Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Dewi Tinalah Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2022

Halo Sahabat Desa Wisata – Tahun 2022 Dewi Tinalah mengikuti gelar ekonomi kreatif desa wisata se-Kulon Progo. Tahun ini peserta desa wisata meningkat dari tahun sebelumnya, tahun ini terdapat 20 desa wisata yang mengikuti gelar pameran ekonomi kreatif desa wisata menebar pesona.


dewi-tinalah- juara-2-ekonomi-kreatif-kulon-progo

Bertempat di Yogyakarta International Airport, Dewi Tinalah menyajikan beragam produk ekonomi kreatif. Terdapat beberapa produk dari Desa Wisata Tinalah seperti  kuliner, fashion, kriya aplikasi developer, periklanan, fotografi,, video, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, desain interior, dan desain komunikasi visual.


Baca Juga


Galuh selaku ketua Desa Wisata Tinalah menyampaikan bahwa produk ekonomi kreatif di Dewi Tinalah saat ini berusaha untuk adaptif mengikuti perkembangkan TIK dan digitalisasi. Terdapat produk ekonomi kreatif seperti pengembangan aplikasi, web, dan periklanan digital. Selain itu pemuda desa saat ini benyak memanfaatkan media digital untuk pengembangan desain komunikasi visual untuk memasarkan produk-produ desa wisata.


Desa saat ini harus mampu untuk beradaptasi dan berakselerasi dengan adanya internet. Dengan pemanfaatan internet yang tepat ini dapat menjangkau secara global, personal dan sesuai dengan preferensi seseorang sehingga produk yang dikembangkan pun akan sesuai dengan minat seseorang, bisa dicustom sehingga menambah nilai ekonominya.


Baca Juga: Pemasaran Desa Wisata Melalui WhatsApp


Sektor ekonomi kreatif ini tentu masih banyak yang dapat dikembangkan di Dewi Tinalah. Produk yang kreatif akan selalu dikembangkan oleh Desa Wisata Tinalah untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif di desa yang makin baik dan berkembang sehingga memberikan kebermanfaatan untuk pertumbuhan ekonomi di desa.


Dewi Tinalah saat ini telah membuktikan pentingnya menggarap ekonomi kreatif di sektor digital. Banyak kesempatan untuk desa wisata bisa berkembang melalui sektor digital. Selain menjual produk secara langsung di media digital, desa wisata juga dapat mengembangkan asset digital di berbagai media.


Bagi Anda yang ingin belajar pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif desa dapat berkunjung ke Desa Wisata Tinalah. Anda dapat belajar pengembangan ekonomi kreatif di desa di sektor kuloner, kriya, maupun pemanfaatan media digital. Dewi Tinalah tahun 2021 dinobatkan sebagai desa digital oleh Kemenparekraf. Semangat bergerak dari desa.

Pariwisata Minat Khusus Desa Wisata Sebagai Wisata Alternatif

Banyak pengembangan parwisata di Indonesia yang memberikan dampak kebermanfaatan. Kali ini Dewi Tinalah akan membahas mengenai pariwisata minat khusus. Apa itu pariwisata minat khusus? Lalu apa hubungannya dengan desa wisata dan apakah desa wisata termasuk dalam ketegori pariwisata minat khusus? Tentu ini membutuhkan penjelasan secara lengkap. Dalam artikel ini Dewi Tinalah akan membahas secara lengkap mengenai pariwisata minta khusus.

pariwisata-minat-khusus-desa-wisata

Pariwisata minat khusus menjadi salah satu pariwisata alternatif yang dapat dipilih oleh wisatawan. Pariwisata alternative sekarang ini jadi trend untuk beberapa pelancong. Pariwisata alternative sebagai ide wisata yang lebih berteman dengan alam dan warga lokal, yang tidak dapat diperoleh saat bertandang ke tujuan wisata biasa.

Karenanya, beberapa paket wisata yang memprioritaskan budaya, alam, dan suatu hal yang unik dari wilayah tertentu sedang benar-benar disukai. Satu diantaranya dengan berkunjung desa wisata.

Pengertian Wisata Minat Khusus

Wisata minat khusus (Special Interest Tourism) Menurut Fandeli, (2002:107) adalah wujud pekerjaan dengan turis personal, kumpulan atau kelompok kecil yang memiliki tujuan buat belajar serta mengusahakan mendapat pengalaman terkait satu perihal di wilayah yang disinggahi.

Baca juga:

menurut Ismayanti (2010:155), pariwisata minat khusus adalah pariwisata yang menjajakan pekerjaan yang tak biasa dikerjakan oleh turis pada biasanya atau wisata yang butuh keterampilan khusus atau interes khusus buat mengerjakannya, serta tiap-tiap orang miliki keterampilan semasing. Menurut Read Hall serta Weiler (1992) …is travel for people who are going somewhere because they have a particular interest that can be pursued in a particular region or at a particular destination.

Special Interest Tourism atau ke bahasa Indonesia umum diketahui dengan istilah pariwisata minat khusus adalah macam pariwisata di mana turis mengerjakan perjalanan buat belajar serta mengusahakan memperoleh pengalaman anyar terkait sebuah hal di wilayah yang disinggahi. 

Sampai juga ada yang mengucapkan kalau tipologi dari wisata macam ini tak biasa, antimainstream, atau sampai aneh. Kenapa? Sebab kebanyakan wisata minat khusus begitu terjalin dengan kegemaran satu orang, populasi, atau didasarkan rasa mau tahu yang begitu tinggi.

Pariwisata minat khusus punya relevansi dengan perjalanan. Pelancong secara fisik bisa meletihkan, dan ada bagian halangan yang penting dijalankan, lantaran wujud pariwisata ini lebih banyak ada di wilayah terisolasi, antara lain : kesibukan treking, hiking, pendakian gunung, rafting di sungai, dan yang lain (Fandeli 2000). 
Ada sekian banyak syarat-syarat menurut Fandeli dalam Sudana (2013), yang bisa digunakan jadi petunjuk dalam menentukan satu wujud wisata minat khusus ialah : 1) Learning, pariwisata yang fundamental pada bagian belajar; 2) Rewarding, pariwisata yang masukkan bagian pemberian penghargaan; 3) Enriching, pariwisata yang masukkan kesempatan berlangsungnya pengkayaan pengetahuan di antara pelancong dengan orang; 4) Adventuring, pariwisata yang didesain dan dibuntel maka dari itu terjadi wisata perjalanan.

Kegiatan wisata minat khusus mencakup kegiatan kemping (famili camp, Educamp, dls), penjelajahan (adventure), Journey, penelusuran (seperti jelajahi air terjun, tracking rimba, susur sungai, dan lainnya), ekowisata, wisata desa, dan yang lain. Wisata minat khusus dilaksanakan pada tujuan alam yang asri, di mana mayoritas objeknya ada dikawasan pegunungan, pantai, perdesaan dengan pendekatan servis yang khusus (privacy).

Kemajuan pariwisata minat khusus sesungguhnya pun searah dengan kemajuan lifestyle manusia maka tampil beberapa istilah anyar seperti culinary tourism, halal tourism, dark tourism, Tolkien tourism (mendatangi posisi film Lord of The Rings), drug tourism, getto tourism, serta masihlah banyak kembali. 

Wisata minat khusus sampai diindikasikan berlangsung pergesekan arah pariwisata di 2017, dari wisata massal tuju wisata opsi atau wisata minat khusus dengan skema wisata yang mengedepankan pada hal penghayatan serta penghargaan lebih kepada hal kelestarian alam, lingkungan, serta budaya (enviromentally and cultural sensitives).

Baca Juga: Konsep Desa Wisata yang Wajib Diketahui

Pada biasanya turis minat khusus punya motivasi serta keinginantahuan yang tinggi kepada sebuah hal buat didalami serta dituruti / dilalui maka mendatangkan pengalaman anyar dalam pekerjaannya berpariwisata.

Ada dua kumpulan turis dalam kegiatan wisata minat khusus, ialah kumpulan yang berkehendak sekedar coba kegiatan anyar. Di kumpulan ini, kendala keikutsertaan bakal condong pada tingkat mudah hingga di menengah. Serta yang ke-2 , yaitu kumpulan yang menyaksikan keterlibatannya dalam wisata minat khusus selaku maksud atau motivasi sangat dalam untuk pemenuhan atas kepentingan kesan seseorang turis dalam pekerjaan berpariwisata, maka keikutsertaan turis dalam kumpulan ini bakal condong lebih aktif dan menuju di tingkat kendala yang makin tinggi.

Munculnya Parwisiata Minat Khusus

Imbas dari pembangunan pariwisata massal dan kegiatannya pada sumber daya manusia bisa menyebabkan kemunduran nilai-nilai sosial budaya, nilai-nilai kepribadian, atau komersilisasi adat. Begitu juga dampaknya pada sumber daya alam, pembangunan wisata massal akan berpengaruh pada pindah peranan tempat dari bidang pertanian ke bidang pariwisata, berlangsungnya pencemaran lingkungan, dan berlangsungnya kerusakan lingkungan dan ekosistem.

Imbas negatif itu dikarenakan oleh peningkatan pariwisata massal yang hanya dilaksanakan dengan pendekatan ekonomi, dan pariwisata disiapkan sebagai instrument untuk tingkatkan penghasilan keuangan sebuah instansi semata-mata.

Berlainan dengan itu, dalam wisata minat khusus pembangunan pariwisata harus berdasar pada persyaratan kebersinambungan, bisa disokong secara ekologis dalam waktu lama, pantas secara ekonomi, dan adil secara norma dan sosial untuk warga di tempat.
Pembangunan terus-menerus dalam wisata khusus diintegrasikan dengan lingkungan alam, budaya dan manusia, dengan arah supaya bidang pariwisata sanggup memberi keberkahannya pada alam, peradaban sosial, dan aktor wisata tersebut. 

Salah satunya program wisata garapan pemerintahan yang ke arah pada peningkatan wisata minat khusus dan ramah yakni dengan ditenarkannya ide desa wisata dan wisata di pedesaan. Ide desa wisata memprioritaskan autentisitas sehari-harinya desa yang dibungkus jadi tujuan-destinasi unik dengan pemberian fokus pada penyuguhan pengalaman yang lain dengan kehidupan riil beberapa pelancong.

Mengapa Wisata Minat Khusus?

Ditandai berlangsungnya pergesekan fokus pariwisata di tahun 2017, dari wisata massal ketujuan wisata preferensi atau wisata minat khusus dengan skema wisata yang tekankan terhadap unsur penghayatan dan penghargaan lebih kepada unsur kelestarian alam, lingkungan dan budaya (enviromentally and cultural sensitives). 

Kesadaran kepada daya pikat Indonesia oleh komunitas-komunitas orang di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata (ODTW) berbentuk kemegahan lanscape alam, keanekaan seni, budaya dan rutinitas istiadat orang yang diurus secara ramah dan dipertunjukkan geliat kepariwisataannya dengan menjajakan perjalanan-perjalanan wisata minat khusus kepada pasar pariwisata sebagai satu diantaranya bagian yang mempunyai pengaruh berlangsungnya pergesekan fokus pariwisata, kecuali kejenuhan pelancong tersebut kepada wisata produksi yang bercirikan wisata massal.

Oleh beberapa grup, pariwisata massal diliat berkesempatan mengakibatkan kemerosotan juga distraksi atas lingkungan, baik lingkungan alam atau lingkungan budaya dan sosial. Tidak serupa dengan rencana wisata minat khusus yang bisa lebih banyak menitik beratkan di wisata yang ramah kepada alam, komunitas sosial dan budaya di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata, dan rata-rata "wisata massal lebih bertujuan mendapati keuntungan secara ekonomi semata-mata dengan mengutamakan metode ekonomi kapitalistik".

