Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

EBook Digitalisasi Desa Wisata Praktik Terbaik Dewi Tinalah

EBook Digitalisasi Desa Wisata Praktik Terbaik Dewi Tinalah. Ebook ini merupakan praktik dari Desa Wisata Tinalah dari tahun 2013. Bagaimana penerapan digitalisasi desa wisata? Dalam ebook digitalisasi desa wisata akan terdapat sajian study case dilengkap dengan bukti penerapannya.


ebook-buku-digitalisasi-desa-wisata-dewi-tinalah

Download EBook


Proses digitalisasi desa wisata Dewi Tinalah telah menjadi bentuk adopsi teknologi di desa. Dengan teknologi digtal dan pemanfaatan internet dapat memberikan peningkatan dalam pengembangan desa wisata. Desa wisata semakin dikenal dan memberikan dampak nilai tambah ekonomi bagi masyarakat desa.

Akses Kelas Online Desa Wisata


Digitalisasi Desa Wisata Tinalah diberikan penghargaan dalam 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia Kemenparekraf RI 2021 dan mendapatkan juara kategori Desa Digital Indonesia. Selanjutnya Dewi Tinalah meraih Gold Digital Champion dalam Creative Tourism Destination Award 2022 Planet Tourism Indonesia by MarkPlus Tourism. 


Akses Ebook Lainnya: Ebook Pariwisata


EBook Digitalisasi Desa Wisata Indonesia praktik dari Desa Wisata Tinalah akan selalu diupdate seiring dengan perkembangan TIK yang adaptif. Anda dapat memberikan masukkan juga untuk pengembangan digitalisasi desa wisata melalui email dewitinalah@gmail.com guna memberikan masukan yang membangun untuk pengembangan Desa Wisata Tinalah berkelanjutan.

Panduan Lengkap Desa Kreatif Kemenparekraf RI

Halo Sobat Penggerak Desa, saat ini desa punya tantangan besar untuk membangun Indonesia dengan segala potensinya, desa mempunyai potensi untuk membangun desa kreatif dengan sektor ekonomi kreatif. Lalu seperti apa panduan desa kreatif agar desa dapat mengembangkan kawasannya sebagai desa kreatif?

panduan-desa-kreatif-kemenparekraf-ri-dewi-tinalah

Setelah Kemenparekraf RI bersama beberapa kementrian lain meluncurkan panduan desa wisata, tahun 2021 mengeluarkan panduan desa kreatif dalam bentuk Keputusan Menteri, yaitu Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kepmen) Nomor KM/107/KD.03/2021 Tahun 2021 tentang Panduan Pengembangan Desa Kreatif.

Ketugasan Kementrian ini mencakup sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dengan panduan desa kreatif ini sebaga bentuk usaha buat meningkatkan serta mendapatkan kemampuan kreativitas penduduk desa di Tanah Air maka jadi kapabilitas dalam perbaikan ekonomi dengan terbukanya lowongan kerja.

Jumlah desa di Indonesia pada 2019 sudah capai 83.820 yang banyak didominasi desa berkembang. Kemenparekraf memiliki komitmen penuh mengolah Program Desa Kreatif lewat peningkatan produk favorit dan ekosistem ekonomi kreatif desa.

Apa itu Desa Kreatif?

Tentu banyak yang bertanya ap aitu desa kreatif? Apa definisi bakunya? Desa kreatif adalah sebuah kawasan yang terletak di wilayah administratif desa / kelurahan yang masyarakatnya telah mengembangkan produk unggulan di satu atau lebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi desa.


Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memetakan 17 subsektor yang termasuk dalam lingkup ekonomi kreatif yaitu; 1) Arsitektur, 2) Desain Interior, 3) Pengembang Permainan, 4) Musik, 5) Seni Rupa, 6) Desain Produk, 7) Fashion, 8) Kuliner, 9) Film, Animasi dan Video, 10) Fotografi, 11) Desain Komunikasi Visual, 12) Televisi dan Radio, 13) Kriya, 14) Periklanan, 15) Seni Pertunjukan, 16) Penerbitan, 17) Aplikasi.

Sektor ekonomi kreatif yang mengutamakan kreativitas dan orisinalitas ide dapat berkembang apabila didukung dengan ekosistem yang baik. Pada konteks ini, wilayah pedesaan memiliki sumber daya yang juga mumpuni seperti halnya di perkotaan. Pelestarian budaya, adat istiadat dan bahasa adalah aktivitas yang kerap ditemukan di pedesaan dan merupakan potensi yang dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan Pengembangan Desa Kreatif

Tujuan dari adanya Program Pengembangan Desa Kreatif adalah meningkatkan ragam kawasan dan klaster kreatif sesuai dengan RPJMN 2020 – 2024 yang diharapkan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Hal ini dapat tercapai apabila usaha kreatif desa mengalami pertumbuhan sehingga dapat menyerap banyak tenaga kerja di sektor kreatif.

