarak lokasi secara realtime.


Harga Paket Glam Camping Dewi Tinalah

Untuk paket Glam Camping sangat terjangkau untuk setiap kalangan, karena kegiatan ini memberikan pengalaman berharga untuk setiap individu. Info harga terbaru paket Glamour Camping Jogja Dewi Tinalah dapat dicek di Harga Terbaru Glamorous Camping.


Persiapan Kegiatan Glamour Camping di Desa Wisata Tinalah

Seperti sudah dijelaskan di atas, dengan kegiatan ini Camping Vibes tidak perlu repot membawa perlengkapan camping sedirian karena semua fasilitas sudah disiapkan oleh Dewi Tinalah. Tenda glamour camping sudah disiapkan dan tinggal ditempati dengan tenda camping mewah lengkap dengan selimut camping. Di paket ini juga sudah dilengkap dengan karpet camping yang ada di dalam tenda maupun di luar tenda. Ini juga dilengkapi dengan tikar camping untuk duduk bersantai di dekat persawahan.


Perlengkapan camping di Dewi Tinalah dengan paket glam camping sudah disiapkan dalam paket ini, seperti matras camping untuk tidur, kompor camping untuk kegiatan cooking, kursi camping untuk bersantai di kawasan camping sites Desa Wista Tinalah, nesting camping pun juga sudah disiapkan secara langkap. Untuk penerangan juga terdapat lampu camping yang ada di dalam tenda. Camping vibes tidak perlu repot sewa alat camping terdekat di Dewi Tinalah. Untuk sepatu camping tentunya Camping vibes harus membawa sendiri ya :D


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-1

Camping Vibes tinggal membawa peralatan kebutuhan diri yang mudah dibawa dengan tas camping tentunya. Perjalanan ke Dewi Tinalah nantinya akan menggunakan mobil camping yang telah disiapkan oleh tim Dewi Tinalah


Cocok untuk OOTD Camping

Lokasi di Dewi Tinalah sangat cocok untuk OOTD Camping Hijab, bagi Camping Vibes yang suka berfoto atau sebagai selebgram dapat mengabadikan berbagai momen kegiatan camping ini. OOTD camping di Desa Wisata Tinalah sudah menjadi pilihan banyak artis Indonesia saat ini. Yang paling sering memanfaatkan adalah ootd camping wanita untuk berbagai keperluan konten saat ini.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-4

Bagi kaum wanita, lokasi ini sangat cocok untuk style camping wanita, banyak gaya yang nanti bisa diabadikan di aktivitas camping ini. Tentu perlu diperhatikan outfit camping wanita yang cocok dengan tema outdoor.


Style Camping Wanita Hijab

Bagi pecinta wisata halal (halal tourism) khususnya bagi wanita, lokasi camping Dewi Tinalah juga cocok untuk Style Camping Wanita Hijab. Pastikan pakaian yang digunakan cocok untuk tempat kegiatan camping ya, pilih pakaian yang nyaman dan mudah untuk pergerakan.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-5

Background camping di Dewi Tinalah semuanya adalah alam, jadi sangat perlu teknik foto agar nantinya mendapatkan hasil dokumentasi yang bagus. Gambar camping yang dihasilkan tentu juga dipengaruhi oleh outfit camping yang digunakan, pastikan membawa outfit yang sesuai ya :D.


Aktivitas Seru Membuat Topi Camping

Paket kegiatan Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah juga terdapat berbagai atraksi kegiatan berbasis masyarakat dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di kawasan Desa Wisata Tinalah seperti membuat topi camping keren dari bahan daun kelapa.


Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah-3

Nantinya Camping Vibes akan dipandu oleh pemandu lokal Dewi Tinalah dengan penuh keramahan dan keceriaan. Topi camping yang sudah jadi nantinya dapat digunakan untuk ootd camping atau style camping. Tentunya topi camping ini bisa dibawa pulang lho, sebagai kenang-kenangan kegiatan glam camping di Dewi Tinalah.


Penuh Keseruan dengan Kegiatan Camping Keluarga

Tempat Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah juga menawarkan kegiatan untuk camping keluarga. Berbagai game camping nantinya akan dinikmati oleh setiap keluarga yang memesan paket glam camping di Dewi Tinalah.


