Desa Wisata Tinalah -->

Lomba Desa Wisata 2021 Hadiah Rp 600 Juta - Cek Info dan Panduan Desa Wisata Award

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) – Di masa pandemi pelaku pariwisata khususnya desa wisata akan berkesempatan memperoleh hadiah Rp 600 juta berupa uang tunai dan pendampingan melalui Program Desa Wisata Award 2021 yang diselenggarakan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

 

lomba desa wisata 2021 - desa wisata award 2021 bank central asia Tbk BCA
 
Pandemi Covid 19 berdampak pada sektor industri pariwisata di Indonesia termasuk Desa Wisata sehingga mengalami penurunan pendapatan dan motivasi pada pengelola desa wisata. Maka perlu upaya untuk membangkitkan motivasi masyarakat desa wisata untuk bertahan, berjuang, dan berpikir kreatif untuk menghadapi era normal baru.

 

DOWNLOAD PANDUAN DESA WISATA AWARD 2021


Program Desa Wisata Award 2021 BCA yang juga bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memiliki empat kategori yang dapat diikuti yakni Desa Wisata Berbasis Alam, Desa Wisata Berbasis Budaya, Desa Wisata Berbasis Kreatif, dan Desa Wisata Berbasis Digital.


Total hadia Rp 600 juta tersebut nantinya akan dibagi menjadi total Rp 150 juta untuk setiap kategori dari empat kategori lomba yang ada. Masing-masing kategori akan dipilih tiga pemenang. Pemenang pertama dari setiap kategori memperoleh hadiah berupa uang tunai dan pembinaan sebesar Rp 75 juta. Juara kedua dari masing-masing kategori mendapat hadiah sebesar Rp 50 juta dan pembinaan. Juara ketiga mendapat hadiah sebesar Rp 25 juta dan pembinaan.

 

lomba desa wisata 2021 - desa wisata award 2021 bank central asia Tbk BCA Yogyakarta


Program Lomba Pendaftaran Peserta & Seleksi Administrasi dimulai dari 13 April - 7 Mei 2021. Pengumuman Top 20 Desa Wisata dilaksanakan pata 7 Juni 2021. Pembekalan online bagi Top 20 direncanakan pada 14-15 Juni 2021. Kegiatan kunjungan ke Top 20 Desa Wisata diagendakan 16 - 30 Juni 2021. Pelaksanaan penjurian online pada 6 - 7 Juli. Rangkaian akhir yaitu pengumuman Pemenang Desa Wisata Award 2021 akan dilaksanakan 9 Juli 2021.

 

Baca Juga: Konsep Desa Wisata Jangan Salah Kaprah


Dalam Desa Wisata Award 2021 ini terdapat dua kriteria penilaian. Pertama New Business Concept, yaitu desa wisata mampu menciptakan kegiatan usaha baru. Ke dua Continuous Improvements Proces, yaitu usaha desa wisata yang dijalankan terus menerus mengembangkan dan memperbaiki produk, layanan, ataupun proses.

 

Maksud Lomba Desa Wisata 2021

  • Meningkatkan promosi wisata Desa yang lebih flexible dan terkoneksi
  • Mengapresiasi Desa dalam pengembangan Desa Wisata untuk percepatan pembangunan Desa dan,
  • Mendorong BumDesa untuk berperan aktif dalam pengelolaan destinasi wisata di desa.


Tujuan

  • Mempromosikan desa wisata di Indonesia sebagai salah satu tujuan kunjungan wisata, baik didalam maupun diluar negeri melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
  • Mengangkat keanekaragaman potensi unggulan Desa di Indonesia sebagai salah satu elemen penting dalam mendukung percepatan pengembangan Desa wisata.
  • Mendorong BumDesa untuk bersinergi dengan berbagai elemen dan pemangku kepentingan pariwisata untuk menciptakan daya tarik investasi yang kompetitif.