Syarat Menjadi Desa Kreatif

Dalam pengetian desa kreatif tersebut, sebuah desa dapat tergolong Desa Kreatif dengan adanya komponen utama sebagai berikut:
  • 1. Produk Kreatif Unggulan berupa barang atau jasa yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi desa;
  • 2. Telah terlaksananya pengembangan produk ekonomi kreatif lokal yang termasuk dari 17 subsektor ekonomi kreatif; dan
  • 3. Adanya peran serta aktif dari masyarakat dan pelaku ekonomi kreatif setempat.

Kategori Desa Kreatif

Desa Kreatif dikategorikan dalam beberapa lavel pengembangan, yaitu  inisiatif, produktif, inovatif, dan berkelanjutan yang  berdasarkan beberapa indikator yaitu produk, pemasaran, sumber daya manusia, pendampingan dan kolaborasi, kelembagaan, infrastruktur, serta teknologi digital dan finansial.

Penjelasan kriteria desa keatif secara lebih detail berdasarkan Indikator dan Tipologi Desa Kreatif Berdasarkan Level Pengembangannya sebagai berikut


Desa Kreatif Inisiatif

Sebagai kriteria desa kreatif  terdapat beberpa indikator
  • Indikator Produk Kreatif Memiliki potensi ekonomi kreatif namun belum dikembangkan; Bimbingan Teknis terkait pentingnya Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
  • Indikator Pemasaran, pemasaran dengan target masyarakat lokal desa.
  • Indikator SDM, Kesadaran masyarakat akan potensi ekonomi kreatif belum tumbuh, terlaksana pelatihan pengembangan kapasitas SDM.
  • Indikator Pendampingan dan Kolaborasi, Belum ada pendampingan dan kolaborasi baik dari pemerintah maupun swasta.
  • Inikator Kelembagaan, Belum memiliki kelembagaan secara formal (masih berupa komunitas/ perorangan).
  • Indikator Infrastruktur, Belum terdapat sarana prasarana penjamin keamanan dan kenyamanan (amenitas) dan aksesibilitas (jalan), Desa belum memiliki fasilitas internet.
  • Indikator Teknologi Digital, Belum memanfaatkan Platform Digital.
  • Inikator Finasial, Memperoleh pendanaan pengembangan Desa Kreatif dari pihak ketiga, Kondisi keuangan usaha kreatif belum menghasilkan keuntungan.

Desa Kreatif Produktif

Suatu desa dikatakan sebagai Desa Keratif Produktif jika terdapat indikator berikut:
  • Indikator Produk Kreatif, Potensi telah dikembangkan menjadi produk kreatif; Adanya fasilitasi pendaftaran/ pencatatan HKI atas produk kreatif.
  • Indikator Pemasaran, Pemasaran dengan target hingga pasar regional.
  • Indikator SDM, Telah terdapat pembagian peran pemangku kepentingan dan penggerak lokal (local champion), SDM mampu menjalankan operasional usaha meski perlu pendampingan.
  • Indikator Pendampingan dan Kolaborasi, Telah terdapat pendampingan dan kolaborasi pemerintah dan atau swasta
  • Indikator Kelembagaan, Pembentukan badan usaha masih dalam proses legalisasi.
  • Indikator Infrastruktur, Sudah mulai terdapat sarana prasarana amenitas dan aksesibilitas, Telah memiliki fasilitas internet dan wifi dengan kapasitas terbatas.
  • Indikator Teknologi Digital, Desa kreatif memiliki website sebagai platform digital.
  • Indikator Finasial, Memperoleh pendanaan pengembangan Desa Kreatif dari pihak ketiga tahap lanjut, Kondisi keuangan usaha kreatif sudah menghasilkan keuntungan.

