Desa Wisata Tinalah -->
Kelas Digital Marketing

Dewi Tinalah Sabet Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021

Dewi Tinalah – Dinas Pariwisata Kulon Progo pada bulan Juli 2021 menyelenggarakan gelar ekonomi kreatif desa wisata Kulon Progo 2021. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengembangkan potensi desa-desa wisata di Kulon Progo melalui sektor ekonomi kreatif.

 

Dewi Tinalah Sabet Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021

Dewi Tinalah melaksanakan Gelar Ekonomi Kreatif 2021 di kawasan Sekretariat Desa Wisata yang beralamat di Jl. Persandian Km5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DI Yogyakarta pata tanggal 10 Juli 2021. Pada gelar ekonomi kreatif ini menampilkan kesenian wayang wong, ingkung ndeso, berbagai macam kripik seperti kripik pegagan, pisang, gedebog (pelepah pisang), tempe sagu, dan lukisan batik. Semua produk di Dewi Tinalah adalah contoh ekonomi kreatif di Yogyakarta di kawasan desa wisata.

 

Baca Juga: Paket Wisata di Dewi Tinalah

Dari seluruh rangkaian penilaian dari dewan juri, Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) berhasil mendapatkan juara 2 dalam Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo. Penilaian ini mengedepankan orisinalitas, alur cerita, kreativitas, editing, dan konsep pengembangan ekonomi kreatif di desa wisata.


Terdapat tujuh desa wisata di Kulon Progo yang mengikuti Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo. Acara ini diikuti oleh Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah), Desa Wisata Nglinggo, Desa Wisata Banjaroya, Desa Wisata Jatimulyo, Desa Wisata Purwosari, Desa Wisata Kalibiru, Desa Wisata Segajih yang tersebar di kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan Kokap.


Urutan Penghargaan Gelear Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo

  • Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo (Juara 1)
  • Desa Wisata Tinalah / Dewi Tinalah, Samigaluh (Juara 2)
  • Desa Wisata banjaroya, kalibawang (Juara 3)
  • Desa Wisata Nglinggo, Samigaluh (Juara 4)
  • Desa Wisata Kalibiru, Kokap (Juara 5)
  • Desa Wisata Purwosari, Girimulyo (Juara 6)
  • Desa Wisata Segajih Hargotirto, Kokap (Juara 7)


Dalam acara penghargaan gelar ekonomi kreatif desa wisata Kulon Progo 2021 turut dihadiri oleh bupat dan wakil bupat Kulon Progo, H. Sutedjo dan Fajar Gegana. Dalam kesempatan ini, Bupati Kulon Progo menyampikan bahwa desa wisata harus mensinergikan potensi alam dan budaya untuk pengembangan desa wisata. Gerakan Sambanggo (Sambang Gisik/Pantai, Sambang Gawe/industri, Sambang Gunung) merupakan kesempatan setiap desa wisata untuk mengoptimalkan potensi dan daya kreativitas.


Riparda Kulon Progo dalam pengembangan sektor pariwisata Kulon Progo mengusung konsep pariwisata berbasis budaya berkelas dunia. Desa wisata di Kulon Progo perlu menguatkan potensi budaya yang ada di desa dengan menggali dan membuat story telling sehingga apik untuk ditampilkan.
 

Joko Mursito sebagai Kepala Dinas Pariwisata menyampaikan saat ini Kulon Progo telah ditetapkan sebagai kawasan GeoWisata sebagai pendukung wisata jogja terkini. Geowisata ini merupakan geoheritage kawasan gunung api purba yang membentang di kawasan Pegunungan Menoreh di Jatimulyo dan Samigaluh. 

 

Baca Juga: Ebook Panduan Desa Wisata dan Pokdarwisa


Dengan diselenggarakannya Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021 diharapakan menjadi pemantik dan semangat untuk desa wisata mengembangkan potensi yang ada dengan daya kreativitas dan bernilai ekonomi. Pemanfaatan TIK perlu digunakan untuk pengembangan ekonomi kreatif di desa-desa Kulon Progo seperti membuat konten kreatif yang dapat mengenalkan seluruh potensi desa wisata di Kulon Progo.


Demikian info mengenai Dewi Tinalah Sabet Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021. Kegiatan ini menjadi keunggulan ekonomi di Yogyakarta dari desa. Semoga semakin banyak ekonomi kreatif di Jogja khusunya di Kulon Progo. Salam dari desa, desa berdaya Indonesia jaya!!!
 

Info Dewi Tinalah

Dapatkan informasi wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah – Dewi Tinalah melalui layanan WA maupun email yang terdapat di Kontak Dewi Tinalah. Paket wisata Kulon Progo di Dewi Tinalah diantaranya paket live in & education, camping, outbound, gathering, homestay, makrab, kuliner, workshop, studi desa wisata, bimtek pengembangan pemasaran desa wisata berkelanjutan. Hubungi kontak Dewi Tinalah untuk info selengkapnya.


Lomba Karya Tulis Desa Wisata 2021 Hadiah 48 Juta - Desa Wisata Menuju ke Tingkat Global

Dewi Tinalah - Kesempatan menarik untuk meraih hadiah jutaan rupiah dengan mengikuti lomba karya tulis desa wisata 2021. Lomba Penulisan Desa Wisata yang digelar Badan Pelakşana Otorita Borobudur (BOB), dengan bekerjasama Kedaulatan Rakyat (KR) dan Sekolah Vokasi UGM. Pendaftaran lomba dengan tema Desa Wisata Joglosemar Menuju ke Tingkat Global.

