Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Kulon Progo Punya Desa Wisata Terbaik – Dewi Tinalah 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indoneisa

Dewi Tinalah – Wisata Kulon Progo di Kabupaten Kulon Progo mempunyai salah satu desa wisata terbaik menurut Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desa wisata ini adalah Desa Wisata Tinalah atau yang terkenal dengan Dewi Tinalah. Desa wisata Kulon Progo Dewi Tinalah berhasil menjadi 50 besar penerima Anugerah Desa Wisata Indonesai dari 1831 desa wisata di Indonesia.


Kulon Progo Punya Desa Wisata Terbaik – Dewi Tinalah 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indoneisa


Dewi Tinalah merupakan wisata alam Jogja yang berada di kawasan Pegunungan Menoreh Samigaluh Kulon Progo. Dewi Tinalah memang terkenal dengan pesona alam dan budaya. Kegiatan wisata alam berbasis outdoor dan adventure menjadi pilihan banyak wisatawan ketika berkunjung ke tempat wisata Jogja.


Pesona alam Dewi Tinalah secara keseluruhan merupakan pegunungan. Tinalah merupakan nama sungai yang ada di Kalurahan Purwoharjo yang dijadikan sebagai nama poluler desa wisata. Dewi Tinalah juga terkenal dengan wisata alam yang menawan seperti wisata Puncak Kleco, Goa Sriti, Trekking Jogja Dewi Tinalah, camping, outbound, river tubing, biking dan berbagai kegiatan wisata berbasis alam.

Desa Wisata Tinalah sebagai penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia juga mengusung wisata budaya di Kulon Progo seperti Merti Bumi Tinalah, baritan, wiwitan, saparan, kesenian wayang wong, jatilan lancur, bregodo Serang Boyo, krawitan. Kegiatan wisata budaya ini menjadi salah satu paket wisata Kulon Progo 2021.


Dewi Tinalah juga menjadi wisata Kulon Progo dekat bandara, dekat juga dengan pantai Kulon Progo terbaru, wisata Kalibiru Kulon Progo dan Waduk Sermo Kulon Progo. Jarak dengan tempat tersebut kurang lebih 20-25 km.

Kunjungan Mas Menteri Sandiaga Uno di Dewi Tinalah menjadi harapan besar wisata Kulon Progo yang sudah dibuka. Sehingga desa wisata dapat beraktivitas kembali menerima wisatawan dan menjual berbagai paket wisata Jogja Dewi Tinalah dengan penerapan protokol kesehatan CHSE di masa pandemic covid-19.

Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kunjungi Dewi Tinalah 50 Besar Desa Wisata Indonesia

Dewi Tinalah – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Tinalah yang terpilih sebagai 50 Terbaik Desa Wisata Indonesia dari 1831 desa wisata di seluruh Indonesia. Kunjungan ini sekaligus menetapkan Dewi Tinalah sebagai penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia 50 terbaik desa wisata Indonesia dan sekaligus desa wisata Tinalah Kulon Progo menjadi desa wisata binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Menteri Sandiaga Uno kunjungi Desa Wisata Tinalah 50 Terbaik Desa Wisata Indonesia Anugerah Desa Wisata Indoensia 2021


Rangkaian kegiatan kunjungan Menteri Parekraf RI juga didahului oleh kegiatan visitasi dan penjurian oleh tim juri yang menilai 7 aspek penilaian di Desa Wisata Tinalah meliputi aspek homestay, CHSE, toilet, souvenir, daya tarik wisata, desa digital, dan konten kreatif. Bertindak sebagai tim juri dalam penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia adalah Panca R Sarungu,SE MMSI, CTE sebagai Ketua Umum MASATA dan Sang Putu Subaya, SH, MH sebagai Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia.


Baca Juga: 4 Desa Wisata Terbaik di Jogja


Dalam kesempatan ini, Mas Menteri Sandiaga Uno menyampaikan, sebagai desa wisata rintisan Dewi Tinalah mampu mengoptimalkan potensi yang ada berbasis alam dan budaya. Pemanfaatan digitalisasi menjadi trobosan yang jitu untuk Dewi Tinalah dapat memasarkan potensi dan kegiatan wisata serta produk umkm.


Waktu kunjungan di Dewi Tinalah, Sandiaga Uno juga mengapresiasi upaya pengembangan digitalisasi dengan adanya Aplikasi Mbak Dewi berbasis kecerdasan buatan. Aplikasi ini mempunyai fitur untuk mendeteksi objek yang ada di Dewi Tinalah. Selain itu aplikasi Mbak Dewi juga dapat digunakan untuk melihat aura diri wisatawan. Apliksi ini hasil kolaborasi UAJY dan UKRIM dengan Dewi Tinalah.


Baca Juga: Kemasaran Produk Tingkatkan Produk UMKM Desa Wisata


Desa Wisata Tinalah menjadi satu-satunya Desa Wisata Terbaik di Kulon Progo yang mendapatkan Anugerah Desa Wisata sebagai 50 Besar Desa Wisata Indonesia 2021. Dengan kegiatan ini, harapannya desa wisata dapat kembali membuka kegiatan wisata dengan penerapan protokol kesehatan. Anugerah ini juga diharapkan dapat memberikan semangat desa wisata untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi-potensi desa.

