Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Galuh Fahmi Anak Desa Tampil di Jakarta Marketing Week 2022 Bawa Pulang Gold Champion

Galuh Fahmi Anak Desa Tampil di Jakarta Marketing Week 2022 Bawa Pulang Gold Champion. Siapa sangka usaha digitalisasi desa wisata membawa kesempatan di acara bergengsi Jakarta Marketing Week 2022 dari Mark Plus. 

jakarta-marketing-week-2022-galuh-fahmi-desa-wisata-tinalah

Kesempatan menjadi speaker di Jakarta Marketing Week 2022 merupakan kesempatan dalam rangkaian penerimaan Creative Tourism Destination Award 2022 program Planet Tourism Indonesia dari Mark Plus Tourism.

Upaya digitalisasi Desa Wisata Tinalah dari tahun 2013 melalui media sosial berkembang saat ini menjadi omni chanel marketing. Proses pangjan pemasaran Dewi Tinalah saat ini telah memberikan pertumbuhan dan kebermanfaatan sosial untuk masyarakat di Desa Purwoharjo, Samigaluh, Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Upaya digitalisasi Dewi Tinalah pun tidak mudah, penuh tantangan. Tantangan utama digitalisasi desa wisata adalah kemauan SDM desa memanfaatkan teknologi digital. Minimnya pengetahuan pada waktu itu membuat rasa ingin tahu mengenani digitalisasi khususnya untuk digital marketing.

Uji coba demi ujicoba pun dilakukan. Berbagai tutorial pemanfaatan media digital untuk pemasaran pun dilakukan sampai dengan mengikuti berbagai training dari harga ratusan ribu hingaa jutaan rupiah.

Baca juga

Strategi digitalisasi desa wisata Tinalah memberikan dampak untuk pertumbuhan dan profit sosial. Secara bertahap dari tahun 2015, Dewi Tinalah makin dikenal dengan bertambanya trafik yang mengenal.

Strategi Funneling menjadi strategi yang ampuh. Awarness Dewi Tinalah pun meningkat 3x lipat pada tahun 2017. Proses peningkatan awarness pun memberikan dampak pada peningkatan omset Dewi Tinalah.

Program digitalisasi Dewi Tinalah dengan digital marketing merupakan proses yang panjang dalam proses pemasaran di media digital dan online. Digital marketing memanfaatkan saluran digital seperti mesin pencari, media sosial, email, dan situs web lain untuk terhubung dengan pelanggan saat ini dan calon pelanggan. Ini juga termasuk komunikasi melalui pesan teks atau multimedia.


Info Pembicara: Undang Galuh Fahmi tetang Desa Wisata (085729546678)


Pemasaran digital juga didefinisikan sebagai taktik dan saluran digital untuk terhubung dengan pelanggan di mana mereka menghabiskan sebagian besar wisatawan menghabiskan waktu: online. 

Pemasar digital terbaik memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana setiap kampanye pemasaran digital mendukung tujuan menyeluruh mengenai pengembangan desa wisata. Dan tergantung pada tujuan strategi pemasaran desa wisata, pemasar dapat mendukung kampanye yang lebih besar melalui saluran gratis dan berbayar yang dimiliki desa wisata.

Dewi Tinalah membuat serangkaian posting blog yang menghasilkan prospek dari ebook baru atau poster digital. Pemasar media sosial Dewi Tinalah kemudian mempromosikan postingan blog melalui postingan berbayar dan organik di akun media sosial bisnis.

peningkatan-awarness-dewi-tinalah-di-media-web

Proses Pemasaran digital Dewi Tinalah terus menjangkau audiens yang lebih besar daripada melalui metode tradisional, dan menargetkan prospek yang kemungkinan besar akan membeli produk atau layanan Dewi Tinalah. Proses Digital marketing Dewi Tinalah lebih hemat biaya daripada iklan tradisional, dan memungkinkan untuk mengukur kesuksesan setiap hari dan melakukan pivot.

Manfaat utama Digital Marketing Desa Wisata Tinalah 

  • Dewi Tinalah dalam hal ini memfokuskan upaya pada prospek yang kemungkinan besar akan membeli produk atau layanan / paket wisata Jogja Dewi Tinalah.
  • Lebih hemat biaya daripada metode pemasaran keluar .
  • Pemasaran digital meratakan lapangan permainan dalam industri wisata dan memungkinkan Dewi Tinalah bersaing dengan merek yang lebih besar.
  • Pemasaran digital dapat diukur.
  • Lebih mudah untuk beradaptasi dan mengubah strategi pemasaran digital.
  • Pemasaran digital meningkatkan tingkat konversi dan kualitas prospek Dewi Tinalah.
  • Dewi Tinalah melibatkan audiens di setiap tahap dengan pemasaran digital.