Tahap Seleksi

  • Calon peserta bisa mendaftar melalui website BCA dengan alamat bca.co.id/DesaWisataAward
  • Pendaftaran dapat di isi di ; bca.co.id/DesaWisataAward
  • Panitia CSR BCA akan menyeleksi makalah
  • 20 Makalah terpilih akan dipresentasikan secara virtual dihadapan juri hingga pemilihan dan pengumuman pemenang.


Persyaratan dan Ketentuan Lomba Desa Wisata 2021

  • Peserta adalah Desa wisata yang telah bergulir dalam waktu sekurang kurangnya 1 tahundan telah memiliki paket wisata baik berupa daya tarik alam atraksi Budaya, berbasis kreativeberbasis digital.
  • Peserta adalah Desa Wisata yang diinisiasi serta dikembangkan oleh organisasi dan sumber daya lokal contoh Karang Taruna, BumDes, Kelompok Sadar Wisata.
  • Peserta yang mewakili dan mengikuti kompetisi adalah anggota dari kelembagaan wisata tersebut bukan pihak luar dan tercatat sebagai warga desa setempat
  • Peserta tidak sedang mengikuti lomba desa wisata tingkat Nasional yang lain;
  • Peserta wajib menuliskan cerita story telling tentang aktivitas dan potensi Desa Wisata - Form template disediakan di bca.co.id/DesaWisataAward
  • Peserta yang mendaftar akan dihubungi untuk melengkapi dokumen sesuai syarat pendaftaran di bca.co.id/DesaWisataAward
  • Semua cerita foto /video merupakan hasil karya Desa sendiri dan tidak melanggar HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).


Cara mengikuti kompetisi  yaitu dengan menentukan kategori dari karya yang hendak dibuat dan diajukan untuk kompetisi. Tentukan inovasi dari karya yang hendak dibuat dan diajukan untuk kompetisi Isi dan lengkapi formulir dalam situs yang telah disebutkan sebelumnya.

Diharapkan dengan Program Desa Wisata Award 2021 oleh PT BCA Tbk akan menjadi tonggak awal pembangunan Industri Pariwisata Nasional melalui Desa Wisata berbasis pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat di seluruh Desa Indonesia untuk berperan aktif membangun potensi unggulan mereka.

Memahami Kembali Konsep Desa Wisata – Jangan Salah Kaprah

Saat ini desa wisata menjadi salah satu penggerak ekonomi desa. Banyak desa berusaha untuk mengembangakan desa wisata sedemikian rupa berdasarkan potensi desa masing—masing. Sudahkan setiap pengelola dan masyarakat ini benar-benar memahami konsep desa wisata? Pertanyaan mendasar ini menjadi penting, jangan sampai pengelola dan masyarakat salah konsep mengembangkan desa wisata.

 

pengertian-desa-wisata


Memang banyak pengertian tentang konsep desa wisata menurut para pakar ataupun menurut buku pedoman pengembangan desa wisata. Pengertian dan konsep desa wisata ini penting terlebih dahulu dipahami jangan sampai di tengah perjalanan dalam pengembangan desa wisata ternyata salah dari kosep desa wisata seharusnya. Kali ini Dewi Tinalah akan berbagi tentang konsep desa wisata.


Pengertian Desa Wisata

Memahami pengertian tersebut, desa wisata merupakan susunan dari kata desa dan wisata. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa). 

 
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

 

Baca Juga: Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)


Pengertian desa wisata dalam Buku Pedoman Desa Wisata adalah wilayah administratif desa yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya.


Pengertian desa wisata dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2020 tentang Kelompok Sadar Wisata dan Desa / Kampung Wisata, Desa Wisata adalah kelompok masyarakat yang berusaha di bidang pariwisata yang mencakup atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung di dalam wilayah Desa/Kelurahan dengan prinsip pariwisata berbasis masyarakat.


Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata atau disebut pula destinasi pariwisata, yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.


