Desa Wisata Tinalah -->
Paket Wisata Jogja Dewi Tinalah

Lomba Karya Tulis Desa Wisata 2021 Hadiah 48 Juta - Desa Wisata Menuju ke Tingkat Global

Dewi Tinalah - Kesempatan menarik untuk meraih hadiah jutaan rupiah dengan mengikuti lomba karya tulis desa wisata 2021. Lomba Penulisan Desa Wisata yang digelar Badan Pelakşana Otorita Borobudur (BOB), dengan bekerjasama Kedaulatan Rakyat (KR) dan Sekolah Vokasi UGM. Pendaftaran lomba dengan tema Desa Wisata Joglosemar Menuju ke Tingkat Global.

 


 

Lomba menulis ini bertujuan untuk semakin memperkenalkan potensi desa wisata tersebut di masyarakat dan juga untuk mengembangkannya menjadi desa wisata mandiri. Tulisan diharapkan ikut mendorong percepatan pertumbuhan Sosial ekonomi untuk menuju Desa Wisata Mandiri. Semangatnya untuk mempercepat proses pertumbuhan kondisi sosial ekonomi di desa-desa.

 

Baca Juga: Tentang Desa Wisata Tinalah  

 

Lomba ini bersifat aprisiatif dimana penilaiannya murni menjadi kewenangan dewan juri dan tim independent yang terdiri dari lembaga pemerintah/ BUMN, perguruan tinggi, media, pakar, dan/atau praktisi dari industri. Untuk tiap desa nantinya akan ada dua pemenang dengan hadiah jutaan Rupiah. Total hadiah sendiri mencapai lebih dari Rp 48 juta.

Lomba menulis yang digagas BOB merupakan sebuah hal positif untuk mengenalkan lebih jauh desa-desa wisata sekaligus membangkitkan ekonomi desa yang terdampak pandemi. Dengan tulisan, diharapkan muncul ide dan pemikiran menarik yang bisa membawa dampak positif.

 

Baca Juga: Buku Panduan Desa Wisata 2021

Dengan menulis ini, masyarakat bisa lebih peka dan kritis terhadap permasa lahan isu-isu strategis, sosial dan iptek yang terkait dengan pengembangan desa wisata sehingga dapat berperan aktif melalui pemikiran-pemikiran dan ide-ide kreatif. Harapannya, lewat tulisan-tulisan yang muncul nantinya bisa muncul solusi atas permasalahan sosial, ekonomi,kesejahteraan masyarakat di desa wisata.

 

Desa Wisata Joglosemar yang dilombakan

  • Desa Wisata Tinalah (Kulonprogo, DIY)      
  • Desa Wisata Glagah (Kulonprogo, DIY)
  • Desa Wisata Segajih (Kulonprogo, DIY)      
  • Desa Wisata Jatimulyo (Kulonprogo, DIY)      
  • Desa Wisata Gerbosari (Kulonprogo, DIY)
  • Desa Wisata Pagerharjo (Kulonprogo, DIY)
  • Desa Wisata Bleberan(Gunungkidul, DIY)
  • Desa Wisata Pulesari (Sleman, DIY)
  • Desa Wisata Garongan (Sleman, DIY)      
  • Desa Wisata Mangunan (Bantul, DIY)
  • Desa Wisata Karanganyar (Magelang,Jateng)
  • Desa Wisata Karangrejo (Magelang,Jateng)     
  • Desa Wisata Borobudur (Magelang,Jateng)      
  • Desa Wisata Ngagoretno (Magelang,Jateng)
  • Desa Wisata Kaligono (Purworejo,Jateng)
  • Desa Wisata Pandanrejo (Purworejo,Jateng)


Daftar Lomba Disini

Syarat Peserta

Peserta merupakan individu dari masyarakat umum yang memiliki kartu identitas  yang  masih  berlaku  KTP  /  Passport  /  Kartu  Mahasiswa  /  Kartu Pelajar.

Persyaratan Karya Tulis Desa Wisata Joglosemar 2021

  1. merupakan hasil karya sendiri;
  2. tidak mengandung unsur plagiarisme (bila terdapat kontribusi innovator/penulis lain harus disebutkan);
  3. memiliki kemanfaatan bagi instansi terkait, masyarakat dan atau pengelola desa wisata;
  4. tulisan belum pernah dan atau tidak sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis;
  5. tulisan tidak mengandung unsur penghinaan atau pelecehan terhadap SARA;
  6. Peserta wajib menfollow IG Badan Otorita Borobudur (@boborobudur), SKH Kedaulatan
  7. Rakyat (@krjogjadotcom) dan Prodi Pariwisata Sekolah Vokasi UGM (@kamadipaugm);
  8. Peserta boleh mengirimkan karya sebanyak-banyaknya namun maksimal hanya akan memperoleh dua kejuaraan;
  9. Penyerahan artikel melalui Google Form dan attachment dilengkapi data diri;
  10. Keputusan penyelenggara tidak bisa diganggu gugat;
  11. Mengikuti ketentuan-ketentuan dalam Petunjuk ini.

 

Teknis Pendaftaran dan Pengiriman Karya Tulis

  1. Peserta wajib mengunggah karya tulis secara online ke alamat link http://bit.ly/karyatulisbob dengan maksimal ukuran file dan foto 5 MB. Tulisan diunggah mulai 14 Juni dan selambat-lambatnya tanggal 14 Agustus 2021 Pukul 21.00 WIB.
  2. Peserta tidak perlu mengirimkan tulisan fisik.
  3. Materi tulisan  yang  diunggah  wajib  memenuhi  struktur   sebagai berikut: 
  • Gaya penulisan bebas / popular
  • Tema bebas, tulisan ditujukan untuk memperkenalkan desa wisata kepada masyarakat
  • Mencantumkan foto keunikan desa wisata, fasilitas desa wisata, dan daya tarik lainnya.


Format Penulisan

  • Jumlah kata, maksimum 750 kata
  • Ditulis dalam bahasa Indonesia, kertas A4 dan jenis huruf Times New Roman 12 dengan spasi Multiple 1.5
  • Orientasi halaman naskah Portrait dengan margin atas 3,5 cm, kanan 3,5 cm, kiri 2,5 cm, dan bawah 2,5 cm
  • Ukuran font untuk judul karya tulis 14 pt, sedangkan untuk judul bab, judul sub bab, dan isi naskah 12 pt.
  • Gambar dan tabel diletakkan dalam naskah dengan posisi tengah halaman (center).

 

Mari bergabung dalam Lomba Karya Tulis Desa Wisata 2021 Hadiah 48 Juta - Desa Wisata Joglosemar Menuju Tingkat Global. Daftar Lomba Desa Wisata. Info dari Badan Otorita Borobudur masa lomba sampai 14 Agustus 2021 semula ditutup 14 Juli 2021.


lomba desa wisata 2021 - desa wisata joglosemar go global - desa wisata tinalah


Desa Wisata Tinalah Live In & Education – Tinggal di Desa Yang Menyenangkan Penuh Pengalaman

Yogyakarta sebagai kota Pendidikan tidak hanya terkenal di sekolah formal saja. Banyak kegitan non formal bersifat edukasi yang memberikan aktivitas pengalaman belajar, salah satunya kegiatan di desa wisata Yogyakarta. Banyak desa wisata yang kini mengembangkan program kegiatan dengan capaian edukasi dan pengalaman, salah satunya program Desa Wisata Tinalah Live In & Education.

Desa Wisata  Tinalah Live In & Education – Tinggal di Desa Yang Menyenangkan Penuh Pengalaman
Desa Wisata Tinalah Live in & Education


Desa Wisata Tinalah (Dewi Tinalah) merupakan salah satu Desa Wisata Kulon Progo yang mengusung tema Pendidikan lingkungan dan budaya (Pendingdaya). Program ini menawarkan kegiatan Live in & Education, yaitu wisatawan tinggal di desa dan belajar dari setiap aktivitas di masyarakat desa.

Kegiatan masyarakat yang ada di Desa Wisata Tinalah merupakan kegiatan yang memang sehari-hari dilakukan, mulai dari kegiatan di rumah seperti bersih-bersih rumah dan lingkungan sekitar, beternak, pertanian, perkebunan, membuat kerajinan, dan aktivitas ekonomi dengan membuat beragam makanan desa untuk keperluan campilan (snak) dan juga dijual di pasar.

Baca Juga: Paket Lengkap Wisata Jogja di Desa Wisata Tinalah

Desa Wisata Tinalah Live In & Education menerapkan konsep Experiential Learning, yaitu kegiatan pembelajaran di desa wisata dengan menekankan pada tantangan dan pengalaman yang diikuti dengan refleksi hasil pembelajaran yang didapat dari pengalaman tersebut. 

