Desa Wisata Tinalah -->

Musisi Kulon Progo Masuk 15 Besar Lomba "Cipta Lagu Nusantara" Kemenparekraf RI

Dewi Tinalah - Kebanggaan bagi insan musik di Kulon Progo. Musisi di Kulon Progo berhasil masuk 15 besar dalam lomba Cipat Lagu Nusantara dalam rangka merayakan Hari Musik Nasional yang bertepatan pada tanggal 9 Maret 2021, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengadakan Lomba KARYA MUSIK ANAK KOMUNITAS (KAMU AKU INDONESIA).

 

Musisi Kulon Progo Masuk 15 Besar Lomba "Cipta Lagu Nusantara" Kemenparekraf RI

Lomba ini dimulai pada 9 Maret 2021. Pendaftaran dan pengumpulan karya 9 - 31 Maret 2021. Penjurian 1 - 8 April 2021. Pengumuman 15 Besar Karya Lomba pada 12 April 2021. Pemenang Lomba Cipta Lagu Nusantara akan diumumkan pada 24 Mei 2021.

 

Musik adalah bahasa universal. Walau beragam, musik jadi bahasa sederhana yang dapat selalu kita nikmati bersama. Musik jadi bahasa pemersatu dengan keindahan bunyi yang selaras dengan lantunan nada. Lagu Indonesia Raya jadi satu contoh keindahan musik sebagai bahasa pemersatu serta perwujudan nasionalisme yang tinggi.

 

Baca Juga: Lomba Desa Wisata Award 2021 by BCA

 

Kegiatan ini sejatinya adalah salah satu upaya Kemenparekraf dalam pengembangan komunitas pariwisata dan ekonomi kreatif yang mengajak komunitas sebagai salah satu unsur pentahelix dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk terus berkreasi, berinovasi, dan beradaptasi di tengah pandemi COVID-19. Kali ini programnya adalah semangat berkarya melalui seni musik.


 

MUSISI KULONPROGO : PERSEMBAHAN SEMESTA
https://www.instagram.com/musisi_kulonprogo/

PERSONEL MUSISI KULONPROGO :
Drum: Fandi
Gitar :   Tomy
Ukulele: Agil
Bass: Yunar
Keyboard: Topan
Sape: Burhan
Krumpyung 1: Ari
Krumpyung 2: Nur
Suling: Ponang
Angklung: Heri
Demung: Lilik

LIRIK LAGU :
Birunya laut mengelilingi pulau-pulau
Udara segar melegakan burung berkicau
Bukit gunung tinggi menjulang mempesona
Hijaunya hutan belantara membentang khatulistiwa
Nusantara kaya alamnya
Benih cinta dari sang pencipta
Dan tetap terjaga persembahan semesta
Ragam adat istiadat suku dan budaya
Tersimpan nilai-nilai luhur dan mulia
Negri elok penuh pesona memukau mata dunia
Nusantara kaya alamnya
Benih cinta dari sang pencipta
Dan tetap terjaga persembahan semesta
Nusantara 4X


Semoga nantinya Lagu Persembahan Semesta karya Musisi Kulon Progo ini dapat dilantunkan di Bumi Desa Wisata Tinalah Kulon Progo. Terus berkarya musisi Kulon Progo untuk kemajuan ekonomi kreatif dan pariwisata Kulon Progo.

Lomba Desa Wisata 2021 Hadiah Rp 600 Juta - Cek Info dan Panduan Desa Wisata Award

Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) – Di masa pandemi pelaku pariwisata khususnya desa wisata akan berkesempatan memperoleh hadiah Rp 600 juta berupa uang tunai dan pendampingan melalui Program Desa Wisata Award 2021 yang diselenggarakan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

 

lomba desa wisata 2021 - desa wisata award 2021 bank central asia Tbk BCA
 
Pandemi Covid 19 berdampak pada sektor industri pariwisata di Indonesia termasuk Desa Wisata sehingga mengalami penurunan pendapatan dan motivasi pada pengelola desa wisata. Maka perlu upaya untuk membangkitkan motivasi masyarakat desa wisata untuk bertahan, berjuang, dan berpikir kreatif untuk menghadapi era normal baru.