Perbedaan Desa Wisata dengan Wisata Desa

Pengertian wisata desa dalam Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau, wisata desa merupakan kegiatan wisata yang berlangsung di desa. Tujuan perjalanan tidak selalu berbasis pada sumber daya wisata bersifat perdesaan sepanjang berlokasi di desa. Pelaku perjalanan wisata dapat menginap (wisatawan) atau tidak menginap (pelancong).


Pengertian desa wisata berbeda dengan wisata desa. Desa Wisata adalah desa yang menunjukkan tema produk pariwisata yang diutamakannya. Tema ini serupa dengan pilihant tema lain seperti desa industri, desa kerajinan, desa kreatif, desa budaya. Sedangkan wisata desa adalah kegiatan wisata yang mengambil pilihan lokasi desa, dan jenis kegiatannya tidak harus berbasis pada sumber daya perdesaan (keaslian benteng alam, serta budaya dan kearifan lokal).

 

Baca Juga: Strategi Pemasaran Desa Wisata


Desa wisata menyangkut semua komponen yang ada maupun dimiliki suatu desa yang bisa dikemas, disajikan, dan dijual untuk menjadi satu paket wisata. Desa wisata yang dieksplorasi adalah kultur budaya yang ada di masyarakat seperti objek wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, maupun wisata buatan. Adapun keterlibatan dalam suatu desa wisata adalah semua unsur desa dari kepala desa, perangkat desa, struktural RT dan warga masyarakat setempat yang memiliki andil di dalamnya.


Sementara itu, wisata desa merupakan objek wisata yang kebetulan telah ada di suatu desa. Bisa wisata alam, wisata buatan, wisata sejarah, wisata rohani, dll. Tetapi keterlibatan masyarakat terbatas dan dibatasi, hanya beberapa orang tertentu saja yang terlibat.


Sebuah desa wisata, lembaga harus mendapat support penuh dari pemerintah desa (pemdes). Bukan hanya soal pendanaan dan pembiayaan penuh saja, namun juga harus bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan desa wisata.  Masyarakat dilibatkan secara komprehensif, diberi kewenangan dan tugas sesuai dengan potensi yang ada di desanya.


Dari pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa desa wisata bermakna sebagai kegiatan wisata yang dilakukan pada obyek wisata desa. Maka, desa wisata adalah obyek dan wisata desa adalah kegiatannya. Keduanya adalah potensi besar yang dimiliki berbagai desa di Indonesia yang saat ini sedang semarak berkembang menjadi potensi peningkatan ekonomi pedesaan.

 

Baca Juga: Pemuda Desa Wajib Kuasai TIK untuk Pengembangan Desa Wisata


Menjadi suatu desa wisata berarti haruslah sebuah desa yang memiliki berbagai aspek yang mendukung desa itu menjadi tujuan wisata yang menarik dengan segala daya dukungnya. Sangat tidak cukup sebuah desa yang hanya memiliki satu dua obyek wisata dengan fasilitas seadanya lalu menyebut dirinya sebagai desa wisata.


Desa wisata yaitu terpenuhinya semua unsur wisata yang memiliki potensi daya tarik. Di antaranya wisata alam, wisata budaya, dan wisata hasil buatan manusia dalam satu kawasan tertentu dengan didukung oleh atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya. Hal ini sesuai dengan kearifan lokal masyarakat. Desa wisata itu, seluruhnya terintegrasi, semua unsur di dalam desa untuk mengangkat keunikan dan kearifan lokal sebagai pariwisata. 


Desa wisata tidak berlaku adanya tiket, namun wisatawan ditawarkan paket wisata untuk melihat isi di dalam desa tersebut. Hal yang perlu dipenuhi dalam desa wisata yaitu fasilitas pariwisata, yang artinya fasilitas pariwisata di sini yaitu desa wisata tidak membebani tiket, namun membeli paket untuk tour di desa tersebut.