Jenis Digital Marketing yang dimanfaatkan oleh Dewi Tinalah diantaranya Pengoptimalan Mesin Pencari (SEO), Pemasaran Konten, Pemasaran media sosial, Pemasaran Afiliasi, Iklan Asli
Otomasi Pemasaran, Email Pemasaran, PR online, Pemasaran Masuk, Konten Bersponsor, Pemasaran Mesin Pencari (SEM), Pemasaran Pesan Instan.

peningkatan-awarness-dewi-tinalah-di-media-web-google-bisnis-analitik

Proses digitalisasi Desa Wisata Tinalah akan selalu berkembang dan dinamis sesuai dengan perkembagnan teknologi terbaru. Hal penting dari digital marketing adalah kemampuan untuk beradaptasi dan mau untuk selalu belajar hal baru. Selanjutnya praktik menjadi hal yang tidak dapat ditinggalkan, karena tanpa praktik langsung untuk menerapkan digital marketing tidak ada hasil yang didapatkan.

Pada akhirnya digital marketing merupakan bagian kecil dari pengembangan desa wiata. Strategi digital merketing menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan dampak sosial, lingkungan dan ekonomi untuk desa. Subjek utama dari semua proses ini adalah manusia, maka SDM desa wisata harus selalu mau untuk belajar dan memiliki mindset berkembang.

Dewi Tinalah Raih Penghargaan Digital, SDGs, dan Youth Creative Tourism Destination Award 2022

Jakarta - Dalam rangkaian Jakarta Marketing Week 2022, Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) menerima penghargaan Creative Tourism Destination Award 2022 yang berlangsung di Atrium Mall Kota Kasablanka Jakarta Selatan, Kamis (19/5/2022). Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bapak Hermawan Kertajaya sebagai Chairman and Executive of Mark Plus Corp.

Dewi Tinalah - Creative Tourism Destination Award 2022

Award ini merupakan kegiatan Planet Tourism Indonesia 2022 yang ke empat dan bertepatan dengan Jakarta Marketing Week yang ke sepuluh. Creative Tourism Destination Award 2022 merupakan bentuk apresiasi dari MarkPlus Tourism bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI terhadap pengelola destinasi yang mampu berinovasi dengan berbagai aktivitas kreatif untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata Indonesia. Ada tiga kategori yang diberikan, yaitu youth, digital, dan SDGs (tujuan pembangunan berkelanjutan).

Dewi Tinalah mendapatkan tiga penghargaan di Creative Tourism Destination Award 2022. Penghargaan pertama sebagai Gold Champion kategori digital. Penghargaan ke dua dan tiga sebagai Silver Champion untuk kategori Youth dan SDGs. Penjurian melibatkan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia, Indonesia Marketing Association dan MarkPlus Tourism.

Hermawan Kartajaya sebagai Founder & Executive Chairman of MarkPlus, Inc. Chairman of MarkPlus Tourism memberikan penghargaan untuk Dewi Tinalah yang diterima oleh Galuh Alif Fahmi Rizki sebagai Ketua Desa Wisata. Hermawan juga menyampaikan, dengan penghargaan ini nantinya dapat memperluas penerapan creative tourism untuk menciptakan nilai tamba yang lebih besar dan memperkuat diferensiasi dari setiap destinasi.

Desa Wisata Tinalah Raih Gold Champion Kategori Digital
Penyerahan Penghargaan  Gold Champion Kategori Digital Creative Tourism Destination Award 2022

Dewi Tinalah merupakan desa wisata di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa wisata yang mengusung tagline Pesona Alam dan Budaya ini menjadi salah satu desa wisata penyanggan Destinasi Super Prioritas Borobudur di Kabupaten Kulon Progo. Dewi Tinalah juga menjadi 50 besar desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dan menjadi desa wisata kategori digital dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif tahun 2021.

Galuh Alif Fahmi Rizki sebagai ketua Dewi Tinalah juga menjadi salah satu pembicara dalam acara pembuka sesi satu Exploring Indonesia Creative Destination. Pembicara lain yaitu Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si. Bupati Kutai Timur, Murlan Damerian Pane Kepala Nasional Tanjung Puting, Sigit Tri Wibowo Pengelola Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, Wayan Winawan Founder & Chairman Blosson Eco Luxe Billas by Ekosistem.

Galuh Alif Fahmi Rizki - Ketua Desa Wisata Tinalah speaker Exploring Indonesia Creative Destination
Ketua Dewi Tinalah Menjadi Speaker Sesi Exploring Indonesia Creative Destination

"Dewi Tinalah memiliki pesona alam dan budaya yang berada di kawasan Pegunungan Menoreh. Mempunyai goewisata Goa Sriti dan Situs Rumah Sandi Negara yang penuh nilai sejarah. Komunitas masyarakat menjadi penggerak desa wisata dengan segala potensinya. Dewi Tinalah manfaatkan jaringan komunitas untuk melakukan strategi pemasaran. Dalam prosesnya, kami memanfaatkan digitalisasi dengan pengembangan onmichanel seperti di media sosial dan web. Cerita autentik dari desa menjadi hal yang penting kami sampaikan di berbagai media sehingga orang tertarik dengan cerita tersebut, ungkap Galuh Alif Fahmi Rizki dalam sesi Exploring Indonesia Creative Destination.

Penghargaan ini juga diharapkan menjadi penyemangat untuk seluruh steakholder dan masyarakat di Desa Wisata Tinalah untuk berkomitmen terus menjaga lingkungan, berkreasi dan berinovasi. Selain itu nantinya dapat semakin menghidupkan sektor ekonomi kreatif masyarakat dan meningkatkan nilai tambah untuk lingkungan, sosial masyarakat dan ekonomi.