Baca Juga: Perencanaan Desa Wisata dalalm Sektor Pariwisata

Wilayah wisata massal yang dibangun atau pelayannya bisa lebih banyak menyediakan selingan yang bisa menyimpan kemampuan pengunjung bisa lebih banyak tiada perhitungkan efek negatif kepada lingkungan atau sosial. Menurut Kodhyat (1997:75) dalam buku Tourism Technology and Competitive Siasates sebutkan jika "pariwisata massal jadi pariwisata kekinian atau formal, di mana type pariwisata ini punyai tanda-tanda ialah kesibukan wisata sejumlah besar (Mass Tourism), beberapa dibuntel dalam unit paket wisata, pembangunan tempat dan layanan kepariwisataan bertaraf besar dan lux membutuhkan sejumlah tempat yang dirasa penting dan membutuhkan tanah yang lumayan luas.

Oleh beberapa grup, pariwisata massal diliat berkesempatan mengakibatkan kemerosotan juga distraksi atas lingkungan, baik lingkungan alam atau lingkungan budaya dan sosial. Tidak serupa dengan rencana wisata minat khusus yang bisa lebih banyak menitik beratkan di wisata yang ramah kepada alam, komunitas sosial dan budaya di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata, dan rata-rata "wisata massal lebih bertujuan mendapati keuntungan secara ekonomi semata-mata dengan mengutamakan metode ekonomi kapitalistik".

Dalam wisata minat khusus dan atau wisata ramah, pembangunan pariwisata mesti menurut persyaratan kesinambungan, bisa ditopang secara ekologis dalam waktu lama, wajar secara ekonomi, adil secara formalitas dan sosial untuk orang di tempat. Pembangunan berkepanjangan dalam wisata khusus diintegrasikan dengan lingkungan alam, budaya dan manusia mesti bisa berikan keberkahannya kepada alam, komunitas sosial dan pelaksana wisata tersebut.

Liburan dengan jenre wisata minat khusus ialah sebuah jalan keluar buat lupakan kekhawatiran dan ketakutan dan mendatangkan rasa berbahagia dan senang. Wisata minat khusus sebagai salah satunya wisata yang bisa memberi rasa nyaman dan aman baik pada objek tujuan atau dalam kegiatan wisatanya pada periode new normal, ini karena :

Hubungan dalam wisata minat khusus memiliki sifat privacy, yakni tidak mengikutsertakan beberapa orang baik pada objek tujuan wisata atau di saat aktivitas wisata. Seumpama pada aktivitas kemping keluarga (dengan ambil contoh kasus di teritori pariwisata curug panjang), di mana tiap keluarga mempunyai zone camping tertentu yang tidak bersatu dengan keluarga yang lain, dan sepanjang camping cuman diatasi cuman oleh 2 orang untuk optimal 15 orang pada sebuah barisan keluarga, satu untuk menfasilitasi fasilitas dan satunya kembali untuk.

Wajib Baca: 3 Hal Penting dalam Pengembangan Pariwisata

Mayoritas objek untuk aktivitas wisata minat khusus ada di lingkungan pegunungan dan rimba yang jarang-jarang tersentuh oleh kegiatan manusia. Dengan ambil contoh di teritori Taman Nasional Gunung Halimun dan teritori pariwisata Curug Panjang, di mana pada kegiatan jelajahi air terjun dan penilaian burung (birdwatching), air terjun dan beberapa spot burung untuk dilihat terletak ada di dalam rimba. begitu juga dengan kegiatan raffeling, tracking rimba, susur sungai, dls.

Tujuan untuk kegiatan wisata minat khusus mempunyai lingkup teritori yang luas dengan sedikit orang yang berhubungan di dalamnya.

Desa Wisata Sebagai Pariwisata Minat Khusus

Desa wisata sebagai sisi dari peningkatan pariwisata terus-menerus dan menjadi satu diantara program Pemerintahan Republik Indonesia yang diharap bisa percepat kebangunan pariwisata dan memacu kemajuan ekonomi.

Wisata minat khusus dan ramah yakni dengan di terkenalkan nya ide desa wisata dan wisata di perdesaan. Desa wisata ialah satu wujud integratif di antara pertunjukan, fasilitas dan sarana simpatisan yang dihidangkan pada suatu susunan kehidupan warga yang bersatu dengan tata langkah dan adat yang berjalan. 

Ide Desa Wisata mempunyai 2 elemen khusus yaitu elemen pertunjukan, di mana semua kehidupan sehari-harinya warga di tempat dan seting fisik lokasi desa yang berpeluang terjadi nya hubungan aktif di antara pelancong dengan warga di tempat, dan elemen ke-2  ialah fasilitas, yakni beberapa dari rumah beberapa warga di tempat dan atau unit-unit yang berkembang atas ide rumah warga bisa dipakai oleh pelancong yang lakukan berliburnya di Desa Wisata.

Tetapi tidak tiap desa bisa menjadi desa wisata, karena sedikitnya dibutuhkan 3 elemen untuk membuatnya. Elemen pertama dengan menyaksikan kekuatan wisata yang ada. Di sini piranti desa harus mempunyai pangkalan data yang terang berkenaan tempat, lokasi, wilayah dan bagaimana ekosistem yang bisa menolong peningkatan tujuan wisata nanti.

Elemen selanjutnya dengan menyaksikan minat dan persiapan warga pada peningkatan tujuan wisata di tempat. Desa wisata akan berkembang bila diatur oleh desa tersebut, keperluan akan organisasi yang khusus mengurus desa wisata diperlukan supaya terus-menerus dan mengikutsertakan faksi yang tentukan arah desa wisata.

Pada intinya, desa wisata tawarkan pengalaman mengenai bagaimana hidup di desa bersama warga di tempat, turut turut serta dalam beragam tipe kegiatan warga pedesaan, yang esensial atau teknikal pastilah berlainan dengan kehidupan sehari-hari beberapa pelancong. Turunan tehnis dari ide wisata pedesaan ialah kehadiran usaha homestay, beberapa acara pedesaan, dan kesempatan beberapa produk pedesaan untuk berkembang, seperti kerajinan desa dan kulineran desa.

Sampai di sini, dapat kita mengambil ringkasan jika wisata desa pada terutamanya, dan wisata minat khusus secara umum, dapat menjadi satu diantara ide yang hendak bawa pemerataan di bidang pariwisata di mana warga desa dan aktor UMKM desa dapat turut nikmati kue ekonomi pariwisata yang mekar seperti kita tonton ini hari. Karena itu, pemerintahan sebenarnya perlu selekasnya lakukan pengidentifikasian perubahan pariwisata minat khusus ini, lalu memetakkan keunggulan dan imbas positif peningkatan tujuan wisata khusus yang ada.

Seterusnya, pemerintahan dapat memperoleh info mendalam mengenai praktik-praktik terbaik dalam pengendalian tujuan wisata khusus untuk selanjutnya jadi guidelines dan patokan untuk calon-calon tujuan wisata khusus pada tempat lain. Dan, yang lebih bernilai, dengan hasil analisis itu pemerintahan juga dapat mengenali kesempatan-peluang interferensi peraturan untuk peningkatan selanjutnya dari wisata minat khusus secara masif (nasional).

Download Ebook: Kumpulan Ebook Desa Wisata

Searah dengan Aturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015, peningkatan wisata berbasiskan perdesaan (desa wisata) dapat gerakkan rutinitas ekonomi pariwisata di perdesaan yang bisa menghalang urbanisasi orang desa ke kota.

Peningkatan wisata perdesaan dapat menggerakkan konservasi alam (rentang alam, persawahan, sungai, danau) yang pada gilirannya dapat beresiko mereduksi pemanasan global. Program desa wisata lagi tumbuh jadi pariwisata preferensi dikehendaki bisa berikan peran yang positif buat peningkatan orang.

Desa Wisata Tinalah hadir sebagai salah satu pariwisata minat khusus dengan konsep desa wisata. Wisatawan dapat menikmati ragam pilihan kegiatan wisata dengan cek paket yang ada di Dewi Tinalah.

Pembangunan Pariwisata Melalui Desa Wisata Bukti Nyata Dewi Tinalah

Salah satu upaya untuk mewujudkan pembangunan ekonomi adalah melalui pariwisata. Desa saat ini memiliki kesempatan yang luarbiasa dengan adanya dana desa dan program desa wisata. Upaya ini untuk pembangunan pariwisata melalui desa wisata. Ini yang menjadi fokus dalam rangkaian Anugerah Desa Wisata Indonesia.


Pembangunan Pariwisata Melalui Desa Wisata Bukti Nyata Dewi Tinalah
Dewi Tinalah Wujud Nyata Pembangunan Pariwisata di Desa

Searah dengan maksud pembangunan kepariwisataan, Pemerintahan meningkatkan desa wisata yang memiliki tujuan buat mempertingkat perkembangan ekonomi, kesejahteraan rakyat, meniadakan kemiskinan, menanggulangi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan serta sumber daya, dan lebih memajukan kebudayaan.


Baca Juga: Pengertian parwisata Pedesaan


Peningkatan desa wisata pun adalah satu diantara wujud kecepatan pembangunan desa secara terintegrasi buat memajukan perubahan sosial, budaya, serta ekonomi desa. Sebab itu, tiap-tiap wilayah serta desa penting mengamati kemampuan yang dipunyainya buat diangkat serta ditingkatkan biar memberinya nilai makin kegunaan dan menciptakan daya produksi yang tinggi buat mempertingkat kesejahteraan penduduk di tempat.


"Atas nama Bapak Presiden, saya menilai penyelenggaraan Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 selaku kesempatan baik memajukan geliat peningkatan desa wisata terutama dalam rencana Rekondisi Ekonomi Nasional," kata Menteri Koordinator Bagian Ekonomi Airlangga Hartarto dalam sambutannya jadi wakil Presiden RI di acara "Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021" yang digelar oleh Kementerian Pariwisata serta Ekonomi Inovatif/Tubuh Pariwisata serta Ekonomi Inovatif, di Selasa (7/12).


Acara ADWI diinginkan bisa jadi fasilitas promo kemampuan desa wisata di Indonesia buat turis dalam negeri serta mancangera, dan bisa beri motivasi Pemerintahan Desa serta Pemerintahan Wilayah di semuanya Indonesia agar dapat meningkatkan desa-desa wisata anyar selaku pengungkit ekonomi desa serta wilayah, yang selanjutnya bakal memajukan perkembangan ekonomi nasional.


Sejumlah 1.831 desa wisata dari 34 propinsi di semuanya Indonesia yang udah ikut serta mendaftarkan serta jadi peserta di tempat ADWI 2021. Dari jumlahnya itu, tersaring 50 besar desa wisata terhebat yang mendapat penghargaan waktu malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dalam mengaktualkan desa wisata berkwalitas dunia, mempunyai daya saing, serta berkesinambungan.


Bagian pariwisata selaku satu diantara pendorong perkembangan ekonomi Indonesia diinginkan bisa mempertingkat jumlah perjalanan turis luar negeri, perjalanan turis nusantara, penambahan pendapatan devisa dari bagian pariwisata, peresapan tenaga kerja pariwisata, serta peningkatan index daya saing pariwisata indonesia di ranah global.


"Saya pun memajukan biar peningkatan desa wisata untuk tetap digabungkan dengan usaha peningkatan 10 Tempat Pariwisata Fokus tergolong 5 Tempat Pariwisata Super Prioritas (DPSP) maka bisa bertambah memperlebar kegunaan ekonomi peningkatan tempat pariwisata buat penduduk lokal," tandas Menko Airlangga.