Nantinya Camping Vibes akan disediakan tempat camping keluarga dengan konsep glamorous camping tanpa perlu menyiapkan perlengkapan camping keluarga sendiri, karena semua telah disiapkan oleh tim dari Dewi Tinalah.


Untuk menginap dengan paket ini, nantinya sudah disiapkan tenda camping keluarga dengan konsep tenda glamour camping sesuai dengan jumlah anggota keluarga. Perlengkapan tidur sudah disesuaikan dengan jumlah nantinya.


Itu tadi info lengkap tentang Glamour Camping Jogja di Dewi Tinalah, kegiatan ini mengandung arti camping yang sangat glamour berbasis alam dan aktivitas masyarakat. Dapatkan kesempatan seru kegiatan glam camping di Dewi Tinalah yang Camping Vibes.


Desa Wisata Candirejo, Kuat Nilai Tradisi dan Nuansa Kental Desa

Kabarnya, kata candirejo datang dari Candigrha. Tetapi seiring waktu berjalan, penyebutan beralih menjadi Candirga, lalu Candirja, dan pada akhirnya jadi Candirejo sampai sekarang ini. Kata candi sendiri memiliki arti batu dan rejo maknanya subur. Candirejo disimpulkan sebagai daerah yang banyak batu, tapi subur.


Desa Wisata Candirejo
Desa Wisata Candirejo, sumber Candirejo dot com


Aktivitas di Desa Wisata Candirejo

Bermacam aktivitas wisata juga bisa dijumpai di situ. Beberapa salah satunya ialah jelajahi desa naik dokar atau sepeda, rafting di sungai, offroad naik mobil jip ke Bukit Manoreh, dan belajar mengolah makanan tradisionil di dalam rumah masyarakat desa.


Sejarah Desa Wisata Candirejo

Menurut papar tinular (kata turun-temurun), nama Candirejo datang dari kata Candighra. Seiring berjalannya waktu, terjadi peralihan kata atau penyebutan, Candighra selanjutnya beralih menjadi Candirga dan seterusnya berbeda kembali jadi Candirja, dan pada akhirya seperti nama desa itu sekarang ini, yakni Candirejo. Jika dirinci, kata Candi (bahasa Jawa) memiliki arti batu dengan bahasa Indonesia, dan realitanya setengah dari luas daerah desa Candirejo berbentuk wilayah berbukit yang masuk ke teritori pegunungan Menoreh yang disebut sisa gunung api.

Kehadiran batu itu tersimbolkan dalam beberapa nama lokasi yang berkaitan dengan dogma di tempat mengenai batu-batuan seperti Watu Kendhil, Watu Ambeng, Watu Riasg , Watu Klenthing yang berada di desa Perlu, Watu Tambak, Watu Pijakk, Watu Asin, Watu Cekathak yang terletak di desa Sangen dan Kaliduren. Kata Rejo sendiri memiliki arti subur dan ini sebagai pertanda kesuburan tanah daratan Candirejo, walau sebagai tanah tempat kering. Pada akhirannya Candirejo bisa disimpulkan sebagai daerah yang banyak batu-batuannya tapi subur.

Desa Candirejo berada 3 Km mengarah tenggara dari pusat peradaban dunia Candi Borobudur yang bisa dilakukan dengan andong (Transportasi Lokal) sekalian nikmati keelokan alam bukit menoreh dan panggilan dedaunan yang menggambarkan kekentalan situasi ciri khas perdesaan.

Desa Candirejo mempunyai luas daerah 366,25 Ha dalam jumlah KK 1416 dan jumlah warganya 4321 jiwa yang administrative terdiri jadi 15 desa dan terbelah oleh dua sungai (Sungai Sileng / Progo) hingga 8 desa di lereng menoreh ,7 desa sebagai daratan pada bagian utara yang dilewati oleh sungai progo. Di Candirejo ada 6 Tk /Paud, 5 SD , 1 SLTP.

Desa Candirejo berada di ketinggian 100 sampai 850 dpl dengan komposisi umum lahanya berbukit dan daratan dengan curahan hujan rata - rata 2468 mm, dan dalam transisi waktu tertentu terjadi kemarau panjang hingga masyarakat masarakat kesusahan air.