 


 

Lomba menulis ini bertujuan untuk semakin memperkenalkan potensi desa wisata tersebut di masyarakat dan juga untuk mengembangkannya menjadi desa wisata mandiri. Tulisan diharapkan ikut mendorong percepatan pertumbuhan Sosial ekonomi untuk menuju Desa Wisata Mandiri. Semangatnya untuk mempercepat proses pertumbuhan kondisi sosial ekonomi di desa-desa.

 

Baca Juga: Tentang Desa Wisata Tinalah  

 

Lomba ini bersifat aprisiatif dimana penilaiannya murni menjadi kewenangan dewan juri dan tim independent yang terdiri dari lembaga pemerintah/ BUMN, perguruan tinggi, media, pakar, dan/atau praktisi dari industri. Untuk tiap desa nantinya akan ada dua pemenang dengan hadiah jutaan Rupiah. Total hadiah sendiri mencapai lebih dari Rp 48 juta.

Lomba menulis yang digagas BOB merupakan sebuah hal positif untuk mengenalkan lebih jauh desa-desa wisata sekaligus membangkitkan ekonomi desa yang terdampak pandemi. Dengan tulisan, diharapkan muncul ide dan pemikiran menarik yang bisa membawa dampak positif.

 

Baca Juga: Buku Panduan Desa Wisata 2021

Dengan menulis ini, masyarakat bisa lebih peka dan kritis terhadap permasa lahan isu-isu strategis, sosial dan iptek yang terkait dengan pengembangan desa wisata sehingga dapat berperan aktif melalui pemikiran-pemikiran dan ide-ide kreatif. Harapannya, lewat tulisan-tulisan yang muncul nantinya bisa muncul solusi atas permasalahan sosial, ekonomi,kesejahteraan masyarakat di desa wisata.

 

Desa Wisata Joglosemar yang dilombakan

  • Desa Wisata Tinalah (Kulonprogo, DIY)      
  • Desa Wisata Glagah (Kulonprogo, DIY)
  • Desa Wisata Segajih (Kulonprogo, DIY)      
  • Desa Wisata Jatimulyo (Kulonprogo, DIY)      
  • Desa Wisata Gerbosari (Kulonprogo, DIY)
  • Desa Wisata Pagerharjo (Kulonprogo, DIY)
  • Desa Wisata Bleberan(Gunungkidul, DIY)
  • Desa Wisata Pulesari (Sleman, DIY)
  • Desa Wisata Garongan (Sleman, DIY)      
  • Desa Wisata Mangunan (Bantul, DIY)
  • Desa Wisata Karanganyar (Magelang,Jateng)
  • Desa Wisata Karangrejo (Magelang,Jateng)     
  • Desa Wisata Borobudur (Magelang,Jateng)      
  • Desa Wisata Ngagoretno (Magelang,Jateng)
  • Desa Wisata Kaligono (Purworejo,Jateng)
  • Desa Wisata Pandanrejo (Purworejo,Jateng)


Daftar Lomba Disini

Syarat Peserta

Peserta merupakan individu dari masyarakat umum yang memiliki kartu identitas  yang  masih  berlaku  KTP  /  Passport  /  Kartu  Mahasiswa  /  Kartu Pelajar.

Persyaratan Karya Tulis Desa Wisata Joglosemar 2021

  1. merupakan hasil karya sendiri;
  2. tidak mengandung unsur plagiarisme (bila terdapat kontribusi innovator/penulis lain harus disebutkan);
  3. memiliki kemanfaatan bagi instansi terkait, masyarakat dan atau pengelola desa wisata;
  4. tulisan belum pernah dan atau tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis;
  5. tulisan tidak mengandung unsur penghinaan atau pelecehan terhadap SARA;
  6. Peserta wajib menfollow IG Badan Otorita Borobudur (@boborobudur), SKH Kedaulatan
  7. Rakyat (@krjogjadotcom) dan Prodi Pariwisata Sekolah Vokasi UGM (@kamadipaugm);
  8. Peserta boleh mengirimkan karya sebanyak-banyaknya namun maksimal hanya akan memperoleh dua kejuaraan;
  9. Penyerahan artikel melalui Google Form dan attachment dilengkapi data diri;
  10. Keputusan penyelenggara tidak bisa diganggu gugat;
  11. Mengikuti ketentuan-ketentuan dalam Petunjuk ini.

 

Teknis Pendaftaran dan Pengiriman Karya Tulis

  1. Peserta wajib mengunggah karya tulis secara online ke alamat link http://bit.ly/karyatulisbob dengan maksimal ukuran file dan foto 5 MB. Tulisan diunggah mulai 14 Juni dan selambat-lambatnya tanggal 14 Agustus 2021 Pukul 21.00 WIB.
  2. Peserta tidak perlu mengirimkan tulisan fisik.
  3. Materi tulisan  yang  diunggah  wajib  memenuhi  struktur   sebagai berikut: 
  • Gaya penulisan bebas / popular
  • Tema bebas, tulisan ditujukan untuk memperkenalkan desa wisata kepada masyarakat
  • Mencantumkan foto keunikan desa wisata, fasilitas desa wisata, dan daya tarik lainnya.


Format Penulisan

  • Jumlah kata, maksimum 750 kata
  • Ditulis dalam bahasa Indonesia, kertas A4 dan jenis huruf Times New Roman 12 dengan spasi Multiple 1.5
  • Orientasi halaman naskah Portrait dengan margin atas 3,5 cm, kanan 3,5 cm, kiri 2,5 cm, dan bawah 2,5 cm
  • Ukuran font untuk judul karya tulis 14 pt, sedangkan untuk judul bab, judul sub bab, dan isi naskah 12 pt.
  • Gambar dan tabel diletakkan dalam naskah dengan posisi tengah halaman (center).