 

Desa Wisata  Tinalah Live In & Education Yogyakarta
Desa Wisata Live In & Education Kulon Progo Yogyakarta di Dewi Tinalah

Kegiatan experiential learning di Dewi Tinalah bukan semata-mata belajar dari pengalaman, tapi sebuah pembelajaran yang menggunakan pengalaman sebagai media belajar. Maka dari itu Dewi Tinalah juga merupakan Central Stay and Education Yogyakarta di kawasan Pegunungan Menoreh Samigaluh Kulon Progo.

Kegiatan di Dewi Tinalah sangat cocok untuk program keluarga maupun sekolah dan sampai  perguruan tinggi. Dewi Tinalah juga merupakan binaan dari Dinas Pariwisata Kulon Progo yang telah mendapatkan berbagai pelatihan tentang pengelolaan dan program desa wiata, yaitu dengan menjadi Desa Wisata Tinalah Live In & Education. Dengan program tersebut juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk terus bersemangat mengembangkan ekonomi kreatif di desa melalui desa wisata.

 

Bagi Anda yang ingin menyelenggarakan kegaitan eduwisata di Desa Wisata Tinalah  dapat menghubungi kontak Dewi Tinalah melalui layanan Tombol WhatsApp di web ini. Dapatkan penawaran menarik terkait paket Desa Wisata Tinalah Live in & Education. Rasakan pengalaman menarik dan penuh arti tinggal di desa. Sampai berjumpa di Dewi Tinalah ya :)

Konsep Desa Wisata Digital: Digitasi - Digitalisasi - Transformasi Digital

Keberadaan desa wisata saat ini tidak terlepas dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan media digital. Desa Wisata sebagai bagian dari desa juga tidak terlepas dari proses digitalisasi desa. Dengan adanya program digitalisasi desa, saat ini desa wisata juga dapat mengoptimalkan desanya menjadi suatu kawasan desa wisata digital.

Konsep Desa Wisata Digital - Digitasi - Digitalisasi - Transformasi Digital


Penting bagi pengelola desa wisata saat ini melek akan TIK baik dari literasi, pemanfaatan dan cara pengembangannya. Selain itu juga perlu memahami konsep desa wisata digital, apa pengertiannya dan kawasannya. Desa wisata digital tidak terlepas dari pengertian desa wisata itu sendiri dan proses digitalisasi dari setiap aktivitas pengelolaan desa wisata.

Apa itu desa wisata dan digitalisasi?

Dalam panduan desa wisata disebutkan bahwa desa wisata merupakan kawasan yang memiliki potensi dan keunikan daya tarik wisata yang khas yaitu merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya. Dalam UU No. 10 tahun 2009 tentang Kepariwisataan, desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata atau disebut pula destinasi pariwisata, yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas umum, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.

Baca Juga: Panduan Desa Wisata 2021

Pengertian digitalisasi dalam portal Wikipedia merupakan proses alih media dari bentuk tercetak, audio, maupun video menjadi bentuk digital. Digitisasi dilakukan untuk membuat arsip dokumen bentuk digital. Dalam KBBI WEB ID, digitalisasi adalah proses pemberian atau pemakaian sistem digital. Di Web Asia Quest Indonesia menyebutkan bahwa digitalisasi merupakan penggunaan teknologi digital dan data-data yang telah di-digitisasi untuk memengaruhi cara penyelesaian sebuah pekerjaan, mengubah cara interaksi perusahaan-pelanggan, serta menciptakan aliran pendapatan baru (secara digital).

Upaya digitalisasi tidak terlepas dari digitasi, Sift Indonesia Dot Com menyebutkan mengenai Digitisasi yaitu proses mengkonversi dari analog menuju digital. Jadi berbagai macam informasi dan data yang tadinya bersifat manual dan konvensional dipindahkan dalam format digital. Digitisasi merujuk pada pengoptimalan proses internal, misalnya otomatisasi kerja, peminimalan kertas, dsb dengan tujuan untuk mengurangi biaya.

Berdasarkan pengertian tersebut, konsep desa wisata digital dapat diartikan sebagai proses penggunaan teknologi digital dan data-data untuk pengelolaan dan pengembangan desa wisata. Dengan menjadi desa wisata digital nantinya dapat mengoptimalkan proses internal, otimatisasi kerja, dan peminimalan kertas dan biaya.

Baca juga: Inovasi Digital Desa Wisata Tinalah
 
Dalam panduan desa wisata Ed 2 tahun 2021 disebutkan bahwa Desa Digital merupakan desa yang memanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam semua aspek pembangunan desanya dengan tujuan untuk peningkatan kualitas pelayanan publik yang efisien, peningkatan daya saing desa dengan inovasi desa dan penyelesaian masalah-masalah desa yang strategis.

Dengan TIK masyarakat desa dapat mewujudkan peningkatkan standar hidupnya yang dibarengi dengan peningkatan literasi digital sehingga masyarakat memiliki kemampuan dalam penggunaan TIK, seperti pemanfaatan internet untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang meliputi peningkatan aspek pengelolaan lingkungan, ekonomi, pendidikan, peluang inovasi, stabilitas sosial dan lain-lainnya. Dari definisi Desa Digital tersebut dapat mendefinisikan Desa Wisata Digital sebagai desa yang memanfaatkan TIK dalam pengembangan ekosistem wisatanya.

Transformasi Desa Wisata Digital

Dalam trasformasi desa wisata digital, proses digitasi dan digitalisasi berlangsung secara bersamaan. Trasformasi digital di desa wisata inilah yang akan mengubah usaha / bisnis desa wisata semakin optimal, efisien, dan efektif. Transformasi digital condong pada pengadopsian teknologi digital yang lebih luas lagi dan ada perubahan budaya didalamnya. Transformasi digital dapat dikatakan lebih menekankan pada orang-orang/manusia daripada teknologi digitalnya. Pemicu perubahan desa wisata dalam transformasi digital semakin cepat adalah keinginan pelanggan akan kecepatan layanan yang terus meningkat.

Baca Juga: Desa Wisata Tinalah sebagai Desa Wisata Digital di Yogyakarta

Dalam buku panduan desa wisata edisi 2 disebutkan bahwa Desa Wisata Proses menuju Desa Wisata Digital disebut proses transformasi digital yang harus dilakukan secara end-to-end (ujung ke ujung) dan secara terintegrasi antara satu komponen dengan yang lainnya. Hal ini bertujuan agar transformasi digital dapat menciptakan suatu nilai (value creation) yang meningkatkan kemanfaatan bagi semua pihak, penurunan risiko dan efisiensi penggunaan sumber daya yang terbatas. Nilai kemanfaatan yang dirasakan oleh para pihak misalnya kemudahan, kecepatan dan biaya yang rendah. Penurunan risiko sangat penting untuk mengurangi kejadian kegagalan atau kesalahan jalannya proses termasuk juga menghindari potensi gangguan yang mungkin terjadi. Pemanfaatan TIK juga harus memperhatikan efisiensi penggunaan sumber daya, misalnya ketersediaan dana dan SDM yang ada di desa.

Pada umumnya transformasi digital mencakup beberapa aspek, yaitu kebijakan-kebijakan nasional terkait desa wisata, pengaturan proses bisnis yang sesuai, kelembagaan desa yang lebih cocok, kebiasaan atau adat desa, informasi desa, ketersediaan infrastruktur dan aplikasi, SDM desa yang memadai. Berdasarkan Permendagri 114 Tahun 2014 bahwa Digitalisasi Desa Wisata yang merupakan kewenangan desa harus menjadi prioritas dalam RPJM Desa dan RKPDesa dan teranggarkan dalam bidang pariwisata dan informasi bidang pendukungnya yang teranggarkan di APBDesa berdasarkan Permendagri 20 Tahun 2018.

Pemanfaatan TIK bukanlah sekedar menggunakan TIK dalam menjalankan proses yang manual. Tanpa pengaturan proses bisnis yang sesuai, penggunaan TIK hanya menjadi beban berat, biasanya beban biaya tinggi. Sedangkan nilai kemanfaatan yang dirasakan sangat kurang. Perubahan proses bisnis dapat dilakukan dengan mengubah prosedur-prosedur teknis, proses perekaman/pencatatan data, proses transaksi keuangan dan lain-lainnya. Perubahan proses bisnis ini dilakukan berdasarkan hasil analisis proses bisnis yang dilakukan sebelumnya.

Baca Juga: Pahami kembali Konsep Desa Wisata - Jangan Salah Kaprah!

