Pesona Alam dan Budaya

11 April 2020

Dampak Covid19 Terhadap Pariwisata Jogja Sangat Signifikan

Dampak Covid19 di Wisata Jogja Bulan April 2020 titik awal kelumpuhan sektor pariwisata Jogja

Dampak Covid19 Terhadap Pariwisata Jogja Sangat Signifikan - Pariwisata Jogja saat ini dalam kondisi lesu akibat dari pandemi Covid-19. Terhitung sejak awal bulan Maret 2020 dari Surat Edaran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terkait menyikapi resiko penularan infeksi corona virus disease (Covid-19). Berbagai instansi dan kelompok masyarakat melakukan social distancing sebagai tindakan preventif penularan Covid-19.
Dampak-Covid19-Terhadap-Pariwisata-Jogja-Sangat-Signifikan-wisata-jogja-lumpuh-google-trend-desa-wisata-tinalah
Grafik penurunan aktivitas wisata Jogja dari Google Trends Id - Desa Wisata Tinalah


Dengan adanya kondisi ini, sektor pariwisata terdampak  langsung. Dari berbagai laporan dan berita, pariwisata Jogja mengalami penurunan aktivitas  secara bertahap dari hari-ke hari semenjak adanya pendemi tersebut. Bulan April ini merupakan awal titik terendah pariwisata Jogja dibandingkan dengan data awal tahun 2020, akhir tahun 2019, bahkan bulan April di tahun 2019.

Baca Juga

Kondisi ini juga dapat dilihat berdasarkan grafik dari Google Trends menunjukan sektor pariwisata Jogja mengalami penurunan aktivitas secara signifikan (data diambil tanggal 10 April 2020). Penurunan aktivitas ini diprediksi sangat berdampak pada pendapatan sektor pariwisata, meliputi wisata destinasi, penginapan, kuliner, dan desa wisata. Kondisi ini juga berdampak pada tempat wisata di setiap kabupaten di DIY, meliputi Kabupaten Sleman, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Bantul, dan Kabupaten Gunung Kidul.
Dampak-Covid19-Terhadap-Pariwisata-Jogja-Sangat-Signifikan-wisata-jogja-lumpuh-google-trend-desa-wisata-tinalah-
Penurunan aktivitas kegiatan wisata Jogja - Camping Jogja - Outbound Jogja - Kuliner Jogja


Berbagai acara pariwisata di Jogja dan kegiatan wisata ditunda terlebih dahulu, bahkan ada juga yang dibatalkan. Banyak dari pelaku sektor pariwisata tour travel Jogja mengalami pembatalan kegiatan. Pemilik penginapan di Jogja juga merasakan dampak karena tidak adanya aktivitas wisatawan yang biasanya massiv tinggal di Jogja. Begitu juga dengan desa wisata yang ada di seluruh kabupaten di tempat wisata Jogja, kegiatan atraksi wisata di desa wisata mengalami penundaan dan juga pembatalan.

Tentu bulan Maret, April, Mei, Juni, Juli 2020 menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pariwisata Jogja. Diperkirakan dalam 5 bulan tersebut sektor pariwisata Jogja belum bisa pulih 100 persen. Berdasarkan data Google Trends Id, bulan April 2020 merupakan titik awal kelumpuhan wisata Jogja.

Dampak Covid-19 di Desa Wisata Tinalah

Sejak adanya surat edaran Gubernur DIY, panitia kegiatan yang telah siap melaksanakan berbagai kegiatan seperti camping, outbound, maupun live in melakukan penundaan kegiatan, sebagian ada yang membatalkan sebagai gantinya akan melakukan kegiatan di tahun 2021.

Penundaan dan pembatalan ini juga memberikan dampak pendapatan Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Bulan Maret dan April 2020 merupakan puncak kegiatan paling full di Dewi Tinalah, diperkirakan omset di bulan tersebut bisa mencapai 100 juta lebih.

Baca Juga: Ebook Panduan Desa Wisata 2020

Tentu kondisi ini di sisi lain juga sangat susah diterima, tapi di sisi lain hal ini juga menjadi salah satu upaya preventif agar pandemi Covid-19 segera berlalu, dan sektor pariwisata bisa bersemi kembali, melakukan aktivitas wisata seperti biasanya.

Menyikapi hal tersebut, Dewi Tinalah tidak putus harapan dengan turunya omset di bulan terjadinya pandemi. Hal ini juga menjadi bahan refleksi untuk melakukan berbagai evaluasi diri Dewi Tinalah menyongsong bulan setelah pandemi berlalu. 


 
bit.ly/WAdewitinalah