4 Warga Candirejo memiliki karakter aman, aktif dan dinamis. Aman dalan makna masyarakat masarakat selalu junjung kebersama-samaan, hidup rukun, bergotong-royong dengan sama-sama masyarakat, dan memprioritaskan musawarah mufakat dalam ambil keputusan. Aktif dalam makna selalu melakukan dengan sebagus-baiknya tiap program pemerintahan / Desa atau dari Koperasi yang memberi faedah lebih ke masyarakat masarakat. Aktif dalam makna melakukan program yang sudah jadi persetujuan bersama-sama dan selalu inovatif dan selalu proaktif dalam menanggapinya.

Mulai dari rencana yang di motori oleh Pemerintahan Desa dengan membuat Barisan Kerja baik di Tingkat Desa atau Tingkat Desa buat menyosialisasikan ke warga ide Desa Candirejo sebagai Desa Wisata di Tahun 1997. Selainnya untuk publikasi, Barisan Kerja ini bekerja memetakkan semua kekuatan yang dipunyai di setiap - setiap desa di Desa Candirejo baik berbentuk Alam /landscape, Seni Budaya, Kerajinan, Kulineran.

Pemerintahan Kabupaten Magelang memberikan tanggapan positif dengan jadikan Desa Candirejo sebagai Pilot Proyek Desa Wisata di Kabupaten Magelang di tanggal 31 Mei 1999 lewat SK Bupati Magelang No. 556 / 1258 / 19/ 1999 di tentukan jadi "Desa Binaan Wisata Tk.Kab Magelang". Pada tahun 1999 s/d 2003, Pemerrintah Desa Candirejo yang di Tolong Barisan - Barisan Kerja baik yang tingakat desa atau tingkat desa lebih konsentrasi dalam pembimbingan dan pengokohan aktor - aktor wisata. Dimulai dari Kesenian Tradisionil, Home Stay, Transportasi Lokal, Pemandu Lokal, Home Industri, Catering dan lain-lain.

Dalam pembimbingan dan pengokohan barisan itu awal tahun 2001 - 2003 mendapatkan pengiringan dari ISI Yogyakarta, Yayasan Patra Pala dan JICA sebagai pendonor dana pembimbingan pengokohan aktor wisata. Selanjutnya di tanggal 19 April 2003, Desa Candirejo disahkan jadi Desa Wisata oleh Bapak I Besar Ardika sebagai Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia.

 yang serupa, Koperasi Desa Wisata Candirejo dibuat sebagai Tubuh Pengurus Pariwisata Desa Candirejo oleh Pemerintahan Desa Candirejo bersama Figur Warga yang bergabung dalam barisan kerja. Keputusan itu diperkokoh dengan Surat Keputusan Desa No.04/KEPDES/05/2003 yang mengatakan "Pengurus desa wisata di Desa Candirejo berupa Koperasi Desa Wisata Candirejo".

Koperasi Desa Wisata Candirejo ini terlepas dari Susunan Pemerintah Desa Candirejo, Tetapi bertanggungjawab memberi laporan Gagasan Bujet Penghasilan Berbelanja dan Tersisa Hasil Usaha, Baik setiap bulan, triwulan dan tahunan.

Makanan Ciri khas Desa Wisata Candirejo

Makanan ciri khas Desa Wisata Candirejo ialah "Mangut Beong". Beong adalah ikan air tawar yang hidup di Sungai Progo. Ikan ini diolah dengan kombinasi bumbu rempah - rempah dan santan dengan rasa pedas yang menguasai. Makanan ringan lainnya ialah slondok yang dibuat dari ketela pohon. Proses pembikinannya sesudah ketela di kupas selanjutnya di bersihkan dan di parut. Setalah di parut selanjutnya di pres untuk memperoleh tepung yang hendak dibuat slondok. Kemudian digabung dengan garam. Bawang putih dan ketumbar. Proses seterusnya di kukus lebih kurang 30 menit selanjutnya di masuk kan ke mesin penggiling daging untuk membikin memiliki bentuk. Wujud bundar sebesar gelang tangan dibuat dengan manual satu demi satu. Selanjutnya di jemur dan proses paling akhir dimasak.

Karah salah satunya makanan ringan tradisionil yang dibuat dari ketela pohon. Proses pembikinannya hampir serupa dengan pembikinan slondok. Yang membandingkan, sesudah ketela di kupas dan di parut tidak langsung diolah, tetapi didiamkan sepanjang sehari satu malam. Hingga rasa dari karah ini sedikit asam dan teksturnya lebih keras tetapi gurih.