Dewi Tinalah telah berinovasi dan memanfaatkan media digital untuk pengelolaan dan promosi desa wisata. Media digital digunakan Dewi Tinalah untuk pengelolaan data base, reservasi, dan promosi. Banyak program/atraksi/daya tarik kreatif yang diromosikan secara digital sehingga mampu memberikan pengalaman berwisata yang unik dan berkesan bagi wisatawan seperti live in, camping, jelajah alam, outbound, napak tilas, wisata alam Puncak Kleco, homestay, eduwisata, dan berbagai atraksi kerajinan masyarakat.


Meski banyak memanfaatkan media digital untuk promosi, Dewi Tinalah juga melakukan promosi secara offline, seperti membangun jejaring komunitas dan aksi gerakan Sambanggo (Sambang Gunung, Sambang Gawe atau ekonomi kreatif, Sambang Gisik atau pantai) dari Program Dinas Parwisata Kulon Progo yang berarti mengunjungi tempat wisata.  

Reno Yusuf sebagai tim kreatif digital Dewi Tinalah turut hadir dalam acara ini menyampaikan pentingnya generasi muda berani beraksi dan kreatif memanfaatkan media digital untuk pengembangan desa wisata. Digital menjadi salah satu percepatan Dewi Tinalah dan memberikan kesempatan masyarakat desa untuk mengembangkan pariwisata yang kreatif dan inovatif.

"Tema wisata outdoor ini sangat cocok untuk giatan pasca pandemi karena orang-orang sangat mencari ruang terbuka. Destinasi wisata perlu melakukan Strategy Thinking dan trasformasi untuk membuat aktivitas yang berkelanjutan dan berkualitas. Modal alam dan budaya ini perlu diperluas kebermanfaatanya untuk pariwisata", jelas Hermawan Kertajaya sebagai Chairman of MarkPlus Tourism saat berikan penghargaan ini.

Daftar lengkap penerima penghargaan Creative Tourism Destination Award 2022

Creative Tourism Destination Award 2022 Kategori Digital

Kategori Digital, penghargaan diberikan kepada destinasi yang berhasil memanfaatkan media digital dalam berinovasi menciptakan dan mengembangkan berbagai program/atraksi/daya tarik kreatif sehingga mampu memberikan pengalaman berwisata yang unik dan berkesan bagi wisatawan.

Gold champion:
  • Desa Wisata Tinalah, Kulon Progo, DI Yogyakarta.
  • Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Silver champion:
  • Ulun Danu Beratan, Bali.
  • Desa Wisata Pela, Kutai, Kalimantan Timur.

Bronze champion:
  • Wisata Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan.
  • Desa Wisata Tamansari, Banyuwangi.

Creative Tourism Destination Award 2022 Kategori Youth

Kategori Youth, penghargaan diberikan kepada destinasi yang berhasil menyediakan wadah bagi anak muda untuk berkontribusi nyata dalam penciptaan dan pengembangan destinasi pariwisata kreatif, baik melalui pemberian ide, kerangka kerja strategis, hingga implementasi.

Silver champion:
  • Desa wisata Hanjeli, Sukabumi. 
  • Desa wisata Tinalah, Yogyakarta.

Bronze champion:
  • Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah.
  • Wisata Rammang-Rammang, Sulawesi Selatan.
  • Bukit Porong, Labuan Bajo, NTT.

Creative Tourism Destination Award 2022 Kategori SDGs

Kategori SDGs, penghargaan diberikan kepada destinasi yang berhasil menciptakan dan mengembangkan destinasi pariwisata kreatif berbasiskan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), dengan kontribusi nyata terhadap aspek kesejahteraan, pendidikan, dan lingkungan yang berkelanjutan.

Silver champion:
  • Desa wisata Hanjeli, Sukabumi.
  • Desa wisata Penglipuran, Bali.
  • Desa wisata Tinalah, Yogyakarta.
  • The Lodge Maribaya, Lembang.
  • Blossom Eco Luxe Villas by Ekosistem, Bali.

Bronze champion:
  • Geopark Nasional Karangsambung Karangbolong, Kebumen, Jawa Tengah.
  • Gunung Tombuok, Sumatra Barat.
  • Kampung adat Wae Rebo, NTT.
  • Poerworedjo Heritage on Wheels.
  • Prevab, Taman Nasional Kutai.

Di sesi kegiatan ini ini juga dilakukan Deklarasi Percepatan Kebangkitan Parwisata Inonesia yang Berkelanjutan kolaborasi dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Dalam deklarasi ini bertujuan untuk melakukan percepatan tahapan Relief-Ercovery-Reform untuk kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Indonesia. Dengan semangat Gercep, Geber dan Gaspol, kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan siap untuk menjadi tuan rumah World Tourism Day 2022 dan Presidensi G-20.