Penggunaan TIK harus menyentuh proses digitalisasi informasi. Informasi-informasi terkait wisata dikemas dalam media-media digital dalam kegiatan promosi. Alih media ini penting untuk mempermudah distribusi informasi agar sampai kepada pihak yang dituju secara mudah, murah, aman dan tepat waktu. Saat ini penggunaan teknologi internet dan media sosial menjadi ujung tombak dalam diseminasi informasi wisata. Informasi wisata yang lengkap mencakup antara lain:

  • Pemesanan paket perjalanan wisata oleh wisatawan (booking)
  • Identitas wisatawan (demografi dan status sosioekonomi)
  • Jadwal keterisian kamar maupun jadwal kunjungan wisatawan Desa Wisata
  • Transaksi wisatawan selama di Desa Wisata / keuangan digital inklusif
  • Desa Wisata Go Digital, e-commerce, industri kreatif
  • Kritik, masukan, dan saran


Aspek SDM desa juga harus ditingkatkan dalam penggunaan perangkat digital dan pemanfaatan informasi digital. Kompetensi penggunaan perangkat digital dapat dilakukan dengan pelatihan-pelatihan teknis yang dilakukan secara terus menerus disesuaikan dengan teknologi yang diadopsi. Pelatihan teknis dapat menjadikan SDM di desa sebagai administrator atau sebagai pengguna akhir tergantung dari level pelatihannya. Sedangkan pemanfaatan informasi digital dapat dilakukan dengan literasi konten digital, biasanya terkait kehati-hatian dengan konten negatif dan hoax. SDM di desa juga harus mampu menjalankan proses mitigasi jika ada penyalahgunaan konten.
Langkah nyata transformasi desa wisata digital

Baca Juga: Tempat Outbound Jogja di Desa Wisata Tinalah

Digitalisasi internal desa wisata dapat berupa pemanfaatan TIK dalam pengelolaan organisasi. Media sosial dan media chating (seperti whatsapp) dapat digunakan untuk melakukan edukasi bagi anggota desa wisata dan masyarakat di desa mengenai Sadar Wisata dan Sapta Pesona. Video dan materi edukasi berupa modul format PDF dapat didistribusikan melalui media digital dan online. Selain itu dapat juga dibuat dalam bahan ajar berbasis web. Di sesi akhir terdapat kuis online untuk menguji pemahman anggota dan masyarakat terkait dengan desa wisata.


Pengelolaan keuangan dan daftar kehadiran pengelola saat bekerja dapat juga memanfaatkan TIK. Semula catatan dan pengelolaan keuangan yang dilakukan dengan manual atau tulis tangan dapat juga memanfaatkan aplikasi Ms. Excel, pencatatan akutansi  keuangan di aplikasi mobile, maupun menggunakan form online untuk melakukan pencatatan daftar kehadiran pengelola.

Digitalisasi di desa wisata paling banyak saat ini adalah Sistem Informasi Digital Wisatawan. Penggunaan teknologi Smart Tv di kawasan desa wisata dapat  menjadi kanal informasi yang memuat edukasi tata tertib dan penerapan protokol CHSE di masa pandemi, Video Profil Desa Wisata, dan produk wisata yang ditawarkan oleh desa wisata. Fasilitas smart tv juga berfungsi sebagai dashboard monitoring data kunjungan wisatawan dan carrying capacity untuk menjaga physical distancing antar pengunjung. Fitur testimoni dan survey kepuasan yang ada dalam sistem ini juga dapat menjadi dasar untuk mengukur kepuasan wisatawan (tourist satisfaction) terhadap pelayanan yang diberikan oleh desa wisata.

Upaya Dewi Tinalah Menuju Trasformsi Desa Wisata Digital

Dewi Tinalah sejak awal bergerak (tahun 2013) dalam pengembangan desa wisata telah berupaya dalam pemanfaatan TIK dalam proses pengembangan desa wisata digital. Langkah awal dilakukan dengan distribusi informasi melalui media sosial dengan pembuatan video dan gambar digital. Kemudian pemanfaatan layanan cloud / hosting juga digunakan untuk pembuatan Web Dewi Tinalah yang memuat profil, layanan desa wisata, dan reservasi online. Dewi Tinalah juga membuat layanan kritik, masukan, dan saran secara online dengan mengintegrasikan Google Apps.


Di Tahun 2020 saat pandemi, Desa Wisata Tinalah melakukan inovasi desa wisata digital dengan pembuatan Aplikasi Desa Wisata Tinalah – Visiting Jogja di mobile apps. Fiture dalam aplikasi ini memuat tentang profil desa wisata, paket desa wisata, booking atau reservasi, digital tour elalui jelajah desa wisata melalui aplikasi, agenda terkini, notifikasi, games desa wisata, dan e-sertifikat untuk pengguna Aplikasi Dewi Tinalah. Pembayaran juga dapat melalui dompet digital dengan layanan QRis, dapat dibaya melalui GOpay, OVO, Shoppe dan layanan pembayaran digital lainnya.

Langkan pemanfaatan TIK dalam digitalisasi desa wisata di tahun 2021 adalah pengembangan projek Aplikasi Jelajah Alam menggunakan AI (Artificial Intelligance). Nantinya Smart Apps ini akan menjadi bagian dari paket outbound dan edukasi di Desa Wisata Tinalah berbasis Teknologi dan Lingkungan. Dengan aplikasi ini nantinya wisatawan memiliki experience ketika melakukan aktivitas di Desa Wisata Tinalah terintegrai dengan Smart Apps tersebut.


Demikian pembahasan mengenai desa wisata digital dari konsep, regulasi, pemanfaatan dan cara pengembangannya. Dengan pemanfaatan TIK, desa wisata nantinya akan semakin optimal dalam pengelolaan dan penentuan berbagai kebijakan melalui pengembangan desa wisata digital. Bagi Anda yang ini belajar mengenai desa wisata digital dapat menghubungi Desa Wisata Tinalah. Terdapat layanan pelatihan Digitalisasi Desa Wisata, Digital Marketing, Pemanfaatan Multimedia untuk pengembangan Desa Wisata, Pembuatan web dan aplikasi untuk Desa Wisata. Kontak 085729546678.
 

Inovasi Desa Wisata Tinalah Sebagai Desa Wisata Digital Yogyakarta

Dewi Tinalah – Perjalanan Desa Wisata Tinalah sebagai salah satu Desa Wisata Kulon Progo yang berkegiatan sejak tahun 2013 terus melakukan pengembangan menjadi desa wisata digital. Langkah ini sudah sejak awal menjadi perhatian Dewi Tinalah, mulai dari pemanfaatan media digital dan teknologi informasi dan komunikasi.

 



Perjalanan Dewi Tinalah dalam memanfaatkan TIK menjadi bagian penting dalam pengembangan desa wisata digital Yogyakarta. Pemanfaatan media sosial menjadi bagian penting dalam mendistribusikan informasi mengenai Dewi Tinalah. Pentingnya data informasi digital menjadi salah satu sumber referensi wisatawan ketika mencari informasi mengenai Desa Wisata Tinalah.
 

Baca Juga: Panduan Desa Wisata Berkelanjutan

 
Upaya Dewi Tinalah dalam melakukan digitalisasi desa wisata yaitu dengan memanfaatkan kanal media web Dewi Tinalah, media sosial, pencatatan keuangan, dan pendataan pengunjung. Sebagai pionir desa wisata digital, Dewi Tinalah terus berupaya melakukan pengembangan desa wisata dengan memanfaatkan setiap media informasi untuk bisa menjadi sumber referensi desa wisata desa digital.

Di tahun 2020 Dewi Tinalah telah mengembangkan Aplikasi Desa Wisata Tinalah sebagai kesunggunah Dewi Tinalah untuk menjadi desa wisata digital yang terus berinovasi. Dengan aplikasi Desa Wisata Tinalah memberikasi fitur bagi wisatawan untuk mengenal Dewi Tinalah dalam satu genggaman, mobile friendly dan full experience.


Aplikasi Desa Wisata Digital yang dikembangkan Dewi Tinalah memuat fiture profil Dewi Tinalah, layanan reservasi, agenda terbaru, jelajah Desa Wisata Tinalah melalui aplikasi, notifikasi terkini, game desa wisata digital, dan e-sertifikat bagi wisatawan yang telah menggunakan Aplikasi Desa Wisata Tinalah.

Upaya Desa Wisata Tinalah dalam pengembangan desa wisata digital juga dilakukan dengan pemanfaatan market place sebagai ruang pemasaran secara digital. Selain itu Dewi Tinalah juga tergabung dalam layanan pihak ke tiga yang menjadi Online Travel Agency (OTA).

Baca Juga: Branding Parwisata di Desa Wisata Tinalah


Dengan menjadi desa wisata digital, Dewi Tinalah berharap nantinya dapat memberikan layanan prima bagi para wisatawan / tourist untuk berkunjung ke Dewi Tinalah. Tidak berhenti disini, Desa Wisata Tinalah akan terus berupaya dan berinovasi untuk memanfaatkan layanan TIK sebagai tools pengembangan desa wisata digital.

8 Strategi WhatsApp Marketing Raih Cuan Berlimpah dari Desa - Dewi Tinalah

8 Strategi WhatsApp Marketing Raih Cuan Berlimpah dari Desa - Dewi Tinalah. Era digital dan media sosial menjadi kesempatan besar bagi siapa saja khususnya bagi orang desa untuk meraih kesempatan mendapatkan cuan yang berlimpah. Kesempatan ini bisa didapatkan hanya sekedar Main WA. Hal ini karena WhatsApp merupakan aplikasi chating yang sudah banyak dipakai dan setiap orang memilik WhatsApp.