Pilihan Seru Wisata Keluarga di Jogja Kawasan Desa Wisata Tinalah

Dewi Tinalah – Tempat wisata Jogja menawarkan berbagai kesempatan untuk aktivitas seru seperti wisata keluarga di Jogja. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Jogja, kegiatan yang penuh pengalaman menjadi kesempatan untuk berwisata dan penuh pengalaman edukasi. Salah satu tempat yang bisa dipilih yaitu wisata di Jogja.


wisata-keluarga-di-jogja-desa-wisata-tinalah (2)


Tempat wisata Jogja yang cocok untuk wisata keluarga di Jogja ada di Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Desa wisata ini merupakan salah satu desa wisata terbaik di Jogja dan masuk 50 Besar Desa Wisata Indonesia 2021. Dewi Tinalah juga merupakan wisata alam di Jogja di kawasan Pegunungan Menoreh di Kulon Progo.


Dewi Tinalah menjadi pilihan tepat untuk wisata keluarga di Jogja 2021 selain tempat pantai di Jogja. Bagi wisatawan keluarga, Dewi Tinalah juga cocok untuk anak, bisa juga untuk taman bermain anak di Jogja karena terdapat camping ground yang luas untuk kegiatan bermain.


Di Dewi Tinalah juga terdapat wahana permainan di Jogja dengan alam langsung. Wisata keluarga dapat berkegiatan di kawasan Sungai Tinalah, lapangan bermain, area persawahan dan perbukitan di Desa Wisata Tinalah.


Wisata keluarga di Jogja juga akan seru dengan kegiatan lain yang dapat dilakukan di Desa Wisata Tinalah. Kegiatan ini dapat berdurasi satu hari atau dua hari. Terdapat berbagai kegiatan yang bisa dipilih, seperti live in, camping, outbound, hiking, trekking, jelajah sungai Tinalah, jelajah Alam, melihat sunrise, belajar membuat kripik pegagan, membuat piring lidi, melukis batu, bersepeda, river tubing dan berbagai kegiatan seru untuk keluarga.


Dewi Tinalah yang termasuk Tempat Wisata Kulon Progo jika saat musim tanam padi, wisatawan juga bisa melakukan kegiatan menanam padi, sebaliknya saat musim panen juga bisa mengikuti kegiatan panen padi. Kegiatan ini sangat cocok untuk melatih pengalaman diri dan anak sehingga mendapatkan pengalaman yang sebelumnya belum pernah didapatkan.


Kegiatan Camping Keluarga

Wisata Keluarga di Jogja juga dapat melakukan kegiatan camping keluarga, Dewi Tinalah menyediakan paket camping keluarga yang seru. Dengan kegiatan ini akan memberikan banyak pengalaman bagi keluarga tentang kebersamaan, komunikasi, atraksi, dan berbagai tantangan kegiatan lain di Desa Wisata Tinalah.


wisata-keluarga-di-jogja-desa-wisata-tinalah
Kegiatan Wisata Keluarga di Jogja - Desa Wisata Tinalah


Wisata anak di Jogja sangat cocok di Dewi Tinalah, dengan kegiatan camping Jogja, anggota keluarga akan banyak kesempatan untuk melakukan aktivitas seru yang nanti akan menambah rasa kehangatan keluarga. Ibu Ayah dan anak bisa bersama-sama untuk mendirikan tenda, kegiatan ini bisa melatih kekompakan dan ketangkasan. 


Kegiatan Jelajah Sungai Tinalah dan Jelahan Alam

Kegiatan di Dewi Tinalah tidak hanya sekedar camping keluarga. Di sini wisata keluarga di Jogja juga menyediakan kegiatan jelajah sungai Tinalah dan jelahan alam. Dengan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan. Dengan jalan kaki juga bisa menimbulkan keseruan saat perjalanan di kegiatan jelajah ini.


Bersepeda Seru di Dewi Tinalah

Selain jelajah alam, di Dewi Tinalah sebagai tempat wisata keluarga di Jogja juga menyediakan paket wisata sepeda Jogja yang seru. Jalur berada di kawasan irigasi dan landscape Pegunungan Menoreh yang indah. Keseruan bersepeda Bersama keluarga menjadi pilih tepat selain kegiatan jelajah alam dan sungai.


Sajian kuliner Desa

Berwisata di desa wisata tidak lengkap rasanya tanpa sajian kuliner khas desa. Wisata Keluarga di Jogja Dewi Tinalah menyediakan paket kuliner desa dengan masakan khas desa. Berbagai masakan dengan tampilan kuliner desa dapat menjadi pengalaman seru untuk wisata keluarga Jogja di Desa Wisata Tinalah.


Terdapat nasi liwet yang enak untuk kegiatan sajian kuliner untuk keluarga. Dengan lauk dengan bumbu khas desa melengkapi penuh keseruan aktivitas kegiatan di desa wiasat. Bahkan wisatawan juga dapat ikut memasak sajian kuliner desa.