Baca Juga: Konsep Desa Wisata


Ikut ada dalam hajatan Malam ADWI 2021 antara lain Menteri Pariwisata Ekonomi Inovatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Wilayah Ketinggal serta Transmigrasi RI Budie Arie Setiadi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, banyak Bupati serta Wakil Bupati, dan banyak Kepala Desa serta Petinggi Di tempat dari 50 Desa Wisata. (ag/fsr)


Dalam kesempatan ini, Dewi Tinalah menjadi 50 Besar Desa Wisata Terbaik Indonesia (ADWI) dan mendapatkan juara sebagai penerima augerah desa wisata digital. Upaya ini untuk mewujudkan paradigma pariwisata dengan adopsi teknologi dengan sehingga SDM, Produk Wisata dan Promosi akan optimal. 

Daftar Desa Wisata Terbaik di Dunia 2021 Versi UNWTO

Pariwisata Desa (Desa Wisata) oleh UNWTO (World Tourism Organization) inisiatif diluncurkan untuk memajukan peran pariwisata dalam menjaga desa-desa, bersama dengan lanskap mereka, keanekaragaman alam dan budaya, dan nilai-nilai lokal dan kegiatan, termasuk keahlian memasak lokal.


Daftar Desa Wisata Terbaik di Dunia 2021 Versi UNWTO


Sebanyak 44 desa dari 32 negara di lima wilayah dunia diberikan pengakuan pada tahun 2021. Semuanya menonjol karena sumber daya alam dan budayanya serta tindakan dan komitmen inovatif dan transformatifnya terhadap pengembangan pariwisata sejalan dengan yang Berkelanjutan Development Goals (SDGs).


Desa-desa dievaluasi oleh Dewan Penasihat independen berdasarkan seperangkat kriteria yang mencakup sembilan bidang:

  • Budaya dan Sumber Daya Alam
  • Promosi dan Konservasi Sumber Daya Budaya
  • Keberlanjutan Ekonomi
  • Keberlanjutan Sosial
  • Ketahanan lingkungan
  • Potensi dan Pengembangan Pariwisata dan Integrasi Rantai Nilai
  • Tata Kelola dan Prioritas Pariwisata
  • Infrastruktur dan Konektivitas
  • Kesehatan, Keselamatan dan Keamanan


Semua 44 desa yang dipilih mencetak total 80 poin atau lebih atau lebih dari kemungkinan 100.


Pariwisata sebagai penggerak pembangunan dan inklusi pedesaan

“Pariwisata dapat menjadi pendorong kohesi dan inklusi sosial dengan mempromosikan distribusi manfaat yang lebih adil di seluruh wilayah dan memberdayakan masyarakat lokal,” kata Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili. “Inisiatif ini mengakui desa-desa yang berkomitmen untuk menjadikan pariwisata sebagai pendorong yang kuat bagi pembangunan dan kesejahteraan mereka”.


Desa Wisata Terbaik oleh inisiatif UNWTO mencakup tiga pilar:  


  • Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO' : Mengakui desa yang merupakan contoh luar biasa dari tujuan wisata pedesaan dengan aset budaya dan alam yang diakui, yang melestarikan dan mempromosikan nilai, produk, dan gaya hidup berbasis masyarakat dan pedesaan dan memiliki komitmen yang jelas terhadap inovasi dan keberlanjutan dalam segala aspeknya – ekonomi, sosial dan lingkungan.
  • Program Peningkatan 'Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO' : Program Peningkatan akan menguntungkan sejumlah desa yang tidak sepenuhnya memenuhi kriteria untuk menerima pengakuan. Desa-desa ini akan menerima dukungan dari UNWTO dan Mitranya dalam meningkatkan elemen area yang diidentifikasi sebagai celah dalam proses evaluasi.
  • Jaringan 'Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO': Jaringan ini akan menyediakan ruang untuk bertukar pengalaman dan praktik yang baik, pembelajaran, dan peluang. Ini akan mencakup perwakilan dari desa-desa yang diakui sebagai 'Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO' , desa-desa yang berpartisipasi dalam Program Peningkatan, serta para ahli, mitra sektor publik dan swasta yang terlibat dalam promosi pariwisata untuk pembangunan pedesaan.


Sebanyak 174 desa diusulkan oleh 75 Negara Anggota UNWTO (setiap Negara Anggota dapat menghadirkan maksimal tiga desa) untuk inisiatif percontohan 2021. Di antaranya 44 Desa Wisata Terbaik oleh UNWTO. 


20 desa lainnya akan mengikuti Program Peningkatan Inisiatif. Semua 64 desa masuk untuk menjadi bagian dari Jaringan Desa Wisata Terbaik UNWTO. Edisi berikutnya akan dibuka pada Februari 2022.


Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021:

  • Bekhovo, Russian Federation
  • Bkassine, Lebanon
  • Bojo, Philippineshe
  • Caspalá, Argentina
  • Castelo Rodrigo, Portugal
  • Cuetzalan del Progreso, Mexico
  • Cumeada, Portugal
  • Gruyères, Switzerland
  • Batu Puteh , Malaysia
  • Kaunertal, Austria
  • Le Morne, Mauritius
  • Lekunberri, Spain
  • Maní, Mexico
  • Misfat Al Abriyeen, Oman
  • Miyama, Japan
  • Mokra Gora, Serbia
  • Morella, Spain
  • Mustafapaşa, Turkey
  • Nglanggeran, Indonesia
  • Niseko, Japan
  • Nkotsi Village, Rwanda
  • Old Grand Port, Mauritius
  • Olergesailie, Kenya
  • Ollantaytambo, Peru
  • Pano Lefkara, Cyprus
  • Pica, Chile
  • Pochampally, India
  • Puerto Williams, Chile
  • Radovljica, Slovenia
  • Rijal Alma'a, Kingdom of Saudi Arabia
  • Testo Alto, Brazil
  • Saas Fee, Switzerland
  • San Cosme y Damián, Paraguay
  • San Ginesio, Italy
  • Sidi Kaouki, Morocco
  • Solčava, Slovenia
  • Soufli, Greece
  • Taraklı, Turkey
  • The Purple Island, Republic of Korea
  • Ungok Village, Republic of Korea
  • Valposchiavo, Switzerland
  • Wonchi, Ethiopia
  • Xidi, China
  • Yucun, China


Selain itu, UNWTO akan bekerja dengan desa-desa berikut yang berpartisipasi dalam Program Peningkatan:

  • Ordino, Andorra
  • Khinalig, Azerbaijan
  • Koprivshtitsa, Bulgaria
  • Kaštelir Labinci, Croatia
  • Agros, Cyprus
  • Fuwah, Egypt
  • Western Samos, Greece
  • Hollókő, Hungary
  • Biei, Japan
  • Capulálpam de Méndez, Mexico
  • Godinje, Montenegro
  • Gornja Lastva, Montenegro
  • Oukaimeden, Morocco
  • Barangay Tenani, Philippines
  • Gasura, Rwanda
  • Gostilje, Serbia
  • Gorenja Vas, Slovenia
  • Cantavieja, Spain
  • Bo Suak, Thailand
  • Ruboni, Uganda


Itu tadi Daftar Desa Wisata Terbaik di Dunia 2021 Versi UNWTO. Perwakilan Indonesia di Desa Wisata Terbaik di Dunia adalah Desa Wisata Nglanggeran Yogyakarta. Dari Desa Wisata Tinalah sekitar 1,5 jam, bisa ditempuh dengan berbagai jenis kendaraan.

Pariwisata adalah: Pengertian, Karakteristik, Manfaat, dan Promosi

Pariwisata adalah: Pengertian, Karakteristik, Manfaat, dan Promosi akan dibahas lengkap di artikel ini. Pariwisata adalah fenomena sosial, budaya, dan ekonomi yang melibatkan perpindahan orang ke negara atau tempat di luar lingkungan biasanya untuk tujuan pribadi atau bisnis/profesional. 


Pariwisata adalah: Pengertian, Karakteristik, Manfaat, dan Promosi
Pariwisata Pedesaan - Desa Wisata Tinalah Yogyakarta

Pariwisata adalah salah satu industri dengan pertumbuhan tercepat di dunia dan merupakan penghasil devisa dan lapangan kerja utama bagi banyak negara. Ini adalah salah satu fenomena ekonomi dan sosial yang paling luar biasa.


Dunia 'tur' berasal dari kata Latin tornus, yang berarti 'alat untuk membuat lingkaran'. Pariwisata dapat didefinisikan sebagai perpindahan orang dari tempat tinggal normal mereka ke tempat lain (dengan maksud untuk kembali) untuk jangka waktu minimal dua puluh empat jam sampai maksimal enam bulan untuk tujuan rekreasi dan kesenangan semata.


Menurut WTO (1993) “Pariwisata meliputi kegiatan orang yang bepergian dan tinggal di tempat-tempat di luar lingkungan mereka yang biasa selama tidak lebih dari satu tahun berturut-turut untuk liburan, bisnis, dan tujuan lain.”


Konferensi Roma tentang pariwisata pada tahun 1963 mendefinisikan pariwisata sebagai 'kunjungan ke negara selain negaranya sendiri atau di mana seseorang biasanya tinggal dan bekerja'. Definisi ini, bagaimanapun, tidak memperhitungkan pariwisata domestik, yang telah menjadi penghasil uang dan pekerjaan penting bagi industri perhotelan.


UNWTO mendefinisikan wisatawan sebagai 'orang yang melakukan perjalanan ke dan tinggal di tempat di luar lingkungan biasa mereka selama tidak lebih dari satu tahun berturut-turut untuk liburan, bisnis, dan tujuan lain yang tidak terkait dengan pelaksanaan kegiatan yang dibayar dari dalam tempat yang dikunjungi'.


Menurut Tourism Society of Britain , “pariwisata adalah perpindahan orang-orang sementara dalam waktu singkat ke tempat tujuan di luar tempat di mana mereka biasanya tinggal, bekerja; dan aktivitas selama mereka tinggal di destinasi tersebut.” Definisi ini mencakup pergerakan orang untuk semua tujuan.


Orang-orang ini disebut pengunjung (yang dapat berupa turis atau ekskursi; penduduk atau bukan penduduk) dan pariwisata berkaitan dengan kegiatan mereka, beberapa di antaranya melibatkan pengeluaran pariwisata.


Berbagai jenis pariwisata dapat dikenali tergantung pada lama tinggal, moda transportasi yang digunakan, jarak tempuh, tujuan perjalanan dan harga yang dibayarkan oleh wisatawan. Secara garis besar, ada empat jenis pariwisata utama yaitu: (i) pariwisata internasional, (ii) pariwisata domestik, (iii) pariwisata jarak jauh, dan (v) pariwisata jarak pendek.


Pariwisata Domestik: Pariwisata domestik terdiri dari kegiatan-kegiatan pengunjung yang menetap di negara acuan, baik sebagai bagian dari perjalanan pariwisata domestik atau bagian dari perjalanan pariwisata keluar.


Pariwisata Domestik - Kegiatan pariwisata masyarakat di dalam negeri sendiri dikenal dengan pariwisata domestik . Bepergian dalam negara yang sama lebih mudah karena tidak memerlukan dokumen perjalanan formal dan formalitas yang membosankan seperti pemeriksaan kesehatan wajib dan penukaran valuta asing. Dalam pariwisata domestik, seorang pelancong umumnya tidak menghadapi banyak masalah bahasa atau masalah pertukaran mata uang.


Ini berkaitan dengan perjalanan di dalam negeri. Itu tidak memerlukan paspor dan visa atau konversi satu mata uang ke mata uang lain. Pariwisata domestik memiliki cakupan yang lebih besar di negara-negara berdimensi besar seperti India dibandingkan dengan negara-negara kecil. Dari sudut pandang geografis, pariwisata domestik dapat berkisar dari perjalanan lokal, perjalanan regional hingga perjalanan tingkat nasional.