 

DOWNLOAD PANDUAN DESA WISATA AWARD 2021


Program Desa Wisata Award 2021 BCA yang juga bekerjasama dengan Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memiliki empat kategori yang dapat diikuti yakni Desa Wisata Berbasis Alam, Desa Wisata Berbasis Budaya, Desa Wisata Berbasis Kreatif, dan Desa Wisata Berbasis Digital.


Total hadia Rp 600 juta tersebut nantinya akan dibagi menjadi total Rp 150 juta untuk setiap kategori dari empat kategori lomba yang ada. Masing-masing kategori akan dipilih tiga pemenang. Pemenang pertama dari setiap kategori memperoleh hadiah berupa uang tunai dan pembinaan sebesar Rp 75 juta. Juara kedua dari masing-masing kategori mendapat hadiah sebesar Rp 50 juta dan pembinaan. Juara ketiga mendapat hadiah sebesar Rp 25 juta dan pembinaan.

 

lomba desa wisata 2021 - desa wisata award 2021 bank central asia Tbk BCA Yogyakarta


Program Lomba Pendaftaran Peserta & Seleksi Administrasi dimulai dari 13 April - 7 Mei 2021. Pengumuman Top 20 Desa Wisata dilaksanakan pata 7 Juni 2021. Pembekalan online bagi Top 20 direncanakan pada 14-15 Juni 2021. Kegiatan kunjungan ke Top 20 Desa Wisata diagendakan 16 - 30 Juni 2021. Pelaksanaan penjurian online pada 6 - 7 Juli. Rangkaian akhir yaitu pengumuman Pemenang Desa Wisata Award 2021 akan dilaksanakan 9 Juli 2021.

 

Baca Juga: Konsep Desa Wisata Jangan Salah Kaprah


Dalam Desa Wisata Award 2021 ini terdapat dua kriteria penilaian. Pertama New Business Concept, yaitu desa wisata mampu menciptakan kegiatan usaha baru. Ke dua Continuous Improvements Proces, yaitu usaha desa wisata yang dijalankan terus menerus mengembangkan dan memperbaiki produk, layanan, ataupun proses.

 

Maksud Lomba Desa Wisata 2021

  • Meningkatkan promosi wisata Desa yang lebih flexible dan terkoneksi
  • Mengapresiasi Desa dalam pengembangan Desa Wisata untuk percepatan pembangunan Desa dan,
  • Mendorong BumDesa untuk berperan aktif dalam pengelolaan destinasi wisata di desa.


Tujuan

  • Mempromosikan desa wisata di Indonesia sebagai salah satu tujuan kunjungan wisata, baik didalam maupun diluar negeri melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.
  • Mengangkat keanekaragaman potensi unggulan Desa di Indonesia sebagai salah satu elemen penting dalam mendukung percepatan pengembangan Desa wisata.
  • Mendorong BumDesa untuk bersinergi dengan berbagai elemen dan pemangku kepentingan pariwisata untuk menciptakan daya tarik investasi yang kompetitif.


Tahap Seleksi

  • Calon peserta bisa mendaftar melalui website BCA dengan alamat bca.co.id/DesaWisataAward
  • Pendaftaran dapat di isi di ; bca.co.id/DesaWisataAward
  • Panitia CSR BCA akan menyeleksi makalah
  • 20 Makalah terpilih akan dipresentasikan secara virtual dihadapan juri hingga pemilihan dan pengumuman pemenang.


