Pesona Alam dan Budaya

23 November 2018

Dinas Pariwisata DIY Kampanyekan Sadar Wisata di Desa Wisata Tinalah

Dinas Pariwisata (Dinpar) Daerah Istimewa Yogyakarta terus mendorong pentingnya sadar wisata bagi masyarakat, khususnya bagi desa wisata dan kelompok sadar wisata (pokdarwis). Kesempatan ini didapatkan oleh Desa Wisata Tinalah yang sudah mendapatkan SK dari Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo sebagai bentuk optimalisasi pengembangan desa wisata. Kampanye sadar wisata ini disampaikan oleh Dra. Titik Sulistyani Kasi Kelembagaan Bidang Pengembangan Kapasitas Dinpar DIY dan Drs. Sudarto dari DPR Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh pengelola desa wisataTinalah (Dewi Tinalah), pokdarwis dan masyarakat desa Purwoharjo pada hari Kamis 22 Oktober 2018.

dinas-pariwisata-diy-kampaye-sadar-wisata-di-desa-wisata-tinalah-kulon-progo

“Kesadaran wisata sangat penting bagi masyarakat dalam mengembangkan desa wisata yang nantinya menjadi suatu sarana untuk meningkatkan perekonomian warga dan memberikan dampak positif lainnya bagi lingkungan,” jelas Drs. Sudarto selaku DPR Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pembuka kampanye sadar wisata di desa wisata Tinalah.

Baca Juga: Kulon Progo Siapkan Pemandu Lokal yang Handal untuk Menyambut Bandara NYIA


Sadar wisata yang dilakukan oleh masyarakat akan menjadi hal positif ketika nantinya mengembangkan suatu desa wisata. Hal ini sebagai upaya untuk mengembangkan wisata secara berkelanjutan yang didasari oleh kesadaran akan wisata. Harapan dari sadar wisata, masyarakat dapat melayani secara optimal dalam kegiatan di desa wisata Tinalah. Potensi wisata di desa wisata Tinalah yang sangat banyak perlu dijaga dan dikembangkan secara baik agar pengembangan desa wisata berjalan efektif. Nilai-nilai tradisional harus dijaga untuk mendukung atraksi desa wisata. Maka, penting sekali untuk menjaga lingkungan tetap asri, bersih, aman dan sejuk.

Hal-hal yang bersifat tradisional harus selalu dilestarikan. Wisatawan saat ini senang berwisata mengenai nilai-nilai dan tradisi yang ada di suatu tempat. Rumah-rumah tradisional harus dijaga dan dirawat dengan baik. Jangan sampai membuat wisata yang mengada-ada dan menjadi suatu keharusan bagi desa wisata merawat nilai dan hal yang menjadi tradisi di masyarakat.


Terkait sadar wisata, Dra. Titik selaku Kabid Pengembangan Kapasitas Dinpar DIY mengatakan, desa wisata yang telah memiliki SK dan kepengurusan yang baik harus selalu mengembangkan sektor pariwisata berlandaskan SAPTA PESONA. Unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan harus dimengerti oleh setiap yang terlibat di desa wisata. Unsur terpenting dalam upaya pengembangan desa wisata adalah semangat dan gotoroyang dari masyarakat. 

Baca Juga: Desa Wisata Kulon Progo Siapkan Homestay dengan Standar Internasional

Pengembangan sektor pariwisata nantinya akan memberikan dampak posotif bagi warga. Pariwisata yang dikembangkan dengan baik nantinya dapat memberikan lapangan pekerjaan, meningkatkan perekonomian, melestarikan tradisi dan lingkungan, dan membuat masyarakat sadar wisata.

<!-- Go to www.addthis.com/dashboard to customize your tools --> <div class="addthis_inline_share_toolbox"></div>  <!-- Go to www.addthis.com/dashboard to customize your tools --> <div class="addthis_relatedposts_inline"></div>

Desa wisata Tinalah kedepannya diharapkan dapat menjadi desa wisata yang didesain dengan optimal dan menjadi kawasan wisata berstandar ASEAN. Sehingga bidikan pangsa pasar desa wisata tidak sebatas dalam negeri, tetapi merambah ke pasar ASEAN dan bahkan dunia. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menerapkan sadar wisata dan selalu belajar serta mengembangkan desa wisata dengan seoptimal mungkin.

Diharapkan desa wisata Tinalah dapat memenuhi kriteria kawasan wisata berstandar ASEAN. Hal ini nanti juga mendukung DIY sebagai daerah wisata terkemuka di ASEAN dan dunia. Maka diri itu, Dinpar DIY akan selalu mendampingi desa wisata Tinalah untuk nantinya bisa dikenal luas secara internasional. Penting untuk mengembangkan wisata kehidupan sehari-hari masyarakat di desa wisata Tinalah.

Baca Juga: Desa Wisata Tinalah Pilihan Lokasi Makrab Mahasiswa Jogja


Daya tarik menjadi kunci utama dalam mengembangkan desa wisata karena ini akan menjadi identitas suatu desa wisata. Perlu dilakukan identifikasi potensi wisata, seperti kuliner tradisional, tempat tinggal (homestay), lingkungan, bangunan tradisional dan kamar mandi.

Kampanye sadar wisata ini sangat bermanfaat untuk desa wisata Tinalah. Harapan besar untuk dewi Tinalah harus menjadi desa wisata yang dikenal secara internasional. Potensi wisata yang ada merupakan karunia Tuhan YME, maka harus dijaga dan dirawat dengan sebaik-baiknya. Jangan salah melakukan identifikasi dalam pengembangan desa wisata. Penting bagi pengelola desa wisata selalu bersinergi dengan pokdarwis dan masyarakat untuk mengembangkan desa wisata Tinalah sebagai desa wisata yang unggul. (GF)


Baca Juga: Membangun Desa dengan Desa Wisata