Desa Kreatif Inovatif

Untuk menjadi desa kreatif inovatif tentu perlu berjenjang, terdapat indikator desa kreatif inovatif sebagai berikut:
  • Indikator Produk Kreatif, produk kreatif telah memiliki kualitas, unggul, dan berdaya saing serta memiliki HKI atas produk kreatif yang dikembangkan.
  • Indikator Pemasaran, pemasaran dengan target hingga nasional.
  • Indikator SDM, penyerapan tenaga kerja masyarakat desa dari kegiatan ekonomi kreatif sudah masif, SDM mampu menjalankan operasional tanpa perlu pendampingan.
  • Indikator Pendampingan dan Kolaborasi, pendampingan dan kolaborasi dari pemerintah dan atau swasta sudah mulai konsisten dilakukan.
  • Indikator Kelembagaan, memiliki badan usaha setingkat desa (BUMDes/Koperasi).
  • Indikator Infrastruktur, dilakukan pengembangan sarana prasarana amenitas dan aksesibilitas dan memiliki fasilitas internet dan wifi yang memadai.
  • Indikator Teknologi Digital, mulai memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk ekonomi kreatif desa.
  • Indikator Finansial / Keuangan, pembiayaan pengembangan Desa Kreatif secara bersama antara pihak ketiga dan internal Desa Kreatif (cost sharing) dan kondisi keuangan usaha kreatif cukup untuk membiayai operasional.

Desa Kreatif Berkelanjutan

Kriteris desa kreatif tentu sangat ditentukand dari perjalanan desa tersebut dalam pengelolaan desa kreatif. Untuk menjadi desa kreatif berkelanjutan terdapat indikator berikut:
  • Indikator Produk Kreatif, kualitas produk kreatif skala global dan ekspor dan
  • memiliki HKI atas produk kreatif yang dikembangkan.
  • Indikator Pemasaran, pemasaran dengan target hingga global (ekspor).
  • Indikator SDM, sebagian besar masyarakat memiliki kontribusi dalam pengembangan Desa Kreatif dan SDM mampu mengembangkan kapasitas kelompok secara mandiri (self-learning).
  • Indikator Pendampingan dan Kolaborasi, pelaku kreatif desa telah melakukan pendampingan/pelatihan pengembangan di desa binaan lain.
  • Indikator Kelembagaan, telah memiliki badan usaha berbentuk PT dan kelengkapannya.
  • Indikator Infrastruktur, terdapat sarana prasarana amenitas dan aksesibilitas yang memadai, dan pemanfaatan internet telah menjadi budaya Desa Kreatif.
  • Indikator Teknologi DIgital, platform Digital untuk pengelolaan ekonomi kreatif yang mandiri dan terintegrasi.
  • Indikator Finansial, pendanaan pengembangan Desa Kreatif secara mandiri tanpa harus ada bantuan dari pihak ketiga dan kondisi keuangan usaha kreatif dapat membeli aset baru.

Manfaat Pengembangan Desa Kreatif

Mengapa Kemenparekraf RI membuat panduan desa kreatif? Berikui ini beberapa manfaat pengembangan Desa Kreatif lainnya yaitu:
  • 1. melestarikan dan memajukan adat istiadat, tradisi dan budaya;
  • 2. mendorong partisipasi masyarakat desa untuk pengembangan potensi dan aset desa;
  • 3. meningkatkan ketahanan sosial budaya masyarakat desa guna mewujudkan masyarakat desa yang mampu memelihara kesatuan sosial sebagai bagian dari ketahanan nasional;
  • 4. memajukan perekonomian masyarakat desa serta mengatasi kesenjangan pembangunan nasional;
  • 5. meningkatkan kompetensi pelaku kreatif; dan
  • 6. memberikan nilai tambah terhadap produk kreatif desa.

Pihak yang terlibat dalam Pengembangan Desa Kreatif

Konsep Pentahelix merupakan kerjasama lima unsur pemangku kepentingan yaitu; pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat dan media dalam sebuah agenda pembangunan. Secara spesifik, Kementerian Pariwisata menggunakan konsep ini sebagai upaya untuk memastikan kualitas aktivitas, fasilitas dan seluruh pelayanan efektif mendukung pembangunan sektor pariwisata Indonesia.

Pada konteks pengembangan Desa Kreatif, pihak akademisi memiliki peran dalam memberikan konsep dan teori yang relevan dalam pengembangan Desa Kreatif berdasarkan studi yang telah dilakukan. Pelaku usaha memberikan masukan mengenai tren dan kebutuhan pasar agar produk yang dihasilkan dapat memberikan nilai tambah dan dibutuhkan konsumen. Masyarakat lokal atau dalam hal ini Kelompok Kreatif merupakan eksekutor dan inisiator di tingkat lokal dimana konsep Desa Kreatif diimplementasikan.