Demikian terkait dengan Pilihan Seru Wisata Keluarga di Jogja Kawasan Desa Wisata Tinalah. Semoga menjadi referensi kegaiatan untuk tempat wisata Jogja yang seru di Dewi Tinalah. Untuk Reservasi dapat klik Tombol WA di Web Dewi Tinalah ini.

4 Desa Wisata Yogyakarta Masuk 50 Terbaik Nasional 2021 Kemenparekraf RI

Dewi Tinalah Wisata Jogja - Di Ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Kemenparekraf telah mengumumkan 50 desa wisata terbaik di Indoneisa ADWI 2021. Terdapat 4 Desa Wisata Yogyakarta yang masuk dalam desa wisata terbaik di Indonesia.


4 Desa Wisata Yogyakarta Masuk 50 Terbaik Nasional Kemenparekraf RI
sumber foto - Desa Wisata Tinalah (50 besar desa wisata terbaik Indonesia)

4 Desa Wisata Yogyakarta Terbaik Nasional tersebut Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah - Kulon Progo), Desa Wisata Kakilangit Mangunan Bantul, Desa Wisata Sambi Sleman, dan Kampung Wisata Rejowinangun Yogyakarta.


Desa Wisata Tinalah - Kulon Progo

Desa wisata ini dikenal dengan nama Dewi Tinalah. Alamat di Desa Puroharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DI Yogyakarta. Desa wisata ini memilik ragam atraksi wisata meliputi kegiatan live in, wisata alam, susur sungai, Goa Sriti, Puncak Kleco, Situs Rumah Sandi Negara, Energi terbarukan dan berkelanjutan PLTMH, kawasan jalur speda Jogja Magelang, camping, makrab, outbound, gathering, kuliner desa, workshop, aneka oleh-oleh, homestay, paket sunrise dan sunset, dan kawasan pendidikan budaya dan lingkungan. Aktif dalam digitalisasi desa wisata secara berkelanjutan.


Desa Wisata Sambi - Sleman

Desa Wisata Sambi memiliki beragam potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi oleh wisatawan. Alamat Jl. Candi Ijo Km.2 Gunungsari, Desa Sambirejo, Kec. Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Potensi wisata berupa panorama alam Tebing Breksi, Watu Tapak, Kuliner, Paket Wisata, dan Balkondes terkenal dengan Amazing Race Tebing Breksi.


Desa Wisata Kakilangit Mangunan - Bantul

Desa wisata ini mengusun tema Desa Mandiri Berbudaya, Bernilai Tradisi & Filosofi. Alamat di Cempluk, Mangunan, Dlingo, Bantul Regency, Special Region of Yogyakarta. Desa wisata ini menawarkan view alam yang indah. Terdapat atrasi wisata berupa tradisi, seni budaya, kerajinan, wisata alam, outbond dan souvenir khas Kaki Langit.


Desa Wisata Rejowinangun - Yogyakarta

Desa Wisata ini dikenal dengan Kampung Wisata Rejowinangun. Alamat Jalan Jl Ki Penjawi No 37, Rejowinangun, Kec. Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kampung ini memiliki potensi wisata Kerajinan, Seni Budaya, Kuliner, Edukasi Agro, Souvenir, dan Sejarah.


Tahap 50 besar ini telah melewati kurasi dari 300 besar dan 100 besar desa wisata dari seluruh pendaftar sebanyak 1831 desa wisata di Indonesia dari 34 provinsi yang diumumkan melalui Jadesta.com.


Portal Jadesta merupakan situs yang dikelola Kemenparekraf sebagai ruang dan wadah informasi yang juga berfungsi untuk menyusun rencana pengembangan dan pengelolaan desa wisata di Indonesia.


Berikut ini daftar 50 Desa Wisata Terbaik Indonesia 2021 - Jadesta Kemenparekraf RI


Aceh
  • Desa Wisata Nusa, Kabupaten Aceh Besar

Sumatra Utara
  • Desa Wisata Huta Tinggi, Kabupaten Samosir
  • Desa Wisata Tipang, Kabupaten Humbang Hasundutan

Sumatra Barat
  • Desa Wisata Sungai Batang, Kabupaten Agam
  • Desa Wisata Kampuang Minang Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar
  • Desa Wisata Apar, Kota Pariaman
  • Desa Wisata Saribu Gonjong, Kabupaten Lima Puluh Kota

Sumatra Selatan
  • Desa Wisata Ekowisata Burai, Kabupaten Ogan Ilir

Riau
  • Desa Wisata Koto Mesjid, Kabupaten Kampar

Lampung
  • Desa Wisata Rigis Jaya, Kabupaten Lampung Barat

Banten
  • Desa Wisata Cikolelet, Kabupaten Serang
  • Desa Wisata Sukarame, Kabupaten Pandeglang

DKI Jakarta
  • Desa Wisata Pulau Untung Jawa, Kabupaten Kepulauan Seribu
  • Desa Wisata Perkampungan Budaya Betawi, Kota Jakarta Selatan

Jawa Barat
  • Desa Wisata Alamendah, Kabupaten Bandung
  • Desa Wisata Saung Ciburial, Kabupaten Garut
  • Desa Wisata Cisande, Kabupaten Sukabumi
  • Desa Wisata Gegesik Kulon, Kabupaten Cirebon
  • Desa Wisata Selasari, Kabupaten Pangandaran