 

Mari bergabung dalam Lomba Karya Tulis Desa Wisata 2021 Hadiah 48 Juta - Desa Wisata Joglosemar Menuju Tingkat Global. Daftar Lomba Desa Wisata. Info dari Badan Otorita Borobudur masa lomba sampai 14 Agustus 2021 semula ditutup 14 Juli 2021.


lomba desa wisata 2021 - desa wisata joglosemar go global - desa wisata tinalah


Inovasi Desa Wisata Tinalah Sebagai Desa Wisata Digital Yogyakarta

Dewi Tinalah – Perjalanan Desa Wisata Tinalah sebagai salah satu Desa Wisata Kulon Progo yang berkegiatan sejak tahun 2013 terus melakukan pengembangan menjadi desa wisata digital. Langkah ini sudah sejak awal menjadi perhatian Dewi Tinalah, mulai dari pemanfaatan media digital dan teknologi informasi dan komunikasi.

 



Perjalanan Dewi Tinalah dalam memanfaatkan TIK menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata digital Yogyakarta. Pemanfaatan media sosial menjadi bagian penting dalam mendistribusikan informasi mengenai Dewi Tinalah. Pentingnya data informasi digital menjadi salah satu sumber referensi wisatawan ketika mencari informasi mengenai Desa Wisata Tinalah.
 

Baca Juga: Panduan Desa Wisata Berkelanjutan

 
Upaya Dewi Tinalah dalam melakukan digitalisasi desa wisata yaitu dengan memanfaatkan kanal media web Dewi Tinalah, media sosial, pencatatan keuangan, dan pendataan pengunjung. Sebagai pionir desa wisata digital, Dewi Tinalah terus berupaya melakukan pengembangan desa wisata dengan memanfaatkan setiap media informasi untuk bisa menjadi sumber referensi desa wisata desa digital.

Di tahun 2020 Dewi Tinalah telah mengembangkan Aplikasi Desa Wisata Tinalah sebagai kesunggunah Dewi Tinalah untuk menjadi desa wisata digital yang terus berinovasi. Dengan aplikasi Desa Wisata Tinalah memberikasi fitur bagi wisatawan untuk mengenal Dewi Tinalah dalam satu genggaman, mobile friendly dan full experience.


Aplikasi Desa Wisata Digital yang dikembangkan Dewi Tinalah memuat fiture profil Dewi Tinalah, layanan reservasi, agenda terbaru, jelajah Desa Wisata Tinalah melalui aplikasi, notifikasi terkini, game desa wisata digital, dan e-sertifikat bagi wisatawan yang telah menggunakan Aplikasi Desa Wisata Tinalah.

Upaya Desa Wisata Tinalah dalam pengembangan desa wisata digital juga dilakukan dengan pemanfaatan market place sebagai ruang pemasaran secara digital. Selain itu Dewi Tinalah juga tergabung dalam layanan pihak ke tiga yang menjadi Online Travel Agency (OTA).

Baca Juga: Branding Parwisata di Desa Wisata Tinalah


Dengan menjadi desa wisata digital, Dewi Tinalah berharap nantinya dapat memberikan layanan prima bagi para wisatawan / tourist untuk berkunjung ke Dewi Tinalah. Tidak berhenti disini, Desa Wisata Tinalah akan terus berupaya dan berinovasi untuk memanfaatkan layanan TIK sebagai tools pengembangan desa wisata digital.

Mengenal Konsep Pariwisata Pedesaan - Desa Wisata Tinalah

Pariwisata pedesaan dapat didefinisikan sebagai perpindahan orang dari tempat tinggal normal mereka ke daerah pedesaan untuk jangka waktu minimum dua puluh empat jam hingga maksimum enam bulan untuk tujuan kesenangan dan kesenangan semata. Wisata pedesaan mengacu pada semua kegiatan pariwisata di daerah pedesaan.


desa-wisata-tinalah-kulon-progo-yogyakarta-wisata-pedesaan

Konsep pariwisata pedesaan sama sekali tidak didefinisikan dengan baik dan tunduk pada sejumlah interpretasi. Fleischer dan Pizam mengasosiasikan pariwisata pedesaan dengan 'liburan pedesaan' di mana turis menghabiskan sebagian besar periode liburannya dengan melakukan kegiatan rekreasi di lingkungan pedesaan di sebuah pertanian, peternakan, rumah pedesaan, atau daerah sekitarnya.



OECD mendefinisikan daerah pedesaan sebagai
, ”di tingkat lokal, kepadatan penduduk 150 orang per kilometer persegi adalah kriteria yang lebih disukai. Di tingkat regional, unit geografis dikelompokkan menurut persentase penduduknya yang berada di pedesaan ke dalam tiga jenis berikut: sebagian besar pedesaan (50%), pedesaan signifikan (15-50%) dan sebagian besar wilayah perkotaan (15%).

Dewan Eropa menggunakan istilah ' daerah pedesaan ' untuk menunjukkan ciri-ciri berikut:

Hamparan pedesaan pedalaman atau pesisir, termasuk kota-kota kecil dan desa-desa, di mana sebagian besar wilayah tersebut digunakan untuk:

  • Pertanian, kehutanan, budidaya perairan, dan perikanan.
  • Kegiatan ekonomi dan budaya penduduk pedesaan.
  • Area rekreasi dan rekreasi non-perkotaan atau cagar alam.
  • Tujuan lain seperti perumahan.