Kriteria Desa Wisata

Pengembangan desa menjadi desa wisata dapat memberikan banyak perubahan kepada desa tersebut dan menjadikan pembeda antara desa wisata dengan desa lainnya. Terdapat kriteria desa wisata sebagai berikut:

  • Memiliki potensi daya tarik wisata (daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan/karya kreatif).
  • Memiliki komunitas masyarakat.
  • Memiliki potensi sumber daya manusia lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata.
  • Memiliki kelembangaan pengelolaan.
  • Memiliki peluang dan dukungan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar untuk mendukung kegiatan wisata.
  • Memiliki potensi dan peluang pengembangan pasar wisata.


Prinsip Pengembangan Desa Wisata

Pengembangan desa wisata tidak terlepas dari suatu prinsip pengembangan produk desa wisata. Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Prinsip pengembangan desa wisata sebagai berikut:

  • Keaslian: atraksi yang ditawarkan adalah aktivitas asli yang terjadi pada masyakarat di desa tersebut.
  • Masyarakat setempat: merupakan tradisi yagn dilakukan oleh masyarkat dan menjadi keseharian yang dilakukan oleh masyarakat.
  • Keterlibatan masyarkat: masyarakat terlibat secara aktif dalam aktivitas di desa wisata.
  • Sikap dan nilai: tetap menjaga nilai-nilai yang dianut masyarakat dan sesuai dengan nilai dan norma sehari-hari yang ada.
  • Konservasi dan daya dukung: tidak bersifat merusak baik dari segi fisik maupun  sosial masyarakat dans sesuai dengan daya dukung desa dalam menampung masyakarat.

 

Jenis Jenis Desa Wisata

Dalam pengembangannya, desa wisata mampu mengurangi urbanisasi masyarakat dari desa ke kota karena banyak aktivitas ekonomi di desa yang dapat diciptakan. Selain itu juga, desa wisata dapat menjadi upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi budaya lokal dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat. Terdapat jenis-jenis desa wisata yang dapat menjadi acuan, diantaranya:

  • Desa wisata berbasis keunikan sumber daya alam yaitu desa wisata yang menjadikan kondisi alam sebagai daya tarik utama seperti pegunungan, lembah, pantai, sungai, danau berbagai bentuk benteng alam yang unik.
  • Desa wisata berbasis keunikan sumber daya budaya lokal yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan adat tradisi dan kehidupan keseharian masyarakat menjadi daya tarik utama seperti aktivitas mata pencaharian, religi maupun bentuk aktivitas lainnya.
  • Desa wisata kreatif yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan aktivitas ekonomi kreatif dan kegiatan industri rumah tangga masyarakat lokal, baik berupa kerajinan, maupun aktivitas kesenian yang khas menjadi daya tarik utama.
  • Desa wisata berbasis kombinasi merupakan desa wisata yang mengkombinasikan antara satu atau lebih daya tarik wisata yang dimiliki seperti alam, budaya, dan kreatif.

 

Itu tadi pembahasan lengkap mengenai konsep dan pengertian desa wisata. Penting bagi perangkat desa, pengelola, pokdarwis, dan masyarakat di desa memahami desa wisata dengan semestinya sehingga nantinya pengembangan desa menjadi desa wisata akan benar benar bermanfaat bagi seluruh komponen di desa.

Desa Wisata Tinalah Kembangkan Program Digital Tourism Berbasis Aplikasi – Pertama di Indonesia

Desa Wisata Tinalah Kembangkan Program Digital Tourism Berbasis Aplikasi – Pertama di Indonesia

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) – Kini semakin mengedepankan efek dari perkembangan teknologi dan informasi. Sebagai salah satu tempat Wisata Jogja, Dewi Tinalah terus berupaya untuk mudah dijangkau oleh para wisatawan. Hal ini dilakukan dengan pengembangan aplikasi android, jadi wisatawan dapat melakukan digital tourism melalui Aplikasi Desa Wisata Tinalah.