Jawa Tengah
  • Desa Wisata Dieng Kulon, Kabupaten Banjarnegara
  • Desa Wisata Sangiran, Kabupaten Sragen
  • Desa Wisata Pandanrejo, Kabupaten Purworejo
  • Desa Wisata Cikakak, Kabupaten Banyumas
  • Desa Wisata Sumberbulu, Kabupaten Karanganyar
  • Desa Wisata Karanganyar, Kabupaten Magelang

Jawa Timur
  • Desa Wisata Kampung Blekok, Kabupaten Situbondo
  • Desa Wisata Sanankerto, Kabupaten Malang
  • Desa Wisata Kampung Majapahit Bejijong, Kabupaten Mojokerto
  • Desa Wisata Ranupani, Kabupaten Lumajang
  • Desa Wisata Serang, Kabupaten Blitar
  • Desa Wisata Tamansari, Kabupaten Banyuwangi

Yogyakarta
  • Desa Wisata Kakilangit Mangunan, Kabupaten Bantul
  • Desa Wisata Rejowinangun, Kota Yogyakarta
  • Desa Wisata Tinalah, Kabupaten Kulon Progo
  • Desa Wisata Dewi Sambi, Kabupaten Sleman

Bali
  • Desa Wisata Carangsari, Kabupaten Badung
  • Desa Wisata Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem

Nusa Tenggara Barat
  • Desa Wisata Sesaot, Kabupaten Lombok Barat
  • Desa Wisata Bonjeruk, Kabupaten Lombok Tengah
  • Desa Wisata Senaru, Kabupaten Lombok Utara

Nusa Tenggara Timur
  • Desa Wisata Detosoko Barat, Kabupaten Ende
  • Desa Wisata Wae Rebo, Kabupaten Manggarai

Sulawesi Selatan
  • Desa Wisata Kole Sawangan, Kabupaten Tana Toraja
  • Desa Wisata Ara, Kabupaten Bulukumba
  • Desa Wisata Lembang Nonongan, Kabupaten Toraja Utara

Sulawesi Tenggara
  • Desa Wisata Liya Togo, Kabupaten Wakatobi

Gorontalo
  • Desa Wisata Religi Bubohu Bongo, Kabupaten Gorontalo

Maluku
  • Desa Wisata Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara

Papua
  • Desa Wisata Kampung Yoboi, Kabupaten Jayapura

Papua Barat
  • Desa Wisata Arborek, Kabupaten Raja Ampat

Itu tadi 4 Desa Wisata Yogyakarta Terbaik di Indonesia dan 50 Daftar Desa Wisata Terbaik Indonesia 2021 Jadesta Kemenparekraf RI. Desa Wisata sebagai penggerak kebangkitan ekonomi nasional melalui desa-desa.

Desa Wisata Tinalah 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 Kemenparekraf

Dewi Tinalah Wisata Jogja - Desa Wisata Tinalah sebagai salah satu Desa Wisata Yogyakarta dan juga merupakan Desa Wisata Kulon Progo berhasil lolos tahap 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 Kemenparekraf. Dari 1831 desa wisata di seluruh Indonesia yang mendaftar dalam ajang tersebut.


Desa Wisata Tinalah 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 Kemenparekraf


Tahap tersebut merupakan tahapan krusial yang telah melewati proses kurasi yang begitu ketat dari para dewan juri Anugerah Desa Wisata 2021. Dilansir dari Jadesta bahwa Program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 merupakan upaya memulihkan perekonomian Indonesia, pada khususnya di bidang dan sektor industri pariwisata (desa wisata). Anugerah Desa Wisata 2021 nantinya juga bertujuan untuk menjadikan desa-desa wisata Indonesia sebagai destinasi wisata berkelas dunia dan berdaya saing.




Desa Wisata Tinalah perwakilan Desa Wisata Yogyakarta

Dewi Tinalah menjadi salah satu bagian dari 300 desa wisata yang lolos dalam Anugerah Desa Wisata Indonesia mewakili Desa Wisata Yogyakarta dan Desa Wisata Kulon Progo. Berikut desa wisata di Yogyakarta yang lolos:

Desa Wisata Kulon Progo

  • Desa Wisata Jatimulyo
  • Desa Wisata Tinalah
  • Desa Wisata Kalibiru

Desa Wisata Sleman

  • Desa Wisata Dewi Sambi
  • Desa Wisata Diro Sendangmulyo
  • Desa Wisata Gabugan

Desa Wisata Yogyakarta

  • Desa Wisata Rejowinangun
  • Desa Wisata Dewabroto

Desa Wisata Bantul

  • Desa Wisata Kakilangit Mangunan
  • Desa Wisata Patihan Goa Cemara
  • Desa Wisata Wukirsari

Desa Wisata Gunungkidul

  • Desa Wisata Bleberan


Desa Wisata Tinalah Masuk 300 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 Kemenparekraf Jadesta


Anugerah Desa Wisata 2021 terdapat 4 klasifikasi desa wisata dan 7 kategori penilaian desa wisata. 4 kategori desa wisata tersebut adalah desa wisata rintisan, desa wisata berkembang, desa wisata maju, dan desa wisata mandiri. 7 kategori desa wisata meliputi kategori desa wisata homestay, CHSE, toilet, souvenir, daya tarik wisata, desa digital, dan konten kreatif.