Pihak pemerintah sebagai regulator memberikan kebijakan dan peraturan yang mengakselerasi dan mendorong penciptaan Desa Kreatif di berbagai wilayah di Indonesia. Terakhir, pihak media membantu mempromosikan dan mempublikasikan kegiatan dan destinasi wisata kreatif agar menarik wisatawan untuk berkunjung.

Implementasi Desa Kreatif di Dewi Tinalah

Sebagai desa wisata, Dewi Tinalah berupaya untuk mengintegrasikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di desa Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo. Dewi Tinalah telah mengembangkan subsektor desa kreatif di berbagai kategori kreatif.

Subsektor Kuliner Dewi Tinalah

Di kawasan Dewi Tinalah, kuliner menjadi andalan. Kuliner di Dewi Tinalah sangat beragam, dari menu makan, hingga makanan ringan. Untuk kuliner banyak didominasi menu makanan desa seperti Nasi Tumpeng dan Ingkung, sayur gudangan, menu wiwitan. Ragam kripik seperti kripik pegagan, gedebog pisang, jambal (kulit singkong), aneka kripik singkon, cassabi, geblek kering dan basah.


Demikian pembahasan mengenai Panduan Desa Kreatif. Tentu pengembangan dan pengelolaan desa kreatif membutuhkan proses secara bertahap. Pentahelik menjadi kunci dalam pengembangan des kreatif. Selain itu desa kreatif juga dapat bersinergi dengan desa wisata yang ada di suatu desa. Semoga pembahasan desa kreatif ini bermanfaat. Salam dari Desa Wisata Tinalah.

Ebook - Buku Pedoman Desa Wisata Edisi II Tahun 2021

Ebook - Buku Pedoman Desa Wisata Edisi II Tahun 2021 merupakan panduan desa wisata yang memuat panduan penting. Panduan ini menjadi landasan filosofis yang mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan sekaligus pembangunan ekonomi pedesaan menjadi jawaban dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ebook Panduan ini memuat 2 panduan penting yaitu panduan desa wisata itu sendiri dan 10 langkah panduan pengembangan desa wisata hijau.


ebook - panduan dan pedoman pengembangan desa wisata edisi II tahun 2021


Download Ebook 

Dalam panduan desa wisata terdapat beberapa pembahasan seperti latar belakang, konsep pendekatan dan skema desa wisata, pengembangan desa wisata, strategi pengembangan desa wisata, penyelenggaraan desa wisata, desa wisata digital, desa wisata bahari, desa ramah perempuan dan peduli DERAP-PA, implementasi adaptasi baru, dan kisah sukses desa wisata di Indonesia.

Kemudian dalam Panduan Praktis 10 Langkah Mengembangankan Desa Wisata Hijau membahas tentang pariwisata sebagai instrumen membangun desa, adaptasi desa wisata di era kenormalan baru. 10 Langkah mengembangkan desa wisata hijau (DWH): membangun komitemen bersama, memetakkan potensi dan permasalahan desa, membentuk lembaga pengelola / memperkuat lembaga yang telah ada, meyusun rencana strategis (visi, misi, rencana kerja), mempersiapkan SDM desa wisata, menata lingkungan - sarana dan prasarana pendukung, memformulasikan branding desa wisata, menyusun paket wisata, melakukan pemasaran dan menjalin kemitraan, melakukan pemantauan dan evaluasi.


Akses Kelas Desa Wisata


Panduan Desa Wisata ini sangat penting menjadi landasan bagi pengelola desa wisata, POKDARWIS, pemerintah desa, lembaga penelitian, dosen, dan mahasiswa, sebagai bahan referensi dan pedoman untuk melakukan kajian dan pengembangan desa wisata. Dapatkan ebook-panduan pengembangan desa wisata untuk berbagai bahan bacaan dan referensi.

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)


Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) – Banyak pertanyaan tentang pokdarwis, apa itu pokdarwis, dan bagaimanya syarat pembentukan pokdarwis. Ini penting diketahui oleh pihak-pihak yang akan mengembangkan potensi wisata di desa. Seperti apa pokdarwis dan peranannya dalam memetakan potensi wisata di desa. Peran apa nantinya untuk mengembangkan desa wisata.

 

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)



DOWNLOAD EBOOK

 

Dapatkan Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang akan memberikan wawasan untuk Anda dalam menjawab berbagai pertanyaan tentang pokdarwis, syarat pembentukan pokdarwis, proposal pokdarwis, struktur pokdarwis, Ad/art pokdarwis, SK pokdarwis, logo pokdarwis dan dana pokdarwis.