Persyaratan dan Ketentuan Lomba Desa Wisata 2021

  • Peserta adalah Desa wisata yang telah bergulir dalam waktu sekurang kurangnya 1 tahundan telah memiliki paket wisata baik berupa daya tarik alam atraksi Budaya, berbasis kreativeberbasis digital.
  • Peserta adalah Desa Wisata yang diinisiasi serta dikembangkan oleh organisasi dan sumber daya lokal contoh Karang Taruna, BumDes, Kelompok Sadar Wisata.
  • Peserta yang mewakili dan mengikuti kompetisi adalah anggota dari kelembagaan wisata tersebut bukan pihak luar dan tercatat sebagai warga desa setempat
  • Peserta tidak sedang mengikuti lomba desa wisata tingkat Nasional yang lain;
  • Peserta wajib menuliskan cerita story telling tentang aktivitas dan potensi Desa Wisata - Form template disediakan di bca.co.id/DesaWisataAward
  • Peserta yang mendaftar akan dihubungi untuk melengkapi dokumen sesuai syarat pendaftaran di bca.co.id/DesaWisataAward
  • Semua cerita foto /video merupakan hasil karya Desa sendiri dan tidak melanggar HAKI (Hak Kekayaan Intelektual).


Cara mengikuti kompetisi  yaitu dengan menentukan kategori dari karya yang hendak dibuat dan diajukan untuk kompetisi. Tentukan inovasi dari karya yang hendak dibuat dan diajukan untuk kompetisi Isi dan lengkapi formulir dalam situs yang telah disebutkan sebelumnya.

Diharapkan dengan Program Desa Wisata Award 2021 oleh PT BCA Tbk akan menjadi tonggak awal pembangunan Industri Pariwisata Nasional melalui Desa Wisata berbasis pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan masyarakat di seluruh Desa Indonesia untuk berperan aktif membangun potensi unggulan mereka.

Pulihkan Perekonomian - Pengelola Dewi Tinalah Ikuti Program Vaksinasi Covid-19

Untuk mendukung pemulihan sektor pariwisata, pemerintah memberikan vaksinasi untuk pengelola desa wisata. Terdapat 20 pengelola di desa wisata yang mendapatkan vaksinasi, ini sudah mencakup semua pengelola inti Dewi Tinalah, kuliner, dan destinasi Puncak Alam Kleco. Hari Selasa 13 April 2021 pengelola Dewi Tinalah melakukan vaksinasi Tahap I.

Pulihkan Perekonomian - Pengelola Dewi Tinalah Ikuti Program Vaksinasi Covid-19





Dengan program vaksinasi ini diharapkan nantinya pengelola Dewi Tinalah akan menjadi garda terdepan penggerak pemulihan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Setelah mendapatkan vaksin Tahap I, Pengelola Dewi Tinalah akan mendapaktan vaksin Tahap II, dua minggu setelah vaksinasi Tahap I.

Saat ini di Dewi Tinalah telah siap membuka Kawasan desa wisata dengan menerapkan protokol Kesehatan. Sarana prasarana di Dewi Tinalah telah mendukung untuk kegiatan wisata di desa wisata. Di Dewi Tinalah telah menyediakan tempat cuci tangan dan sabun antiseptic. Selain itu setiap wisatawan akan didata dan dicek suhu menggunakan termogan.

Wisatawan yang berkunjung di tempat Wisata Jogja dan Wisata Kulon Progo dapat berkunjung ke Dewi Tinalah dengan memilih paket wisata jumlah terbatas, seperti camping, jelajah alam, wisata sejarah di Goa Sriti dan Rumah Sandi Negara, serta kegiatan outbound dengan penerapan protokol Kesehatan yang ketat. Selain itu wisatawan juga dapat menikmati kuliner dan kopi di Kedai Dewi Tinalah. Pembayaran di Dewi Tinalah di masa pandemi juga telah menyediakan metode cashless dengan pembayaran melalui QRis.

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) – Banyak pertanyaan tentang pokdarwis, apa itu pokdarwis, dan bagaimanya syarat pembentukan pokdarwis. Ini penting diketahui oleh pihak-pihak yang akan mengembangkan potensi wisata di desa. Seperti apa pokdarwis dan peranannya dalam memetakan potensi wisata di desa. Peran apa nantinya untuk mengembangkan desa wisata.