Baca Juga: Pedoman Desa Wisata 2021


Dalam tahun 2021, desa dari Sabang sampai Merauke di Indoensia, terdapat lebih dari 70.000 desa di Indonesia. Untuk mewujudkan desa wisata yang berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan (sustainable) agar Indonesia Bangkit, melalui program Augerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021, Kemenparekraf mempersembahkan 1.831 peserta desa wisata, yang telah mendaftar dari 34 provinsi di Indonesia di Web Jadesta. Jumlah ini lebih dari dua kali lipat dari target semula yang 700 desa wisata.


Setelah melalui kegiatan dan serangkaian proses tahap kurasi (pemilihan), berdasarkan penilaian dari tim dewan kurator terhadap 7 kategori penilaian, klasifikasi dan kelengkapan data yang ada di laman jadesta.com, terdapat 300 besar desa wisata, ADWI 2021. Data desa wisata di laman web jadesta.com, nantinya akan dijadikan ruang, wadah dan arah dalam upaya kegiatan penyusunan rencana pengembangan desa-desa wisata diIndonesia oleh Kemenparekraf RI. Desa wisata nantinya akan menjadi simbol kebangkitan ekonomi nasional, untuk Indonesia Bangkit!


Dengan adanya program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 sebagai cara pengembangan desa wisata yang fokus pada pengembangan pariwisata berkelanjutan dengan tiga aspek, yaitu desa wisata berkelanjutan, desa wisata dengan manfaat sosial lingkungan, dan desa wisata dengan manfaat ekonomi.



Asa Desa Wisata di Masa Pandemi

Sejak pandemi Covid-19 melanda dunia, termasuk Indonesia, industri pariwisata Tanah Air terpuruk. Bahkan, dampak pandemi terhadap pariwisata lebih dahsyat daripada serangan di Bali pada 2002. 



Namun, karena pandemi belum tiba, industri pariwisata belum pulih dari wabah Covid-19. Sulit diprediksi kapan akan berakhir. Menghadapi pandemi, hampir semua perusahaan perjalanan telah mengundurkan diri dan tidak berdaya. Industri pariwisata lumpuh.


Jumlah wisatawan dari dalam dan luar negeri menurun tajam di semua daerah. Tingkat hunian hotel kurang dari 10%, bahkan ada yang nol. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) adalah pilihan yang menyakitkan bagi pengusaha pariwisata.


Baca Juga: Statergi Pemasaran Desa Wisata di Masa Pandemi

Tidak hanya itu, pemandu wisata, biro perjalanan, restoran, pengrajin kecil dan seniman yang mendukung industri pariwisata juga merasakan industri lain yang terkena dampak penurunan pariwisata. Bahkan organisasi wisata mengibarkan bendera putih di daerah-daerah tertentu untuk menunjukkan penyerahan diri. 



Menanggapi kekhawatiran terhadap industri pariwisata tanah air, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Menparekraf, menyatakan bahwa industri pariwisata Indonesia sangat berharap kota wisata menjadi lokomotif perekonomian nasional. Perkembangan pariwisata di Indonesia Dalam mimpi buruk pariwisata domestik, desa wisata bisa menjadi tumpuan harapan.


Faktor pembangun desa wisata

Meski pandemi Covid19 belum menunjukkan tanda-tanda mereda, wisatawan tetap bisa berkunjung ke kota-kota wisata. Hal ini dikarenakan kota wisata berbeda dengan destinasi wisata lain yang biasanya banyak dikunjungi wisatawan: lingkungan yang segar, segar dan hijau.  


Kejenuhan tempat-tempat wisata dan tempat-tempat wisata yang sering dikunjungi, serta faktor kemacetan yang biasa terjadi di tempat-tempat favorit, akan menjadikan kota-kota wisata pilihan baru untuk berwisata. Oleh karena itu, sudah saatnya kota-kota pariwisata meningkatkan pariwisatanya. 


Baca Juga: Pedoman Desa Wisata - Ebook Terbaru

Manajer harus terus menerapkan standar Clean, Health, Safety and Environment (CHSE) untuk mencapai lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan berkelanjutan. Wisatawan sering memilih destinasi yang aman dan nyaman, dan Mr. ChSE telah menerapkannya dengan sangat baik. S Selain menerapkan CHSE, desa wisata juga harus melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan wilayahnya sendiri.


Jika memungkinkan, pengunjung juga bisa belajar tentang budaya dan seni serta berinteraksi dengan masyarakat desa. Manfaat atraksi budaya tidak hanya dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan, merevitalisasi dan melindungi budaya dan seni di desa, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan seniman.


Baca Juga: Program Vaksinasi untuk Pengelola Desa Wisata

Penguatan kelembagaan juga diterapkan pada pengembangan desa wisata, seperti melalui perusahaan desa (BUMDes), kelompok pemberdayaan keluarga (PKK) dan kelompok sadar wisata pedesaan (Pokdarwis). Pengembangan pariwisata di desa dapat direncanakan. Tanpa merusak lingkungan. 