Berdasarkan tujuan wisata atau motif wisatawan, pariwisata dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu (a) wisata minat bersama, (b) wisata liburan, dan (c) wisata bisnis. Dalam hal pariwisata kepentingan bersama, tujuan berkunjung dan orang yang dikunjungi sama.


Pariwisata internasional: Pariwisata internasional terdiri dari pariwisata masuk dan pariwisata keluar, yaitu, kegiatan pengunjung residen di luar negara referensi, baik sebagai bagian dari perjalanan pariwisata domestik atau outbound dan kegiatan pengunjung non-residen di dalam negara referensi. pada perjalanan wisata inbound.


Pariwisata Internasional - Ketika orang mengunjungi negara asing, itu disebut sebagai Pariwisata Internasional . Untuk bepergian ke luar negeri, seseorang memerlukan paspor, visa, dokumen kesehatan, valuta asing, dll yang masih berlaku.


Pariwisata Internasional: Seorang turis internasional melintasi batas-batas banyak negara, menggunakan mata uang yang berbeda, menghadapi bahasa yang berbeda dan bertemu dengan berbagai jenis orang. Biasanya pariwisata internasional melibatkan jarak yang lebih jauh meskipun melintasi negara-negara kecil atau bepergian di lingkungan perbatasan internasional mungkin melibatkan jarak yang pendek.


Asal Usul Kegiatan Pariwisata

Perjalanan sama tuanya dengan usia manusia di bumi. Manusia pada awal keberadaannya berkeliaran di permukaan bumi untuk mencari makanan, tempat tinggal, keamanan, dan habitat yang lebih baik. Namun, seiring berjalannya waktu, gerakan tersebut berubah menjadi nafsu berkelana.

Sekitar lima ribu tahun yang lalu, perubahan iklim, berkurangnya makanan dan kondisi tempat tinggal para penjajah yang bermusuhan membuat orang-orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari perlindungan di tempat lain seperti bangsa Arya meninggalkan rumah mereka di Asia Tengah karena perubahan iklim. Mungkin, ini mengarah pada perkembangan perdagangan, perdagangan, dan industri.

Asal Usul Pariwisata merupakan tindakan dan proses menghabiskan waktu jauh dari rumah dalam mengejar rekreasi, relaksasi, dan kesenangan, sambil memanfaatkan penyediaan layanan komersial. Dengan demikian, pariwisata adalah produk pengaturan sosial modern, dimulai di Eropa barat pada abad ke-17, meskipun memiliki pendahuluan di zaman Klasik.


Pada awal abad ke-21, pariwisata internasional telah menjadi salah satu kegiatan ekonomi terpenting di dunia, dan dampaknya semakin terlihat dari Kutub Utara hingga Antartika . The sejarah karena itu sangat menarik dan pentingnya pariwisata. Sejarah itu dimulai jauh sebelum terciptanya kata turis pada akhir abad ke-18. 


Dalam tradisi Barat, perjalanan terorganisir dengan infrastruktur pendukung , tamasya, dan penekanan pada tujuan dan pengalaman penting dapat ditemukan di Yunani dan Roma kuno., yang dapat mengklaim asal-usul “wisata warisan” (bertujuan untuk merayakan dan menghargai situs bersejarah yang memiliki nilai budaya yang diakui) dan resor pantai. The Tujuh Keajaiban Dunia menjadi lokasi wisata untuk Yunani dan Romawi.


Ziarah menawarkan anteseden serupa, membawa peradaban Timur ke dalam bermain. Tujuan keagamaannya hidup berdampingan dengan rute yang ditentukan, keramahtamahan komersial, dan campuran rasa ingin tahu, petualangan, dan kesenangan di antara motif para peserta. Ziarah ke situs - situs Buddhis paling awal dimulai lebih dari 2.000 tahun yang lalu, meskipun sulit untuk mendefinisikan transisi dari pembatasan sementara kelompok-kelompok kecil biksu ke praktik wisata yang dapat dikenali. 


Ziarah ke Mekah adalah zaman kuno yang sama. Status turis haji bermasalah mengingat jumlah korban yang—bahkan di abad ke-21—terus diderita dalam perjalanan melintasi padang pasir. termalspa sebagai tujuan wisata — terlepas dari asosiasi ziarah dengan situs sebagai sumur suci atau mata air suci — belum tentu merupakan penemuan Eropa, meskipun berasal dari label bahasa Inggris dari Spa , sebuah resor awal di tempat yang sekarang disebut Belgia. Onsen ( pemandian air panas ) Jepang tertua melayani para perenang setidaknya dari abad ke-6. Pariwisata telah menjadi fenomena global dari asal-usulnya.


Pariwisata modern adalah serangkaian kegiatan yang semakin intensif, terorganisir secara komersial, berorientasi bisnis yang akarnya dapat ditemukan di Barat industri dan pasca-industri. Tur akbar aristokrat ke situs budaya di Prancis , Jerman , dan terutama Italia—termasuk yang terkait dengan pariwisata Romawi Klasik—berakar pada abad ke-16. Namun berkembang pesat, memperluas jangkauan geografisnya untuk merangkul pemandangan Alpine selama paruh kedua abad ke-18, dalam interval antara perang Eropa. (Jika kebenaran secara historis adalah korban pertama perang, pariwisata adalah yang kedua, meskipun kemudian dapat menggabungkan ziarah ke kuburan dan situs medan perang dan bahkan, pada akhir abad ke-20, ke kamp konsentrasi.) 


Selama abad ke-16, perjalanan dianggap sebagai bagian penting dari pendidikan setiap anak muda Inggris. Perjalanan dengan demikian menjadi sarana pengembangan diri, dan pendidikan dalam arti luas. Wisata edukasi tersebut dikenal dengan ' Grand Tour '.


Revolusi industri membawa perubahan signifikan dalam pola dan struktur masyarakat Inggris. Dengan demikian, ekonomi Inggris sangat bertanggung jawab atas awal pariwisata modern. Ini juga menciptakan kelas menengah yang besar dan makmur dan karena perbaikan besar dalam sistem transportasi di paruh kedua abad ke-18 dan kuartal pertama abad ke-19, semakin banyak orang mulai bepergian untuk kesenangan.


Perjalanan awalnya diilhami oleh kebutuhan untuk bertahan hidup (makanan, tempat tinggal, dan keamanan), keinginan untuk memperluas perdagangan dan pencarian untuk menaklukkan. Sebagai sistem transportasi meningkatkan rasa ingin tahu untuk mengubah dunia yang luas dan perawan menjadi lingkungan yang dekat menciptakan industri baru yaitu Perjalanan dan Pariwisata .


Namun, perkembangan rel, jalan, kapal uap, mobil, dan pesawat terbang membantu menyebarkan teknologi ke seluruh dunia. Perjalanan sebelumnya adalah hak istimewa hanya untuk orang kaya tetapi dengan revolusi industri, skenario berubah sama sekali. Transportasi, serta akomodasi, menjadi terjangkau bagi warga kelas menengah dan pekerja.


Pada dasarnya, dengan perkembangan perjalanan jet, komunikasi, teknologi baru, pariwisata, dan perjalanan menjadi industri terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.


Perjalanan dan pariwisata, baru-baru ini telah muncul sebagai kekuatan ekonomi yang dominan di kancah global yang menyumbang lebih dari 12% dari total perdagangan dunia dan tumbuh pada tingkat 8 persen per tahun.

Sebagai bagian dari perluasan tur akbar, eksklusivitasnya dirusak ketika jajaran menengah komersial, profesional, dan industri yang berkembang bergabung dengan kelas pemilik tanah dan politik dalam bercita-cita untuk mendapatkan akses ke ritus peralihan ini untuk putra-putra mereka. Pada awal abad ke-19, perjalanan Eropa untuk kesehatan, rekreasi , dan budaya menjadi praktik umum di kalangan kelas menengah, dan jalan menuju perolehan modal budaya (serangkaian pengetahuan, pengalaman, dan polesan yang diperlukan untuk bercampur dalam masyarakat yang sopan) dihaluskan oleh buku panduan, primer, pengembangan pasar seni dan suvenir, dan sistem transportasi dan akomodasi yang dikalibrasi dengan cermat .


Pariwisata Saat Ini - Pariwisata Cerdas (Smart Tourism)

Pariwisata merupakan salah satu kegiatan ekonomi yang paling makmur di dunia. Pengalaman wisata merupakan produk inti dalam industri pariwisata yang berdampak langsung pada kepuasan wisatawan. Baru-baru ini, telah terjadi pergeseran paradigma dalam pariwisata ke arah sistem cerdas yang lebih ramah pengguna berbasis teknologi informasi yang disebut “pariwisata pintar”. 


Destinasi wisata yang cerdas dicirikan oleh inovasi dan fasilitasi tingkat tinggi menggunakan teknologi dan antarmuka tingkat tinggi. Smart Tourism bergantung pada empat teknologi informasi dan komunikasi inti: IoT, komunikasi seluler, komputasi awan, dan teknologi kecerdasan buatan. Masa depan pariwisata didasarkan pada perkembangan teknologi dan implementasinya yang cepat dan luas di semua sektor pariwisata. 


6 Destinasi pariwisata seperti (Attractions, Accessibility, Amenities, Available Packages, Activities and Ancillary) Atraksi, Aksesibilitas, Amenitas, Paket yang Tersedia, Aktivitas dan Layanan Pendukung yang akan memfasilitasi proses penciptaan yang dinamis untuk meningkatkan daya saing destinasi. 


6 A ini bersama dengan aplikasi pintar akan menambah nilai pengalaman wisata. Ketika pariwisata mengalami kemajuan menjadi cerdas, akan ada peluang besar untuk pengembangan bisnis baru yang dapat menunjukkan eksplorasi baru ke Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan.


Pariwisata Berkelanjutan mengacu pada praktik berkelanjutan di dalam dan oleh industri pariwisata. Ini adalah aspirasi untuk mengakui semua dampak pariwisata, baik positif maupun negatif. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif.


  • Dampak negatif terhadap destinasi termasuk kebocoran ekonomi, kerusakan lingkungan alam dan kepadatan penduduk untuk beberapa nama.
  • Dampak positif terhadap suatu destinasi termasuk penciptaan lapangan kerja, pelestarian dan interpretasi warisan budaya, restorasi lanskap pelestarian satwa liar, dan banyak lagi.


Pariwisata berkelanjutan didefinisikan oleh Program Lingkungan PBB dan PBB Organisasi Pariwisata Dunia sebagai “pariwisata yang memperhitungkan penuh dampak saat ini dan masa depan ekonomi, sosial dan lingkungan, menyikapi kebutuhan pengunjung, industri, lingkungan dan masyarakat tuan rumah.”


Selain itu, mereka mengatakan bahwa pariwisata berkelanjutan “mengacu pada aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial budaya dari pengembangan pariwisata, dan keseimbangan yang sesuai harus ditetapkan antara ketiga dimensi ini untuk menjamin keberlanjutan jangka panjangnya” ( UNEP & UNWTO , 2005: 11-12 Membuat Pariwisata Lebih Berkelanjutan – Panduan bagi Pembuat Kebijakan ).


Ekowisata adalah segmen ceruk pariwisata berkelanjutan di kawasan alam. Istilah ini muncul pada akhir 1980-an. Fennell menggambarkannya sebagai berikut: “Ekowisata adalah bentuk berkelanjutan dari pariwisata berbasis sumber daya alam yang berfokus terutama pada pengalaman dan pembelajaran tentang alam, dan yang dikelola secara etis untuk berdampak rendah, tidak konsumtif, dan berorientasi lokal. Ini biasanya terjadi di daerah alami, dan harus berkontribusi pada konservasi atau pelestarian daerah tersebut” (Fennell, 1999: 43. Ekowisata: Sebuah Pengantar ).