Program Mentoring dan Pendampingan Desa Wisata / Usaha Desa

Dewi Tinalah saat ini membuka kesempatan dengan berbagai pihak untuk melakukan pendampingan dan mentoring pengembangan desa wisata / usaha desa. Program digitalisasi desa wisata / usaha desa merupakan program utama. Anda dapat menghubungi kontak WA 085729546678 untuk layanan pendampingan dan mentoring desa wisata / usaha desa.

digital-creative-tourims-mentoring-program-desa-wisata-tinalah-galuh-alif-fahmi-rizki



Cassabi Sajian Terbaik Dewi Tinalah dan Jatimulyo Bimtek Olahan Pangan Lokal Kemenparekraf

Dewi Tinalah – Kemenparekraf fasilitasi kegiatan bimbingan teknis untuk desa wisata mengenai olahan pangan lokal. Kegiatan ini mendorong desa wisata untuk dapat memanfaatkan pangan lokal menjadi hidangan kuliner yang berkelas. Kegiatan dilaksanakan hari Kamis 14 April 2022 di The Alana Hotel & Convention Center Malioboro Yogyakarta.

Cassabi-Sajian-Terbaik-Dewi-Tinalah-dan-Jatimulyo-Bimtek-Olahan-Pangan-Lokal-Kemenparekraf

Dewi Tinalah dan Jatimulyo dapatkan nilai tertinggi dalam pembuatan olahan pangan lokal. Kegiaatan ini diikuti oleh 300 peserta. Bimbingan Teknis Gerakan Usaha Kreatif (GUK) Subsektor Kuliner "Kreatif Mengolah pangan Lokal" ini merupakan fasilitasi untuk desa wisata yang masuk dalam nominasi 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Tahun 2021 Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Cassabi merupakan singkatan Cassava Binangun. Cassava atau yang dikenal dengan nama singkong atau jendal di desa wisata menjadi bahan pangan yang melimpah di desa. Dengan semangat Binangun yang menjadi slogan Kulon Progo, kelompok Desa Wisata Tinalah Samigaluh dan Jatimulyo Girimulyo menamai produk olahan pangan dari singkong dengan sajian “CASSABI”.

 
Dengan kegiatan ini juga diharapkan masyarakat di desa wisata dapat mengetahui berbagai potensi hasil bumi di desa sehingga dapat memanfaatkan dan secara kreatif dapat membuat berbagai sajian menu yang unik dengan berbahan pangan lokal.

Cassabi-Sajian-Terbaik-Dewi-Tinalah-dan-Jatimulyo-Bimtek-Olahan-Pangan-Lokal-Kemenparekraf-ri

Pemahaman pangan lokal dalam kerangka nasional merujuk pada Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 mengenai Pangan (UU Pangan). Berdasar UU Pangan, pemahaman pangan lokal ialah makanan yang dimakan oleh warga di tempat sama sesuai kekuatan dan kearifan lokal. Interpretasi dari pemahaman ini menempel pada istilah "lokal", yakni sumber daya pangan dan budaya makan di tempat. 

Maka dari itu satu tipe pangan disebutkan pangan lokal jika dibuat dengan memaksimalkan sumber daya di tempat dan dimakan secara temurun oleh warga di tempat, baik berbentuk pangan fresh atau yang sudah diproses sama sesuai budaya dan kearifan lokal, jadi makanan ciri khas wilayah di tempat.

Banyak bahan pangan lokal yang dapat dimanfaatkan sekaligus dapat meningkatkan nilai jual dari pada dijual secara langsung tanpa dibuat sajian kuliner. Upaya ini juga untuk menaikkan nilai juga, masyarakat juga dapat naik kelas dengan upaya pengolahan makanan yang unik dan punya nilai jual tinggi.


Masih banyak varian hasil dari pangan lokal di Desa Wisata Tinalah yang dapat dibuat dari singkong. Di Dewi Tinalah terdapat olahan kuliner dari singkong berupa kletik, geblek, kripik kulit singkong (jambal), singkong goreng, singkong rebus, gethuk, dan aneka sajian dari bahan lokal singkong.

Selain itu masih banyak pangan lokal yang dapat diolah di Desa Wisata Tinalah seperti pisang, pegagan, kelapa, jehe, dan aneka pangan (holtikultura) yang dapat dikembangkan menjadi sajian kuliner di desa wisata yang unik dan bernilai jual.

Dengan Bimtek Gerakan Usaha Kreatif (GUK) Subsektor Kuliner "Kreatif Mengolah pangan Lokal" harapnnya dapat memberikan semangat bagi warga di desa wisata untuk terus kreatif mengolah potensi yang ada. Selain itu juga bagian dari pelestarian lingkungan dan konservasi untuk mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan sehingga memberikan dampak yang positif untuk lingkungan, masyarakat, dan nilai tambah ekonomi.


Dapatkan kesempatan berwisata di Desa Wisata Tinalah. Nikmati pengalaman seru dengan berbagai atraksi kegiatan tinggal di Desa Wisata. Wisatawan dapat memperoleh pengalaman membuat sajian kuliner Cassabi, kripik pegagan, wingko, kripik gedebog pisang, dan berbagai pengalaman seru membuat kerajinan dari potensi pohon kelapa (piring lidi dan berbagai anyaman seni). Hubungi kontak Dewi Tinalah untuk dapatkan info reservasi lebih lanjut. Salam dari Dewi Tinalah, Sambanggo! Monggo.