8 Strategi WhatsApp Marketing Raih Cuan Berlimpah dari Desa - Dewi Tinalah

Penting bagi orang desa untuk mengetahui tips whatsapp marketing. Kesempatan ini bisa optimalkan dari desa, khususnya desa wisata untuk terus berkembang dan meraih cuan berlimpah dari menjual berbagai produk atau jasa melalui kegiatan Main WA. Cara meningkatkan penjualan di whatsapp perlu dipahami oleh orang-orang yang tinggal di desa.

 

Beli Buku Main WhatsApp


Materi whatsapp marketing kini pun mudah didapatkan, baik berupa buku atau video yang membahas mengenai cara membuat whatsapp marketing. Banyak juga layanan geratis berupa kelas whatsapp marketing yang bisa diakses melalui youtube.

Kini telah hadir Buku Main WA mengenai strategi whatsapp marketing yang sudah diterapkan oleh Desa Wisata Tinalah. Dengan buku Main WA nantinya Anda dapat mengetahui apa saja tips whatapp marketing, banyak materi whatsapp marketing yang bisa dipelajari dengan mudah, cepat, dan gampang dipraktikkan. 

 

Terdapat 8 Bab mengenai Buku Main WA sebagai berikut:

BAB 1 : Jualan laris modal Whatsapp
BAB 2 : Media Promosi di Whatsapp
BAB 3 : Strategi Mendatangkan Prospek
BAB 4 : Membangun Powerfull Database
BAB 5 : Formula Konten Berkonversi Tinggi
BAB 6 : Strategi Promosi Anti Blokir
BAB 7 : Update Status, Banjir Fulus
BAB 8 : Kunci Keberhasilan Main Whatsapp

 

Akses Buku Main WA Cuan Melimpah


Harga Normal Buku: Rp297.000
Harga Khusus Hari ini Rp207.000 dengan kupan diskon DEWITINALAH.
Gratis ongkir ke seluruh Indonesia Penjualan Buku Hanya sampai 21 Juli 2021


Materi yang Anda pelajari dalam buku Main Whatsapp ini juga merupakan hasil praktek dari mereka yang sudah terbukti menghasilkan. Apa Saja Yang Akan Dipelajari Dalam Buku Ini?

  • Pola penting yang mesti dipahami saat berjualan di WhatsApp
  • Cara optimasi media WhatsApp yang terbukti menghasilkan
  • Strategi jitu mendatangkan ribuan kontak (database) di WhatsApp
  • Cara mengoptimasi kontak database prospek agar efektif menghasilkan penjualan
  • Formulasi konten di WhatsApp yang mampu bikin orang tergiur dengan produk yang ditawarkan
  • Strategi promosi yang ampuh meningkatkan rata-rata penjualan produk
  • Tips update status di WhatsApp Story yang bikin orderan laris
  • Faktor penting yang menjadi kunci keberhasilan Main WhatsApp




Tips WhatsApp Marketing Blaster


Dengan Seiring berjalannya waktu, WhatsApp menjadi salah satu fitur komunikasi yang favorit untuk digunakan. Apalagi untuk para pebisnis online maupun pelaku Digital marketing, WhatsApp menjadi salah satu media yang wajib dipakai ketika melakukan komunikasi dengan para calon pembeli. Tetapi Pernahkah anda mengalami, ketika melakukan pesan siaran atau broadcast nomor whatsApp Anda terblokir??

Untuk itu agar nomor whatsApp anda tidak terblokir pada saat melakukan siaran, Sebaiknya anda memahami tips berikut ini :


1. Pahami orang yang kena broadcast.

Ketika anda memposisikan diri, sebagai orang yang menerima broadcast dari orang lain. Apakah Anda nyaman?? Mungkin sebagian besar dari anda kurang nyaman, apalagi kalimat broadcastnya mengandung unsur jualan. Maka dari itu, anda perlu membuat kalimat pesan siaran yang tidak selalu jualan, lebih bagusnya lagi anda melakukan edukasi atau pesan yang bermanfaat sehingga penerima broadcast tidak merasa dijualin


2.  Menggunakan kalimat broadcast yang menarik ( kalimat pendek )

Tujuannya agar mendapatkan hasil yang instan pada saat pada saat kita melakukan pesan siaran.
Contohnya :
- Agar penerima siaran membaca isi pesan kita
- agar penerima siaran, mengambil tindakan dari isi pesan kita. ( call, replay atau klik link).


3. Menggunakan kalimat broadcast panjang.

Kalimat broadcast ini cocok digunakan untuk anda mengedukasi market baru ( cold market). Database tersebut membutuhkan banyak informasi dan edukasi atas produk atau jasa yang kita jual, tujuannya agar mereka mendapatkan informasi yang lengkap. Dengan menggunakan kalimat broadcast yang panjang tantangannya adalah sangat membosankan untuk dibaca. Sehingga perlu tampilan khusus agar menarik perhatian si pembaca.

Berikut adalah tips dalam membuat kalimat broadcast panjang :

- Judul broadcast Menggunakan tulisan tebal ( bold)
- kata-kata penting dalam isi broadcast menggunakan tulisan tebal atau bold
- berisikan pesan edukasi dan bermanfaat
- sebisa mungkin tidak ada pesan yang mengandung unsur jualan.
- hindari tulisan broadcast ada kata Baca selengkapnya , karena si pembaca akan merasa kepanjangan.


4. Diakalin biar enggak nyusahin

Maksudnya adalah Anda menggunakan nomor khusus untuk melakukan pesan siaran atau broadcast, sehingga ketika nomor terblokir, nomor whatsApp admin atau nomor whatsApp utama akan aman.

Contohnya :
Anda menggunakan 3 nomor khusus untuk broadcast, dengan mengarahkan jika mau beli atau tanya-tanya mencantumkan nomor utama. Sehingga di nomor utama hanya menerima pesan hasil dari arahan nomor broadcast. Dengan begitu nomor utama anda akan aman dari terblokir.


5. Temukan pola anda sendiri.

Nomor terblokir dari WhatsApp bisa kita akalin dengan berbagai cara. Oleh karenanya anda selalu mengesplore dan ngulik agar anda menemukan pola anda sendiri sesuai dengan produk atau jasa tang anda pasarkan.


Pentingnya Saling Save nomor di WhatsApp


Mungkin anda sekarang sudah memakai aplikasi WhatsApp. Selain digunakan untuk kepentingan komunikasi , seringkali media WhatsApp dipakai untuk menjadi aplikasi chat favorit berjualan online. Melayani calon pembeli, hingga berinteraksi dengan mereka yang sudah membeli produk Anda .
Tetapi tahukah Anda kalau misalkan ada salah satu langkah yang penting untuk Anda terapkan di media chatting seperti WhatsApp ??

Salah satunya menyimpan nomor kontak.

Hal ini sangat penting anda lakukan untuk mengetahui Aktivitas apa saja yang bisa anda ketahui Ketika anda menyimpan nomor WhatsApp.

Lalu apa sajakah keunggulan Ketika anda menyimpan nomor WhatsApp ??

Berikut penjelasannya :

1. Memudahkan anda untuk menandai seseorang

Di penamaan kontak, akan sangat memudahkan Ketika anda seorang penjual online. Apakah orang tersebut sudah membeli produk Anda atau belum, Sehingga memudahkan anda untuk menyapa mereka Sesuai dengan kategori masing-masing

2. Mengikuti aturan WhatsApp.

Secara tidak langsung Ketika anda meng-save, nomor kontak WhatsApp .  Anda sudah mengikuti aturan dari WhatsApp itu sendiri. Anda terhindar dari spam dan orang yang mengecek nomor Anda bisa melihat, profil anda dan status anda.

3. Bisa melihat status kontak anda.

Ketika anda sudah meng Save nomor kontak anda, maka anda akan bisa melihat status orang tersebut.


4. Bisa melakukan pesan siaran atau broadcast.

Kebanyakan diantara kita melakukan broadcast tanpa Save nomor .
Biasanya itu dilakukan tanpa kita sadari atau tanpa kita ketahui.
Hal itu bisa jadi orang yang mendapatkan broadcast kita kurang nyaman, dan merasa privasi pribadi nya terganggu karena mendapatkan pesan siaran dari orang yang mungkin dia tidak kenal.
Maka dari itu sebelum kita melakukan pesan siaran atau broadcast , ada baiknya kita melakukan save nomor terlebih dahulu agar pesan broadcast kita bisa sampai ke orang yang kita sasar.