Perjalanan yang Bertanggung Jawab mengacu pada perilaku pelancong individu yang bercita-cita untuk membuat pilihan sesuai dengan praktik pariwisata berkelanjutan. Perilaku tersebut biasanya sejalan dengan meminimalkan dampak negatif dan memaksimalkan dampak positif ketika seseorang mengunjungi suatu destinasi pariwisata.


Perilaku Konsumen Pariwisata

Analisis perilaku konsumen memerlukan pertimbangan berbagai proses internal dan eksternal individu. Untuk memahami perilaku, perlu untuk menguji interaksi kompleks dari banyak elemen yang mempengaruhi. Faktor penentu perilaku, budaya dan pengaruh kelompok referensi, hubungan antara individu dan lingkungan mereka, risiko yang dirasakan, dan proses keputusan keluarga. 


Manfaat Pariwisata

Ada sejumlah manfaat pariwisata bagi wisatawan dan tujuan tuan rumah. Dalam skala besar ia menawarkan alternatif yang baik untuk beberapa industri yang lebih merusak untuk menghasilkan pendapatan baik secara nasional maupun swasta.


Industri pariwisata mencakup banyak bidang yang berbeda, sehingga juga menciptakan lapangan kerja di banyak bidang yang berbeda. Dengan pariwisata datang hotel, restoran, agen persewaan mobil, perusahaan tur, bengkel, toko suvenir, persewaan peralatan olahraga, dan banyak lagi. Semua ini menciptakan berbagai tingkat pekerjaan bagi orang-orang dalam komunitas tertentu.


Di banyak tempat, pengenalan dan pengembangan pariwisata memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal untuk pertumbuhan ekonomi dan pendidikan yang tidak akan tersedia jika tidak demikian. Selain itu, memungkinkan wisatawan dan masyarakat lokal kesempatan untuk mengalami budaya lain, yang memperluas pemahaman.


Jika digunakan dengan benar, pendapatan yang dihasilkan pariwisata dapat sangat bermanfaat bagi negara tuan rumah dan komunitas lokalnya. Pendapatan yang dihasilkan dari pariwisata dapat digunakan di tingkat nasional dan lokal untuk pendidikan yang lebih baik, meningkatkan infrastruktur, mendanai upaya konservasi, dan untuk mempromosikan pariwisata yang lebih bertanggung jawab.


Pariwisata dan perhotelan , yang terkait erat satu sama lain, adalah salah satu perusahaan penghasil pendapatan utama di dunia. Mereka kebetulan berada di antara majikan atas juga. Telah ada tren kelas atas dalam pariwisata selama beberapa dekade terakhir karena perjalanan telah menjadi sangat umum. Orang-orang bepergian untuk bisnis, liburan, kesenangan, petualangan, atau bahkan perawatan medis.


Dengan beberapa kegiatan bisnis yang terkait dengan pariwisata, industri ini memiliki potensi yang luar biasa dalam menciptakan lapangan kerja serta menghasilkan devisa. Ada banyak negara di dunia, seperti Mauritius, Malaysia, Singapura, Fiji, dan Karibia, yang ekonominya terutama didorong oleh pariwisata. Pariwisata dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi suatu negara dengan cara-cara berikut:


Penciptaan Lapangan Kerja

Ini menciptakan banyak pekerjaan di antara penyedia layanan langsung (seperti hotel , restoran, agen perjalanan , operator tur , pemandu wisata dan pendamping tur, dll.) dan di antara penyedia layanan tidak langsung (seperti pemasok ke hotel dan restoran, akomodasi tambahan, dll.)


Pembangunan infrastruktur

Pariwisata memacu pembangunan infrastruktur. Untuk menjadi tujuan komersial atau kesenangan yang penting, setiap lokasi akan memerlukan semua infrastruktur yang diperlukan, seperti konektivitas yang baik melalui transportasi kereta api, jalan raya, dan udara, akomodasi yang memadai, restoran, jaringan telekomunikasi yang berkembang dengan baik, dan, fasilitas medis, antara lain. yang lain.


Pertukaran asing

Orang-orang yang bepergian ke negara lain menghabiskan banyak uang untuk akomodasi, transportasi, jalan-jalan, belanja, dll. Dengan demikian, turis inbound merupakan sumber devisa yang penting bagi negara mana pun.


World Travel and Tourism Council (WTTC) memperkirakan pada tahun 1997 bahwa ekonomi abad kedua puluh satu akan didominasi oleh tiga industri: telekomunikasi, teknologi informasi, dan pariwisata. Industri perjalanan dan pariwisata tumbuh 500 persen dalam 25 tahun terakhir.


Sekarang, dengan pandangan dan prospek yang cerah ini, industri pariwisata dan perhotelan sangat rentan terhadap fluktuasi ekonomi nasional dan kejadian di dunia, terutama serangan teroris yang kadang-kadang memberikan pukulan telak bagi bisnis.


Bentuk-Bentuk Pariwisata

Pariwisata memiliki berbagai bentuk atas dasar tujuan kunjungan dan bentuk alternatifnya. Ini lebih lanjut dibagi menjadi banyak jenis sesuai dengan sifatnya. Bentuk-bentuk pariwisata adalah sebagai berikut:


Beberapa bentuk pariwisata yang paling penting adalah sebagai berikut:


  • Wisata Petualangan
  • Wisata Atom
  • Tur Sepeda
  • Wisata Pantai
  • Wisata Budaya
  • Ekowisata
  • Geowisata
  • Wisata Industri
  • Wisata Medis
  • Wisata Religi
  • Wisata Pedesaan
  • Wisata Seks
  • Wisata Luar Angkasa
  • Wisata Olahraga
  • Pariwisata Berkelanjutan
  • Pariwisata Virtual
  • Wisata Perang
  • Wisata Satwa Liar


Klasifikasi Pariwisata

Pariwisata dapat diklasifikasikan ke dalam enam kategori berbeda sesuai dengan tujuan perjalanan. Ini adalah sebagai berikut:


1) Rekreasi : Wisata rekreasi atau rekreasi membawa seseorang jauh dari kehidupan sehari-hari yang membosankan. Dalam hal ini, orang menghabiskan waktu luang mereka di bukit, pantai laut, dll.


2) Budaya : Wisata budaya memuaskan keingintahuan budaya dan intelektual dan melibatkan kunjungan ke monumen kuno, tempat-tempat penting sejarah atau agama, dll.


3) Olahraga/Petualangan : Perjalanan yang dilakukan oleh orang-orang dengan tujuan untuk bermain golf, ski, dan hiking, termasuk dalam kategori ini.


4) Kesehatan : Di bawah kategori ini, orang-orang melakukan perjalanan untuk pengobatan, perawatan atau mengunjungi tempat-tempat di mana ada kemungkinan penyembuhan, misalnya, pemandian air panas, yoga spa, dll.


5) Pariwisata Konvensi : Ini menjadi komponen perjalanan yang semakin penting. Orang-orang bepergian dalam suatu negara atau luar negeri untuk menghadiri konvensi yang berkaitan dengan bisnis, profesi, atau minat mereka.


6) Pariwisata Insentif : Perjalanan liburan ditawarkan sebagai insentif oleh perusahaan besar kepada dealer dan salesman yang mencapai target penjualan yang tinggi. Ini adalah fenomena baru dan berkembang dalam pariwisata, Ini sebagai pengganti insentif atau hadiah uang tunai, Saat ini pariwisata insentif adalah bisnis 3 miliar dolar di AS saja.


Wisata Alam

Pariwisata sebagai fenomena sosial ekonomi terdiri dari kegiatan dan pengalaman wisatawan dan pengunjung jauh dari lingkungan rumah mereka dan dilayani oleh industri perjalanan dan pariwisata dan tujuan tuan rumah. Jumlah total dari pengalaman dan layanan kegiatan ini dapat dilihat sebagai produk pariwisata.


Sistem pariwisata dapat digambarkan dalam hal penawaran dan permintaan. Perencanaan pariwisata harus berusaha untuk keseimbangan antara permintaan dan penawaran. Hal ini membutuhkan pemahaman tidak hanya tentang karakteristik dan tren pasar tetapi juga proses perencanaan untuk memenuhi kebutuhan pasar.


Seringkali turis dari pasar pembangkit inti diidentifikasi sebagai sisi permintaan; sisi penawaran mencakup semua fasilitas, program, atraksi, dan penggunaan lahan yang dirancang dan dikelola untuk pengunjung. Faktor-faktor sisi penawaran ini mungkin berada di bawah kendali perusahaan swasta, organisasi nirlaba, dan pemerintah. Bentuk kemitraan baru dan inovatif juga berkembang untuk memastikan pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya terkait pariwisata.


Sisi penawaran dan permintaan dapat dilihat terkait dengan arus sumber daya seperti modal, tenaga kerja, barang dan pengeluaran wisatawan ke destinasi, dan arus pemasaran, promosi, artefak wisata dan pengalaman dari destinasi kembali ke daerah penghasil wisata.


Selain itu, beberapa pengeluaran wisatawan dapat bocor kembali ke daerah penghasil pengunjung melalui repatriasi keuntungan investor pariwisata asing dan pembayaran untuk peningkatan barang dan jasa yang diberikan kepada wisatawan di tempat tujuan. Transportasi menyediakan hubungan penting baik ke dan dari tujuan.


Untuk tujuan perencanaan, komponen utama yang terdiri dari sisi penawaran adalah:


  • Berbagai moda transportasi dan infrastruktur terkait pariwisata lainnya.
  • Informasi turis.
  • Pemasaran dan promosi.
  • Komunitas komunitas di dalam kawasan tujuan pengunjung.
  • Kerangka politik dan kelembagaan untuk memungkinkan pariwisata.


Sistem pariwisata bersifat dinamis dan kompleks karena banyak faktor yang terkait dengannya dan karena adanya banyak sektor yang berkontribusi terhadap keberhasilannya. Faktor-faktor dan sektor-sektor ini terkait dengan penyediaan pengalaman wisata dan pendapatan dan pasar pariwisata.


Sifat dinamis dari sistem pariwisata membuat penting untuk memindai lingkungan eksternal dan internal destinasi secara teratur untuk membuat perubahan bila diperlukan untuk memastikan industri pariwisata yang sehat dan layak.


Dengan demikian, sekarang menjadi fakta yang diterima bahwa pengembangan pariwisata tidak dapat lagi bekerja dalam isolasi lingkungan dan masyarakat lokal, juga tidak dapat mengabaikan konsekuensi sosial dan budaya dari pariwisata.


Karakteristik Produk Pariwisata

Sekarang, Anda pasti sudah paham apa itu produk pariwisata. Sekarang mari kita lihat beberapa karakteristiknya: -


1) Intangible : Pariwisata adalah produk yang tidak berwujud artinya pariwisata adalah suatu jenis produk yang tidak dapat disentuh atau dilihat dan tidak ada perpindahan kepemilikan, tetapi fasilitasnya tersedia untuk waktu tertentu dan untuk penggunaan tertentu. Misalnya kamar di hotel tersedia untuk waktu tertentu.


2) Psikologis : Motif utama pembelian produk pariwisata adalah untuk memenuhi kebutuhan psikologis setelah menggunakan produk, dengan cara mendapatkan pengalaman saat berinteraksi dengan lingkungan baru. Dan pengalaman juga memotivasi orang lain untuk membeli produk itu.


3) Sangat Mudah Rusak : Produk wisata bersifat sangat mudah rusak artinya seseorang tidak dapat menyimpan produk dalam waktu yang lama. Produksi dan konsumsi berlangsung saat turis tersedia. Jika produk tetap tidak terpakai, kemungkinan hilang yaitu jika wisatawan tidak membelinya.