Dewi Tinalah Juara 2 Gelar Ekonomi Kreatif Desa Wisata Kulon Progo 2022

Halo Sahabat Desa Wisata – Tahun 2022 Dewi Tinalah mengikuti gelar ekonomi kreatif desa wisata se-Kulon Progo. Tahun ini peserta desa wisata meningkat dari tahun sebelumnya, tahun ini terdapat 20 desa wisata yang mengikuti gelar pameran ekonomi kreatif desa wisata menebar pesona.


dewi-tinalah- juara-2-ekonomi-kreatif-kulon-progo

Bertempat di Yogyakarta International Airport, Dewi Tinalah menyajikan beragam produk ekonomi kreatif. Terdapat beberapa produk dari Desa Wisata Tinalah seperti  kuliner, fashion, kriya aplikasi developer, periklanan, fotografi,, video, seni pertunjukkan, desain produk, seni rupa, desain interior, dan desain komunikasi visual.


Baca Juga


Galuh selaku ketua Desa Wisata Tinalah menyampaikan bahwa produk ekonomi kreatif di Dewi Tinalah saat ini berusaha untuk adaptif mengikuti perkembangkan TIK dan digitalisasi. Terdapat produk ekonomi kreatif seperti pengembangan aplikasi, web, dan periklanan digital. Selain itu pemuda desa saat ini benyak memanfaatkan media digital untuk pengembangan desain komunikasi visual untuk memasarkan produk-produ desa wisata.


Desa saat ini harus mampu untuk beradaptasi dan berakselerasi dengan adanya internet. Dengan pemanfaatan internet yang tepat ini dapat menjangkau secara global, personal dan sesuai dengan preferensi seseorang sehingga produk yang dikembangkan pun akan sesuai dengan minat seseorang, bisa dicustom sehingga menambah nilai ekonominya.


Baca Juga: Pemasaran Desa Wisata Melalui WhatsApp


Sektor ekonomi kreatif ini tentu masih banyak yang dapat dikembangkan di Dewi Tinalah. Produk yang kreatif akan selalu dikembangkan oleh Desa Wisata Tinalah untuk mewujudkan ekosistem ekonomi kreatif di desa yang makin baik dan berkembang sehingga memberikan kebermanfaatan untuk pertumbuhan ekonomi di desa.


Dewi Tinalah saat ini telah membuktikan pentingnya menggarap ekonomi kreatif di sektor digital. Banyak kesempatan untuk desa wisata bisa berkembang melalui sektor digital. Selain menjual produk secara langsung di media digital, desa wisata juga dapat mengembangkan asset digital di berbagai media.


Bagi Anda yang ingin belajar pengembangan desa wisata dan ekonomi kreatif desa dapat berkunjung ke Desa Wisata Tinalah. Anda dapat belajar pengembangan ekonomi kreatif di desa di sektor kuloner, kriya, maupun pemanfaatan media digital. Dewi Tinalah tahun 2021 dinobatkan sebagai desa digital oleh Kemenparekraf. Semangat bergerak dari desa.

Pariwisata Minat Khusus Desa Wisata Sebagai Wisata Alternatif

Banyak pengembangan parwisata di Indonesia yang memberikan dampak kebermanfaatan. Kali ini Dewi Tinalah akan membahas mengenai pariwisata minat khusus. Apa itu pariwisata minat khusus? Lalu apa hubungannya dengan desa wisata dan apakah desa wisata termasuk dalam ketegori pariwisata minat khusus? Tentu ini membutuhkan penjelasan secara lengkap. Dalam artikel ini Dewi Tinalah akan membahas secara lengkap mengenai pariwisata minta khusus.

pariwisata-minat-khusus-desa-wisata

Pariwisata minat khusus menjadi salah satu pariwisata alternatif yang dapat dipilih oleh wisatawan. Pariwisata alternative sekarang ini jadi trend untuk beberapa pelancong. Pariwisata alternative sebagai ide wisata yang lebih berteman dengan alam dan warga lokal, yang tidak dapat diperoleh saat bertandang ke tujuan wisata biasa.

Karenanya, beberapa paket wisata yang memprioritaskan budaya, alam, dan suatu hal yang unik dari wilayah tertentu sedang benar-benar disukai. Satu diantaranya dengan berkunjung desa wisata.

Pengertian Wisata Minat Khusus

Wisata minat khusus (Special Interest Tourism) Menurut Fandeli, (2002:107) adalah wujud pekerjaan dengan turis personal, kumpulan atau kelompok kecil yang memiliki tujuan buat belajar serta mengusahakan mendapat pengalaman terkait satu perihal di wilayah yang disinggahi.

Baca juga:

menurut Ismayanti (2010:155), pariwisata minat khusus adalah pariwisata yang menjajakan pekerjaan yang tak biasa dikerjakan oleh turis pada biasanya atau wisata yang butuh keterampilan khusus atau interes khusus buat mengerjakannya, serta tiap-tiap orang miliki keterampilan semasing. Menurut Read Hall serta Weiler (1992) …is travel for people who are going somewhere because they have a particular interest that can be pursued in a particular region or at a particular destination.