Menurut Dernoi, pariwisata pedesaan dapat dipahami sebagai aktivitas pariwisata di 'wilayah non-perkotaan di mana aktivitas manusia (ekonomi terkait lahan) sedang berlangsung, terutama pertanian: kehadiran manusia permanen tampaknya merupakan persyaratan yang memenuhi syarat'.

OECD menyatakan pariwisata pedesaan harus:


  • Terletak di daerah pedesaan.
  • Secara fungsional pedesaan, dibangun di atas fitur-fitur khusus dunia pedesaan; usaha kecil, ruang terbuka, kontak dengan alam dan alam, warisan, masyarakat tradisional, dan praktik tradisional.
  • Skala pedesaan - baik dalam hal bangunan dan permukiman - dan karenanya, berskala kecil.
  • Berkarakter tradisional, tumbuh perlahan dan organik, serta berhubungan dengan keluarga setempat.
  • Berkelanjutan - dalam arti bahwa pembangunannya harus membantu melestarikan karakter khusus pedesaan suatu daerah, dan dalam arti bahwa pembangunannya harus berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber dayanya.
  • Dari berbagai jenis, mewakili pola kompleks lingkungan pedesaan, ekonomi, dan sejarah.


Jenis dan Bentuk Wisata Pedesaan

Segala bentuk pariwisata yang menampilkan kehidupan pedesaan, seni, budaya, dan warisan di lokasi pedesaan, sehingga menguntungkan masyarakat lokal secara ekonomi dan sosial serta memungkinkan interaksi antara wisatawan dan penduduk setempat untuk pengalaman pariwisata yang lebih memperkaya dapat disebut sebagai  pariwisata pedesaan.

Berbagai istilah digunakan untuk menggambarkan kegiatan pariwisata di pedesaan: agrowisata, wisata pertanian, wisata pedesaan, wisata lunak, wisata alternatif, ekowisata , dan beberapa lainnya, yang memiliki arti berbeda antara satu negara dengan negara lain, dan memang dari satu negara ke negara lain.

Istilah 'pariwisata pedesaan' telah diadopsi oleh Komunitas Eropa (EC) untuk merujuk pada semua aktivitas pariwisata di daerah pedesaan.


Jenis dan bentuk wisata pedesaan adalah sebagai berikut:

Agrowisata: walaupun sering digunakan untuk mendeskripsikan semua kegiatan pariwisata di pedesaan, lebih sering istilah tersebut berkaitan dengan produk pariwisata yang 'berhubungan langsung dengan lingkungan agraria, produk agraria atau agraria': tinggal di pertanian, baik di kamar atau berkemah, pendidikan kunjungan, makan, kegiatan rekreasi, dan penjualan produk pertanian atau kerajinan tangan.


 
Wisata Pertanian: secara eksplisit terkait dengan pertanian dan paling sering dikaitkan dengan pariwisata yang melibatkan tinggal di akomodasi pertanian dan mencari pengalaman dari operasi pertanian dan atraksi.

Wisata Alam Liar dan Hutan
: wisata menjelajahi alam liar dan keindahan alam pedesaan. Ini mungkin secara implisit dimasukkan dalam pengertian pariwisata pedesaan, atau mereka dapat dianggap terpisah. Di hutan belantara dan wisata hutan, wisatawan melakukan perjalanan ke habitat alami tumbuhan dan hewan.

Ini sebagian besar mencakup interaksi non-konsumtif dengan satwa liar dan alam, seperti mengamati dan memotret hewan di habitat aslinya. Wisata alam liar dan hutan mencakup berbagai kegiatan pariwisata seperti fotografi liar, safari, mengamati burung, trekking, dan hiking dll.

Pariwisata Hijau: pariwisata hijau mengacu pada pariwisata di pedesaan atau daerah hijau. Ini lebih umum digunakan untuk menggambarkan bentuk-bentuk pariwisata yang dianggap lebih ramah lingkungan daripada tradisional, pariwisata massal. Di daerah pedesaan, pariwisata hijau merupakan bentuk penting dari pariwisata pedesaan.

Pariwisata hijau digambarkan sebagai pendekatan pembangunan pariwisata yang berupaya mengembangkan hubungan simbiosis dengan lingkungan fisik dan sosial yang di atasnya bergantung dan secara implisit berupaya untuk mencapai cita-cita keberlanjutan.

Ekowisata: ini adalah bentuk wisata alam (pariwisata ke kawasan alami yang belum terjamah) yang mengasumsikan promosi aktif pelestarian lingkungan dan manfaat langsung bagi masyarakat dan budaya lokal, bersama dengan penyediaan pengalaman yang positif dan edukatif bagi wisatawan. Ekowisata adalah sekumpulan kegiatan pariwisata berkelanjutan yang terjadi di lingkungan alam.

Kegiatan Wisata Pedesaan

Berbagai perkiraan menunjukkan bahwa pariwisata di daerah pedesaan membentuk 10 hingga 20% dari semua aktivitas pariwisata, dan survei Eurobarometer melaporkan bahwa 23% wisatawan Eropa memilih pedesaan atau daerah pedesaan sebagai tujuan setiap tahun.

Berbagai aktivitas budaya dan alam terjadi di pedesaan. Lingkungan pedesaan memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan untuk tujuan rekreasi, dan hubungan simbiosis ini memiliki dampak penting baik terhadap lingkungan maupun kegiatan.