Agen perjalanan atau operator pariwisata yang menjual produk pariwisata tidak dapat menyimpannya. Produksi hanya dapat terjadi jika pelanggan benar-benar hadir. Dan begitu konsumsi dimulai, konsumsi tidak dapat dihentikan, diinterupsi, atau dimodifikasi. Jika produk tetap tidak terpakai, peluangnya hilang yaitu jika wisatawan tidak mengunjungi tempat tertentu, peluang pada saat itu hilang. Karena alasan pariwisata, diskon besar-besaran ditawarkan oleh hotel dan organisasi penghasil transportasi selama offseason.


4) Produk Komposit : Produk wisata merupakan kombinasi dari produk yang berbeda. Ia tidak memiliki satu entitas dalam dirinya sendiri. Dalam pengalaman berkunjung ke suatu tempat tertentu, berbagai penyedia jasa memberikan kontribusi seperti transportasi. Produk wisata tidak dapat disediakan oleh satu perusahaan, tidak seperti produk manufaktur.


Produk wisata mencakup keseluruhan pengalaman kunjungan ke tempat tertentu. Dan banyak penyedia berkontribusi pada pengalaman pariwisata. Misalnya, maskapai menyediakan kursi, hotel menyediakan kamar dan restoran, agen perjalanan membuat pemesanan untuk menginap dan jalan-jalan, dll.


5) Permintaan Tidak Stabil : Permintaan pariwisata dipengaruhi oleh faktor musiman, ekonomi politik, dan faktor lainnya. Ada waktu-waktu tertentu dalam setahun yang melihat permintaan lebih besar daripada yang lain. Pada saat ini ada tekanan yang lebih besar pada layanan seperti pemesanan hotel, pekerjaan, dan sistem transportasi, dll.


Dampak Pariwisata

Mendirikan atau mengembangkan industri pariwisata melibatkan pengeluaran serta keuntungan, biaya, dan manfaat. Jika dampak tersebut dipertimbangkan sejak awal perencanaan, kekuatan dan peluang dapat dimaksimalkan sedangkan kelemahan dan ancaman dapat diminimalkan.


Setiap destinasi akan berbeda dalam hal karakteristik pariwisata. Biaya dan manfaat pariwisata akan bervariasi di setiap destinasi dan dapat berubah dari waktu ke waktu, tergantung pada pariwisata dan aktivitas lainnya dalam konteks lokal dan regional destinasi.


Dampak Ekonomi

Kegiatan pariwisata berdampak pada perekonomian negara serta perekonomian lokal destinasi.


Manfaat Ekonomi

  • Pariwisata menghasilkan lapangan kerja lokal, langsung di sektor pariwisata dan di sektor pendukung dan pengelolaan sumber daya.
  • Pariwisata merangsang industri dalam negeri yang menguntungkan, hotel dan fasilitas penginapan lainnya, restoran dan layanan makanan, sistem transportasi, kerajinan tangan, dan layanan pemandu.
  • Pariwisata menghasilkan devisa bagi negara dan menyuntikkan modal dan uang baru ke dalam ekonomi lokal.
  • Pariwisata membantu mendiversifikasi ekonomi lokal.
  • Infrastruktur pariwisata yang lebih baik.
  • Meningkatkan penerimaan pajak dari pariwisata.


Biaya Ekonomi

  • Permintaan yang lebih tinggi yang diciptakan oleh kegiatan pariwisata dapat meningkatkan harga tanah, perumahan dan berbagai komoditas yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari.
  • Tuntutan pada penyediaan layanan kesehatan dan layanan polisi meningkat selama musim turis dengan mengorbankan basis pajak lokal.


Dampak Sosial

Pariwisata juga mempengaruhi masyarakat tujuan dengan cara yang baik maupun buruk. Ini menguntungkan dan merugikan masyarakat lokal.


Manfaat Sosial

  • Kualitas suatu masyarakat dapat ditingkatkan dengan diversifikasi ekonomi melalui pariwisata.
  • Sarana rekreasi dan budaya yang diciptakan untuk pariwisata dapat dimanfaatkan oleh masyarakat lokal maupun pengunjung domestik/internasional.
  • Ruang publik dapat dikembangkan dan ditingkatkan melalui kegiatan pariwisata.
  • Pariwisata Meningkatkan harga diri masyarakat lokal dan memberikan kesempatan untuk pemahaman dan komunikasi yang lebih besar di antara orang-orang dari berbagai latar belakang.


Biaya Sosial

  • Pertumbuhan pariwisata yang cepat dapat mengakibatkan ketidakmampuan fasilitas dan institusi lokal untuk memenuhi tuntutan layanan.
  • Tanpa perencanaan dan pengelolaan yang baik, sampah, vandalisme, dan kriminalitas sering menyertai pembangunan pariwisata.
  • Pariwisata dapat membawa kepadatan dan kemacetan lalu lintas.
  • Pengunjung membawa serta kekayaan materi dan kebebasan yang nyata. Para pemuda dari masyarakat tuan rumah sangat rentan terhadap ekspektasi ekonomi yang dibawa oleh para wisatawan ini dan dapat mengakibatkan gangguan total terhadap cara hidup masyarakat tradisional.
  • Struktur komunitas dapat berubah, misalnya ikatan komunitas, demografi, dan institusi.
  • Keaslian lingkungan sosial budaya dapat diubah untuk memenuhi tuntutan pariwisata.


Dampak Budaya

Kegiatan pariwisata juga mempengaruhi budaya negara tuan rumah. Ada banyak dampak budaya positif dan negatif dari pariwisata.


Manfaat Budaya

  • Pariwisata dapat meningkatkan kesadaran budaya lokal.
  • Pariwisata dapat menghasilkan pendapatan untuk membantu membayar pelestarian situs arkeologi, bangunan bersejarah, dan distrik.
  • Terlepas dari kritik tentang perubahan budaya ke tingkat yang tidak dapat diterima, berbagi pengetahuan dan pengalaman budaya dapat bermanfaat bagi tuan rumah dan tamu tujuan wisata dan dapat menghasilkan kebangkitan tradisi dan kerajinan lokal.


Biaya Budaya

  • Pemuda di masyarakat mulai meniru ucapan dan pakaian wisatawan.
  • Situs bersejarah dapat dirusak melalui pengembangan dan tekanan pariwisata.
  • Mungkin ada kerusakan jangka panjang pada tradisi budaya dan erosi nilai-nilai budaya, yang mengakibatkan perubahan budaya melampaui tingkat yang dapat diterima oleh tujuan tuan rumah.


Dampak lingkungan

Pariwisata berdampak pada lingkungan baik secara positif maupun negatif. Dampak-dampak tersebut berikut ini.


Manfaat Lingkungan

  • Taman dan cagar alam dapat diciptakan dan pelestarian ekologi didukung sebagai kebutuhan untuk pariwisata berbasis alam.
  • Pengelolaan sampah yang lebih baik dapat dicapai.
  • Peningkatan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan dapat dihasilkan dari kegiatan dan pengembangan pariwisata berbasis alam.


Biaya Lingkungan

  • Perubahan negatif dalam integritas fisik area.
  • Pembangunan yang cepat, pembangunan yang berlebihan, dan kepadatan penduduk dapat selamanya mengubah lingkungan fisik dan ekosistem suatu daerah.
  • Degradasi taman dan cagar alam.

Pentingnya Pariwisata bagi Perekonomian dan Bisnis

Pariwisata sangat penting bagi keberhasilan banyak ekonomi di seluruh dunia. Pentingnya Pariwisata bagi Perekonomian dan Bisnis Ada beberapa manfaat pariwisata di destinasi tuan rumah. Pariwisata meningkatkan pendapatan ekonomi, menciptakan ribuan lapangan kerja, mengembangkan infrastruktur suatu negara, dan menanamkan rasa pertukaran budaya antara orang asing dan warga negara.

Jumlah lapangan kerja yang diciptakan oleh pariwisata di berbagai daerah adalah signifikan. Pekerjaan-pekerjaan tersebut tidak hanya merupakan bagian dari sektor pariwisata tetapi juga dapat mencakup sektor pertanian, sektor komunikasi, sektor kesehatan, dan sektor pendidikan. Banyak wisatawan melakukan perjalanan untuk merasakan budaya tujuan tuan rumah, tradisi yang berbeda, dan keahlian memasak. Ini sangat menguntungkan bagi restoran lokal, pusat perbelanjaan, dan toko. 

Pemerintah yang mengandalkan pariwisata untuk sebagian besar pendapatan mereka berinvestasi banyak dalam infrastruktur negara . Mereka ingin semakin banyak turis mengunjungi negara mereka yang berarti bahwa fasilitas yang aman dan canggih diperlukan. Ini mengarah ke jalan dan jalan raya baru, taman yang dikembangkan, ruang publik yang lebih baik, bandara baru, dan kemungkinan sekolah dan rumah sakit yang lebih baik. Infrastruktur yang aman dan inovatif memungkinkan kelancaran arus barang dan jasa. Selain itu, masyarakat lokal memiliki peluang untuk pertumbuhan ekonomi dan pendidikan.

Pariwisata menciptakan pertukaran budaya antara wisatawan dan warga lokal. Pameran, konferensi, dan acara biasanya menarik orang asing. Otoritas penyelenggara biasanya memperoleh keuntungan dari biaya pendaftaran, penjualan hadiah, ruang pameran, dan penjualan hak cipta media. Selanjutnya, wisatawan asing membawa keragaman dan pengayaan budaya ke negara tuan rumah.

Pariwisata adalah peluang besar bagi orang asing untuk belajar tentang budaya baru, tetapi juga menciptakan banyak peluang bagi warga lokal . Hal ini memungkinkan pengusaha muda untuk membangun produk dan layanan baru yang tidak akan berkelanjutan pada penduduk lokal saja. Selain itu, penduduk merasakan manfaat yang datang dengan pariwisata yang terjadi di negara mereka sendiri.

Industri Terkait Pariwisata

Selama bertahun-tahun, pariwisata telah menjadi aktivitas global yang populer. Tergantung pada sifat dan tujuan perjalanan mereka, wisatawan membutuhkan dan menuntut fasilitas dan layanan tertentu. Hal ini telah memunculkan berbagai kegiatan komersial yang telah memperoleh proporsi industri. Jadi perjalanan dan pariwisata sekarang hari mewakili berbagai industri terkait.

Hotel

Hotel adalah perusahaan komersial yang menyediakan akomodasi, makan, dan layanan tamu lainnya. Dalam industri perjalanan dan pariwisata, industri perhotelan memainkan peran yang sangat penting, karena semua wisatawan membutuhkan tempat tinggal di tempat tujuan mereka, dan membutuhkan lebih banyak layanan dan fasilitas untuk memenuhi kebutuhan dan selera khusus mereka.

Restoran

Restoran adalah perusahaan ritel yang menyajikan makanan dan minuman siap saji kepada pelanggan. Dalam industri perjalanan dan pariwisata, restoran dan gerai makanan dan minuman lainnya sangat penting karena wisatawan suka bereksperimen dengan masakan lokal dari tempat yang mereka kunjungi.

Ritel dan Belanja

Industri ritel sangat penting karena wisatawan berbelanja kebutuhan sehari-hari serta mencari kenang-kenangan dan suvenir. Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa kota di dunia dipromosikan sebagai tujuan belanja untuk menarik minat masyarakat yang gemar berbelanja dengan menawarkan berbagai produk, seperti pakaian, barang elektronik, perhiasan, dan barang antik. New York, Paris, London, dan Milan di Italia terkenal sebagai surga mode dunia.

Angkutan

Adalah perpindahan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain. Industri transportasi yang berkembang dengan baik, serta infrastruktur, merupakan bagian integral dari keberhasilan setiap perusahaan perjalanan dan pariwisata.