Special Interest Tourism atau ke bahasa Indonesia umum diketahui dengan istilah pariwisata minat khusus adalah macam pariwisata di mana turis mengerjakan perjalanan buat belajar serta mengusahakan memperoleh pengalaman anyar terkait sebuah hal di wilayah yang disinggahi. 

Sampai juga ada yang mengucapkan kalau tipologi dari wisata macam ini tak biasa, antimainstream, atau sampai aneh. Kenapa? Sebab kebanyakan wisata minat khusus begitu terjalin dengan kegemaran satu orang, populasi, atau didasarkan rasa mau tahu yang begitu tinggi.

Pariwisata minat khusus punya relevansi dengan perjalanan. Pelancong secara fisik bisa meletihkan, dan ada bagian halangan yang penting dijalankan, lantaran wujud pariwisata ini lebih banyak ada di wilayah terisolasi, antara lain : kesibukan treking, hiking, pendakian gunung, rafting di sungai, dan yang lain (Fandeli 2000). 
Ada sekian banyak syarat-syarat menurut Fandeli dalam Sudana (2013), yang bisa digunakan jadi petunjuk dalam menentukan satu wujud wisata minat khusus ialah : 1) Learning, pariwisata yang fundamental pada bagian belajar; 2) Rewarding, pariwisata yang masukkan bagian pemberian penghargaan; 3) Enriching, pariwisata yang masukkan kesempatan berlangsungnya pengkayaan pengetahuan di antara pelancong dengan orang; 4) Adventuring, pariwisata yang didesain dan dibuntel maka dari itu terjadi wisata perjalanan.

Kegiatan wisata minat khusus mencakup kegiatan kemping (famili camp, Educamp, dls), penjelajahan (adventure), Journey, penelusuran (seperti jelajahi air terjun, tracking rimba, susur sungai, dan lainnya), ekowisata, wisata desa, dan yang lain. Wisata minat khusus dilaksanakan pada tujuan alam yang asri, di mana mayoritas objeknya ada dikawasan pegunungan, pantai, perdesaan dengan pendekatan servis yang khusus (privacy).

Kemajuan pariwisata minat khusus sesungguhnya pun searah dengan kemajuan lifestyle manusia maka tampil beberapa istilah anyar seperti culinary tourism, halal tourism, dark tourism, Tolkien tourism (mendatangi posisi film Lord of The Rings), drug tourism, getto tourism, serta masihlah banyak kembali. 

Wisata minat khusus sampai diindikasikan berlangsung pergesekan arah pariwisata di 2017, dari wisata massal tuju wisata opsi atau wisata minat khusus dengan skema wisata yang mengedepankan pada hal penghayatan serta penghargaan lebih kepada hal kelestarian alam, lingkungan, serta budaya (enviromentally and cultural sensitives).

Baca Juga: Konsep Desa Wisata yang Wajib Diketahui

Pada biasanya turis minat khusus punya motivasi serta keinginantahuan yang tinggi kepada sebuah hal buat didalami serta dituruti / dilalui maka mendatangkan pengalaman anyar dalam pekerjaannya berpariwisata.

Ada dua kumpulan turis dalam kegiatan wisata minat khusus, ialah kumpulan yang berkehendak sekedar coba kegiatan anyar. Di kumpulan ini, kendala keikutsertaan bakal condong pada tingkat mudah hingga di menengah. Serta yang ke-2 , yaitu kumpulan yang menyaksikan keterlibatannya dalam wisata minat khusus selaku maksud atau motivasi sangat dalam untuk pemenuhan atas kepentingan kesan seseorang turis dalam pekerjaan berpariwisata, maka keikutsertaan turis dalam kumpulan ini bakal condong lebih aktif dan menuju di tingkat kendala yang makin tinggi.

Munculnya Parwisiata Minat Khusus

Imbas dari pembangunan pariwisata massal dan kegiatannya pada sumber daya manusia bisa menyebabkan kemunduran nilai-nilai sosial budaya, nilai-nilai kepribadian, atau komersilisasi adat. Begitu juga dampaknya pada sumber daya alam, pembangunan wisata massal akan berpengaruh pada pindah peranan tempat dari bidang pertanian ke bidang pariwisata, berlangsungnya pencemaran lingkungan, dan berlangsungnya kerusakan lingkungan dan ekosistem.

Imbas negatif itu dikarenakan oleh peningkatan pariwisata massal yang hanya dilaksanakan dengan pendekatan ekonomi, dan pariwisata disiapkan sebagai instrument untuk tingkatkan penghasilan keuangan sebuah instansi semata-mata.

Berlainan dengan itu, dalam wisata minat khusus pembangunan pariwisata harus berdasar pada persyaratan kebersinambungan, bisa disokong secara ekologis dalam waktu lama, pantas secara ekonomi, dan adil secara norma dan sosial untuk warga di tempat.
Pembangunan terus-menerus dalam wisata khusus diintegrasikan dengan lingkungan alam, budaya dan manusia, dengan arah supaya bidang pariwisata sanggup memberi keberkahannya pada alam, peradaban sosial, dan aktor wisata tersebut. 