Berbagai kegiatan pariwisata dan rekreasi dapat ditemukan di pedesaan. Kita dapat mengkategorikan aktivitas-aktivitas ini berdasarkan sifatnya. Jenis kegiatan wisata pedesaan adalah sebagai berikut:

  • Tur
  • Kegiatan budaya
  • Kegiatan yang berhubungan dengan air
  • Aktivitas yang berhubungan dengan kesehatan
  • Aktivitas udara
  • Aktivitas pasif
  • Kegiatan olahraga
  • Acara hallmark
  • Aktivitas terkait bisnis


Touring meliputi berbagai kegiatan pariwisata seperti hiking, berkuda, touring dengan karavan gipsi, touring bermotor, touring desa / kota kecil, bersepeda, liburan petualangan atau liburan hutan belantara.

Berbagai kegiatan pariwisata terkait budaya ditemukan di daerah pedesaan. Arkeologi, situs restorasi studi peninggalan pedesaan, museum, kursus kerajinan, lokakarya ekspresi seni adalah beberapa contoh kegiatan budaya pariwisata pedesaan.

Memancing, berenang, wisata sungai, kano, kayak, selancar angin, balap speedboat, berlayar adalah beberapa contoh kegiatan pariwisata pedesaan yang berhubungan dengan air .

Beragam kegiatan olah raga desa wisata banyak dijumpai di pedesaan. Beberapa contohnya adalah potholing, panjat tebing, orienteering, Tenis, Golf, ski menuruni bukit intensitas rendah, dan berburu.

Kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti pelatihan kebugaran, kursus penyerangan, spa dan resor kesehatan adalah kegiatan populer dari pariwisata pedesaan. Sekelompok besar wisatawan melakukan perjalanan ke daerah pedesaan dengan tujuan semata-mata untuk meningkatkan kesehatan melalui kegiatan pariwisata yang berhubungan dengan kesehatan.

Kegiatan pasif seperti liburan relaksasi di lingkungan pedesaan, studi alam di luar ruangan termasuk mengamati burung dan fotografi, apresiasi lanskap juga beberapa kegiatan terkenal dari pariwisata pedesaan.

Pentingnya dan Manfaat Wisata Pedesaan

Wisata pedesaan merupakan salah satu bentuk penting dari sektor pariwisata yang memegang peranan penting dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat pedesaan. Ketika turis bepergian ke daerah pedesaan, mereka mendukung ekonomi lokal dan membantu dengan berbagai cara. Wisata pedesaan membantu dalam pengembangan daerah pedesaan dan standar hidup masyarakat tuan rumah.

Beberapa kepentingan dan manfaat wisata pedesaan adalah sebagai berikut:

  • Menyediakan sumber pendapatan dan pekerjaan baru, alternatif atau tambahan di daerah pedesaan.
  • Wisata pedesaan memacu pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan.
  • Membantu mengurangi gender dan kekuatan sosial lainnya
  • Mendorong komunitas kolektif
  • Hidupkan kembali budaya lokal.
  • Tanamkan rasa kebanggaan, harga diri, dan identitas lokal
  • Kontribusi untuk konservasi dan perlindungan.
  • Meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
  • Membantu perbaikan dan penggunaan kembali properti yang ditinggalkan.
  • Memberikan kesempatan untuk mempertahankan populasi di daerah yang mungkin mengalami depopulasi.
  • Memungkinkan area untuk dihuni kembali.


Wisata pedesaan adalah bentuk pariwisata yang berkembang. Ini bukan hanya kunjungan pertanian atau kunjungan ke daerah pedesaan. Lebih dari itu. Wisata pedesaan bermanfaat bagi masyarakat tuan rumah di daerah pedesaan serta lingkungan alam sekitarnya melalui pelestarian dan konservasi sumber daya alam.

Masalah dan Tantangan Pariwisata Pedesaan

Isu dan tantangan utama pariwisata pedesaan perlu melestarikan lingkungan, sumber daya alam, kebutuhan pendidikan, pemahaman yang tepat bagi wisatawan dan masyarakat lokal, dan kebutuhan untuk menghasilkan gerakan demokrasi yang membantu semua orang di semua tingkatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata .

Beberapa isu dan tantangan penting pariwisata pedesaan adalah sebagai berikut:

  • Kebocoran Ekonomi.
  • Inflasi harga lokal.
  • Mendistorsi struktur ketenagakerjaan lokal.
  • Pola permintaan musiman.
  • Memproduksi atau mendistorsi 'budaya' lokal untuk komodifikasi dan mementaskan keaslian.
  • Hancurkan budaya asli.
  • Perusakan habitat alami satwa liar pedesaan.
  • Membuang sampah sembarangan, emisi dan bentuk pencemaran lainnya.
  • Kemacetan.


Sistem koperasi dalam pariwisata pedesaan dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membawa dampak positif di pedesaan. Masyarakat lokal dapat memantau dan mengendalikan dampak negatif pariwisata pedesaan terhadap masyarakat mereka sendiri, jika mereka memiliki kepentingan dan kewenangan yang sama dalam pengelolaan dan pembangunan.

Karakteristik Wisata Pedesaan

Konsep wisata pedesaan memiliki tujuan yang luhur. Ini adalah jenis pariwisata berkelanjutan lain yang mengeksploitasi sumber daya di daerah pedesaan, menyebabkan sedikit atau tidak ada dampak berbahaya, dan menghasilkan peningkatan manfaat bagi daerah pedesaan dalam hal produktivitas pedesaan, lapangan kerja, peningkatan distribusi kekayaan, pelestarian lingkungan dan budaya pedesaan, lokal. keterlibatan masyarakat, dan cara yang sesuai untuk mengadaptasi kepercayaan dan nilai-nilai tradisional ke zaman modern.