Seni Budaya Desa Wisata Candirejo

Budaya yang berada di Desa Candirejo seperti Saparan Perti Desa yang disebut aktivitas tahunan warga Candirejo sebagai bentuk rasa sukur ke Tuhan Yang Maha Esa Yang maha Esa. Aktivitasnya di awali dengan Bersih Desa, Genduri di Rumah Kepala Desa, Pengajian, Arak Tumpeng dan Bakti Sosial, Panggung Seni dan di tutup debgan atraksi wayang tadi malam jemu.

Budaya Ilag - ilag sebagia slamatan untuk memulai musim panen. Budaya ngapati dan mitoni ialah slamatan untuk ibu yang memiliki kandungan pada bulan ke4 dan ke7.

Badaya Nyadran dilakuakan tiap tahun sekali di setiap - setiap desa di Bulan Ruwah (Bulan Jawa) bermaksud untuk mengirimi do'a ke nenek moyang dan sebagai gelaran bersilahturahmi saat sebelum hadapi Bulan Ramadhan.

Itu tadi informasi tentang Desa Wisata Candirejo, Semoga bermanfaat untuk referensi info desa wisata Indonesia. Desa Wisata Candirejo menjadi pilihan ketika berwisata di kawasan Borobudur.

Desa Wisata Cibuntu, Wisata Keren di Jawa Barat

Hai sobat desa wisata, saat pemikiran capek dan perlu wisata yang beri kesegaran, bertandang ke desa sekalian melihati bentangan persawahan dan rasakan keramah-tamahan masyarakat lokal tentu jadi opsi yang menarik. Betul tidak, Sahabat Daya tarik? Untungnya, #DiIndonesiaAja ada beberapa desa wisata yang tawarkan pengalaman hebat semacam itu, lho. Satu diantaranya seperti yang hendak dibahas ini kali nih, yakni Desa Wisata Cibuntu.


Desa Wisata Cibuntu
Desa Wisata Cibuntu

Info Desa Wisata Cibuntu

Nach, buat Sahabat Daya tarik yang belum mengetahui, Desa Wisata Cibuntu ini ada di Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Desa Wisata Cibuntu dapat diraih dengan tempuh perjalanan sekitaran 40 menit berkendaraan dari Kota Cirebon. 


Tidak cuman populer karena keasrian alamnya, desa wisata ini dikenal juga sebagai salah satunya desa wisata yang kerap mencatatkan prestasi, salah satunya adalah tempati posisi ke-5 Desa Wisata terbaik tingkat ASEAN untuk sektor homestay di tahun 2016 dan jadi juara ke-2  Desa Wisata Terbaik dalam penghargaan berprestise Community Based Tourism (CBT) di tahun 2017 oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Inovatif Indonesia.


Prestasi membesarkan hati yang sukses dicapai Desa Wisata Cibuntu ini bukanlah tanpa perjuangan, tetapi karena semua usaha dari warga lokal dan pemda yang menggenggam tegar loyalitas Sapta Daya tarik. Sapta Daya tarik ialah sebuah ide dari warga di tempat untuk memberi perasaan nyaman ke pengunjung, lewat tujuh elemen yaitu aman, teratur, bersih, sejuk, cantik, ramah, dan masa lalu.


Cari info yok, Sahabat Daya tarik lewat serangkaian jelajahi desa wisata #DiIndonesiaAja, di Desa Cibuntu ini kali!


Untuk masuk ke desa ini, wisatawan ticket dikenai ongkos Rp5,000 per-orang dan harga parkir Rp12,000 untuk kendaraan bermotor dan Rp15,000 untuk kendaraan mobil. Harga yang lumayan murah jika dibanding dengan yang akan Sahabat Daya tarik peroleh di desa ini. Pertama kalinya tiba ke Desa Wisata Cibuntu, Sahabat Daya tarik akan disongsong dengan latar asri berbentuk pemandangan Gunung Ciremai. Sesudah melihati keelokan lanscape Gunung Ciremai, waktunya mengisap angin segar di kaki gunung sekalian jogging atau naik sepeda.


Udara bersih yang dari persawahan dan bukit dan pohon-pohonan hijau disekitaran Gunung Ciremai ini ditanggung jadi obat baik hilangkan jemu akan padatnya perkotaan. View di sini bagus buat menambahkan koleksi photo Instagram-mu, lho!