Agen Perjalanan

Sebuah agen perjalanan adalah bisnis ritel yang menjual produk terkait perjalanan dan layanan, khususnya paket tur, kepada pelanggan atas nama pemasok seperti maskapai penerbangan, penyewaan mobil, kapal pesiar, hotel, kereta api, dan jalan-jalan.

Agen perjalanan memainkan peran yang sangat penting karena mereka merencanakan rencana perjalanan klien mereka dan membuat pengaturan yang diperlukan untuk perjalanan, tinggal, dan tamasya mereka, selain memfasilitasi paspor, visa, dll.

Operator Tur

Sebuah operator tur merakit berbagai elemen dari tur. Ini biasanya menggabungkan komponen tur dan perjalanan untuk menciptakan liburan. Operator tur memainkan peran penting dalam industri perjalanan dan pariwisata.

Destinasi Wisata

Daya tarik wisata adalah tempat yang menarik bagi wisatawan, biasanya karena nilai budaya yang melekat atau dipamerkan, signifikansi sejarah, alam atau membangun keindahan atau peluang hiburan. Ini adalah dasar dasar dari industri pariwisata.

Industri Budaya

Industri budaya atau kreatif bertanggung jawab atas penciptaan, produksi, dan distribusi barang dan jasa yang bersifat budaya dan biasanya dilindungi oleh hak kekayaan intelektual. Karena wisatawan suka mengunjungi tempat-tempat penting budaya dan meresapi budaya daerah tersebut, industri budaya sangat penting untuk perjalanan dan pariwisata.

Kenyamanan, Rekreasi, dan Olahraga

Waktu luang atau waktu luang adalah periode waktu yang dihabiskan di luar pekerjaan dan aktivitas rumah tangga yang penting. Rekreasi atau kesenangan adalah menghabiskan waktu dengan cara yang dirancang untuk terapi penyegaran tubuh atau pikiran. Sementara rekreasi lebih seperti bentuk hiburan atau istirahat, rekreasi membutuhkan partisipasi aktif dalam cara yang menyegarkan dan mengalihkan.

Pemasaran Pariwisata


Seperti halnya industri perjalanan dan perilaku wisatawan yang telah berubah, demikian pula cara kami memasarkan produk dan layanan pariwisata. Dan di sinilah pemasaran pariwisata berperan. Singkatnya, Pemasaran Pariwisata adalah strategi pemasaran yang menggunakan rencana dan teknik pemasaran khusus untuk mempromosikan produk dan layanan wisata seperti tujuan, hotel dan layanan transportasi, dll. 

Ketika kita berbicara tentang pemasaran Pariwisata, masuk akal untuk fokus pada pemasaran digital, seperti halnya industri pariwisata, lebih dari sektor lainnya, komunikasi online menjadi lebih penting karena kekhususan proses konsumsi: pelanggan merencanakan perjalanan mereka dengan jarak yang jauh jauh dari penyedia layanan. 

Pemasaran pariwisata memang mencakup banyak teknik yang mirip dengan pemasaran digital tradisional, tetapi memiliki kekhususannya. Salah satu perbedaan terbesar adalah perjalanan pembeli , atau, dalam hal Pemasaran Pariwisata, perjalanan  pelancong. 

Wisatawan menggunakan Internet sebagai alat utama sebelum, selama dan setelah perjalanan. Ini adalah tahapan yang dilalui traveler selama proses pembelian. Bermimpi, perencanaan dan pemesanan milik ke "sebelum" perjalanan, mengalami ke "selama" dan berbagi sebagian besar milik para "setelah" perjalanan. Dengan memahami perilaku konsumen, Anda kemudian dapat membuat konten berkualitas untuk setiap tahap perjalanan pelancong dan menarik klien masa depan Anda.

Sebelum perjalanan

Angka terbaru menunjukkan bahwa dua dari tiga pengguna membeli produk dan layanan perjalanan secara eksklusif secara online . Ada kepercayaan luas bahwa melalui pembelian di Internet Anda mendapatkan harga terbaik untuk pesawat dan hotel. Tapi itu tidak semua. Pengguna juga mencari informasi tentang tujuan, gastronomi, tamasya, tempat yang wajib dikunjungi... Blog dan media sosial sering kali menjadi sekutu yang hebat dalam mempersiapkan perjalanan.

Selama perjalanan

Kita tidak bisa melupakan bahwa jumlah koneksi internet melalui ponsel meningkat setiap hari. Pandangan ke depan menunjukkan bahwa tahun ini 75 persen orang yang akan terhubung ke Internet akan melakukannya melalui Smartphone. Artinya, pengguna akan mengkonsumsi dan menghasilkan informasi selama perjalanannya, di mana saja dan kapan saja.

Sementara seseorang menikmati perjalanannya, ia mengkonsumsi konten dari situs web dengan informasi tujuan seperti jadwal museum, harga kunjungan, pasar, geolokasi, transportasi ... Dan, pada saat yang sama, ia menghasilkan konten. Pengguna mengambil foto, video, dan podcast dan mengunggahnya ke jaringan untuk dibagikan di jejaring sosial. Mereka berkomentar dan berbagi pengalaman mereka dengan dunia di tempat.

Setelah perjalanan

Setelah perjalanan selesai, turis 2.0 melakukan tiga tindakan terpenting bagi Anda sebagai pelaku bisnis perhotelan. Mengapa, Anda mungkin bertanya? Karena sudah waktunya untuk berbagi pengalaman, perasaan, kesan, suasana hati meskipun beberapa sudah melakukannya di tahap sebelumnya... Ini juga saatnya untuk menilai dan merekomendasikan tujuan, layanan, dan tentu saja, hotel di jejaring sosial, blog, forum... Tidak diragukan lagi, ini adalah tahap kunci karena traveller menjadi promotor .

Media Pemasaran Pariwisata


#1 Pemasaran Media Sosial - jurusan Pemasaran Pariwisata

Di mana pengguna mencari inspirasi saat memikirkan liburan? Di mana mereka meminta rekomendasi dan mencari ulasan sebelum menentukan pilihan hotel, restoran, atau tur? Di mana mereka berbagi pengalaman? Media Sosial adalah jawabannya.

Di era sosial kita, memiliki strategi media sosial adalah suatu keharusan bagi merek perjalanan, dan pelanggan berharap menemukan konten yang mewakili produk dan layanan. Semakin banyak kehadiran di Media Sosial merek Anda semakin baik, jadi manfaatkan konten yang dibuat pengguna dan kembangkan strategi Anda sendiri.

#2 Pemasaran Email untuk Pariwisata

Pemasaran email terus menjadi alat yang valid untuk praktisi pemasaran di sektor pariwisata. Ini dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda, seperti program pembinaan dan loyalitas . Pemasaran email membantu merek untuk tetap berhubungan terus-menerus dengan prospek dan klien mereka dan membantu hubungan berkembang. 

#3 Pemasaran Pariwisata Alat CRM untuk Pariwisata

Alat CRM sangat diminati dalam hal pemasaran pariwisata. Pakar pemasaran industri menghargai alat yang memungkinkan tidak hanya untuk menjaga basis data klien tetap rapi dan teratur, tetapi juga membuat kampanye berdasarkan segmentasi kontak dan untuk tetap mengikuti perkembangan setiap kontak. Otomatisasi yang ditawarkan banyak alat CRM, memungkinkan peningkatan efisiensi upaya pemasaran sambil mengurangi waktu dan sumber daya yang dihabiskan. 

Studi Banding Desa Wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah Jadi Ruang Berbagi

Dewi Tinalah – Desa Wisata saat ini menjadi salah satu upaya program penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melalui kegiatan pariwisata pedesaan. Desa Wisata Gunungkidul Bersama Dinas Pariwisata Gunungkidul yang terdiri dari Desa Wisata Ngawen, Nglipar, dan Kedungpoh lakukan studi banding pengembangan dan pengelolaan desa wisata di Dewi Tinalah (Desa Wisata Tinalah) pada hari Kamis 18 November 2021. Kegiatan Studi Banding Desa Wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah Jadi Ruang Berbagi bersama.


studi-banding-desa-wisata-gunungkidul-di-desa-wisata-tinalah

Kegiatan ini menjadi sesi berbagi antara desa wisata Kulon Progo – Dewi Tinalah dengan Desa Wisata Gunungkidul. Kegiatan studi banding desa wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah berfokus pada kebijakan peraturan desa / kalurahan, peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) dan Tata Kelola Desa Wisata.


Dalam pembahasan desa wisata dari segi kebijakan peraturan desa, penting Pemerintah Desa setempat untuk mengetahui berbagai kebijakan baik dari pusat sampai daerah. Kemudian dari kebijakan atau peraturan tersebut diturunkan dalam peraturan desa / kalurahan setempat sesuai dengan potensinya.


Pemerintah Desa memberikan arahan dan fasilitasi kepada masyarakat dengan memberikan arahan kebijakan dan sosialisasi kepada masyarakat, legalitas, serta alokasi pendanaan terkait dengan pengembangan desa wisata. Hal mendasar ini yang sangat diperlukan sebelum desa wisata nantinya jauh akan dikembangkan menjadi inovasi desa wisata berkelanjutan.


Studi banding desa wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah juga membahas tentang peran POKDARWIS untuk desa wisata. Pokdarwis adalah kelembagaan ditingkat masyarakat yang anggotanya terdiri dari para pelaku pariwisata yang memiliki kepedulian dan tanggungjawab serta berperan sebagai penggerak dalam mendukung terciptanya iklim kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan dan memanfaatkannya bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.


Awal mula berdiri,  beberapa tokoh masyarakat berkumpul dengan berbagi ide untuk merintis dan mengembangkan Potensi SDA di kawasan Kalurahan Purwoharjo sejak  tahun 2012. Modal Awal rintisan Desa Wisata Tinalah adalah semangat untuk maju “ SEMANGAT TANPO SAMBAT” yang dimulai dari beberapa perwakilan  Tokoh Masyarakat, peran pemuda beberapa dusun di Kalurahan Purwoharjo melalui wadah Komunitas penggiat pariwisata. Tokoh – tokoh Pokdarwis Tinalah  bergerak dari tahun 2013, terdiri dari beberapa unsur pemerintah Desa, Tokoh Masyarakat, aktifis pemuda sebagai motor penggeraknya.


Peran POKDARWIS

  • Membutuhkan komitmen dari semua pihak 
  • Membutuhkan waktu yang tidak sebentar.
  • Memerlukan usaha yang banyak untuk melatih dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia.
  • Perlunya pendampingan pengembangan komponen produk dan kerajinan.
  • Membutuhkan swadaya baik berupa tenaga maupun material.


Dukungan Sumber Daya Manusia dari tokoh pemuda yang sholid untuk memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam berupa Goa, Jalur Trakking Bukit, Area Camping Ground, Sungai dan pesona alam sebagai daya tarik wisata yang akan dikelola untuk menghasilkan karya.


Semangat Swadaya yang sangat luar biasa berupa ide, tenaga dan material Bersama Pengelola Desa Wisata Tinalah dan dengan tekad keras untuk mengawali sebuah karya dengan membeli Joglo dan Rumah Kampung oleh beberapa tokoh pendiri dan konsep Paket Wisata yang telah dikemas.


Dan akhirnya Semangat kami dapat perhatian dari pemerintah sehingga ada pendampingan peningkatan SDM dari dinas terkait (Dinas paiwisata Kabupaten Kulon progo) berupa pelatihan – pelatihan, dan mendapat dana PNPM Pariwisata Tahun 2013 berupa fasilitasi : Camping Ground, Goa Sriti, dan mendirikan Joglo serta Rumah Kampung yang sudah di beli, tetapi karena keterbatasan biaya sehingga di fasilitasi dana PNPM tersebut.