Beberapa ciri khas wisata pedesaan adalah sebagai berikut:

  • Musiman
  • Fragmentasi
  • Pasar eksternal dibutuhkan
  • Dibutuhkan kerjasama antara pasar internal dan eksternal
  • Peran wanita
  • Peran ekonomi: pendapatan sampingan bagi petani dan pengusaha lain di pedesaan.

 

Wisata pedesaan dapat membantu meningkatkan seni pertunjukan lokal dan membantu melestarikan budaya lokal dan dapat mencegah migrasi pedesaan. Wisata pedesaan dapat menarik wisatawan dengan memberikan gambaran suasana desa yang sangat baik dengan masakan lokal.

Pengembangan Pariwisata Pedesaan

Pengembangan pariwisata pedesaan lebih dari sekedar proses yang direncanakan. Dengan menggunakan pendekatan yang berorientasi pada aktor, hal ini dapat dilihat sebagai proses yang dinamis, sedang dibangun dan dinegosiasikan secara sosial yang melibatkan banyak aktor sosial yang secara terus menerus membentuk kembali dan mengubahnya agar sesuai dengan persepsi, kebutuhan, nilai, dan agenda mereka.

 

Mengenal Konsep Pariwisata Pedesaan - Desa Wisata Tinalah
Sebuah model pembangunan pariwisata pedesaan yang berkelanjutan.


Perkembangan pariwisata pedesaan semakin meningkat pada tahun 1990-an dan literatur yang berkembang telah berkontribusi pada pemahaman kita tentang hal itu sebagai fenomena yang berkembang.

Menurut Long and Lane, pariwisata pedesaan telah memasuki tahap kedua pembangunan, yang pertama ditandai dengan pertumbuhan partisipasi, pengembangan produk dan bisnis, serta kemitraan. Dalam tinjauan mereka tentang pengembangan pariwisata pedesaan, Long dan Lane berpendapat bahwa pariwisata pedesaan - setidaknya di Eropa dan Amerika Utara - sedang memasuki fase ekspansi, diferensiasi, konsolidasi, dan pemahaman yang lebih kompleks.

Yang kedua diperkirakan akan lebih kompleks, dan kemungkinan besar akan terjadi, mengingat pertanyaan yang tersisa mengenai tempatnya dalam kebijakan, integrasinya dalam praktik, dan peran dinamisnya dalam restrukturisasi pedesaan dan dalam proses pembangunan pariwisata yang lebih luas.



Karena pariwisata terus dikembangkan di daerah pedesaan untuk melawan penurunan ekonomi di sektor produksi primer, kebutuhan akan bentuk-bentuk pembangunan yang berkelanjutan diakui. Sejak awal 1990-an, konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan telah diterima hampir secara universal sebagai pendekatan yang diinginkan dan sesuai untuk, dan tujuan, pembangunan pariwisata.

Pembangunan pariwisata pedesaan didorong oleh kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi, dan oleh karena itu, penting bahwa kontribusi potensial pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi pedesaan tidak diencerkan oleh prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang terlalu spesifik.

 

Sumber: Tourism Note


Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) – Banyak pertanyaan tentang pokdarwis, apa itu pokdarwis, dan bagaimanya syarat pembentukan pokdarwis. Ini penting diketahui oleh pihak-pihak yang akan mengembangkan potensi wisata di desa. Seperti apa pokdarwis dan peranannya dalam memetakan potensi wisata di desa. Peran apa nantinya untuk mengembangkan desa wisata.

 

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)



DOWNLOAD EBOOK

 

Dapatkan Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang akan memberikan wawasan untuk Anda dalam menjawab berbagai pertanyaan tentang pokdarwis, syarat pembentukan pokdarwis, proposal pokdarwis, struktur pokdarwis, Ad/art pokdarwis, SK pokdarwis, logo pokdarwis dan dana pokdarwis.


Baca juga: Pengertian Desa Wisata 


Kelompok Sadar Wisata disebut Pokdarwis adalah pelaksana Sadar Wisata yaitu suatu kondisi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu destinasi atau wilayah. Pokdarwis mempunyai tugas untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, melalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan unsur kenangan.

 

Tugas Pokdarwis

  • Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan Kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan Kepariwisataan di Daerah.
  • Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya Kepariwisataan di Daerah dan manfaatnya bagi pembangunan Daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
  • Memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di Kabupaten/Kota.

Fungsi Pokdarwis

  • Penggerak Sadar Wisata dan Sapta Pesona di lingkungan wilayah di destinasi wisata; dan
  • Mitra Pemerintah dan pemerintah Daerah, pemerintah Kabupaten/Kota dalam upaya perwujudan dan pengembangan Sadar Wisata di Daerah.

 

Semoga Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) bermanfaat untuk Anda. Dapatkan Ebook Panduan lainnya yang membahas tentang pengembangan Desa Wisata.

Memahami Kembali Konsep Desa Wisata – Jangan Salah Kaprah

Saat ini desa wisata menjadi salah satu penggerak ekonomi desa. Banyak desa berusaha untuk mengembangakan desa wisata sedemikian rupa berdasarkan potensi desa masing—masing. Sudahkan setiap pengelola dan masyarakat ini benar-benar memahami konsep desa wisata? Pertanyaan mendasar ini menjadi penting, jangan sampai pengelola dan masyarakat salah konsep mengembangkan desa wisata.