Cara Closing di WhatsApp Marketing


Ketika kita menggunakan fitur chatting Whatsapp Messenger, seringkali kita menemukan beberapa kendala seperti, “Bagaimanakah cara agar database kontak yang sudah kita punya bisa menghasilkan closingan ??”  Pertanyaannya sekarang, Bagaimanakah cara closing yang efektif di WhatsApp Messenger ??

Berikut beberapa langkah-langkahnya :

Jawablah pesan secara fast respon
Berilah sapaan dan gunakan emot agar anda terlihat ramah di mata customer
Jawablah setiap pertanyaan calon buyer sesuai dengan kapasitas  dan realitas yang ada ( Jangan berbohong ).





Ebook - Buku Pedoman Desa Wisata Edisi II Tahun 2021

Ebook - Buku Pedoman Desa Wisata Edisi II Tahun 2021 merupakan panduan desa wisata yang memuat panduan penting. Panduan ini menjadi landasan filosofis yang mengedepankan aspek keselamatan dan kesehatan sekaligus pembangunan ekonomi pedesaan menjadi jawaban dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Ebook Panduan ini memuat 2 panduan penting yaitu panduan desa wisata itu sendiri dan 10 langkah panduan pengembangan desa wisata hijau.


ebook - panduan dan pedoman pengembangan desa wisata edisi II tahun 2021


Download Ebook 

Dalam panduan desa wisata terdapat beberapa pembahasan seperti latar belakang, konsep pendekatan dan skema desa wisata, pengembangan desa wisata, strategi pengembangan desa wisata, penyelenggaraan desa wisata, desa wisata digital, desa wisata bahari, desa ramah perempuan dan peduli DERAP-PA, implementasi adaptasi baru, dan kisah sukses desa wisata di Indonesia.

Kemudian dalam Panduan Praktis 10 Langkah Mengembangankan Desa Wisata Hijau membahas tentang pariwisata sebagai instrumen membangun desa, adaptasi desa wisata di era kenormalan baru. 10 Langkah mengembangkan desa wisata hijau (DWH): membangun komitemen bersama, memetakkan potensi dan permasalahan desa, membentuk lembaga pengelola / memperkuat lembaga yang telah ada, meyusun rencana strategis (visi, misi, rencana kerja), mempersiapkan SDM desa wisata, menata lingkungan - sarana dan prasarana pendukung, memformulasikan branding desa wisata, menyusun paket wisata, melakukan pemasaran dan menjalin kemitraan, melakukan pemantauan dan evaluasi.


Panduan Desa Wisata ini sangat penting menjadi landasan bagi pengelola desa wisata, POKDARWIS, pemerintah desa, lembaga penelitian, dosen, dan mahasiswa, sebagai bahan referensi dan pedoman untuk melakukan kajian dan pengembangan desa wisata. Dapatkan ebook-panduan pengembangan desa wisata untuk berbagai bahan bacaan dan referensi.

Hadiah 150 Juta Lomba Cerita Budaya Desaku 2021

Dewi Tinalah – Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jendral Kebudayaan Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan mengadakan lomba Cerita Budaya Desaku tahun 2021 dengan total hadiah 150 juta. Lomba dibagi menjadi dua kategori yaitu kategori esai dan video.


 

Hadiah 150 Juta Lomba Cerita Budaya Desaku 2021
Kesenian Budaya Desa Wisata Tinalah

Periode pendaftaran  lomba Cerita Budaya Desaku diselenggarakan dari tanggal 1 april 2021 – 20 Mei 2021. Lomba Cerita Budaya Desaku ini merupakan lomba dalam bentuk esai dan video berisi tentang potensi budaya yang dimiliki oleh masing-masing Desa. Karya lomba berupa menulis esai tentang budaya desa dan video tentang budaya desa.
 

Syarat data pendaftaran Lomba Cerita Budaya Desaku 2021 Nama kelompok/komunitas yang mewakili desa. Nama anggota.Nama desa. Foto KTP anggota. Telepon. Email. Media sosial (Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Tiktok).

 

Baca Juga: Lomba Desa Wisata Hadian 600 Juta
 

Persyaratan Peserta Lomba Cerita Budaya Desaku 2021 yaitu warga Negara Indonesia.  Komunitas atau kelompok yang berdomisili di desa setempat. Setiap desa hanya dapat mengirimkan satu esai dan satu video. Melampirkan surat izin/rekomendasi dari Kepala Desa. Unduh format surat. Beranggotakan minimal 3 orang.


Substansi Karya Menulis esai atau membuat video tentang satu aspek budaya desa (potensi/identitas/warisan budaya baik benda maupun tak benda).

Contoh Benda berupa: Cagar budaya, rumah adat, monumen/prasasti/naskah, alat pertanian, perikanan, dan hasil cipta reka teknologi yang diwariskan/inovasi lokal.

Contoh Tak benda berupa:

  • Cerita/sejarah/asal-usul desa.
  • Pengetahuan yang diturunkan/diciptakan seperti kuliner desa, pengobatan tradisional.
  • Tradisi/kebiasaan yang mewujudkan kearifan lokal untuk ketahanan pangan dll.
  • Kesenian (musik, tari, seni teater, seni pertunjukan, permainan anak).
  • Keahlian lokal (bela diri dll).
  • Kegiatan desa (bersih desa dengan ara yang khas, festival desa, ritual khas desa).
  • Inovasi lokal dan kreatifitas lokal lainnya.


Ketentuan Karya

Ketentuan Umum

  • Karya orisinal dan bukan hasil plagiarisme dari sumber buku, artikel, atau naskah, baik yang berasal dari konten daring maupun luring.
  • Konten bebas dari hal-hal yang mengandung disinformasi, ujaran kebencian, isu suku, agama, ras, dan antargolongan, serta pornografi.
  • Esai maupun video belum pernah diperlombakan di dalam kompetisi lain maupun di publikasikan di media sosial ataupun media massa.
  • Panitia penyelenggara berhak atas pemanfaatan Esai maupun Video di kemudian hari.
  • Karya yang tidak sesuai ketentuan dan persyaratan tidak akan diikutsertakan dalam penjurian.
  • Keputusan Dewan Juri tidak dapat diganggu gugat.
  • Fokus pada satu unsur budaya/mengangkat satu tema khusus (bukan profil desa).


Baca Juga: Geoheritage di Yogyakarta

 

Ketentuan Teknis

Esai

  • Esai berupa teks minimal 1.500 kata dan maksimal 2.500 kata.
  • Esai dikirimkan melalui laman khusus lomba ini.


Video

  • Video wajib diunggah di akun Youtube peserta dengan kualitas HD 1280 x 720 (720p). Panitia hanya menerima tautan Youtube melalui laman khusus lomba ini.
  • Video dapat dibuat menggunakan kamera profesional maupun kamera ponsel pintar dengan durasi minimal 3 menit dan maksimal 10 menit.
  • Apabila ada percakapan dalam video yang menggunakan bahasa daerah disertakan teks terjemahan dalam bahasa Indonesia.
  • Video yang diunggah wajib menggunakan judul "Judul" <enter> Cerita Budaya Desaku.
  • Contoh: Bokong Semar: Permata Tersembunyi di Yogyakarta Cerita Budaya Desaku
  • Peserta wajib mencantumkan tagar #ceritabudayadesaku, #budayasaya, #budayamaju, dan #(nama budaya yang diangkat dalam video) pada deskripsi video di Youtube.
  • Penggunaan musik di dalam video tidak melanggar Hak Kekayaan Intelektual, bebas royalti dan diutamakan menggunakan musik daerah setempat.


Kriteria Penilaian

  • Substansi esai dan video.
  • Karya dapat memberikan inspirasi untuk pemajuan budaya desa.
  • Alur penyampaian.
  • Bahasa dan ejaan.
  • Kreativitas dan orisinalitas karya.
  • Fokus pada satu unsur budaya/mengangkat satu tema khusus.

 

Baca Juga: Konsep Desa Wisata

 

Waktu Pelaksanaan Pendaftaran dan Pengiriman Karya 1 April – 20 Mei 2021. Seleksi Administrasi 21 – 25 Mei 2021. Penjurian 26 Mei – 12 Juni 2021. Pengumuman 17 Juni 2021.

Pengiriman Karya - Panitia hanya menerima karya yang dikirimkan melalui web khusus lomba yang terdapat di laman https://desabudaya.kemdikbud.go.id/2021

Pemenang Lomba Akan diumumkan melalui laman https://desabudaya.kemdikbud.go.id/2021

Tempat Outbound Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah – Paket Outbound Jogja

Dewi Tinalah – Tempat Outbound Kulon Progo menjadi salah satu pilihan wisatawan Ketika berkunjung ke tempat wisata Jogja. Wisata Kulon Progo menjadi salah satu tempat yang sering digunakan untuk tempat outbound di Kulon Progo dan tempat outbound Jogja. Banyak pilihan lokasi outbound di Kulon Progo, salah satunya lokasi outbound Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah.