 

desa-wisata-jogja-tepat-wisata-kulon-progo

Download Aplikasi Desa Wisata


Pengembangan aplikasi ini bertujuan untuk memudahkan para wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat Wisata Jogja di Kawasan Wisata Kulon Progo di Dewi Tinalah, sehingga mendapatkan informasi lengkap tentang Paket Wisata Jogja di Dewi Tinalah tanpa harus datang terlebih dahulu ke Dewi Tinalah untuk melakukan berbagai kegiatan, semisal kegiatan wisata jogja berupa kegiatan paket camping jogja, kegiatan Outbound Jogja, atau kegiatan paket wisata Jogja 2 hari 1 malam, maupun berbagai kegiatan lainnya yang dapat diakomodasi oleh Dewi Tinalah.



Konsep Pengembangan Aplikasi Desa Wisata Tinalah

Aplikasi Dewi Tinalah mempunyai konsep digital tourism dan personality, jadi aplikasi desa wisata ini sangat mengedepankan pengalaman personal berkunjung di Kawasan Desa Wisata Tinalah. Setiap wisatawan dapat menggunakan aplikasi Desa Wisata Tinalah Visiting Jogja, setelah download dan akses aplikasi, wisatawan dapat menjelajahi Kawasan Dewi Tinalah melalui aplikasi tersebut. Wisatawan dapat mengunjungi Situs Rumah Sandi Negara yang menjadi salah satu tempat bersejarah di Jogja yaitu di masa Agresi Militer Belanda II.
 

Download: Panduan Desa Wisata

 

Wisatawan juga dapat mendapatkan program Digital Tourism dengan menyelesaikan penjelajahan Tempat Wisata Jogja di Dewi Tinalah, program ini geratis dan nantinya wisatwan akan mendapatkan E-Sertifikat secara otomoatis setelah mengisi data dari misi Jelajah Desa Wisata Tinalah. Ini sebagai bentuk reward bagi para wisatawan yang telah mengikuti kegiatan Kulon Progo Digital Tourism di Kawasan Wisata Desa Wisata Tinalah.

Tujuan Pengembangan Aplikasi Visiting Jogja di Desa Wisata Tinalah

Dengan pengembangan Aplikasi Desa Wisata Tinalah harapannya juga menjadikan Kawasan wisata Jogja di Dewi Tinalah semakin berkembang dan dikenal secara luas oleh wisatawan domestik di Indonesia maupun para wisatawan mancanegara, sehingga nanti akan banyak yang mengenal Tempat Wisata Kulon Progo di Kawasan Pegunungan Menoreh di Desa Wisata Tinalah Samigaluh Kulon Progo. Pengembangan ini juga merupakan strategi pemasaran produk desa wisata.

Layanan Paket Wisata Jogja yang Terdapat di Aplikasi Desa Wisata Tinalah

Di dalam aplikasi Desa Wisata Tinalah memuat Paket Wisata Jogja secara lengkap di Kawasan Dewi Tinalah, paket wisata ini juga masuk dalam program Paket Wisata Kulon Progo, diantaranya paket wisata tersebut adalah paket wisata Jogja jelajah alam di Kawasan Dewi Tinalah, Paket Camping Jogja, Paket Outbound Jogja, Paket Homestay Jogja, Paket Kuliner, Tempat Sunrise Jogja, kunjungan tempat bersejarah di Jogja yang ada di Situs Rumah Sandi Negara dan Kawasan Goa Sriti.

 

Baca Juga: Kewirausahaan Desa Wisata

Itu tadi ulasan mengenai program pengembangan Aplikasi Desa Wisata Tinalah – Visiting Jogja untuk semakin mengenalkan Kawasan Tempat Wisata Jogja dan Kawasan Wisata Kulon Progo, ini juga bermanfaat bagi para wisatawan yang transit di bandara baru Yogyakarta atau Yogyakarta International Airtport (YIA) untuk mendapatkan info tempat wisata di Jogja maupun tempat wisata di Kulon Progo dengan menggunakan Aplikasi Desa Wisata Tinalah berbasis Android. Akses aplikasi ini di Google Play Store.