Pokdarwis merupakan penggerak pariwisata dan sebagai bentuk kelembagaan informal yang dibentuk oleh masyarakat yang merupakan salah satu unsur mengembangkan dan mewujudkan Sadar Wisata dan Sapta Pesona di daerahnya.


Pentingnya Tata Kelola Desa Wisata

Pembahasan Studi Banding Desa Wisata Gunungkidul di Dewi Tinalah membahas terkait dengan tata Kelola desa wisata Tinalah. Desa wisata sebagai kepariwisataan berbasis masyarakat menempatkan masyarakat  sebagai pelaku utama. Melalui pemberdayaan masyarakat dalam berbagai kegiatan kepariwisataan, manfaat diprioritaskan sebesar-besarnya bagi masyarakat sehingga kesejahteraan meningkat.


Desa Wisata merupakan suatu bentuk integrasi antara Atraksi – Akomodasi – Fasilitas  (Amenitas) pendukung yang di sajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku di dalam desa.


Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) merupakan kawasan di Pegunungan Menoreh di Kulon Progo yang mempunyai kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tinalah mempunyai unsur penting berupa air, tanah, udara, energi, dan berbagai mineral yang menjadi penopang kehidupan baik untuk manusia, flora, dan fauna.


Melestarikan lingkungan secara turun – temurun (teologi, falsafah dan budaya) menjadi bagian penting yang dapat dirasakan oleh generasi saat ini di Dewi Tinalah. Lingkungan dapat digunakan untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui desa wisata berbasis masyarakat dengan pesona alam dan budaya.


Desa Wisata Tinalah merupakan landscape yang didalamnya terdapat berbagai sumber kehidupan dan kehidupan itu sendiri. Menjaga alam Dewi Tinalah merupakan peran masyarakat agar lingkungan tetap lestari.

Tata Kelola desa wisata secara bertahap akan memberikan dampak manfaat bagi lingkup sosial, lingkungan, dan ekonomi.

Pembangunan Sosial

Pemenuhan hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.


Pembangunan Lingkungan

Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan sebagai penyangga seluruh kehidupan.


Pembangunan Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi berkualitas melalui keberlanjutan peluang kerja dan usaha, inovasi, infrastruktur memadai, energi bersih yang terjangkau dan didukung kemitraan.


Pembangunan Hukum dan Tata kelola

Kepastian hukum dan tata kelola yang efektif, transparan, akuntabel dan partisipatif untuk menciptakan tata kelola desa wisata.


Pentingnya Rasa Memiliki Desa

Desa wisata yang diwakili oleh orang-orang yang  rasa memilikinya tinggi dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik karena mereka secara sukarela melakukan tugas-tugas yang diemban tanpa rasa terbebani. 


Mereka dengan sepenuh hati mendedikasikan diri pada desa wisata. Masyarakat desa harus mempunyai budaya kreatif untuk memunculkan gagasan baru, ide-ide baru, dan inovasi baru. Inovasi tidak melulu berbentuk produk baru, bisa juga berupa metode, cara, pengetahuan, teknologi, dan objek baru.


Hal ini yang mendorong Desa Wisata Tinalah berpartisipasi dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia, menjadi salah satu 50 terbaik desa wisata dengan tata Kelola pengembangan konten kreatif dan digitalisasi. 


Bagi Anda yang ingin belajar mengenai Pokdarwis, Desa Wisata dan cara pengelolaanya dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah. Selain itu Dewi Tinalah juga dapat menjadi narasumber berbagai kegiatan workshop, bimtek, sosialisasi, ataupun pelatihan. 

Pelatihan Manajemen Pengelolaan Desa Wisata Dinas Pariwisata Sleman di Dewi Tinalah

Pelatihan Manajemen Pengelolaan Desa Wisata 8 Desa (Kecamatan Tempel) Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman di Dewi Tinalah. Desa Wisata saat ini menjadi salah satu ruang masyarakat untuk berkreasi. Selain itu dengan adanya desa wisata kondisi desa secara bertahap dapat tertata dengan rapi dan semakin lestari.



Hari Kamis 28 Oktober 2021, Dinas Pariwisata Sleman berkunjung di Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) dalam rangka Pelatihan Manajemen Pengelolaan Desa Wisata 8 Desa (Kecamatan Tempel) Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman.


Baca Juga: Definisi dan Konsep Desa Wisata


Desa wisata menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengelola potensi di desa berdasarkan kemampuan masyarakat setempat (SDM) dalam mengelola kegiatan pariwisata agar memberikan manfaat kepada masyarakat, lingkungan dan ekonomi secara optimal sekaligus sebagai upaya untuk menghambat perpindahan penduduk dari desa ke kota.


Pengembangan desa wisata tidak terlepas dari adanya kelembagaan, daya tarik wisata dan infrastruktur. Kelembagaan merupakan komponen penting dalam keberhasilan parwisata. Kelembagaan berperan untuk mengatur sumber daya dan distribusi manfaat dalam upaya peningkatan potensi desa wisata.


Baca Juga: Strategi Pemasaran Desa Wisata Menggunakan WhatsApp


Dengan adanya kelembagaan, desa wisata dapat mempersiapkan diri, meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, program kerja, pendanaan, dan berbagai dukungan komponen masyarakat.


Pengembangan Potensi Desa Wisata yang Bersinergi dan Berkelanjutan

Dalam rangka pengembangan potensi desa wisata yang bersinergi dan berkelanjutan diperlukan langkah-langkah berikut:


1. Membangun komitmen bersama

2. Pemetaan potensi dan permasalahan desa

3. Membentuk / memperkuat kelembagaan

4. Menyusun rencana strategis

5. Mempersiapkan SDM desa wisata

6. Menata lingkungan, sarana prasarana pendukung

7. Formulasi branding desa wisata

8. Rancangan paket wisata

9. Pemasaran dan kemitraan

10. Pemantauan dan evaluasi


Kegiatan ini sealigus menjadi ruang silaturahmi antar pelaku desa wisata di Kabupaten Sleman dan Kulon Progo. Dengan adanya kegiatan ini juga menjadi ruang untuk berbagi kondisi dan perjalanan desa-desa wisata yang ada di Kecamatan Temple Sleman dengan Desa Wisata Tinalah. Harapannya kegiatan ini menjadi semangat bersama untuk membangun desa berbasis masyarakat dengan semangat gotong royong. 

Kulon Progo Punya Desa Wisata Terbaik – Dewi Tinalah 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indoneisa

Dewi Tinalah – Wisata Kulon Progo di Kabupaten Kulon Progo mempunyai salah satu desa wisata terbaik menurut Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Desa wisata ini adalah Desa Wisata Tinalah atau yang terkenal dengan Dewi Tinalah. Desa wisata Kulon Progo Dewi Tinalah berhasil menjadi 50 besar penerima Anugerah Desa Wisata Indonesai dari 1831 desa wisata di Indonesia.


Kulon Progo Punya Desa Wisata Terbaik – Dewi Tinalah 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indoneisa


Dewi Tinalah merupakan wisata alam Jogja yang berada di kawasan Pegunungan Menoreh Samigaluh Kulon Progo. Dewi Tinalah memang terkenal dengan pesona alam dan budaya. Kegiatan wisata alam berbasis outdoor dan adventure menjadi pilihan banyak wisatawan ketika berkunjung ke tempat wisata Jogja.


Pesona alam Dewi Tinalah secara keseluruhan merupakan pegunungan. Tinalah merupakan nama sungai yang ada di Kalurahan Purwoharjo yang dijadikan sebagai nama poluler desa wisata. Dewi Tinalah juga terkenal dengan wisata alam yang menawan seperti wisata Puncak Kleco, Goa Sriti, Trekking Jogja Dewi Tinalah, camping, outbound, river tubing, biking dan berbagai kegiatan wisata berbasis alam.

Desa Wisata Tinalah sebagai penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia juga mengusung wisata budaya di Kulon Progo seperti Merti Bumi Tinalah, baritan, wiwitan, saparan, kesenian wayang wong, jatilan lancur, bregodo Serang Boyo, krawitan. Kegiatan wisata budaya ini menjadi salah satu paket wisata Kulon Progo 2021.


Dewi Tinalah juga menjadi wisata Kulon Progo dekat bandara, dekat juga dengan pantai Kulon Progo terbaru, wisata Kalibiru Kulon Progo dan Waduk Sermo Kulon Progo. Jarak dengan tempat tersebut kurang lebih 20-25 km.

Kunjungan Mas Menteri Sandiaga Uno di Dewi Tinalah menjadi harapan besar wisata Kulon Progo yang sudah dibuka. Sehingga desa wisata dapat beraktivitas kembali menerima wisatawan dan menjual berbagai paket wisata Jogja Dewi Tinalah dengan penerapan protokol kesehatan CHSE di masa pandemic covid-19.

Sandiaga Uno Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kunjungi Dewi Tinalah 50 Besar Desa Wisata Indonesia

Dewi Tinalah – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengunjungi Desa Wisata Tinalah yang terpilih sebagai 50 Terbaik Desa Wisata Indonesia dari 1831 desa wisata di seluruh Indonesia. Kunjungan ini sekaligus menetapkan Dewi Tinalah sebagai penerima Anugerah Desa Wisata Indonesia 50 terbaik desa wisata Indonesia dan sekaligus desa wisata Tinalah Kulon Progo menjadi desa wisata binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.


Menteri Sandiaga Uno kunjungi Desa Wisata Tinalah 50 Terbaik Desa Wisata Indonesia Anugerah Desa Wisata Indoensia 2021


Rangkaian kegiatan kunjungan Menteri Parekraf RI juga didahului oleh kegiatan visitasi dan penjurian oleh tim juri yang menilai 7 aspek penilaian di Desa Wisata Tinalah meliputi aspek homestay, CHSE, toilet, souvenir, daya tarik wisata, desa digital, dan konten kreatif. Bertindak sebagai tim juri dalam penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia adalah Panca R Sarungu,SE MMSI, CTE sebagai Ketua Umum MASATA dan Sang Putu Subaya, SH, MH sebagai Ketua Himpunan Pramuwisata Indonesia.


Baca Juga: 4 Desa Wisata Terbaik di Jogja


Dalam kesempatan ini, Mas Menteri Sandiaga Uno menyampaikan, sebagai desa wisata rintisan Dewi Tinalah mampu mengoptimalkan potensi yang ada berbasis alam dan budaya. Pemanfaatan digitalisasi menjadi trobosan yang jitu untuk Dewi Tinalah dapat memasarkan potensi dan kegiatan wisata serta produk umkm.


Waktu kunjungan di Dewi Tinalah, Sandiaga Uno juga mengapresiasi upaya pengembangan digitalisasi dengan adanya Aplikasi Mbak Dewi berbasis kecerdasan buatan. Aplikasi ini mempunyai fitur untuk mendeteksi objek yang ada di Dewi Tinalah. Selain itu aplikasi Mbak Dewi juga dapat digunakan untuk melihat aura diri wisatawan. Apliksi ini hasil kolaborasi UAJY dan UKRIM dengan Dewi Tinalah.


Baca Juga: Kemasaran Produk Tingkatkan Produk UMKM Desa Wisata


Desa Wisata Tinalah menjadi satu-satunya Desa Wisata Terbaik di Kulon Progo yang mendapatkan Anugerah Desa Wisata sebagai 50 Besar Desa Wisata Indonesia 2021. Dengan kegiatan ini, harapannya desa wisata dapat kembali membuka kegiatan wisata dengan penerapan protokol kesehatan. Anugerah ini juga diharapkan dapat memberikan semangat desa wisata untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi-potensi desa.

Kelas Digital Marketing >