 

pengertian-desa-wisata


Memang banyak pengertian tentang konsep desa wisata menurut para pakar ataupun menurut buku pedoman pengembangan desa wisata. Pengertian dan konsep desa wisata ini penting terlebih dahulu dipahami jangan sampai di tengah perjalanan dalam pengembangan desa wisata ternyata salah dari kosep desa wisata seharusnya. Kali ini Dewi Tinalah akan berbagi tentang konsep desa wisata.


Pengertian Desa Wisata

Memahami pengertian tersebut, desa wisata merupakan susunan dari kata desa dan wisata. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa). 

 
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

 

Baca Juga: Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)


Pengertian desa wisata dalam Buku Pedoman Desa Wisata adalah wilayah administratif desa yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya.


Pengertian desa wisata dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2020 tentang Kelompok Sadar Wisata dan Desa / Kampung Wisata, Desa Wisata adalah kelompok masyarakat yang berusaha di bidang pariwisata yang mencakup atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung di dalam wilayah Desa/Kelurahan dengan prinsip pariwisata berbasis masyarakat.


Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata atau disebut pula destinasi pariwisata, yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.


Perbedaan Desa Wisata dengan Wisata Desa

Pengertian wisata desa dalam Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau, wisata desa merupakan kegiatan wisata yang berlangsung di desa. Tujuan perjalanan tidak selalu berbasis pada sumber daya wisata bersifat perdesaan sepanjang berlokasi di desa. Pelaku perjalanan wisata dapat menginap (wisatawan) atau tidak menginap (pelancong).


Pengertian desa wisata berbeda dengan wisata desa. Desa Wisata adalah desa yang menunjukkan tema produk pariwisata yang diutamakannya. Tema ini serupa dengan pilihant tema lain seperti desa industri, desa kerajinan, desa kreatif, desa budaya. Sedangkan wisata desa adalah kegiatan wisata yang mengambil pilihan lokasi desa, dan jenis kegiatannya tidak harus berbasis pada sumber daya perdesaan (keaslian benteng alam, serta budaya dan kearifan lokal).

 

Baca Juga: Strategi Pemasaran Desa Wisata


Desa wisata menyangkut semua komponen yang ada maupun dimiliki suatu desa yang bisa dikemas, disajikan, dan dijual untuk menjadi satu paket wisata. Desa wisata yang dieksplorasi adalah kultur budaya yang ada di masyarakat seperti objek wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, maupun wisata buatan. Adapun keterlibatan dalam suatu desa wisata adalah semua unsur desa dari kepala desa, perangkat desa, struktural RT dan warga masyarakat setempat yang memiliki andil di dalamnya.


Sementara itu, wisata desa merupakan objek wisata yang kebetulan telah ada di suatu desa. Bisa wisata alam, wisata buatan, wisata sejarah, wisata rohani, dll. Tetapi keterlibatan masyarakat terbatas dan dibatasi, hanya beberapa orang tertentu saja yang terlibat.


Sebuah desa wisata, lembaga harus mendapat support penuh dari pemerintah desa (pemdes). Bukan hanya soal pendanaan dan pembiayaan penuh saja, namun juga harus bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan desa wisata.  Masyarakat dilibatkan secara komprehensif, diberi kewenangan dan tugas sesuai dengan potensi yang ada di desanya.


Dari pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa desa wisata bermakna sebagai kegiatan wisata yang dilakukan pada obyek wisata desa. Maka, desa wisata adalah obyek dan wisata desa adalah kegiatannya. Keduanya adalah potensi besar yang dimiliki berbagai desa di Indonesia yang saat ini sedang semarak berkembang menjadi potensi peningkatan ekonomi pedesaan.

 

Baca Juga: Pemuda Desa Wajib Kuasai TIK untuk Pengembangan Desa Wisata


Menjadi suatu desa wisata berarti haruslah sebuah desa yang memiliki berbagai aspek yang mendukung desa itu menjadi tujuan wisata yang menarik dengan segala daya dukungnya. Sangat tidak cukup sebuah desa yang hanya memiliki satu dua obyek wisata dengan fasilitas seadanya lalu menyebut dirinya sebagai desa wisata.


Desa wisata yaitu terpenuhinya semua unsur wisata yang memiliki potensi daya tarik. Di antaranya wisata alam, wisata budaya, dan wisata hasil buatan manusia dalam satu kawasan tertentu dengan didukung oleh atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya. Hal ini sesuai dengan kearifan lokal masyarakat. Desa wisata itu, seluruhnya terintegrasi, semua unsur di dalam desa untuk mengangkat keunikan dan kearifan lokal sebagai pariwisata. 


Desa wisata tidak berlaku adanya tiket, namun wisatawan ditawarkan paket wisata untuk melihat isi di dalam desa tersebut. Hal yang perlu dipenuhi dalam desa wisata yaitu fasilitas pariwisata, yang artinya fasilitas pariwisata di sini yaitu desa wisata tidak membebani tiket, namun membeli paket untuk tour di desa tersebut.


Kriteria Desa Wisata

Pengembangan desa menjadi desa wisata dapat memberikan banyak perubahan kepada desa tersebut dan menjadikan pembeda antara desa wisata dengan desa lainnya. Terdapat kriteria desa wisata sebagai berikut:

  • Memiliki potensi daya tarik wisata (daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan/karya kreatif).
  • Memiliki komunitas masyarakat.
  • Memiliki potensi sumber daya manusia lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata.
  • Memiliki kelembangaan pengelolaan.
  • Memiliki peluang dan dukungan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar untuk mendukung kegiatan wisata.
  • Memiliki potensi dan peluang pengembangan pasar wisata.