 

Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)



DOWNLOAD EBOOK

 

Dapatkan Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang akan memberikan wawasan untuk Anda dalam menjawab berbagai pertanyaan tentang pokdarwis, syarat pembentukan pokdarwis, proposal pokdarwis, struktur pokdarwis, Ad/art pokdarwis, SK pokdarwis, logo pokdarwis dan dana pokdarwis.


Baca juga: Pengertian Desa Wisata 


Kelompok Sadar Wisata disebut Pokdarwis adalah pelaksana Sadar Wisata yaitu suatu kondisi yang menggambarkan partisipasi dan dukungan segenap komponen masyarakat dalam mendorong terwujudnya iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya kepariwisataan di suatu destinasi atau wilayah. Pokdarwis mempunyai tugas untuk menciptakan lingkungan dan suasana kondusif yang mampu mendorong tumbuh dan berkembangnya industri pariwisata, melalui perwujudan unsur aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan unsur kenangan.

 

Tugas Pokdarwis

  • Meningkatkan posisi dan peran masyarakat sebagai subjek atau pelaku penting dalam pembangunan Kepariwisataan, serta dapat bersinergi dan bermitra dengan pemangku kepentingan terkait dalam meningkatkan kualitas perkembangan Kepariwisataan di Daerah.
  • Membangun dan menumbuhkan sikap dan dukungan positif masyarakat sebagai tuan rumah melalui perwujudan nilai-nilai Sapta Pesona bagi tumbuh dan berkembangnya Kepariwisataan di Daerah dan manfaatnya bagi pembangunan Daerah maupun kesejahteraan masyarakat.
  • Memperkenalkan, melestarikan dan memanfaatkan potensi daya tarik wisata yang ada di Kabupaten/Kota.

Fungsi Pokdarwis

  • Penggerak Sadar Wisata dan Sapta Pesona di lingkungan wilayah di destinasi wisata; dan
  • Mitra Pemerintah dan pemerintah Daerah, pemerintah Kabupaten/Kota dalam upaya perwujudan dan pengembangan Sadar Wisata di Daerah.

 

Semoga Ebook – Buku Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) bermanfaat untuk Anda. Dapatkan Ebook Panduan lainnya yang membahas tentang pengembangan Desa Wisata.

Memahami Kembali Konsep Desa Wisata – Jangan Salah Kaprah

Saat ini desa wisata menjadi salah satu penggerak ekonomi desa. Banyak desa berusaha untuk mengembangakan desa wisata sedemikian rupa berdasarkan potensi desa masing—masing. Sudahkan setiap pengelola dan masyarakat ini benar-benar memahami konsep desa wisata? Pertanyaan mendasar ini menjadi penting, jangan sampai pengelola dan masyarakat salah konsep mengembangkan desa wisata.

 

pengertian-desa-wisata


Memang banyak pengertian tentang konsep desa wisata menurut para pakar ataupun menurut buku pedoman pengembangan desa wisata. Pengertian dan konsep desa wisata ini penting terlebih dahulu dipahami jangan sampai di tengah perjalanan dalam pengembangan desa wisata ternyata salah dari kosep desa wisata seharusnya. Kali ini Dewi Tinalah akan berbagi tentang konsep desa wisata.


Pengertian Desa Wisata

Memahami pengertian tersebut, desa wisata merupakan susunan dari kata desa dan wisata. Desa adalah desa dan desa adat atau yang disebut dengan nama lain, selanjutnya disebut Desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia (UU No. 6 tahun 2014 tentang Desa). 

 
Wisata adalah kegiatan perjalanan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan mengunjungi tempat tertentu untuk tujuan rekreasi, pengembangan pribadi, atau mempelajari keunikan daya tarik wisata yang dikunjungi dalam jangka waktu sementara.

 

Baca Juga: Panduan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata)


Pengertian desa wisata dalam Buku Pedoman Desa Wisata adalah wilayah administratif desa yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya.


Pengertian desa wisata dalam Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 40 Tahun 2020 tentang Kelompok Sadar Wisata dan Desa / Kampung Wisata, Desa Wisata adalah kelompok masyarakat yang berusaha di bidang pariwisata yang mencakup atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung di dalam wilayah Desa/Kelurahan dengan prinsip pariwisata berbasis masyarakat.


Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, Desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata atau disebut pula destinasi pariwisata, yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.


Perbedaan Desa Wisata dengan Wisata Desa

Pengertian wisata desa dalam Panduan Pengembangan Desa Wisata Hijau, wisata desa merupakan kegiatan wisata yang berlangsung di desa. Tujuan perjalanan tidak selalu berbasis pada sumber daya wisata bersifat perdesaan sepanjang berlokasi di desa. Pelaku perjalanan wisata dapat menginap (wisatawan) atau tidak menginap (pelancong).


Pengertian desa wisata berbeda dengan wisata desa. Desa Wisata adalah desa yang menunjukkan tema produk pariwisata yang diutamakannya. Tema ini serupa dengan pilihant tema lain seperti desa industri, desa kerajinan, desa kreatif, desa budaya. Sedangkan wisata desa adalah kegiatan wisata yang mengambil pilihan lokasi desa, dan jenis kegiatannya tidak harus berbasis pada sumber daya perdesaan (keaslian benteng alam, serta budaya dan kearifan lokal).

 

Baca Juga: Strategi Pemasaran Desa Wisata


Desa wisata menyangkut semua komponen yang ada maupun dimiliki suatu desa yang bisa dikemas, disajikan, dan dijual untuk menjadi satu paket wisata. Desa wisata yang dieksplorasi adalah kultur budaya yang ada di masyarakat seperti objek wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata kuliner, maupun wisata buatan. Adapun keterlibatan dalam suatu desa wisata adalah semua unsur desa dari kepala desa, perangkat desa, struktural RT dan warga masyarakat setempat yang memiliki andil di dalamnya.


Sementara itu, wisata desa merupakan objek wisata yang kebetulan telah ada di suatu desa. Bisa wisata alam, wisata buatan, wisata sejarah, wisata rohani, dll. Tetapi keterlibatan masyarakat terbatas dan dibatasi, hanya beberapa orang tertentu saja yang terlibat.


Sebuah desa wisata, lembaga harus mendapat support penuh dari pemerintah desa (pemdes). Bukan hanya soal pendanaan dan pembiayaan penuh saja, namun juga harus bisa meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembiayaan desa wisata.  Masyarakat dilibatkan secara komprehensif, diberi kewenangan dan tugas sesuai dengan potensi yang ada di desanya.


Dari pengertian tersebut, dapat dikatakan bahwa desa wisata bermakna sebagai kegiatan wisata yang dilakukan pada obyek wisata desa. Maka, desa wisata adalah obyek dan wisata desa adalah kegiatannya. Keduanya adalah potensi besar yang dimiliki berbagai desa di Indonesia yang saat ini sedang semarak berkembang menjadi potensi peningkatan ekonomi pedesaan.

 

Baca Juga: Pemuda Desa Wajib Kuasai TIK untuk Pengembangan Desa Wisata


Menjadi suatu desa wisata berarti haruslah sebuah desa yang memiliki berbagai aspek yang mendukung desa itu menjadi tujuan wisata yang menarik dengan segala daya dukungnya. Sangat tidak cukup sebuah desa yang hanya memiliki satu dua obyek wisata dengan fasilitas seadanya lalu menyebut dirinya sebagai desa wisata.


Desa wisata yaitu terpenuhinya semua unsur wisata yang memiliki potensi daya tarik. Di antaranya wisata alam, wisata budaya, dan wisata hasil buatan manusia dalam satu kawasan tertentu dengan didukung oleh atraksi, akomodasi, dan fasilitas lainnya. Hal ini sesuai dengan kearifan lokal masyarakat. Desa wisata itu, seluruhnya terintegrasi, semua unsur di dalam desa untuk mengangkat keunikan dan kearifan lokal sebagai pariwisata. 