Dengan penguatan BUMDes, masyarakat lokal dapat berinvestasi dalam pengembangan desa wisata. Kemudian peran PKK dalam pengembangan desa wisata juga diperlukan untuk meningkatkan potensi perempuan dalam pengembangan pariwisata di pedesaan. Rencana Sapta Pesona untuk desa wisata. Jangan lupa untuk mempromosikan kota pariwisata digital. 


Kota-kota wisata kini banyak dikunjungi wisatawan milenial, sehingga dibutuhkan sumber daya manusia untuk mengelolanya dengan strategi modern. Promosi kota wisata tidak hanya dengan cara tradisional, tetapi juga memiliki keunggulan tersendiri. Menggunakan jaringan sosial. 


Baca Juga: Paket Atraksi Edukasi Kunci Pengembangan Desa Wisata

Oleh karena itu, perlu dibentuk generasi Pesona Indonesia (GenPI) yang terdiri dari anak-anak pedesaan kecil yang akrab dengan dunia maya di desa. Belum jelas kapan pandemi Covid19 ini akan berakhir.


Meski demikian, wisatawan tetap perlu optimistis industri pariwisata bisa kembali berkembang. Oleh karena itu, perlu diambil langkah-langkah strategis untuk menjadikan pariwisata kembali menjadi pilar pemulihan ekonomi. Dan harapan ini terkonsentrasi di desa-desa wisata.

Dewi Tinalah Sabet Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021

Dewi Tinalah – Dinas Pariwisata Kulon Progo pada bulan Juli 2021 menyelenggarakan gelar ekonomi kreatif desa wisata Kulon Progo 2021. Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengembangkan potensi desa-desa wisata di Kulon Progo melalui sektor ekonomi kreatif.

 

Dewi Tinalah Sabet Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021

Dewi Tinalah melaksanakan Gelar Ekonomi Kreatif 2021 di kawasan Sekretariat Desa Wisata yang beralamat di Jl. Persandian Km5, Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DI Yogyakarta pata tanggal 10 Juli 2021. Pada gelar ekonomi kreatif ini menampilkan kesenian wayang wong, ingkung ndeso, berbagai macam kripik seperti kripik pegagan, pisang, gedebog (pelepah pisang), tempe sagu, dan lukisan batik. Semua produk di Dewi Tinalah adalah contoh ekonomi kreatif di Yogyakarta di kawasan desa wisata.

 

Baca Juga: Paket Wisata di Dewi Tinalah

Dari seluruh rangkaian penilaian dari dewan juri, Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) berhasil mendapatkan juara 2 dalam Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo. Penilaian ini mengedepankan orisinalitas, alur cerita, kreativitas, editing, dan konsep pengembangan ekonomi kreatif di desa wisata.


Terdapat tujuh desa wisata di Kulon Progo yang mengikuti Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo. Acara ini diikuti oleh Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah), Desa Wisata Nglinggo, Desa Wisata Banjaroya, Desa Wisata Jatimulyo, Desa Wisata Purwosari, Desa Wisata Kalibiru, Desa Wisata Segajih yang tersebar di kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan Kokap.


Urutan Penghargaan Gelear Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo

  • Desa Wisata Jatimulyo, Girimulyo (Juara 1)
  • Desa Wisata Tinalah / Dewi Tinalah, Samigaluh (Juara 2)
  • Desa Wisata banjaroya, kalibawang (Juara 3)
  • Desa Wisata Nglinggo, Samigaluh (Juara 4)
  • Desa Wisata Kalibiru, Kokap (Juara 5)
  • Desa Wisata Purwosari, Girimulyo (Juara 6)
  • Desa Wisata Segajih Hargotirto, Kokap (Juara 7)


Dalam acara penghargaan gelar ekonomi kreatif desa wisata Kulon Progo 2021 turut dihadiri oleh bupat dan wakil bupat Kulon Progo, H. Sutedjo dan Fajar Gegana. Dalam kesempatan ini, Bupati Kulon Progo menyampikan bahwa desa wisata harus mensinergikan potensi alam dan budaya untuk pengembangan desa wisata. Gerakan Sambanggo (Sambang Gisik/Pantai, Sambang Gawe/industri, Sambang Gunung) merupakan kesempatan setiap desa wisata untuk mengoptimalkan potensi dan daya kreativitas.


Riparda Kulon Progo dalam pengembangan sektor pariwisata Kulon Progo mengusung konsep pariwisata berbasis budaya berkelas dunia. Desa wisata di Kulon Progo perlu menguatkan potensi budaya yang ada di desa dengan menggali dan membuat story telling sehingga apik untuk ditampilkan.
 

Joko Mursito sebagai Kepala Dinas Pariwisata menyampaikan saat ini Kulon Progo telah ditetapkan sebagai kawasan GeoWisata sebagai pendukung wisata jogja terkini. Geowisata ini merupakan geoheritage kawasan gunung api purba yang membentang di kawasan Pegunungan Menoreh di Jatimulyo dan Samigaluh. 