Tempat Outbound Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah – Paket Outbound Jogja
Kegiatan Outbound Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah
 

Saat ini tempat outbound Kulon Progo menjadi pilihan wisatawan, instansi pemerintah, sekolah, universitas, Lembaga, dan berbagai komunitas karena di Kulon Progo banyak memiliki Desa Wisata Kulon Progo. Dari sekian banyak desa wisata di Kulon Progo, tempat outbound Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah dapat menjadi pilihan menyelenggarakan kegiatan outbound yang seru, asyik, dan tentu penuh pengalaman seru.

Outbound Dewi Tinalah merupakan  kegiatan pembelajaran perilaku kepemimpinan dan manajemen di alam terbuka dengan pendekatan yang unik dan sederhana tetapi efektif karena pelatihan ini tidak sarat dengan teori-teori melainkan langsung diterapkan pada elemen-elemen yang mendasar yang bersifat sehari-hari, seperti saling percaya, saling memperhatikan serta sikap proaktif dan komunikatif. Kegiatan ini dapat di lakukan di tempat outbound Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah.

 

Lokasi Tempat Outbound Kulon Progo Dewi Tinalah

Lokasi tempat outbound Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah berada di Jl Persandian Km 5. Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tempat outbound di Kulon Progo ini berada di Kawasan Pegunungan Menoreh Samigaluh Kulon Progo. Di Dewi Tinalah terdapat Sungai Tinalah yang menjadi icon tempat outbound Kulon Progo.

Sudah banyak penyelenggara kegiatan Outbound Jogja diselenggarakan di tempat outbound Kulon Progo yang berada di Desa Wisata Tinalah. Lokasi outbound terdekat di Jogja ini mempunyai panorama alam yang indah, terdapat hamparan sawah dan perbukitan, dan juga aliran Sungai Tinalah yang sekaligus menjadi salah satu lokasi outbound Kulon Progo yang seru di Dewi Tinalah.

 

Baca Juga: Tempat Makrab Jogja di Dewi Tinalah

Rombongan wisatawan atau peserta outbound dengan rombongan besar dapat menggunakan medium atau big bus. Kendaraan besar dapat sampai di tempat Outbound Kulon Progo di Dewi Tinalah. Nantinya akan ada pengelola Dewi Tinalah yang akan memandu kedatangan rombongan peserta outbound Kulon Progo dengan ramah.

Manfaat memilih Tempat Outbound Kulon Progo di Dewi Tinalah

Dengan memilih tempat outbound di Kulon Progo akan memberikan manfaat dalam  menggerakan ekonomi desa dan peran aktif masyarakt di desa. Dengan menyelenggarakan kegiatan outbound di Dewi Tinalah masyarakat akan terlibat dalam pelaksanaan paket outbound Kulon Progo, mulai dari membuat rancangan kegiatan outbound, pemandu outbound, serta penyedia kuliner desa.

 

Baca Juga: Paket Camping Jogja 2 Hari 1 Malam – Dewi Tinalah

Selain kegiatan outbound, terdapat juga kegiatan seru yang dapat dilakukan di tempat outbound Kulon Progo di Dewi Tinalah, seperti camping, jelajah alam, wisata sejarah, berkunjunga ke Situs Rumah Sandi Negara, workshop kegiatan desa, dan juga dapat menginap di Dewi Tinalah.

Di tempat outbound Kulon Progo Dewi Tinalah nantinya wisatawan juga bisa menginap atau mengambil paket live in Jogja di Dewi Tinalah. Konsep live in, wisatawan menginap di Homestay Jogja Dewi Tinalah di rumah warga. Nantinya wisatwan akan mengikuti semua bentuk aktifitas warga yang memiliki rumah, misal mencari rumput untuk ternak, memberi pakan ternak, pergi ke sawah atau ladang, jika masa tanam atau panen akan mengikuti juga kegiatan tersebut.

Fasilitas Tempat Outbound Kulon Progo Dewi Tinalah

Tempat Outbound Kulon Progo di Desa Wisata Tinalah menyediakan fasilitas tempat outbound Jogja yang luas, Joglo dan Omahku untuk transit atau kegiatan, gazebo, kolam outbound, lokasi outbound camping ground, sound system, tikar, toilet, kamar mandi, sarana pendukung protokol kesehatan, asuransi layanan outbound, paket kuliner desa, pemandu outbound, e sertifikat kegiatan outbound, tempat parkir, dan tempat ibadah.

Harga Paket Outbound Kulon Progo Dewi Tinalah

Tentu harga menjadi pilihan mendasar Ketika akan menyelenggarakan kegiatan outbound di Kulon Progo. Harga paket outbound Kulon Progo Dewi Tinalah terjangkau untuk semua kalangan dari berbagai usia dan instansi. Dapatkan penawaran harga paket Kulon Progo yang kompetitif di Desa Wisata Tinalah. Segera dapatkan penawaran terjangkau tempat outbound Kulon Progo melalui Narahubung Dewi Tinalah.

ESDM Tetapkan 20 Tempat Geoheritage di Yogyakarta

Dewi Tinalah – Yogyakarta menjadi bagian dari Geoheritage dunia yang sangat mempesona. Geoheritage di Yogyakarta merupakan salah Kawasan Geoheritage yang ditetapkan oleh Menteri Energi Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Nomor : 13.K/HK.01/MEM.G/2021 Tentang Penetapan warisan Geologi Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis, 22 April 2021.

 

ESDM Tetapkan 20 Tempat Geoheritage di Yogyakarta
Geoheritage Jatimulyo, salah satu Geoheritage Yogyakarta di Kab. Kulon Progo, sumber Geoheritage JogjaProv
 

Pengertian Geoheritage berdasarkan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No 1 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penetapan Warisan Geologi (Geoheritage) adalah Keragaman Geologi (Geodiversity) yang memiliki nilai lebih sebagai suatu warisan karena menjadi rekaman yang pernah atau sedang terjadi di bumi yang karena nilai ilmiahnya tinggi, langka, unik, dan indah, sehingga dapat digunakan untuk keperluan penelitian dan pendidikan kebumian.

 

Warisan (pusaka) Geologi terbentuk secara alamiah, memiliki nilai ilmiah yang tinggi serta keunikan yang merepresentasikan rangkaian rekaman proses geologi dan merupakan bagian penting dari sejarah dinamika bumi.

 

 Baca Juga: Sungai Tinalah bagian dari kawasan Gunungapi Tua Menoreh

 

Warisan geologi yang tersingkap dan dapat dilihat secara langsung di muka bumi ini jumlahnya amat sedikit. Di wilayah DIY ditemukan banyak warisan geologi. Setidaknya sampai saat ini di DIY telah ditetapkan 20 (dua puluh) situs warisan Geologi, yaitu:

 

  1. Puncak Tebing Kaldera Purba Kendil-Suroloyo, di Kalurahan / Desa Gerbosari, Kapanewon / Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.
  2. Perbukitan Asal Struktur Geologi Widosari, di Kalurahan / Desa Ngargosari, Kapanewon / Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo.
  3. Formasi Nanggulan Eosen Kalibawang, di Kalurahan  / Desa Banjararum, Kapanewon / Kecamatan Kalibawang, Kabupaten Kulon Progo.
  4. Goa Kiskendo, di Kalurahan / Desa Jatimulyo, Kapanewon / Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.
  5. Mangan Kliripan-Karangsari, di Kalurahan / Desa Hargorejo, Kapanewon / Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo.
  6. Kompleks Perbukitan Intrusi Godean, di Kalurahan / Desa Sidorejo, Kapanewon / Kecamatan Godean, Kabupaten Sleman.
  7. Kompleks Batuan Merapi Tua Turgo-Plawangan Pakem, di Kalurahan / Desa Purwobinangun, Kapanewon / Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman.
  8. Aliran Piroklastik Bakalan, di Kalurahan / Desa Argomulyo, Kapanewon / Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman..
  9. Tebing Breksi Piroklastik Purba Sambirejo, di Kalurahan / Desa Sambirejo, Kapanewon / Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
  10. Rayapan Tanah Ngelepen, di Kalurahan / Desa Sumberharjo, Kapanewon / Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman.
  11. Lava Bantal Berbah, di Kalurahan / Desa Jogotirto dan Kalitirto, Kapanewon / Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman.
  12. Batugamping Eosen, di Kalurahan / Desa Ambar Ketawang, Kapanewon / Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.
  13. Sesar Opak Bukit Mengger, di Kalurahan / Desa Trimulyo Kapanewon / Kecamatan Jetis dan Kalurahan / Desa TrimulyoSegoroyoso Kapanewon / Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.
  14. Lava Purba Mangunan, di Kalurahan / Desa Mangunan, Kapanewon / Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.
  15. Gumuk Pasir Parangtritis, di Kalurahan / Desa Parangtritis, Kapanewon / Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul.
  16. Gunung Ireng Pengkok, di Kalurahan / Desa Patuk, Kapanewon / Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
  17. Gunungapi Purba Nglanggeran, di Kalurahan / Desa Nglanggeran, Kapanewon / Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
  18. Gunung Genthong Gedangsari, di Kalurahan / Desa Ngalang, Kapanewon / Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul.
  19. Bioturbasi Kali Ngalang, di Kalurahan / Desa Nglanggeran, Kapanewon / Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
  20. Gunungapi Purba Siung-Batur-Wediombo, di Kalurahan / Desa Balong, Kapanewon / Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.