Prinsip Pengembangan Desa Wisata

Pengembangan desa wisata tidak terlepas dari suatu prinsip pengembangan produk desa wisata. Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Prinsip pengembangan desa wisata sebagai berikut:

  • Keaslian: atraksi yang ditawarkan adalah aktivitas asli yang terjadi pada masyakarat di desa tersebut.
  • Masyarakat setempat: merupakan tradisi yagn dilakukan oleh masyarkat dan menjadi keseharian yang dilakukan oleh masyarakat.
  • Keterlibatan masyarkat: masyarakat terlibat secara aktif dalam aktivitas di desa wisata.
  • Sikap dan nilai: tetap menjaga nilai-nilai yang dianut masyarakat dan sesuai dengan nilai dan norma sehari-hari yang ada.
  • Konservasi dan daya dukung: tidak bersifat merusak baik dari segi fisik maupun  sosial masyarakat dans sesuai dengan daya dukung desa dalam menampung masyakarat.

 

Jenis Jenis Desa Wisata

Dalam pengembangannya, desa wisata mampu mengurangi urbanisasi masyarakat dari desa ke kota karena banyak aktivitas ekonomi di desa yang dapat diciptakan. Selain itu juga, desa wisata dapat menjadi upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi budaya lokal dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat. Terdapat jenis-jenis desa wisata yang dapat menjadi acuan, diantaranya:

  • Desa wisata berbasis keunikan sumber daya alam yaitu desa wisata yang menjadikan kondisi alam sebagai daya tarik utama seperti pegunungan, lembah, pantai, sungai, danau berbagai bentuk benteng alam yang unik.
  • Desa wisata berbasis keunikan sumber daya budaya lokal yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan adat tradisi dan kehidupan keseharian masyarakat menjadi daya tarik utama seperti aktivitas mata pencaharian, religi maupun bentuk aktivitas lainnya.
  • Desa wisata kreatif yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan aktivitas ekonomi kreatif dan kegiatan industri rumah tangga masyarakat lokal, baik berupa kerajinan, maupun aktivitas kesenian yang khas menjadi daya tarik utama.
  • Desa wisata berbasis kombinasi merupakan desa wisata yang mengkombinasikan antara satu atau lebih daya tarik wisata yang dimiliki seperti alam, budaya, dan kreatif.

 

Itu tadi pembahasan lengkap mengenai konsep dan pengertian desa wisata. Penting bagi perangkat desa, pengelola, pokdarwis, dan masyarakat di desa memahami desa wisata dengan semestinya sehingga nantinya pengembangan desa menjadi desa wisata akan benar benar bermanfaat bagi seluruh komponen di desa.

VILLAGE BRANDING: PEMBUATAN MASTER PLAN IKONISASI DAN BRAND PARIWISATA DI DESA WISATA TINALAH

Kunjungan wisatawan dari dan ke Yogyakarta melalui bandara Yogyakarta International Airport mendorong pemerintah dan masyarakat mengembangkan destinasi wisata, dimana salah satunya adalah desa wisata yang banyak dikunjungi turis dari dalam dan luar negeri. 

 

Banyak desa wisata yang belum memiliki ikon dan merek, dimana salah satunya adalah Desa Wisata Tinalah. Oleh karena itu, kami berharap dapat mendampingi anak muda, anggota pokdarwis (kelompok sadar wisata) Desa Wisata Tinalah untuk bisa meningkatkan proses kreatif dalam pembangunan merek produk lokal yang baik dan terlindung secara hukum (HAKI). Metode yang dilakukan melalui beberapa tahapan dan tahapan akhirnya adalah terbentuknya ikon dan HKI.

 

logo-desa-wisata-tinalah-dewi-tinalah


Berdasarkan kondisi pengembangan bandara beserta pendukungnya maka menjadi satu kebutuhan yang mendesak untuk memberikan pelatihan dan pendampingan bagi masyarakat di Desa Wisata Tinalah. Pelatihan dan pendampingan pembuatan ikonisasi brand produk pendukung Desa Wisata Tinalah diharapkan bisa mendorong penduduk untuk melakukan kreatifitas  dan inovasi dalam pengembangan desa wisatanya dan selanjutnya menjadi jalan untuk pengentasan kemiskinan penduduk desa.

 

Baca: Panduan Desa Wisata

Desa wisata Tinalah atau Dewi Tinalah merupakan desa wisata yang terletak di kawasan Sungai Tinalah dan Pegunungan Menoreh yang memiliki konsep penyatuan alam dan nilai-nilai budaya slogan Pesona Alam dan Budaya. Nama Desa Wisata Tinalah diambil dari nama Sungai Tinalah. Desawisata ini terletak kawasan Bukit Menoreh pada ketingian 117 mdpl dengansuhu harian yakni 25-32 derajat celcius.

Pelaksanaan Village Branding bagi desa-desa wisata sangat potensial untuk dilakukan di berbagai tempat. Termasuk dilakukan replikasi secara massif pada suatu regional area, kabupaten atau bahkan provinsi. Selain itu dilakukan untuk suatu destinasi juga sangat mungkin terjadi.

 

 Baca: Strategi Pemasaran Desa Wisata

 

Potensi peningkatan kreativitas dan daya jual dengan pembuatan merek desa secara professional mampu memberikan rasa empowerment bagi desa untuk menjadi komunitas kreatif. Selain itu juga jika terus didampingi kemungkinan untuk ledakan penjualan bagi usaha disekitar karena memiliki identitas tempat yang kuat juga dapat dibangun.