Salah satunya program wisata garapan pemerintahan yang ke arah pada peningkatan wisata minat khusus dan ramah yakni dengan ditenarkannya ide desa wisata dan wisata di pedesaan. Ide desa wisata memprioritaskan autentisitas sehari-harinya desa yang dibungkus jadi tujuan-destinasi unik dengan pemberian fokus pada penyuguhan pengalaman yang lain dengan kehidupan riil beberapa pelancong.

Mengapa Wisata Minat Khusus?

Ditandai berlangsungnya pergesekan fokus pariwisata di tahun 2017, dari wisata massal ketujuan wisata preferensi atau wisata minat khusus dengan skema wisata yang tekankan terhadap unsur penghayatan dan penghargaan lebih kepada unsur kelestarian alam, lingkungan dan budaya (enviromentally and cultural sensitives). 

Kesadaran kepada daya pikat Indonesia oleh komunitas-komunitas orang di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata (ODTW) berbentuk kemegahan lanscape alam, keanekaan seni, budaya dan rutinitas istiadat orang yang diurus secara ramah dan dipertunjukkan geliat kepariwisataannya dengan menjajakan perjalanan-perjalanan wisata minat khusus kepada pasar pariwisata sebagai satu diantaranya bagian yang mempunyai pengaruh berlangsungnya pergesekan fokus pariwisata, kecuali kejenuhan pelancong tersebut kepada wisata produksi yang bercirikan wisata massal.

Oleh beberapa grup, pariwisata massal diliat berkesempatan mengakibatkan kemerosotan juga distraksi atas lingkungan, baik lingkungan alam atau lingkungan budaya dan sosial. Tidak serupa dengan rencana wisata minat khusus yang bisa lebih banyak menitik beratkan di wisata yang ramah kepada alam, komunitas sosial dan budaya di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata, dan rata-rata "wisata massal lebih bertujuan mendapati keuntungan secara ekonomi semata-mata dengan mengutamakan metode ekonomi kapitalistik".

Baca Juga: Perencanaan Desa Wisata dalalm Sektor Pariwisata

Wilayah wisata massal yang dibangun atau pelayannya bisa lebih banyak menyediakan selingan yang bisa menyimpan kemampuan pengunjung bisa lebih banyak tiada perhitungkan efek negatif kepada lingkungan atau sosial. Menurut Kodhyat (1997:75) dalam buku Tourism Technology and Competitive Siasates sebutkan jika "pariwisata massal jadi pariwisata kekinian atau formal, di mana type pariwisata ini punyai tanda-tanda ialah kesibukan wisata sejumlah besar (Mass Tourism), beberapa dibuntel dalam unit paket wisata, pembangunan tempat dan layanan kepariwisataan bertaraf besar dan lux membutuhkan sejumlah tempat yang dirasa penting dan membutuhkan tanah yang lumayan luas.

Oleh beberapa grup, pariwisata massal diliat berkesempatan mengakibatkan kemerosotan juga distraksi atas lingkungan, baik lingkungan alam atau lingkungan budaya dan sosial. Tidak serupa dengan rencana wisata minat khusus yang bisa lebih banyak menitik beratkan di wisata yang ramah kepada alam, komunitas sosial dan budaya di kitaran Object Dengan daya Ambil Wisata, dan rata-rata "wisata massal lebih bertujuan mendapati keuntungan secara ekonomi semata-mata dengan mengutamakan metode ekonomi kapitalistik".

Dalam wisata minat khusus dan atau wisata ramah, pembangunan pariwisata mesti menurut persyaratan kesinambungan, bisa ditopang secara ekologis dalam waktu lama, wajar secara ekonomi, adil secara formalitas dan sosial untuk orang di tempat. Pembangunan berkepanjangan dalam wisata khusus diintegrasikan dengan lingkungan alam, budaya dan manusia mesti bisa berikan keberkahannya kepada alam, komunitas sosial dan pelaksana wisata tersebut.

Liburan dengan jenre wisata minat khusus ialah sebuah jalan keluar buat lupakan kekhawatiran dan ketakutan dan mendatangkan rasa berbahagia dan senang. Wisata minat khusus sebagai salah satunya wisata yang bisa memberi rasa nyaman dan aman baik pada objek tujuan atau dalam kegiatan wisatanya pada periode new normal, ini karena :

Hubungan dalam wisata minat khusus memiliki sifat privacy, yakni tidak mengikutsertakan beberapa orang baik pada objek tujuan wisata atau di saat aktivitas wisata. Seumpama pada aktivitas kemping keluarga (dengan ambil contoh kasus di teritori pariwisata curug panjang), di mana tiap keluarga mempunyai zone camping tertentu yang tidak bersatu dengan keluarga yang lain, dan sepanjang camping cuman diatasi cuman oleh 2 orang untuk optimal 15 orang pada sebuah barisan keluarga, satu untuk menfasilitasi fasilitas dan satunya kembali untuk.