 

Dengan penetapan Yogyakarta sebagai Geoheritage, maka perlu dukungan bersama untuk melindungi Situs Warisan Geologi, terutama masyarakat, dan melakukan pengelolaan secara benar, sehingga keberadaannya bisa memberikan manfaat besar. Selain itu, diharapkan dapat mendorong Pemda DIY bersama stakeholders untuk lebih optimal dalam upaya peindingan dan pelestarian, pemanfaatan, serta pengembangannya sebagai Center Of Excellence Penelitian dan Pendidikan Kebumian dan Taman Bumi (Geopark).

 

Bagi desa wisata di Yogyakarta dapat menangkap peluang ini. Terdapat desa-desa kawasannya masuk dalam penetapan 20 kawasan Geoheritage di Yogyakarta. Harapannya desa wisata nanti dapat juga berperan aktif untuk terlibat dalam pengelolaan kawasan Geoheritage di Yogyakarta.

Mengenal Konsep Pariwisata Pedesaan - Desa Wisata Tinalah

Pariwisata pedesaan dapat didefinisikan sebagai perpindahan orang dari tempat tinggal normal mereka ke daerah pedesaan untuk jangka waktu minimum dua puluh empat jam hingga maksimum enam bulan untuk tujuan kesenangan dan kesenangan semata. Wisata pedesaan mengacu pada semua kegiatan pariwisata di daerah pedesaan.


desa-wisata-tinalah-kulon-progo-yogyakarta-wisata-pedesaan

Konsep pariwisata pedesaan sama sekali tidak didefinisikan dengan baik dan tunduk pada sejumlah interpretasi. Fleischer dan Pizam mengasosiasikan pariwisata pedesaan dengan 'liburan pedesaan' di mana turis menghabiskan sebagian besar periode liburannya dengan melakukan kegiatan rekreasi di lingkungan pedesaan di sebuah pertanian, peternakan, rumah pedesaan, atau daerah sekitarnya.



OECD mendefinisikan daerah pedesaan sebagai
, ”di tingkat lokal, kepadatan penduduk 150 orang per kilometer persegi adalah kriteria yang lebih disukai. Di tingkat regional, unit geografis dikelompokkan menurut persentase penduduknya yang berada di pedesaan ke dalam tiga jenis berikut: sebagian besar pedesaan (50%), pedesaan signifikan (15-50%) dan sebagian besar wilayah perkotaan (15%).

Dewan Eropa menggunakan istilah ' daerah pedesaan ' untuk menunjukkan ciri-ciri berikut:

Hamparan pedesaan pedalaman atau pesisir, termasuk kota-kota kecil dan desa-desa, di mana sebagian besar wilayah tersebut digunakan untuk:

  • Pertanian, kehutanan, budidaya perairan, dan perikanan.
  • Kegiatan ekonomi dan budaya penduduk pedesaan.
  • Area rekreasi dan rekreasi non-perkotaan atau cagar alam.
  • Tujuan lain seperti perumahan.


Menurut Dernoi, pariwisata pedesaan dapat dipahami sebagai aktivitas pariwisata di 'wilayah non-perkotaan di mana aktivitas manusia (ekonomi terkait lahan) sedang berlangsung, terutama pertanian: kehadiran manusia permanen tampaknya merupakan persyaratan yang memenuhi syarat'.

OECD menyatakan pariwisata pedesaan harus:


  • Terletak di daerah pedesaan.
  • Secara fungsional pedesaan, dibangun di atas fitur-fitur khusus dunia pedesaan; usaha kecil, ruang terbuka, kontak dengan alam dan alam, warisan, masyarakat tradisional, dan praktik tradisional.
  • Skala pedesaan - baik dalam hal bangunan dan permukiman - dan karenanya, berskala kecil.
  • Berkarakter tradisional, tumbuh perlahan dan organik, serta berhubungan dengan keluarga setempat.
  • Berkelanjutan - dalam arti bahwa pembangunannya harus membantu melestarikan karakter khusus pedesaan suatu daerah, dan dalam arti bahwa pembangunannya harus berkelanjutan dalam pemanfaatan sumber dayanya.
  • Dari berbagai jenis, mewakili pola kompleks lingkungan pedesaan, ekonomi, dan sejarah.


Jenis dan Bentuk Wisata Pedesaan

Segala bentuk pariwisata yang menampilkan kehidupan pedesaan, seni, budaya, dan warisan di lokasi pedesaan, sehingga menguntungkan masyarakat lokal secara ekonomi dan sosial serta memungkinkan interaksi antara wisatawan dan penduduk setempat untuk pengalaman pariwisata yang lebih memperkaya dapat disebut sebagai  pariwisata pedesaan.

Berbagai istilah digunakan untuk menggambarkan kegiatan pariwisata di pedesaan: agrowisata, wisata pertanian, wisata pedesaan, wisata lunak, wisata alternatif, ekowisata , dan beberapa lainnya, yang memiliki arti berbeda antara satu negara dengan negara lain, dan memang dari satu negara ke negara lain.

Istilah 'pariwisata pedesaan' telah diadopsi oleh Komunitas Eropa (EC) untuk merujuk pada semua aktivitas pariwisata di daerah pedesaan.


Jenis dan bentuk wisata pedesaan adalah sebagai berikut:

Agrowisata: walaupun sering digunakan untuk mendeskripsikan semua kegiatan pariwisata di pedesaan, lebih sering istilah tersebut berkaitan dengan produk pariwisata yang 'berhubungan langsung dengan lingkungan agraria, produk agraria atau agraria': tinggal di pertanian, baik di kamar atau berkemah, pendidikan kunjungan, makan, kegiatan rekreasi, dan penjualan produk pertanian atau kerajinan tangan.


 
Wisata Pertanian: secara eksplisit terkait dengan pertanian dan paling sering dikaitkan dengan pariwisata yang melibatkan tinggal di akomodasi pertanian dan mencari pengalaman dari operasi pertanian dan atraksi.

Wisata Alam Liar dan Hutan
: wisata menjelajahi alam liar dan keindahan alam pedesaan. Ini mungkin secara implisit dimasukkan dalam pengertian pariwisata pedesaan, atau mereka dapat dianggap terpisah. Di hutan belantara dan wisata hutan, wisatawan melakukan perjalanan ke habitat alami tumbuhan dan hewan.

Ini sebagian besar mencakup interaksi non-konsumtif dengan satwa liar dan alam, seperti mengamati dan memotret hewan di habitat aslinya. Wisata alam liar dan hutan mencakup berbagai kegiatan pariwisata seperti fotografi liar, safari, mengamati burung, trekking, dan hiking dll.

Pariwisata Hijau: pariwisata hijau mengacu pada pariwisata di pedesaan atau daerah hijau. Ini lebih umum digunakan untuk menggambarkan bentuk-bentuk pariwisata yang dianggap lebih ramah lingkungan daripada tradisional, pariwisata massal. Di daerah pedesaan, pariwisata hijau merupakan bentuk penting dari pariwisata pedesaan.

Pariwisata hijau digambarkan sebagai pendekatan pembangunan pariwisata yang berupaya mengembangkan hubungan simbiosis dengan lingkungan fisik dan sosial yang di atasnya bergantung dan secara implisit berupaya untuk mencapai cita-cita keberlanjutan.

Ekowisata: ini adalah bentuk wisata alam (pariwisata ke kawasan alami yang belum terjamah) yang mengasumsikan promosi aktif pelestarian lingkungan dan manfaat langsung bagi masyarakat dan budaya lokal, bersama dengan penyediaan pengalaman yang positif dan edukatif bagi wisatawan. Ekowisata adalah sekumpulan kegiatan pariwisata berkelanjutan yang terjadi di lingkungan alam.

Kegiatan Wisata Pedesaan

Berbagai perkiraan menunjukkan bahwa pariwisata di daerah pedesaan membentuk 10 hingga 20% dari semua aktivitas pariwisata, dan survei Eurobarometer melaporkan bahwa 23% wisatawan Eropa memilih pedesaan atau daerah pedesaan sebagai tujuan setiap tahun.

Berbagai aktivitas budaya dan alam terjadi di pedesaan. Lingkungan pedesaan memiliki sejarah panjang dalam pengelolaan untuk tujuan rekreasi, dan hubungan simbiosis ini memiliki dampak penting baik terhadap lingkungan maupun kegiatan.