Info dan Reservasi

Bagi Anda yang ingin berkunjung di Tempat Wisata Jogja di Kawasan Desa Wisata Tinalah untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan atraksi wisata di desa dapat menghubungi kontak Dewi Tinalah di bagian WEB Dewi Tinalah. Kami tunggu kedatangan Anda di Dewi Tinalah. Salam hangat dari desa!



Kondisi Pariwisata di Indonesia

Dewi Tinalah - Industri pariwisata merupakan industri yang dikembangkan dan diandalkan sebagai salah satu sektor pendorong pertumbuhan ekonomi, karena sektor pariwisata berpengaruh signifikan terhadap perekonomian masyarakat.

pariwisata-indonesia-dewi-tinalah
Kearifan lokal pariwisata Indonesia di Desa Wisata Tinalah


Industri Pariwisata merupakan kegiatan yang tidak mengenal batas ruang dan wilayah (borderless).Pengaruh globalisasi akibat perkembangan teknologi informasi yang diikuti dengan kemudahan akses membuat pergerakan manusia menjadi lebih cepat, lebih bervariasi, lebih nyaman, lebih ekonomis, lebih mudah.

Berwisata merupakan salah satu kebutuhan manusia. Rekreasi, relaksasi, mencari pengalaman,kekaguman, nostalgia, keindahan dan beberapa alasan lain,membuat orang untuk melakukan perjalanan ke berbagai destinasi untuk menikmati berbagai produk pariwisata dan fasilitas yang tersedia.


Baca Juga: Panduan Pokdarwis
 

Beberapa negara bahkan mengandalkan industri pariwisata sebagai pandapatan utamanya (sektor yang diandalkan untuk perkembangan ekonomi). Agar mampu bersaing dengan Destinasi lain, mereka mengemas potensi obyek dan tujuan wisatanya secara sistematis,terprogram, terencana, konsisten, integrated dan holistik.

Berbagai kemudahan, fasilitas, pelayanan prima, kemudahan iklim dan regulasi dijadikan sebagai alat promosi. Komitmen yang tinggi dengan perencanaan yang berkelanjutan (sustainable) serta penjagaan (pelestarian) yang benar menjadi ciri beberapa destinasi yang mampu bertahan. Mereka sadar akan konsekuensi yang akan diterimanya, apabila tidak menjaga potensi dan produk wisatanya secara komprehensif.

Industri Pariwisata memiliki konsumen (pasar)yang tak dapat diatur atau dipaksa agar pergi kesuatu destinasi tertentu. Kebebasan wisatawan untuk berkunjung ke destinasi tertentu bersifat absolut.

Suatu Destinasi harus mengubah sikap dari eksklusif kedaerahan(spasial) ke sikap yang saling bekerja sama, menjalin kemitraan dan mengembangkan jejaring (networking) dengan program-program yang integrated dan saling menguntungkan (simbiosis mutualisme).Namun, sesuai hukum pasar, suatu destinasi harus mengerti benar kaidah dan permasalahan pasar. Kepercayaan, adalah kata kuncibila akan bergerak dibidang jasa. 



Baca Juga: Sejarah Rumah Sandi Negara di Desa Wisata Tinalah


Berbagai bidang jasa salingberhubungan erat dalam Industri Pariwisata seperti perbankan,money changer, jasa tranportasi, pertanian dan perkebunan (agrowisata), dan masih banyak lagi. Persaingan, perjanjian,penghindaran klaim, proteksi, inteljen bisnis dilakukan oleh parapelaku dan pengelola pariwisata.

Dia harus mengenal siapakonsumennya, kompetitornya dan potensinya sehingga destinasi tersebut dapat mengerti posisi dan kemampuannya dalam mempengaruhi pasar. Analisa komprehensif terhadap keinginankonsumen diperlukan untuk mengetahui varian dan kualitas produkyang diinginkan atau laku Dijual.