 

Baca Juga: Ebook Panduan Desa Wisata dan Pokdarwisa


Dengan diselenggarakannya Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021 diharapakan menjadi pemantik dan semangat untuk desa wisata mengembangkan potensi yang ada dengan daya kreativitas dan bernilai ekonomi. Pemanfaatan TIK perlu digunakan untuk pengembangan ekonomi kreatif di desa-desa Kulon Progo seperti membuat konten kreatif yang dapat mengenalkan seluruh potensi desa wisata di Kulon Progo.


Demikian info mengenai Dewi Tinalah Sabet Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2021. Kegiatan ini menjadi keunggulan ekonomi di Yogyakarta dari desa. Semoga semakin banyak ekonomi kreatif di Jogja khusunya di Kulon Progo. Salam dari desa, desa berdaya Indonesia jaya!!!
 

Info Dewi Tinalah

Dapatkan informasi wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah – Dewi Tinalah melalui layanan WA maupun email yang terdapat di Kontak Dewi Tinalah. Paket wisata Kulon Progo di Dewi Tinalah diantaranya paket live in & education, camping, outbound, gathering, homestay, makrab, kuliner, workshop, studi desa wisata, bimtek pengembangan pemasaran desa wisata berkelanjutan. Hubungi kontak Dewi Tinalah untuk info selengkapnya.


Ebook - Buku Pedoman Desa Wisata Edisi II Tahun 2021

Ebook - Buku Pedoman Desa Wisata Edisi II Tahun 2021 merupakan panduan desa wisata yang memuat panduan penting. Panduan ini menjadi landasan filosofis yang mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan sekaligus pembangunan ekonomi pedesaan menjadi jawaban dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ebook Panduan ini memuat 2 panduan penting yaitu panduan desa wisata itu sendiri dan 10 langkah panduan pengembangan desa wisata hijau.


ebook - panduan dan pedoman pengembangan desa wisata edisi II tahun 2021


Download Ebook 

Dalam panduan desa wisata terdapat beberapa pembahasan seperti latar belakang, konsep pendekatan dan skema desa wisata, pengembangan desa wisata, strategi pengembangan desa wisata, penyelenggaraan desa wisata, desa wisata digital, desa wisata bahari, desa ramah perempuan dan peduli DERAP-PA, implementasi adaptasi baru, dan kisah sukses desa wisata di Indonesia.

Kemudian dalam Panduan Praktis 10 Langkah Mengembangankan Desa Wisata Hijau membahas tentang pariwisata sebagai instrumen membangun desa, adaptasi desa wisata di era kenormalan baru. 10 Langkah mengembangkan desa wisata hijau (DWH): membangun komitemen bersama, memetakkan potensi dan permasalahan desa, membentuk lembaga pengelola / memperkuat lembaga yang telah ada, meyusun rencana strategis (visi, misi, rencana kerja), mempersiapkan SDM desa wisata, menata lingkungan - sarana dan prasarana pendukung, memformulasikan branding desa wisata, menyusun paket wisata, melakukan pemasaran dan menjalin kemitraan, melakukan pemantauan dan evaluasi.


Panduan Desa Wisata ini sangat penting menjadi landasan bagi pengelola desa wisata, POKDARWIS, pemerintah desa, lembaga penelitian, dosen, dan mahasiswa, sebagai bahan referensi dan pedoman untuk melakukan kajian dan pengembangan desa wisata. Dapatkan ebook-panduan pengembangan desa wisata untuk berbagai bahan bacaan dan referensi.

Dewi Tinalah Sebagai Tempat Camping Kulon Progo Tarwarkan Paket Camping Keluarga Jogja

Dewi Tinalah – Sebagai salah satau tempat camping Kulon Progo, Desa Wisata Tinalah tidak hanya menjadi pilihan tempat camping untuk siswa sekolah di Jogja atau mahasiswa Jogja, tapi bisa juga untuk kegiatan camping seru untuk keluarga. Camping ground Jogja di Dewi Tinalah ini sangat cocok untuk pilihan keluarga melakukan kegiatan Wisata Jogja di Kawasan Pegunungan Menoreh Samigaluh Kulon Progo. Paket ini sering disebut Camping Keluarga Jogja di Dewi Tinalah.

 

Dewi Tinalah Sebagai Tempat Camping Kulon Progo Tarwarkan Paket Camping Keluarga Jogja
Tempat Camping Kulon Progo di Dewi Tinalah


Selain tempat camping di Bnatul, kegiatan camping di Waduk Sermo dengan kegiatan campervan waduk sermo, maupun Kawasan Wisata Gunungkidul, Kulon Progo menawarkan kegiatan camping Keluarga Jogja untuk berbagai kalangan di Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah).

Dewi Tinalah kini telah dikenal sebagai tempat camping Jogja oleh masyarakat, wisatawan, mahasiswa, dan berbagai komunitas. Lokasi ini masih di Kawasan camping di Jogja, di Jl Persandian Km 5. Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi ini dekat dengan Wisata Wates dan menjadi bagian penting dari tempat wisata Kulon Progo terbaru 2021.