Berbagai kegiatan pariwisata dan rekreasi dapat ditemukan di pedesaan. Kita dapat mengkategorikan aktivitas-aktivitas ini berdasarkan sifatnya. Jenis kegiatan wisata pedesaan adalah sebagai berikut:

  • Tur
  • Kegiatan budaya
  • Kegiatan yang berhubungan dengan air
  • Aktivitas yang berhubungan dengan kesehatan
  • Aktivitas udara
  • Aktivitas pasif
  • Kegiatan olahraga
  • Acara hallmark
  • Aktivitas terkait bisnis


Touring meliputi berbagai kegiatan pariwisata seperti hiking, berkuda, touring dengan karavan gipsi, touring bermotor, touring desa / kota kecil, bersepeda, liburan petualangan atau liburan hutan belantara.

Berbagai kegiatan pariwisata terkait budaya ditemukan di daerah pedesaan. Arkeologi, situs restorasi studi peninggalan pedesaan, museum, kursus kerajinan, lokakarya ekspresi seni adalah beberapa contoh kegiatan budaya pariwisata pedesaan.

Memancing, berenang, wisata sungai, kano, kayak, selancar angin, balap speedboat, berlayar adalah beberapa contoh kegiatan pariwisata pedesaan yang berhubungan dengan air .

Beragam kegiatan olah raga desa wisata banyak dijumpai di pedesaan. Beberapa contohnya adalah potholing, panjat tebing, orienteering, Tenis, Golf, ski menuruni bukit intensitas rendah, dan berburu.

Kegiatan yang berhubungan dengan kesehatan seperti pelatihan kebugaran, kursus penyerangan, spa dan resor kesehatan adalah kegiatan populer dari pariwisata pedesaan. Sekelompok besar wisatawan melakukan perjalanan ke daerah pedesaan dengan tujuan semata-mata untuk meningkatkan kesehatan melalui kegiatan pariwisata yang berhubungan dengan kesehatan.

Kegiatan pasif seperti liburan relaksasi di lingkungan pedesaan, studi alam di luar ruangan termasuk mengamati burung dan fotografi, apresiasi lanskap juga beberapa kegiatan terkenal dari pariwisata pedesaan.

Pentingnya dan Manfaat Wisata Pedesaan

Wisata pedesaan merupakan salah satu bentuk penting dari sektor pariwisata yang memegang peranan penting dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat pedesaan. Ketika turis bepergian ke daerah pedesaan, mereka mendukung ekonomi lokal dan membantu dengan berbagai cara. Wisata pedesaan membantu dalam pengembangan daerah pedesaan dan standar hidup masyarakat tuan rumah.

Beberapa kepentingan dan manfaat wisata pedesaan adalah sebagai berikut:

  • Menyediakan sumber pendapatan dan pekerjaan baru, alternatif atau tambahan di daerah pedesaan.
  • Wisata pedesaan memacu pembangunan infrastruktur di daerah pedesaan.
  • Membantu mengurangi gender dan kekuatan sosial lainnya
  • Mendorong komunitas kolektif
  • Hidupkan kembali budaya lokal.
  • Tanamkan rasa kebanggaan, harga diri, dan identitas lokal
  • Kontribusi untuk konservasi dan perlindungan.
  • Meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
  • Membantu perbaikan dan penggunaan kembali properti yang ditinggalkan.
  • Memberikan kesempatan untuk mempertahankan populasi di daerah yang mungkin mengalami depopulasi.
  • Memungkinkan area untuk dihuni kembali.


Wisata pedesaan adalah bentuk pariwisata yang berkembang. Ini bukan hanya kunjungan pertanian atau kunjungan ke daerah pedesaan. Lebih dari itu. Wisata pedesaan bermanfaat bagi masyarakat tuan rumah di daerah pedesaan serta lingkungan alam sekitarnya melalui pelestarian dan konservasi sumber daya alam.

Masalah dan Tantangan Pariwisata Pedesaan

Isu dan tantangan utama pariwisata pedesaan perlu melestarikan lingkungan, sumber daya alam, kebutuhan pendidikan, pemahaman yang tepat bagi wisatawan dan masyarakat lokal, dan kebutuhan untuk menghasilkan gerakan demokrasi yang membantu semua orang di semua tingkatan untuk berpartisipasi dalam pembangunan pariwisata .

Beberapa isu dan tantangan penting pariwisata pedesaan adalah sebagai berikut:

  • Kebocoran Ekonomi.
  • Inflasi harga lokal.
  • Mendistorsi struktur ketenagakerjaan lokal.
  • Pola permintaan musiman.
  • Memproduksi atau mendistorsi 'budaya' lokal untuk komodifikasi dan mementaskan keaslian.
  • Hancurkan budaya asli.
  • Perusakan habitat alami satwa liar pedesaan.
  • Membuang sampah sembarangan, emisi dan bentuk pencemaran lainnya.
  • Kemacetan.


Sistem koperasi dalam pariwisata pedesaan dapat menjadi pendekatan yang efektif dalam membawa dampak positif di pedesaan. Masyarakat lokal dapat memantau dan mengendalikan dampak negatif pariwisata pedesaan terhadap masyarakat mereka sendiri, jika mereka memiliki kepentingan dan kewenangan yang sama dalam pengelolaan dan pembangunan.

Karakteristik Wisata Pedesaan

Konsep wisata pedesaan memiliki tujuan yang luhur. Ini adalah jenis pariwisata berkelanjutan lain yang mengeksploitasi sumber daya di daerah pedesaan, menyebabkan sedikit atau tidak ada dampak berbahaya, dan menghasilkan peningkatan manfaat bagi daerah pedesaan dalam hal produktivitas pedesaan, lapangan kerja, peningkatan distribusi kekayaan, pelestarian lingkungan dan budaya pedesaan, lokal. keterlibatan masyarakat, dan cara yang sesuai untuk mengadaptasi kepercayaan dan nilai-nilai tradisional ke zaman modern.

Beberapa ciri khas wisata pedesaan adalah sebagai berikut:

  • Musiman
  • Fragmentasi
  • Pasar eksternal dibutuhkan
  • Dibutuhkan kerjasama antara pasar internal dan eksternal
  • Peran wanita
  • Peran ekonomi: pendapatan sampingan bagi petani dan pengusaha lain di pedesaan.

 

Wisata pedesaan dapat membantu meningkatkan seni pertunjukan lokal dan membantu melestarikan budaya lokal dan dapat mencegah migrasi pedesaan. Wisata pedesaan dapat menarik wisatawan dengan memberikan gambaran suasana desa yang sangat baik dengan masakan lokal.

Pengembangan Pariwisata Pedesaan

Pengembangan pariwisata pedesaan lebih dari sekedar proses yang direncanakan. Dengan menggunakan pendekatan yang berorientasi pada aktor, hal ini dapat dilihat sebagai proses yang dinamis, sedang dibangun dan dinegosiasikan secara sosial yang melibatkan banyak aktor sosial yang secara terus menerus membentuk kembali dan mengubahnya agar sesuai dengan persepsi, kebutuhan, nilai, dan agenda mereka.

 

Mengenal Konsep Pariwisata Pedesaan - Desa Wisata Tinalah
Sebuah model pembangunan pariwisata pedesaan yang berkelanjutan.


Perkembangan pariwisata pedesaan semakin meningkat pada tahun 1990-an dan literatur yang berkembang telah berkontribusi pada pemahaman kita tentang hal itu sebagai fenomena yang berkembang.

Menurut Long and Lane, pariwisata pedesaan telah memasuki tahap kedua pembangunan, yang pertama ditandai dengan pertumbuhan partisipasi, pengembangan produk dan bisnis, serta kemitraan. Dalam tinjauan mereka tentang pengembangan pariwisata pedesaan, Long dan Lane berpendapat bahwa pariwisata pedesaan - setidaknya di Eropa dan Amerika Utara - sedang memasuki fase ekspansi, diferensiasi, konsolidasi, dan pemahaman yang lebih kompleks.

Yang kedua diperkirakan akan lebih kompleks, dan kemungkinan besar akan terjadi, mengingat pertanyaan yang tersisa mengenai tempatnya dalam kebijakan, integrasinya dalam praktik, dan peran dinamisnya dalam restrukturisasi pedesaan dan dalam proses pembangunan pariwisata yang lebih luas.



Karena pariwisata terus dikembangkan di daerah pedesaan untuk melawan penurunan ekonomi di sektor produksi primer, kebutuhan akan bentuk-bentuk pembangunan yang berkelanjutan diakui. Sejak awal 1990-an, konsep pembangunan pariwisata berkelanjutan telah diterima hampir secara universal sebagai pendekatan yang diinginkan dan sesuai untuk, dan tujuan, pembangunan pariwisata.

Pembangunan pariwisata pedesaan didorong oleh kebutuhan akan pertumbuhan ekonomi dan diversifikasi, dan oleh karena itu, penting bahwa kontribusi potensial pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi pedesaan tidak diencerkan oleh prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan yang terlalu spesifik.

 

Sumber: Tourism Note


Kelas Digital Marketing >