Kualitas dan bauran(keanekaragaman) produk yang dihasilkan, merupakan cermin kemampuan produsen. Kemampuan produsen merupakan output dari proses pembinaan dan pembelajaran. 


Baca Juga: Konsep Desa Wisata


Pemberdayaan masyarakat dengan model atur diri sendiri dibarengi dengan kualitas dan bauran produksi signifikan serta ketergantungan penghidupan pada kelestrian destinasi, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan ekonomi rakyat, utamanya disekitar destinasi.

Kualitas, validitas, ketersediaan dan menejemen data merupakanhal terpenting dalam upaya untuk mengerti terhadap kemampuan diri sendiri dan kemampuan pesaing. Output Perencanaan (solusi)yang tepat hanya akan diperoleh apabila masukan (data) tentang permasalahan dapat diperoleh dengan cepat dan tepat.

Sumber Tulisan: Kajian Pengembangan Desa Wisata

Indonesia Bisa Berdikari dengan Pengembangan Desa Wisata

Desa Wisata mempunyai harapan besar bagi Indonesia untuk masa depan negeri ini. Indonesia merupakan kumpulan desa-desa yang begitu luas. Jika desa-desa ini bisa berdikari (berdiri di atas kaki sendiri) diprediksi Indonesia akan bisa berkembang dan maju.



Harapan bisa terwujud dengan memprioritaskan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kelengkapan fasilitas di desa. Hal ini nantinya bisa memberikan dampak pada sektor pembangunan produk lokal desa, akses dan konektivitas, tata ruang dengan promosi yang terintegrasi.

Desa memiliki potensi besar dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif dengan pengembangan desa wisata.  Terdapat 13 bidang industri pariwisata dan 16 bidang ekonomi kreatif. Integrasi industri pariwisata dengan daya tariknya dapat bersinergi dengan berbagai bidang ekonomi kreatif seperti seni pertunjukan, kriya, seni rupa, fotografi, fashion, desain produk, dan kuliner.

 

Baca: Strategi Pemasaran Desa Wisata di Era Digital

Tujuan berdikari Indonesia dari desa-desa dengan pengembangan desa wisata tentu harus memperhatikan prinsip penting, yaitu prinsip pengembangan dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis masyarakat. Dengan prinsip pendekatan tersebut nantinya akan terarah dalam pengembangan produk, sumber daya manusia, manajemen, kelembagaan, promosi dan pemasaran serta investasi.

Dengan kondisi seperti ini, jika diterapkan dengan maksimal dari seluruh aspek masyarakat di desa, Inodesia ini akan cepat dan mampu bedikari dari kekuatan desa-desa di Indonesia. Ini harapan bersama melalui pengembangan desa wisata.

EBOOK - PANDUAN DESA WISATA 2020

Buku Panduan Desa Wisata 2020 ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menjalankan tugas dan fungsi masing-masing pihak terkait secara sinergis. Panduan ini semoga dapat menjadi pegangan dalam melaksanakan pengembangan desa wisata. Buku ini merupakan buku yang disusun oleh empat kementrian RI (Kementrian Pariwisata, Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementrian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementrian Dalam Negeri).

Buku-Pedoman-Desa-Wisata-2020


Isi buku meliputi latar belakang desa wisata, pengembangan desa wisata (atraksi, aksesbilitas, amenitas, SDM, Masyarakat, Industri, Branding, Advertising, Selling), implementasi program, penyelenggara desa wisata, monitoring dan evaluasi.

Download Ebook Panduan Desa Wisata 2020
bit.ly/ebook_panduan_desawisata 

Dapatken Ebook Panduan Desa Wisata lainnya di koleksi Ebook berikuti yang telah disediakan oleh Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah). Cek Ebook Panduan lainnya.