Wajib Baca: 3 Hal Penting dalam Pengembangan Pariwisata

Mayoritas objek untuk aktivitas wisata minat khusus ada di lingkungan pegunungan dan rimba yang jarang-jarang tersentuh oleh kegiatan manusia. Dengan ambil contoh di teritori Taman Nasional Gunung Halimun dan teritori pariwisata Curug Panjang, di mana pada kegiatan jelajahi air terjun dan penilaian burung (birdwatching), air terjun dan beberapa spot burung untuk dilihat terletak ada di dalam rimba. begitu juga dengan kegiatan raffeling, tracking rimba, susur sungai, dls.

Tujuan untuk kegiatan wisata minat khusus mempunyai lingkup teritori yang luas dengan sedikit orang yang berhubungan di dalamnya.

Desa Wisata Sebagai Pariwisata Minat Khusus

Desa wisata sebagai sisi dari peningkatan pariwisata terus-menerus dan menjadi satu diantara program Pemerintahan Republik Indonesia yang diharap bisa percepat kebangunan pariwisata dan memacu kemajuan ekonomi.

Wisata minat khusus dan ramah yakni dengan di terkenalkan nya ide desa wisata dan wisata di perdesaan. Desa wisata ialah satu wujud integratif di antara pertunjukan, fasilitas dan sarana simpatisan yang dihidangkan pada suatu susunan kehidupan warga yang bersatu dengan tata langkah dan adat yang berjalan. 

Ide Desa Wisata mempunyai 2 elemen khusus yaitu elemen pertunjukan, di mana semua kehidupan sehari-harinya warga di tempat dan seting fisik lokasi desa yang berpeluang terjadi nya hubungan aktif di antara pelancong dengan warga di tempat, dan elemen ke-2  ialah fasilitas, yakni beberapa dari rumah beberapa warga di tempat dan atau unit-unit yang berkembang atas ide rumah warga bisa dipakai oleh pelancong yang lakukan berliburnya di Desa Wisata.

Tetapi tidak tiap desa bisa menjadi desa wisata, karena sedikitnya dibutuhkan 3 elemen untuk membuatnya. Elemen pertama dengan menyaksikan kekuatan wisata yang ada. Di sini piranti desa harus mempunyai pangkalan data yang terang berkenaan tempat, lokasi, wilayah dan bagaimana ekosistem yang bisa menolong peningkatan tujuan wisata nanti.

Elemen selanjutnya dengan menyaksikan minat dan persiapan warga pada peningkatan tujuan wisata di tempat. Desa wisata akan berkembang bila diatur oleh desa tersebut, keperluan akan organisasi yang khusus mengurus desa wisata diperlukan supaya terus-menerus dan mengikutsertakan faksi yang tentukan arah desa wisata.

Pada intinya, desa wisata tawarkan pengalaman mengenai bagaimana hidup di desa bersama warga di tempat, turut turut serta dalam beragam tipe kegiatan warga pedesaan, yang esensial atau teknikal pastilah berlainan dengan kehidupan sehari-hari beberapa pelancong. Turunan tehnis dari ide wisata pedesaan ialah kehadiran usaha homestay, beberapa acara pedesaan, dan kesempatan beberapa produk pedesaan untuk berkembang, seperti kerajinan desa dan kulineran desa.

Sampai di sini, dapat kita mengambil ringkasan jika wisata desa pada terutamanya, dan wisata minat khusus secara umum, dapat menjadi satu diantara ide yang hendak bawa pemerataan di bidang pariwisata di mana warga desa dan aktor UMKM desa dapat turut nikmati kue ekonomi pariwisata yang mekar seperti kita tonton ini hari. Karena itu, pemerintahan sebenarnya perlu selekasnya lakukan pengidentifikasian perubahan pariwisata minat khusus ini, lalu memetakkan keunggulan dan imbas positif peningkatan tujuan wisata khusus yang ada.

Seterusnya, pemerintahan dapat memperoleh info mendalam mengenai praktik-praktik terbaik dalam pengendalian tujuan wisata khusus untuk selanjutnya jadi guidelines dan patokan untuk calon-calon tujuan wisata khusus pada tempat lain. Dan, yang lebih bernilai, dengan hasil analisis itu pemerintahan juga dapat mengenali kesempatan-peluang interferensi peraturan untuk peningkatan selanjutnya dari wisata minat khusus secara masif (nasional).

Download Ebook: Kumpulan Ebook Desa Wisata

Searah dengan Aturan Menteri Pariwisata Republik Indonesia Nomor 29 Tahun 2015, peningkatan wisata berbasiskan perdesaan (desa wisata) dapat gerakkan rutinitas ekonomi pariwisata di perdesaan yang bisa menghalang urbanisasi orang desa ke kota.

Peningkatan wisata perdesaan dapat menggerakkan konservasi alam (rentang alam, persawahan, sungai, danau) yang pada gilirannya dapat beresiko mereduksi pemanasan global. Program desa wisata lagi tumbuh jadi pariwisata preferensi dikehendaki bisa berikan peran yang positif buat peningkatan orang.

Desa Wisata Tinalah hadir sebagai salah satu pariwisata minat khusus dengan konsep desa wisata. Wisatawan dapat menikmati ragam pilihan kegiatan wisata dengan cek paket yang ada di Dewi Tinalah.
Kelas Digital Marketing >