Disaksikan dari lokasinya yang ada di kaki Gunung Ciremai, Sahabat Daya tarik tentu sudah dapat memikirkan begitu segarnya air terjun yang ini, donk? Ya, Air Terjun Gongseng ini masuk ke salah satunya daftar perjalanan populer di Desa Wisata Cibuntu. Selainnya cantik, pas di bawah air terjun dengan tinggi capai 20-25 mtr. ini, ada kolam yang dapat dipakai oleh pengunjung untuk berenang atau sekedar main air.


Didampingi dengan panorama masih asri dan dikitari tebing yang membubung tinggi, Air Terjun Gongseng menjadi salah satunya spot harus saat ke Desa Wisata Cibuntu. Untuk sampai kesini, Sahabat Daya tarik perlu lewat lajur trackking sepanjang 5 menit dari tempat parkir.


Hal hebat yang lain bisa juga Sahabat Daya tarik dapatkan di Desa Wisata Cibuntu ini adalah saksikan secara langsung situs cagar budaya dari jaman purbakala. Ada Situs Bujal Dayeuh yang sebuah warisan purbakala berbentuk Peti Pendam Batu yang diketemukan di tahun 1967 dan berisi kapak pegang. Selanjutnya ada juga benda lain seperti kelenting dan kapak pegang dari Situs Saurip Kidul warna ati ayam yang diketemukan di tahun 1972. Menelusuri tujuan ini akan membuat kamu terasanya tembus ke mesin waktu dech, Sahabat Daya tarik!


Masih di teritori Desa Wisata Cibuntu, ada object wisata hebat yang lain yang harus Sahabat Daya tarik datangi, yakni Daerah Domba. Diberi nama Daerah Domba, karena di tempat ini ada peternakan domba. Ada lebih dari 60 kandang domba dan kambing di sini.


Di tujuan yang cocok buat wisata pembelajaran bersama anak-anak ini, Sahabat Daya tarik dapat berhubungan dan memberikan makan domba dan kambingnya.


Tidak sekedar desa asri yang pas buat beri kesegaran pemikiran, Desa Wisata Cibuntu punyai Wisata Offroad Cibuntu (WOC) buat Sahabat Daya tarik yang menyukai rintangan! Ada dua paket offroad yang dapat diputuskan seperti keinginan, yakni offroad memiliki jarak menempuh 4 km yang dibandrol dengan harga Rp250,000 per mobil jeep dan offroad dalam jarak menempuh 6 km yang dipandang Rp350,000 per mobil jeep. Perjalanan offroad akan ambil track perkebunan karet Cibuntu yang luasnya lebih kurang 4 hektar.


Selainnya offroad, ada juga aktivitas berkeliling-keliling perkebunan karet dengan motor ATV yang dapat dicicipi dengan bayar sewa Rp30,000 untuk penggunaan 20 menit. Bila Sahabat Daya tarik tiba pada musim durian, persisnya sekitaran bulan Desember-Januari, Wisata Offroad Cibuntu umumnya sediakan wisata durian, lho.


Bertandang ke satu tempat tidak komplet rasanya tanpa cari oleh-olehan ciri khas yang memikat dibawa pulang, sepakat kan Sahabat Daya tarik? Cocok sekali nih, karena di Desa Wisata Cibuntu ada Pusat Ekraf Cibuntu yang jual banyak produk ekonomi inovatif yang unik sekali, dimulai dari suling, angklung, bermacam produk gerabah seperti gentong, teko, dan perlengkapan masak yang lain, dan macam miniatur kendaraan, seperti truk, pesawat, dan mobil dengan bahan kayu.


Menariknya, di sini Sahabat Daya tarik tidak hanya dapat beli produknya, tetapi bisa juga berpeluang menyaksikan langkah pembikinannya . Maka dapat menambahkan pengalaman dan wacana baru, nih!


Sahabat Daya tarik tidak bisa menampik panorama langit malam bertabur bintang yang dapat dicicipi di Pagergunung Campsite, dech! Di sini ada bumi perkemahan (campsite) yang pas jadi rekomendasi kegiatan hebat saat berlibur dengan keluarga atau rekan-rekan. Opsi paket kemping dibandrol dimulai dari Rp300,000 per-orang untuk durasi waktu bermalam dua hari 1 malam dan telah terhitung sarana makan 3x.