Desa wisata tidak berlaku adanya tiket, namun wisatawan ditawarkan paket wisata untuk melihat isi di dalam desa tersebut. Hal yang perlu dipenuhi dalam desa wisata yaitu fasilitas pariwisata, yang artinya fasilitas pariwisata di sini yaitu desa wisata tidak membebani tiket, namun membeli paket untuk tour di desa tersebut.


Kriteria Desa Wisata

Pengembangan desa menjadi desa wisata dapat memberikan banyak perubahan kepada desa tersebut dan menjadikan pembeda antara desa wisata dengan desa lainnya. Terdapat kriteria desa wisata sebagai berikut:

  • Memiliki potensi daya tarik wisata (daya tarik wisata alam, budaya, dan buatan/karya kreatif).
  • Memiliki komunitas masyarakat.
  • Memiliki potensi sumber daya manusia lokal yang dapat terlibat dalam aktivitas pengembangan desa wisata.
  • Memiliki kelembangaan pengelolaan.
  • Memiliki peluang dan dukungan ketersediaan fasilitas dan sarana prasarana dasar untuk mendukung kegiatan wisata.
  • Memiliki potensi dan peluang pengembangan pasar wisata.


Prinsip Pengembangan Desa Wisata

Pengembangan desa wisata tidak terlepas dari suatu prinsip pengembangan produk desa wisata. Prinsip adalah suatu pernyataan fundamental atau kebenaran umum maupun individual yang dijadikan oleh seseorang/ kelompok sebagai sebuah pedoman untuk berpikir atau bertindak. Prinsip pengembangan desa wisata sebagai berikut:

  • Keaslian: atraksi yang ditawarkan adalah aktivitas asli yang terjadi pada masyakarat di desa tersebut.
  • Masyarakat setempat: merupakan tradisi yagn dilakukan oleh masyarkat dan menjadi keseharian yang dilakukan oleh masyarakat.
  • Keterlibatan masyarkat: masyarakat terlibat secara aktif dalam aktivitas di desa wisata.
  • Sikap dan nilai: tetap menjaga nilai-nilai yang dianut masyarakat dan sesuai dengan nilai dan norma sehari-hari yang ada.
  • Konservasi dan daya dukung: tidak bersifat merusak baik dari segi fisik maupun  sosial masyarakat dans sesuai dengan daya dukung desa dalam menampung masyakarat.

 

Jenis Jenis Desa Wisata

Dalam pengembangannya, desa wisata mampu mengurangi urbanisasi masyarakat dari desa ke kota karena banyak aktivitas ekonomi di desa yang dapat diciptakan. Selain itu juga, desa wisata dapat menjadi upaya untuk melestarikan dan memberdayakan potensi budaya lokal dan nilai-nilai kearifan lokal yang ada di masyarakat. Terdapat jenis-jenis desa wisata yang dapat menjadi acuan, diantaranya:

  • Desa wisata berbasis keunikan sumber daya alam yaitu desa wisata yang menjadikan kondisi alam sebagai daya tarik utama seperti pegunungan, lembah, pantai, sungai, danau berbagai bentuk benteng alam yang unik.
  • Desa wisata berbasis keunikan sumber daya budaya lokal yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan adat tradisi dan kehidupan keseharian masyarakat menjadi daya tarik utama seperti aktivitas mata pencaharian, religi maupun bentuk aktivitas lainnya.
  • Desa wisata kreatif yaitu desa wisata yang menjadikan keunikan aktivitas ekonomi kreatif dan kegiatan industri rumah tangga masyarakat lokal, baik berupa kerajinan, maupun aktivitas kesenian yang khas menjadi daya tarik utama.
  • Desa wisata berbasis kombinasi merupakan desa wisata yang mengkombinasikan antara satu atau lebih daya tarik wisata yang dimiliki seperti alam, budaya, dan kreatif.

 

Itu tadi pembahasan lengkap mengenai konsep dan pengertian desa wisata. Penting bagi perangkat desa, pengelola, pokdarwis, dan masyarakat di desa memahami desa wisata dengan semestinya sehingga nantinya pengembangan desa menjadi desa wisata akan benar benar bermanfaat bagi seluruh komponen di desa.