Baca juga: Pengertian Desa Wisata 


Kelompok Sadar Wisata disebut Pokdarwis adalah pelaksana Sadar Wisata yaitu suatu kondisi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu destinasi atau wilayah. 

 Akses Kelas Desa Wisata

Pokdarwis mempunyai tugas untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, melalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan unsur kenangan.

 

Tugas Pokdarwis

  • Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan Kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan Kepariwisataan di Daerah.
  • Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya Kepariwisataan di Daerah dan manfaatnya bagi pembangunan Daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
  • Memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di Kabupaten/Kota.

Fungsi Pokdarwis

  • Penggerak Sadar Wisata dan Sapta Pesona di lingkungan wilayah di destinasi wisata; dan
  • Mitra Pemerintah dan pemerintah Daerah, pemerintah Kabupaten/Kota dalam upaya perwujudan dan pengembangan Sadar Wisata di Daerah.

 

Semoga Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) bermanfaat untuk Anda. Dapatkan Ebook Panduan lainnya yang membahas tentang pengembangan Desa Wisata.

Buku Panduan Kegiatan Wisata Era Normal Baru di Wisata Jogja

Buku Panduan Kegiatan Wisata Era Normal Baru di Wisata Jogja - Pedoman ini merupakan salah satu bentuk respon cepat Dinas Pariwisata DIY mengupayakan agar roda perekonomian di DIY tetap berjalan dengan menerapkan protokol CHS di masa New Normal yang selaras dengan Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi khususnya untuk desa wisata.

Panduan Baru Wisata Jogja Desa Wisata Tinalah

Buku pedoman ini juga merupakan tindak lanjut Pergub Nomor 48 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Panduan Pelaksanaan Kegiatan Pelayanan Publik dan Perekonomian Masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta Dalam Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019.




Adapun buku pedoman ini disusun berdasarkan dari hasil indentifikasi, simulasi di beberapa titik destinasi wisata yang ada di DIY yang kemudian didiskusikan oleh Tim Gugus Covid-19 DIY bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY dan juga Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY yang mendukung terbitnya buku pedoman ini dan juga kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi atas buku ini. Semoga pedoman ini dapat dimanfaatkan dengan baik serta menjadi acuan dalam semua di masa New Normal.


Dapatken Ebook Panduan Desa Wisata lainnya di koleksi Ebook berikut yang telah disediakan oleh Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Cek Ebook Panduan lainnya.

EBOOK - PANDUAN DESA WISATA 2020

Buku Panduan Desa Wisata 2020 ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing pihak terkait secara sinergis. Panduan ini semoga dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan pengembangan desa wisata. Buku ini merupakan buku yang disusun oleh empat kementrian RI (Kementrian Pariwisata, Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementrian Dalam Negeri).

Buku-Pedoman-Desa-Wisata-2020


Isi buku meliputi latar belakang desa wisata, pengembangan desa wisata (atraksi, aksesbilitas, amenitas, SDM, Masyarakat, Industri, Branding, Advertising, Selling), implementasi program, penyelenggara desa wisata, monitoring dan evaluasi.

Download Ebook Panduan Desa Wisata 2020
bit.ly/ebook_panduan_desawisata 

Dapatken Ebook Panduan Desa Wisata lainnya di koleksi Ebook berikuti yang telah disediakan oleh Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Cek Ebook Panduan lainnya. 
 
Dapatkan Kelas Online Desa Wisata yang diselenggarakan oleh Desa Wisata Tinalah. Cek jadwal kelas desa wisata melalui tautan dibawah ini.
 

FREE EBOOK - PANDUAN PENGEMBANGAN DESA WISATA

Buku Panduan Pengembangan Desa Wisata ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing pihak terkait secara sinergis. Panduan ini semoga dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan pengembangan desa wisata.


PANDUAN PENGEMBANGAN DESA WISATA


Isi buku ini meliputi pengantar tentang desa wisata, konsep desa wisata yang berkelanjutan, kebijakan dan dukungan pengembangan desa wisata, tahap pengembangan desa wisata, dan pemantauan dan evaluasi desa wisata. 



Dapatkan Ebook Panduan Pengembangan Desa Wisata
bit.ly/buku_panduan_desawisata

Dapatkan Ebook panduan desa wisata lainnya di Koleksi Ebook Desa Wisata. Mari berkembang bersama memajukan potensi desa untuk Indonesia.

Dapatkan Kelas Online Desa Wisata yang diselenggarakan oleh Desa Wisata Tinalah. Cek jadwal kelas desa wisata melalui tautan dibawah ini.
 
Akses Kelas Desa Wisata
Kelas Digital Marketing >