Selainnya dapat melihati cantiknya langit berbintang, Sahabat Daya tarik bisa juga nikmati sarana kolam renang, panahan, sampai taman buat rekreasi instagenic yang super menarik. Sekalian santai, Sahabat Daya tarik harus sekali mencicip satu cangkir kopi Cibunar Linggajati yang disebut kopi ciri khas Gunung Ciremai yang ditanamkan pada ketinggian 800-1,200 mdpl.


Nach, bila Sahabat Daya tarik ingin rasakan situasi bermalam dan membaur bersama masyarakat di tempat, Desa Wisata Cibuntu sediakan homestay yang telah diperlengkapi prosedur kesehatan berstandar CHSE, lho! Ada sekitaran 60 homestay yang dapat diminta oleh wisatawan lewat Tourist Information Center Desa Wisata Cibuntu. Range harga per kamarnya cukup dapat dijangkau, yakni Rp200,000 per malam.


Seterusnya, ada opsi menarik lain khusus untuk Sahabat Daya tarik yang ingin berkeliling-keliling semakin lama kembali disekitaran Desa Wisata Cibuntu. Karena di sini masih tetap ada beberapa tujuan menarik yang lain harus masuk daftar perjalanan, lho. Baca keterangan selengkapnya berikut!


Telaga Biru Cicerem


Pertama, Sahabat Daya tarik dapat singgah ke sebuah tujuan hits namanya Telaga Biru Cicerem atau yang dikenal juga sebagai Situ Cicerem. Pemandangan cantik di danau air tawar yang sebening kaca ini benar-benar terkenal di media sosial, lho. Karena sangat jernihnya, kontur batu-batuan pada bagian dasar danau, tumbuhan air, dan beragam ikan beragam warna didalamnya bahkan juga dapat kelihatan dengan mata telanjang. Sahabat Daya tarik bisa juga ambil photo di spot ayunan instagrammable dengan latar danau dan pohon-pohonan teduh yang super asri.


Kebun Raya Kuningan


Ada pas di kaki Gunung Ciremai, Kebun Raya Kuningan yang beralamat di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat ini dapat dilakukan sepanjang lebih kurang satu 1/2 jam dari pusat Kota Kuningan. Sahabat Daya tarik tahu tidak, Kebun Raya Kuningan sebagai salah satunya kebun raya paling besar di Indonesia dengan luas 172 hektar, lho!


Ada beberapa zone tematik yang instagenic di Kebun Raya Kuningan ini, salah satunya ialah Rumah Anggrek, Taman Tipikal Gunung Ciremai, Rock Garden, Taman Awi "Sieugeug", dan Taman Kuning, yakni sebuah taman yang berisi bermacam bunga dan buah warna kuning. Cocok sekali lho untuk jadi tujuan wisata bersama keluarga seterusnya!


Waduk Darma


Tujuan paling akhir yang pantang untuk dilewati adalah Waduk Darma. Waduk yang mempunyai arus air tenang dan pas buat refreshing ini tawarkan lanscape alam yang keren setelah. Beberapa aktivitas yang dapat dilaksanakan di sini diantaranya, berkeliling-keliling waduk dengan perahu wisata, santai di gazebo, nikmati panorama matahari terbenam, atau memancing ikan. Buat Sahabat Daya tarik yang menyukai memburu photo kece, Waduk Darma mempunyai spot photo instagrammable yang super keren. lho.


Itu lah jejeran kegiatan hebat di Desa Wisata Cibuntu dan sekelilingnya yang dapat sekalian Sahabat Daya tarik telusuri saat singgah ke Kota Kuningan, Jawa Barat. Tetapi ingat, kapan saja dan di mana saja Sahabat Daya tarik ada, selalu patuhi prosedur kesehatan dengan menggunakan masker, rajin bersihkan tangan secara periodik, dan jaga jarak ya, Sahabat Daya tarik!


Nach, ingin tahu tidak dengan serangkaian desa wisata #DiIndonesiaAja yang lain yang hendak kita datangi? Yakinkan Sahabat Daya tarik turuti terus serunya SPADA (Khusus dari Desa Wisata) seterusnya, ya!


Kelas Digital Marketing >