 

Baca Juga:  Paket Camping Jogja 3 Hari 2 Malam – Camping Jogja di Dewi Tinalah

 

Lokasi tempat camping Kulon Progo ini juga dapat dijangkau dari Kawasan wisata Nanggulan Kulon Progo. Saat ini Dewi Tinalah menjadi tempat nongkrong Kulon Progo bagi sahabat wisata yang suka dengan aktivitas outdoor dengan cara camping. Dewi Tinalah juga menjadi lokasi wisata Kulon Progo dekat bandara, ini karena bandara baru Yogyakarta berada di Kulon Progo.

Kegiatan Camping Kulon Progo saat banyak terekspose di jagad maya karena masifnya penggunaan media sosial. Dengan mudah orang-orang membagikan keseruan di tempat camping Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah yang menawarkan camping ground luas di Kawasan pegunungan.

 

Fasilitas Tempat Camping Kulon Pogo di Dewi Tinalah

Sebagai pilihan paket camping keluarga Jogja, fasilitas tempat camping Kulon Progo di Dewi Tinalah sudah dilengkap dengan camping ground jogja yang luas, joglo, omahku, kamar mandi, toile, gazebo, tempat parkir, mushola, area bermain di alam terbuka. Selain itu sudah terdapat fasilitas layanan asuransi bagi wisatawan. Pengelola Dewi Tinalah akan dengan ramah memandu setiap kegiatan di area camping Jogja di Dewi Tinalah.

 

Baca Juga: Tempat Outbound Kulon Progo
 

Fasilitas yang ditawarkan menjadi fasilitas yang telah memenuhi untuk melakukan kegiatan  camping ground Jogja. Wisatawan yang datang tidak perlu kawatir dengan keamanan di Dewi Tinalah. Tempat camping Kulon Progo Dewi Tinalah sudah mempunyai layanan keamanan dari pengelola Dewi Tinalah.

Kegiatan camping Jogja di Dewi Tinalah merupakan salah satu paket wisata Jogja yang sudah terbukti banyak dipilih oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Tempat camping Kulon Progo di Dewi Tinalah juga sebagai paket liburan Jogja dan paket outbound di Jogja yang berbasis alam dan petualangan.

Mengapa memilih tempat camping Kulon Progo di Dewi Tinalah?

Sudah saatnya Anda Bersama keluarga, teman dan sahabat melakukan kemping di tempat camping Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah. Bagi Anda yang mau melakukan kegiatan camping keluarga Jogja, saatnya memilih paket liburan keluarga murah meriah di Dewi Tinalah. Pilih paket family tour terbaik di Dewi Tinalah.

Jika Anda mempunyai keluarga besar, tempat camping Kulon Progo menyediakan paket wisata family gathering Jogja dengan cara camping. Tidak hanya kegiatan camping, Anda nanti juga dapat memilih kegiatan experimental leraning dengan pilihan harga outbound di Jogja yang ramah di kantong.

 

Baca Juga: Wisatawan Mancanegara Minati Jelajah Alam di Desa Wisata Tinalah

 

Hubungi kami segera, pilih tempat camping Kulon Progo di Dewi Tinalah. Pilih harga paket family tour yang dapat memanjakan diri dan penuh rasa enjoy tinggal Bersama keluarga dengan kegiatan camping keluarga Jogja di Dewi Tinalah. Merasakan tinggal di desa  sebagai tempat camping Kulon Progo yang berada di Kawasan Pegunungan Menoreh. Kami tunggu kedatangan Anda di Dewi Tinalah 😊

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) – Banyak pertanyaan tentang pokdarwis, apa itu pokdarwis, dan bagaimanya syarat pembentukan pokdarwis. Ini penting diketahui oleh pihak-pihak yang akan mengembangkan potensi wisata di desa. Seperti apa pokdarwis dan peranannya dalam memetakan potensi wisata di desa. Peran apa nantinya untuk mengembangkan desa wisata.

 

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)



DOWNLOAD EBOOK

 

Dapatkan Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang akan memberikan wawasan untuk Anda dalam menjawab berbagai pertanyaan tentang pokdarwis, syarat pembentukan pokdarwis, proposal pokdarwis, struktur pokdarwis, Ad/art pokdarwis, SK pokdarwis, logo pokdarwis dan dana pokdarwis.


Baca juga: Pengertian Desa Wisata 


Kelompok Sadar Wisata disebut Pokdarwis adalah pelaksana Sadar Wisata yaitu suatu kondisi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu destinasi atau wilayah. Pokdarwis mempunyai tugas untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, melalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan unsur kenangan.

 

Tugas Pokdarwis

  • Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan Kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan Kepariwisataan di Daerah.
  • Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya Kepariwisataan di Daerah dan manfaatnya bagi pembangunan Daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
  • Memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di Kabupaten/Kota.

Fungsi Pokdarwis

  • Penggerak Sadar Wisata dan Sapta Pesona di lingkungan wilayah di destinasi wisata; dan
  • Mitra Pemerintah dan pemerintah Daerah, pemerintah Kabupaten/Kota dalam upaya perwujudan dan pengembangan Sadar Wisata di Daerah.

 

Semoga Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) bermanfaat untuk Anda. Dapatkan Ebook Panduan lainnya yang membahas tentang pengembangan Desa Wisata.

Kelas Digital Marketing >